<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Curhat Mahasiswa Archives - UNJKita.com</title>
	<atom:link href="https://unjkita.com/tag/curhat-mahasiswa/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://unjkita.com/tag/curhat-mahasiswa/</link>
	<description>Saling Menginspirasi untuk Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Thu, 22 Jun 2017 03:13:26 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.4</generator>

<image>
	<url>https://unjkita.com/wp-content/uploads/2018/08/cropped-unjkita-32x32.png</url>
	<title>Curhat Mahasiswa Archives - UNJKita.com</title>
	<link>https://unjkita.com/tag/curhat-mahasiswa/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Surat Cinta Mahasiswi Untuk Rektor Universitas Negeri Jakarta</title>
		<link>https://unjkita.com/surat-cinta-mahasiswi-untuk-rektor-universitas-negeri-jakarta/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[UNJKita.com &#124; @pemburukampus]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 21 Jun 2017 23:05:10 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Suara Anda]]></category>
		<category><![CDATA[Curhat Mahasiswa]]></category>
		<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://unjkita.com/?p=11233</guid>

					<description><![CDATA[<p>Assalamualaikum Wr Wb Dear Prof Dr Djali yang agung. Sebelum saya berbincang kepada anda dalam tulisan ini, akan lebih baik jika saya perkenalkan diri saya....</p>
<p>The post <a href="https://unjkita.com/surat-cinta-mahasiswi-untuk-rektor-universitas-negeri-jakarta/">Surat Cinta Mahasiswi Untuk Rektor Universitas Negeri Jakarta</a> appeared first on <a href="https://unjkita.com">UNJKita.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Assalamualaikum Wr Wb</p>
<p>Dear Prof Dr Djali yang agung. Sebelum saya berbincang kepada anda dalam tulisan ini, akan lebih baik jika saya perkenalkan diri saya. Saya adalah mahasiswi UNJ Program Studi Pendidikan Sejarah Fakultas Ilmu Sosial angkatan 2014, saat ini kira-kira sudah lebih dari tiga tahun saya mengamati perubahan kampus selama dirimu menjabat. Penahkah engkau berkeliling kampus di pagi hari? Kudengar rumah dinasmu dekat dengan kampus A? jika belum mari suatu hari bersama saya berolahraga disekitaran kampus A karena dipagi hari kampus A begitu sejuk dan dingin Rawamangun ala puncak. Namun jika sudah memasuki jam delapan kau sudah bisa merasakan panasnya Rawamangun dan padatnya masyarakat UNJ, itu sebabnya ketika jam itu saya malas kekampus.</p>
<p>Prof Dr Djali yang agung, pada kali ini saya sedikit banyak curhat denganmu tentang UNJ dan tentang dirimu. Betapa cintanya diriku kepadamu sehingga saya membuat tulisan ini bukan berarti saya ragu dengan kepemimpinanmu namun, karena aku sayang kepadamu. Mari suatu hari kita berdendang dan bercengkrama tentang lucunya UNJ. Apa saja yang ingin aku katakan dan apa saja yang ingin kau keluhkan. Kudengar dirimu adalah penghitung yang ulung sehingga sangat memungkinkan kampus menjadi sejahtera dan makmur terutama dalam hal pembagian gaji dosen, UKT dan gaji karyawan UNJ. Namun, Bagaimana mungkin seorang penghitung yang ulung bisa kecolongan lima miliyar dihitung dari masa jabatanmu ditahun 2014.</p>
<p>Kudengar juga dirimu membentuk dinasti kerajaan pada keluargamu dalam birokrasi UNJ, sekali-kali pernah aku berpikir bahwa akan sangat menyenangkan menjadi keponakanmu, adik dari menantumu atau setidaknya menjadi saudara dari saudramu. Benarkah seluruh keluargamu bekerja dalam bidang kemahasiswaan di UNJ? Pantas saja ketika saya bertemu salah satu dari pegawai UNJ langsung terperangai ingat padamu.</p>
<p>Kudengar juga pembangunan fisik di kampus A begitu cepat dan bagus, gedung-gedung bertaraf Internasional dengan dalil bahwa birokrat bekerja sama dengan pihak swasta menjadi isu paling hangat saat ini. tak elak ketika perkuliahan di gedung tersebut pada jam-jam sibuk selalu terlambat dan padat. Dosen saya pernah mengatakan bahwa mayoritas mahasiswa UNJ yang bertaraf sarjana maupun pasca sarjana dididik menjadi pengajar dan salah satu kompetensi dari pengajar yang memumpuni adalah kompetensi personal yang baik seperti kedisiplinan dan pengendalian diri yang baik. Namun, tiga tahun menjadi mahasiswa UNJ belum sekalipun saya tidak berdempit-dempitan di dalam lift gedung bertaraf Internasional pada jam sibuk. Bau ketek, bau minyak nyongnyong mahasiswa dan dosen, bau knalpot dan bau stella (nama merk) bercampur menjadi satu kaleng sarden yang enak dimakan ketika sahur.</p>
<p>Prof Dr Djali yang agung, saya begitu kesal dan sebal ketika mahasiswa militan itu membicarakan keburukanmu di bulan Ramadhan, saya pernah berfikir bahwa sangat membuang-buang waktu juga kau memikirkan tentang mahasiswa dan pembangunan UNJ dari fisik maupun non fisik.</p>
<p>Saya kira ada pembahasan lain yang lebih penting kau bicarakan tentang UNJ. Sehingga lingkaran mahasiswa militan itu tidak terlalu berpengaruh terhadap jabatanmu. “Mereka semua terlalu berlebihan dan radikal” begitu kata dosen yang sepemahaman denganmu. Bagaimana mungkin mahasiswa yang masih minta uang jajan kepada orang tuanya membentuk persatuan dan kesatuan masyarakat UNJ agar dapat menurunkanmu dari kursi jabatan? Teringat ketika golongan muda lah yang menculik Sukarno dan Hatta pada malam 16 agustus 1945 untuk memproklamirkan kemerdekaan Indonesia terhadap penjajahan Jepang. Dan setelah kejadian itu tidak ada satu bukupun yang menyatakan perlakuan golongan muda pada malam hari itu adalah gerakan radikal dan kejahatan padahal jika saya membuka kamus KBBI kata dari penculikan adalah konotasi yang buruk dan jahat. Mengapa dalam buku sejarah SD sekalipun tidak pernah penulis menyatakan hal itu sebagai tindakan yang buruk?.</p>
<p>Prof Dr Djali yang agung, tak pernah saya bertemu langsung kepada dirimu, terakhir saya bertemu langsung ketika penutupan MPA (Masa pengenalan Akademik) di stadion kampus B saat itu juga saya tidak terlalu jelas melihatmu di kerumunan ribuan mahasiswa baru, yang kuingat saat itu dirimu memakai kaca mata hitam dan almet khas hijau muda.</p>
<p>Saya sering loh searching kepada mbah google tentang dirimu, berapa anakmu, dan berapa gajimu. Bagaimana dirimu bepikir tentang kami? Apakah dirimu pernah berkeliling UNJ di pagi hari? Apa yang sedang dirimu pikirkan? Bisakah kita bertemu dan saling senyum bertegur sapa? Kutunggu balasanmu dalam tulisan ini, semoga dengan surat cinta ini dapat menjalin kesaudaraan yang kuat antara dirimu dan kami.</p>
<p>Wassalamualaikum Wr Wb<br />
<strong>Sinta Fatimah</strong><br />
Jakarta, 12 Juni 2017</p>
<p>The post <a href="https://unjkita.com/surat-cinta-mahasiswi-untuk-rektor-universitas-negeri-jakarta/">Surat Cinta Mahasiswi Untuk Rektor Universitas Negeri Jakarta</a> appeared first on <a href="https://unjkita.com">UNJKita.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kota Tilang, Hijab Halal, Botol Sujud, dan Ninja</title>
		<link>https://unjkita.com/kota-tilang-hijab-halal-botol-sujud-dan-ninja-2/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[UNJKita.com &#124; @pemburukampus]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 04 Feb 2016 03:32:33 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Suara Anda]]></category>
		<category><![CDATA[Curhat Mahasiswa]]></category>
		<category><![CDATA[isu hangat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://unjkita.com/?p=1604</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Firman Yulianto Yang aku tahu kota itu penghasil bubur paling enak. Cita rasa yang menggigit seolah tak pernah mau pergi dari ingatanku. Tapi selama menikmati...</p>
<p>The post <a href="https://unjkita.com/kota-tilang-hijab-halal-botol-sujud-dan-ninja-2/">Kota Tilang, Hijab Halal, Botol Sujud, dan Ninja</a> appeared first on <a href="https://unjkita.com">UNJKita.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Oleh: <strong>Firman Yulianto</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Yang aku tahu kota itu penghasil bubur paling enak. Cita rasa yang menggigit seolah tak pernah mau pergi dari ingatanku. Tapi selama menikmati kelezatan bubur itu, sekalipun aku tak pernah ditilang oleh pak polisi. Surat-suratku selalu lengkap dan tak lupa menggunakan helm ber-SNI (Standar Nasional Indonesia). Meskipun helm itu rasanya tulisan ‘SNI’ itu hanya pajangan saja. Alasan kedua adalah karena aku parkir di tempat yang telah disediakan oleh penjual bubur tersebut, tanpa harus takut beradu argumen dengan pak polisi tentang perbedaan antara parkir dengan berhenti. Dan alasan terakhir adalah karena aku membeli bubur ini bukan di jalan-jalan protokol atau jalan-jalan yang ramai kendaraan. Untuk apa pak polisi ada di sini? Toh di sini tidak pernah macet. Pak Polisi hanya datang di waktu-waktu tertentu saja, yaitu ketika beliau pergi dan pulang dari dinasnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Yang aku tahu menutup aurat bagi muslimah yang sudah baligh itu wajib. Dan khimar (kerudung) menjadi salah satu komponennya. Meski beribu alasan diuraikan tetap saja hukumnya wajib. Tak perlu kerudung seharga ratusan ribu rupiah untuk menutup auratmu. Cukuplah kriteria tidak transparan dan menutup minimal hingga dada saja tolak ukurmu untuk membeli kerudung. Karena tak jarang kerudung mahal tapi hanya kau jadikan sebagai pengganti rambut. Ya kau hias sedemikian rupa hingga tak jarang menggunakan hijab saja butuh waktu satu jam. Dahulu para wanita muslim di zaman Rasululloh harus rela mencopot gorden atau tirai di rumahnya untuk menutupi tubuhnya. Sederhana.</p>
<p style="text-align: justify;">Yang aku tahu botol itu normalnya menghadap ke atas, bukan 45 derajat menghadap bawah. Mungkin botol tahu meskipun jutaan masalah menjulang hingga ke angkasa, maka selalu ada tanah untuk bersujud dan mengadu. Botol aja sujud, masa kamu enggak?</p>
<p style="text-align: justify;">Tapi saat ini aku malu ketika melihat salah satu postingan temanku. Postingan berisi tentang persiapan anak-anak palestina yang berlatih ala ninja. Padahal mereka masih belia tapi berani menantang nyawa karena yakin akan surga di pelupuk mata.</p>
<p style="text-align: justify;">Sedangkan anak kecil di negeri kita asyik minta ninja, biar keren katanya. Mengumbar kemesraan dengan anak seusianya layaknya orang dewasa. Canda tawa jadi bumbu cintanya seolah dunia milik berdua. Padahal orangtua mereka tertunduk lesu karena dirumahkan oleh perusahaannya.</p>
<p>The post <a href="https://unjkita.com/kota-tilang-hijab-halal-botol-sujud-dan-ninja-2/">Kota Tilang, Hijab Halal, Botol Sujud, dan Ninja</a> appeared first on <a href="https://unjkita.com">UNJKita.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
