<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Persoalan Kampus Archives - UNJKita.com</title>
	<atom:link href="https://unjkita.com/tag/persoalan-kampus/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://unjkita.com/tag/persoalan-kampus/</link>
	<description>Saling Menginspirasi untuk Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Thu, 07 Jan 2016 03:07:18 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.4</generator>

<image>
	<url>https://unjkita.com/wp-content/uploads/2018/08/cropped-unjkita-32x32.png</url>
	<title>Persoalan Kampus Archives - UNJKita.com</title>
	<link>https://unjkita.com/tag/persoalan-kampus/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Katanya KKN UNJ Disuruh Bayar Sendiri?</title>
		<link>https://unjkita.com/katanya-kkn-unj-disuruh-bayar-sendiri/</link>
					<comments>https://unjkita.com/katanya-kkn-unj-disuruh-bayar-sendiri/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Gia Ghaliyah]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 01 Jan 2016 16:23:11 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Info]]></category>
		<category><![CDATA[KKN UNJ]]></category>
		<category><![CDATA[Persoalan Kampus]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://unjkita.com/?p=935</guid>

					<description><![CDATA[<p>Sobat unjkita.com kali ini ada tulisan dari MORNING UNJ tentang KKN UNJ. Isu ini didapatkan dari salah satu follower OA MORNING UNJ. Di bawah ini ada...</p>
<p>The post <a href="https://unjkita.com/katanya-kkn-unj-disuruh-bayar-sendiri/">Katanya KKN UNJ Disuruh Bayar Sendiri?</a> appeared first on <a href="https://unjkita.com">UNJKita.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Sobat <a href="http://unjkita.com">unjkita.com</a> kali ini ada tulisan dari MORNING UNJ tentang KKN UNJ. Isu ini didapatkan dari salah satu <em>follower</em> OA MORNING UNJ. Di bawah ini ada <em>screen shot</em> sebuah percakapan via <em>WhatsApp</em> antara <em>follower</em> tersebut (mahasiswa) dan dosen pembimbing KKN-nya. Mari kita kawal isu ini!</p>
<div id="attachment_936" style="width: 419px" class="wp-caption aligncenter"><a href="http://unjkita.com/wp-content/uploads/2016/01/7338_1102017246476523_2556698806218849477_n.jpg" rel="attachment wp-att-936"><img fetchpriority="high" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-936" class=" wp-image-936" src="http://unjkita.com/wp-content/uploads/2016/01/7338_1102017246476523_2556698806218849477_n.jpg" alt="Percakapan antara mahasiswa yang akan melaksanakan KKN dengan dosen pembimbing KKN-nya" width="409" height="682" srcset="https://unjkita.com/wp-content/uploads/2016/01/7338_1102017246476523_2556698806218849477_n.jpg 480w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2016/01/7338_1102017246476523_2556698806218849477_n-180x300.jpg 180w" sizes="(max-width: 409px) 100vw, 409px" /></a><p id="caption-attachment-936" class="wp-caption-text"><em>Percakapan antara mahasiswa yang akan melaksanakan KKN dengan dosen pembimbing KKN-nya</em></p></div>
<p>Terlihat di gambar tersebut si dosen secara singkat menginformasikan bahwa mahasiswa UNJ tidak akan mendapatkan biaya KKN, kecuali biaya kelompok yang besarannya hanya 1 juta.</p>
<p>Semoga kabar ini tidak benar, tetapi sebagai upaya preventif, kita wajib mengawasi kebijakan kampus yang merugikan Mahasiswa UNJ. Jika kabar itu terbukti benar, kita semua wajib menolaknya. <em>Kenapa harus ditolak?</em></p>
<p>Ketika sudah bayar UKT, tidak perlu Lagi ada kewajiban Bayar KKN. Kita memang tidak membayar ke kampus, tetapi secara tidak langsung kampus memaksa kita agar membayar sendiri biaya hidup selama di desa.</p>
<p>Ketika Mahasiswa masih disuruh bayar sendiri biaya penginapan, transportasi, dan ongkos selama live in di desa, tandanya kampus sudah melanggar amanat UKT yang melarang segala bentuk pungutan dari mahasiswa. Pembiayaan KKN, termasuk biaya perjalanan, biaya hidup, penginapan serta fasilitas selama KKN seharusnya sudah masuk ke dalam komponen UKT.</p>
<p><strong>Ingat, UKT itu Uang Kuliah Tunggal, setunggal-tunggalnya!</strong></p>
<p>Saya tidak memprovokasi. Tetapi bicara berdasarkan ketentuan hukum yang berlaku. Permen Ristekdikti No. 22 Tahun 2015 pasal 8 s/d 10. Pembebanan biaya KKN hanya dapat dikenakan kepada mahasiswa yang sistem pembayarannya belum menggunakan sistem UKT yaitu mahasiswa SPP-BOP. <em>Mengapa demikian?</em> Hal ini soal asas UKT sebagai pembayaran biaya kuliah tunggal, artinya mahasiswa tidak diperkenankan dibebankan biaya apapun karena segala komponen pembebanan biaya kuliah telah terkandung dalam penyusunan BKT (Biaya Kuliah Tunggal).</p>
<p>Pelarangan penarikan pembayaran untuk hal apapun selain UKT, telah termuat dalam Peraturan Menteri Nomor 55 Tahun 2013, yang kemudian diperbarui pada tahun 2014 dalam Peraturan Menteri Nomor 73 Tahun 2014, kemudian diperbarui kembali pada tahun 2015 ini dalam Peraturan Menteri Nomor 22 Tahun 2015 tentang Biaya Kuliah Tunggal dan Uang Kuliah Tanggal Pada Perguruan Tinggi Negeri di Lingkungan Kementrian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi.</p>
<p>Sebagaimana pada Pasal 1 butir 5 yang menyatakan, Biaya Kuliah Tunggal yang selanjutnya disingkat BKT adalah keseluruhan biaya operasional mahasiswa per semester pada program studi di PTN. Kemudian pada pasal 8 disebutkan bahwa, PTN dilarang memungut uang pangkal dan/atau pungutan lain selain UKT dari mahasiswa baru Program Sarjana dan Program Diploma.</p>
<p>(semua peraturan bisa di googling-atau bisa download di-<em>link</em> ).</p>
<p>Jika melihat pada peraturan yang berlaku, beberapa kali diperbarui pun tetep tidak ada pungutan lain kepada mahasiswa selain UKT. Kemudian pada rincian penghitungan BKT yang dikeluarkan oleh Dikti, Dikti telah memasukkan program KKN yang meliputi:</p>
<ol>
<li>Insentif Dosen Pembimbing Lapangan</li>
<li>Alat Tulis Kantor</li>
<li>Bahan Habis Pakai</li>
<li>Transportasi</li>
<li>Biaya Hidup</li>
<li>Pelaksanaan Program oleh mahasiswa</li>
<li>Pelaksanaan Program oleh Universitas</li>
<li>Laporan</li>
</ol>
<p>(Khusus biaya hidup diberikan range oleh Dikti Rp 300.000-Rp 1.500.000/kegiatan per mahasiswa)</p>
<p>Adapun ketika pihak Universitas tetap bersikeras melakukan pebebanan biaya KKN dari mahasiswa, Universitas dapat dikenakan sanksi sesuai dengan Pasal 10 yang menyatakan, Apabila PTN melanggar ketentuan Pasal 8 dan/atau Pasal 9, pejabat yang bertanggung jawab di PTN tersebut akan dikenakan HUKUMAN DISIPLIN sesuai ketentuan peraturan perundangundangan.</p>
<p><em>Jadi, apakah UNJ masih nekad tidak memberikan biaya KKN kepada Mahasiswanya?</em></p>
<p>Jika kampus nekad memberikan 1 juta untuk satu kelompok tanpa pemberian biaya yang diwajibkan oleh dikti kita wajib untuk menolaknya. Bahkan harus memboikot KKN jika tuntutan kita tidak diindahkan. Coba hitung lagi jumlah kelompokmu ada berapa, berapa lama kamu di desa, dan <em>apa keperluan lain yang kamu butuhkan selama KKN selain makan, penginapan dan transportasi? </em></p>
<p>Saya bukannya mengajarkan kalian untuk bersikap manja, tetapi dimana ada pelanggaran dan kecurangan, kita semua wajib menuntut pertanggungjawaban pihak kampus.</p>
<p>Tertanda,<br />
<strong>MORNING UNJ!</strong></p>
<p>The post <a href="https://unjkita.com/katanya-kkn-unj-disuruh-bayar-sendiri/">Katanya KKN UNJ Disuruh Bayar Sendiri?</a> appeared first on <a href="https://unjkita.com">UNJKita.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://unjkita.com/katanya-kkn-unj-disuruh-bayar-sendiri/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Rektor UNJ: Bukan Rektor Biasa</title>
		<link>https://unjkita.com/rektor-unj-bukan-rektor-biasa/</link>
					<comments>https://unjkita.com/rektor-unj-bukan-rektor-biasa/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Gia Ghaliyah]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 28 Dec 2015 15:03:13 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Suara Anda]]></category>
		<category><![CDATA[FMIPA Pindah]]></category>
		<category><![CDATA[Persoalan Kampus]]></category>
		<category><![CDATA[Refleksi UNJ Akhir Tahun]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://unjkita.com/?p=869</guid>

					<description><![CDATA[<p>Ada surat cinta nih dari Riza, Kepala Departemen Dalam Negeri BEM UNJ.  Riza akhirnya ikut merilis tulisannya tentang realitas faktual dari mahasiswa UNJ dan memberi julukan...</p>
<p>The post <a href="https://unjkita.com/rektor-unj-bukan-rektor-biasa/">Rektor UNJ: Bukan Rektor Biasa</a> appeared first on <a href="https://unjkita.com">UNJKita.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Ada surat cinta nih dari Riza, Kepala Departemen Dalam Negeri BEM UNJ.  Riza akhirnya ikut merilis tulisannya tentang realitas faktual dari mahasiswa UNJ dan memberi julukan kita sebagai &#8220;Anak ayam sepuhan warna-warni&#8221;. <em>Sudahkah kamu membacanya? </em>Yuk dibaca, semoga ayahanda kita juga membaca surat cinta dari Riza ya.</p>
<blockquote><p>“Untukmu yang duduk sambil diskusi. Untukmu yang biasa bersafari, Disana. Di gedung Rektorat.”</p></blockquote>
<p>Akhir-akhir ini muncul berbagai tulisan yang menyentil sikap sensasi Rektor UNJ, Dr. Djaali, dengan beberapa kebijakan yang <em>nyeleneh</em>, padahal baru setahun menjabat, selayaknya bayi yang sedang lucu-lucunya. Tak lekang manuver beliau dengan segala titahnya, mulai UKT alias Uang Kuliah “Tak Terhingga”, parkiran kampus tidak sesuai SOP, dan terakhir yang tidak kalah bombastis ialah perpindahan ruang kuliah FMIPA ke kampus A UNJ. Kebijakan ini yang menyebabkan beberapa kalangan FMIPA dan FIK menjadi tidak harmonis, bak kisah adik dan kak yang berebut mainan. Oleh karena itu, saya rasa perlu angkat bicara perihal kasus perpindahan ruang kuliah FMIPA ini tanpa melupakan kasus-kasus sebelumnya (red; UKT dan Parkiran).</p>
<p>Berasal dari rahim yang sama, nurani saya berontak. Maka, mohon bacalah tulisan ini dengan seksama disela-sela kesibukan bapak. Ini adalah surat yang berisi realitas faktual dari Mahasiswa UNJ, mungkin dengan cara inilah kami bisa menuangkan keluh kesah karena kami paham kesibukan bapak, jika ingin bertemu harus membuat janji terlebih dahulu, yang mayoritas berbuah wacana dan penolakan. Bapak Djaali yang kami hormati, sehubungan dengan perpindahan FMIPA ke Kampus A, berarti hadir keruwetan baru, yaitu ada sekitar kurang lebih 1200 mahasiswa akan <em>sumsek-sumbel</em> memenuhi Kampus A.</p>
<p>Tidak dipungkiri, tanpa hadirnya FMIPA saja, kami sudah sulit menemukan ruang diskusi yang tenang karena terenggut bisingnya suara proyek pembangunan gedung dan minimnya lahan yang ada. Ditambah kurangnya asupan oksigen dikarenakan tidak ada lagi taman-taman indah nan asri berikut pohonnya yang rindang. Terbayang, bagaimana sesaknya Kampus A? Jangan salahkan jika berimbas pada makin melempemnya prestasi keilmuan UNJ (non kejuaran olahraga) akibat tidak acuhnya bapak dengan nasib penunjang akademis (red; ruang diskusi mahasiswa).</p>
<p style="text-align: center;"><strong>Baca juga: </strong><strong><span style="color: #b50d0d;"><a style="color: #b50d0d;" href="http://unjkita.com/fmipa-kecewa-fmipa-menuntut-haknya/">FMIPA Kecewa! FMIPA Menuntut Haknya!</a></span></strong></p>
<p>Rektor kami tercinta, tahukah bahwa peminat UNJ sudah meningkat dua sampai tiga kali lipat pada tiga tahun terakhir? Jadi, bayangkan kurang lebih 5000 orang mahasiswa baru akan kuliah di UNJ tiap tahunnya, dan dua per tiga diantara mereka akan kuliah di kampus A. Itu artinya akan semakin banyak jumlah mahasiswa yang wara-wiri di kampus A. Wow, bak domino rebah seribu, efek yang timbul disebabkan kepindahan FMIPA. Tolong jangan tutup mata, Pak!</p>
<p>Belum juga kering dalam pikiran, perihal parkir kampus yang makin muntah dijejali buntalan roda dua. Sebelum FMIPA pindah saja, kami sudah kesulitan untuk memarkirkan kendaraan, ditambah belum rampungnya pembangunan gedung parkir di depan Daksinapati FIP.</p>
<p>Selanjutnya, peristiwa hijrah FMIPA akan pula berimbas pada tempat ibadah kita, yaitu Masjid Nurul Irfan. Realitas berbicara bahwa ketika mahasiswa ingin salat, mereka harus menungu dua atau bahkan sampai tiga kali kloter, dimana tahun depan jika benar giliran Masjid Nurul Irfan dibangun, artinya kami harus sholat di mushola fakultas dan itu juga tidak akan mengurangi antrian sholat hingga tiga kali kloter atau bahkan lebih. <em>Wasting time</em>, bro!</p>
<p style="text-align: center;"><strong>Baca Juga: <a href="http://unjkita.com/lantas-dimanakah-mahasiswa-fmipa-akan-kuliah/">Lantas Dimanakah Mahasiswa FMIPA akan Kuliah?</a></strong></p>
<p>Bapak Rektor tercinta, kami bukanlah anak ayam sepuhan warna-warni yang rela dan senang hati bernaung di dalam kandang yang penuh sesak. Bayangkan sesaknya kampus A dua atau tiga tahun mendatang, Pak! Maaf jika bersamaan dengan tulisan ini menambah pekerjaan rumah di akhir tahun dan semoga tidak membuat tensi darah bapak meningkat.</p>
<p>Salam Cinta,</p>
<p>oleh: <strong>Riza Fahlevi </strong></p>
<p>Kadept Dalam Negeri BEM UNJ 2015</p>
<p>The post <a href="https://unjkita.com/rektor-unj-bukan-rektor-biasa/">Rektor UNJ: Bukan Rektor Biasa</a> appeared first on <a href="https://unjkita.com">UNJKita.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://unjkita.com/rektor-unj-bukan-rektor-biasa/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>FMIPA Kecewa! FMIPA Menuntut Haknya!</title>
		<link>https://unjkita.com/fmipa-kecewa-fmipa-menuntut-haknya/</link>
					<comments>https://unjkita.com/fmipa-kecewa-fmipa-menuntut-haknya/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Gia Ghaliyah]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 23 Dec 2015 16:09:29 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Info]]></category>
		<category><![CDATA[BEM dan Rektor]]></category>
		<category><![CDATA[FMIPA Pindah]]></category>
		<category><![CDATA[Persoalan Kampus]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://unjkita.com/?p=769</guid>

					<description><![CDATA[<p>unjkita.com &#8211; Aksi Solidaritas Cinta FMIPA (23/12/2015) memberikan suasana yang berbeda di Kampus A UNJ. Mahasiswa FMIPA yang tergabung dalam Aliansi Keluarga FMIPA (@aliansi_fmipa) berkumpul di...</p>
<p>The post <a href="https://unjkita.com/fmipa-kecewa-fmipa-menuntut-haknya/">FMIPA Kecewa! FMIPA Menuntut Haknya!</a> appeared first on <a href="https://unjkita.com">UNJKita.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://unjkita.com">unjkita.com</a> &#8211; Aksi Solidaritas Cinta FMIPA (23/12/2015) memberikan suasana yang berbeda di Kampus A UNJ. Mahasiswa FMIPA yang tergabung dalam Aliansi Keluarga FMIPA (<a href="https://twitter.com/aliansi_fmipa">@aliansi_fmipa</a>) berkumpul di depan lobi FMIPA, Kampus B untuk mendeklarasikan bahwa mahasiswa se-FMIPA menolak kepindahan FMIPA. Aksi solidaritas ini bertujuan untuk mendukung dekan FMIPA, Prof. Suyono, M.Si., untuk menolak kepindahan FMIPA dari Kampus B UNJ.</p>
<p>Berdasarkan <em>tweet</em> dari akun twitter <a href="https://twitter.com/aliansi_fmipa">@aliansi_fmipa</a>, Abd Mughni (Fisika FMIPA 2012) memaparkan beberapa fakta dari hasil audiensi dengan pimpinan FMIPA. Beberapa fakta yang telah dipaparkan Abd Mughni, diantaranya sesuai renstra FMIPA pindah tahun 2017, namun pembangunan Gedung Sarwahita di samping MNI belum selesai.</p>
<p>Selain itu, kepindahan FMIPA ke IDB Dewi Sartika (lantai 4 dan 6) dan Gedung FIK (lantai 2) untuk tiga jurusan tidaklah cukup. Kepindahan FMIPA ternyata tidak turut serta memindahkan laboratoriumnya. FMIPA membutuhkan 30 ruangan lebih untuk menampung kelas-kelas kuliah, namun faktanya hanya disediakan 15 ruangan saja, dan budaya diskusi FMIPA tidak akan mudah dilakukan di koridor IDB.</p>
<p>&#8220;Terakhir inget ya kita siap pindah jika hak dan kebutuhan kita layak didapatkan!&#8221; pungkas Abd Mughni (@mughniabd) di akhir <em>tweet</em>-nya.</p>
<p>Rektor UNJ, Prof. Djali, telah berjanji untuk datang ke FMIPA, Kampus B UNJ. Namun, faktanya Prof. Djali dikabarkan berhalangan hadir. Dan mahasiswa FMIPA bersama Dekan FMIPA melakukan audiensi kembali di Lapangan Voly.</p>
<p>Setelah audiensi, Aliansi Keluarga FMIPA melakukan Aksi Solidaritas Cinta FMIPA. Aksi dimulai dengan <em>long march</em> ke fakultas-fakultas di Kampus A UNJ. Beberapa mahasiswa FMIPA menyampaikan fakta-fakta hasil audiensi mengenai kepindahan FMIPA.</p>
<p><a href="http://unjkita.com/wp-content/uploads/2015/12/CW5r2-ZUAAApQ8a.jpg" rel="attachment wp-att-772"><img decoding="async" class="size-full wp-image-772 aligncenter" src="http://unjkita.com/wp-content/uploads/2015/12/CW5r2-ZUAAApQ8a.jpg" alt="CW5r2-ZUAAApQ8a" width="600" height="450" srcset="https://unjkita.com/wp-content/uploads/2015/12/CW5r2-ZUAAApQ8a.jpg 600w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2015/12/CW5r2-ZUAAApQ8a-300x225.jpg 300w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2015/12/CW5r2-ZUAAApQ8a-378x283.jpg 378w" sizes="(max-width: 600px) 100vw, 600px" /></a></p>
<p>&#8220;Berlanjut di depan FT dgn penjelasan mengenai fakta-fakta yangg tidak logis terkait pemindahan FMIPA. Kami menolak pindah!&#8221; ungkap akun twitter @aliansi_fmipa.</p>
<p>Menjelang sore hari, Aliansi Keluarga FMIPA melakukan aksi di depan gedung Rektorat. Mereka dengan tegas menyatakan sikap menolak kepindahan FMIPA, apabila ruangan kelas tidak mencukupi untuk proses perkualiahan mahasiswa FMIPA, fasilitas tidak layak, serta laboratorium FMIPA masih di kampus B.</p>
<p>&#8220;Jika memang hari ini tidak sesuai dengan apa yang kita harapkan. Namun persiapkan diri kalian untuk aksi selanjutnya!&#8221; tegas akun twitter @TAnKMIPA usai aksi.</p>
<p>Aliansi Keluarga FMIPA mengajak seluruh civitas akademika FMIPA untuk memperjuangkan hak-hak yang selama ini telah dimiliki. &#8220;Wajar rekan-rekan mahasiswa FMIPA melakukan aksi. Hajat kuliah mereka terancam dan mengambang,&#8221; kata Rony Setiawan, Ketua BEM UNJ 2015.</p>
<p>&#8220;Kita hari ini adalah membela hak-hak yang perlu kita perjuangkan. Kita memang berhak menuntut hak-hak kita. Hidup mahasiswa! Kita kecewa? Pasti! Dengan kekecewaan ini akan menambah semangat kita untuk menjunjung tinggi menyuarakan hak-hak kita <a class="twitter-hashtag pretty-link js-nav" dir="ltr" href="https://twitter.com/hashtag/FMIPABersatuTakMudahDipindahkan?src=hash" data-query-source="hashtag_click"><s>#</s><b>FMIPABersatuTakMudahDipindahkan</b></a>.&#8221; ungkap akun twitter @aliansi_fmipa.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>The post <a href="https://unjkita.com/fmipa-kecewa-fmipa-menuntut-haknya/">FMIPA Kecewa! FMIPA Menuntut Haknya!</a> appeared first on <a href="https://unjkita.com">UNJKita.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://unjkita.com/fmipa-kecewa-fmipa-menuntut-haknya/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Lantas, Dimanakah Mahasiswa FMIPA Akan Kuliah?</title>
		<link>https://unjkita.com/lantas-dimanakah-mahasiswa-fmipa-akan-kuliah/</link>
					<comments>https://unjkita.com/lantas-dimanakah-mahasiswa-fmipa-akan-kuliah/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Gia Ghaliyah]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 22 Dec 2015 15:52:45 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Suara Anda]]></category>
		<category><![CDATA[BEM dan Rektor]]></category>
		<category><![CDATA[FMIPA Pindah]]></category>
		<category><![CDATA[Persoalan Kampus]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://unjkita.com/?p=712</guid>

					<description><![CDATA[<p>Yang saya hormati saudara saudariku mahasiswa FMIPA UNJ. Satu yang kutahu dan yg kubanggakan, FMIPA bersatu tak mudah dikalahkan! Kini kita diramaikan dengan isu dadakan...</p>
<p>The post <a href="https://unjkita.com/lantas-dimanakah-mahasiswa-fmipa-akan-kuliah/">Lantas, Dimanakah Mahasiswa FMIPA Akan Kuliah?</a> appeared first on <a href="https://unjkita.com">UNJKita.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="line-height: 1.5;">Yang saya hormati saudara saudariku mahasiswa FMIPA UNJ.</span></p>
<p><span style="line-height: 1.5;"> Satu yang kutahu dan yg kubanggakan, FMIPA bersatu tak mudah dikalahkan! </span></p>
<p><span style="line-height: 1.5;">Kini kita diramaikan dengan isu dadakan ala mie instan, tentang sebuah perpindahan fakultas kebanggaan. Berdasarkan rencana strategis UNJ, seharusnya kepindahan fakultas kita dilaksanakan pada 2017. Perlu saudara ketahui, saya sudah melakukan audiensi kecil-kecilan dan mendapatkan informasi bahwa pembangungan -re: pembongkaran- kompleks FMIPA sudah dimenangkan oleh salah satu PT, dan kini kita hanya menunggu surat edaran rektorat tentang perpindahan kita. </span></p>
<p><em><span style="line-height: 1.5;">Lantas dimanakah kita akan kuliah? </span></em></p>
<p><span style="line-height: 1.5;">Saya akan sampaikan sedikit pandangan saya yang menolak perpindahan FMIPA, di awal tahun 2016 ini: </span></p>
<ol>
<li><span style="line-height: 1.5;">Gedung Sarwahita (samping MNI) yang sejatinya diperuntukan untuk FMIPA, belum selesai dalam pembangunan, sehingga FMIPA akan ditransitkan di Gedung Dewi Sartika lantai 4 dan 6 serta lantau 2 gedung FIK. </span>Dengan jumlah kelas yang ada di MIPA saja sebenarnya kurang untuk menampung mahasiswa, <em>lantas bagaimana dengan tempat pindah kita?</em> A<em>dakah ruang dosen untuk sekadar melepas lelah sebelum kembali menuntaskan amanah? Bahkan isu terakhir adalah gedung tersebut bukan untuk kita tetapi untuk FIP, lalu maukah FMIPA ditelantarkan dalam kampus ibu kota ?</em></li>
<li>FMIPA memiliki atmosfer yang khas dalam balutan kebersamaan, kesejukan lingkungan, ramainya tempat diskusi, serta suasana yang nyaman, tenang, dan rindang. Ketika pindah, kami menginginkan tempat yang layak. Bukan sekadar memindahkan demi sebuah kepentingan golongan.</li>
<li>Keberadaan laboratorium untuk sementara masih di kampus B. Artinya, mahasiswa akan sering bolak-balik kampus A-B. Padahal kita semua tahu, lift di gedung Dewi Sartika hanya dua dengan antrean yang luar biasa. Jika menggunakan tangga pun waktu yang ditempuh akan lama. Belum lagi metromini yang hari ini tidak beroperasi. Sehingga, Bis Transjakarta menjadi solusi, namun jumlah armada yang ada masih belum mencukupi, sehingga membuat mahasiswa terus menanti. Hingga akhir cerita adalah kita harus berjalan kaki. Otomatis efektifitas perkuliahan akan menurun.</li>
</ol>
<p>Saya mengajak saudara saudariku untuk bergabung dalam gerakan mendukung Dekan FMIPA, Prof. Dr. Suyono, M.Si., untuk menolak kepindahan FMIPA.</p>
<p><a href="http://unjkita.com/wp-content/uploads/2015/12/922951_548538985298879_8321217101664141272_n.jpg" rel="attachment wp-att-728"><img decoding="async" class="size-full wp-image-728 aligncenter" src="http://unjkita.com/wp-content/uploads/2015/12/922951_548538985298879_8321217101664141272_n.jpg" alt="922951_548538985298879_8321217101664141272_n" width="480" height="480" srcset="https://unjkita.com/wp-content/uploads/2015/12/922951_548538985298879_8321217101664141272_n.jpg 480w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2015/12/922951_548538985298879_8321217101664141272_n-150x150.jpg 150w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2015/12/922951_548538985298879_8321217101664141272_n-300x300.jpg 300w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2015/12/922951_548538985298879_8321217101664141272_n-320x320.jpg 320w" sizes="(max-width: 480px) 100vw, 480px" /></a></p>
<p>Selama ini FMIPA dinilai setuju setuju saja dengan keputusan kepindahan, karena tidak ada GERAKAN. Kami menuntut hak kami akan kewajiban-kewajiban yang telah kami penuhi. Senjata kami adalah pena, kekuatan kami ada nyawa. Selama hayat masih di kandung badan, raga akan terus berkorban. Mari bergabung dalam barisan, wahai saudaraku sekalian.</p>
<p>FMIPA bersatu tak mudah dipindahkan!</p>
<p><strong>Bagus Tito Wibisono (Biologi FMIPA 2012)</strong></p>
<p>The post <a href="https://unjkita.com/lantas-dimanakah-mahasiswa-fmipa-akan-kuliah/">Lantas, Dimanakah Mahasiswa FMIPA Akan Kuliah?</a> appeared first on <a href="https://unjkita.com">UNJKita.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://unjkita.com/lantas-dimanakah-mahasiswa-fmipa-akan-kuliah/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Mengapa FMIPA UNJ Harus Pindah?</title>
		<link>https://unjkita.com/mengapa-fmipa-unj-harus-pindah/</link>
					<comments>https://unjkita.com/mengapa-fmipa-unj-harus-pindah/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Gia Ghaliyah]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 22 Dec 2015 07:03:56 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Info]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Anda]]></category>
		<category><![CDATA[FMIPA Pindah]]></category>
		<category><![CDATA[Persoalan Kampus]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://unjkita.com/?p=674</guid>

					<description><![CDATA[<p>Senin, 14 Desember 2015, Forum Diskusi Tank MIPA  mengadakan diskusi di saung hijau Kampus B dengan tema bahasan &#8220;MIPA PINDAH? SUDAH SIAP?&#8221;. Diskusi ini dihadiri...</p>
<p>The post <a href="https://unjkita.com/mengapa-fmipa-unj-harus-pindah/">Mengapa FMIPA UNJ Harus Pindah?</a> appeared first on <a href="https://unjkita.com">UNJKita.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: left;">Senin, 14 Desember 2015, Forum Diskusi Tank MIPA  mengadakan diskusi di saung hijau Kampus B dengan tema bahasan &#8220;MIPA PINDAH? SUDAH SIAP?&#8221;. Diskusi ini dihadiri oleh tiga calon Ketua BEM FMIPA 2016 sebagai narasumber, yaitu M. Zidni Rizky Ardani, Mohamad hafizh, dan Ichsan Nur Darmawan. Dari hasil diskusi tersebut, ada beberapa <em>point</em> penting untuk kita ketahui sebagai civitas akademika FMIPA dan UNJ.</p>
<h4 style="text-align: left;"><em>Mengapa Harus Pindah?</em></h4>
<p style="text-align: left;">Zidni menuturkan bahwa ada perjanjian antara UNJ dan Pemerintah DKI Jakarta terkait pusat arena olahraga dan atlet untuk persiapan ASEAN Games 2018. Untuk itu, Kampus B UNJ akan menjadi sentral wilayah arena dan asrama para atlet yang &#8220;katanya&#8221; akan dibangun mulai tahun 2016. Oleh karena itu, gedung FMIPA yang berada di Kampus B otomatis harus dipindahkan ke Kampus A.</p>
<p style="text-align: left;">Berdasarkan hasil pertemuan mahasiswa yang terdiri dari perwakilan BEM Jurusan, BEM Fakultas, KPU Jurusan, KPU Fakultas dengan dekanat FMIPA, dekanat memberikan informasi bahwa terhitung Januari 2016 FMIPA akan dipindah ke IDB dewi sartika lantai 4, 5, 6, dan 7. <em>Loh? Bukannya ada gedung baru yang &#8220;katanya&#8221; sedang dibangun untuk FMIPA?</em> Yang disebelah MNI ituloh&#8230;.. Dekanat juga mengabarkan bahwa gedung tersebut nantinya akan digunakan oleh FMIPA, namun tidak di tahun ini. Bisa jadi untuk FBS yang katanya akan dibangun, atau FIS, atau FE, atau bisa untuk FMIPA sendiri. Satu-satunya hal yang pasti ialah bahwa FMIPA akan menempati IDB Dewi Sartika.</p>
<p style="text-align: left;">Bayangkan bagaimana kerasnya persaingan di evalator gedung saat pergantian kelas. Belum lagi untuk kamu yang masih banyak SKS praktikum, maka kamu juga harus bolak-balik kampus A dan B dalam satu hari. <em>Kenapa?</em> Karena FMIPA hanya pindah perkuliahannya saja, belum dengan laboratorium-laboratoriumnya. Jadi, mahasiswa Biologi, Kimia, dan Fisika akan tetap bolak-balik kampus A dan B untuk praktikum dan juga kuliah.</p>
<p style="text-align: left;">Mirisnya, <em>Green  House</em> milik jurusan biologi yang baru setahun digunakan, terpaksa juga harus dipindahkan. Padahal, pembangunannya saja memakan biaya kurang lebih 150 juta. Coba deh, kamu lihat di depan pintu <em>Green House</em>, di sana tertera biaya pembangunan rumah yang pernah menjadi tempat menanamnya Komunitas Mahasiswa Berkebun FMIPA.</p>
<p style="text-align: left;">Lalu, gedung FMIPA rencananya akan mulai direhab. Entah diperuntukkan untuk apa karena memang belum ada sosialisasi mengenai perpindahan ini dengan jelas. Bahkan, dosen-dosen FMIPA pun bertanya-tanya mengenai perpindahan yang tidak disertai dengan perpindahan laboratorium ini.</p>
<p style="text-align: left;"><em>Bagaimana dengan saung-saung dan sekretariat BEM dan BPM pengganti saat FMIPA pindah di kampus A?</em> Jawabannya, kalau Januari 2016 kita sudah pindah, tentu tidak ada sekretariat ataupun saung kemahasiswaan. <em>Lalu dimana forum-forum civitas akademika FMIPA yang biasanya bertebaran setiap hari? Dimana sekretariat mahasiswa?</em> <em>Dimana saung-saung yang menjadikan budaya ilmiah di FMIPA selama ini terjaga?</em> <em>Mungkinkah di koridor?</em> Hafidz menerangkan bahwa dilihat dari keberadaan mahasiswa jurusan Matematika yang sudah lebih dahulu pindah ke kampus A, ternyata koridor-koridor itu tidak efektif, jika digunakan untuk diskusi, forum, apalagi rapat. <em>Mengapa?</em> Karena setiap forum pasti akan menimbulkan suara-suata yang dapat mengganggu pembelajaran di dalam kelas. &#8220;Biasanya kalau ada yang diskusi di koridor kita diusir karena berisik dan mengganggu yang belajar pastinya,&#8221; tuturnya. Hmm,<em> bagaimana yaa budaya diskusi dan nongkrong ilmiah yang menjadi salah satu ciri khas MIPA?</em></p>
<p style="text-align: left;">Selain saung juga pasti kita kenal banget dengan ini. Yap. MUA (Masjid Ulul Albab) yang menjadi pusat kerohanian islam kampus B yang saat ini didominasi oleh mahasiswa FMIPA, <em>siapakah yang lantas mengurusnya?</em> <em>Lalu, apa kabar bapak dan ibu kantin mipa? Bapak Cleaning service, babeh parkir? Apakah ladang rezeki mereka juga harus tergarap tanpa kepastian jelas seperti ini?</em> Belum lagi fasilitas parkiran kampus A. Belum ada warga MIPA saja sudah amburadul tak karuan dan menuai banyak protes mengenai kurangnya fasilitas, kehilangan helm, dan pelayanan dari ni*ga parking. Satu masalah belum selesai, ditambah lagi masalah baru. <em>Lucu bukan?</em></p>
<p style="text-align: left;">Permasalahan kita saat ini berdasarkan penuturan Zidni, Hafizh, dan Ichsan ialah:</p>
<ol style="text-align: left;">
<li style="text-align: justify;">Ada apa sebenarnya dibalik kepindahan FMIPA yang terkesan &#8220;mendadak&#8221;? Jika belum siap dari segi fasilitas, mengapa harus tergesa-gesa?</li>
<li style="text-align: justify;">Fasilitas saung dan tempat diskusi yang menjadi sarana pergerakan aktivitas organisasi dan keilmiahan mahasiswa selama ini belum mumpuni di kampus A.</li>
<li style="text-align: justify;">Laboratorium dan sekretariat BEM yang masih terletak di kampus B menjadi pertanyaan besar mengapa harus bulan Januari 2016 pindahnya?</li>
<li style="text-align: justify;">Fasilitas parkiran dan salat di MNI yang sudah padat ditambah dengan mahasiswa FMIPA nantinya, namun tanpa pembangunan terlebih dahulu</li>
<li style="text-align: justify;">Untuk siapa gedung baru sebenarnya?</li>
<li style="text-align: justify;">Bagaimana nasib MUA, pegawai kampus B, dan pedagang kantin?</li>
</ol>
<p style="text-align: left;">&#8220;Tentulah diskusi ini kita harapkan untuk mencari solusi, bukan hanya permasalahan dan kendala yang dihadapi,&#8221; pungkas Ichsan.</p>
<p style="text-align: left;"><em>Lalu, bagaimana langkah selanjutnya dari civitas akademika FMIPA?</em></p>
<p style="text-align: left;"><strong>Halimatus Sa&#8217;diah (Biologi FMIPA 2013)</strong></p>
<p>The post <a href="https://unjkita.com/mengapa-fmipa-unj-harus-pindah/">Mengapa FMIPA UNJ Harus Pindah?</a> appeared first on <a href="https://unjkita.com">UNJKita.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://unjkita.com/mengapa-fmipa-unj-harus-pindah/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
