<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Hardiknas Archives - UNJKita.com</title>
	<atom:link href="https://unjkita.com/tag/hardiknas/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://unjkita.com/tag/hardiknas/</link>
	<description>Saling Menginspirasi untuk Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Sat, 20 May 2017 17:47:33 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.4</generator>

<image>
	<url>https://unjkita.com/wp-content/uploads/2018/08/cropped-unjkita-32x32.png</url>
	<title>Hardiknas Archives - UNJKita.com</title>
	<link>https://unjkita.com/tag/hardiknas/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Minimnya Demokrasi, Tingkatkan Komersialisasi</title>
		<link>https://unjkita.com/minimnya-demokrasi-tingkatkan-komersialisasi/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[UNJKita.com &#124; @pemburukampus]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 04 May 2017 14:23:59 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Suara Anda]]></category>
		<category><![CDATA[Aksi]]></category>
		<category><![CDATA[Hardiknas]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://unjkita.com/?p=8253</guid>

					<description><![CDATA[<p>UUD 1945 pasal 28E ayat 3 berbunyi &#8220;Setiap orang berhak atas kebebasan berserikat, berkumpul, dan mengeluarkan pendapat&#8221;. Terasa berat ya kalau berbicara tentang hukum&#8230; Apa...</p>
<p>The post <a href="https://unjkita.com/minimnya-demokrasi-tingkatkan-komersialisasi/">Minimnya Demokrasi, Tingkatkan Komersialisasi</a> appeared first on <a href="https://unjkita.com">UNJKita.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>UUD 1945 pasal 28E ayat 3 berbunyi &#8220;Setiap orang berhak atas kebebasan berserikat, berkumpul, dan mengeluarkan pendapat&#8221;. Terasa berat ya kalau berbicara tentang hukum&#8230; Apa lagi itu merupakan hukum yang paling tinggi.</p>
<p>Baru-baru ini kita telah gegap gempita dalam merayakan hari pendidikan nasional. Masyarakat miniatur peradaban UNJ merayakannya dengan banyak hal. Ada yang merayakannya dengan upacara sampai menyampaikan pendapat (aksi) ke Kemendikbud dan Kemenristekdikti.</p>
<p>Hampir genap 19 tahun kita telah beranjak dari momentum reformasi. Dan selama itulah kita mengisi masa-masa pasca reformasi dengan tetap mengeluarkan pendapat. Namun ironisnya, setelah sekian lama kita memaknai kata reformasi dan kebebasan beraspirasi, tepat tanggal 2 mei kemarin hal itu dinodai begitu saja.</p>
<p><strong>Baca juga: <span style="color: #800000;"><a style="color: #800000;" href="http://unjkita.com/refleksi-hari-pendidikan-apa-kabar-wahai-kampusku/">Refleksi Hari Pendidikan: Apa Kabar Wahai Kampusku?</a></span></strong></p>
<p>Dengan maksud untuk melakukan agitasi dalam rangka aksi hardiknas di kemendikbud dan kemenristekdikti, tiba-tiba mobil sound yang baru beberapa meter memasuki kampus (tepatnya dipersimpangan FIP-Bakhum) dihentikan begitu saja oleh birokrator kampus.</p>
<p>Secara garis besar oknum birokrator tersebut melarang mobil sound masuk untuk agitasi dengan berlandaskan tiga hal, yaitu karena ada acara salah satu stasiun televisi yang sedang live, kebisingan suara mobil sound dan juga khawatir menimbulkan kemacetan karena mobil sound berjalan lambat.</p>
<p>Pada saat negosiasi ditempat, mahasiswa sudah mengajukan opsi untuk meminimkan suara di titik yang memang sedang diselenggarakan acara dan juga menawarkan untuk mempercepat laju mobil sound. Namun ternyata usul itu ditolak dengan alasan bahwa, &#8220;mobil kaya gitu gak boleh masuk&#8221; dan katanya &#8220;emang sudah aturannya kayak gitu&#8221;.</p>
<blockquote><p><strong>Sungguh ironisnya, demokrasi yang sudah sejak lama kita junjung nampaknya diciderai begitu saja.</strong></p></blockquote>
<p>Yang pertama, jika memang alasan kebisingan lah yang dikedepankan, tetapi mengapa acara-acara yang menggunakan suara lebih besar diperbolehkan? &#8220;Oh karena mereka ada izin&#8221;</p>
<p>Lantas, jika memang harus mengajukan surat izin (untuk agitasi dengan mobil sound), mana peraturannya? Kapan disosialisasikannya?</p>
<p>Rasanya tidak perlu saya utarakan secara gamblang lagi, pada awal tulisan ini sudah saya kemukakan hukum tertinggi yang jelas-jelas menjamin hak untuk mengeluarkan pendapat. Dan kalaupun ada hukum yang melarang adanya penyampaian aspirasi, kembali lagi kepada asas <em>Lex superior derogat legi inferior</em> (peraturan yang lebih tinggi mengesampingkan yang rendah).</p>
<p>Keadaan pembungkaman aspirasi, kritik, dan demokrasi dalam kampus yang sekarang ini sedang menuju kembali kepada era orde baru semakin diperparah dengan adanya agenda komersialisasi pendidikan. Dimana kini lembaga pendidikan mengalami pergeseran tujuan dari lembaga pendidikan menjadi perusahaan peraup keuntungan.</p>
<p>Sudah suatu ketidaklaziman yang dengan tidak sengaja dilazimkan bahwa biaya pendidikan tiap tahunnya akan mengalami kenaikan. Hingga, sekarang ini sudah timbul<em> status quo</em>, jika ingin pintar kamu harus kaya!</p>
<p>Dan lagi, dengan biaya yang semahal itu, kampus masih saja membuka tangannya untuk bekerjasama dengan pihak-pihak yang ingin menyelenggarakan kegiatan yang berorientasi keuntungan dan jauh dari habitus intelektual. Lagi-lagi hal itu dilakukan dengan landasan &#8220;atas nama baik kampus&#8221;.</p>
<p>Mohon maaf, bukan maksud untuk menggeneralisasi segala macam kegiatan itu mengkomersialisasi kampus. Memang ada bagusnya kalau ada beberapa kegiatan seperti itu. Tetapi, menurut saya alangkah lebih baiknya jika hal tersebut masih tetap menjaga koridor intelektual kita sebagai kaum yang mendiami miniatur peradaban.</p>
<p>Yahhh&#8230; Namun beginilah faktanya. Beginilah keadaannya. Beginilah ironisnya.</p>
<p><strong>Baca juga: <span style="color: #800000;"><a style="color: #800000;" href="http://unjkita.com/menanggapi-tulisan-wajah-kampus-mulai-bopeng-oleh-ubedilah-badrun/">Menanggapi Tulisan “Wajah Kampus Mulai Bopeng? Oleh: Ubedilah Badrun”</a></span></strong></p>
<p>Memang hari ini kita menuju kepada kondisi pembungkaman seperti orde baru. Bahkan bisa dikatakan, menuju kondisi &#8220;neo orde baru&#8221;. Dimana pembungkaman yang terjadi dipercantik dengan adanya permasalahan lain yang mengekor dibelakangnya. Seperti masalah komersialisasi ini.</p>
<p>Dan akan ada suatu pertanyaan besar yang sama-sama akan lewat dalam benak kita. &#8220;Jika kondisi yang hari Ini terus dibiarkan begitu saja, akankah muncul gejolak besar di kemudian hari?&#8221;</p>
<p><strong>Oleh: Akbar Kurnianto (Mahasiswa UNJ)</strong></p>
<p>The post <a href="https://unjkita.com/minimnya-demokrasi-tingkatkan-komersialisasi/">Minimnya Demokrasi, Tingkatkan Komersialisasi</a> appeared first on <a href="https://unjkita.com">UNJKita.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Refleksi Hari Pendidikan: Apa Kabar Wahai Kampusku?</title>
		<link>https://unjkita.com/refleksi-hari-pendidikan-apa-kabar-wahai-kampusku/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[UNJKita.com &#124; @pemburukampus]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 04 May 2017 13:54:12 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Suara Anda]]></category>
		<category><![CDATA[Aksi]]></category>
		<category><![CDATA[Hardiknas]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://unjkita.com/?p=8301</guid>

					<description><![CDATA[<p>Masih terngiang di pikiran kita semua mengenai Hari Pendidikan. Bersorak sorai masing-masing elemen masyarakat dalam memperingati Hari Pendidikan. Ada yang memperingatinya dengan cara pawai pendidikan,...</p>
<p>The post <a href="https://unjkita.com/refleksi-hari-pendidikan-apa-kabar-wahai-kampusku/">Refleksi Hari Pendidikan: Apa Kabar Wahai Kampusku?</a> appeared first on <a href="https://unjkita.com">UNJKita.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Masih terngiang di pikiran kita semua mengenai Hari Pendidikan. Bersorak sorai masing-masing elemen masyarakat dalam memperingati Hari Pendidikan. Ada yang memperingatinya dengan cara pawai pendidikan, festival bertajuk pendidikan, aksi turun ke jalan hingga refleksi malam. Tiada yang salah selagi dalam memperingati pendidikan dengan terdidik.</p>
<p>Kampusku, yang dikatakan sebagai kampus pendidikan dengan lulusan (pada umumnya) sebagai tenaga pengajar. Apa kabar wahai kampusku? Wisma yang dirubuhkan dan akan dibangun hotel, benarkah? Hingga banyak komersial yang masuk ke dalam kampus (pendidikan) dan mengadakan acara ‘hedon’, dalam artian jauh dari kultur pendidikan. Kemana habitus intelektual dalam suatu miniatur peradaban?</p>
<p>Dalam struktur sosial, ada kekuasaan dan wewenang. Kekuasaan itu penting dalam suatu birokrasi. Kekuasaan itu bagaimana kemampuan (penguasa) dalam mempengaruhi (yang dikuasainya). Hal tersebut didapatkan dari kedudukan dan kepercayaan (Haryanto, 2005). Baiklah, dari segi kedudukan seorang pimpinan universitas memang sah secara legalitas. Apakah dari segi kepercayaan telah didapatkan olehnya? Kekuasaan yang bersumber dari kepercayaan hanya muncul di masyarakat di mana anggota-anggotanya mempunyai kepercayaan yang dimiliki pemegang kekuasaan. Artinya, bisa dikatakan bahwa kebanyakan masyarakat UNJ yang belum mempercayakan pada pimpinannya. Kenapa? Atas perilaku yang diperbuat.</p>
<p>Saya dengar ada beberapa (bahkan banyak) dosen yang mengkritik seorang pimpinannya malah ditangkis secara unprofesional. Ada ungkapan bahwa mereka (dosen yang mengkritik) dipanggil polisi. Saat 2 Mei kemarin, ketika perwakilan massa aksi ingin melakukan agitasi mengelilingi UNJ dengan menggunakan mobil sound, malah dijegal. Alih-alih mengganggu keamanan kampus, padahal apa yang kami lakukan dijamin sesuai amanat UU No.9 tahun 1998 tentang kebebasan berpendapat. Masih teringat pada awal tahun 2016 atas keluarnya SK pengeluaran Ronny Setiawan karena sikap kritis terhadap Rektor. Membuktikan bahwa sikap yang anti kritik dan anti demokrasi ini terjadi disuatu ruang demokrasi (kampus). Seharusnya, pemimpin itu besar dengan kritik.</p>
<p>Dimana letak habitus intelektual suatu kampus pendidikan? Seyogyanya suatu kampus pendidikan di isi dengan kultur pendidikan, hidupnya budaya diskusi dan literasi, lengkapnya suatu literatur perpustakaan, hingga birokrasi yang berpihak terhadap mahasiswa. Karena menurut Peter Blau, suatu birokrasi ialah suatu tipe organisasi untuk menyelesaikan tugas administratif. Artinya birokrasi ini menjadi daya pendukung dalam kegiatan kemahasiswaan. Bagaimana realitanya? Teman-teman yang bisa menjawabnya.</p>
<p>Bagaimana kemajuan kampusku? Permasalahan diatas hanyalah segelintir. Masih banyak yang belum tercantumkan. Akankah hati mahasiswa sudah tumpul? Kemana langkah pergerakan mahasiswa dalam memperbaiki rumahnya yang concern di bidang pendidikan? Akankah terciptanya suatu perubahan besar? Apabila mekanisme, kebijakan, dan sikap birokrasi kampus tidak adanya perubahan bahkan semakin memburuk, akankah diam saja? Periksa kembali hati kita. Lakukan apa yang harus dilakukan oleh Mahasiswa.</p>
<h5><strong>Baca juga:</strong> <span style="color: #800000;"><strong><a style="color: #800000;" href="http://unjkita.com/menanggapi-tulisan-wajah-kampus-mulai-bopeng-oleh-ubedilah-badrun/">Menanggapi Tulisan “Wajah Kampus Mulai Bopeng? Oleh: Ubedilah Badrun”</a></strong></span></h5>
<p><strong>Oleh: Fajar Subhi (Mahasiswa FIS UNJ)</strong></p>
<p>The post <a href="https://unjkita.com/refleksi-hari-pendidikan-apa-kabar-wahai-kampusku/">Refleksi Hari Pendidikan: Apa Kabar Wahai Kampusku?</a> appeared first on <a href="https://unjkita.com">UNJKita.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Menanggapi Tulisan &#8220;Wajah Kampus Mulai Bopeng? Oleh: Ubedilah Badrun&#8221;</title>
		<link>https://unjkita.com/menanggapi-tulisan-wajah-kampus-mulai-bopeng-oleh-ubedilah-badrun/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[UNJKita.com &#124; @pemburukampus]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 04 May 2017 13:46:17 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Suara Anda]]></category>
		<category><![CDATA[Aksi]]></category>
		<category><![CDATA[Hardiknas]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://unjkita.com/?p=8295</guid>

					<description><![CDATA[<p>Saya mungkin bukanlah penulis yang hebat seperti Pak Ubedilah Badrun, saya hanyalah mahasiswa biasa dari Fakultas Ilmu Olahraga. Baca juga: Wajah Kampus Mulai Bopeng? Sesuai dengan...</p>
<p>The post <a href="https://unjkita.com/menanggapi-tulisan-wajah-kampus-mulai-bopeng-oleh-ubedilah-badrun/">Menanggapi Tulisan &#8220;Wajah Kampus Mulai Bopeng? Oleh: Ubedilah Badrun&#8221;</a> appeared first on <a href="https://unjkita.com">UNJKita.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Saya mungkin bukanlah penulis yang hebat seperti Pak Ubedilah Badrun, saya hanyalah mahasiswa biasa dari Fakultas Ilmu Olahraga.</p>
<h5><strong>Baca juga:</strong> <span style="color: #800000;"><strong><a style="color: #800000;" href="http://unjkita.com/wajah-kampus-mulai-bopeng/">Wajah Kampus Mulai Bopeng?</a></strong></span></h5>
<p>Sesuai dengan tulisan Pak Ubedilah Badrun &#8220;Menuliskan kebenaran adalah cara terbaik mencintai kampus. Sekali lagi, menuliskan kebenaran adalah cara terbaik mencintai kampus, sepahit apapun kebenaran itu.&#8221;</p>
<p>Oleh karena itu akhirnya saya bertekad untuk menulis sesuai dengan kebenaran dan realita yang terjadi.</p>
<p>Selasa 02 Mei 2016 adalah Hari Pendidikan Nasional, di hari itu ada upacara bendera di kampus A UNJ, dan dihari itu juga ada aksi Hari Pendidikan Nasional di depan KEMENDIKBUD dan KEMENRISTEKDIKTI, seperti yang terjadi sebelumnya, teman-teman mahasiswa selalu melakukan agitasi masa atau bisa dibilang berkeliling kampus untuk menjemput dan memberikan semangat kepada mahasiswa yang sudah siap aksi maupun yang masih ragu-ragu untuk turun aksi menjadi percaya diri, dan semangat kembali untuk aksi dan bergabung didalam barisan perjuangan.</p>
<h5><strong>Baca juga: <span style="color: #800000;"><a style="color: #800000;" href="http://unjkita.com/refleksi-hari-pendidikan-apa-kabar-wahai-kampusku/">Refleksi Hari Pendidikan: Apa Kabar Wahai Kampusku?</a></span></strong></h5>
<p>Biasanya ketika teman-teman masa aksi melakukan agitasi masa itu bisa menggunakan TOA ataupun Mobil Sound, kebetulan kemarin teman-teman yang bertugas menjadi tim agitasi masa menggunakan mobil sound untuk berkeliling di dalam kampus sambil mengajak dan memberikan isu yang akan kita angkat. Tapi ketika itu teman-teman tim agitasi masa yang dihadiri oleh Sulaiman FMIPA 2015, Akbar Kurnianto FE 2015, Fajar Subhi FIS 2015, M Fajri Abdullah FT 2015, dan Dwi Agus Hendardi FIO 2016 masuk ke dalam kampus menggunakan mobil Sound dijegat dipertigaan depan BAKHUM, Gedung FIP dan Gedung Hasyim Ashari.</p>
<p>Miris rasanya ketika tahu kampus pendidikan dan kampus perjuangan, ketika mahasiswanya mau melakukan demonstrasi dan hanya sekadar berkeliling untuk agitasi masa dengan menggunakan mobil sound /mobil komando malah dilarang dan dijegat oleh oknum dosen dan dikawal oleh MENWA dengan alasan suara yang berasal dari mobil komando itu berisik dan mengganggu aktivitas pembelajaran. Lucu mendengarnya, karena pada kenyataannya kami sudah sering aksi dan sering berkeliling kampus menggunakan mobil sound/ mobil komando untuk agitasi masa.</p>
<p>Akhirnya terjadilah konflik saling berargumen antara tim agitasi masa aksi dengan oknum dosen tersebut yang didampingi oleh MENWA, ketika itu Sulaiman dan Akbar Kurnianto merasa keberatan dan tidak terima jika mobil sound tidak boleh keliling di dalam kampus, dan akhirnya mereka berdua berargumen dengan oknum dosen tersebut.</p>
<p>Ketika argumentasi itu terjadi, Dwi Agus Hendardi hanya berdiam diri di atas mobil sound, dan tiba-tiba dia dipanggil oleh salah satu oknum dosen tersebut untuk turun dan ditanya dengan beberapa pertanyaan.</p>
<p>Kronologis yang terjadi di lapangan &#8220;Dwi dipanggil oleh oknum dosen tersebut dan ditanya, dari fakultas mana kamu?&#8221; lalu dwi hanya terdiam karena dia tau dosen itu adalah dosen yang mengajar di Fakultasnya dan karena budaya yang ada di Fakultas saya dan Dwi, Dwi merasa takut diintervensi karena dia masih mahasiswa baru. Ketika itu dia ditanya kembali, dan akhirnya dia menjawab saya dari Fakultas Ilmu Olahraga/FIO pak. Kemudian oknum dosen itu langsung berkata saya dosen kamu, ngapain kamu disini? Prodi apa kamu? Cabang Olahraga apa kamu?&#8221;</p>
<p>Ketika itu dwi tidak mau menjawab dan menolak dengan kata-kata yang sopan, serta takut diintervensi dan lain sebagainya, lalu pada akhirnya dwi menjawab pertanyaan dosennya karena dia disuruh menjawab pertanyaannya dengan nada yang agak tinggi.</p>
<p>Setelah itu ketua BEM UNJ 2017 datang ke lokasi, akhirnya berdebat dan argumentasi selesai, namun masalah ini ternyata tidak selesai begitu saja.</p>
<p>Dwi dipanggil ke ruangan Wakil Rektor 3 ditemani Ilham Mubarak FMIPA 2014 untuk bertemu dengan oknum dosen tersebut, dosen itu bilang, &#8220;Saya tidak melarang kamu aksi dan lain-lain, tapi tolong <em>attitude</em>-nya dijaga,&#8221; dan dosen itu bilang bahwa masalah ini sudah selesai.</p>
<h5><strong>Tapi kenyataannya masalah ini terus berlanjut dan dibesar-besarkan!!!</strong></h5>
<p>Rabu, 03 Mei 2017, Dwi dipanggil oleh pihak WD 1 dan ditanyakan kronologis yang ada, ketika itu Dwi sudah menceritakan kejadian yang sebenarnya dan bahkan saya pun ada bukti rekaman obrolan antara Dwi dan oknum tersebut bahwa Dwi tidak membentak oknum dosen tersebut ataupun melakukan suatu perkataan yang tidak sopan dan lain sebagainya. Tapi nyatanya Dwi difitnah!</p>
<p>Dwi dibilang membentak oknum dosen tersebut dan difitnah bahwa dia bawa-bawa nama prodi dan nama Cabang Olahraga yang dia tekuni!</p>
<p>Setelah itu Dwi dipanggil oleh kaprodinya dan dibilang kalau Dwi tidak dikeluarkan dari BEM Prodi, maka BEM Prodi tersebut akan dibubarkan!</p>
<p>Tidak hanya disitu, nama Dwi juga tercoreng di cabang olahraga yang dia tekuni dan Dwi dianggap sudah mencoreng nama baik cabang olahraga tersebut.</p>
<p>Saya kecewa dengan kejadian yang sudah menimpa adik saya, Dwi Agus Hendardi dari Fakultas Ilmu Olahraga, pasalnya dia sudah difitnah dan nama baiknya sudah tercemar oleh berita yang tidak benar adanya yang ditujukan kepada dirinya!</p>
<p>Menurut saya ini adalah pembunuhan karakter dan pembungkaman pergerakan mahasiswa!</p>
<p>Hanya karena dia mahasiswa baru dan karena dia aksi pada tanggal 02 mei 2017 kemarin dia harus menerima fitnah seperti ini?</p>
<p>Apakah ada urusannya antara aksi dengan Prodi dan cabang olahraga? Padahal kenyataannya dia sendiri masih belum aksi, dan kemarin aksinya itu di KEMENDIKBUD dan KEMENRISTEKDIKTI bukan didalam kampus. Adik saya juga tidak mau menyebutkan identitasnya kalo tidak dipaksa, lalu kenapa ketika dia sudah menyebutkan identitasnya dengan kata-kata sopan tetapi malah diberitakan hal negatif tentang dirinya?!</p>
<p>Saya mengecam tindakan pembukaman pergerakan mahasiswa dan pembunuhan karakter pada mahasiswa yang ingin berdemontrasi atas keinginan dan kemauannya sendiri berlandaskan apa yang dia yakini.</p>
<p>Karena menyampaikan pendapat dan kebebasan berpendapat, berorganisasi, dan mengeluarkan pikirannya melalui tulisan dan lisan itu dilindungi oleh Konstitusi UUD 1945 pas 28 &#8211; 28 E, UU no 9 tahun 1998, dan Hak asasi manusia yang dilindungi UU No 39 tahun 1999.</p>
<p>Tidak satupun KEKUASAAN yang boleh MELARANGNYA termasuk Kepolisian, karena sudah dilindungi KONSTITUSI berdasarkan pasal 18 UU no 9 tahun 1998.</p>
<p>Bahkan siapapun yang MELARANGNYA dan MEMBUBARKANNYA akan dipidana 1 Tahun Dipenjara.</p>
<p>Oleh karena itu, saya mengecam tegas atas tindakan oknum yang ingin membungkam pergerakan mahasiswa dan menyerang mahasiswa dengan fitnah ataupun adu domba kepada mahasiswa yang ingin ikut berdemontrasi. jika hal ini terjadi kembali saya tidak akan segan-segan untuk menyerukan perlawanan dan menuntut oknum tersebut untuk diturunkan dari jabatannya!!!</p>
<p>Semoga kita menjadi bagian dari sejarah masa depan UNJ yang menghadirkan perubahan dan peradaban.</p>
<p>Hal ini adalah bukti wajah kampus yang sudah bopeng sesuai dengan tulisan pak Ubedilah Badrun sebelumnya.</p>
<p>Salam hangat perjuangan, semakin kalian bungkam dan kalian halangi. Maka kami akan semakin menggelora!</p>
<p>Karena sejatinya hanya kematianlah yang dapat menghentikan langkah perjuangan kami!</p>
<p><strong>Oleh: Burhanuddin (</strong><strong>Ketua BEM FIO UNJ)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>The post <a href="https://unjkita.com/menanggapi-tulisan-wajah-kampus-mulai-bopeng-oleh-ubedilah-badrun/">Menanggapi Tulisan &#8220;Wajah Kampus Mulai Bopeng? Oleh: Ubedilah Badrun&#8221;</a> appeared first on <a href="https://unjkita.com">UNJKita.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Sambut Hadiknas 2017, Ratusan Mahasiswa Datangi Kemenristekdikti dan Kemendikbud</title>
		<link>https://unjkita.com/sambut-hadiknas-2017-ratusan-mahasiswa-datangi-kemenristekdikti-dan-kemendikbud/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fauzi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 02 May 2017 13:33:18 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Info]]></category>
		<category><![CDATA[Aksi Mahasiswa]]></category>
		<category><![CDATA[Hardiknas]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://unjkita.com/?p=8181</guid>

					<description><![CDATA[<p>UNJKita.com &#8211; Selasa, 2 Mei 2017 ratusan mahasiswa yang tergabung dalam aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia wilayah Jabodetabek Banten turun berdemonstrasi dalam rangka memperingati Hari...</p>
<p>The post <a href="https://unjkita.com/sambut-hadiknas-2017-ratusan-mahasiswa-datangi-kemenristekdikti-dan-kemendikbud/">Sambut Hadiknas 2017, Ratusan Mahasiswa Datangi Kemenristekdikti dan Kemendikbud</a> appeared first on <a href="https://unjkita.com">UNJKita.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>UNJKita.com &#8211; Selasa, 2 Mei 2017 ratusan mahasiswa yang tergabung dalam aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia wilayah Jabodetabek Banten turun berdemonstrasi dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2017 dengan mendatangi Kementrian Riset dan Perguruan Tinggi (Kemenristekdikti) dan Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) di jalan Jend. Sudirman, Tanah Abang, Jakarta Pusat. Adapun tuntutan dalam demonstrasi tersebut ialah :</p>
<ol>
<li>Mendesak Kemendikbud untuk mengontrol dana pendidikan sebesar 20 persen diterapkan di setiap daerah baik provinsi maupun kabupaten/kota.<br />
2. Menuntut Kemendikbud untuk menghapus UN/UNBK, karena banyak kecacatan dan kecurangan serta mengembalikan fungsi sekolah untuk meluluskan siswa.<br />
3. Mendesak pemerintah agar segera membuat landasan hukum melalui undang-undang sesuai nawacita agar menyelenggarakan program wajib belajar 12 tahun di seluruh wilayah Indonesia.<br />
4. Mendesak kemenristekdikti untuk mengevaluasi sistem PTN BH yang membuktikan ketidakmampuan pemerintah dalam mengelola pendidikan kareba disinyalir mengakibatkan perguruan tinggi menjadi lahan komersialisasi.<br />
5. Menuntut kemenristekdikti untuk mencabut pasal 4, 5, dan 6 Permenristekdikti RI No. 39 tahun 2016 yang memberikan wewenang kepada pimpinan PTN untuk menetukan besarnya UKT. Sehingga sistem penetapan UKT harus ditetapkan oleh pemerintah sesuai amanag UD yang dalam hal ini adalah Kemenristekdikti.</li>
</ol>
<p><img fetchpriority="high" decoding="async" class="alignnone size-full wp-image-8193" src="http://unjkita.com/wp-content/uploads/2017/05/IMG_20170502_163329.jpg" alt="" width="2048" height="1536" srcset="https://unjkita.com/wp-content/uploads/2017/05/IMG_20170502_163329.jpg 2048w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2017/05/IMG_20170502_163329-150x113.jpg 150w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2017/05/IMG_20170502_163329-800x600.jpg 800w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2017/05/IMG_20170502_163329-560x420.jpg 560w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2017/05/IMG_20170502_163329-80x60.jpg 80w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2017/05/IMG_20170502_163329-100x75.jpg 100w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2017/05/IMG_20170502_163329-180x135.jpg 180w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2017/05/IMG_20170502_163329-238x178.jpg 238w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2017/05/IMG_20170502_163329-640x480.jpg 640w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2017/05/IMG_20170502_163329-681x511.jpg 681w" sizes="(max-width: 2048px) 100vw, 2048px" /></p>
<p>Massa demonstrasi sendiri memulai aksi pukul 13.00 WIB di depan Kemenristekdikti. Namun dalam teknis lapangan, massa mahasiswa sempat dihadang oleh aparat kepolisian dengan alasan keamanan. Setelah upaya negosiasi, akhirnya massa demonstrasi dipersilahkan menggelar penyampaian aspirasi.</p>
<p>Selepas orasi-orasi ilmiah di depan Kemenristekdikti, massa pun melakukan <em>longmarch</em> menuju Kemendikbud. Sesampainya di lokasi, perwakilan mahasiswa pun mencoba masuk ke gedung Kementrian untuk melakukan audiensi dengan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan bapak Muhadjir Effendi.</p>
<p>Selagi perwakilan mahasiswa masuk, massa demonstran menggelar panggung aspirasi di luar gedung dengan pengawalan pihak kepolisian. Panggung aspirasi sendiri diisi oleh orasi-orasi ilmiah dan aksi teatrikal hingga pukul 16.25 WIB datang kabar dari dalam gedung Kemendikbud bahwa perwakilan mahasiswa tidak dapat menemui Muhadjir Effendi selaku Menteri Pendidikan dan Kebudayaan dan hanya ditemui staff Hubungan Masyarakat (Humas) Kemendikbud.</p>
<p><img decoding="async" class="alignnone size-full wp-image-8199" src="http://unjkita.com/wp-content/uploads/2017/05/IMG_20170502_163533.jpg" alt="" width="2048" height="1536" srcset="https://unjkita.com/wp-content/uploads/2017/05/IMG_20170502_163533.jpg 2048w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2017/05/IMG_20170502_163533-150x113.jpg 150w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2017/05/IMG_20170502_163533-800x600.jpg 800w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2017/05/IMG_20170502_163533-560x420.jpg 560w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2017/05/IMG_20170502_163533-80x60.jpg 80w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2017/05/IMG_20170502_163533-100x75.jpg 100w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2017/05/IMG_20170502_163533-180x135.jpg 180w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2017/05/IMG_20170502_163533-238x178.jpg 238w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2017/05/IMG_20170502_163533-640x480.jpg 640w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2017/05/IMG_20170502_163533-681x511.jpg 681w" sizes="(max-width: 2048px) 100vw, 2048px" /></p>
<p>Mengetahui hal tersebut, massa demonstran tetap melanjutkan orasi ilmiah hingga ditutup pada 17.50 wib dengan pernyataan sikap kordinator BSJB Ihsan Munawar dengan menyanyikan lagu Totalitas Perjuagan dan sumpah mahasiswa Indonesia.</p>
<p>The post <a href="https://unjkita.com/sambut-hadiknas-2017-ratusan-mahasiswa-datangi-kemenristekdikti-dan-kemendikbud/">Sambut Hadiknas 2017, Ratusan Mahasiswa Datangi Kemenristekdikti dan Kemendikbud</a> appeared first on <a href="https://unjkita.com">UNJKita.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ikhtiar UNJKita Demi Pendidikan Indonesia</title>
		<link>https://unjkita.com/ikhtiar-unjkita-demi-pendidikan-indonesia/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Gia Ghaliyah]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 02 May 2017 13:01:37 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kampus]]></category>
		<category><![CDATA[Konten Pilihan]]></category>
		<category><![CDATA[Hardiknas]]></category>
		<category><![CDATA[Literasi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://unjkita.com/?p=8160</guid>

					<description><![CDATA[<p>“Sungguh merugi jika sadar ada sesuatu yang salah, namun diam seribu kata hanya sebagai penonton yang asyik duduk di sofa empuk tanpa pergerakan apapun.” Betapa...</p>
<p>The post <a href="https://unjkita.com/ikhtiar-unjkita-demi-pendidikan-indonesia/">Ikhtiar UNJKita Demi Pendidikan Indonesia</a> appeared first on <a href="https://unjkita.com">UNJKita.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<blockquote><p><strong><em>“Sungguh merugi jika sadar ada sesuatu yang salah, namun diam seribu kata hanya sebagai penonton yang asyik duduk di sofa empuk tanpa pergerakan apapun.”</em></strong></p></blockquote>
<p><em>Betapa beruntungnya saya bisa bergerak bersama Tim UNJKita. Adanya tulisan ini, sebagai wujud rasa syukur saya atas sebuah nikmat kesempatan untuk menjadi bagian dari misi mulia demi memajukan pendidikan bangsa.</em></p>
<p>Ialah UNJKita.com, salah satu media <em>citizen journalism campus</em> yang dimiliki oleh Indonesia. Ia bergerak mengikuti zaman, mengikuti selera penikmat, dan tentu selalu mengikuti untuk mengawal isu-isu yang sedang berkembang. Gerakannya tidak pernah basi. Gerakannya akan selalu ternikmati dan terkenang untuk masa-masa ke depan sebagai sebuah karya yang abadi. Itulah gerakan literasi masa kini.</p>
<p>Tentu ada banyak sekali gerakan yang pemuda pemudi Indonesia lakukan. Gerakan yang memiliki visi dan misi tersendiri. Siapapun tentu bisa bergerak dengan misi-misi mulianya. Sungguh beruntung jika kita sadar ada sesuatu yang salah, lalu kita menyadarinya. Sadar untuk mau bergerak bersama dan tentunya berkolaborasi dengan kualitas diri yang dimiliki. Serta mau sama-sama maju untuk menjadikan bangsa ini menjadi lebih baik.</p>
<h5><strong>Fakta Minat Literasi Masyarakat Indonesia</strong></h5>
<p>Di hari pendidikan ini, perlu saya ingatkan kembali tentang sesuatu yang kurang baik. Sebuah kenyataan yang cukup prihatin tentang minat membaca masyarakat Indonesia. Berdasarkan survei UNESCO pada tahun 2012 menyebutkan bahwa dari 1.000 orang Indonesia, hanya 1 orang yang membaca serius. Survei terbaru yakni, berdasarkan Central Connecticut State University, Amerika Serikat pada Maret 2016, dengan tajuk Most Literate Nations in the World, tingkat kemampuan membaca dan menulis masyarakat Indonesia berada di urutan ke-60 dan 61 negara yang disurvei (jpnn.com, 13 April 2016).</p>
<p>Menurut Asosiasi Penerbit Internasional (International Publishers Association), sehat tidaknya industri penerbitan di suatu negara dapat dilihat dengan membandingkan jumlah buku rata-rata terbit per sejuta penduduk di negara itu. Menurut Badan Pusat Statistik, jumlah penduduk Indonesia pada tahun 2015 sekitar 255.461.700 jiwa. Maka, judul buku baru yang terbit di Indonesia per tahun adalah 8 buku per sejuta penduduk. Angka ini kalah jauh dibandingkan dengan Thailand (168), Filipina (93), bahkan Kenya (11).</p>
<p>Berdasarkan survei tersebut, menyatakan bahwa minat membaca dan menulis masyarakat Indonesia sangatlah minim. Tentu banyak faktor yang menyebabkan rendahnya minat literasi, salah satunya adalah faktor geografis dengan ketimpangan jumlah buku yang beredar di masyarakat, rendahnya minat membangun opini masyarakat, serta minimnya wadah untuk menulis dan berkarya.</p>
<p>Untuk faktor ketimpangan jumlah buku yang beredar di masyarakat karena letak geografis yang sulit dijangkau, pemerintah dan masyarakat sudah mulai sadar untuk bahu-membahu memenuhinya. Karena mendapatkan buku yang bagus dan berkualitas adalah hak setiap warga negara. Buku merupakan sarana vital bagi terwujudnya peradaban, maka distribusinya pun harus dilakukan dalam sebuah gerakan bersama yang melibatkan banyak kalangan. Seperti adanya obral buku-buku berkualitas di ibu kota dengan harga yang sangat miring, tentu kita sebagai pemuda tidak akan tinggal diam mendapatkan kesempatan tersebut. Kita bisa mendistribusikannya ke daerah-daerah pelosok secara berkala dengan berbagai cara.</p>
<h5><strong>UNJ dan UNJKita</strong></h5>
<p>Masih ada beberapa faktor lainnya yang menyebaban rendahnya minat literasi masyarakat Indonesia, yaitu rendahnya minat membangun opini masyarakat dan minimnya wadah untuk menulis dan berkarya. UNJ merupakan salah satu kampus pendidikan terbaik yang dimiliki oleh Indonesia. Tentu akan banyak sekali para pendidik bangsa yang akan terlahir dari sana. Maka suatu kerhormatan bagi UNJ yang seharusnya bisa menjadi motor pergerakkan literasi bagi masyarakat demi memajukan pendidikan Indonesia.</p>
<blockquote><p><strong>Maka suatu kerhormatan bagi UNJ yang seharusnya bisa menjadi motor pergerakkan literasi bagi masyarakat demi memajukan pendidikan Indonesia.</strong></p></blockquote>
<p>Itulah yang sedang dilakukan oleh UNJKita. Dengan visi saling menginspirasi untuk Indonesia bersama mahasiswa dan alumni UNJ, kami berikhtiar untuk bergerak meningkatan minat literasi masyarakat. UNJKita mengusung konsep sebagai media <em>citizen journalism</em>, tulisan dari masyarakat untuk dibaca oleh masyarakat. Siapapun bisa menulis, lalu mengirimkan hasil karya tulisannya, dan disebarkan untuk dibaca agar manfaatnya dapat berdampak ke semua orang dengan jangkauan seluas-luasnya.</p>
<p>Dimulai dengan adanya ikhtiar kami untuk membangun opini mahasiswa UNJ sejak tahun 2015. Tentu tidaklah mudah untuk mengajak mahasiswa membangun opininya lalu menghasilkan sebuah karya secara berkala. Namun, Tim UNJKita tentu tidak kehabisan akal. Berbagai cara akan kami usahakan untuk menumbuhkan minat menulis mahasiswa melalui berbagai program literasi. Secara perlahan, kami akan terus berusaha semaksimal mungkin untuk meracuni para mahasiswa agar terus menulis, menghasilkan karya, dan menginspirasi banyak orang. Dampaknya bisa sekaligus, minat menulis menjadi meningkat dan minat membaca karena banyaknya tulisan viral nan bermanfaat juga meningkat.</p>
<blockquote><p><strong>Secara perlahan, kami akan terus berusaha semaksimal mungkin untuk meracuni para mahasiswa UNJ agar terus menulis, menghasilkan karya, dan menginspirasi banyak orang. </strong></p></blockquote>
<h5><strong>Program-program Literasi UNJKita</strong></h5>
<p>Tim UNJKita telah menjalankan beberapa program literasi demi memajukan pendidikan bangsa, diantaranya Menginspirasi dengan Tulisan Project, Pesta Literasi UNJKita, RUBRIK (Ruang Terbuka UNJKita), UNJ Lebih Baik Project, Sayembara Solusi, sampai Support PKM dan PMW Project. Betapa bersyukurnya kami, sejak November 2015 sampai detik ini, pertumbuhan minat literasi kontributor dan pembaca setia UNJKita yang selalu kami pantau semakin berbuah manis.</p>
<p><img decoding="async" class="size-full wp-image-6452 aligncenter" src="http://unjkita.com/wp-content/uploads/2017/03/Kaos-UNJKita.jpg" alt="" width="480" height="480" srcset="https://unjkita.com/wp-content/uploads/2017/03/Kaos-UNJKita.jpg 480w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2017/03/Kaos-UNJKita-150x150.jpg 150w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2017/03/Kaos-UNJKita-600x600.jpg 600w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2017/03/Kaos-UNJKita-420x420.jpg 420w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2017/03/Kaos-UNJKita-640x640.jpg 640w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2017/03/Kaos-UNJKita-681x681.jpg 681w" sizes="(max-width: 480px) 100vw, 480px" /></p>
<p>Dimulai dari program literasi Menginspirasi dengan Tulisan Project. Adanya program ini kami berikhtiar untuk memicu semangat literasi civitas akademika UNJ dan alumninya. Sistemnya mengirim tulisan sebanyak lima kali dalam jangka waktu dua bulan (Maret-April 2017). Bagi kontributor yang berhasil menunaikan lima tulisannya, maka akan mendapatkan hadiah berupa kaos atau tote bag dari UNJKita.</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-7643 aligncenter" src="http://unjkita.com/wp-content/uploads/2017/04/Pesta-Literasi-unj-kita-2017.jpeg" alt="" width="886" height="886" srcset="https://unjkita.com/wp-content/uploads/2017/04/Pesta-Literasi-unj-kita-2017.jpeg 886w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2017/04/Pesta-Literasi-unj-kita-2017-150x150.jpeg 150w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2017/04/Pesta-Literasi-unj-kita-2017-600x600.jpeg 600w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2017/04/Pesta-Literasi-unj-kita-2017-420x420.jpeg 420w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2017/04/Pesta-Literasi-unj-kita-2017-640x640.jpeg 640w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2017/04/Pesta-Literasi-unj-kita-2017-681x681.jpeg 681w" sizes="auto, (max-width: 886px) 100vw, 886px" /></p>
<p>Ikhtiar kami lainnya adalah Pesta Literasi UNJKita. Tujuan program ini juga tidak jauh berbeda dari program yang pertama, yaitu untuk mengompetisikan tulisan-tulisan terbaik dari kontributor. Adanya momen Dies Natalis UNJ, maka kami membuat kompetisi menulis dengan berbagai hadiah-hadiah menarik lainnya. Dua program tersebut adalah salah satu ikhtiar kami dengan mengiming-imingkan hadiah dari hasil tulisan yang telah dibuat. Tidak hanya viral dengan dampak manfaatnya, tidak hanya mampu menginspirasi pembaca, tapi hadiah yang kami berikan merupakan bonus sebagai salah satu pemicu untuk meningkatkan minat menulis kontributor.</p>
<blockquote><p><strong>hadiah yang kami berikan merupakan bonus sebagai salah satu pemicu untuk meningkatkan minat menulis kontributor.</strong></p></blockquote>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-6343 aligncenter" src="http://unjkita.com/wp-content/uploads/2017/02/Sayembara-Banjir-UNJ.jpg" alt="" width="679" height="480" srcset="https://unjkita.com/wp-content/uploads/2017/02/Sayembara-Banjir-UNJ.jpg 679w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2017/02/Sayembara-Banjir-UNJ-150x106.jpg 150w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2017/02/Sayembara-Banjir-UNJ-800x565.jpg 800w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2017/02/Sayembara-Banjir-UNJ-594x420.jpg 594w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2017/02/Sayembara-Banjir-UNJ-640x452.jpg 640w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2017/02/Sayembara-Banjir-UNJ-681x481.jpg 681w" sizes="auto, (max-width: 679px) 100vw, 679px" /></p>
<p>Ada beberapa program lainnya, seperti UNJ Lebih Baik Project dan Sayembara Solusi. Dua program ini mempunyai tujuan yang sama, yaitu membangun opini civitas akademika UNJ. UNJ Lebih Baik Project mengacu pada hasil survei yang dilakukan, lalu mempresentasikannya dalam bentuk tulisan dengan data-data hasil survei civitas akademika. Tulisan tersebut dapat dijadikan bahan evaluasi dan refleksi pihak UNJ untuk menjadi lebih baik lagi. Sedangkan Sayembara Solusi mengajak civitas akademika UNJ untuk berpikir mencari solusi terbaik dari permasalahan yang terjadi di UNJ.</p>
<p>Selain program-program tersebut, masih ada program literasi lainnya demi mendukung gerakan kreativitas dari mahasiswa UNJ, yaitu Support PKM dan PMW Project. Mahasiswa UNJ yang mengikuti PKM dan PMW dapat mempublikasikan program kreativitasnya dalam bentuk tulisan, lalu UNJKita akan membantu memviralkannya. Tak terbayang betapa ganasnya penularan virus kreatif kepada para pembaca UNJKita melalui program ini.</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-6539 aligncenter" src="http://unjkita.com/wp-content/uploads/2017/03/Ruang-Terbuka-UNJ-Kita-Spesial-Fresh-Graduate.jpg" alt="" width="594" height="480" srcset="https://unjkita.com/wp-content/uploads/2017/03/Ruang-Terbuka-UNJ-Kita-Spesial-Fresh-Graduate.jpg 594w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2017/03/Ruang-Terbuka-UNJ-Kita-Spesial-Fresh-Graduate-150x121.jpg 150w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2017/03/Ruang-Terbuka-UNJ-Kita-Spesial-Fresh-Graduate-742x600.jpg 742w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2017/03/Ruang-Terbuka-UNJ-Kita-Spesial-Fresh-Graduate-520x420.jpg 520w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2017/03/Ruang-Terbuka-UNJ-Kita-Spesial-Fresh-Graduate-640x517.jpg 640w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2017/03/Ruang-Terbuka-UNJ-Kita-Spesial-Fresh-Graduate-681x550.jpg 681w" sizes="auto, (max-width: 594px) 100vw, 594px" /></p>
<p>Tak hanya program literasi dalam meningkatkan minat menulis dan membaca, ikhtiar UNJKita juga merambah untuk meningkatkan minat diskusi masyarakat. Masih sejalan dengan visi UNJKita, yaitu menginspirasi Indonesia bersama mahasiswa dan alumni UNJ, hadirnya program RUBRIK (Ruang Terbuka UNJKita) sebagai ruang inspirasi via WhatsApp untuk berdiskusi dua arah antara narsumber inspiratif dan peserta RUBRIK. Adanya program ini mampu membuktikan bahwa ruang inspirasi dapat diciptakan tanpa menghiraukan terbatasnya kehadiran peserta RUBRIK secara langsung.</p>
<p>Gerakan literasi ini tentu tak terlepas dari tujuan pendidikan Indonesia, yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa. Sebagai pemuda Indonesia yang sadar betapa pentingnya pendidikan, seharusnya sudah berpikir, sudah bergerak, dan sudah berkolaborasi untuk menyelesaikan berbagai permasalahan pendidikan Indonesia, salah satunya menciptakan gerakan literasi kekinian.</p>
<blockquote><p><strong>UNJKita salah satu kendaraan yang ditunggangi kumpulan pemuda-pemudi Indonesia untuk bergerak meningkatkan minat literasi bangsa.</strong></p></blockquote>
<p>UNJKita salah satu kendaraan yang ditunggangi kumpulan pemuda-pemudi Indonesia untuk bergerak meningkatkan minat literasi bangsa. Kami yakin setiap orang memiliki kemampuan untuk menginspirasi dengan mengambil peran dalam penyebaran informasi &amp; ilmu pengetahuan melalui karya. Ayo menulis! Ayo berkarya! Ciptakan atmosfer literasi dimulai dari orang-orang sekitarmu. Bantu viralkan tulisan-tulisan para kontributor yang berniat tulus untuk menjadikan gerakan literasi ini menjadi jauh lebih baik. Ayo menginspirasi!</p>
<p>The post <a href="https://unjkita.com/ikhtiar-unjkita-demi-pendidikan-indonesia/">Ikhtiar UNJKita Demi Pendidikan Indonesia</a> appeared first on <a href="https://unjkita.com">UNJKita.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
