<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>kebangkitan Nasional Archives - UNJKita.com</title>
	<atom:link href="https://unjkita.com/tag/kebangkitan-nasional/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://unjkita.com/tag/kebangkitan-nasional/</link>
	<description>Saling Menginspirasi untuk Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Fri, 29 Nov 2019 22:55:16 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.4</generator>

<image>
	<url>https://unjkita.com/wp-content/uploads/2018/08/cropped-unjkita-32x32.png</url>
	<title>kebangkitan Nasional Archives - UNJKita.com</title>
	<link>https://unjkita.com/tag/kebangkitan-nasional/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Membangkitkan Karakter untuk Kebangkitan Nasional di Era Globalisasi</title>
		<link>https://unjkita.com/membangkitkan-karakter-untuk-kebangkitan-nasional-di-era-globalisasi/</link>
					<comments>https://unjkita.com/membangkitkan-karakter-untuk-kebangkitan-nasional-di-era-globalisasi/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Dian Fitriani]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 21 May 2019 02:06:41 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[kebangkitan Nasional]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://unjkita.com/?p=22023</guid>

					<description><![CDATA[<p>Seratus sebelas tahun memperingati Hari Kebangkitan Nasional, menandakan bahwa sampai saat ini Indonesia telah mampu berdiri di atas kaki sendiri. Melewati bertahun-tahun masa penjajahan membuat...</p>
<p>The post <a href="https://unjkita.com/membangkitkan-karakter-untuk-kebangkitan-nasional-di-era-globalisasi/">Membangkitkan Karakter untuk Kebangkitan Nasional di Era Globalisasi</a> appeared first on <a href="https://unjkita.com">UNJKita.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Seratus sebelas tahun memperingati Hari Kebangkitan Nasional, menandakan bahwa sampai saat ini Indonesia telah mampu berdiri di atas kaki sendiri. Melewati bertahun-tahun masa penjajahan membuat rakyat Indonesia bangkit dan mengukuhkan barisan. Rasa nasionalisme, semangat perjuangan persatuan dan kesatuan rakyat untuk memperjuangkan kemerdekaan Republik Indonesia sudah sejak lama ditanam penggawa bangsa.</p>
<p>Hari Kebangkitan Nasional tak lepas dari organisasi Boedi Oetomo. Boedi Oetomo merupakan organisasi yang didirikan oleh Sutomo bersama rekan-rekannya atas saran dari dr. Wahidin Sudirohusodo ketika belajar di STOVIA (<em>School tot Opleiding van Indische Artsen</em>). Peristiwa ini dilatarbelakangi oleh pemikiran kaum terpelajar yang menyadari bahwa Indonesia perlu meningkatkan mutu kesejahteraan masyarakat, karena pada zaman tersebut masyarakat Indonesia harus berhadapan dengan kebodohan, kemiskinan dan keterbelakangan. Melihat mirisnya kondisi tersebut, maka lahirlah organisasi Boedi Oetomo dengan tujuan berdasarkan hasil kongres Budi Utomo pada 5 Oktober 1908, yaitu mewujudkan cita-cita memajukan bangsa dan negara yang harmonis melalui upaya yang diberikan dalam bidang pendidikan, pengajaran, kebudayaan, pertanian, peternakan dan dagang, teknik dan industri.</p>
<p>Boedi artinya perangai atau tabiat sedangkan Oetomo berarti baik atau luhur, sehingga organisasi ini diharapkan berjalan berlandaskan keluhuran budi, kebaikan perangai atau tabiat dan kemahiran. Karena dianggap sebagai organisasi yang menjadi pelopor bagi organisasi kebangsaan lainnya, maka tanggal 20 Mei 1908 ditetapkan sebagai Hari Kebangkitan Nasional.</p>
<p>Dalam rangka memperingati Hari Kebangkitan Nasional, tiap tahunnya pemerintah selalu membangkitkan tema-tema yang diharapkan mampu memperkokoh persatuan. Tema Hari Kebangkitan Nasional yang diusung tahun ini, tepatnya tahun ke-111 adalah BANGKIT UNTUK BERSATU&#8221;. Dilansir dari laman kominfo.go.id, diharapkan pada tahun ke-111 seluruh elemen masyarakat dapat terus memelihara, menumbuhkan dan menguatkan jiwa nasionalisme kebangsaan sebagai landasan dasar dalam melaksanakan pembangunan, menegakkan nilai-nilai demokrasi berlandaskan moral dan etika berbangsa dan bernegara, mempererat persaudaraan untuk mempercepat terwujudnya visi dan misi bangsa kita ke depan dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.</p>
<p>Melalui hal ini, maka perlu usaha yang lebih keras untuk mencapai tujuan yang sungguh mulia ini. Tujuan akan dapat tercapai apabila proses yang dilakukan sesuai. Upaya pemerintah dalam mencanangkan tema bukanlah semata-mata sebagai perayaan yang hanya sebatas mengingat perjuangan para pahlawan di masa silam, tetapi juga sebagai refleksi diri terhadap bangsa Indonesia.</p>
<p>Refleksi diri sebenarnya tidak harus saat kebangkitan nasional, tetapi pada hari ini dapat dijadikan sebagai titik balik kesadaran bangsa Indonesia. Kesadaran bahwa pada era ini Ibu Pertiwi sangat membutuhkan sosok pejuang dan berkarakter sekaliyang menyadarkan dan mempererat persatuan Indonesia. Apalagi dunia saat ini sedang berjalan menuju revolusi industri 5.0. Banyak perubahan, penyimpangan dan permasalahan yang akan dilalui dan hal ini seperti ini adalah tantangan yang luar biasa sulit, sehingga diperlukan karakter yang kuat dari setiap individu untuk dapat bertahan dan berjuang menghadapi kehidupan yang semakin canggih.</p>
<p>Banyak sekali nilai-nilai karakter yang dapat diterapkan melalui peristiwa kebangkitan nasional. Misalnya, seperti yang telah dikaji oleh Setiawan (2018) nilai karakter dari peristiwa kebangkitan Nasional yang dapat diimplementasikan adalah semangat kebangsaan, cinta tanah air, kerja keras, mandiri, komunikatif, religius dan tanggung jawab. Selain ke tujuh nilai karakter tersebut, masih terdapat sebelas karakter yang memang perlu dimiliki oleh setiap individu, yaitu jujur, toleransi, disiplin, kreatif, demokratis, rasa ingin tahu, menghargai prestasi, cinta damai, gemar membaca, peduli sosial dan peduli lingkungan. Delapan belas karakter ini telah lama dicanangkan pemerintah sebagai bekal utama yang harus disiapkan untuk generasi sekarang dan masa depan.</p>
<p>Bangsa Indonesia perlu menguatkan karakter, karena karakter dapat membentuk suatu bangsa. Indonesia perlu masyarakat yang berkarakter. Karakter yang baik dan kuat sudah sepatutnya menjadi bekal manusia dalam menjalankan kehidupan. Manusia yang berkarakter tidak hanya memiliki kemampuan yang cerdas, tetapi juga mampu mengolah kecerdasan.</p>
<p>Mari, kita wujudkan Indonesia yang berkarakter. Bangsa yang berkarakter lahir dari rakyat yang berkarakter dan rakyat yang berkarakter lahir dari individu yang berkarakter. Yuk, sama-sama kita membangkitkan karakter untuk kebangkitan nasional di era globalisasi! Semangat berjuang!</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Sumber:</p>
<p>Kominfo.go.id</p>
<p>Hadi, Johan Setiawan Ranando Sofiyan. <em>Nilai-nilai Pendidikan Karakter dalam Materi Sejarah Kebangkitan Nasional Indonesia.</em> Sejarah dan Budaya: Jurnal Sejarah, Budaya dan Pengajarannya 12.1 (2018): 39-48.</p>
<p>The post <a href="https://unjkita.com/membangkitkan-karakter-untuk-kebangkitan-nasional-di-era-globalisasi/">Membangkitkan Karakter untuk Kebangkitan Nasional di Era Globalisasi</a> appeared first on <a href="https://unjkita.com">UNJKita.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://unjkita.com/membangkitkan-karakter-untuk-kebangkitan-nasional-di-era-globalisasi/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Mengukir Semangat Kebangkitan Nasional</title>
		<link>https://unjkita.com/mengukir-semangat-kebangkitan-nasional/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[UNJKita.com &#124; @pemburukampus]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 23 May 2016 22:39:36 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Suara Anda]]></category>
		<category><![CDATA[kebangkitan Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Pergerakan Mahasiswa]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://unjkita.com/?p=3057</guid>

					<description><![CDATA[<p>Memaknai Kebangkitan Nasional Indonesia saat ini adalah dengan tetap menjaga semangat, integritas dan membangun nasionalisme agar menjadi bangsa yang maju dan sejahtera. Indonesia lahir dari...</p>
<p>The post <a href="https://unjkita.com/mengukir-semangat-kebangkitan-nasional/">Mengukir Semangat Kebangkitan Nasional</a> appeared first on <a href="https://unjkita.com">UNJKita.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Memaknai Kebangkitan Nasional Indonesia saat ini adalah dengan tetap menjaga semangat, integritas dan membangun nasionalisme agar menjadi bangsa yang maju dan sejahtera. Indonesia lahir dari masa dimana ancaman dan tekanan dari para penjajah dan penguasa dengan bebas melakukan penjajahan kekuasaan. Maka karena dasar persatuan dan kebangkitan yang di pelopori oleh pemuda, Indonesia bangkit dari kegelapan.</p>
<p>Semangat nasionalisme melalui empat Pilar Kebangsaan yaitu Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhineka Tunggal Ika menjadikan Indonesia lebih bermartabat di mata negara lain. Tetapi kita juga menyadari bahwa rasa nasionalisme dan patriotisme yang terangkum dalam wawasan kebangsaan sudah semakin luntur didalam masyarakat, akibat kemajuan teknologi melalui media massa yang tanpa disadari telah kemasukkan budaya yang tidak sesuai dengan kultur bangsa.</p>
<p>Media seperti layaknya pedang yang bisa membunuh siapapun yang dikehendaki. Jika saat ini rasa kebangsaan tidak kita miliki, maka bisa di pastikan kita akan terbunuh oleh perkembangan zaman yang tidak di sertai dengan kesiapan. Perkembangan zaman yang begitu pesat dan modern membuat negara ini harus lari untuk mengejar ketertinggalan.</p>
<p>Negara Indonesia yang terbentang dari Sabang sampai Merauke ini memiliki banyak keanekaragaman budaya, adat, suku dan bahasa. Penduduk yang hampir mencapai 252 juta orang di Indonesia menuntut terpenuhinya kebutuhan makanan, sandang, kesehatan, pendidikan, hingga lapangan kerja. Jumlah populasi yang begitu besar pula yang membuat peluang terjadinya perpecahan dalam negara ini. Kita terlihat besar tapi kecil, terlihat kaya tapi miskin, terlihat merdeka tapi terjajah.</p>
<p>Jika kita kembali kepada sejarah, kebangkitan nasional merupakan peristiwa bangkitnya semangat persatuan, kesatuan dan nasionalisme diikuti dengan kesadaran untuk memperjuangkan kemerdekaan Republik Indonesia. Selama masa penjajahan semangat kebangkitan nasional tidak pernah muncul hingga berdirinya Boedi Oetomo pada tanggal 20 Mei 1908 dan ikrar Sumpah Pemuda pada tanggal 28 Oktober 1928 yang memberikan rekomendasi dari ide-ide dan gagasan pemuda yang di berikan kepada pemerintah untuk perubahan bangsa.</p>
<p>Kemajuan teknologi, membuat keadaan masyarakat lebih rentan disusupi faham-faham dan budaya yang mengikis rasa kebangsaan. Budaya lokal yang diharapakan menjadi benteng terakhir juga mulai terkikis dan tergantikan dengan budaya dari luar yang masuk begitu mudah. Maka dari itu diperlukan rasa kebangsaan yang tinggi agar Bhinneka Tunggal Ika bukan hanya semboyan yang menjadi slogan belaka, tetapi benar-benar dapat menjiwai perilaku seluruh rakyat Indonesia.</p>
<p>Salah satu hal yang bisa menumbuhkan rasa kebangsaan adalah “Kebangkitan Nasional”, bangkit dari keterpurukan, bangkit dari ketertinggalan, bangkit dari ketidakadilan, bangkit dari kemiskinan dan kebodohan. Sebagai Negara Kesatuan Republik Indonesaia (NKRI) seharusnya pemerintah memberikan perlakuan yang sama terhadap rakyatnya dari Sabang sampai Marauke, bila rakyat di satu wilayah sejahtera maka selayaknya rakyat di wilayah lainpun sejahtera agar asas “Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia” dapat diimplementasikan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.</p>
<p>Perubahan itu terjadi karena ada pergerakan. Revitalisasi seluruh nilai-nilai Kebangkitan Nasional yang termaktub dalam kemeredekaan Indonesia pada dasarnya mengajarkan soliditas kebangsaan sebagai panduan yang harus segera diwujudkan dalam tata kelola ekonomi, sosial, politik dan budaya demi mencapai Indonesia yang adil, makmur dan sejahtera. Untuk itu, pembangunan bangsa melalui dasar Pancasila itu sangat tepat, karena akan melahirkan penerus yang juga memiliki dan memberikan sesuatu yang bermakna untuk Indonesia.</p>
<p>oleh <strong>Rizky Fajrianto</strong><br />
rizky.fajrian@ymail.com</p>
<p>The post <a href="https://unjkita.com/mengukir-semangat-kebangkitan-nasional/">Mengukir Semangat Kebangkitan Nasional</a> appeared first on <a href="https://unjkita.com">UNJKita.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
