Home Berita “Mulai Dengan Senyum” Lewat Puisi a la Ganes Harpendya

“Mulai Dengan Senyum” Lewat Puisi a la Ganes Harpendya

60

Halo hai sobat UNJKITA. Setelah sebelumnya ada Fajar Subhi dengan novel “Kelana”nya, kita juga punya penulis baru juga nih sob. Penulis ganteng kita yang satu ini bernama Ganes Harpendya dari program studi Pendidikan Kewarganegaraan angkatan 2016 loh. Buku perdananya ini merupakan kompilasi puisi-puisinya, buku yang memiliki tebal 70 halaman ini memiliki judul “Mulai Dengan Senyum”.

Baca Juga: “Berkelana” Bersama Fajar Subhi

Yuk langsung saja kita simak hasil wawancara tim redaksi UNJKITA dengan Ganes!

1. Halo Ganes, bisa cerita sedikit kah untuk gambaran terkait buku Mulai Dengan Senyum?

Halo juga UNJKITA! Buku ini merupakan buku kumpulan puisi saya yang saya kumpulkan sejak tahun 2015–2018. Total terdapat 45 puisi dalam buku ini. Puisi–puisi yang ada di dalam buku ini ditulis sebagian besar berasal dari pengalaman saya. Saya berusaha menyajikannya dengan pesan–pesan dan renungan yang dapat dikatakan sebagai hikmah dari pengalaman saya tadi. Mulai puisi cinta, galau, semangat, motivasi, perjuangan dan puisi–puisi yang bisa mendekatkan kita kepada Tuhan YME ada disini. Sederhana namun penuh makna hehe.

2. Selanjutnya Ganes, apa sih motivasi kamu sampai bisa menuliskan buku ini?

Sebenernya awal motivasi untuk membukukan puisi–puisi ini engga direncanakan sama sekali. Saya nulis puisi yang memang karena suka aja merangkai kata. Memaknai sebuah peristiwa dengan merubahnya menjadi kata–kata yang indah. Jadi ya motivasinya itu ngalir gitu aja tanpa rencana nulis puisi ini untuk dijadikan sebuah buku. Tapi kalau ditanya kok bisa jadi sebuah buku? Ini memang takdir aja sih hehe, ada jalan yang ngebuat tulisan saya yang “berceceran” di kumpulin dan akhirnya bisa jadi buku. Motivasi membukukan karena biar abadi aja tulisan saya, dan bisa dinikmati sama orang lain. Yang terpenting bagi saya, buku ini jadi acuan semangat saya untuk terus menulis dan mengembangkan tulisan saya hehehe

Baca juga: Menjadi Mahasiswa Aktivis Era Milenial A La Ubedilah Badrun

3. Wah, jadi begitu ya Ganes. Mengalir begitu aja, lalu butuh waktu berapa lama sih untuk pengerjaan buku ini?

Seperti yang udah saya jelasin diatas. Kalo pengerjaannya tulisannya sudah dari 3 tahun lalu. Tetapi untuk pengumpulan naskahnya butuh beberapa hari aja. Karena mesti nyari postingan tulisan lama ini di beberapa media sosial.

4. Pertanyaan ke-4, bisa cerita gak Ganes terkait proses pengerjaan buku ini dari mulai pembuatan naskah sampai naik cetak?

Proses pembuatan naskah terbilang cukup singkat sih, karena tulisan saya hanya tinggal dikumpulkan jadi satu naskah. Kurang lebih kalau ditambah beberapa syarat naskah itu butuh satu bulan. Syarat-syaratnya berupa sinopsis, prakata, testimoni, dan profil. Proses editing naskah, layout dan sebagainya dari editor juga engga butuh waktu lama, sekitar satu minggu sudah selesai. Nah yang lama itu adalah nunggu nomor ISBN dari perpustakaan nasional, karena mesti antri sama penulis dan penerbit lain, bisa sampai dua bulan waktunya. Setelah ISBN udah keluar sebenarnya udah bisa naik cetak. Karena penerbit buku saya adalah penerbit indie dan self publishing jadi lebih bebas untuk cetaknya. Terakhir promosi dan PO hehe

5. Terakhir Ganes, bisa kasih sepatah kata motivasi untuk sobat UNJKITA yang juga suka menulis!

Untuk kamu yang suka menulis, teruslah menulis. Teruslah bekerja untuk keabadian. Karena tulisan mu juga dapat menjadi amal jariyah kelak. Jangan pernah ingin mati untuk dilupakan, jangan hanya membaca tanpa pernah menuliskan.
Jika hasil belajar adalah sisa-sisa yang teringat dari beberapa yang terlupa. Maka lengkapilah dengan menulis untuk tetap mengingat dari beberapa sisa yang terlupa.

Baca juga: Reds Soldier Terbitkan Buku Pergerakan

Komentar Kamu?