<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Perjuangan Mahasiswa Archives - UNJKita.com</title>
	<atom:link href="https://unjkita.com/tag/perjuangan-mahasiswa/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://unjkita.com/tag/perjuangan-mahasiswa/</link>
	<description>Saling Menginspirasi untuk Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Fri, 03 Nov 2017 09:20:14 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.4</generator>

<image>
	<url>https://unjkita.com/wp-content/uploads/2018/08/cropped-unjkita-32x32.png</url>
	<title>Perjuangan Mahasiswa Archives - UNJKita.com</title>
	<link>https://unjkita.com/tag/perjuangan-mahasiswa/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Urgensi Pemuda di Indonesia</title>
		<link>https://unjkita.com/urgensi-pemuda-di-indonesia/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[UNJKita.com &#124; @pemburukampus]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 03 Nov 2017 09:20:14 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Suara Anda]]></category>
		<category><![CDATA[Perjuangan Mahasiswa]]></category>
		<category><![CDATA[Sumpah Pemuda]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://unjkita.com/?p=16505</guid>

					<description><![CDATA[<p>Kasus penangkapan teman-teman kita pada Aksi 20 Oktober lalu hendaknya tak diabaikan begitu saja. Sejatinya mereka adalah refleksi, reinkarnasi bahkan kelanjutan dari jiwa para pemuda...</p>
<p>The post <a href="https://unjkita.com/urgensi-pemuda-di-indonesia/">Urgensi Pemuda di Indonesia</a> appeared first on <a href="https://unjkita.com">UNJKita.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Kasus penangkapan teman-teman kita pada Aksi 20 Oktober lalu hendaknya tak diabaikan begitu saja. Sejatinya mereka adalah refleksi, reinkarnasi bahkan kelanjutan dari jiwa para pemuda yang berjuang 89 tahun yang lalu. Mereka adalah harapan-harapan rakyat, tangan-tangan berotot yang bergerak untuk kemerdekaan.</p>
<p>Katakanlah zaman sekarang tak ada lagi Belanda, Jepang atau 350 tahun penderitaan. Tak ada lagi kerja rodi, pembunuhan kejam atau prostitusi liar. Namun apa lantas para pemuda diam saja dengan tangan di atas pangkuannya? Kalau iya, berarti Kita buta. Kalau iya, berarti Kita mati. Apa sebutan yang pantas bagi anak kecil yang putus sekolah? Apa kalimat yang cocok bagi ibu rumah tangga yang bahkan membeli garam saja susah? Apa kalimat yang cocok bagi warga yang tergusur kehidupannya? Satu kata. Yaitu, derita.</p>
<p>Pemuda 1928 adalah mereka yang menyadari keadaan sekitarnya. Tentang penjajah, tentang jerit rakyat di dekatnya. Sama halnya dengan empat saudara kita yang keluar penjara susahnya setengah mampus padahal tak terbukti salah. Mereka pejuang. Mereka ingin merdeka dari kemiskinan. Ingin bebas dari jajahan kemelaratan.</p>
<p><em>Lantas, kenapa sesama Indonesia saling menjatuhkan? Kenapa tak beriringan membangun kesejahteraan? Kenapa para pejuang itu diperlakukan tidak hormat seperti binatang?</em> Dilempari batu, diusir, dikasari selayaknya bukan orang.</p>
<p>Makna sumpah pemuda salah satunya ialah menyatukan keberagaman untuk sebuah NKRI yang kesatuan. Bukan saling merubuhkan dengan fitnah-fitnah sampai menimbulkan penganiayaan seperti yang disebut di atas tadi.</p>
<p><em>Lalu bagaimana memperbaiki ini semua? </em></p>
<p>Soegondo Djojopoespito dari PPPI (Perhimpunan Pelajar-Pelajar Indonesia) adalah seorang pemuda yang berhasil memimpin rekan-rekannya mengucapkan sumpah 28 Oktober 1928. Jiwa pemimpinnya tinggi. Jiwa pembelanya tinggi. Ia rela beasiswanya dicabut demi masuk ke dunia politik dan memperjuangkan rakyat Indonesia sampai dipilihlah Ia sebangai ketua Kongres Pemuda II yang mencetuskan sumpah pemuda.</p>
<p>Sudah semestinya pemuda itu tidak apatis. Kesadaran akan sekitar dan keinginan memperbaiki adalah jiwa yang harus dibangkitkan dalam jiwa pemuda. <em>Lalu bagaimana menariknya? </em></p>
<p>Pelatihan Kepemimpinan Mahasiswa bisa menjadi salah satu jalan keluar. Pelatihan ini bukan sekadar pelatihan biasa. Disini Mahasiswa diajari bagaimana mengatur keuangan, kerjasama antar kelompok, serta yang terpenting, Mahasiswa dilatih tentang bagaimana mempertahankan jati diri. Berbagai tantangan dan kasus yang diberikan panitia perlahan-lahan memancing jiwa pemimpin para Mahasiswa yang masih malu-malu untuk muncul ke permukaan.</p>
<p>Mahasiswa dituntut untuk tidak bungkam. Diminta tegas untuk mempertahankan kebenaran dan menyelamatkan sesama rekan perjuangan. Sebuah pelatihan yang bukan sembarangan. Dimana Kita tahu bahwa lapangan asli pastilah lebih kejam.</p>
<p>Oleh karena itu, pentinglah bagi para mahasiswa untuk mengikuti pelatihan ini. Demi membekali diri, menumbuhkan simpati dan yang paling penting, siap berdiri menjadi pemimpin yang bertanggung jawab.</p>
<p>Teman, mari buktikan bahwa sumpah pemuda bukanlah sejarah usang. Mari buktikan bahwa empat kawan itu benar-benar sahabat perjuangan. Mari, jadikan pelatihan kepemimpinan ini bukan sekedar pengisi kewajiban. Kita harapan. Kita punya beban yang harus ditunaikan. Mari, kita laksanakan amanah rakyat dengan penuh kebanggaan!</p>
<p><strong>Oleh: Khairun Niswah</strong></p>
<p>The post <a href="https://unjkita.com/urgensi-pemuda-di-indonesia/">Urgensi Pemuda di Indonesia</a> appeared first on <a href="https://unjkita.com">UNJKita.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Refleksi Sumpah Pemuda Masa Kini, Adakah?</title>
		<link>https://unjkita.com/refleksi-sumpah-pemuda-masa-kini-adakah/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[UNJKita.com &#124; @pemburukampus]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 03 Nov 2017 09:13:13 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Suara Anda]]></category>
		<category><![CDATA[Perjuangan Mahasiswa]]></category>
		<category><![CDATA[Sumpah Pemuda]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://unjkita.com/?p=16487</guid>

					<description><![CDATA[<p>Siapa yang tidak mengetahui peristiwa Sumpah Pemuda? Hampir seluruh penjuru negeri ini mengetahuinya. Peran pemuda di zaman itu membuat tubuh ini merinding karena keberanian dan...</p>
<p>The post <a href="https://unjkita.com/refleksi-sumpah-pemuda-masa-kini-adakah/">Refleksi Sumpah Pemuda Masa Kini, Adakah?</a> appeared first on <a href="https://unjkita.com">UNJKita.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><em>Siapa yang tidak mengetahui peristiwa Sumpah Pemuda? </em></p>
<p>Hampir seluruh penjuru negeri ini mengetahuinya.</p>
<p>Peran pemuda di zaman itu membuat tubuh ini merinding karena keberanian dan semangat mereka yang membakar jiwa. 89 tahun yang lalu, pemuda Indonesia mengikrarkan sumpah yang menggetarkan seluruh hati pemuda untuk bahu membahu membangun bangsa yang kuat dan bersatu.</p>
<p><em>Namun, apakah di zaman ini masih ada pemuda yang begitu berani dan memiliki semangat membumi untuk membangun negeri ini?</em></p>
<p>Sebelumnya, perlu kita ketahui apa isi dari sumpah pemuda. Pertama, bertumpah darah satu, tanah air Indonesia. Kedua, berbangsa yang satu, Bangsa Indonesia. Ketiga, menjunjung bahasa persatuan, Bahasa Indonesia.</p>
<p><em>Apakah sudah cukup dengan status kewarganegaraan Indonesia, Bangsa Indonesia, dan menggunakan Bahasa Indonesia? Apakah dengan itu semua Sumpah Pemuda telah terefleksi dalam diri masing-masing pemuda negeri ini? </em></p>
<p>Tidak, Bung!</p>
<p>Sebagai pemuda harapan bangsa, kita harus menerapkan nilai-nilai pancasila dalam kehidupan kita. Sebagai seorang pemuda pejuang bangsa, kita tak boleh melupakan suara panggilan rakyat jelata yang membutuhkan pertolongan, terlebih di zaman ini. Pemerintahan tengah dalam kondisi yang kacau, banyak protes yang terjadi di kalangan mahasiswa, contohnya aksi 20 Oktober kemarin.</p>
<p><em>Sebagian orang mungkin akan berfikir, untuk apa sih mahasiswa mengadakan aksi? </em></p>
<p>Toh, tak akan merubah keadaan bangsa ini.</p>
<p>Hei Bung, bangun! Bangsa ini sedang sakit, lebih tepatnya pemerintahnya yang sekarat.</p>
<p><em>Apakah kalian masih mau diam membisu nan apatis dengan keadaan negeri ini? </em></p>
<blockquote><p><strong>Aksi 20 Oktober yang dilakukan oleh seluruh mahasiswa dalam aliansi BEM SI merupakan satu perwujudan sikap refleksi sumpah pemuda yang patut didukung. </strong></p></blockquote>
<p><em>Kata siapa tidak ada perubahan? </em></p>
<p>Aparat pemerintah yang dikenal mengayomi dan melindungi masyarakat, sekarang berubah menjadi manusia tak berperikemanusiaan. Mereka melukai mahasiswa yang sekadar ingin menemui Bapaknya bahkan memenjarakan beberapa orang di antaranya.</p>
<p><em> Apakah pantas mereka melakukan hal semena-mena seperti itu?</em> Tentu tidak, Bung.</p>
<p>Lalu, apa lagi yang berubah? Keadaan bangsa ini tentunya semakin aneh dengan tingkah para pejabat dan aparat pemerintah. Dimanakah keadilan sosial itu? Dimanakah persatuan yang selama ini diidam-idamkan? Miris, Bung.</p>
<p>Saya sangat bersyukur terhadap pemuda Indonesia, khususnya mahasiswa yang masih memiliki kepedulian yang sangat besar terhadap bangsa ini. Jiwa kepemimpinan mereka benar-benar terbentuk menyatu dengan raganya. Namun, masih ada beberapa mahasiswa yang tak menyadari pentingnya jiwa kepemimpinan itu, saya sarankan ikut Pelatihan Kepemimpinan Mahasiswa.</p>
<p>Pelatihan tersebut setidaknya membuat kita sadar akan peranan mahasiswa sebagai agen perubahan dan pentingnya jiwa kepemimpinan yang harus dipupuk sejak dini. Melalui PKMP Ilmu Agama Islam yang telah saya ikuti, saya dapat belajar banyak ilmu tentang bagaimana cara menjadi seorang pemimpin yang baik dan bagaimana peranan mahasiswa selaku pemuda Indonesia, sehingga nilai Sumpah Pemuda 89 tahun yang lalu bukanlah wacana belaka.</p>
<p><strong>Oleh: Yuly Ulan Dari</strong></p>
<p>The post <a href="https://unjkita.com/refleksi-sumpah-pemuda-masa-kini-adakah/">Refleksi Sumpah Pemuda Masa Kini, Adakah?</a> appeared first on <a href="https://unjkita.com">UNJKita.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
