<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Pers Mahasiswa Archives - UNJKita.com</title>
	<atom:link href="https://unjkita.com/tag/pers-mahasiswa/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://unjkita.com/tag/pers-mahasiswa/</link>
	<description>Saling Menginspirasi untuk Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Mon, 15 Feb 2016 06:31:22 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.4</generator>

<image>
	<url>https://unjkita.com/wp-content/uploads/2018/08/cropped-unjkita-32x32.png</url>
	<title>Pers Mahasiswa Archives - UNJKita.com</title>
	<link>https://unjkita.com/tag/pers-mahasiswa/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Sebuah Salam Dari Pers Mahasiswa Econochannel FE UNJ</title>
		<link>https://unjkita.com/sebuah-salam-dari-pers-mahasiswa-econochannel-fe-unj/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Akbar Evandio (aka)]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 06 Feb 2016 11:48:14 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kampus]]></category>
		<category><![CDATA[Econochannel]]></category>
		<category><![CDATA[Pers Mahasiswa]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://unjkita.com/?p=1544</guid>

					<description><![CDATA[<p>Sebuah langkah pergerakan dalam menuju kemerdekaan yang hakiki selalu lahir dari banyak cara, masing – masing tokoh memiliki peranan penting sebagai bagian dari sebuah cerita...</p>
<p>The post <a href="https://unjkita.com/sebuah-salam-dari-pers-mahasiswa-econochannel-fe-unj/">Sebuah Salam Dari Pers Mahasiswa Econochannel FE UNJ</a> appeared first on <a href="https://unjkita.com">UNJKita.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Sebuah langkah pergerakan dalam menuju kemerdekaan yang hakiki selalu lahir dari banyak cara, masing – masing tokoh memiliki peranan penting sebagai bagian dari sebuah cerita itu sendiri. Bahkan sebuah langkah dari media. Media sebagai jalur komunikasi antar generasi yang memberikan suatu informasi yang dapat diteladani itulah salah satu dari manfaat sebuah pers. Media kini telah banyak berubah. Banyak orang sekarang bingung dan berpikir akan tidak adanya perbedaan antara berita dan hiburan. Orang yang memproyeksikan diri sebagai wartawan di televisi tidak tahu apa-apa tentang jurnalisme. Padahal sejatinya sebuah berita yang sampai nantinya adalah salah satu jembatan untuk mempelajari cara beradaptasi selayaknya hakikat manusia yang harus terus berkembang.</p>
<p style="text-align: justify;">Pers pada masa perjuangan pergerakan nasional, telah menampakan keterlibatannya sebagai medium komunikasi. Ia cenderung menjadi alat perjuangan dari kaum pergerakan. Sehingga tidak berlebihan bila dikatakan bahwa pers nasional merupakan bagian tak terpisahkan dari perjuangan pergerakan nasional karena sesungguhnya pers merupakan bagian dari perjuangan itu. Universitas Negeri Jakarta (UNJ) khususnya Fakultas Ekonomi (FE) menjadi salah satu yang memiliki sebuah organisasi mahasiswa yang bergerak dalam komunikasi, informasi, dan pers yang lebih dikenal dengan sebutan “EconoChannel”.</p>
<p style="text-align: justify;"><em>“Ketika orang membaca EconoChannel, masyarakat dapat mengingat ini pasti produk FE UNJ”</em> jelas Pak Dedi Purwana, Dekan Fakultas Ekonomi UNJ.</p>
<p style="text-align: justify;">Econo Channel sebagai satu &#8211; satunya organisasi mahasiswa (ormawa) dan Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) FE UNJ yang bergerak di bidang komunikasi, informasi, dan pers ini mulai berdiri pada Mei 2005. Sejak awal pendiriannya pihak dekanat FE UNJ merasa bahwa sangat dibutuhkan sebuah media komunikasi sebagai wadah untuk menampung informasi seputar Fakultas Ekonomi UNJ agar eksistensinya lebih dikenal oleh khalayak meninjau pada waktu itu Fakultas Ekonomi yang baru berdiri setelah lepas dari Fakultas Ilmu Sosial (FIS). Sejak saat itulah terbentuknya EconoChannel. Mengingat kenangan 10 tahun silam, Pak Dedi Purwana sebagai dosen Fakultas Ekonomi mencetuskan bahwa FE harus mempunyai sebuah wadah sebagai sarana komunikasi. Akhirnya, terbentuklah nama EconoChannel sebagai lembaga resmi. Tujuan utama EC ini adalah sebagai saluran media komunikasi antar keluarga besar Fakultas Ekonomi dan juga sebagai sarana promosi kepada stakeholder FE seperti calon mahasiswa, sekolah, industri, dan masyarakat. Dengan adanya media ini, diharapkan masyarakat dapat mengetahui apa saja yang dilakukan oleh FE dan masyarakat dapat pula memberikan masukan-masukan mengenai hal apa saja yang dibutuhkan.</p>
<div id="attachment_1657" style="width: 642px" class="wp-caption aligncenter"><a href="http://unjkita.com/wp-content/uploads/2016/02/IMG_3076.jpg" rel="attachment wp-att-1657"><img fetchpriority="high" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-1657" class="wp-image-1657 size-full" src="http://unjkita.com/wp-content/uploads/2016/02/IMG_3076.jpg" alt="IMG_3076" width="632" height="632" srcset="https://unjkita.com/wp-content/uploads/2016/02/IMG_3076.jpg 632w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2016/02/IMG_3076-150x150.jpg 150w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2016/02/IMG_3076-300x300.jpg 300w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2016/02/IMG_3076-320x320.jpg 320w" sizes="(max-width: 632px) 100vw, 632px" /></a><p id="caption-attachment-1657" class="wp-caption-text">Pengurus LPM EconoChannel FE UNJ</p></div>
<p style="text-align: justify;">Selama 10 tahun mendampingi Fakultas Ekonomi untuk memberikan informasi yang akurat dan bernilai, telah banyak perjuangan dan tantangan yang telah dilalui seluruh pengurus EconoChannel dari masa ke masa. Hingga saat ini EconoChannel masih eksis di Fakultas Ekonomi. Memasuki awal kepengurusan baru pada tahun ini dengan nama kabinet EconoChannel &#8220;Produktif&#8221; di bawah pimpinan Dian Lestari mahasiswi konsentrasi Pendidikan Ekonomi Koperasi 2013, banyak hal yang sudah disusun untuk mengisi program kerja di tahun 2016. Kata &#8220;Produktif&#8221; yang telah diusung menunjukkan bahwa EconoChannel harus mampu prospektif, inovatif, dan imajinatif dalam menghasilkan karya &#8211; karya yang luar biasa demi menjaga eksistensi yang telah dibangun dengan meningkatkan produktivitas yang tinggi dan hasil yang berkualitas. Untuk itu, dibutuhkan anggota-anggota baru yang memiliki keinginan yang kuat untuk menuju EconoChannel Produktif yang lebih maju. Bergabunglah bersama kami untuk menciptakan sejarah baru yang dapat membanggakan EconoChannel dan Fakultas Ekonomi.</p>
<p style="text-align: justify;">Econochannel tahun ini memiliki visi untuk menjadikan Econochannel sebagai lembaga pers mahasiswa yang produktif dalam menyajikan berita aktual, terpercaya, dan informatif sebagai sarana edukasi deemi mewujudkan pers yang berbudaya dan berdedikasi untuk civitas akademika FE UNJ yang di ikuti dengan beberapa misisnya.</p>
<p style="text-align: justify;">“Saya mengajak seluruh Civitas Akademika untuk bersama &#8211; sama membesarkan Fakultas Ekonomi melalui pengoptimalan peran media yang bersifat objektif dan independen” ujar Dian Lestari &#8211; Pemimpin Umum EconoChannel 2016/2017</p>
<h6 style="text-align: justify;"></h6>
<h6 style="text-align: justify;">Econochannel memiliki beberapa program kerja andalan didalamnya seperti :</h6>
<h6 style="text-align: justify;">Grand Econochannel Event (GREAT)</h6>
<p style="text-align: justify;">Pada 18 November 2015 EconoChannel FE UNJ telah berhasil mengadakan GREAT2nd (Grand EconoChannel Event) yang berlangsung di gedung Sertifikasi Guru lantai 9, kampus A Rawamangun, Universitas Negeri Jakarta. GREAT2nd yang diadakan tahun ini mengangkat tema “Menciptakan Karya Melalui Media dan Ragam Budaya Indonesia”. Untuk diketahui, GREAT adalah acara besar yang diselenggarakan oleh Lembaga Pers Mahasiswa EconoChannel selaku organisasi yang membidangi dunia jurnalistik di Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Jakarta, dengan menyelenggarakan kompetisi tingkat nasional (Kategori mahasiswa dan pelajar yang meliputi lomba cerpen, lomba desain poster, lomba fotografi, dan lomba Radio announcer) dan seminar serta talkshow yang meliputi segala aspek jurnalistik itu sendiri (news anchor, penyiar, fotografer, penulis blog, desain serta ekonomi kreatif).</p>
<div id="attachment_1656" style="width: 609px" class="wp-caption aligncenter"><a href="http://unjkita.com/wp-content/uploads/2016/02/CULga8LWEAAAaAR.jpg" rel="attachment wp-att-1656"><img decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-1656" class="wp-image-1656 size-full" src="http://unjkita.com/wp-content/uploads/2016/02/CULga8LWEAAAaAR.jpg" alt="CULga8LWEAAAaAR" width="599" height="399" srcset="https://unjkita.com/wp-content/uploads/2016/02/CULga8LWEAAAaAR.jpg 599w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2016/02/CULga8LWEAAAaAR-300x200.jpg 300w" sizes="(max-width: 599px) 100vw, 599px" /></a><p id="caption-attachment-1656" class="wp-caption-text">Pelaksanaan Grand EconoChannel Event &#8220;GREAT&#8221; 2nd</p></div>
<h6 style="text-align: justify;">Kajian Eksternal dan Diskusi Umum (KALSIUM)</h6>
<p style="text-align: justify;">Kegiatan ini merupakan kegiatan baru yang diadakan kepengurusan Hendy Wijaya di Econochannel Special. Acara ini dilaksanakan dua kali dalam datu masa kepengurusan, yaitu pada bulan Mei dan September. Tema yang diangkat dalam kajiannya berupa bahasan yang berkaitan dengan dunia pers atau yang bersangkutan dengan ekonomi. Kegiatan Kalsium ini diadakan tanpa pungutan biaya. Tujuannya adalah sebagai sarana untuk mengaktifkan sarana diskusi dari narasumber yang kompeten dibidangnya. KALSIUM 2 (Kajian Eskternal dan Diskusi Umum) yang dilaksanakan pada Rabu, 30 September 2015. Berhasil menyapu anggapan bahwa komik hanya kegiatan membunuh waktu saja. Acara berupa talkshow yang digelar di Auditorium Maftuchah Yusuf Lt. 2 Gedung Dewi Sartika Kampus A Universitas Negeri Jakarta ini menghadirkan pakar komik Indonesia, yaitu Faza Meonk dan Beng Rahadian. KALSIUM 2 yang bertema: “Membangun Ekonomi Kreatif Melalui Komik Karya Anak Bangsa” merupakan salah satu program kerja Tim Litbang Econo Channel FE UNJ.</p>
<div id="attachment_1655" style="width: 610px" class="wp-caption aligncenter"><a href="http://unjkita.com/wp-content/uploads/2016/02/CQI3lYXUEAA9ZXt.jpg" rel="attachment wp-att-1655"><img decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-1655" class="wp-image-1655 size-full" src="http://unjkita.com/wp-content/uploads/2016/02/CQI3lYXUEAA9ZXt.jpg" alt="CQI3lYXUEAA9ZXt" width="600" height="338" srcset="https://unjkita.com/wp-content/uploads/2016/02/CQI3lYXUEAA9ZXt.jpg 600w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2016/02/CQI3lYXUEAA9ZXt-300x169.jpg 300w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2016/02/CQI3lYXUEAA9ZXt-320x180.jpg 320w" sizes="(max-width: 600px) 100vw, 600px" /></a><p id="caption-attachment-1655" class="wp-caption-text">Kajian Eksternal dan Kuliah Umum (Kalsium)</p></div>
<h6 style="text-align: justify;">Sekolah Pers Econochannel (SPEC)</h6>
<p style="text-align: justify;">SPEC merupakan sebuah sarana layaknya sekolah untuk memberikan materi khusus mengenai masalah pers atau dalam bidang jurnalistik seperti Live Reporting, Fotografi, Desain, dan Editing. Acara SPEC ini merupakan pemberian materi yang disampaikan oleh pemateri kemudian di aplikasikan atau dipraktekan secara langsung, peserta didampingi nantinya untuk melakukan tugas kelompok atau individu yang akan diberikan. Tujuannya adalah untuk membekali pengetahuan mahasiswa tentang dunia jurnalistik. Dalam rangkaian Open Recruitment Econo Channel di kepengurusan 2016-2017, para ecil (sapaan bagi pembaca Econochannel) harus mengikuti SPEC atau Sekolah Pers Econo Channel. Spec sebelum kepengurusan seperti yang saat ini berlangsung, merupakan yang pertama di econo channel, yang diselenggarakan oleh EconoChannel Produktif. Kegiatan ini berlangsng selama 5 hari yang tertanggal 01 Februari 2016 sampai dengan 05 Februari 2016. Hal tersebut bertujuan agar para ecil mempunyai bekal yang cukup mengenai pers, sehingga saat berada di econo channel dapat berkontribusi secara maksimal.</p>
<p style="text-align: justify;">Begitulah , sebuah pengenalan singkat yang menjadi sebuah jembatan untuk dapat lebih mendekatkan dari LPM Econochannel FE UNJ, Ormawa dan LPM yang menjadi sebuah jembatan untuk meneruskan budaya dari generasi ke generasi berikutnya. Sebuah wadah yang menjadi penyambung lidah dan sebuah tempat yang produktif untuk melangkah bersama dalam menghasilkan dari kreativitas sebuah karya yang informatif.</p>
<p style="text-align: justify;">ECONOCHANNEL PRODUKTIF!<br />
Prospektif Melangkah, Kreasikan Karya, Informatif untuk FE Tercinta<br />
Who Are We?<br />
WE ARE PERS!<br />
HIDUP PERS MAHASISWA!</p>
<p style="text-align: justify;">Ingin mengenal Econochannel FE UNJ lebih mendalam? Silakan kunjungi dan hubungi:<br />
Dian Lestari (Pemimpin Umum EconoChannel 2016/2017)<br />
Twitter dan Instagram: @EconoChannel<br />
FB : Econo Channel<br />
Web : econochannel-feunj.blogspot.com<br />
Email : econochannel@gmail.com</p>
<blockquote>
<p style="text-align: justify;"><strong>Baca Juga :</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong><a href="http://unjkita.com/menilik-sejarah-pers-mahasiswa-dulu-kini-dan-nanti/" target="_blank">Menilik Sejarah Pers Mahasiswa ; Dulu, Kini, dan Nanti</a></strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong><a href="http://unjkita.com/apa-sih-citizen-journalism-itu/" target="_blank">Apa Sih &#8216;Citizen Journalism&#8217; Itu?</a></strong></p>
</blockquote>
<p>The post <a href="https://unjkita.com/sebuah-salam-dari-pers-mahasiswa-econochannel-fe-unj/">Sebuah Salam Dari Pers Mahasiswa Econochannel FE UNJ</a> appeared first on <a href="https://unjkita.com">UNJKita.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Menilik Sejarah Pers Mahasiswa ; Dulu, Kini dan Nanti.</title>
		<link>https://unjkita.com/menilik-sejarah-pers-mahasiswa-dulu-kini-dan-nanti/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Ferly Ferdyant, S.E]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 06 Feb 2016 04:31:47 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kampus]]></category>
		<category><![CDATA[Jurnalistik]]></category>
		<category><![CDATA[Pers Mahasiswa]]></category>
		<category><![CDATA[Sejarah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://unjkita.com/?p=1636</guid>

					<description><![CDATA[<p>Mahasiswa yang merupakan sekumpulan kaum kritis dalam sebuah sistem sosial masyarakat, tidak diragukan lagi peranannya dalam pembangunan bangsa sejak jaman penjajahan hingga jaman reformasi. Soliditas...</p>
<p>The post <a href="https://unjkita.com/menilik-sejarah-pers-mahasiswa-dulu-kini-dan-nanti/">Menilik Sejarah Pers Mahasiswa ; Dulu, Kini dan Nanti.</a> appeared first on <a href="https://unjkita.com">UNJKita.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Mahasiswa yang merupakan sekumpulan kaum kritis dalam sebuah sistem sosial masyarakat, tidak diragukan lagi peranannya dalam pembangunan bangsa sejak jaman penjajahan hingga jaman reformasi. Soliditas mahasiswa yang terhimpun dalam berbagai organisasi menjadi gerakan pembaharu berhaluan intelektual yang sulit diredam sekalipun oleh penguasa. Peran mahasiswa memang selalu dibutuhkan di setiap lini.</p>
<p style="text-align: justify;">Kegiatan jurnalistik mahasiswa sebagai salah satu bukti konkret eksistensi mahasiswa yang dikenal dengan pers mahasiswa. Pers Mahasiswa lahir dari rahim perjuangan. Dia besar dengan darah kebebasan yang mendidih. Nafasnya menggebu dengan semangat perubahan. Anak pertama yang lahir pada tahun 1908 diberi nama Hindia Putra. Si sulung yang merangsang adik-adiknya cepat lahir. Beberapa tahun setelahnya hadirlah Jong Java (1914), Oesaha Pemoeda (1923) dan Soeara Indonesia Moeda (1938). Mereka lahir dengan tujuan yang sama: Merdeka. Pun mereka besar dengan musuh yang sama: Belanda. Perjuangan mereka kerap kali ditangkis para imperialis. Tak jarang idelisme mereka digoda oleh menir-menir Belanda. Namun bukan pemuda harapan namanya jika tak militan. Mereka tetap gigih demi Sang Merah Putih. Merekalah para pejuang Pers Mahasiswa.</p>
<p style="text-align: justify;">Ibarat karang yang diterjang gelombang, Pers Mahasiswa tetap tegar bertahan. Intervensi datang dari berbagai pihak yang tak rela Indonesia merdeka. Perjuangan Pers Mahasiswa terkendala dengan keadaan yang semakin panas menjelang kemerdekaan. Para mahasiswa disibukkan dengan urusan luar kampus terkait kemerdekaan. Sehingga Pers Mahasiswa mengalami hambatan dalam masa perkembangannya. Sebagian dari mereka menyiapkan segenap tenaga untuk mendukung cita-cita bersama, yakni merdeka. Mereka bergerilya mengajak masyarakat untuk bangkit. Mereka menanamkan semangat patriotisme kepada warga negara yang telah lama dirundung duka. Hingga pada saatnya usaha mereka mencapai titik terang. Jerih payah dan upaya selama ini terbayar lunas dengan manisnya merdeka. Nuansa kemenangan dirasakan hingga ke berbagai pelosok di tanah air. Teks proklamasi yang dibacakan Ir. Soekarno benar-benar menjadi kalimat mujarab yang menyembuhkan derita bangsa selama ratusan tahun. Indonesia Merdeka.</p>
<p style="text-align: justify;">Pers Mahasiswa belum benar-benar mengembangkan sayapnya pascamerdeka. Sekitar tahun 1945-1948 para mahasiswa ikut ambil peran dalam pembentukkan raga politik Indonesia. Keadaan ini membuat Pers Mahasiswa menjadi stagnan tanpa perkembangan yang berarti. Pemuda Indonesia ingin kembali ikut serta dalam mengembangkan bangsa. Setelah sebelumnya para pemuda, termasuk Pers Mahasiswa, memiliki andil besar dalam meruntuhkan kekuasaan penjajah yang telah berakar. Predikat bangsa terjajah yang mendarah daging selama berabad berhasil mereka bersihkan. Namun perjuangan masih jauh dari kata usai. Mereka harus menjadi salah satu pondasi yang menopang berdirinya bangsa yang kokoh.</p>
<p style="text-align: justify;">Setelah tahun 1950, Pers Mahasiswa mulai memekarkan kembali kelopak perjuangannya. Dalam era ini banyak Pers Mahasiswa yang bemunculan di berbagai kampus. Aspirasi dan ide-ide segar kian merebak. Semangat perjuangan yang berdasarkan keadilan dan kebenaran disuarakan dari berbagai kampus. Pers Mahasiswa mencapai masa emasnya. Bahkan Pers Mahasiswa bisa dikatakan lebih unggul dari pers umum. Karena produktivitasnya yang tinggi dan perkembangan dari sisi komersial dan redaksional. Barulah pada tahun 1955 lahir Ikatan Pers Mahasiswa Indonesia (IPMI). Organisasi yang menandakan sebuah konsolidasi antar Pers Mahasiswa. Organisasi ini juga beriringan dengan transisi sistem pemerintahan dari Demokrasi Parlementer ke Demokrasi Terpimpin. Saat itu IPMI beserta ormas lainnya berupaya meruntuhkan pemerintahan yang dinilai otoriter. Hingga hasilnya berakhirlah Orde Lama dan muncul babak baru yaitu Orde Baru yang dipimpin oleh Soeharto.</p>
<p style="text-align: justify;">Pada awal pemerintahan Orde Baru, Pers Mahasiswa dan para birokrat berjalan berdampingan tanpa gesekan yang berarti. Namun keadaan tersebut tidak terlalu lama. Hingga pada tahun 1970 Pers Mahasiswa mulai diawasi dan dibatasi gerak-geriknya. Ancaman pembredelan menjadi senjata utama pemerintah dalam menekan kegiatan Pers Mahasiswa. Kebebasan Pers pada saat itu benar-benar hilang. Setiap kata dan kalimat dalam media seakan dimonitori oleh pemerintah. Mulai saat itulah Indonesia kehilangan keluguannya.</p>
<p style="text-align: justify;">Semangat perubahan yang meraung-raung dalam jiwa mahasiswa kembali memanas. Hasrat pembebasan kembali mencuat dan tak sabar diwujudkan. Karenanya Pers Mahasiwa yang hampir mati terus melakukan upaya-upaya penyelamatan diri. Salah satunya dengan membentuk kembali wadah konsolidasi yaitu Perhimpunan Penerbit Mahasiswa Indonesia (PPMI) pada 1992. Kata “penerbit” yang digunakan adalah siasat mereka karena kata “pers” merupakan kata yang haram diucapkan pada saat itu. Perjuangan mereka terus mengalir seiring pemerintah yang kian tua. Namun Pers Mahasiswa yang bergerak di balik semak tak kehilangan semangatnya sedikitpun. Mereka terus menyuarakan kebenaran dan perubahan.</p>
<p style="text-align: justify;">Mei 1998, saat bersejarah bagi mahasiswa. Perjuangan mati-matian menurunkan rezim Soeharto menuai hasil. Kurang lebih setelah satu bulan sebelumnya Soeharto kembali terpilih menjadi presiden Indonesia. Inflasi dalam sektor ekonomi dan pengangguran yang semakin meluas menjadi alasan utama yang mendasari aksi mahasiswa. Mahasiswa dalam berbagai elemen, juga di dalamnya Pers Mahsiswa, bersatu untuk meruntuhkan tirani yang dianggap sebagai biang keladi rusaknya negeri ini. Dengan gejolak semangat dan teriakan yang tak henti, akhirnya Soeharto mundur sebagai RI satu. Sebuah kemenangan bagi mahasiswa. Sebuah kebebasan bagi Pers Mahasiswa. Suka cita tersebut kembali meletup pada Jumat tanggal 5 Juni 1998, saat Yunus Yosfiah selaku Menteri Penerangan RI Kabinet Reformasi Pembangunan di bawah Presiden B.J. Habibi, memerdekakan insan pers Indonesia. Setelah pencabutan Peraturan Menteri Penerangan RI No. 01/PER/MENPEN/1984 tentang Surat Izin Usaha Penerbitan Pers (SIUPP). Sejak itulah pers mengalami pertumbuhan yang sangat pesat hingga ke daerah-daerah.<br />
Babak Baru Pers Mahasiswa.</p>
<h5><strong>Peranan Pers Mahasiswa di Era Reformasi</strong></h5>
<p align="justify">Dulu, hanya jurnalis professional-lah yang dapat melakukan kegiatan jurnalistik. Kegiatan jurnalistik yang dimaksud adalah mencari, mengumpulkan, mengolah, dan melaporkan berita kepada masyarakat luas. Sekarang, dengan ditemukannya teknologi internet, kegiatan jurnalistik tidak hanya dapat dilakukan oleh jurnalis professional. Setiap orang bisa melakukan kegiatan jurnalistik dan melaporkan berita kepada masyarakat luas. Istilah yang digunakan untuk perkembangan jurnalistik tersebut disebut dengan <em>citizen journalism</em>.</p>
<p align="justify"><em>Citizen journalism</em> atau jurnalisme warga merupakan suatu konsep bagi anggota publik yang memainkan peran aktif dalam mengumpulkan, melaporkan, menganalisis, serta menyebarluaskan berita dan informasi (Bowman dan Willis, 2003). Maksud dari anggota publik di sini adalah setiap orang tanpa memandang latar belakang pendidikan dan keahlian. Mahasiswa masuk ke dalam kriteria tersebut. Kehadiran <em>citizen journalism </em>mendorong setiap orang untuk berani menulis dan melaporkan informasi/berita kepada banyak orang tanpa memerlukan label atau status jurnalis profesional.</p>
<p align="justify">Kegiatan jurnalistik melalui pers mahasiswa secara esensi tidak jauh berbeda dengan dunia pers profesional pada umumnya, hanya saja lebih intensif menyorot kepada dinamika kehidupan kampus, serta bagaimana mengungkap berbagai problematika lewat kacamata mahasiswa. Konten dari pers mahasiswa, selain dari hal-hal yang sifatnya informasi kritik tentang sosial-politik, ekonomi juga sampai politik, bahkan hal-hal ekspresif yang berkaitan dengan dinamika kehidupan mahasiswa, terutama gaya hidup, hiburan, dll. Adapun kemampuan yang harus dimiliki oleh insan pers yakni kemampuan menulis, analisis kritis, mengusut kasus dan juga inisiatif dalam investigasi sebuah permasalahan dengan tetap menjaga kodek etik jurnalistik.</p>
<p align="justify">Peranan pers mahasiswa dewasa ini idealnya harus lebih eksis lagi, dimana fasilitas media khususnya media Online sangat mudah didapatkan. Dalam hal ini tentunya diperlukan dukungan pihak rektorat dalam memberikan fasilitas media termasuk memberikan pelatihan jurnalistik kepada civitas kampus. Sehingga kegiatan jurnalistik mahasiswa akan sangat dirasakan manfaatnya baik bagi institusi perguruan tinggi maupun bagi mahasiswa, khususnya dalam rangka mengantarkan mahasiswa untuk mampu mengambil peranan penting di masyarakat baik selama menjadi mahasiswa maupun di masa mendatang setelahnya menjandang gelar sarjana.</p>
<p align="justify">Jurnalistik merupakan arena mendulang kreativitas, menuangkan gagasan-gagasan dan jalan menuju perubahan menuju perbaikan. Para mahasiswa merupakan sumber bakat yang tiada habisnya untuk berbagai inovasi. Sudah seharusnyalah generasi muda bangsa bangkit, melaksanakan peranannya yang semestinya dengan menyalurkan aspirasi masyarakat, menuangkan ide-ide kreatif dan melahirkan karya-karya baru melalui jurnalistik.</p>
<p align="justify">Sebanyak apapun pertumbuhan pers di Indonesia, pers mahasiswa tetap menjadi warna lain yang menjadi bagian dari pers Indonesia itu sendiri. Pers mahasiswa tetap konsisten dengan prinsipnya yaitu jurnalisme kerakyatan. Di tengah hiruk pikuk perkembangan pers yang berorientasi pada keuntungan pada sektor ekonomi, pers mahasiswa masih tetap pada bentuknya sediakala yaitu nirlaba atau tidak berorientasi pada keuntungan. Pers mahasiswa masih menjunjung tinggi jurnalisme kerakyatan yang menyajikan informasi tanpa dalih untuk mendapatkan keuntungan. Hal inilah yang mendasari perbedaan antara pers secara umum dengan pers mahasiswa. Tidak adanya kepentingan ekonomi di balik pers mahasiswa disinyalir mampu mempertahankan prinsip independen yang dipegang teguh oleh pers mahasiswa.</p>
<p align="justify"><strong>Selamat Hari Pers Nasional 2016&#8230;!</strong></p>
<blockquote>
<p align="justify">Baca Juga : <a href="http://unjkita.com/apa-sih-citizen-journalism-itu/">Apa Sih &#8216;Citizen Journalism&#8217; Itu?</a></p>
</blockquote>
<p>The post <a href="https://unjkita.com/menilik-sejarah-pers-mahasiswa-dulu-kini-dan-nanti/">Menilik Sejarah Pers Mahasiswa ; Dulu, Kini dan Nanti.</a> appeared first on <a href="https://unjkita.com">UNJKita.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
