<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Mahasiswa Baru Archives - UNJKita.com</title>
	<atom:link href="https://unjkita.com/tag/mahasiswa-baru/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://unjkita.com/tag/mahasiswa-baru/</link>
	<description>Saling Menginspirasi untuk Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Thu, 26 Nov 2020 00:12:46 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.4</generator>

<image>
	<url>https://unjkita.com/wp-content/uploads/2018/08/cropped-unjkita-32x32.png</url>
	<title>Mahasiswa Baru Archives - UNJKita.com</title>
	<link>https://unjkita.com/tag/mahasiswa-baru/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Lakukan 6 Hal ini Ubah Dirimu dalam Waktu Satu Tahun.</title>
		<link>https://unjkita.com/lakukan-6-hal-ini-ubah-dirimu-dalam-waktu-satu-tahun/</link>
					<comments>https://unjkita.com/lakukan-6-hal-ini-ubah-dirimu-dalam-waktu-satu-tahun/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fajar]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 19 Sep 2019 10:18:44 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[Konten Pilihan]]></category>
		<category><![CDATA[Mahasiswa Akhir]]></category>
		<category><![CDATA[Mahasiswa Baru]]></category>
		<category><![CDATA[pengembangan diri]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://unjkita.com/?p=22149</guid>

					<description><![CDATA[<p>Nah bagaimana sih caranya untuk menjadi orang yang lebih baik lagi dari yang sekarang? Sering kali pertanyaan ini muncul di benak seseorang yang sedang dilanda...</p>
<p>The post <a href="https://unjkita.com/lakukan-6-hal-ini-ubah-dirimu-dalam-waktu-satu-tahun/">Lakukan 6 Hal ini Ubah Dirimu dalam Waktu Satu Tahun.</a> appeared first on <a href="https://unjkita.com">UNJKita.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Nah bagaimana sih caranya untuk menjadi orang yang lebih baik lagi dari yang sekarang? Sering kali pertanyaan ini muncul di benak seseorang yang sedang dilanda quarter life crisis. Sebuah kondisi krisis yang membuat seseorang merasa kesedihan, terisolasi, ketidakcukupan, keraguan terhadap diri, kecemasan, tak termotivasi, kebingungan, serta ketakutan akan kegagalan. Biasanya ini terjadi karena benturan yang berbeda antara cita-cita dengan kenyataan.</p>
<p>Maka dari itu dari pada bingung mau jadi apa dan bagaimana. Mari kita coba perhatikan beberapa hal di bawah ini supaya kalian tidak mengalami quarter life crisi dan mencapai impian kalian yang sudah didambakan. Walaupun cara-cara ini tidak bisa dilakukan dalam waktu yang singkat. Ya minimal satu tahun.</p>
<h3>Singkirkan Orang-orang Negatif</h3>
<p>Teman pergaulan tentu penting. Mereka tidak hanya mempunyai peran untuk menjadi tempat bersandar atau pelipur lara kita ketika sedang berada masalah. Meminta solusi ketika dilanda musibah. Karena memang pada dasarnya teman merupakan pihak yang sangat berpengaruh terhadap diri kita. Bahkan ketika kita sedang murung atau lelah. Ketika sedang penat dan butuh hiburan. Maka temanlah yang kalian cari. Karena teman memang merupakan kunci kebahagiaan.</p>
<p>Nah pertanyaannya apakah teman selalu memberikan pengaruh baik? Tentu tidak selamanya demikian. Semua itu balik lagi bagaimana kita menyikapinya. Semisal, ada yang benar-benar selektif dalam berteman. Sehingga ketika ada seseorang dengan perilaku buruk atau berbahaya seperti perampok, bandar narkoba, alkoholik, pembunuh dll. Maka orang-orang yang sangat selektif ini akan dengan mudah langsung menjauhi orang-orang dengan perilaku yang buruk tersebut. Namun ada juga yang selektif tapi tidak sekestrim itu. Semisal, ada yang berteman dengan seseorang yang dianggap bisa menularkan pengaruh buruk. Maka, biasanya orang tersebut tetap berteman, bergaul, komunikasi, bahkan saling bertukar pikiran. Tapi dia bisa menyikapi dengan baik, yakni dengan memegang prinsip “dirimu ya dirimu, sedangkan diriku ya diriku.” Mungkin terkesan individualistik bahkan cenderung egois. Namun jika kita bisa berteman dengan siapapun namun selektif dalam hal pengaruh yang kawan-kawan kalian berikan. Itu merupakan orang yang hebat dan unik. Sehingga “singkirkan orang-orang negatif” bukan berarti menyingkirkan kawan kalian dengan cara fisik atau dimaknai secara literal. Akan tetapi lebih kepada bagaimana kita bisa menyeleksi pengaruh atau contoh mana yang mau kita serap dan tiru serta pengaruh atau contoh mana yang mau kita singkirkan. Karena jika kita benar-benar menyingkirkan kawan-kawan negatif dan mengakibatkan punya teman yang sedikit. Itu juga tidak baik terhadap diri kita sendiri. Pun kalau terlalu banyak juga tidak baik. Seperti boros keuangan atau kurang memiliki ketajaman konsentrasi. Sehingga kita benar-benar harus memperhatikan ruang lingkup pertemanan kita.</p>
<h3>Komitmen pada Tujuanmu</h3>
<p>Setelah persoalan teman sudah kalian pegang. Maka hal yang harus kalian lakukan ialah komitmen terhadap tujuan kalian. Karena tidak mudah untuk berkomitmen pada tujuan, pada mimpi, pada cita-cita, pada pasangan. Nah yang terakhir sepertinya komitmen yang paling sulit. Namun secara keseluruhan untuk berkomitmen memanglah sulit. Kita suka terdistrak. Bahkan menyerah di tengah jalan. Dan tidak sedikit yang sudah menyerah tanpa memulai. Maka itu perlu setidaknya memiliki komitmen yang kuat. Bagaimana caranya? Bertukar pikirlah dengan orang-orang yang memiliki tujuan atau setidaknya pengalaman dan pengetahuan yang lebih dari kalian. Kualitas tetap harus diutamakan ketimbang kuantitas. Karena ungkapan “lebih ramai, lebih seru,” tidak selalu berlaku. Karena jika selalu berbagi cerita atau sekedar membicarakan mimpi dengan orang yang tidak memiliki selera yang sama dan punya pengetahuan atau pengelaman yang lebih dari kita, yang ada mimpi kalian hanya akan menjadi sebuah wacana. Karena tidak memiliki komitmen yang kuat.</p>
<h3>Belajar dari Kesalahan</h3>
<p>Hal ketiga yang harus kalian perhatikan, jika ingin menjadi pribadi yang lebih baik, ialah jangan pernah malu belajar dari kesalahan. Jangan takut melakukan kesalahan. Jangan malu mengakui kesalahan. Ini dilakukan bukan semata-mata untuk mengetahui apa yang salah dan bisa kita perbaiki jika hal serupa terjadi. Tetapi juga melatih daya kreatif dan mengokohkan komitmen kita. Ini terbukti, ketika orang melakukan kesalahan, seseorang akan berusaha sekuat tenaga untuk mencari cara untuk memperbaikinya. Ditambah jika kita memiliki akses atau sumber daya yang minim. Daya kreatif dan komitmen kita akan sesuatu jadi lebih besar, tinggi, serta jangka panjang.</p>
<p>Jika orang tidak pernah mau mengakui kesalahan, atau bahkan tidak bisa mengidentifikasi apa yang salah dan kurang dari diri mereka sendiri. Maka saat itu juga mereka melewatkan kesempatan untuk menjadi diri yang penuh kreatif dan semangat. Contoh, jika seseorang selalu menganggap kesalahan mereka sebuah “kesuksesan,” mereka akan terjebak dalam kehidupan yang monoton. Tidak ada inovasi. Tidak ada penemuan. Tidak ada eksperimentasi. Tidak ada semangat adrenalin dalam hidup. Karena perubahan tidak akan terjadi di tangan yang selalu serta merta mencapai “kesuksesan” tanpa mengetahui bagaimana serunya untuk salah dan terus-menerus mencari alternatif, selalu berkreasi dengan ide-ide menakjubkan. Walau terkadang cenderung gila.</p>
<h3>Kembangkan Skills yang Kamu Miliki</h3>
<p>Keep learning juga tidak kalah penting. Setelah kita berani untuk belajar dari kesalahan dan membuka diri terhadap potensi diri yang mungkin saja tidak seorang pun mengetahui. Karena keterampilan dan daya pikir harus terus diasah dan menerima “asupan.” Otak misalnya, sama seperti halnya perut. Dia perlu memperoleh nutrisi gizi secukupnya. Jika otak sudah berhenti belajar, atau tidak lagi belajar. Maka daya pikir seseorang bisa jadi tumpul. Kemampuan untuk berkreasi pun akan semakin berkurang. Contoh saja semisalnya, membaca. Seseorang yang sudah tidak lagi membaca—terutama membaca bahan yang berbobot, seperti membaca koran—kemungkinan besar dia akan ketinggalan isu terkini yang sedang booming. Nalar untuk mengkritisi, baik tulisan itu maupun objek yang ditujukan oleh tulisan itu pun akan menjadi berkurang. Sehingga ketika orang membaca lagi, mungkin saja dia sebatas melakukan “scanning” tanpa benar-benar memperhatikan kualitas muatan tulisan tersebut. Terlebih jika waktu lama dia tidak membaca itu selama dengan waktu dia hidup saat ini.</p>
<p>Karena percayalah teman-teman, belajar itu menyenangkan. Mengembangkan keterampilan itu menyenangkan. Dengan banyaknya belajar, itu bisa melatih cara berpikir, mempertajam rasa—atau lebih kerennya mungkin sense atau taste—dan memperpanjang kehidupan: &#8220;your mind is really like a muscle, and using it is a key.&#8221;</p>
<h3>Investasikan Hartamu untuk Masa Depanmu</h3>
<p>Menabung juga tidak boleh lewatkan. Kenapa? Dengan menabung. Kalian setidaknya bergerak atau berada satu langkah di depan orang-orang. Setidakya berada satu langkah di depan orang-orang yang tidak menabung. Menabung memungkinkan orang memiliki sebuah perencanaan: untuk apa nantinya uang yang kalian tabung ini. Dan jika kalian tidak memiliki sebuah perencanaan matang. Alias hanya sebatas jaga-jaga saja. Menabung juga melatih kalian untuk disiplin. Sehingga akan berdampak juga terhadap hal-hal disebutkan di atas. Dengan menabung kalian akan dilatih untuk berkomitmen, dan memulai semuanya dari step by step, dan jika kalian melakukan suatu kesalahan—apapun itu dan membutuhkan uang untuk penyelesaiannya, seperti terkena kecelakaan—kalian bisa menggunakan uang yang telah kalian tabung tersebut. Singkatnya menabung juga melatih pengalaman kalian.</p>
<h3>Jadilah Rendah Hati</h3>
<p>Rendah hati jangan disamakan dengan sikap pesimis. Jangan juga dibarengi antara rendah hati dengan merendahkan orang lain. Maksudnya? Seperti orang yang mengensankan rendah hati tapi sebenarnya untuk menunjukkan keunggulan yang dia miliki, dan pada akhirnya orang lain menjadi titik awal dia untuk menghina. Kurang lebih seperti frasa “merendah untuk meroket.” Niatnya sih rendah hati, tapi tujuannya itu merendahkan orang lain.</p>
<p>Maka dari itu penulis ingin menekankan kalau rendah hati justru bukan yang sebagaimana maksud di atas. Tapi lebih kepada diri yang lebih terbuka dan tidak menganggap kalau dirinya sendiri adalah pusat segala hal. Bahwa masih ada orang yang lebih dari dirinya, dan dia bersedia untuk terus belajar dan membuka banyak kesalahan selama dia memang niat untuk berusaha belajar. Karena dengan rendah hati memang merupakan obat penawar untuk segala hal yang berbau “egois.” Jika seseorang sudah merasa egois maka tamat sudah. Dia tidak memiliki ruang untuk belajar dan terbuka potensi baru dirinya. Namun jangan sampai rendah hatinya keblablasan. Karena terlalu rendah hati juga bisa menjadi pisau bermata dua. Walaupun bentuknya berbeda dengan yang baru saja disebutkan di atas. Terlalu rendah hati. Bisa membuat orang menganggap remeh, tidak kompeten, dan tidak mandiri..</p>
<p>Nah sekiranya cukup sekian beberapa hal yang harus diperhatikan ketika ingin mengubah diri menjadi pribadi yang lebih baik. Setidaknya beberapa hal di atas mungkin bisa membantu kawan-kawan untuk tidak memasuki fase quarter life crisis. Maka dari itu jika kalian punya pandangan yang berbeda. Bisa kalian bagi di kolom komentar. Karena pada dasarnya tulisan ini ialah upaya untuk terjalinnya sebuah dialog. Dialog antar sesama penderita quarter life crisis.</p>
<p>Sumber:</p>
<ul>
<li><a href="https://tirto.id/quarter-life-crisis-kehidupan-dewasa-datang-krisis-pun-menghadang-dkvU">tirto.id</a></li>
<li><a href="https://www.huffpost.com/entry/friends-key-to-happiness-in-midlife_n_1823615">huffpost.com</a></li>
<li><a href="https://bigthink.com/personal-growth/share-your-goals">bigthink.com</a></li>
<li><a href="https://www.psychologytoday.com/us/blog/the-human-beast/201302/the-benefits-failure">psychologytoday.com</a></li>
<li>brainstorming.co.uk/tutorials/brainstormingprinciples.html</li>
<li>success.com/how-to-keep-learning/</li>
<li>psychologicalscience.org/news/releases/learning-new-skills-keeps-an-aging-mind-sharp.html</li>
<li>forbes.com/sites/cfainstitute/2012/02/24/why-should-you-save/#7b831b007656</li>
<li>thriveglobal.com/stories/humility-the-most-undervalued-value/</li>
<li>news.nd.edu/news/humility-is-a-double-edged-sword-for-some-leaders-study-shows/</li>
</ul>
<p>The post <a href="https://unjkita.com/lakukan-6-hal-ini-ubah-dirimu-dalam-waktu-satu-tahun/">Lakukan 6 Hal ini Ubah Dirimu dalam Waktu Satu Tahun.</a> appeared first on <a href="https://unjkita.com">UNJKita.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://unjkita.com/lakukan-6-hal-ini-ubah-dirimu-dalam-waktu-satu-tahun/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Forum Mamikos, Bantu Mahasiswa Baru Cari Tahu Seputar Kota Tujuan Kuliah</title>
		<link>https://unjkita.com/forum-mamikos-bantu-mahasiswa-baru-cari-tahu-seputar-kota-tujuan-kuliah/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Muhammad Ihsan]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 18 Jul 2018 04:43:46 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[Konten Pilihan]]></category>
		<category><![CDATA[Kosan]]></category>
		<category><![CDATA[Mahasiswa Baru]]></category>
		<category><![CDATA[mamikos]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://unjkita.com/?p=21265</guid>

					<description><![CDATA[<p>Sudah dinyatakan lolos keterima di Universitas Negeri Jakarta namun masih bingung dengan kondisi tanah rantau? Tenang saja, Mamikos siap membantu!. Kamu bisa mendapatkan informasi tentang...</p>
<p>The post <a href="https://unjkita.com/forum-mamikos-bantu-mahasiswa-baru-cari-tahu-seputar-kota-tujuan-kuliah/">Forum Mamikos, Bantu Mahasiswa Baru Cari Tahu Seputar Kota Tujuan Kuliah</a> appeared first on <a href="https://unjkita.com">UNJKita.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Sudah dinyatakan lolos keterima di Universitas Negeri Jakarta namun masih bingung dengan kondisi tanah rantau? Tenang saja, Mamikos siap membantu!. Kamu bisa mendapatkan informasi tentang hunian <a href="https://mamikos.com/" target="_blank" rel="noopener">kost</a>, apartemen, lowongan kerja, hingga tergabung di forum yang sangat cocok dimanfaatkan para mahasiswa baru.</p>
<p>Ingin Bertanya Berbagai Macam Hal Tentang Kota Tujuan Kuliah ?<br />
Jika kamu telah dinyatakan lulus masuk Perguruan Tinggi, pasti kamu merasa sangat lega. Namun, banyak mahasiswa baru yang belum paham seluk beluk lokasi tujuan, baik kampus maupun kehidupan yang akan dijalani di tanah rantau.</p>
<p>Pendatang baru di tanah rantau memang seringkali mengalami kebingungan, sehingga tidak jarang mereka bertanya pada orang-orang di sekitar. Tapi, tidak semua orang yang ditanya akan mengerti dan paham seluk beluk lokasi, bahkan kampus tujuan.</p>
<p>Oleh karena itu, kamu bisa langsung bertanya pada sumber terpercaya, misalnya saja pada alumni atau orang yang pernah tinggal di wilayah tersebut. Kamu juga dapat memanfaatkan forum tanya jawab yang dimiliki Mamikos.</p>
<h3><strong>Jangan Malu Bertanya di Forum Mamikos</strong></h3>
<p>Mamikos memiliki program kampanye #CepatCocok yang berbasis digital. Tujuannya, mahasiswa rantau yang baru saja sampai di tempat baru atau sedang mencari informasi di tempat baru bisa langsung mendapatkannya.</p>
<p>Adanya Forum Good Senior Mamikos akan sangat cocok bagi para mahasiswa baru yang berharap untuk bisa cepat beradaptasi dengan kondisi lingkungan baru beserta mempersiapkan mental.</p>
<p><img fetchpriority="high" decoding="async" class="alignnone size-large wp-image-21266" src="https://unjkita.com/wp-content/uploads/2018/07/website-mamikos-800x451.jpg" alt="" width="640" height="361" srcset="https://unjkita.com/wp-content/uploads/2018/07/website-mamikos.jpg 800w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2018/07/website-mamikos-150x85.jpg 150w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2018/07/website-mamikos-745x420.jpg 745w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2018/07/website-mamikos-640x361.jpg 640w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2018/07/website-mamikos-681x384.jpg 681w" sizes="(max-width: 640px) 100vw, 640px" /></p>
<p>Sudah tidak sabar ingin bertanya mengenai kota tujuan kuliah kamu ? yuk langsung saja gabung dan mulai bertanya di forum good senior dengan cara klik tombol tanya sekarang dibawah ini.</p>
<h3 style="text-align: center;"><a href="https://mamikos.com/forum" target="_blank" rel="noopener"><strong>Tanya Sekarang</strong></a></h3>
<p>Kamu tidak perlu malu atau merasa kurang nyaman selama berinteraksi di dalam forum Mamikos. Selain karena interaksi yang dilakukan bersifat digital, terdapat banyak fitur yang bisa dimanfaatkan. Forum Mamikos memang ditujukan untuk menjembatani mahasiswa baru dengan para senior agar #cepatcocok di lokasi baru.</p>
<p>Pengalaman menyeramkan atau ketakutan berada di tempat baru pun bisa diminimalisir dengan menanyakan semua hal di forum Mamikos.</p>
<p>Terdapat beberapa hal unik yang bisa kamu dapatkan ketika mengakses forum Mamikos. Pertama, kamu akan mendapatkan jawaban dari berbagai macam latar belakang, termasuk kakak yang sudah pernah tinggal di lokasi tersebut.</p>
<p>Kakak yang akan membantu menjawab pertanyaan disebut juga sebagai ‘Good Senior’. Jadi, forum Mamikos seringkali disebut juga sebagai Forum Good Senior Mamikos. Sebagai seorang ‘adik’, kamu akan mendapatkan jawaban yang paling akurat dari para senior.</p>
<p>Apabila kamu menilai jawaban tersebut bermanfaat, kamu dapat mengapresiasi jawaban yang telah diberikan tersebut dengan memberi tanda ‘love’ atau melakukan ‘share’ jawaban ke berbagai media sosial. Kebaikan yang ditularkan tentu akan memberi manfaat bagi banyak orang.</p>
<h3><strong>Apa Saja yang Dapat Kamu Tanyakan di Forum Good Senior Mamikos?</strong></h3>
<p>Jika kamu masih bingung dengan adanya Forum Good Senior Mamikos, kamu bisa membuka forum tersebut dan mulai mencari tahu berbagai macam hal yang ditawarkan. Biasanya, mahasiswa baru masih bingung dengan berbagai macam hal tentang wilayah perantauan.</p>
<p>Beberapa hal yang kerap menjadi pertanyaan para mahasiswa baru ketika baru saja datang ke tanah rantau atau ke tempat baru diantaranya adalah:</p>
<ul>
<li>Lokasi tempat belanja kebutuhan sehari-hari dengan harga terjangkau</li>
<li>Tempat nongkrong asik untuk mengerjakan tugas</li>
<li>Tempat wisata akhir pekan yang instagramable</li>
<li>Pekerjaan part time yang cocok untuk mahasiswa agar tidak mengganggu kuliah</li>
<li>Jenis angkutan umum di tanah rantau beserta jalurnya</li>
<li>Kisaran biaya hidup yang perlu dikeluarkan mahasiswa dari jurusan tertentu</li>
</ul>
<p>Jika kamu memiliki pertanyaan tentang hal-hal tersebut, segeralah bertanya di Forum Good Senior Mamikos agar lekas mendapatkan jawaban. Para kakak tingkat atau senior akan membantumu menjawab pertanyaan.</p>
<p>Tentu akan lebih menyenangkan mendapatkan jawaban dari sumbernya langsung atau setidaknya dari orang yang pernah tinggal di kota tujuanmu. Jadi, kamu tidak perlu bingung mencari informasi lain yang biasanya kurang terpercaya.</p>
<h3><strong>Mengapa Mahasiswa Baru Harus Bergabung di Forum Mamikos?</strong></h3>
<p>Sebenarnya, ada banyak sekali alasan yang bisa menjadi pertimbangan ketika kamu memutuskan bergabung di Forum Good Senior Mamikos. Terkadang pertanyaan yang terlalu spesifik, seperti mata kuliah yang sulit mendapatkan nilai sempurna di kampus X atau cara mendaftar ulang di kampus Y tidak serta merta diberikan informasinya dari kampus.</p>
<p>Oleh karena itu, kamu bisa langsung bertanya pada sumber terpercaya, seperti pada alumni atau kakak tingkat melalui Forum Good Senior Mamikos.</p>
<p>Masalah yang kerap dihadapi mahasiswa hingga kegalauan menjadi mahasiswa baru pun dapat kamu bagikan di Forum Good Senior Mamikos agar lekas menemukan solusi. Selain bisa mendapatkan kenalan baru, kamu bisa bertemu langsung dengan senior ketika berada di kampus. Identitas sang penanya dan pemberi jawaban sudah tercantum ketika ada yang menanggapi soal.</p>
<p>Jika statusmu sudah sebagai mahasiswa suatu Perguruan Tinggi, maka kamu akan menjadi ‘senior’ di forum tersebut. Ada pula predikat ‘adik kelas’ bagi pendaftar yang baru saja lulus sekolah menengah atau belum kuliah. Jadi, kamu bisa menentukan jawaban dari status yang tertera pada akun-akun tersebut ketika bertanya di Forum Good Senior Mamikos.</p>
<h3><strong>Keuntungan Bergabung di Forum Good Senior Mamikos</strong></h3>
<p>Biasanya, bergabung di forum-forum yang melibatkan banyak orang akan membuka wawasanmu sekaligus memperluas jaringan. Namun, jika kamu tergabung di Forum Good Senior Mamikos, ada keuntungan lain yang bisa kamu dapatkan berupa reward.</p>
<p>Setiap pertanyaan yang berhasil kamu jawab akan mendapatkan poin, begitu pula jika jawabanmu diapresiasi oleh sang penanya atau pencari informasi lainnya ketika mereka menekan ‘love’. Poin yang sudah terkumpul akan terus bertambah seiring dengan banyaknya ‘love’ yang kamu dapatkan.</p>
<p>Tentu poin yang sudah banyak terkumpul tidak hanya akan berakhir sebagai angka-angka saja. Sebagai mahasiswa, Mamikos akan memberikan reward tambahan berupa pulsa atau uang. Jadi, berpartisipasilah dengan aktif di Forum Good Senior Mamikos agar kamu bisa membantu banyak orang sekaligus dapat mengumpulkan banyak poin.</p>
<p>Tukarkan poin yang sudah terkumpul dengan reward dari Mamikos, sehingga kamu pun bisa mendapatkan keuntungan lainnya. Tertarik mencoba?</p>
<p>Jangan lupa menyiapkan berbagai macam hal yang diperlukan ketika menjadi seorang mahasiswa baru. Selain harus menyiapkan mental, kamu pun perlu memberi berbagai macam alat yang diperlukan, misalnya saja pakaian, tas, sepatu, hingga buku-buku referensi kuliah. Agar persiapanmu lebih matang, tanyakan saja kebutuhan kuliah di jurusan tertentu melalui Forum Good Senior Mamikos.</p>
<p>The post <a href="https://unjkita.com/forum-mamikos-bantu-mahasiswa-baru-cari-tahu-seputar-kota-tujuan-kuliah/">Forum Mamikos, Bantu Mahasiswa Baru Cari Tahu Seputar Kota Tujuan Kuliah</a> appeared first on <a href="https://unjkita.com">UNJKita.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Notula Rubrik Edisi Mahasiswa Baru Part 2: “Semua Karena UNJ”</title>
		<link>https://unjkita.com/notula-rubrik-edisi-mahasiswa-baru-part-2-semua-karena-unj/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Nadya Rizma Septiarini]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 09 Nov 2017 07:07:18 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Agenda]]></category>
		<category><![CDATA[Kabar Alumni]]></category>
		<category><![CDATA[Kampus]]></category>
		<category><![CDATA[Mahasiswa Baru]]></category>
		<category><![CDATA[Notula Rubrik]]></category>
		<category><![CDATA[Rubrik]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://unjkita.com/?p=16847</guid>

					<description><![CDATA[<p>Hai, Selamat datang keluarga baru Universitas Negeri Jakarta! Selamat memulai perjuangan di kampus tercinta ya! Barangkali ada di antara sobat UNJKita yang merasa “kecemplung” atau...</p>
<p>The post <a href="https://unjkita.com/notula-rubrik-edisi-mahasiswa-baru-part-2-semua-karena-unj/">Notula Rubrik Edisi Mahasiswa Baru Part 2: “Semua Karena UNJ”</a> appeared first on <a href="https://unjkita.com">UNJKita.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><em>Hai, Selamat datang keluarga baru Universitas Negeri Jakarta! Selamat memulai perjuangan di kampus tercinta ya!</em></p>
<p>Barangkali ada di antara sobat UNJKita yang merasa “kecemplung” atau salah jurusan di UNJ. Karena awalnya mau masuk Kedokteran UI, eh malah keterima di Sastra Inggris UNJ. Perasaan sedih, galau, kecewa campur aduk jadi satu membuat hati kian resah dan gelisah.</p>
<p>Tenang aja sob, gak hanya kamu yang merasa seperti itu. Dua narasumber hebat di Rubrik Edisi Mahasiswa Baru kali ini juga pernah ada di posisi yang sama. Meskipun sudah terlanjur “kecemplung” mereka memilih untuk berenang dengan tenang. Hasilnya, mereka malah menjadi perenang yang handal. Artinya, mereka gak melulu larut dalam kesedihan tetapi berjuang untuk kesuksesan.</p>
<p><img decoding="async" class="alignnone size-full wp-image-16862" src="http://unjkita.com/wp-content/uploads/2017/11/Rubrik.jpg" alt="" width="877" height="1093" srcset="https://unjkita.com/wp-content/uploads/2017/11/Rubrik.jpg 877w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2017/11/Rubrik-120x150.jpg 120w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2017/11/Rubrik-481x600.jpg 481w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2017/11/Rubrik-337x420.jpg 337w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2017/11/Rubrik-640x798.jpg 640w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2017/11/Rubrik-681x849.jpg 681w" sizes="(max-width: 877px) 100vw, 877px" /></p>
<p>Pada 27 Agustus 2017 kemarin, UNJKita masih menjalankan rangkaian Rubrik Edisi Mahasiswa Baru sebagai lanjutan dari part sebelumnya. Nah, untuk kalian yang belum sempat mengikuti Rubrik atau sempat merasa melewatkan momennya, tidak perlu khawatir. Karena kita tim UNJKita kembali menyediakan Notula Diskusinya loh!</p>
<p>Narasumber kita di Part 2 adalah salah seorang Aktivis terbaik UNJ. Pernah menjabat sebagai Ketua BEM UNJ, saat ini beliau adalah Founder dari Proyatim. Selain itu, beliau juga PIC Menyapa Indonesia PK-63 LPDP Kementerian Keuangan nih. Diskusi kedua ini dimoderatori oleh Nadya Rizma Septiarini dan Akbar Evandio mulai pukul 20.00-22.00 WIB. Langsung saja yuk kita simak lagi keseruannya!</p>
<h4><strong>SESI MATERI</strong></h4>
<h5><em><strong>Ka reza, dulu pas sma nya di SMAN 1 Bekasi ya kak. Terus ko bisa sih ka masuk ke UNJ. sebelumnya emang pengen atau sudah benar-benar memprospek UNJ sebagai kampus idaman kah ka ?</strong></em></h5>
<p>Iya betul saya anak smansasi alias SMAN. 1 Kota Bekasi. UNJ kampus idaman? Sebenarnya gak idaman banget sih. Cuma saya dulu milih kampus yang bayarannya murah. Awalnya UI kaerna setau saya ada BOP (Bantuan Operasional Pendidikan) Berkeadilah (dulu) dan UNJ katanya murah.</p>
<blockquote><p><strong>Melanjutkan kuliah murni keinginan saya. Sebenernya orang tua &#8220;melarang&#8221; dan meminta saya untuk langsung bekerja saja setelah SMA. Akhirnya &#8220;diam-diam&#8221; saya ikut ujian sana sini termasuk SNMPTN. </strong></p></blockquote>
<p>Saya juga dapat uang pendaftaran dari hasil jualan waktu itu dan ada juga pemberian dari guru. Ohiya, disini insyaAllah saya bakal blak-blakan mungkin gak pernah dibuka di forum sebelum-sebelumnya.</p>
<h5><em><strong>Wah &#8230; mantap banget. Terus gimana kakak mengawali kehidupan kampus pas sudah masuk di UNJ gitu ka. Katanya ada filosofi kuda-kuda, kura-kura, sama kupu-kupu ya. Nah, kakak milih jadi apa?</strong></em></h5>
<p>Sebenarnya sudah bisa lanjut kuliah saja saya sudah seneng banget. Awal kuliah saya harus berpikir untuk bisa dapet beasiswa. Akhirnya setelah beberapa bulan kuliah saya mendapat bidikmisi. Ini yang mesti saya amankan diawal, memastikan bisa terus kuliah. Karena kalau gak ada beasiswa bisa jadi kuliah gak bakal dilanjut.</p>
<p>Oh ya betul ada itu kuda-kuda, kuliah dagang-dagang, saya termasuk yang ini juga di awal-awal kuliah. Lumaya untuk ongkos dan sebagainya. Kura-kura, kuliah rapat kuliah rapat. Awalnya saya mau gak mau begini lagi. Saat di SMA saya sudah jadi ketua OSIS. Tau sibuknya dan sebagainya, terlebih lagi saya harus fokus kuliah dan biayanya.</p>
<blockquote><p><strong>Awalnya saya gak mau tuh ikutan organisasi. Tapi kayak-kayaknya gak asik banget kalau jadi kupu-kupu. Alias kuliah pulang-kuliah pulang, akhirnya saya malah ikutan lagi tuh organisasi. Tapi dari organisasi kampus pada saat itu saya banyak belajar dan merasa ilmu cetek banget walau udah pernah jadi ketua OSIS. Jadi, saya gak pilih kupu-kupu, begitu.</strong></p></blockquote>
<h5><em><strong>Beasiswa itu berarti punya andil besar ya kak. Soalnya biaya pendidikan (biasa) mahal. Nah kak kayanya kakak itu aktif banget deh di organisasi. Pas di kampus pernah jadi Ketua BEM Prodi Arab, terus naik jadi Ketua BEM FBS, sampe ke ketua BEM UNJ, bahkan ketua aliansi BEM Jakarta Raya. Emang kenapa sih kak harus organisasi. Bukannya organisasi itu bikin capek ya kak?</strong></em></h5>
<p>iya, penting banget. Makanya bersyukurlah teman-teman yang orang tuanya bisa membiayai kuliahnya. Harus lebih maksimal. Beri mereka yang terbaik. Duh saya gak jadi ketua BEM Prodi Arab alias gagal alias kalah.</p>
<p>Saya cuma mikir kalau sekolah atau kuliah itu sebenernya lebih mengarahkan kita untuk mendapatkan pendidikan formal mendapatkan nilai, ijazah, ilmu serta pengetahuan juga. Tapi gak semua pengetahuan ada di dalam pendidikan formal seperti kuliah. Contoh terkait bagaimana menjali kerja sama yang baik dengan orang lain, teknik berbicara didepan umum, sampai memahami karakteristik orang-orang yang beragam, itu bisa kita dapet di luar kelas, lebih banyak. Jadi, sebenernya banyak pengetahuan yang bisa di ambil saat kita berada di organisasi dan kita terapkan dalam kehidupan termasuk saat kuliah.</p>
<p>Iya bener, capek. Tapi saya mikir malah kalau waktunya kosong atau luang banget malah seringnya melakukan hal yang gak manfaat sebenernya lebih sia-sia waktunya dan kuliah itu malah lebih longgar dibanding saat sekolah. Teman-teman juga bakal ngalamin nanti. Pasti ada aja waktu kosong di sela-sela perkuliahan. Nah itu mau ngapain? Masa nongkrong-nongkrong terus?</p>
<p>Saya lanjutin dulu. Dengan ikut kegiatan selain kuliah misal ikutan organisasi sebenernya memberikan tantangn pada diri kita. Nah, tantangan-tantangan yang ada itu sesungguhnya bisa memunculkan potensi kita yang mungkin belum muncul sebelumnya. Sayang aja kalau dipendam. Barangkali potensi kita itu bisa memberikan manfaat yang luas.</p>
<h5><em><strong>Kak Reza, Ada yang bilang kalau ikut organisasi artinya kita gak akan bisa fokus akademik jadi bisa jadi gak bisa berprestasi dong? Itu bener kak?</strong></em></h5>
<p>Siapa yang bilang? Malahan kalau aktif di organisasi maka konsekuensinya harus aktif juga di kelas. Mungkin konsep ini gak dipahami.</p>
<h5><em><strong>Waah bisa dijelasin gak tuh kak? Gimana caranya tetap aktif di organisasi tapi tetap bisa berprestasi baik di kelas atau diluar kelas? :</strong></em></h5>
<p>Jadi, orang yang ikut organisasi bukan hanya terdepan di kegiatan tapi juga harus terdepan di dalam kelasnya. Misal duduk di depan. Orang yang ikut organisasi kan sering rapat, terus sering ngomong kan. Nah dikelas juga harus gitu. Kalau dosennya bertanya jawab, bicara, utarakan&#8230;.gak tau, makanya belajar.<br />
Saya pernah berada di sembilan organisasi&#8230;nilai jelek? gak jelek-jelek amat sih&#8230;ya walaupun cuma 3,7an cukup memuaskan lah ya. Tapi saya juga pernah IP-nya 2 koma&#8230;. nyantai aja&#8230;.karena emang gak lulus ujian&#8230; ya tinggal diulang <img src="https://s.w.org/images/core/emoji/17.0.2/72x72/1f600.png" alt="😀" class="wp-smiley" style="height: 1em; max-height: 1em;" /></p>
<h4><strong>SESI DISKUSI</strong></h4>
<p><em><strong>Pertanyaan Pertama:</strong></em><br />
<em><strong> Kalo boleh tau kaka ikut organisasi apa aja ka? Oleh: Kurniawan F</strong></em></p>
<p><strong>Jawaban:</strong><br />
SMP: Pramuka<br />
SMA: ekskul filateli, basket, futsal, sepak bola, volly, dan OSIS<br />
Kampus: Bem prodi, fsiku, bem fbs, ILMIBSI, BEM UNJ, BEM SI.<br />
Pasca Sekolah: Ikatan Alumni SMA<br />
Lingkungn rumah: Karang Taruna, Remaja Masjid. apa lagi ya.. sekarang&#8230; di Proyatim, IKA UNJ, IKA LPDP dan sebagainya.</p>
<p><em><strong>Pertanyaan Kedua:</strong></em><br />
<em><strong> Ka mau nanya BEM sama BPM lebih sibukan mana ? Oleh: Kurniawan F</strong></em></p>
<p><strong>Jawaban:</strong><br />
Tergantung keseriusan, kalau serius bisa sama-sama sibuknya. Sebenrnya ikut organisasi pasti sibuk. kalau gak sibuk, malah patut dicurigai bahkan cepat tinggalkan karena pasti ada yang gak beres itu. Sibuknya disini yang manfaat ya maksdnya.</p>
<p><em><strong>Pertanyaan Ketiga:</strong></em><br />
<em><strong> Kalo aku boleh tanya kak, kan ikut organisasi itu harus pintar mengutarakan pendapat sama public speaking ya ka? Nah gimana tips biar kita berani kaya gitu kak? Apa dari awal harus bisa public speaking, gimana cara kembangkan kemampuan itu kak? Oleh: Juki</strong></em></p>
<p><strong>Jawaban:</strong><br />
Bisa karena terbiasa. Berani terima tawaran, biasakan. Masalah bisa atau gak urusan belakangan. yang penting harus dicoba, dibiasakan, dan terus dilatih.</p>
<p><em><strong>Pertanyaan Keempat:</strong></em><br />
<em><strong> Untuk pembagian waktunya gimana tuh kak. Kalau ikut banyak organisasi gitu? Oleh: Arie Yusuf</strong></em></p>
<p><strong>Jawaban:</strong><br />
Bukan pembagian waktu tepatnya. Tapi manajemen kegiatan. Disaat belajar ya belajar, disaat organisasi ya organisasi, disaat makan ya makan&#8230;. Jangan diberantakin.</p>
<p><em><strong>Pertanyaan Kelima:</strong></em><br />
<em><strong> Kak kalau orangnya pendiam tapi senang aja aktif organisasi selama di SMA, bagaimana caranya saat di organisasi perkuliahan untuk survivenya kak? Oleh: Yunita Anggraini</strong></em></p>
<p><strong>Jawaban:</strong><br />
Bagus kalau sudah senang. Tapi jangan sampai cuma ikut organisasi untuk memenuhi kesenangan saja. Tapi sekarang sudah harus mulai lebih teliti, untuk apa ikut organisasi? Apa yang mau saya capai? Apa yg mau saya berikan di organisasi tersebut ?</p>
<p>Di organisasi gak harus vokal semua kok. Nge-band kalau vokalis semua juga gak asik kan? Harus ada yang main drum, gitar, dan sebagainya. Nah di organisasi juga gitu. Tergantung kamu, apa yang kamu miliki dan ingin kamu asah di organisasi tersebut. Intinya, jangan putus asa terhadap hal yang tidak bisa kamu lakukan dan fokus pada apa yang kamu miliki. Tiap orang punya kelebihan dan kekurangn masing-masing, sekian.</p>
<p><em><strong>Pertanyaan Keenam:</strong></em><br />
<em><strong> Kak saya ingin bertanya kepada ka Reza. Diliat dari backgroundnya kaka termasuk orang yang aktif organisasi. Nah, di organisasi itu kan banyak banget orang dengan kepribadian dan karakter yang berbeda. Cara Kita untuk bisa berusaha adaptasi dan Cara Kita bisa menghadapi mereka gimana ya ka? Makasih. Oleh: Pratiwi Digda, Pendidikan Geografi 2017</strong></em></p>
<p><strong>Jawaban:</strong><br />
Susah juga pertanyaannya. Selama ini saya cuma berusaha ramah saja dengn semua orang dan tidak cepat-cepat membantah pendapat/pemikiran orang lain. Jaga hubungan baik dan paling penting berusha berkomunikasi secara baik. Ada yg perlu basa basi ada yg tidak. Mungkin ini yang perlu dipahami. itu saja.</p>
<h4><strong>PENUTUP</strong></h4>
<p>Kalau disini ada yang merasa seperti saya &#8220;tidak sebegitu beruntung&#8221; saat menjadi mahasiswa, maka janganlah pernah menyerah. Jangan pernah mengeluh, jalani saja. Pasti ada jalan dan itu perlu perjuangan.</p>
<p>Bagi teman-teman mahasiswa yang &#8220;beruntung&#8221; maka jangan sia-siakan. Gunakan &#8220;keberuntungan&#8221; itu untuk mengasah diri kita untuk semakin rajin memberi, bermanfaat, dan berkontribusi untuk orang banyak.</p>
<p>Pilihan-pilihan ada didiri anda masing-masing. untuk menjadi mahasiswa yang sperti apa. Tapi saya cuma sampaikan, bahwa bangsa ini butuh para mahasiswa yang memiliki jiwa kepedulian yang besar, bukan hanya omong besar. Butuh mahasiswa yang mau turun menyelesaikan masalah bukan malah bagian dari masalah tersebut. Hal ini bisa terpatri jika dari awal kita mengawali kehidupan mahasiswa dengan niat yang lurus. Selamat datang mahasiswa baru di kampus ini. Jadikan tempat ini utk belajar banyak hal.</p>
<p>The post <a href="https://unjkita.com/notula-rubrik-edisi-mahasiswa-baru-part-2-semua-karena-unj/">Notula Rubrik Edisi Mahasiswa Baru Part 2: “Semua Karena UNJ”</a> appeared first on <a href="https://unjkita.com">UNJKita.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Notula Rubrik Edisi Mahasiswa Baru Part 1: “Semua Karena UNJ”</title>
		<link>https://unjkita.com/notula-rubrik-edisi-mahasiswa-baru-part-1-semua-karena-unj/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Nadya Rizma Septiarini]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 08 Nov 2017 13:29:51 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Agenda]]></category>
		<category><![CDATA[Kabar Alumni]]></category>
		<category><![CDATA[Kampus]]></category>
		<category><![CDATA[Rubrik]]></category>
		<category><![CDATA[Mahasiswa Baru]]></category>
		<category><![CDATA[Mahasiswa Berprestasi]]></category>
		<category><![CDATA[Notula Rubrik]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://unjkita.com/?p=16835</guid>

					<description><![CDATA[<p>Selamat datang keluarga baru Universitas Negeri Jakarta (read: mahasiswa baru (Maba). Selamat memulai perjuangan di kampus tercinta ya! Barangkali ada di antara sobat UNJKita yang...</p>
<p>The post <a href="https://unjkita.com/notula-rubrik-edisi-mahasiswa-baru-part-1-semua-karena-unj/">Notula Rubrik Edisi Mahasiswa Baru Part 1: “Semua Karena UNJ”</a> appeared first on <a href="https://unjkita.com">UNJKita.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><em>Selamat datang keluarga baru Universitas Negeri Jakarta (read: mahasiswa baru (Maba). Selamat memulai perjuangan di kampus tercinta ya!</em></p>
<p>Barangkali ada di antara sobat UNJKita yang merasa “kecemplung” atau salah jurusan di UNJ. Karena awalnya mau masuk Kedokteran UI, eh malah keterima di Sastra Inggris UNJ. Perasaan sedih, galau, kecewa campur aduk jadi satu membuat hati kian resah dan gelisah.</p>
<p>Tenang aja sob! Gak hanya kamu yang merasa seperti itu. Dua narasumber hebat di Rubrik Edisi Mahasiswa Baru kali ini juga pernah ada di posisi yang sama. Meskipun sudah terlanjur “kecemplung” mereka memilih untuk berenang dengan tenang. Hasilnya, mereka malah menjadi perenang yang handal. Artinya, mereka gak melulu larut dalam kesedihan tetapi berjuang untuk kesuksesan.</p>
<p><img decoding="async" class="size-full wp-image-16862 aligncenter" src="http://unjkita.com/wp-content/uploads/2017/11/Rubrik.jpg" alt="" width="877" height="1093" srcset="https://unjkita.com/wp-content/uploads/2017/11/Rubrik.jpg 877w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2017/11/Rubrik-120x150.jpg 120w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2017/11/Rubrik-481x600.jpg 481w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2017/11/Rubrik-337x420.jpg 337w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2017/11/Rubrik-640x798.jpg 640w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2017/11/Rubrik-681x849.jpg 681w" sizes="(max-width: 877px) 100vw, 877px" /></p>
<p>Pada 26 Agustus 2017 kemarin UNJKita mengadakan Rubrik Edisi Mahasiswa Baru. Masih ingatkan? Nah untuk kalian yang belum sempat mengikuti Rubrik atau sempat merasa melewatkan momennya, tidak perlu khawatir. Karena kita tim UNJKita kembali menyediakan Notula Diskusinya Loh!</p>
<p>Narasumber kita yang pertama adalah seorang Candidate of Master of Education in Leadership and Policy, Monash University, Australia. Kakak kece satu ini bernama Dhanty Kuswahyuningtyas, S.Pd. yang merupakan mahasiswi dari FIP UNJ 2011. Diskusi pertama dimoderatori oleh Annisa Indriyani mulai pukul 20.00-22.00 WIB. Sebelum pemaparan dari narasumber, CEO UNJKita, Ferly Ferdyant, S.E, terlebih dahulu memperkenalkan sekelumit profil UNJKita kepada para peserta. Yuk kita simak keseruannya!</p>
<h4><strong>SESI MATERI</strong></h4>
<h5><em><strong>Bagaimana kisah awal Kak Tyas masuk ke UNJ?</strong></em></h5>
<p>Kisah masuk UNJ diawali dengan kerelaan yang dipaksakan karena semenjak masih di SMA saya berkeinginan untuk berkiprah di dunia kesehatan masyarakat. Saya mengikuti SNMPTN tahun 2011 dan <em>alhamdulillah</em> lolos di Jurusan Kesehatan Masyarakat Universitas Jenderal Sudirman Purwokerto. Namun, untuk bisa belajar di sana tidaklah semulus yang dibayangkan. Calon maba diharuskan untuk membayar uang pendidikan sejumlah Rp 17 juta (tunai, tidak dapat dicicil). Bagi saya uang dengan jumlah segitu banyak banget. Saya dan keluarga tidak mampu untuk membayar itu.</p>
<p>Akhirnya, saya putuskan untuk mundur dan merelakan jurusan impian saya tersebut. Selanjutnya, Saya mencari univ yg masih buka ujian mandiri (saya tdk mau menunda kuliah). Saat itu yang ada hanya UNJ dan diantara pilihan jurusan yg tersedia, saya tertarik dgn Manajemen Pendidikan.</p>
<p>Singkatnya, saya diterima di MP UNJ dengan tanpa ketertarikan untuk belajar pendidikan.</p>
<blockquote><p><strong>Saya sadar bahwa penting untuk &#8220;<em>love what you do as well do what you love</em>&#8221; Demi meraih manfaat dan berkah dari hidup (belajar Di UNJ).</strong></p></blockquote>
<p>Maka, semenjak itu saya bertekad untuk serius belajar dan totalitas untuk kuliah, termasuk dengan mengikuti <em>event</em> pemilihan mapres tingkat jurusan. Walaupun di tingkat fakultas saya tidak unggul, namun saya mendapat banyak manfaat dari berteman dengan mapres lainnya. Diskusi, ikut lomba, bikin project. Dari situ lah saya punya tiket untuk terus maju dan sampai di sini (melanjutkan studi S2) di Melbourne.</p>
<h5><em><strong>Terus kak, dari pertama masuk apa yang bikin kak Tyas jadi semangat untuk kuliah yang notabene bukan keinginan awal?</strong></em></h5>
<p>Motivasi pertama adalah orang tua. Saya gak mau mengecewakan mereka, maka saya bertekad harus serius dan ngasih &#8220;lebih&#8221; buat mereka. Motivasi kedua adalah masa depan saya, <em>no pain no gain</em>. Saya harus lakukan lebih sekarang supaya dapat lebih Di masa depan</p>
<h5><em><strong>Jadi go through aja ya kak? Lalu, organisasi yang pertama kakak ikutin apa? dan saat itu apa alasan kakak memutuskan untuk berorganisasi?</strong></em></h5>
<p>Organisasi pertama di kampus adalah HIMA MP (skrg BEMJ MP kalo ga salah). Alasan pertama saya adalah karena hasil refleksi saya terhadap masa &#8220;gelap&#8221; yang saya alami di SMA. Alasan kedua karena ada seorang senior MP saat itu yang <em>encouraged</em> saya bahwa organisai adalah laboratorium dari belajar, maka saya ga mau menyiakan kesempatan utk implementasi teori-teori yang dipelajari di kelas.</p>
<blockquote><p><strong>organisai adalah laboratorium dari belajar, maka saya ga mau menyiakan kesempatan utk implementasi teori-teori yang dipelajari di kelas.</strong></p></blockquote>
<h5><em><strong>Masya Allah&#8230; Laboratorium dari belajar. Waktu di BEMJ MP (Badan Eksekutif Mahasiswa Jurusan Manajemen Pendidikan) kakak menjabat di bagian apa? Organisasi apalagi yang kakak ikutin?</strong></em></h5>
<p>Saya gabung HIMAMP di dua periode, periode pertama amanah saya adalah staff departemen Advokasi dan Sosial. Periode kedua amanah saya menjadi Kepala departemen Advokasi dan Sosial<br />
Selain Di HIMAMP periode ke dua, saya juga gabung di TARBAWI FIP divisi kesekretariatan. Setelah itu, saya gabung di BEM FIP divisi Advokasi. Selama periode ketiga ini saya juga aktif <em>volunteering</em> di Komunitas Sobat Bumi</p>
<h5><em><strong>Selama kakak mengikuti organisasi di kampus apa suka-duka serta manfaat yang Kak Tyas dapatkan?</strong></em></h5>
<p>Banyak sekali manfaat organisasi kampus untuk hidup saya. Jujur, dulu pas SMA saya adalah siswa KuPuKuPu, jarang banget terlibat di organisasi atau kegiatan-kegiatan sekolah yang ada. Jadi, temen SMA saya sedikit, lulus SMA dapat ijazah, <em>that&#8217;s all</em>.</p>
<blockquote><p><strong>Dari pengalaman organisasi saya selama kuliah, banyak banget dapat manfaat, saya belajar banyak banget hal baru. Di tingkat individu, saya jadi orang yang lebih rapih dan disiplin, saya dituntut untuk bisa atur waktu antara kuliah, kerja, dan organisasi.</strong></p></blockquote>
<p>Di tingkat sosial, saya jadi orang yang lebih toleran dan <em>open minded</em>, empati dan simpati sama orang lain, belajar banyak <em>perspective</em> baru. Di akademik, saya bisa merefleksikan kehidupan organisasi dgn teori-teori yang dipelajari di kelas. Terlebih lagi, karena tiga tahun ada di advokasi, itu bisa melatih diri saya untuk mengembangkan lebih rasa empati</p>
<h5><em><strong>Kalo duka selama berorganisasi kak?</strong></em></h5>
<p>Dukanya juga banyak hehe. Berkorban waktu, Terkadang kami harus pulang malam demi menyelesaikan urusan organisasi, menyisihkan waktu<em> leisure time</em> untuk organisasi. Berkorban finansial, gak dipungkiri ya hampir setiap aktivitas pasti butuh uang. Berkorban pikiran dan perasaan. Capek mikirin orang, apa orang yang kita urus mikirin kita? <em>Of course not!</em> Capek perasaan juga karena berhubungan dengan banyak orang akan berhubungan dgn berbagai karakter. Pernah kami berantem karena selisih paham tentang suatu hal. <em>But every sacrifice never upset me. Alhamdulillah it worth.</em></p>
<h5><strong><em>Ka Tyas bukan sekadar organisatoris loh temen-teman, tapi juga dinobatkan menjadi Mahasiswa Berprestasi tahun 2014. Bisa ceritakan Kak mawapres itu apa dan bagaimana perjalanan kakak menjadi mawapres di kampus?</em></strong></h5>
<p>Menurut saya makna berprestasi adalah relatif, tergantung siapa dan bagaimana orang punya perspektif tentang itu. Saat itu saya mencoba ikut event seleksi mahasiswa berprestasi versi kampus. Mulai dr tingkat jurusan kemudian lenjut ke fakultas. <em>Alhamdulillah</em> saya menjadi delegasi mapres dr jurusan MP untuk seleksi tingkat fakultas.</p>
<p>Di tingkat fakultas saya gak unggul, kalah saing sama temen-temen dari jurusan lain. Tapi kita tetap bisa menjadi mahasiswa berprestasi versi kita.</p>
<h5><strong><em>Next kak, alhamdulillah Kak Tyas bisa lulus tepat waktu dan lanjut studi di Monash University. Bagaimana kisah awal kakak bisa sampai lulus seleksi ke sana?</em></strong></h5>
<p>Saya suka untuk masuk ke pintu-pintu (lebih dari satu) yang terbuka untuk saya, karena saya gak tahu lewat pintu mana saya akan mendapat kebaikan dan ke suksesan. Setelah lulus saya coba untuk <em>apply</em> kerja di beberapa tempat sambil belajar IELTS untuk persyaratan beasiswa luar negeri. Saya jalani keduanya. Setelah <em>score</em> IELTS saya mencapai target, saya <em>apply</em> beasiswa LPDP sambil <em>apply</em> ke Monash dan beberapa universitas lain di Australia, <em>Alhamdulillah</em> lulus dan di sini saya sekarang.</p>
<h5><em><strong>Pertanyaan terakhir nih kak dari momod, seberapa besar kesempatan yang di berikan kampus kepada kakak untuk bisa berprestasi?</strong></em></h5>
<p>Cukup besar. Kampus memberikan ruang yg cukup untuk mahasiswanya supaya bisa berprestasi. Dari pengalaman saya, dengn menyelenggarakan event pemilihan mahasiswa berprestasi adalah bentuk dukungan yang diberikan kampus untuk mahasiswa. Support finansial juga tersedia untuk mahasiswa yang ingin compete Di kancah international.</p>
<p>Dukungan untuk mahasiswa yang ikut PKM juga ada. Namun, sayangnya akses mahasiswa untuk mendapatkan jurnal international dari portal kampus sangat terbatas. Hal itu menghambat mahasiswa utk mendapatkan informasi global. Lebih jauh, treatment kampus untuk membiasakan mahasiswa berpikir kritis masih minim. <em>Overall</em>, UNJ telah menempa saya seperti adanya saya sekarang dgn kelebihan dan masih banyak kekurangan saya. <em>I love UNJ deh!</em></p>
<h4><strong>SESI DISKUSI</strong></h4>
<p><em><strong>Pertanyaan Pertama:</strong></em><br />
<em><strong> Masa gelap di sma yang dimaksud ka tyas itu gimana?</strong></em><br />
<em><strong> Oleh: Afifah, Manajemen Pendidikan 2017</strong></em></p>
<p><strong>Jawaban:</strong><br />
Masa &#8220;gelap&#8221; adalah masa dimana saya gak total bergabung di organisasi, cuma numpang nama. Saya juga gak banyak terlibat dengan kegiatan sekolah seperti olimpiade dan sebagainya. Alhasil teman saya sedikit dan sedikit sekali pelajaran yg bisa saya dapat kecuali pelajaran di kelas. Saya lulus hanya dengan ijazah. <em>That&#8217;s all</em>. Itu lah masa &#8220;gelap&#8221; saya</p>
<p><em><strong>Pertanyaan Kedua:</strong></em><br />
<em><strong> Hebat kak, menginspirasi banget. Awalnya kaka lintas jurusan yah. tapi kaka bisa nikmati proses itu semuanya. hm apa sejauh ini msh ada mimpi kaka yg kaka ingin raih ? Oleh: Zahra Humaira, Bimbingan Konseling 2017</strong></em></p>
<p><strong>Jawaban:</strong><br />
Tentu masih. Masih banyak. Impian terbesar saya (dalam konteks ini, related to background saya) saya ingin jadi <em>entrepreneur</em>, mendirikan lembaga pendidikan yang<em> Insyaa Allah</em> bisa jadi sarana kebermanfaatan untuk orang banyak dan mendulang pahala untuk saya</p>
<p><em><strong>Pertanyaan Ketiga:</strong></em><br />
<em><strong> Apakah sejak menjadi siswa hingga mahasiswa Kak Tyas adalah murid yang pintar dikelas? Dan apa yang bisa menghantarkan Kak Tyas hingga bisa melanjutkan S2 ke Melbourne? Oleh: Ade Ayu Andini, Pendidikan Luar Biasa 2017</strong></em></p>
<p><strong>Jawaban:</strong><br />
Pintar maksudnya yang dapat ranking atas dan nilai-nilai bagus? Ga juga sih, saya pernah dapat ranking 19 out of 33 murid, tapi Alhamdulillah pernah juga masuk 3 besar. Banyak &#8220;tiket&#8221; yang harus saya beli untuk bisa mendapat beasiswa S2 Luar Negeri. Organisasi, Mawapres, menjuari kompetisi internasional, <em>volunteering</em> NGO (Sobat Bumi), dan belajar maksimal</p>
<p><em><strong>Pertanyaan Keempat:</strong></em><br />
<em><strong> Assalamualaikum. Gimana sih cara ka tyas buat bisa mengatur waktu, mengkoordinir waktunya. Karna kan tugas kuliah sendiri itu gak sedikit gitu? Oleh: Mustika Dewi Sari Palupi, Pendidikan Guru Sekolah Dasar 2017</strong></em></p>
<p><strong>Jawaban:</strong><br />
Ya itu seperti yang saya paparkan di atas, berkorban waktu. <em>Less sleep, more work.</em> Kalau ada waktu kosong manfaatkan sebaik mungkin untuk menuntaskan amanah-amanah yang ada seperti tugas kuliah, organisasi, dan kerja. Dan ibadah penting utk menyeimbangkan semua aktivitas itu, Allah yang atur.</p>
<p><em><strong>Pertanyaan Kelima:</strong></em><br />
<em><strong> Kak, saya mau bertanya. Saya baca CV kakak. Kakak dapat beasiswa LPDP ya? Cara mendapatkannya itu syaratnya apa aja ya kak? Dan apa ada syarat mutlak untuk mendaftarkan diri di suatu beasiswa? Terimakasih kak Oleh: M. Raihan Fawwaz, Manajemen Pendidikan 2017</strong></em></p>
<p><strong>Jawaban:</strong><br />
Syarat mutlak beasiswa S2? Pastinya harus lulus S1 dulu<br />
Selain itu, minimum score of English proficiency juga ada seperti IELTS atau TOEFL IBT. Cara lebih lanjut untuk <em>apply</em> beasiswa LPDP bisa dilihat Di booklet beasiswa LPDP yang bisa diakses Di portal LPDP. Syarat mutlak untuk beasiswa biasanya adalah IPK, Di mana pun syarat minimum IPK pasti ada dan keaktifan sosial juga dipertimbangkan oleh sponsor.</p>
<p><em><strong>Pertanyaan Keenam:</strong></em><br />
<em><strong> Assalamualaikum saya pengen tanya kek kak tyas kak nisa. Di zaman yang serba modern ini kita tau bahwa remaja zaman sekarang di sibukkan oleh Teknologi yang serba canggih yang membuat kita di perbudak oleh teknologi. Nah menurut sudut pandang kakak, bagaimana cara kita agar kita tidak diperbudak oleh teknologi yang membuat kita malas, untuk cara belajarnya bagaimana cara belajar yang kakak lakukan untuk menempuh cita-cita kakak? Oleh: Mohammad Ari Yusuf, Pendidikan Geografi 2017</strong></em></p>
<p><strong>Jawaban:</strong><br />
Pertama tentang teknologi, saya berusaha memanfaatkan teknokogi untuk melakukan hal-hal baik yang mendatangkan manfaat, yah memang walaupun masih suka terlena akan kecanggihannya, tapi diri kita sendiri yang bisa <em>handle</em> diri kita. Tentukan batasan-batasan sejauh mana kita boleh berinteraksi dengan teknologi. Kedua, tentang cara belajar, saya suka belajar di tempat sepi dan tenang sehingga saya bisa berpikir jernih.</p>
<p><em><strong>Pertanyaan Ketujuh:</strong></em><br />
<em><strong> Kisah Kak Tyas sungguh sangat menginspirasi. Izinkan saya bertanya. Adakah motivasi lain kecuali ingin membanggakan orang tua dan menjadi pribadi lebih baik saat kakak memutuskan keep fihgting untk kuliah meski harus ambil jurusan yang bner-bener kakak gak minat di situ. Atau kakak punya sebuah mimpi besar? Oleh: Siti mardhotilah, Pendidikan Luar Sekolah 2017</strong></em></p>
<p><strong>Jawaban:</strong><br />
Motivasi terbesar saya ya yang dua itu, Siti. Tentu masih ada motivasi-motivasi lain, seperti menjadi orang yang bermanfaat, tanggung jawab sama pilihan sendiri (melepas Unsoed dan memilih UNJ), dan memberi contoh yang baik untuk adik dan saudara saya. Semenjak memutuskan kuliah di UNJ, saya mulai membangun mimpi besar untuk mendirikan lembaga pendidikan seperti yang sudah saya ceritakan sebelumnya.</p>
<p><em><strong>Pertanyaan Kedelapan:</strong></em><br />
<em><strong> Assalamualaikum berarti Kak Tyas sudah anggota PPI Australia? Enak tak jadi anggota PPI? Oleh: Egi Firgiansyah, Pendidikan Teknik Sipil 2017</strong></em></p>
<p><strong>Jawaban:</strong><br />
Iya, saya Anggota PPI. pasti enak, banyak keuntungannya, selain bisa bertemu dgn mahasiswa2 Indonesia Di sini, anggota juga bisa dapat diskon 20% penerbangan Garuda Airlines</p>
<p><em><strong>Pertanyaan Kesembilan:</strong></em><br />
<em><strong> Saya pernah dengar ya kak, kebanyakan mahasiswa yang terlambat lulus itu karna organisasi, menurut kakak itu benar gak? Oleh: Muthia Aisyah, Pendidikan Matematika 2017</strong></em></p>
<p><strong>Jawaban:</strong><br />
Engga. Organisasi gak menjadi alasan mahasiswa terlambat lulus. Banyak organisatoris lulus tepat waktu dan ga sedikit mahasiswa non-organisasi lulus terlambat. Jadi organisasi bukan alasan</p>
<p><strong><em>Pertanyaan Kesepuluh :</em></strong><br />
<strong><em> Ka.. Gmn caranya biar kita tuhh PEDE sama apa yang kita impi-impikan?? Oleh: Azfi Mahda F, Pendidikan Guru Sekolah Dasar 2017</em></strong></p>
<p><strong>Jawaban:</strong><br />
Perbarui terus semangat. Bergaul dengan orang-orang yang sevisi juga penting. Selain itu jangan pernah berhenti doa sama Yang Maha Kuasa.</p>
<p><em><strong>Pertanyaan kesebelas :</strong></em><br />
<em><strong> Kak, yang pertama syarat untuk segala macam hal beasiswa adalah bahasa kan? Yaitu bisa berbahasa inggris dan bahasa lainnya. Nah, saya termasuk kedalam orang yang susah berbahasa inggris kak, tapi di mapel lainnya bisa insya Allah unggul. Gimana caranya agar kita bisa berbahasa inggris dan nggak malas untuk mempelajarinya? Oleh: Firda Haliza, Pendidikan Sosiologi 2017</strong></em></p>
<p><strong>Jawaban:</strong><br />
<em>Practice makes perfect indeed</em>. Latihan. Baca, nulis, bicara sama orang-orang yang semangat belajar bahasa juga. Sarananya bisa bergabung dengan komunitas-komunitas pecinta bahasa.</p>
<p><em><strong>Pertanyaan Keduabelas :</strong></em><br />
<em><strong> Assalamu&#8217;alaikum Kak Tyas saya ingin bertanya Bagaimana cara mengubah mental kupu-kupu tersebut menjadi mental yang berani dan aktif dalam berorganisasi dan pertanyaan terakhir bagaimana cara menumbuhkan dan mempertahankan mental aktif ikut serta untuk berorganisasi ? Oleh: Dianita Fahira Utami, Akuntansi 2017</strong></em></p>
<p><strong>Jawaban:</strong><br />
Waalaikumussalam Dianita. Cara ku merubah mental tersebut adalah dengan menyesali dan atur strategi supaya ga jadi KuPuKuPu lagi. Nah untuk mempertahankannya adalah dengan cara pilih organisasi yang membuat kita nyaman, dan gabung di divisi yang kegiatannya sesuai dengan kemauan dan kemampuan kita,</p>
<h4><strong>PENUTUP</strong></h4>
<p>Terima kasih buat panitia dari UNJKita yang sudah ngasih kesempatan saya buat untuk berbagi. Saya mohon maaf apabila ada kata-kata dan ketikan yang kurang berkenan di hati temen-temen semua, yang benar selalu punya Allah dan salah pasti dari saya. Semoga bisa mengambil manfaat dari tadi, yang buruk harap disingkirkan aja. Berharap teman-teman maba disini bisa lebih baik dari kakak-kakak pendahulunya.</p>
<p>The post <a href="https://unjkita.com/notula-rubrik-edisi-mahasiswa-baru-part-1-semua-karena-unj/">Notula Rubrik Edisi Mahasiswa Baru Part 1: “Semua Karena UNJ”</a> appeared first on <a href="https://unjkita.com">UNJKita.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>7 Tips Produktif Mengawali Perkuliahanmu</title>
		<link>https://unjkita.com/awal-kuliah-mahasiswa-baru/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Muhammad Ihsan]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 18 Aug 2017 11:25:39 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[Kampus]]></category>
		<category><![CDATA[Konten Pilihan]]></category>
		<category><![CDATA[Mahasiswa Baru]]></category>
		<category><![CDATA[MPA UNJ]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://unjkita.com/?p=12998</guid>

					<description><![CDATA[<p>Masuk dunia perkuliahan adalah salah satu tonggak sejarah yang harus kamu siapkan dengan matang. Kesempatan ini mungkin hanya terjadi satu kali seumur hidupmu, kecuali jika...</p>
<p>The post <a href="https://unjkita.com/awal-kuliah-mahasiswa-baru/">7 Tips Produktif Mengawali Perkuliahanmu</a> appeared first on <a href="https://unjkita.com">UNJKita.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Masuk dunia perkuliahan adalah salah satu tonggak sejarah yang harus kamu siapkan dengan matang. Kesempatan ini mungkin hanya terjadi satu kali seumur hidupmu, kecuali jika kamu mau pindah kampus atau pindah program studi dan mengulang dari awal lagi di tahun yang akan datang.hehe.</p>
<p>Masa-masa awal perkuliahan sebagai mahasiswa baru sangat mempengaruhi perjalanan perkuliahanmu di kemudian hari. Karenanya persiapkanlah dengan baik dan laluinya dengan semaksimal mungkin. Yuk simak 7 tips supaya kamu bisa melakukan start dengan baik di dunia kampus.</p>
<h4><strong>1. Manfaatkan Masa Pengenalan Akademik (MPA) mencari sebanyak mungkin kenalan dan pilih beberapa teman untuk kamu jadikan sohib di awal perkuliahan.</strong></h4>
<div id="attachment_294" style="width: 650px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-294" class="wp-image-294 size-full" src="http://unjkita.com/wp-content/uploads/2015/12/MPA.jpg" alt="MPA UNJ 2012" width="640" height="480" srcset="https://unjkita.com/wp-content/uploads/2015/12/MPA.jpg 640w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2015/12/MPA-300x225.jpg 300w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2015/12/MPA-378x283.jpg 378w" sizes="auto, (max-width: 640px) 100vw, 640px" /><p id="caption-attachment-294" class="wp-caption-text">Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial Mengikuti MPA 2017</p></div>
<p>Sebelum kamu mulai kuliah kamu harus melalui Masa Pengenalan Akademik terlebih dahulu. Kegiatan ini akan mengenalkan kamu tentang dunia kampus mulai dari kegiatan belajar, sistem perkuliahan, fasilitas, hingga kegiatan mahasiswa.</p>
<p>MPA adalah waktu yang tepat untuk kamu berkenalan dengan sebanyak mungkin orang. Semakin banyak teman yang kamu kenal akan semakin banyak informasi yang bisa kamu raih yang nantinya akan berguna dalam proses adaptasi mengawali perkuliahanmu di kampus.</p>
<h4><strong>2. Jangan lupa untuk kenalan juga ke para senior. Kedepanya mereka akan banyak memberika manfaat untukmu terutama soal perkuliahan.</strong></h4>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="wp-image-10210 size-large aligncenter" src="http://unjkita.com/wp-content/uploads/2017/05/Aksi-Mahasiswa-UNJ--800x600.jpg" alt="Aksi mahasiswa UNJ" width="640" height="480" srcset="https://unjkita.com/wp-content/uploads/2017/05/Aksi-Mahasiswa-UNJ--800x600.jpg 800w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2017/05/Aksi-Mahasiswa-UNJ--150x112.jpg 150w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2017/05/Aksi-Mahasiswa-UNJ--560x420.jpg 560w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2017/05/Aksi-Mahasiswa-UNJ--80x60.jpg 80w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2017/05/Aksi-Mahasiswa-UNJ--100x75.jpg 100w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2017/05/Aksi-Mahasiswa-UNJ--180x135.jpg 180w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2017/05/Aksi-Mahasiswa-UNJ--238x178.jpg 238w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2017/05/Aksi-Mahasiswa-UNJ--640x480.jpg 640w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2017/05/Aksi-Mahasiswa-UNJ--681x511.jpg 681w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2017/05/Aksi-Mahasiswa-UNJ-.jpg 843w" sizes="auto, (max-width: 640px) 100vw, 640px" />Pergaulanmu jangan berhenti di teman seangkatan saja. Kenalan juga dengan para senior mereka memiliki segudang pengalaman yang bisa membantumu untuk akselerasi lebih cepat baik dari segi akademik ataupun akademik.</p>
<h4><strong>3. Jangan terus kumpul dengan teman SMA kamu, Awal Kuliah waktunya perluas jejaring pertemanan.</strong></h4>
<div id="attachment_13089" style="width: 650px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-13089" class="wp-image-13089 size-full" src="http://unjkita.com/wp-content/uploads/2017/08/Teman.jpg" alt="Pertemanan di awal kuliah" width="640" height="320" srcset="https://unjkita.com/wp-content/uploads/2017/08/Teman.jpg 640w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2017/08/Teman-150x75.jpg 150w" sizes="auto, (max-width: 640px) 100vw, 640px" /><p id="caption-attachment-13089" class="wp-caption-text">Luaskan jejaring pertemananmu</p></div>
<p>Penyakit lingkungan baru biasanya kita segan untuk berkenalan dengan orang lain dan cenderung berkumpul dengan orang-orang yang kita kenal saja. Dunia perkuliahan tidak seperti masa SMA dulu. Sistem perkuliahan dapat memungkinkan kamu akan terpisah dengan teman-teman seangkatanmu.</p>
<p>IPK nanti akan menentukan seberapa banyak kamu dapat mengambil SKS dan berapa banyak mata kuliah yang harus kamu ulang. Jangan heran kalau nanti kamu bisa saja bertemu di kelas dengan mahasiswa lintas angkatan dan lintas program studi. Seperti tips nomor satu dan dua, sekarang waktunya kamu mencari teman baru</p>
<h4><strong>4. Beli Buku Kuliah? Mahal? Pinjam aja Sob!</strong></h4>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter wp-image-5970 size-large" src="http://unjkita.com/wp-content/uploads/2017/01/Buku-800x533.jpg" alt="Buku Kuliah" width="640" height="426" srcset="https://unjkita.com/wp-content/uploads/2017/01/Buku-800x533.jpg 800w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2017/01/Buku-150x100.jpg 150w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2017/01/Buku-630x420.jpg 630w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2017/01/Buku-640x427.jpg 640w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2017/01/Buku-681x454.jpg 681w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2017/01/Buku.jpg 720w" sizes="auto, (max-width: 640px) 100vw, 640px" />Sudah menjalankan tips nomor 2? inilah saatnya kamu fungsikan pertemanan dengan para senior yaitu pinjem buku-buku kuliah mereka. Jika kamu dapat bonus bisa jadi apa yang mereka corat coret di bukunya adalah soal-soal yang menjadi UTS atau UAS, karena tak jarang dosen mengeluarkan soal yang sama dari tahun ke tahun.</p>
<p>Senior juga gak punya? pinjam aja ke perpustakaan kamu bisa ke perpustakaan fakultas ataupun perpustakaan universitas. Kamu harus secepat mungkin meminjamnya karena akan bersaing dengan teman-temanmu dari lintas fakultas.</p>
<h4><strong>5. Luangkan Waktumu ikuti kegiatan Mahasiswa di Gedung G atau kegiatan mahasiswa yang ada di UNJ</strong></h4>
<div id="attachment_12456" style="width: 710px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-12456" class="wp-image-12456 size-full" src="http://unjkita.com/wp-content/uploads/2017/07/Komunitas-Terminal-Hujan.jpg" alt="" width="700" height="329" srcset="https://unjkita.com/wp-content/uploads/2017/07/Komunitas-Terminal-Hujan.jpg 700w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2017/07/Komunitas-Terminal-Hujan-150x71.jpg 150w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2017/07/Komunitas-Terminal-Hujan-640x301.jpg 640w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2017/07/Komunitas-Terminal-Hujan-681x320.jpg 681w" sizes="auto, (max-width: 700px) 100vw, 700px" /><p id="caption-attachment-12456" class="wp-caption-text">berorganisasi dan memberikan kontribusi untuk sekitar</p></div>
<p>Hasil penelitian dari Thomas J. Stanley, Ph.D seorang pakar di dunia bisnis serta penulis buku New York Times’ best sellers The Millionaire Next Door and The Millionaire Mind mungkin akan mengubah apa yang kamu yakini mengenai kesuksesan.</p>
<p>Dari 100 faktor yang berpengaruh terhadap kesuksesan seseorang, IQ hanya menempati urutan ke-21, bersekolah di sekolah favorit berada di urutan ke-23, dan lulus dengan nilai terbaik/hampir terbaik cuma faktor kesuksesan di urutan ke-30.</p>
<p>Beberapa faktor utama yang berpengaruh kepada kesuksesan adalah sikap Jujur, Disiplin, Interpersonal Skill, Dukungan dari pasangan hidup, pekerja keras, Mencintai apa yang dikerjakan, Kepemimpinan Yang Baik dan Kuat, dll. Semua hal ini bisa kamu latih dan kamu dapatkan dengan cara ikut dan aktif berorganisasi. Jadi yuk mulai tentukan apa kegiatan mahasiswa yang cocok dengan cita-cita kamu.</p>
<h4><strong>6. Ketahui Semua Fasilitas Kampus yang Menjadi Hak Kamu.</strong></h4>
<div id="attachment_5758" style="width: 650px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-5758" class="size-large wp-image-5758" src="http://unjkita.com/wp-content/uploads/2017/01/BI-Corner-Perpustakaan-UNJ-800x600.jpg" alt="" width="640" height="480" srcset="https://unjkita.com/wp-content/uploads/2017/01/BI-Corner-Perpustakaan-UNJ-800x600.jpg 800w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2017/01/BI-Corner-Perpustakaan-UNJ-150x113.jpg 150w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2017/01/BI-Corner-Perpustakaan-UNJ-560x420.jpg 560w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2017/01/BI-Corner-Perpustakaan-UNJ-80x60.jpg 80w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2017/01/BI-Corner-Perpustakaan-UNJ-100x75.jpg 100w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2017/01/BI-Corner-Perpustakaan-UNJ-180x135.jpg 180w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2017/01/BI-Corner-Perpustakaan-UNJ-238x178.jpg 238w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2017/01/BI-Corner-Perpustakaan-UNJ-640x480.jpg 640w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2017/01/BI-Corner-Perpustakaan-UNJ-681x511.jpg 681w" sizes="auto, (max-width: 640px) 100vw, 640px" /><p id="caption-attachment-5758" class="wp-caption-text">BI Corner Perpustakaan UNJ</p></div>
<p>Sebagai mahasiswa baru kamu perlu tahu segala macam hak-hak kamu seperti perpustakaan, akses jurnal, wifi gratis, peluang beasiswa, hak cuti, dana perjalanan untuk seminar tingkat nasional, dll.</p>
<p>Kenapa hal ini perlu kamu ketahui? kamu perlu merencanakan sebaik mungkin rencana studi perkuliahan dengan mempertimbangkan fasilitas-fasilitas yang ada. Dengan memanfaatkan hak dan fasilitas yang menjadi hak kamu diharapkan hasilnya bisa menjadi lebih maksimal dan terencana.</p>
<h4><strong>7. Cari tahu peluang beasiswa yang bisa kamu raih di semester berikutnya.</strong></h4>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="size-large wp-image-5819 aligncenter" src="http://unjkita.com/wp-content/uploads/2017/01/beasiswa-dua-800x416.jpg" alt="" width="640" height="333" srcset="https://unjkita.com/wp-content/uploads/2017/01/beasiswa-dua-800x416.jpg 800w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2017/01/beasiswa-dua-150x78.jpg 150w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2017/01/beasiswa-dua-808x420.jpg 808w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2017/01/beasiswa-dua-640x333.jpg 640w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2017/01/beasiswa-dua-681x354.jpg 681w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2017/01/beasiswa-dua.jpg 729w" sizes="auto, (max-width: 640px) 100vw, 640px" />Beasiswa adalah impian setiap orang. Kamu harus cari tahu sebanyak mungkin peluang beasiswa dan apa saja syarat-syaratnya. Berapa IPK minimumnya? mulai semester berapa bisa menerima beasiswa? Haruskah berprestasi? apa saja fasilitasnya.</p>
<p>Pengempulan informasi sejak awal perkuliahan tentunya sangat membantu kamu untuk memilih apa beasiswa terbaik yang bisa kamu raih. Kamu juga bisa lebih mempersiapkan diri dan tidak menyesal di kemudian hari.</p>
<p>Semoga artikel tips kali ini bermanfaat untuk kamu. Silahkan di praktikan dan selamat mengarungi kehidupan kuliah!</p>
<p>The post <a href="https://unjkita.com/awal-kuliah-mahasiswa-baru/">7 Tips Produktif Mengawali Perkuliahanmu</a> appeared first on <a href="https://unjkita.com">UNJKita.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Tips Sukses di Kampus Bagi Mahasiswa Baru</title>
		<link>https://unjkita.com/tips-sukses-di-kampus-bagi-mahasiswa-baru/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[UNJKita.com &#124; @pemburukampus]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 04 Aug 2017 05:54:22 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kampus]]></category>
		<category><![CDATA[Konten Pilihan]]></category>
		<category><![CDATA[Mahasiswa Baru]]></category>
		<category><![CDATA[Mahasiswa UNJ]]></category>
		<category><![CDATA[Tips]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://unjkita.com/?p=12249</guid>

					<description><![CDATA[<p>Mahasiswa Baru atau biasa disebut MABA merupakan status yang disandang oleh mahasiswa di tahun pertama kuliahnya. Beberapa orang menganggap bahwa memasuki dunia kuliah merupakan suatu...</p>
<p>The post <a href="https://unjkita.com/tips-sukses-di-kampus-bagi-mahasiswa-baru/">Tips Sukses di Kampus Bagi Mahasiswa Baru</a> appeared first on <a href="https://unjkita.com">UNJKita.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Mahasiswa Baru atau biasa disebut MABA merupakan status yang disandang oleh mahasiswa di tahun pertama kuliahnya. Beberapa orang menganggap bahwa memasuki dunia kuliah merupakan suatu perubahan. Berubahnya status dari Siswa menjadi Mahasiswa merupakan perubahan yang terjadi di dalam diri maupun secara penampilan. Seiring perubahan yang terjadi, lingkungan baru, teman baru, dan sistem pembelajaran yang baru mungkin saja dapat membuat kesulitan dalam menjalani kuliah perdana bagi mahasiswa baru.</p>
<p>Di balik kesulitan itu, siapa yang tidak ingin menjadi mahasiswa sukses di kampus?</p>
<p>Pasti semuanya ingin menjadi mahasiswa sukses. Berikut beberapa tips sukses di kampus bagi mahasiswa baru:</p>
<h2><strong>1. Memiliki Niat dan Tujuan</strong></h2>
<p>Saat masuk kuliah sistem pembelajaran sangat berbeda jika dibandingkan dengan tingkat sebelumnya. Jika di tingkat sebelumnya hanya di bagi beberapa jurusan, tapi kalau di perkuliahan terbagi menjadi beberapa fakultas, di dalam fakultas terbagi lagi menjadi beberapa jurusan, dan di dalam jurusan terbagi lagi menjadi beberapa program studi prodi. Mungkin beberapa orang masuk dalam jurusan atau program studi yang diinginkan tapi tidak sedikit orang yang masuk dalam jurusan atau program studi yang tidak diinginkan.</p>
<p>Tapi, apapun jurusan atau prodi kamu, kamu harus yakin ini adalah salah satu proses terbaik dari Tuhan Yang Maha Esa yang harus kamu jalani. Dengan begitu kamu bisa menerima keadaan yang ada. Hal pertama yang harus kamu lakukan adalah kamu harus memiliki niat untuk belajar. Karena di depan sana nanti banyak sekali hal-hal yang membuat kamu lupa akan tujuan kamu di perkuliahan. Contohnya saja organisasi, teman-teman dan pastinya lingkungan kamu. Maka dari itu kamu harus memiliki niat yang kuat dan mempunya tujuan yang jelas di perkuliahan.</p>
<h2><strong>2. Targetkan IP</strong></h2>
<p>Mungkin kata IP tidak biasa didengar mahasiswa baru, namun IP itu sendiri tidak jauh berbeda dengan kata nilai yang ada di sekolah dulu. Kalau IP disini terbagi menjadi dua, yaitu, IPS (Indeks Prestsi Semester) dan IPK (Indeks Prestasi Kumulatif). IPS ada di setiap akhir semester, namun IPK adalah hasil kumulatif dari IP setiap semester. Tidak ada salahnya menargetkan IP setinggi-tingginya karena ada pepatah “gantungkan cita-cita kamu setinggi langit”.</p>
<p>Semakin tinggi cita-cita kamu, semakin besar juga usaha kamu untuk meraihnya. Dengan mempunyai niat yang kuat, kamu tidak akan sulit mendapatkan IP yang tinggi. Salah satu cara untuk memiliki IP yang tinggi selain belajar dengan tekun adalah aktif di kelas dengan syarat aktif yang positif (berdasarkan ilmu yang dimiliki). Karena dosen sangat suka dengan mahasiswa aktif dan suka berdiskusi. Dengan begitu, dosen dapat mengenal kamu.</p>
<h2><strong>3. Temukan Cara Belajar</strong></h2>
<p>Pastinya cara belajar setiap orang berbeda-beda, ada yang belajar secara visual, auditori, kinestetik, dan berdiskusi. Untuk kamu yang masih menjadi mahasiswa baru perlu sekali untuk mengetahui cara belajar yang paling tepat untuk kamu. Karena cara belajar kamu akan menentukan bagaimana kamu ke depannya.</p>
<h2><strong>4. Jangan Mudah Putus Asa</strong></h2>
<p>Awal masuk kuliah tidak mudah memang bagi mahasiwa baru, karena harus menyesuaikan diri dengan lingkungan baru. Dari mulai pertemanan, di dunia perkuliahan harus pandai untuk memilih teman, karena teman akan menentukan bagaimana kamu bersikap dan bergaul di kampus. Tidak mudah memang untuk mendapatkan teman yang cocok dengan kamu. Mungkin kamu akan berganti-ganti teman untuk beberapa saat sampai kamu menemukan teman yang cocok dengan kamu.</p>
<p>Mata kuliah di perkuliahan pun sangat berbeda dengan mata pelajaran yang ada di sekolah. Ilmu yang kamu pelajari di kuliah lebih mendalam dan membutuhkan pemahaman yang lebih untuk memahaminya. Awalnya mungkin kamu kesulitan untuk memahami mata kuliah yang ada, namun jangan mudah putus asa jika kamu tidak bisa. Kamu bisa berdiskusi atau bertanya dengan teman, bisa juga bertanya dengan kakak tingkat. Masalah akan hadir setiap waktu dan datang secara tak terduga. Untuk itu kita harus mempunyai mental yang kuat agar tidak mudah menyerah dan kemudian mempengaruhi kuliah. Tetap tenang, pahami apa masalahnya, apa sebabnya dan tentukan bagaimana penyelesaiannya. Dengan berbagai masalah akan membuat kamu selalu belajar, berkembang dan tumbuh dewasa. Satu hal yang perlu kamu ingat adalah Setiap permasalahan pasti ada penyelesaian, maka kamu akan tumbuh dewasa sebagai pribadi yang memiliki mental baja.</p>
<h2><strong>5. Pandai memilih Organisasi</strong></h2>
<p>Bagi mahasiswa baru pasti sangat tertarik dengan berbagai organisasi yang ada di kampus. Organisasi di perkuliahan terbagi menjadi dua, yaitu organisasi mahasiswa internal kampus dan eksternal kampus. Organisasi mahasiswa internal seperti, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), Senat Mahasiswa tingkat fakultas dan Himpunan mahasiwa jurusan(HMJ), dan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM). Sedangkan, organisasi mahasiswa eksternal adalah organisasi yang berada di luar kampus seperti komunitas hobi. Yang perlu kamu perhatikan dalam memilih organisasi adalah waktu, visi dan misi, dan kesiapan diri kamu.</p>
<p>Tidak sedikit orang yang masuk dalam satu organisasi karna ingin tau saja, namun saat sudah masuk organisasi kegiatan perkuliahannya menjadi tidak terurus. Dalam dunia perkuliahan yang paling penting adalah kuliah itu sendiri untuk mencapai tujuan awal kamu. Organisasi itu sendiri sebagai penyeimbang akademis dan untuk mengembangkan pengetahuan dan pergaulan kamu. Pilih organisasi yang sesuai dengan waktu kosong kamu, mempunyai satu visi dan misi, dan bagaimana dengan kesiapan diri kamu untuk mengikuti organisasi tersebut.</p>
<blockquote><p>Baca Juga : <a href="https://unjkita.com/tri-dharma-perguruan-tinggi-mahasiswa-wajib-tahu-tentang-hal-ini/" target="_blank" rel="noopener noreferrer">Tri Dharma Perguruan Tinggi, Mahasiswa Baru harus tahu ini</a></p></blockquote>
<h2><strong>6. Jangan Terlalu Sering Begadang dan Luangkan Waktu Untuk Dirimu Sendiri</strong></h2>
<p>Begadang adalah kebiasaan tidur yang tidak baik. Sebagai seorang yang sudah tumbuh dewasa, tidur cukup itu penting, yaitu sekitar delapan jam. Karena tidur yang tidak cukup akan membuat kamu tidak fokus belajar dan sulit mencerna apa yang kamu pelajari serta akan mengganggu kesehatan dan cepat stress. Begadang di malam hari dan tertidur di tempat kuliah itu hal sangat sangat tidak diinginkan. Apa gunanya lelah kuliah tapi malah tidur selama pelajaran? Tugas-tugas kuliah sebaiknya jangan dikerjakan selama satu waktu, tetapi kerjakanlah secara bertahap dan rutin tiap hari.</p>
<p>Seperti pepatah “sedikit demi sedikit lama-lama menjadi bukit”. Sebaiknya kurangi waktu begadang kamu, mempersingkat waktu makan, mandi, kurangi waktu main games, main Facebook, dan jalan jalan. Pergunakan waktumu sebaik mungkin. Jika badan sudah mulai lemas maka olahraga. Tak perlu olahraga berat, cukup dengan lari pagi maka kamu akan merasakan kebugaran tubuh. Jangan terlalu memperbanyak waktumu untuk belajar, sesekali ajaklah teman atau keluarga untuk keluar atau bersantai sejenak untuk menjernihkan pikiran agar tidak <em>stress</em> atau kamu bisa meluangkan waktu kamu untuk kamu sendiri, menjernihkan pikiran kamu dan melakukan hal yang membuat diri kamu bahagia.</p>
<h2><strong>7. Penampilan Menarik</strong></h2>
<p>Mungkin ini hanya tips tambahan, tapi ini tips yang tidak boleh ditinggalkan. Maksudnya penampilan menarik di sini adalah penampilan yang tidak berlebihan, namun terlihat kamu sebagai mahasiswa bukan siswa lagi. Kurangi untuk memakai kaos, karena beberapa dosen menganggap kalau memakai kaos itu tidak niat untuk mengikuti perkuliahan. Jangan memakai pakaian ketat atau terlalu minim, karena itu akan membuat kamu menjadi perhatian banyak orang secara berlebihan, dosen pun tidak menyukai hal tersebut.</p>
<blockquote><p><strong>Menjadi mahasiswa baru yang baik adalah dapat membawa dirinya menjadi mahasiswa dalam arti sesungguhnya bukan lagi menjadi siswa. </strong></p></blockquote>
<p>Keseimbangan antara akademik dan non akademik juga merupakan salah satu hal yang sangat penting untuk sukses di dunia perkuliahan. Tidak ada orang sukses dengan cara yang mudah berbagai hambatan dan rintangan harus dilewati. Tidak sedikit juga orang jatuh di dalam prosesnya namun bagaimana caranya kita harus bangkit untuk mencapai tujuan. Jangan pernah menyerah, karena kalau kamu menyerah selesai sudah semua.</p>
<p style="text-align: center;"><strong>Baca Juga: <a href="http://unjkita.com/awal-kuliah-mahasiswa-baru/">7 Tips Produktif Mengawali Perkuliahanmu</a></strong></p>
<p><strong>Oleh:  Iryanzani Rizka Qurnia Fajrin</strong></p>
<p>The post <a href="https://unjkita.com/tips-sukses-di-kampus-bagi-mahasiswa-baru/">Tips Sukses di Kampus Bagi Mahasiswa Baru</a> appeared first on <a href="https://unjkita.com">UNJKita.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Tujuh Demam Mahasiswa Baru UNJ</title>
		<link>https://unjkita.com/tujuh-demam-mahasiswa-baru-unj/</link>
					<comments>https://unjkita.com/tujuh-demam-mahasiswa-baru-unj/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Gia Ghaliyah]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 02 Dec 2015 07:13:52 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kampus]]></category>
		<category><![CDATA[Mahasiswa Baru]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://unjkita.com/?p=290</guid>

					<description><![CDATA[<p>Saat ini mahasiswa baru hampir mengakhiri semester pertamanya di UNJ. Selamat untuk kamu yang hampir berhasil menaklukan semester pertamamu ya! Selamat datang “mahasiswa” di kampus...</p>
<p>The post <a href="https://unjkita.com/tujuh-demam-mahasiswa-baru-unj/">Tujuh Demam Mahasiswa Baru UNJ</a> appeared first on <a href="https://unjkita.com">UNJKita.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Saat ini mahasiswa baru hampir mengakhiri semester pertamanya di UNJ. Selamat untuk kamu yang hampir berhasil menaklukan semester pertamamu ya! Selamat datang “mahasiswa” di kampus yang penuh warna ini.</p>
<p>UNJ adalah salah satu kampus negeri yang berada di ibu kota Jakarta. LPTK (Lembaga Pendidikan Tenaga Keguruan) ini setiap tahun ajaran baru menerima sekitar 5.000 lebih mahasiswa baru. Untuk tahun 2015 ini, ternyata ada sekitar 5.575 mahasiswa baru UNJ lho!</p>
<p>Nah, untuk kamu mahasiswa baru ataupun pernah merasakan menjadi mahasiswa baru, cek deh tujuh demam mahasiswa baru di bawah ini. <em>Benar gak kamu pernah merasakannya?</em></p>
<p><em>Demam mahasiswa baru UNJ yang pertama adalah….</em></p>
<div id="attachment_294" style="width: 650px" class="wp-caption aligncenter"><a href="http://unjkita.com/wp-content/uploads/2015/12/MPA.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-294" class="wp-image-294 size-full" src="http://unjkita.com/wp-content/uploads/2015/12/MPA.jpg" alt="MPA" width="640" height="480" srcset="https://unjkita.com/wp-content/uploads/2015/12/MPA.jpg 640w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2015/12/MPA-300x225.jpg 300w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2015/12/MPA-378x283.jpg 378w" sizes="auto, (max-width: 640px) 100vw, 640px" /></a><p id="caption-attachment-294" class="wp-caption-text"><em>Masih ingat dengan momen MPA?</em></p></div>
<h3><strong>Mengenang Masa-masa Indah MPA UNJ</strong></h3>
<p>Kita semua tahu, untuk menyandang status mahasiswa baru UNJ, calon mahasiswa baru harus melewati rangkaian MPA UNJ alias Masa Pengenalan Akademik, baik itu tingkat Universitas, Fakultas, dan Jurusan. Selesai MPA, kebiasaan para maba adalah selalu ngomongin masa-masa MPA yang baru tiga hari lalu terjadi.</p>
<p style="padding-left: 30px;"><em>“Loh, lu kan yang waktu itu telat pas MPA hari ke dua ya?”</em></p>
<p style="padding-left: 30px;"><em>“Aaaaa gue inget nih, lu kan yang Ketua Angkatan fakultas kita kan?”</em></p>
<p style="padding-left: 30px;"><em>“Anak Fisika ya? Kayaknya waktu MPA pernah ketemu deh. Kamu makin cantik ya.”</em></p>
<p style="padding-left: 30px;"><em>“Elo yang anak FT yang kompak banget pas MPA itu kan ya?”</em></p>
<p>Dan masih banyak lagi kalimat yang sayup-sayup terdengar di kampus UNJ, ketika sesama mahasiswa baru sedang berpapasan. Maklumin aja, mereka belum <em>move on</em> dengan masa-masa indah MPA-nya. Iyalah gak mungkin banget masa-masa MPA itu dilupakan, wong terjadi sekali seumur hidup saja kok. <em>Iya kan?</em></p>
<p><em>Demam mahasiswa baru UNJ yang kedua adalah….</em></p>
<div id="attachment_295" style="width: 610px" class="wp-caption aligncenter"><a href="http://unjkita.com/wp-content/uploads/2015/12/almet.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-295" class="wp-image-295 size-full" src="http://unjkita.com/wp-content/uploads/2015/12/almet.jpg" alt="almet" width="600" height="338" srcset="https://unjkita.com/wp-content/uploads/2015/12/almet.jpg 600w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2015/12/almet-300x169.jpg 300w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2015/12/almet-320x180.jpg 320w" sizes="auto, (max-width: 600px) 100vw, 600px" /></a><p id="caption-attachment-295" class="wp-caption-text"><em>Duuuh almetnya masih baru nih kayaknya </em></p></div>
<h3><strong>Memakai Almet Hijau Dimanapun Mereka Berada</strong></h3>
<p>Hal unik yang terjadi pasca MPA adalah terlalu mencoloknya maba UNJ. Dimanapun ia berada, pasti mahasiswa yang lebih senior tahu kalau yang lagi lewat itu pasti anak maba. Yaiyalah mereka sepertinya ngefans banget sama almet hijau UNJ. <em>Dek, kamu pakai almet UNJ di kantin, di jalan raya, di bus trans jakarta, bahkan di kelas, itu gak gerah ya?</em></p>
<p>Almet Hijau UNJ bukalah jaket biasa yang dimanapun dan kapanpun bisa dipakai. Almet Hijau UNJ adalah jaket kebanggannya semua mahasiswa UNJ. Pakailah almet hijau UNJ dimomen-momen yang memang patut dibanggakan. Seperti, menerima penghargaan menang berbagai kompetisi, pasti dong kamu pakai almet UNJ, bertemu pejabat atau tokoh masyarakat di suatu acara penting, dan bahkan bisa juga dipakai untuk aksi di jalan demi memperjuangkan nasib rakyat. <em>Setuju gak nih?</em></p>
<p><em>Demam mahasiswa baru UNJ yang ketiga adalah….</em></p>
<div id="attachment_298" style="width: 630px" class="wp-caption aligncenter"><a href="http://unjkita.com/wp-content/uploads/2015/12/unj.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-298" class="wp-image-298 size-full" src="http://unjkita.com/wp-content/uploads/2015/12/unj.jpg" alt="unj" width="620" height="400" srcset="https://unjkita.com/wp-content/uploads/2015/12/unj.jpg 620w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2015/12/unj-300x194.jpg 300w" sizes="auto, (max-width: 620px) 100vw, 620px" /></a><p id="caption-attachment-298" class="wp-caption-text"><em>Ini tempat nongkrong favoritemu bukan?</em></p></div>
<h3><strong>Adaptasi Dengan Lingkungan Kampus</strong></h3>
<p>Bawaanya gatel gimana gitu, pengennya keliling kampus mulu. Tingkat ke-kepo-an maba UNJ pasti tinggi sekali. Mereka penasaran sama semua lingkungan yang ada di kampus. Mulai dari ruang kelas, gedung fakultas sebelah, perpustakaan, masjid, bahkan sampai semua tempat nongkrong UNJ dijelajahi. Biasanya 2 bulan sampai 3 bulan pasca MPA UNJ, maba sudah mengetahui di mana saja tempat makan atau tempat nongkrong paling asik di sekitar kampus UNJ. Salut, dek!</p>
<p>Yang perlu diingat adalah tahun pertama kamu itu adalah masa adaptasi. Adaptasi dengan apapun, terutama lingkungan kampus, mulai dari lingkungan kelas, lingkungan jurusan, lingkungan fakultas, bahkan sampai lingkungan tempat nongkrong. Hal tersebut penting sekali, agar kamu gak mudah kesasar di kampus kita *eh.</p>
<p><em>Demam mahasiswa baru UNJ yang kempat adalah….</em></p>
<div id="attachment_300" style="width: 650px" class="wp-caption aligncenter"><a href="http://unjkita.com/wp-content/uploads/2015/12/tugas1.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-300" class="wp-image-300 size-large" src="http://unjkita.com/wp-content/uploads/2015/12/tugas1-1024x768.jpg" alt="tugas" width="640" height="480" srcset="https://unjkita.com/wp-content/uploads/2015/12/tugas1-1024x768.jpg 1024w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2015/12/tugas1-300x225.jpg 300w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2015/12/tugas1-378x283.jpg 378w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2015/12/tugas1-990x743.jpg 990w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2015/12/tugas1.jpg 1600w" sizes="auto, (max-width: 640px) 100vw, 640px" /></a><p id="caption-attachment-300" class="wp-caption-text"><em>Wow! banyak sekali tugas kuliahnya</em></p></div>
<p>&nbsp;</p>
<h3><strong>Kaget Dengan Tumpukan Tugas Kuliah</strong></h3>
<p><em>Gimana dek, awal masuk kuliah kaget gitu gak?</em> Emm.. wajar kalau kamu agak sedikit <em>shock</em> melihat banyak sekali <em>list</em> tugas kuliah yang kejar-kejaran. Ingat, masa kuliah itu jelas beda saat kita masih SMA. Yang perlu di garis bawahi, kamu harus mampu beradaptasi bahkan kalau bisa mengalahkan ritme kamu sendiri sebagai mahasiswa UNJ. Maksud dari mengalahkan ritme sebagai mahasiswa UNJ adalah kamu mampu memanajemenkan dirimu, waktumu, dan nilai tugas kuliahmu, hehehe.</p>
<p>Kaget dengan tumpukan tugas kuliah untuk di semester awal sih masih dimaklumi, tapi kalau masih kaget di semester-semester selanjutnya, itu perlu diwaspadai. Cara mudah memanajemenkan semua tugas-tugas kuliah adalah buatlah reminder di HP-mu, di dinding kamarmu, bahkan kalau bisa di laptopmu juga ya. Semangat, dedek maba!</p>
<p><em>Demam mahasiswa baru UNJ yang kelima adalah….</em></p>
<div id="attachment_303" style="width: 970px" class="wp-caption aligncenter"><a href="http://unjkita.com/wp-content/uploads/2015/12/rony.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-303" class="wp-image-303 size-full" src="http://unjkita.com/wp-content/uploads/2015/12/rony.jpg" alt="rony" width="960" height="720" srcset="https://unjkita.com/wp-content/uploads/2015/12/rony.jpg 960w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2015/12/rony-300x225.jpg 300w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2015/12/rony-378x283.jpg 378w" sizes="auto, (max-width: 960px) 100vw, 960px" /></a><p id="caption-attachment-303" class="wp-caption-text"><em>Ada yang belum kepo-in kakak tingkat satu ini?</em></p></div>
<h3><strong>Kepo-in Kakak Tingkat, Organisasi, maupun Komunitas</strong></h3>
<p>Gak mungkin diragukan lagi soal kualitas anak maba tentang kepo. Mereka ini bisa dibilang spesies paling kepo yang ada di UNJ. Kebiasaan paling mencolok adalah kepo-in kakak tingkat yang keren, ganteng, ataupun cantik. Nyari Instagramnya lah, nge-add FBnya, sampai ada juga yang ngebuntutin pulang ke rumah. Hayoloh&#8230; Emm ya gak salah sih, namun ada baiknya jika ke-kepo-an kamu ini punya banyak manfaatnya.</p>
<p>Salah satu kepo yang bermanfaat adalah kepoin ORMAWA atau OPMAWA yang ada di UNJ nih. Di sana kamu bisa meningkatkan <em>soft skill</em> dan <em>hard skill</em>.<em> Gak percaya?</em> Kepo-in deh. Gak cuma organisasi saja yang harus kamu kepo-in di UNJ, tapi komunitas juga dong.</p>
<blockquote><p>Baca Juga: <a href="https://unjkita.com/tri-dharma-perguruan-tinggi-mahasiswa-wajib-tahu-tentang-hal-ini/">Tri Dharma Perguruan Tinggi, hal yang harus diketahui mahasiswa baru</a></p></blockquote>
<p>Tenang, <a href="http://unjkita.com">unjkita.com</a> akan membantu kamu untuk mengenal semua tentang UNJ yah. Yuk ikuti kita terus <em>*malah promosi*.</em></p>
<p><em>Demam mahasiswa baru UNJ yang keenam adalah….</em></p>
<div id="attachment_301" style="width: 967px" class="wp-caption aligncenter"><a href="http://unjkita.com/wp-content/uploads/2015/12/siakad.png"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-301" class="wp-image-301 size-full" src="http://unjkita.com/wp-content/uploads/2015/12/siakad.png" alt="siakad" width="957" height="525" srcset="https://unjkita.com/wp-content/uploads/2015/12/siakad.png 957w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2015/12/siakad-300x165.png 300w" sizes="auto, (max-width: 957px) 100vw, 957px" /></a><p id="caption-attachment-301" class="wp-caption-text"><em>Ini nih yang bikin kamu geregetan</em></p></div>
<h3><strong>Geregetan Sama SIAKAD UNJ</strong></h3>
<p>Sudah tidak asing lagi, banyak mahasiswa baru yang geregetan sama SIAKAD UNJ. Awalnya sih cuma kepo sama IP Semester pertama, yaiyalah kan IP perdana. Terus, setiap hari (walaupun belum keluar IP-nya) tetep aja buka SIAKAD UNJ mulu. <em>Iya kan?</em> Subuh, pagi, siang, malam sampai tengah malam, SIAKAD UN J terus-terusan ditongkrongin. Selamat ya untuk kamu yang IP-nya di atas tiga untuk semester pertama ini, awal yang baik! <em>Good Job!</em></p>
<p>Sebagai maba UNJ, emang mesti sabar buat buka SIAKAD UNJ. Doakan terus semoga sistem SIAKAD UNJ menjadi lebih baik ya. <em>Aamiin&#8230;</em></p>
<p><em>Demam mahasiswa baru UNJ yang ketujuh adalah….</em></p>
<div id="attachment_302" style="width: 610px" class="wp-caption aligncenter"><a href="http://unjkita.com/wp-content/uploads/2015/12/mapres.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-302" class="wp-image-302 size-full" src="http://unjkita.com/wp-content/uploads/2015/12/mapres.jpg" alt="mapres" width="600" height="450" srcset="https://unjkita.com/wp-content/uploads/2015/12/mapres.jpg 600w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2015/12/mapres-300x225.jpg 300w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2015/12/mapres-378x283.jpg 378w" sizes="auto, (max-width: 600px) 100vw, 600px" /></a><p id="caption-attachment-302" class="wp-caption-text"><em>Salah satunya, terinspirasilah dengan kakak tingkat satu ini. Selly Anastasia, MAPRES UNJ 2015</em></p></div>
<h3><strong>Pengen Pindah Kampus</strong></h3>
<p>Kalau semester pertama sudah dilewatkan, terkadang ada beberapa maba UNJ yang galau <em>#PrayformabaUNJ</em>. Biasanya di semester awal, dosen-dosen pendidikan selalu mempertanyakan keyakinan mereka untuk lanjut atau tidak menjadi guru. Nah, kalau ada yang galau untuk menjadi guru, kebanyakan dari mereka pengennya tuh pindah kampus. Namun, sebenarnya kenapa dosen mempertanyakan keyakinan tentang cita-cita kita, agar kita semakin terpacu untuk membuktikan bahwa kita yakin untuk menjadi guru!</p>
<p>Gak cuma dosen pendidikan saja ternyata, dosen ilmu murni juga mempertanyakan kepeminatan mahasiswanya terhadap ilmu (non kependidikan) yang dipelajarinya. <em>Kalau gak sanggup, pilih tetap berjuang atau angkat kaki?</em> Kamu pilih tetap berjuang ya! <em>Caranya?</em> Yakinkan diri kamu, bahwa kamu sanggup menjalaninya dan terinspirasilah dengan kakak-kakak tingkatmu yang berhasil berjuang dan berprestasi di UNJ.</p>
<p><strong><em>Nah, dari ketujuh demam mahasiswa baru UNJ, apakah kamu pernah mengalaminya?</em></strong></p>
<p style="text-align: center;"><strong>Baca Juga: <a href="http://unjkita.com/awal-kuliah-mahasiswa-baru/">7 Tips Produktif Mengawali Perkuliahanmu</a></strong></p>
<p>The post <a href="https://unjkita.com/tujuh-demam-mahasiswa-baru-unj/">Tujuh Demam Mahasiswa Baru UNJ</a> appeared first on <a href="https://unjkita.com">UNJKita.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://unjkita.com/tujuh-demam-mahasiswa-baru-unj/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
