<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Masjid Kampus Archives - UNJKita.com</title>
	<atom:link href="https://unjkita.com/tag/masjid-kampus/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://unjkita.com/tag/masjid-kampus/</link>
	<description>Saling Menginspirasi untuk Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Sat, 25 Jun 2016 03:43:01 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.4</generator>

<image>
	<url>https://unjkita.com/wp-content/uploads/2018/08/cropped-unjkita-32x32.png</url>
	<title>Masjid Kampus Archives - UNJKita.com</title>
	<link>https://unjkita.com/tag/masjid-kampus/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>5 Masjid Favorit Mahasiswa UNJ Untuk I’tikaf</title>
		<link>https://unjkita.com/5-masjid-favorit-mahasiswa-unj-untuk-itikaf/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[UNJKita.com &#124; @pemburukampus]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 22 Jun 2016 04:32:02 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kampus]]></category>
		<category><![CDATA[Konten Pilihan]]></category>
		<category><![CDATA[Itikaf]]></category>
		<category><![CDATA[Masjid Kampus]]></category>
		<category><![CDATA[RamadhanDiKampus]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://unjkita.com/?p=3369</guid>

					<description><![CDATA[<p>Tidak terasa semarak Ramadhan kali ini mulai memasuki 10 hari penghujung Ramadhan. Ada hal yang menarik jika sudah memasuki sepuluh malam terakhir bulan Ramadhan, yakni...</p>
<p>The post <a href="https://unjkita.com/5-masjid-favorit-mahasiswa-unj-untuk-itikaf/">5 Masjid Favorit Mahasiswa UNJ Untuk I’tikaf</a> appeared first on <a href="https://unjkita.com">UNJKita.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Tidak terasa semarak Ramadhan kali ini mulai memasuki 10 hari penghujung Ramadhan. Ada hal yang menarik jika sudah memasuki sepuluh malam terakhir bulan Ramadhan, yakni masyarakat mulai berbondong-bondong menuju rumah Allah, memenuhi Masjid bermunajat menunaikan ibadah-ibadah sunnah di waktu yang diutamakan pada bulan suci Ramadhan. Kita sering kali mengenalnya dengan beri’tikaf.</p>
<p style="text-align: justify;">I’tikaf secara bahasa memiliki arti menetapi suatu kebaikan atau kejelekan, dan secara ilmu fiqh berdiam diri dalam masjid dengan ketentuan-ketentuan tertentu, diantara ketentuan tersebut adalah islam, berakal sehat, dan dalam keadaan suci. Sementara, rukun i’tikaf yang harus dipenuhi adalah; pertama Niat untuk untuk berdiam diri di dalam masjid, dan bagi mereka yang bernadzar untuk I’tikaf, maka diwajibkan baginya untuk mengucapkan kata fardu di dalam niat I’tikafnya. Dan kedua berdiam diri dalam masjid dalam rentang waktu lebih dari lamanya thumaninah dalam sholat.</p>
<p style="text-align: justify;">Itikaf sangat dianjurkan dilakukan di sepuluh malam terakhir. Dengan alasan sebagai usaha untuk mencari dan menemukan malam lailatul qadar yang memiliki keistimewaan 1:1000 keistimewaan bulan selain bulan Ramadhan. Tidak heran jika sepuluh malam terakhir Ramadhan menjadi malam-malam yang dinantikan muslim dan muslimah. Kegiatan ini memang dicontohkan oleh nabi Muhammad SAW dan keluarganya menjelang akhir Ramadhan.</p>
<p style="text-align: justify;">Suasana meriahnya i’tikaf di 10 hari terakhir Ramadhan juga dirasakan di Jakarta. Dimanakah masjid-masjid yang menjadi favorit untuk didatangi? Berikut ini masjid favorit yang menjadi tempat itikaf favorit mahasiswa UNJ versi UNJKita :</p>
<ol style="text-align: justify;">
<li><strong>Masjid Labschool Terdekat dengan Kampus</strong></li>
</ol>
<p style="text-align: justify;"><img decoding="async" class="size-full wp-image-3400 aligncenter" src="http://unjkita.com/wp-content/uploads/2016/06/image-2.jpg" alt="Masjid Labschool" /></p>
<p style="text-align: justify;">Siapa yang tidak tahu Masjid Labschool. Hampir seluruh mahasiswa UNJ familiar dengan masjid tersebut karena letaknya yang sangat dekat dengan kampus. Masjid ini semakin ramai dikunjungi pada 10 malam terakhir Ramadhan, terkhusus untuk mahasiswa-mahasiswa UNJ yang masih memiliki kegiatan organisasi dan anak kost yang jaraknya tidak jauh dari area masjid. Beberapa alasan mereka gemar beritikaf di sini karena letaknya terdekat dengan kampus sehingga bagi mahasiswa yang memiliki kegiatan di kampus bisa ikut serta. Selain itu, kenyamanan dan hidangan berbuka ataupun sahur yang disediakan membuat masjid ini semakin dilirik.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong> </strong></p>
<ol style="text-align: justify;" start="2">
<li><strong>I’tikaf di Istiqlal Mirip di Masjidil Haram</strong></li>
</ol>
<p style="text-align: justify;"><img fetchpriority="high" decoding="async" class="size-full wp-image-3382 aligncenter" src="http://unjkita.com/wp-content/uploads/2016/06/istiqlal.jpg" alt="istiqlal" width="720" height="480" srcset="https://unjkita.com/wp-content/uploads/2016/06/istiqlal.jpg 720w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2016/06/istiqlal-150x100.jpg 150w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2016/06/istiqlal-800x533.jpg 800w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2016/06/istiqlal-990x660.jpg 990w" sizes="(max-width: 720px) 100vw, 720px" /></p>
<p style="text-align: justify;">Sebagai masjid yang konon termegah di Asia Tenggara, di sepuluh hari terakhir Ramadhan tak pernah sepi oleh umat islam dari seantero Jakarta. Ada yang khas dari masjid Istiqlal ini adalah suasananya yang amat mirip dengan Masjidil haram, dimana qiyamulail yang dilaksanakan menjelang jam 01.30 dan berakhir sedikit lebih dari pukul 03.00. Bacaan Sholat yang panjang dan merdu dari imam hafidz terpilih menambah hening dan syahdu suasana malam. Tiga belas rakaat total termasuk witir menjadi kebiasaan di masjid ini. Ditambah lagi dengan berbagai jamaah dari luar negeri yang berbeda perawakan, dan berbeda kulit yang biasa berasal dari Afrika dan Timur Tengah.</p>
<ol style="text-align: justify;" start="3">
<li><strong>Masjid At Tin Memiliki Kajian Ba’da Tarawih Yang Menarik</strong></li>
</ol>
<p style="text-align: justify;"><img decoding="async" class="size-full wp-image-3381 aligncenter" src="http://unjkita.com/wp-content/uploads/2016/06/at-tin.jpg" alt="at tin" width="900" height="662" srcset="https://unjkita.com/wp-content/uploads/2016/06/at-tin.jpg 900w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2016/06/at-tin-150x110.jpg 150w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2016/06/at-tin-800x588.jpg 800w" sizes="(max-width: 900px) 100vw, 900px" /></p>
<p style="text-align: justify;">Masjid yang berada dalam satu lingkungan Taman Mini Indonesia Indah (TMII) ini selalu menjadi &#8216;incaran&#8217; para pemburu malam mulia. Jika tidak datang cepat, jamaah bakal tak kebagian tempat. Bahkan untuk cari parkir saja susah. Namun, hal ini tidak menyurutkan semangat anak-anak UNJ untuk beritikaf di sana. Sebagian dari mereka bertutur bahwa itikaf di Masjid At-tin memiliki kajian-kajian dengan pembahasan dan pengisi kajian yang menarik serta interaktif sangat cocok untuk seusia mahasiswa. Biasanya panitia masjid ini sudah mempublikasi jadwal beserta pengisi materi sebelum 10 malam terakhir. Sehingga kita bisa memilih waktu yang tepat untuk beritikaf di sana. Terlepas dari itu, keunikan tempat ini adalah menyediakan tempat khusus untuk para lansia ber’itikaf. Jadi jangan khawatir jika ingin mengajak kakek dan nenek kita.</p>
<ol style="text-align: justify;" start="4">
<li><strong>Masjid Bank Indonesia Khatamkan Quran dalam 10 Hari</strong></li>
</ol>
<p style="text-align: justify;"><img decoding="async" class="size-full wp-image-3385 aligncenter" src="http://unjkita.com/wp-content/uploads/2016/06/masjid-BI.jpg" alt="masjid BI" width="620" height="348" srcset="https://unjkita.com/wp-content/uploads/2016/06/masjid-BI.jpg 620w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2016/06/masjid-BI-150x84.jpg 150w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2016/06/masjid-BI-320x180.jpg 320w" sizes="(max-width: 620px) 100vw, 620px" /></p>
<p style="text-align: justify;">Pemandangan kemeriahan iktikaf juga terlihat di Masjid Baitul Ihsan. Masjid yang berada di komplek Bank Indonesia ini tak luput dari serbuan mahasiswa-mahasiswa UNJ. Masjid BI dipilih karena targetnya yang menghatamkan quran selama 10 malam terakhir saat sholat tahajud. Sekali shalat tahajud bacaan yang dibaca mencapai 3 juz tiap malamnya, berlanjut hingga malam terakhir Ramadhan. Bisa dipastikan, hanya dalam 10 malam kita bisa menghatamkan 30 juz quran. Tempat ini juga paling menjadi incaran para wanita karena tempat wanita yang terpisah dan suasananya yang lebih kondusif untuk wanita.</p>
<ol style="text-align: justify;" start="5">
<li><strong>Qiyamullail di Masjid Agung Sunda Kelapa Dipimpin oleh Imam Besar</strong></li>
</ol>
<p style="text-align: justify;"><img loading="lazy" decoding="async" width="600" height="398" class="size-full wp-image-3387 aligncenter" src="http://unjkita.com/wp-content/uploads/2016/06/sunda-kelapa.jpg" alt="sunda kelapa" srcset="https://unjkita.com/wp-content/uploads/2016/06/sunda-kelapa.jpg 600w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2016/06/sunda-kelapa-150x100.jpg 150w" sizes="auto, (max-width: 600px) 100vw, 600px" /></p>
<p style="text-align: justify;">Masjid Agung Sunda Kelapa (MASK) terletak di Jakarta Pusat, tepatnya di kawasan Menteng tidak jauh dari kawasan Taman Suropati. Tempat ini akan menjadi incaran mahasiswa-mahasiswa UNJ dikarenakan pada Ramadhan kali ini qiyamullail di MASK akan dipimpin oleh dua Imam Besar. Qiyamullail malam tanggal 21 Ramadhan hingga 29 atau 30 Ramadhan dipimpin secara bergantian  oleh dua orang imam dari Madinah, yakni  Syekh Essam Al Megjazi  dan Syekh  Abdul Aziz Al Arifi. Seusai qiyamullai para jamaah bisa menyantap hidangan sahur yang disediakan gratis oleh panitia penyelenggara MASK.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>The post <a href="https://unjkita.com/5-masjid-favorit-mahasiswa-unj-untuk-itikaf/">5 Masjid Favorit Mahasiswa UNJ Untuk I’tikaf</a> appeared first on <a href="https://unjkita.com">UNJKita.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Masjid Kampus, Kebebasan, dan Moralitas Kita</title>
		<link>https://unjkita.com/masjid-kampus-kebebasan-dan-moralitas-kita/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[UNJKita.com &#124; @pemburukampus]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 14 May 2016 00:59:56 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Suara Anda]]></category>
		<category><![CDATA[Masjid Kampus]]></category>
		<category><![CDATA[Moralitas]]></category>
		<category><![CDATA[Opini Mahasiswa]]></category>
		<category><![CDATA[Pesta Literasi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://unjkita.com/?p=3016</guid>

					<description><![CDATA[<p>Suatu hari, dalam episode shalat kita, sang imam tengah mengumandangkan surat Al-Fatihah. Para jamaah begitu khusyu, meskipun udara panas dan masjid agaknya tak lagi mampu...</p>
<p>The post <a href="https://unjkita.com/masjid-kampus-kebebasan-dan-moralitas-kita/">Masjid Kampus, Kebebasan, dan Moralitas Kita</a> appeared first on <a href="https://unjkita.com">UNJKita.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Suatu hari, dalam episode shalat kita, sang imam tengah mengumandangkan surat Al-Fatihah. Para jamaah begitu khusyu, meskipun udara panas dan masjid agaknya tak lagi mampu menanggung semua.</p>
<p style="text-align: justify;">Tepat, ketika Al-Fatihah diselesaikan, dan para jamaah mengucap &#8220;Aamiin&#8221;, alangkah terkejutnya kami, dari kejauhan terdengar sorak sorai. Ada pertandingan bola.</p>
<p style="text-align: justify;">Dalam episode shalat yang lain, bacaan imam dalam lagu rast, bayyati, nahawand&#8230; Mesti beradu dengan suara musik yang entah dari mana asalnya. Semoga bukan dari mahasiswa UNJ, yang begitu perkasa mengklaim bertuhan, mengklaim paling kiri, dan mengklaim paling saleh se jagad pergerakan ini.</p>
<p style="text-align: justify;">Saya mengenal orang-orang yang mengatakan, bahwa Tuhan tak perlu diseru dengan speaker, karena Tuhan itu dekat, lebih dekat dari urat leher kita. Akan tetapi, sebagaimana kata Nabi Muhammad, &#8220;Mereka hanya belum mengerti&#8230;&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">Para muadzin kita tidak sedang memanggil Allah. Mereka sedang memanggilmu. Mereka tidak sedang menyebut namamu, tetapi mereka-yang bahkan tidak mengenalmu-mengingatkanmu untuk shalat.</p>
<p style="text-align: justify;">Allah tidak butuh dipanggil untuk mengerti kebutuhan dan keinginan kita. Tetapi, Allah mendengar apapun yang kita katakan.</p>
<p style="text-align: justify;">Sebagaimana puisi, semasa kecil kita diajarkan berdiam diri: menundukkan kepala, dan mendengarkan sampai azan selesai. ketika tidak shalat adalah aib, dan azan adalah panggilan sayang yang paling dirindukan.</p>
<p style="text-align: justify;">Beberapa di antara kita, teman, kini mengumpat-umpat seperti kaum Quraisy semasa belum islam, ketika azan dikumandangkan. Beberapa yang lain tanpa merasa malu dan berdosa berkata, &#8220;Titip saja&#8221;.</p>
<p style="text-align: justify;">Yang paling membuat kita terpaksa mengelus dada, teman, adalah sorak-sorai, panggung musik, dan selebrasi ketika waktu shalat, atas nama kebebasan dan ekspresi, dan atas nama kebebasan berpendapat.</p>
<p style="text-align: justify;">Mereka mengaku intelek hanya karena berstatus mahasiswa. Di fakultas saya, ada matakuliah wajib, Estetika. Ilmu-ilmu tentang keindahan. Bahwa, keindahan pasti berkaitan dengan moral.</p>
<p style="text-align: justify;">Dan bahwa, seusai matakuliah itu, kami mempelajari, bahwa semakin indah, maka peradaban akan semakin bermoral dan semakin menghormati hak keberagamaan orang lain.</p>
<p style="text-align: justify;">Termasuk, hak kawannya sesama mahasiswa untuk shalat tanpa gangguan, untuk shalat tanpa kebisingan.</p>
<p style="text-align: justify;">Kita sering mengeluh tidak khusyuk. Masjid tercinta kita begitu panas, begitu sempit, begitu tidak aman, dan duajuta satu alasan lain yang membenarkan kita shalat tidak secara baik.</p>
<p style="text-align: justify;">Teman, kenapa kau menambah alasan-alasan itu?</p>
<p style="text-align: justify;">Belum cukupkah kebencian dan sinismu pada anak mushola, belum cukupkah penundaanmu pada shalat, dan belum cukupkah Allah masih memanggilmu dengan kasih sayang lima kali sehari, dan kenapa kita masih sengaja menantang-Nya, dengan bersorak-sorai, bermusik-musik, ketika waktu shalat tiba?</p>
<p style="text-align: justify;">Teman, yang bicara padamu bukan anak eksak, atau bukan aktifis bem. Yang bicara padamu, adalah yang pernah tenggelam dalam kafe-kafe dan menghafal kunci-kunci alat musik yang asing. Bukan orang yang mengharamkan musik hanya karena nash dan &#8216;urf mengatakan begitu.</p>
<p style="text-align: justify;">Yang bicara padamu, adalah orang yang tidak punya alasan mengacuhkan azan demi satu dua gol, atau satu-dua lagu tanggung yang begitu sumbang dan dipaksakan. Yang dulu juga berkata lantang pada anak mushola, hormati hak kami berkesenian!</p>
<p style="text-align: justify;">Tetapi akhirnya dia sadar, bahwa kesenian tanpa moral, olahraga tanpa moral, adalah kebusukan nalar pikiran dibungkus kebebasan berekspresi.</p>
<p style="text-align: justify;">Belum cukupkah kita menentang penggunaan jilbab ketika MPA, belum cukupkah kita memusuhi kakak mentor yang demikian ikhlas membimbing para mahasiswa generasi baru, dan kini membuat kebisingan ketika waktu shalat tiba?</p>
<p style="text-align: justify;">Kami kangen dengan suasana desa, di pinggiran kota. Ketika kebebasan dan kedewasaan berarti saling menghormati. Ketika kesenian berarti tingginya moralitas. Ketika pesta-pesta berarti bertambahnya solidaritas. Ketika seusai pesta adalah gotong royong dan sedekah.</p>
<p style="text-align: justify;">Temanku, maukah engkau berhenti ketika azan memanggilmu, dan shalat bersama-sama? Sebentar saja. Lima menit saja.</p>
<p style="text-align: justify;">Barangkali sebagai mahasiswa di kampus kecil namun mengaku besar ini, kita masih bisa menemukan Tuhan, jika mau. Ketika azan mengetuk, diam dan jawablah. Ketika shalat dilaksanakan, bersegeralah dan hentikan segala kerja-segala usaha.</p>
<p style="text-align: justify;">Sebentar saja, teman. Lima menit saja.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Oleh : Amar Ar-Risalah (Mahasiswa FBS UNJ 2011)</strong></p>
<p>The post <a href="https://unjkita.com/masjid-kampus-kebebasan-dan-moralitas-kita/">Masjid Kampus, Kebebasan, dan Moralitas Kita</a> appeared first on <a href="https://unjkita.com">UNJKita.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
