<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Tragedi Kemanusiaan Archives - UNJKita.com</title>
	<atom:link href="https://unjkita.com/tag/tragedi-kemanusiaan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://unjkita.com/tag/tragedi-kemanusiaan/</link>
	<description>Saling Menginspirasi untuk Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Wed, 30 Jan 2019 10:23:34 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.4</generator>

<image>
	<url>https://unjkita.com/wp-content/uploads/2018/08/cropped-unjkita-32x32.png</url>
	<title>Tragedi Kemanusiaan Archives - UNJKita.com</title>
	<link>https://unjkita.com/tag/tragedi-kemanusiaan/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Seminggu Pasca Kebakaran Krukut</title>
		<link>https://unjkita.com/seminggu-pasca-kebakaran-krukut/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fauzi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 07 Feb 2018 14:29:45 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Info]]></category>
		<category><![CDATA[Tragedi Kemanusiaan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://unjkita.com/?p=19826</guid>

					<description><![CDATA[<p>Sabtu, 27 Januari 2017 kebakaran melanda kawasan padat penduduk di Krukut, Jakarta Barat. Menurut warga setempat, api berasal dari ulah salah satu warga sana yang...</p>
<p>The post <a href="https://unjkita.com/seminggu-pasca-kebakaran-krukut/">Seminggu Pasca Kebakaran Krukut</a> appeared first on <a href="https://unjkita.com">UNJKita.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Sabtu, 27 Januari 2017 kebakaran melanda kawasan padat penduduk di Krukut, Jakarta Barat. Menurut warga setempat, api berasal dari ulah salah satu warga sana yang mengalami gangguan kejiwaan. Dalam keterangannya, pelaku mengamuk setelah keluar hasil pembagian harta warisan.</p>
<p>&#8220;Pelakunya sih orang stres, pas bagi-bagi harta warisan dia gak suka. Trus dia ngancem-ngancem bakal bakar rumah, tengah malem dia bakal pake bensin. Biar cepet kebakar, dia pakai isi boneka.&#8221; ujar Mempis warga setempat.</p>
<p>Kebakaran sendiri berdampak pada 1137 jiwa dengan rincian 376 Kepala Keluarga (KK) yang tersebar pada 7 Rukun Tetangga RT. Dari seribu lebih korban terdampak, terdapat 152 anak-anak yang masih duduk dibangku sekolah.</p>
<p>&#8220;Korban total ada 1137 jiwa dengan jumlah 376 KK. Ada 7 RT yang kena di RT 07, 08, 11, 12, 13, 14, dan 15. Untuk korban meninggal dan luka berat tidak ada. Anak-anak ada 152 yang masih sekolah tapi yang tidak bersekolah belum terdata jumlahnya.&#8221; ujar Edi atau yang biasa dipanggil Pak Buyung Wakil Ketua Posko Pusat Korban Kebakaran Krukut.</p>
<p>Bantuan kepada korban sendiri terus mengalir dari mulai bahan pangan dan pakaian. Bantuan-bantuan tersebut datang dari berbagai Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dan Kementrian Sosial. Hingga kini warga membutuhkan bahan-bahan bangunan untuk kembali membangun rumah mereka yang terbakar habis.</p>
<p>&#8220;Perkiraannya butuh 3-4 bulan massa pemulihan pasca kebakaran. Untuk kebutuhan pangan sendiri sudah ada beberapa LSM seperti FPI (Front Pembela Islam) dan PP Muhammadiyah yang bantu. Dari pemerintah sendiri kemarin Mentri Kesehatan datang ke lokasi kebakaran. Sekarang warga butuh bahan-bahan matrial (bangunan) dan uang untuk warga membangun kembali rumahnya.&#8221; tambah Pak Buyung.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Dalam satu minggu ini warga terdampak kebakaran tinggal diposko-posko darurat yang tersedia. Posko darurat tersebut terdiri dari rumah ibadah hingga majlis ta&#8217;lim dipilih warga untuk istirahat.</p>
<p>The post <a href="https://unjkita.com/seminggu-pasca-kebakaran-krukut/">Seminggu Pasca Kebakaran Krukut</a> appeared first on <a href="https://unjkita.com">UNJKita.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>BEM SI Mengutuk Tragedi Kemanusiaan Suriah</title>
		<link>https://unjkita.com/bem-si-mengutuk-tragedi-kemanusiaan-suriah/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Ferly Ferdyant, S.E]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 19 Dec 2016 00:53:36 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Info]]></category>
		<category><![CDATA[BEM SI]]></category>
		<category><![CDATA[Suriah]]></category>
		<category><![CDATA[Tragedi Kemanusiaan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://unjkita.com/?p=5445</guid>

					<description><![CDATA[<p>UNJKita.com &#8211; Dunia kini diguncangkan kembali dengan adanya tragedi kemanusiaan yang sangat memilukan di kota terbesar kedua Suriah, Aleppo. Pembantaian besar-besaran oleh rezim Bashar Al-Assad...</p>
<p>The post <a href="https://unjkita.com/bem-si-mengutuk-tragedi-kemanusiaan-suriah/">BEM SI Mengutuk Tragedi Kemanusiaan Suriah</a> appeared first on <a href="https://unjkita.com">UNJKita.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>UNJKita.com &#8211; Dunia kini diguncangkan kembali dengan adanya tragedi kemanusiaan yang sangat memilukan di kota terbesar kedua Suriah, Aleppo. Pembantaian besar-besaran oleh rezim Bashar Al-Assad yang merupakan penjahat perang abad ini didukung pula oleh sekutu dekatnya, Rusia dan Iran yang semakin memperkuat kekuatan mereka.</p>
<p>Kebrutalan yang dilakoni rezim Assad, Rusia, dan Iran telah menumpahkan penderitaan besar bagi rakyat Aleppo terutama bagi perempuan dan anak. Yang mana kehormatan mereka dilucuti oleh para tentara rezim. Ditahan, dipenjarakan, diperkosa, bahkan banyak pula diantaranya yang dibunuh secara sadis. Sehingga untuk mempertahankan kehormatan diri, menjadi sebuah perjuangan besar bagi mereka.</p>
<p>Tak heran, ketika laki-laki baik ayah maupun suami meminta fatwa ulama untuk diberikan perizinan membunuh istri maupun anak perempuan mereka, demi melindunginya dari para pemuas hawa nafsu tentara rezim yang biadab.</p>
<p>Terlebih miris ketika melihat pemerintah negara lain mengambil sikap tegas untuk menolak pembantaian di Aleppo, seperti Saudi yang mengusir duta besar Rusia dan memutus hubungan diplomatik dengan Rusia, Turki yang melakukan negosiasi dengan Putin agar memberikan tenggat waktu supaya bantuan kemanusiaan masuk ke Aleppo dan gencatan senjata. Namun, di Indonesia justru memperluas kerjasama dengan Iran yang jelas adalah rezim pembantai warga-warga di suriah.</p>
<p><strong>Maka dari itu, BEM Seluruh Indonesia menegaskan sikap, bahwa kami :</strong></p>
<ol>
<li>Mengutuk rezim Suriah, Rusia dan Iran di wilayah Aleppo atas serangan berdarah tidak berperikemanusiaan.</li>
<li>Menuntut pemerintah Indonesia untuk mendesak PBB sebagai pemilik kewenangan atas negara-negara dunia internasional yang seharusnya berbuat nyata menghentikan aggressor militer tiga negara tersebut yang sudah menciptakan krisis kemanusiaan di dunia beberapa tahun belakangan.</li>
<li>Menuntut Bapak Presiden Indonesia untuk mencabut perjanjian kerjasama dengan Iran yang merupakan rezim pembantai masyarakat Aleppo.</li>
<li>Mendesak pemerintah Indonesia untuk mengambil langkah-langkah konkret dan memberikan kontribusi real sebagai upaya menghentikan tragedi berdarah yang melanggar HAM ini.</li>
<li>Menghimbau masyarakat untuk memasifkan media sosialnya atas serangan berdarah di Aleppo agar warga dunia membuka mata bahwa pelanggaran HAM berat masih berlangsung di Suriah.</li>
</ol>
<p><em>&#8220;Penjajahan diatas dunia harus dihapuskan, Karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan&#8221;</em></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>TTD</strong><br />
<strong>Koordinator Forum Perempuan Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI)</strong><br />
<strong>Wakil Presiden II BEM KBM STEI SEBI</strong></p>
<p><strong>Fathia Rahma</strong><br />
<strong>(089522407494)</strong></p>
<p>The post <a href="https://unjkita.com/bem-si-mengutuk-tragedi-kemanusiaan-suriah/">BEM SI Mengutuk Tragedi Kemanusiaan Suriah</a> appeared first on <a href="https://unjkita.com">UNJKita.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
