<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Pergerakan Mahasiswa Archives - UNJKita.com</title>
	<atom:link href="https://unjkita.com/tag/pergerakan-mahasiswa/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://unjkita.com/tag/pergerakan-mahasiswa/</link>
	<description>Saling Menginspirasi untuk Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Wed, 06 Oct 2021 01:20:08 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.4</generator>

<image>
	<url>https://unjkita.com/wp-content/uploads/2018/08/cropped-unjkita-32x32.png</url>
	<title>Pergerakan Mahasiswa Archives - UNJKita.com</title>
	<link>https://unjkita.com/tag/pergerakan-mahasiswa/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Apa Hubungannya Mahasiswa Dengan Pengabdian Masyarakat?</title>
		<link>https://unjkita.com/apa-hubungannya-mahasiswa-dengan-pengabdian-masyarakat/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[UNJKita.com &#124; @pemburukampus]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 27 Mar 2021 09:36:03 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Anda]]></category>
		<category><![CDATA[Pengabdian Masyarakat]]></category>
		<category><![CDATA[Pergerakan Mahasiswa]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://unjkita.com/?p=2269</guid>

					<description><![CDATA[<p>Pengabdian Masyarakat tidak asing lagi ditelinga kita sebagai Mahasiswa, mengapa sering kita dengar kalimat pengabdian masyarakat ketika kita menjadi Mahasiswa lalu apa itu pengabdian masyarakat...</p>
<p>The post <a href="https://unjkita.com/apa-hubungannya-mahasiswa-dengan-pengabdian-masyarakat/">Apa Hubungannya Mahasiswa Dengan Pengabdian Masyarakat?</a> appeared first on <a href="https://unjkita.com">UNJKita.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Pengabdian Masyarakat tidak asing lagi ditelinga kita sebagai Mahasiswa, mengapa sering kita dengar kalimat pengabdian masyarakat ketika kita menjadi Mahasiswa lalu apa itu pengabdian masyarakat dan apa itu mahasiswa? bersama tulisan ini penulis akan berbagi mengenai siapa itu mahasiswa dan penjelasan pengabdian masyarakat.</p>
<h2 style="text-align: justify;">Siapa yang disebut Mahasiswa?</h2>
<p style="text-align: justify;">Mahasiswa menurut Knopfemacher [dalam Suwono, 1978] adalah merupakan insan-insan calon sarjana yang dalam keterlibatannya dengan perguruan tinggi, dididik dan di harapkan menjadi calon – calon intelektual sedangkan Mahasiswa menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) adalah orang yang belajar di perguruan tinggi.</p>
<p style="text-align: justify;">Jadi menurut penulis Mahasiswa itu adalah orang yang memiliki pengetahuan yang luas yang didapatkan dalam perkuliahan di perguruan tinggi tidak hanya itu mahasiswa berbeda dengan siswa, sebagai mahasiswa dituntut lebih mandiri dibandingkan dengan siswa. Mandiri dalam akademik yang tidak mengandalkan materi dari dosen tetapi diharuskan mencari ilmu diluar bangku kuliah. Aktif di organisasi internal kampus juga dapat menjadikan insan yang mandiri.</p>
<h2 style="text-align: justify;">Apakah Mahasiswa memiliki fungsi?</h2>
<p style="text-align: justify;">Tidak hanya fungsi, mahasiswa pun memiliki peranan. Karena mahasiswa saat ini adalah gambaran bangsa nya di masa depan. Oleh karena itu mahasiswa harus memiliki fungsi dan menjalakan peranannya. Apa saja fungsi mahasiswa?</p>
<ul>
<li style="text-align: justify;"><strong>Sebagai Iron Stock</strong> – mahasiswa itu harus bisa menjadi pengganti orang-orang yang memimpin di pemerintahan nantinya, yang berarti mahasiswa akan menjadi generasi penerus untuk memimpin bangsa ini nantinya.</li>
<li style="text-align: justify;"><strong>Agent Of Change</strong> – dituntut untuk menjadi agen perubahan. Disini maksudnya, jika ada sesuatu yang terjadi di lingkungan sekitar dan itu ternyata salah, mahasiswa dituntut untuk merubahnya sesuai dengan harapan yang sesungguhnya.</li>
<li style="text-align: justify;"><strong>Social Control</strong> – harus mampu mengontrol sosial yang ada di lingkungan sekitar (lingkungan masyarakat). selain memahami di bidang akademis, mahasiswa harus pintar juga dalam bersosialisasi dengan lingkungan.</li>
<li style="text-align: justify;"><strong>Moral Force</strong> – diwajibkan untuk menjaga moral-moral yang sudah ada. Jika di lingkungan sekitarnya terjadi hal-hal yang tak bermoral, maka mahasiswa dituntut untuk merubah serta meluruskan kembali sesuai dengan apa yang diharapkan.</li>
</ul>
<div id="attachment_4934" style="width: 490px" class="wp-caption aligncenter"><img fetchpriority="high" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-4934" class="wp-image-4934 size-full" src="https://unjkita.com/wp-content/uploads/2016/11/Mahasiswa-4-November.jpeg" alt="" width="480" height="480" srcset="https://unjkita.com/wp-content/uploads/2016/11/Mahasiswa-4-November.jpeg 480w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2016/11/Mahasiswa-4-November-150x150.jpeg 150w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2016/11/Mahasiswa-4-November-600x600.jpeg 600w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2016/11/Mahasiswa-4-November-420x420.jpeg 420w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2016/11/Mahasiswa-4-November-640x640.jpeg 640w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2016/11/Mahasiswa-4-November-681x681.jpeg 681w" sizes="(max-width: 480px) 100vw, 480px" /><p id="caption-attachment-4934" class="wp-caption-text">Bakti sosial mahasiswa kepada masyarakat.</p></div>
<p style="text-align: justify;">Setelah pemaparan fungsi dan peran mahasiswa diatas penulis menyimpulkan bahwa mahasiswa seorang yang belajar di perguruan tinggi dan memiliki peran dan fungsinya yang sangat berpengaruh bagi bangsanya. Selanjutnya apa itu Pengabdian Masyarakat?</p>
<p style="text-align: justify;">Kita tahu bahwa pengabdian kepada masyarakat adalah serangkaian kegiatan yang meningkatkan kualitas kehidupan pada masyarakat. Pengabdian masyarakat adalah suatu gerakan proses pemberdayaan diri untuk kepentingan masyarakat. Pengabdian masyarakat seharusnya bersifat kontinual dan jangka panjang karena dalam membangun sebuah masyarakat dibutuhkan proses yang panjang. Banyak aspek yang harus disentuh untuk menjadikan suatu masyarakat itu baik, karakternya, budayanya, sampai pola pikirnya juga harus kita sentuh untuk benar-benar menciptakan sebuah masyarakat yang beradab. Yang paling sering kita dengar dalam pengabdian masyarakat ialah bakti sosial atau yang biasa disingkat &#8220;baksos&#8221;.</p>
<p style="text-align: justify;">Di kampus UNJ sudah banyak mahasiswa yang melakukan pengabdian masyarakat , seperti komunitas-komunitas pengembangan masyarakat yang terkenal dengan nama community development. Sebuah gerakan mahasiswa yang mengembangkan potensi-potensi masyarakat agar lebih mandiri serta juga bergerak dibidang pendidikan.</p>
<blockquote><p>Tidak hanya fungsi, mahasiswa pun memiliki peranan. Karena mahasiswa saat ini adalah gambaran bangsa nya di masa depan.</p></blockquote>
<h2 style="text-align: justify;">Jadi, Apa Hubungannya Mahasiswa Dengan Pengabdian Masyarakat?</h2>
<p style="text-align: justify;">Mahasiswa ada sebagai pemicu terbentuknya peradaban yang maju, bagaimana membentuk peradaban yang maju? Yaitu dengan pengabdian masyarakat , kecil maupun besar sebuah pengabdian tidaklah membedakan karena pengabdian yang kecil sangat berpengaruh bagi masyarakat yang besar jika secara kontinu dilakukan. Pengabdian adalah salah satu <a href="https://unjkita.com/tri-dharma-perguruan-tinggi-mahasiswa-wajib-tahu-tentang-hal-ini/">Tri Dharma perguruan tinggi</a> dan sudah merupakan kewajiban bagi kaum akademik untuk melaksanakannya, namun jikalau kita melakukan pengabdian masyarakat hanya sebatas karena tuntutan <a href="https://unjkita.com/tri-dharma-perguruan-tinggi-mahasiswa-wajib-tahu-tentang-hal-ini/">Tri Dharma</a> maka itu artinya sempit. Karena hakikatnya adalah kita sebagai manusia melakukan pengabdian masyarakat karena sebaik-baiknya manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia yang lainnya. Intinya mahasiswa sangat erat hubungannya dengan pengabdian masyarakat karena mahasiswa sebagai pemuda dan masa depan bangsa ada pada pemudanya. Sekian semoga bermanfaat.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Ilham Ramadhona</strong><br />
<strong> Mahasiswa UNJ 2013</strong></p>
<p>The post <a href="https://unjkita.com/apa-hubungannya-mahasiswa-dengan-pengabdian-masyarakat/">Apa Hubungannya Mahasiswa Dengan Pengabdian Masyarakat?</a> appeared first on <a href="https://unjkita.com">UNJKita.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Baiknya Bermain Politik Tanpa Tujuan</title>
		<link>https://unjkita.com/baiknya-bermain-politik-tanpa-tujuan/</link>
					<comments>https://unjkita.com/baiknya-bermain-politik-tanpa-tujuan/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[UNJKITA.com &#124; @pemburukampus]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 12 Oct 2020 07:08:44 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Suara Anda]]></category>
		<category><![CDATA[Opini Mahasiswa]]></category>
		<category><![CDATA[Pergerakan Mahasiswa]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://unjkita.com/?p=23173</guid>

					<description><![CDATA[<p>“Pada Waktu Aku Melangkah Ragu Memulai Permulaan Jalan Yang Menuju Kepada Kepercayaan, Aku Tidak Melihat Yang Maha Kuasa Sebagai Tuhan Kepunyaan Perseorangan. Menurut Jalan Pikiranku,...</p>
<p>The post <a href="https://unjkita.com/baiknya-bermain-politik-tanpa-tujuan/">Baiknya Bermain Politik Tanpa Tujuan</a> appeared first on <a href="https://unjkita.com">UNJKita.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<blockquote><p>“Pada Waktu Aku Melangkah Ragu Memulai Permulaan Jalan Yang Menuju Kepada Kepercayaan,<br />
Aku Tidak Melihat Yang Maha Kuasa Sebagai Tuhan Kepunyaan Perseorangan. Menurut Jalan Pikiranku, Maka Kemerdekaan Seseorang Meliputi Juga Kemerdekaan Beragama”  &#8211; Ir. Soekarno</p></blockquote>
<p><span style="font-weight: 400;">UNJ </span><span style="font-weight: 400;">atau kampus yang sering disebut sebagai </span><b><i>Kampus Pergerakan Intelektual.</i></b><span style="font-weight: 400;"> Di mana penyebutan itu juga menjadi jargon dikalangan mahasiswa terutama kaum para penggiat organisasi. Mereka pun tak lupa menyelipkan istilah tersebut ketika menjadi pemateri atau pun ketika sambutan di hadapan para maba.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Pergerakan seorang mahasiswa adalah bentuk tanggung dan amanah sebagai perwakilan pemuda yang berpendidikan, etika, moral, intelektualitas, dan kebebasan berpendapat adalah satu kesatuan yang melambangkan pergerakan mahasiswa berdasarkan pada </span><span style="font-weight: 400;">sikap </span><span style="font-weight: 400;">independensinya.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Sebagai kasta sosial intelektual</span><span style="font-weight: 400;">, mahasiswa memiliki peran penting di dalam masyrakat. Aktivitas mahasiswa yang menambah ruang geraknya menjadi lebih luas yaitu sebagai penggerak utama dalam perubahan sosial dunia perpolitikan di negeri ini. Mereka ini yang merupakan civitas akademika disebut para ‘aktivis’. Politik kampus merupakan representasi dari gerakan mahasiswa. Mahasiswa yang merupakan salah satu aspek penting dalam bangsa ini yang tercermin sebagai </span><i><span style="font-weight: 400;">Agent of Change, Moral Force, Social Control,</span></i><span style="font-weight: 400;"> dan </span><i><span style="font-weight: 400;">Iron Stock</span></i><span style="font-weight: 400;">. Miniatur dari sebuah pemerintahan yang terwujud dalam suatu pemerintahan mahasiswa. Mahasiswa yang belajar mengenai dunia perpolitikan sebagai representasi pemerintahan pada masa mendatang </span><span style="font-weight: 400;">pada</span><span style="font-weight: 400;"> bangsa ini ada di tangan mereka. Universitas atau lebih kerennya disebut kampus sebagai tempat pemrosesan generasi intelektual </span><span style="font-weight: 400;">untuk </span><span style="font-weight: 400;">masa depan bangsa. Kampus yang memiliki pengaruh besar terhadap keberlangsungan hidup bangsa ini mau dibawa ke arah mana penentu krusial arah bangsa ini jika sejak masih mahasiswa justru mengaplikasikan kehidupan pemerintahan yang kotor kedalam dunia kampus? </span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Mahasiswa yang menjadikan bagaimana cerminan bangsa ini yang nantinya membawa pengaruh pada manusia-manusia yang berkualitas dan berkompeten di bidangnya masing-masing.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Kampus merupakan tempat pertaruhan ideologi-ideologi sehingga adanya gerakan politik dari mahasiswa. Kampus merupakan ruang pabrik untuk segala pemikiran-pemikiran dan ilmu yang semakin berkembang. Sehingga pertaruhan ideologi-ideologi itu sebagai upaya-upaya memperebutkan pengaruh politik terhadap membentuk suatu kelompok-kelompok tertentu sesuai dengan keinginan mereka.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Ajang pengaderan mahasiswa menjadi sebuah tradisi wajib bagi tiap-tiap lembaga organisasi. Terhitung dari masa PKKMB tiap organisasi mulai menjaring mahasiswa baru untuk bergabung ke tiap organisasinya, ya namanya juga sebuah agenda ‘pengenalan’ jadi amat wajar jika banyak yang mengenalkan organisasinya kepada sebagian besar mahasiswa baru.  Sebagai contoh, saya yakin pembaca paham bahwa dari tingkat prodi hingga universitas, tiap tingkatan tersebut memiliki lembaga eksekutif masing masing, bahkan lembaga legislatif.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Setelah agenda PKKMB biasanya mahasiswa baru akan diwajibkan mengikuti agenda </span><b><i>Pelatihan Kepemimpinan Mahasiswa</i></b><span style="font-weight: 400;"> sebuah agenda yang diwadahi oleh BEM (Badan Eksekutif Mahasiswa di tingkat Prodi/Jurusan  maupun di tingkat Fakultas pada bagian departemen kaderisasi atau pengembangan sumber daya manusia dalam ajang pengaderan ini tidak sedikit para pejabat-pejabat BEM di tingkat fakultas dan universitas berperan dalam agenda ini. Secara garis besar pejabat BEM tersebut sudah direkomendasikan sebagai pembicara dalam silabus pengaderan di UNJ. </span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Berbagai materi yang diberikan kepada para mahasiswa antara lain seperti kepemimpinan &amp; public speaking, manajemen organisasi, pergerakan mahasiswa, manajemen advokasi, kepekaan sosial, mekanisme pemilu, dan mekanisme sidang. Maksud penulis bukan merendahkan para pejabat BEM yang sudah disusun namanya kedalam silabus tersebut, namun lebih menanyakan kredibilitas nama-nama tersebut. Apakah benar-benar paham materinya? atau hanya memanfaatkan momen strukturalis? terlebih BEM di tingkat prodi biasanya yang jelas patuh dengan seniornya di mana suatu hirarki</span><span style="font-weight: 400;"> dalam organisasi menjadikannya sangat terasa adanya suatu ketundukan yang tidak masuk akal antara senior dan junior yang lebih dari sekedar garis kordinasi</span><span style="font-weight: 400;">. </span><span style="font-weight: 400;">sekalipun tidak menggunakan nama-nama atas rekomendasi tersebut biasanya lembaga mahasiswa ditingat prodi tersebut seperti diintrogasi bahkan sampai diintimidasi. </span><span style="font-weight: 400;">Hirarki dalam organisasi mempengaruhi sistem tatanan kepatuhan sesuai tingkatan paling atas. Dalam susunan tersebut selain sangat strukturalis dan elitis juga merujuk ke politis. </span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Politisasi Kampus adalah suatu kegiatan yang dilakukan oleh para golongan yang mempunyai kepentingan untuk menciptakan suasana tertentu yang masih berada di dalam ruang lingkup politik untuk mendapatkan keuntungan atau dukungan dan kegiatan tersebut dilakukan di dalam wilayah kampus (Universitas) </span><span style="font-weight: 400;">selain kredibiltasnya dalam kepahaman materi yang dipertanyakan, apakah para pejabat bem tersebut sudah melewati pengaderan dengan baik? Pada realitanya mereka selalu manjadikan keikutsertaan pada setiap ajang pelatihan kepemimpinan menjadi suatu hal penting entah menjadi sebagai kendaraan berpolitik atau hanya mengumpulkan bukti sebagai kader yang sempurna karena mengikuti seluruh rangkaian pengaderan? Namun apa jadinya jika </span><i><span style="font-weight: 400;">track record</span></i><span style="font-weight: 400;"> kelulusan mengikuti berbagai pengaderan tersebut hanya berlaku bagi kaum minoritas seperti RAS yang berbeda? Idealisme</span><span style="font-weight: 400;"> yang berbeda? selain kredibiltasnya dalam kepahaman materi yang dipertanyakan, apakah para pejabat bem tersebut sudah melewati pengaderan dengan baik ? seperti mengikuti pengaderan sesuai waktunya bukan menyusul atau hanya formalitas demi menggugurkan salah satu syarat dalam pencalonan kandidat ketua bem ? atau karena rekomendasi tersebut merupakan pejabat-pejabat bem maka sudah pasti ada kredibiltasnya dan pasti paham muatan materinya ? sangat penokohan sekali. </span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Namun sepertinya tidak berlaku kepada seluruh ketua bem, karena pesan siaran susunan pemateri pengaderan tahun lalu dan tahun ini yang penulis terima menemukan bahwa terdapat salah satu ketua bem fakultas yang bahkan namanya tidak tercantum di seluruh materi yang dijabarkan, ada apa dan mengapa? mengapa tebang pilih? apakah nama-nama yang direkomendasikan memiliki syarat dibaliknya? misal syaratnya harus golongan tertentu? Syarat suatu agama tertentu? Entahlah sangat politik identitas ketika sedang krisis identitas. Ketika demokrasi seperti hanya jargon dalam melengkapi kalimatnya untuk terlihat sangat demokrasi padahal memonopoli pengaderan bahkan jabatan dalam lingkup organisasi. gerakan yg pragmatis yang bergerak hanya untuk mendapat posisi-posisi strategis tertentu dilingkungan kampus. </span><span style="font-weight: 400;">Kultur dominan dari ideologi politik tersebut nyatanya membuahkan hasil dalam kehidupan berorganisasi. </span><span style="font-weight: 400;">Jika menjabat sebagai ketua, wakil, atau kepala departemen pada bem menjadi suatu syarat utama menjadi rekomendasi pemateri pada pelatihan kepemimpinan, lantas mengapa dalam nama-nama yang direkomendasikan hanya ada beberapa ketua, wakil dan kepala departemen saja? Apakah mungkin jika mereka mendiskriminasikan golongan tertentu? Apakah mungkin jika menjadi pemateri pada ajang pelatihan kepemimpinan merupakan kendaran utama menuju pemira? Apakah ini artinya kampanye terselubung ?</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Disatu pihak, kelompok gerakan disebut pragmatis. Dan dilain pihak kelompok pencela disebut apatis dan apolitis yang pada akhirnya tidak memiliki temu diantara keduanya. lihatlah kini bagaimana kampus telah jatuh ke dalam jurang monopoli politik kampus dan dominasi golongan. Memang tidaklah terasa ketika setiap mahasiswa dan mahasiswi menjalani kehidupan kampusnya masing-masing yang terbebas dari urusan politik. Namun, perlu saya ingatkan, bahwa </span><i><span style="font-weight: 400;">every act, is political</span></i><span style="font-weight: 400;">.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Dari sinilah, untuk mencabut akar dari pada mayoritas intimidasi warisan kampus tidak kemudian dengan cara menggali dan kemudian menebangnya secara rata. Melainkan justru, menghadirkan pupuk-pupuk semangat pluralisme</span><span style="font-weight: 400;"> diantara mayoritas dan minoritas melebur pada masyarakat kampus. Proses peleburan kemajemukan serta perbedaan pandangan itulah budaya ideologi visi dan misi telah membentuk suatu keharmonisan suatu masyarakat kampus yang plural akan keyakinan visi dan misinya. Sehingga muncul suatu kesadran hidup dengan visi kegotong royongan dalam kemajemukan untuk memperjuangkan dan mempertahankan masyarakat kampus dari berbagai bentuk warisan intimidasi. </span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Dan didalam konteks pluralisme inilah Nurcholish Madjid atau yang lebih kita kenal Cak Nur dalam bukunya Yasmadi, Modernisasi Pesantren. Memberikan pandangannya terkait,  </span></p>
<p><i><span style="font-weight: 400;">&#8221; faham kemajemukan masyarakat atau pluralisme tidak cukup hanya dengan sikap mengakui dan menerima kenyataan masyarakat yang majemuk, tetapi lebih dari itu harus disertai dengan sikap yang tulus untuk menerima kenyataan masyarakat yang majemuk itu sebagai nilai positif yang merupakan rahmat tuhan yang maha esa kepada manusia&#8221;.</span></i></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Bisa disebut cukup politis dikarenakan pengaderan kepemimpinan mahasiswa tingkat prodi ini biasanya diadakan setelah masa pengenalan mahasiswa baru pada bulan September hingga oktober, sementara PEMIRA diadakan dipenghujung bulan desember. </span><span style="font-weight: 400;">Setiap tahun, sebuah pesta “demokrasi” untuk memilih representatif kita di lembaga prestisius tersebut. Sedikit hipokrit menurut saya, menghadirkan para pejabat mahasiswa tersebut sebagai representasi mahasiswa yang secara hakiki hanya mewakili satu golongan mayoritas. Sebuah kumpulan perwakilan yang tidak mewakili sama sekali.</span><span style="font-weight: 400;">Maka tidak heran jika para pejabat bem yang dijadikan sebagai pemateri dalam pengaderan kepemipinan tersebut seperti ajang kampanye yang dimulai lebih awal sebelum pemira tiba. </span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Namun satu hal yang pasti, kultur tersebut tidaklah sehat bagi sebuah organisasi ‘identitas’ semacam BEM, tempat bertemunya mahasiswa lintas program studi maupun fakultas. Cepat atau lambat, hal tersebut akan mengeliminir individu atau golongan dengan keyakinan dan nilai sosial yang berbeda. Meski tidak ada diskriminasi</span><span style="font-weight: 400;"> langsung secara sosial dan fisik,  tetapi implikasi pasif dari kebiasaan, ideologi politik dan kepercayaan nyatanya memiliki peran dalam mengubah inklusifitas BEM menjadi sebuah organisasi yang eksklusif. Dari hal kecil seperti ini, mungkin pembaca bisa menerka tingkat toleransi dalam sebuah organisasi tingkat universitas.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Sungguh amat disayangkan seharusnya institusi pendidikan yang harusnya bersih dari politisi kampus namun dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu yang memiliki kepentingan.Sebagai kaum idealis dan kritis. Mahasiswa harusnya bermain politik dengan caranya sendiri yaitu </span><b>“Bermain Politik Tanpa Tujuan Politik”. </b><span style="font-weight: 400;">Menginggat mahasiswa merupakan massa terbesar, dan bukan hanya sekedar kekuatan massa, tetapi mahasiswa merupakan kekuatan massa yang terdidik.</span></p>
<p>oleh: <span style="font-weight: 400;">Nyctophilia</span></p>
<p>The post <a href="https://unjkita.com/baiknya-bermain-politik-tanpa-tujuan/">Baiknya Bermain Politik Tanpa Tujuan</a> appeared first on <a href="https://unjkita.com">UNJKita.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://unjkita.com/baiknya-bermain-politik-tanpa-tujuan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Lagu Darah Juang Lirik &#038; Chord</title>
		<link>https://unjkita.com/darah-juang-lirik/</link>
					<comments>https://unjkita.com/darah-juang-lirik/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[UNJKITA.com &#124; @pemburukampus]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 10 Oct 2020 12:22:26 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[lagu mahasiswa]]></category>
		<category><![CDATA[Pergerakan Mahasiswa]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://unjkita.com/?p=23166</guid>

					<description><![CDATA[<p>Selain Lagu Buruh Tani dan Mars Mahasiswa (Totalitas Perjuangan) lagu Darah Juang termasuk lagu wajib yang menemani para aktivis 98 ketika berjuang. Lagu ini diciptakan...</p>
<p>The post <a href="https://unjkita.com/darah-juang-lirik/">Lagu Darah Juang Lirik &#038; Chord</a> appeared first on <a href="https://unjkita.com">UNJKita.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Selain Lagu <a href="https://unjkita.com/chord-lagu-buruh-tani/">Buruh Tani</a> dan <a href="https://unjkita.com/chord-mars-mahasiswa-totalitas-perjuangan/">Mars Mahasiswa (Totalitas Perjuangan) </a>lagu Darah Juang termasuk lagu wajib yang menemani para aktivis 98 ketika berjuang.</p>
<p>Lagu ini diciptakan oleh John Tobing mahasiswa Fakultas Filsatat UGM aktivis mahasiswa 98. Penulisan lirik Darah Juang dibantu oleh teman seperjuanganya di KM UGM, Dadang Juliantara.</p>
<p>Berikut Lagu Darah Juang Lirik &amp; Chord Gitar:</p>
<p><strong>INTRO</strong>: Am C F Am F G C-G/B-Am Dm</p>
<p>Am F-G-Am F G Am</p>
<p><strong>VERSE:</strong></p>
<p>Am F Am<br />
di sini negeri kami</p>
<p>F G F Am<br />
tempat padi terhampar</p>
<p>Dm F G Am<br />
samuderanya kaya raya</p>
<p>F G Am<br />
tanah kami subur, Tuan.</p>
<p>Am F Am<br />
di negeri permai ini</p>
<p>F G F Am<br />
berjuta rakyat bersimbah luka</p>
<p>Dm F G Am<br />
anak buruh tak sekolah</p>
<p>F G Am<br />
pemuda desa tak kerja</p>
<p><strong>CHORUS:</strong></p>
<p>F C<br />
mereka dirampas haknya</p>
<p>Dm Am<br />
tergusur dan lapar</p>
<p>Dm Am<br />
Bunda, relakan darah juang kami</p>
<p>F G Am<br />
untuk membebaskan rakyat</p>
<p>F C<br />
mereka dirampas haknya</p>
<p>Dm Am<br />
tergusur dan lapar</p>
<p>Dm Am<br />
Bunda, relakan darah juang kami</p>
<p>F G Am<br />
untuk membebaskan rakyat</p>
<p>(*)</p>
<p>The post <a href="https://unjkita.com/darah-juang-lirik/">Lagu Darah Juang Lirik &#038; Chord</a> appeared first on <a href="https://unjkita.com">UNJKita.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://unjkita.com/darah-juang-lirik/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Chord Lagu Buruh Tani (Pembebasan)</title>
		<link>https://unjkita.com/chord-lagu-buruh-tani/</link>
					<comments>https://unjkita.com/chord-lagu-buruh-tani/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[UNJKITA.com &#124; @pemburukampus]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 07 Oct 2020 23:48:40 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[lagu mahasiswa]]></category>
		<category><![CDATA[Pergerakan Mahasiswa]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://unjkita.com/?p=23150</guid>

					<description><![CDATA[<p>Setelah Chord Mars Mahasiswa totlitas perjuangan, kali ini kami menyajikan chord kunci gitar untuk Lagu Buruh Tani &#8211; Marjinal juga dikenal sebagai lagu pembebasan. Lagu...</p>
<p>The post <a href="https://unjkita.com/chord-lagu-buruh-tani/">Chord Lagu Buruh Tani (Pembebasan)</a> appeared first on <a href="https://unjkita.com">UNJKita.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Setelah <a href="https://unjkita.com/chord-mars-mahasiswa-totalitas-perjuangan/">Chord Mars Mahasiswa totlitas perjuangan</a>, kali ini kami menyajikan chord kunci gitar untuk Lagu Buruh Tani &#8211; Marjinal juga dikenal sebagai lagu pembebasan.</p>
<p>Lagu ini juga menjadi salah satu lagu wajib bagi para kelompok masyarakat yang sedang memperjuangkan suatu hak dengan cara turun kejalan atau demonstrasi.</p>
<h3>Berikut chord dan lirik selengkapnya.</h3>
<p>Intro: Dm Am G Am-G-Am</p>
<p><strong>Am</strong><br />
buruh tani mahasiswa rakyat miskin kota<br />
<strong>Dm Am</strong><br />
bersatu padu rebut demokrasi<br />
<strong>Dm Am</strong><br />
gegap gempita dalam satu suara<br />
<strong>G Am</strong><br />
demi tugas suci yang mulia..<br />
.<br />
<strong>Am</strong><br />
hari hari esok adalah milik kita<br />
<strong>Dm Am</strong><br />
terciptanya masyarakat sejahtera<br />
<strong>Dm Am</strong><br />
terbentuknya tatanan masyarakat<br />
<strong>G Am</strong><br />
indonesia baru tanpa orba<br />
.<br />
<strong>G Am</strong><br />
marilah kawan mari kita kabarkan<br />
<strong>G Am</strong><br />
di tangan kita tergenggam arah bangsa<br />
<strong>G Am</strong><br />
marilah kawan mari kita nyanyikan<br />
<strong>G Am</strong><br />
sebuah lagu tentang pembebasan<br />
.<br />
<strong>Am</strong><br />
di bawah kuasa tirani<br />
<strong>Dm Am</strong><br />
kususuri garis jalan ini<br />
<strong>Dm Am</strong><br />
berjuta kali turun aksi<br />
<strong>G Am</strong><br />
bagiku satu langkah pasti..</p>
<p><strong>Dm Am G Am-G-Am</strong></p>
<p>Ulangi lagu dari awal 1x</p>
<p><strong>G Am</strong><br />
bagiku satu langkah pasti..</p>
<p>Simak video diatas untuk mengetahui cara menyanyikanya.</p>
<p>Jangan lupa share konten ini ke teman seperjuanganmu.</p>
<p>The post <a href="https://unjkita.com/chord-lagu-buruh-tani/">Chord Lagu Buruh Tani (Pembebasan)</a> appeared first on <a href="https://unjkita.com">UNJKita.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://unjkita.com/chord-lagu-buruh-tani/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Prihatin Carut-Marut Kampus, Civitas Akademika UNJ Serukan Revolusi Pendidikan</title>
		<link>https://unjkita.com/fmi-unj-gelar-pacar-unj/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fauzi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 16 Jun 2017 23:50:59 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Info]]></category>
		<category><![CDATA[Konten Pilihan]]></category>
		<category><![CDATA[FMI UNJ]]></category>
		<category><![CDATA[Pergerakan Mahasiswa]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://unjkita.com/?p=11236</guid>

					<description><![CDATA[<p>Menyambut 15 Juni 2017, Forum Militan Independen (FMI) UNJ mengadakan Pawai Cinta Rakyat (PACAR) UNJ. FMI sendiri yang terdiri dari civitas akademika kampus seperti karyawan,...</p>
<p>The post <a href="https://unjkita.com/fmi-unj-gelar-pacar-unj/">Prihatin Carut-Marut Kampus, Civitas Akademika UNJ Serukan Revolusi Pendidikan</a> appeared first on <a href="https://unjkita.com">UNJKita.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Menyambut 15 Juni 2017, Forum Militan Independen (FMI) UNJ mengadakan Pawai Cinta Rakyat (PACAR) UNJ. FMI sendiri yang terdiri dari civitas akademika kampus seperti karyawan, dosen, hingga mahasiswa ini mengawali PACAR UNJ dari Fakultas Ilmu Sosial pada pukul 13.00 WIB.</p>
<p><img decoding="async" class="alignnone size-full wp-image-11245" src="http://unjkita.com/wp-content/uploads/2017/06/IMG-20170617-WA0004.jpg" alt="" width="1032" height="774" srcset="https://unjkita.com/wp-content/uploads/2017/06/IMG-20170617-WA0004.jpg 1032w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2017/06/IMG-20170617-WA0004-150x113.jpg 150w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2017/06/IMG-20170617-WA0004-800x600.jpg 800w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2017/06/IMG-20170617-WA0004-560x420.jpg 560w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2017/06/IMG-20170617-WA0004-80x60.jpg 80w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2017/06/IMG-20170617-WA0004-100x75.jpg 100w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2017/06/IMG-20170617-WA0004-180x135.jpg 180w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2017/06/IMG-20170617-WA0004-238x178.jpg 238w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2017/06/IMG-20170617-WA0004-640x480.jpg 640w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2017/06/IMG-20170617-WA0004-681x511.jpg 681w" sizes="(max-width: 1032px) 100vw, 1032px" /></p>
<p>Massa yang membawa atribut pawai pun bergerak menuju gedung-gedung fakultas yang ada di kampus A UNJ di Rawamangun Muka. Dalam tiap kesempatan mereka sampai di satu fakultas, massa merangsek masuk ke gedung dan mengajak mahasiswa untuk bergabung dengan yel-yel khas mereka ssbagai berikut:</p>
<p><em>Mau jadi apa, Jogja tanpa UNY<br />
Mau jadi apa, Bandung tanpa UPI<br />
Mau jadi, Jakarta tanpa UNJ<br />
Apa kata dunia, kampus negeri rasa swasta</em></p>
<p>Massa kemudian berkumpul pada satu titik yaitu Tugu (Plaza) UNJ. Kemudian acara difokuskan di tugu dengan melakukan orasi ilmiah dan penampilan-penampilan karya rekan-rekan civitas.</p>
<p><img decoding="async" class="alignnone size-full wp-image-11248" src="http://unjkita.com/wp-content/uploads/2017/06/IMG-20170617-WA0042.jpg" alt="" width="480" height="373" srcset="https://unjkita.com/wp-content/uploads/2017/06/IMG-20170617-WA0042.jpg 480w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2017/06/IMG-20170617-WA0042-150x117.jpg 150w" sizes="(max-width: 480px) 100vw, 480px" /></p>
<p>Hadir dalam aksi hari ini, sebagai orator atau penyair antara lain Dosen, Mahasiswa dan Karyawan.</p>
<p>Dalam tema besar yang dibawa FMI sendiri ialah &#8220;Revolusi Pendidikan&#8221; dengan 8 sub isu yaitu temuan tim audit BPK mengenai pertanggung jawaban dana, nepotisme, pelaporan pada kepolisian terhadap sejumlah dosen dan mahasiswa, sarana dan prasarana, pencabutan aturan mendikti mengenai sentralisasi organisasi dan tata kerja, uang kuliah tunggal, dan transparansi anggaran.</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="alignnone size-full wp-image-11242" src="http://unjkita.com/wp-content/uploads/2017/06/IMG-20170617-WA0043.jpg" alt="" width="1032" height="581" srcset="https://unjkita.com/wp-content/uploads/2017/06/IMG-20170617-WA0043.jpg 1032w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2017/06/IMG-20170617-WA0043-150x84.jpg 150w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2017/06/IMG-20170617-WA0043-800x450.jpg 800w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2017/06/IMG-20170617-WA0043-746x420.jpg 746w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2017/06/IMG-20170617-WA0043-640x360.jpg 640w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2017/06/IMG-20170617-WA0043-681x383.jpg 681w" sizes="auto, (max-width: 1032px) 100vw, 1032px" /></p>
<p>Acara sendiri berakhir pada pukul 17.40 WIB dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan penyalaan Flare merah tanda simbolis semangat juang.</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="alignnone size-full wp-image-11257" src="http://unjkita.com/wp-content/uploads/2017/06/IMG_20170617_064747.jpg" alt="" width="972" height="432" srcset="https://unjkita.com/wp-content/uploads/2017/06/IMG_20170617_064747.jpg 972w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2017/06/IMG_20170617_064747-150x67.jpg 150w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2017/06/IMG_20170617_064747-800x356.jpg 800w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2017/06/IMG_20170617_064747-945x420.jpg 945w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2017/06/IMG_20170617_064747-640x284.jpg 640w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2017/06/IMG_20170617_064747-681x303.jpg 681w" sizes="auto, (max-width: 972px) 100vw, 972px" /></p>
<p>The post <a href="https://unjkita.com/fmi-unj-gelar-pacar-unj/">Prihatin Carut-Marut Kampus, Civitas Akademika UNJ Serukan Revolusi Pendidikan</a> appeared first on <a href="https://unjkita.com">UNJKita.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Sajak Liar Anak Kelahiran 98</title>
		<link>https://unjkita.com/sajak-liar-anak-kelahiran-98/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[UNJKita.com &#124; @pemburukampus]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 13 Jun 2017 14:38:06 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Suara Anda]]></category>
		<category><![CDATA[Pergerakan Mahasiswa]]></category>
		<category><![CDATA[Sajak]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://unjkita.com/?p=10954</guid>

					<description><![CDATA[<p>Generasiku lahir dengan ricuh di negeri. Mahasiswa menuntut ingin reformasi. “Hey Mahasiswa! Bakarlah semangatmu!” Saat itu mahasiswa yang lain dihujam peluru. Terbahak penguasa melihat darah...</p>
<p>The post <a href="https://unjkita.com/sajak-liar-anak-kelahiran-98/">Sajak Liar Anak Kelahiran 98</a> appeared first on <a href="https://unjkita.com">UNJKita.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><em>Generasiku lahir dengan ricuh di negeri.</em><br />
<em>Mahasiswa menuntut ingin reformasi.</em><br />
<em>“Hey Mahasiswa! Bakarlah semangatmu!”</em><br />
<em>Saat itu mahasiswa yang lain dihujam peluru.</em></p>
<p><em>Terbahak penguasa melihat darah juang.</em><br />
<em>Antek perusak bangsa hanya meludah lalu menghilang.</em><br />
<em>Sementara masyarakat di bawah masih terbuang.</em><br />
<em>Meratap ria dengan air mata karena krisis uang.</em></p>
<p><em>Generasiku merangkak dari jaman susah.</em><br />
<em>Merangkak di jaman ibu pertiwi yang merasa lelah.</em><br />
<em>Mulai dari rezim penguasa yang sudah kalah.</em><br />
<em>Hingga zaman dimana moral, budaya, dan demokrasi melemah.</em></p>
<p><em>Kini jaman generasiku penuh luka memar.</em><br />
<em>Yang berteriak atas nama demokrasi saja hampir dituduh makar.</em><br />
<em>Yang beraspirasi di jalan saja dipukul dengan kasar.</em><br />
<em>Bahkan yang mulai bersuara saja dibuat terpencar.</em></p>
<p><em>Oh Tuhan yang Maha Pencipta.</em><br />
<em>Tahun 2017 karyaku ini sudah ada.</em><br />
<em>19 tahun menerima sejarah Indonesia.</em><br />
<em>Entah warisan semangat ini apakah masih membara?</em></p>
<p><em><strong>Oleh: Fafa</strong></em><br />
<em><strong> Mahasiswa UNJ kelahiran 1998</strong></em></p>
<p>The post <a href="https://unjkita.com/sajak-liar-anak-kelahiran-98/">Sajak Liar Anak Kelahiran 98</a> appeared first on <a href="https://unjkita.com">UNJKita.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Press Release Konsolidasi Akbar Masyarakat UNJ</title>
		<link>https://unjkita.com/press-release-konsolidasi-akbar-masyarakat-unj/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[UNJKita.com &#124; @pemburukampus]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 18 May 2017 07:43:11 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Info]]></category>
		<category><![CDATA[Berita Kampus]]></category>
		<category><![CDATA[Forum Militan dan Independen UNJ]]></category>
		<category><![CDATA[Kabar Kampus]]></category>
		<category><![CDATA[Mahasiswa UNJ]]></category>
		<category><![CDATA[Pergerakan Mahasiswa]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://unjkita.com/?p=9512</guid>

					<description><![CDATA[<p>Notulen : Fafa Ilham Rabu, 17 Mei 2017 Lebih dari 200 masyarakat UNJ yang terdiri dari berbagai elemen mahasiswa dan dosen hadir memenuhi Plaza UNJ....</p>
<p>The post <a href="https://unjkita.com/press-release-konsolidasi-akbar-masyarakat-unj/">Press Release Konsolidasi Akbar Masyarakat UNJ</a> appeared first on <a href="https://unjkita.com">UNJKita.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Notulen : Fafa Ilham</p>
<p>Rabu, 17 Mei 2017<br />
Lebih dari 200 masyarakat UNJ yang terdiri dari berbagai elemen mahasiswa dan dosen hadir memenuhi Plaza UNJ. Mereka berkumpul dalam rangka Konsolidasi Akbar masyarakat UNJ. Kegiatan berlangsung dari pukul 15.11 WIB hingga 20.00 WIB, dalam konsolidasi tersebut diisi dengan diskusi lintas fakultas mengenai permasalahan yang kini hadir di kampus.</p>
<p>Konsolidasi dibuka oleh Fajar selaku MC dengan bacaan Basmallah. Kemudian jalannya konsolidasi dipimpin oleh Burhan dari FIO selaku koordinator aliansi.</p>
<p>Dilanjutkan pemaparan review Abay dari FIS terkait Tunas Mahasiswa tahun lalu dan kembali menyinggung untuk merumuskan nama aliansi serta arah pergerakan selanjutnya dari aliansi.</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="alignnone size-full wp-image-9524" src="http://unjkita.com/wp-content/uploads/2017/05/IMG-20170517-WA0147.jpg" alt="" width="641" height="874" srcset="https://unjkita.com/wp-content/uploads/2017/05/IMG-20170517-WA0147.jpg 641w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2017/05/IMG-20170517-WA0147-110x150.jpg 110w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2017/05/IMG-20170517-WA0147-440x600.jpg 440w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2017/05/IMG-20170517-WA0147-308x420.jpg 308w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2017/05/IMG-20170517-WA0147-640x873.jpg 640w" sizes="auto, (max-width: 641px) 100vw, 641px" /></p>
<p>Acara kemudian dilanjutkan dengan paparan dari pak Ubedilah Badrun mengenai kondisi kampus yang tengah berada dititik krisis demokrasi. Acara dilanjutkan dengan pemilihan nama wadah yang kelak menjadi pemersatu gerakan masyarakat UNJ. Beberapa nama pun diusulkan dan terpilih lah nama Forum Militan dan Independen UNJ (FMI UNJ).</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="alignnone size-full wp-image-9530" src="http://unjkita.com/wp-content/uploads/2017/05/IMG-20170518-WA0014.jpg" alt="" width="774" height="1032" srcset="https://unjkita.com/wp-content/uploads/2017/05/IMG-20170518-WA0014.jpg 774w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2017/05/IMG-20170518-WA0014-113x150.jpg 113w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2017/05/IMG-20170518-WA0014-450x600.jpg 450w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2017/05/IMG-20170518-WA0014-315x420.jpg 315w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2017/05/IMG-20170518-WA0014-640x853.jpg 640w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2017/05/IMG-20170518-WA0014-681x908.jpg 681w" sizes="auto, (max-width: 774px) 100vw, 774px" /></p>
<p>Kemudian, dilanjutkan dengan pemaparan aspirasi-aspirasi per fakultas hingga terpilih lah 8 isu yang hari ini menjadi permasalahan di kampus UNJ yaitu :</p>
<ol>
<li>Demokrasi kampus (Abay : 08990501237 )</li>
<li>Fasilitas (Chen : 082260340558 )</li>
<li>UKT (Endra : 082243225586)</li>
<li>KKN (Zidny : 083875837950)</li>
<li>Kesejahterahan karyawan (Hafidz : 085711162830 )</li>
<li>MPA (Hadi : 089674318290)</li>
<li>Transparasi (Hendrik :0895366963505 )</li>
<li>Pengelolaan/tata kelola kampus (Daus : 083879384950 )</li>
</ol>
<p>Untuk eskalasi gerakan kedepan, akan diadakan roadshow fakultas demi menyaring aspirasi-aspirasi masyarakat UNJ lebih luas lagi.</p>
<p>Hidup Dosen&#8230;!!!<br />
Hidup Mahasiswa&#8230;!!!<br />
Hidup Masyarakat UNJ&#8230;!!!</p>
<p>Burhanuddin<br />
085811885373<br />
(Kordinator FMI UNJ)<br />
©FORUM MILITAN DAN INDEPENDEN UNJ</p>
<p>The post <a href="https://unjkita.com/press-release-konsolidasi-akbar-masyarakat-unj/">Press Release Konsolidasi Akbar Masyarakat UNJ</a> appeared first on <a href="https://unjkita.com">UNJKita.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pesta Literasi UNJ KITA 2017</title>
		<link>https://unjkita.com/pestaliterasi2017/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Muhammad Ihsan]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 27 Apr 2017 15:05:50 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Agenda]]></category>
		<category><![CDATA[Konten Pilihan]]></category>
		<category><![CDATA[Berkarya]]></category>
		<category><![CDATA[Pergerakan Mahasiswa]]></category>
		<category><![CDATA[Pesta Literasi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://unjkita.com/?p=7628</guid>

					<description><![CDATA[<p>&#8220;Ikatlah ilmu dengan menulisnya.&#8221; (Ash-Shahiihah No. 2026) Mari berpesta, sobat! Dengan bangga UNJKita mempersembahkan: Pesta Literasi UNJ Pesta Literasi UNJ Kita 2017 adalah sebuah kompetisi...</p>
<p>The post <a href="https://unjkita.com/pestaliterasi2017/">Pesta Literasi UNJ KITA 2017</a> appeared first on <a href="https://unjkita.com">UNJKita.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<blockquote><p><strong>&#8220;Ikatlah ilmu dengan menulisnya.&#8221; (Ash-Shahiihah No. 2026)</strong></p></blockquote>
<p>Mari berpesta, sobat!</p>
<p>Dengan bangga UNJKita mempersembahkan:<br />
Pesta Literasi UNJ</p>
<p>Pesta Literasi UNJ Kita 2017 adalah sebuah kompetisi menulis yang diselenggarakan oleh media citizen journalism kampus UNJ, unjkita.com, dalam rangka menyambut Dies Natalis UNJ yang ke-53. Pesta Literasi UNJKita dapat diikuti oleh calon mahasiswa baru UNJ, seluruh civitas akademika UNJ, dan alumni UNJ.</p>
<p>Tema Pesta Listerasi UNJ Kita tahun ini adalah <strong>&#8220;Dari Kita, Oleh Kita, Untuk UNJ&#8221;.</strong></p>
<p>Sobat UNJKita dapat mengirimkan karya-karya terbaiknya berupa berita, feature, opini, esai, dan karya sastra (puisi, cerpen, dan lain-lain) sesuai tema yang telah ditentukan.</p>
<h3><strong>Ketentuan Penulisan Karya</strong></h3>
<ol>
<li>Karya ditulis per individu dan orisinil.</li>
<li>Karya belum pernah dipublikasikan di media apapun.</li>
<li>Karya disertai foto pendukung.</li>
</ol>
<h3><strong>Ayo sobat, rebutkan hadiah menarik!</strong></h3>
<p><strong>Juara 1</strong><br />
Uang Pembinaan Kepenulisan Rp300.000,00 + Sertifikat + Kaos/ Tote Bag UNJKita limited edition + User ID UNJKita.com + Bingkisan Spesial dari sponsor.</p>
<p><strong>Juara 2</strong><br />
Uang Pembinaan Kepenulisan Rp200.000,00 + Sertifikat + Kaos/ Tote Bag UNJKita limited editon + User ID UNJKita.com + Bingkisan Spesial dari sponsor.</p>
<p><strong>Karya Terfavorit</strong><br />
Sertifikat + Kaos/ Tote Bag UNJKita limited editon + User ID UNJKita.com + Bingkisan Spesial dari sponsor.</p>
<h3><strong>Jadwal Pesta Literasi UNJ Kita</strong></h3>
<ul>
<li>Pendaftaran sobat UNJKita 23 April-12 Mei 2017</li>
<li>Pengumpulan Karya 5-19 Mei 2017</li>
<li>Publikasi Karya 19-26 Mei 2017</li>
<li>Pengumuman Karya 26 Mei 2017</li>
</ul>
<p>Sobat bisa mendaftarkan diri secara GRATIS dengan cara:<br />
Membagikan informasi Pesta Literasi UNJ Kita ke minimal 5 grup WA/Line yang berkaitan dengan UNJ. Kemudian konfirmasi pendaftaran via WhatsApp ke nomor +6281310654204 (Anna Afifah).</p>
<p>kirimkan karya sobat melalui form dibawah dan foto pendukung tulisan bisa dikirimkan ke unjkita@gmail.com dengan subject: Nama_Foto_Judul Tulisan</p>
<p>Seluruh peserta yang telah mengirimkan karya akan mendapatkan<em> e-certificate</em> sebagai bentuk apresiasi kami atas karya yang telah ditorehkan.</p>
<h3><strong>Disponsori oleh:</strong></h3>
<p><strong><span style="color: #ff0000;"><a style="color: #ff0000;" href="https://www.instagram.com/bananen_tq/">Bananen Crips</a>, <a style="color: #ff0000;" href="http://abroadyouth.id/">Abroad Youth</a>, <a style="color: #ff0000;" href="https://www.instagram.com/faraasyah.gallery/">Faraasyah Gallery,</a> <a style="color: #ff0000;" href="https://www.instagram.com/Zada_Oshop/">Zada Food</a>, <a style="color: #ff0000;" href="https://www.instagram.com/themitofficial/">Makaroni TheMit</a>, <a style="color: #ff0000;" href="https://www.instagram.com/coklatjodoh_dursaw/">Coklat Jodoh Duren Sawit</a>, <a style="color: #ff0000;" href="https://www.facebook.com/ArtVotary/">Artvotary</a>, dan <a style="color: #ff0000;" href="https://www.instagram.com/kiranscakencookies/">Kiran&#8217;s Cake n Cookies.</a></span></strong></p>
<p>Tunggu apa lagi, mari berpesta, sobat! <img src="https://s.w.org/images/core/emoji/17.0.2/72x72/1f609.png" alt="😉" class="wp-smiley" style="height: 1em; max-height: 1em;" /></p>
[ap-form id=&#8221;13&#8243;]
<p>The post <a href="https://unjkita.com/pestaliterasi2017/">Pesta Literasi UNJ KITA 2017</a> appeared first on <a href="https://unjkita.com">UNJKita.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pergerakan Mahasiswa Gaya Baru?</title>
		<link>https://unjkita.com/pergerakan-mahasiswa-gaya-baru/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[UNJKita.com &#124; @pemburukampus]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 27 Apr 2017 03:52:05 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Suara Anda]]></category>
		<category><![CDATA[Aksi]]></category>
		<category><![CDATA[Pergerakan Mahasiswa]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://unjkita.com/?p=7718</guid>

					<description><![CDATA[<p>Konsep awal suatu pergerakan mahasiswa berawal dari tahun-tahun yang panjang, dimana bahkan disaat itu Indonesia masih belum bisa mengibarkan bendera kebangsaannya. Budi utomo adalah salah...</p>
<p>The post <a href="https://unjkita.com/pergerakan-mahasiswa-gaya-baru/">Pergerakan Mahasiswa Gaya Baru?</a> appeared first on <a href="https://unjkita.com">UNJKita.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Konsep awal suatu pergerakan mahasiswa berawal dari tahun-tahun yang panjang, dimana bahkan disaat itu Indonesia masih belum bisa mengibarkan bendera kebangsaannya. Budi utomo adalah salah satu bukti nyata atas kisah pergerakan pemuda pada masa itu. Dimulai dengan pertemuan-pertemuan kecil antara orang-orang yang merasakan ketidak nyamanan atas kondisi yang terjadi disekitar mereka, kemudian menyadarkan dari hasil logika dan cara berfikir kritis yang cantik ala pemuda bahwa ketidak benaran yang memberikan ketidak nyamanan adalah dari olah sistem Negara yang diterapkan oleh pemerintah yang berpihak tidak sepenuhnya pada rakyat Indonesia.</p>
<p>Telah kita ketahui bahwa pada 17 Agustus 1945, Indonesia mencanangkan dirinya sebagai Negara yang bebas dari penjajahan dengan peran pemuda sebagai golongan orang yang dengan tegas dan berani melakukan penekanan pada Ir. Soekarno untuk segera melakukan pernyataan yang kini dapat kita rayakan sebagai hari kemerdekaan Indonesia.</p>
<p>Para pemuda dengan sadar mengharapkan suatu perbaikan dari permasalahan-permasalahan yang nyatanya telah menjadi suatu kenyamanan tersendiri bagi rakyat tanpa mereka sadari, seperti halnya pada awal kemerdekaan Indonesia, bahwa rakyat telah terbiasa dengan kondisi tertindas oleh bangsa lain, namun para pemuda dengan tegas mengatakan, “Cukup”. Sebab penindasan pada bangsa mereka sendiri adalah hal yang harus segera dicukupkan.</p>
<blockquote><p><strong>&#8220;Bila engkau melihat kemungkaran ubahlah dengan tan- gan (kekuatan), dan bila tidak mampu ubahlah dengan lidah (kritik/nasehat) dan bila tidak mampu juga ubahlah dalam hati dan itu adalah selemah-lemahnya iman.&#8221; Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam.</strong></p></blockquote>
<p>Namun dijajakannya pernyataan bahwa Indonesia telah merdeka bukanlah menjadi hal yang kemudian menampik segala tindak penjajahan oleh kepentingan suatu golongan yang mementingkan diri sendiri. Seusai pembacaan proklamasi, Ir. Soekarno menjadi presiden pertama bagi Indonesia yang dimana pidato-pidatonya sangat menginspirasi bagi sebagian golongan hingga pada akhirnya, rakyat lagi-lagi merasa nyaman dengan kalimat yang digelontorkan dengan apik oleh Ir. Soekarno, namun pemuda lagi-lagi merasakan benih-benih keresahan dimana kepemimpinan pada masa Soekarno mulai menghadap pada suatu kepentingan diluar kepentingan rakyat Indonesia.</p>
<p>Salah satu pemuda yang vokal dalam menyatakan keresahan dan ketidaknyamanan atas kondisi Negaranya adalah Soe Hok Gie, seorang pelajar keturunan tionghoa. “Saya putuskan bahwa saya akan demonstrasi. Karena mendiamkan kesalahan adalah kejahatan,” ujar Soe Hok Gie.</p>
<p>Keterampilannya membuat logika atas berbagai masalah yang terjadi pada masanya sehingga menjadi sebuah olahan pengetahuan bagi kawan-kawan mahasiswa dan pada akhirnya dengan kumpulan massa dari para pemuda yang semangatnya sedang tidak baik-baik saja mampu menggulingkan orde lama. Namun dalam hal ini, perlu kita ketahui bahwa pada kenyataannya, penggulingan Orde Lama tidak sepenuhnya dimotori oleh para Mahasiswa, namun juga hadirnya para TNI yang ikut andil menjatuhkan Orde Lama yang tentunya dengan di garis bawahi mengenai suatu kepentingan golongan. Hal ini terjadi tersebab tiga Mahasiswa yang memiliki idealisme tinggi sedang berada diluar zona masalah, atau tidak berada dilokasi masalah.</p>
<p>Kejadian ini menegaskan, bahwa idealisme adalah hal penting yang menjadi pilihan besar pada tiap mahasiswa untuk menentukan apakah ia akan menjadi pionir perubahan atau menjadi golongan yang tenggelam dalam gelombang kepasifan.<br />
Berlanjut pada masa orde baru yang lagi-lagi sempat melehakan rakyat dengan segala kemudahan ekonomi dan pendidikan, namun pada dasarnya rakyat sedang dinina bobokan dengan kepicikan politik sehingga menjadikan presiden kedua, Soeharto mampu menggoda tiap periode untuk kemudian mampu menjadikan jabatan presiden bagi Soeharto secara terus menerus.</p>
<p>Hal ini semakin meresahkan para mahasiswa atas data dan kajian atas meruginya rakyat Indonesia atas situasi tersebut, maka terjadilah aksi 98 besar dimana ekonomi Negara kian krisis. Kerusakan besarpun terjadi tersebab keresahan yang terlalu lama terpendam akibat peraturan pada masa Soeharto bahwa Mahasiswa atau bahkan rakyat sipil dilarang keras melakukan pergerakan menentang pemerintah atau dikenal sebagai kebijakan NKK (Normalisasi Kegiatan Kampus). Mahasiswa memiliki tugas besar untuk menyadari bahwa perlahan namun pasti, sistem Negara yang mana bila terus berlanjut tanpa ada orang-orang yang memperingati maka akan timbul suatu permasalah yang nantinya tidak lagi diatasi karena ketidak adanya revisi dari tiap kebijakan yang menyimpang. Presiden RI telah berganti tiap periodenya dengan membawa visi misinya yang harus tetap di kawal dengan pandangan yang netral.</p>
<p>Permasalahan terbesar terjadi pada gerakan mahasiswa ketika mahasiswa itu sendiri terlah terjual suara dan kelantangannya. Terjual dengan segala kenikmatan atas perkembangan zaman di tahun 2000. Terlebih ditekankannya pendidikan yang menggiurkan bagi tiap-tiap mahasiswa berprestasi pada akademiknya, secara besar-besaran menyerap semangat Mahasiswa untuk akhirnya memilih di jalan pembelaan rakyat, dan lebih memilih bersaing diantara tugas-tugas dan berbagai even ajang unjuk kemampuan intelektual dengan berbagai kemasan. Tanpa disadari Mahasiswa melupakan tujuan dicapainya intelektual pada tingkat Mahasiswa adalah untuk menjadi bahan atas jiwa kemanusiaan dan dasar kepekaan atas kondisi yang terjadi pada sekitarnya. Hal ini membawa pertanyaan besar, apakah pergerakan Mahasiswa perlu gaya baru?</p>
<blockquote><p><strong>Hal ini membawa pertanyaan besar, apakah pergerakan Mahasiswa perlu gaya baru?</strong></p></blockquote>
<p>Sebab permasalahan Indonesia semakin kompleks, berbagai penyimpangan dalam pengaturan kebijakan oleh pemerintah yang tentunya memberikan dampak pada rakyat kecil.<br />
Sebab zona perang pergerakan mahasiswa tidak lagi mengenai suatu tindakan yang dirasakan keresahan atas kekeliruannya oleh banyak pihak, bahkan mahasiswa kini memilih terjun bebas pada kesibukan pribadi meskipun mereka merasakan dan menyadari bahwa Indonesia semakin hanyut menuju jurang yang tidak bisa diprediksi jaraknya. Sebab zaman semakin menapaki pembaharuan atas setiap aspeknya. Maka, apakah pergerakan mahasiswa memerlukan suatu ‘gaya baru’ atau suatu pergerakan lama yang diperbaharui?</p>
<p>Perlu kita ketahui bahwa di berbagai Negara, suara pemberontakan yang dilakukan atas dasar keresahan bersumber pada golongan masyarakat yang memerlukan perubahan itu sendiri. Permasalah Negara kita adalah bahwa pergerakan Mahasiswa kini selalu mencanangkan bahwa mereka membela rakyat. Namun dapat kita temukan pada masa ini adalah, teknis demo dimana massa aksi digiring pada titik kumpul aksi dengan metromini atau kendaraan sejenis, ada yang tertidur selama perjalanan, ada yang melamun, ada yang bermain dengan gadgetnya, dan ada satu dua yang asyik berdiskusi mengenai berbagai isu. Berbagai rumah warga terlewat begitu saja, bahkan sangat mungkin bahwa rakyat sama sekali tidak memahami permasalahan apa yang dibawa Mahasiswa. Klimaks yang kemungkinan diketahui oleh masyarakat awam adalah sebuah keos atau insiden yang saling menyalahkan antar pihak. Hal yang mungkin terbentuk kemudaian dalam benak rakyat adalah bahwa mahasiswa melakukan pergerakan yang tidak mendasar dan tidak jelas.</p>
<blockquote><p><strong>Hal yang mungkin terbentuk kemudaian dalam benak rakyat adalah bahwa mahasiswa melakukan pergerakan yang tidak mendasar dan tidak jelas.</strong></p></blockquote>
<p>Maka, bagi pemuda dengan idealisme tinggi, mereka akan mengatakan satu kata bagi pemikiran ini adalah, Lawan.<br />
Soe Hok Gie dengan sukses memberikan pencerdasan dari berbagai aspek yang mencangkupi politik di dalam tiap bidang seperti budaya, seni, surat kabar, dan lain sebagainya agar mampu menyadarkan masyarakat sebagai objek yang ia bela sebagai penentangannya pada pemerintah.</p>
<p>Maka, bukan hal sulit bagi mahasiswa untuk berbagi hasil diskusi dan konsolidasi melalui satu dua jam percakapan dalam radio yang notabene mudah dikonsumsi masyarakat dengan radio maupun gadgetnya. Berbagi pandangan politik dan sosial dengan pembawaan yang menyenangkan tentunya akan mudah menarik jiwa kepekaan pada tiap individu. Pun Mahasiswa dalam perjalanan menuju lokasi aksi mampu tiga empat kali memberhentikan kendaraannya untuk membagikan selembaran masalah yang akan di angkat pada aksi saat itu dengan gaya penulisan yang mudah diserap masyarakat awam.</p>
<p>Melawan tiap permasalahan sekecil apapun dalam pergerakan Mahasiswa adalah bukti nyata kokohnya idealisme pemuda.<br />
Apakah pergerakan Mahasiswa membutuhkan gaya baru?</p>
<p><strong>Oleh: Wafa Kamilah<br />
akuwafazhera@gmail.com<br />
</strong></p>
<p>The post <a href="https://unjkita.com/pergerakan-mahasiswa-gaya-baru/">Pergerakan Mahasiswa Gaya Baru?</a> appeared first on <a href="https://unjkita.com">UNJKita.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
