Home Agenda Tips Agar Proposal Sponsorship Kita Diterima

Tips Agar Proposal Sponsorship Kita Diterima

734
SHARE

Teman-teman pasti ingin mengikuti program ke luar negeri. Tapi kendala finansial seringkali menjadi penghambatnya, dari kampus sendiri seringkali kesulitan dalam mendanai mahasiswa untuk berprestasi karena pihak kampus sudah memiliki batasan dana dalam membantu mahasiswanya.

Maka dari itu, kita dapat mengajukan dana sponsor baik ke pihak swata maupun kementerian.

Palupi Mutiasih (Penerima Dana Sponsorship dari Kemendikbud dan Kemenpora dan Silve Medalist World Young Inventors & Exhibition 2017 di Kuala Lumpur, Malaysia) selaku narasumber dalam rubrik yang diselenggarakan pada 30/01/18 berbagi tips untuk mendapatkan sponsor untuk prestasi.

Sponsor merupakan bagian yang paling penting untuk mendukung aktivitas kita, baik itu lomba, seminar, konferensi yang tentunya membutuhkan banyak dana. Awalnya kita pasti ragu apakah kita bisa mendapatkan dana sebanyak itu atau tidak. Hal pertama yang harus kita lakukan adalah percaya. Percaya bahwa kegiatan kita layak untuk didanai. Coba untuk meyakinkan pihak sponsor agar bisa mendanai kegiatan kita.

Jika mengajukan kepada kementerian, cantumkan kontribusi yang akan kita lakukan untuk kemajuan indonesia dari kegiatan tersebut karena kementerian biasanya mengharapkan feedback dari kita melalui kegiatan yang kita ikuti.

Setelah memberikan proposal sponsorship, mintalah kontak yang bisa dihubungi dan minta tanda terima agar kita tahu nomor surat proposal kita dan mudah saat follow up nanti. Lalu, kita cek sekitar 2 hari kemudian. Jangan langsung keesokan harinya karena proposal kita belum sampai ke pihak yang dituju. Jika pihak sponsor mengabarkan bahwa proposal kita akan di review terlebih dahulu, coba untuk tidak menghubungi setiap hari, coba untuk menghubungi selang 2 hari agar tidak menganggu dan jangan lupa untuk meyakinkan bahwa ajang kita ikuti memang layak untuk didanai.

Cara Membuat Proposal Sponsorship

To Do List

Dalam hal pembuatan proposal sponsorship, agar pihak sponsor lebih tertarik dan supaya mereka tidak jenuh dalam membaca proposal yang kita ajukan, maka hal yang perlu kita perhatikan antara lain:

1) Maksimal tidak lebih dari 20 halaman;

2) Ungkapkan dengan detail kegiatan apa yang kita lakukan, berikan contoh produk dan perkenalan profil kita dengan baik.

3) Sertakan surat pengantar dari kampus, sebagai bukti legalitas proposal kita.

Sedangkan untuk hal yang harus kita siapkan dalam mencari sponsor adalah “Mental Juara”. Mental juara yang dimaksud adalah:

  1. Gigih
  2. Gak ngeluh
  3. Berpikir positif
  4. Selalu follow up dengan komunikasi yang baik
  5. Jangan lupa untuk terus berdo’a

Saat mencari sponsor, jangan berfokus pada satu pintu saja. Kita bisa sebar ke banyak pihak agar dana besar yang kita butuhkan bisa terpenuhi karena jika kita berfokus ke satu pihak belum tentu dana yang kita ajukan bisa 100% terdanai. Selalu siapkan plan B ketika mencari-cari sponsor.

Kegigihan kita juga diuji dalam mencari sponsor, tapi usaha itu tidak akan sia-sia. Saat kita sudah gigih dan berusaha keras pasti akan ada jawabannya, akan ada yang mendanai kita walaupun tidak sepenuhnya terdanai dan hasil dari kerja keras kita juga akan terbalas melalui arah yang tidak dikira-kira, selain gigih dalam berusaha, jangan lupa untuk terus berdo’a.

Lalu, seperti yang kita telah ketahui dari pembahasan dalam rubrik sebelumnya oleh Maryam Qonita, bahwa LPJ merupakan hal penting sebagai bentuk tanggung jawab kita atas dana yang kita gunakan dari pihak sponsor. Akan tetapi, selain menyusun LPJ sebagai kewajiban kita, ternyata menulis kegiatan yang kita ikuti dan menyebarluaskannya melalui media massa merupakan suatu hal yang harus kita usahakan. Jangan lupa juga menyerahkannya pula kepada sponsor agar mereka lebih percaya kepada kita sekaligus sebagai bukti otentik kita terhadap pihak sponsor, dankita juga telah meninggalkan kesan yang baik terhadap mereka.

Negosiasi juga sangat penting, karena sering kali proposal sponshorsip kita ditolak karena kita terlalu ambisi dan menekan pihak sponsor. Maka gunakanlah negosiasi agar bisa muncul kesepakatan kedua belah pihak, perhatikan juga adab berbicara kita dan ciptakan suasana yang nyaman dengan pihak sponsor. Penguasaan public speaking yang baik ketika bertemu calon pemberi dana menjadi modal kita agar pengajuan dana kita kepada sponsor bisa diterima.

Penulis : Hanifah

Baca Juga Tips Mendapatkan Sponsor

  1. Tips Agar Proposal Sponsorship Kita Diterima
  2. Jurus Jitu Dapatkan Sponsor dari Institusi untuk Konferensi
  3. Seribu Jurus Jitu Mendapatkan Sponsor untuk Prestasi

Komentar Kamu?

SHARE
Pendidik anak usia sekolah dasar yang terhipnotis dengan dunia tulis-menulis dan public speaking~