<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Plagiarisme Archives - UNJKita.com</title>
	<atom:link href="https://unjkita.com/tag/plagiarisme/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://unjkita.com/tag/plagiarisme/</link>
	<description>Saling Menginspirasi untuk Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Wed, 04 Oct 2017 10:58:51 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.4</generator>

<image>
	<url>https://unjkita.com/wp-content/uploads/2018/08/cropped-unjkita-32x32.png</url>
	<title>Plagiarisme Archives - UNJKita.com</title>
	<link>https://unjkita.com/tag/plagiarisme/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Tugu Rakyat UNJ: Bukan Titik Akhir Perjuangan UNJ Lebih Baik!</title>
		<link>https://unjkita.com/tugu-rakyat-unj-bukan-titik-akhir-perjuangan-unj-lebih-baik/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Dian Fitriani]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 02 Oct 2017 02:40:11 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Konten Pilihan]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Anda]]></category>
		<category><![CDATA[Plagiarisme]]></category>
		<category><![CDATA[Rektor UNJ]]></category>
		<category><![CDATA[Save UNJ]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://unjkita.com/?p=15066</guid>

					<description><![CDATA[<p>Kobaran aksi semangat civitas akademi kampus mengepung gedung rektorat pada Kamis, 28 September 2017. Aksi besar bertajuk “Tujuh Gugatan Rakyat UNJ (Tugu Rakyat UNJ)&#8221; merupakan...</p>
<p>The post <a href="https://unjkita.com/tugu-rakyat-unj-bukan-titik-akhir-perjuangan-unj-lebih-baik/">Tugu Rakyat UNJ: Bukan Titik Akhir Perjuangan UNJ Lebih Baik!</a> appeared first on <a href="https://unjkita.com">UNJKita.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Kobaran aksi semangat civitas akademi kampus mengepung gedung rektorat pada Kamis, 28 September 2017. Aksi besar bertajuk <em>“Tujuh Gugatan Rakyat UNJ (Tugu Rakyat UNJ)</em>&#8221; merupakan tindakan yang diambil oleh mahasiswa dan dosen untuk bersama-sama merombak kebobrokan kampus saat ini. Tugu Rakyat UNJ terjadi karena maraknya kasus plagiarisme dan nepotisme yang berdampak dicopotnya jabatan Prof. Djaali sebagai rektor UNJ dan ditunjuknya PLH Rektor. Aksi ini diikuti oleh ratusan mahasiswa dari berbagai jurusan. Sebelum aksi dimulai, Aliansi Rakyat UNJ Bersatu mengagitrasi masa mengelilingi UNJ dari gedung Daksinapati FIP dan berakhir di depan gedung rektorat yang merupakan titik kumpul aksi. Aksi dimulai sejak pukul 11.00 WIB. Aksi diisi dengan berbagai pernampilan seperti orasi ilmiah, stand up comedy, hingga aksi teatrikal.</p>
<p>Aliansi Rakyat UNJ Bersatu sendiri menerbitkan <em>press release</em> aksi 28 September 2017 dalam bentuk selebaran mengenai poin-poin tuntutan:</p>
<ol>
<li>Mendesak PLH rektor untuk mengungkap praktik plagiarisme di UNJ dan mencabut gelar akademik bagi para pelakunya.</li>
<li>Pemberhentian oknum-oknum yang terbukti tidak benar dalam proses pengangkatannya di Universitas Negeri Jakarta.</li>
<li>Menuntut PLH Rektor UNJ menjamin terwujudnya kampus UNJ yang demokratis.</li>
<li>Memperbaiki sistem tata kelola kampus UNJ.
<ol>
<li>Memperbaiki sistem program pascasarjana sesuai hasil temuan Tim EKA.</li>
<li>Menuntut PLH Rektor untuk menyelesaikan masalah kampus, fakultas, hingga prodi.</li>
<li>Menyelesaikan saran dari audit BPK terhadap UNJ serta menyelesaikan masalah pembangunan secara transparan.</li>
<li>Memperbaiki statuta UNJ dan senat UNJ dengan Permenristekdikti.</li>
</ol>
</li>
<li>Mencabut pelaporan kepolisian terhadap dosen.</li>
<li>Transparansi mekanisme keuangan dan peraturan remunerasi dosen.</li>
<li>Pakta integritas untuk seluruh pejabat universitas untuk berkomitmen dengan reformasi tata kelola UNJ dengan meletakkan prinsip keluhuran universitas dan tidak terlibat dalam persekongkolan dengan oknum-oknum pragmatisme di kampus. Jika mereka menyimpang di tengah jalan. Siap dibebastugaskan.</li>
</ol>
<p>Dalam menjalankan aksinya, massa aksi tanpa henti terus berteriak―Hidup Mahasiswa! Hidup Rakyat Indonesia! Hidup Rakyat UNJ!― sebagai tanda cinta pada kampus Rawamangun. Seluruh massa bersama-sama merapatkan barisan demi kebangkitan perubahan sistem di kampus. Revolusi Pendidikan, Bersih bersih UNJ, serta Ganti Rezim Ganti Sistem menjadi slogan-slogan yang disuarakan para orator-orator. Sumbangan suara dan aspirasi perwakilan tiap fakultas UNJ disambut hangat para massa. Pertunjukan pembacaan puisi dan teatrikal pun disuguhkan sebagai pemantik semangat para aksi di tengah terik matahari. Tak lupa Totalitas Perjuangan digemakan di tengah-tengah aksi.</p>
<p>Setelah empat jam aksi berlangsung, pukul 15.40 WIB, Prof Intan Ahmad, Ph.D tiba dan langsung memasuki gedung rektorat untuk berdiskusi dengan perwakilan massa aksi. Perwakilan massa aksi sendiri diwakili oleh 6 orang mahasiswa serta 1 dosen. Sementara perwakilan massa masuk ke dalam Rektorat, suhu di luar kantor Rektorat UNJ memanas, “Hanya ada dua pilihan, rektor yang menemui mahasiswa atau mahasiswa yang memasuki gedung rektor,” kata seorang orator menggebu-gebu ketika PLH Rektor.</p>
<p>Situasi di dalam sendiri berlangsung alot. Perwakilan massa aksi memaparkan beberapa masalah yang terjadi di UNJ kepada PLH yang diakhiri dengan permintaan penandatanganan nota kesepemahaman PLH. Namun Prof. Intan langsung menolak,</p>
<p>&#8220;Saya disini sebagai perwakilan mentri, bos saya pak mentri. Saya tidak bisa menandatangani karena saya bukan rektor definitif. Kalau rektor definitif kan tanggung jawabnya ke kampus, sedangkan saya saat ini bertanggung jawab ke pak mentri.&#8221; jelas mantan ketua senat ITB.</p>
<p>Karena situasi yang tidak memungkinkan, maka salah satu perwakilan mahasiswa menyarankan agar diskusi tersebut dicukupkan dan PLH cukup menerima 100 lembar lebih data permasalahan yang ada di UNJ di depan massa aksi.</p>
<p>Gayung bersambut, langkah PLH Rektor menuju ke atas mobil orasi. “Saya amat mengapresiasi aspirasi kalian mengenai keinginan UNJ lebih baik. Pun saya bersedia meluangkan waktu untuk masalah akademik dan berjanji bersama-sama dengan civitas akademika UNJ,” ujarnya sebagai pembukaan.</p>
<p>Dia menegaskan kembali bahwa ia akan mengisi kekosongan bangku rektor untuk sementara sampai pemilihan rektor yang akan datang. Tak lupa ia juga menjelaskan 2 tugas pokok yang Kementrian berikan padanya yaitu membenahi program pascasarjana dan lain-lain serta mengawal UNJ sampai adanya pemilihan rektor ditahun 2018.</p>
<p>“Masukkan (aspirasi) saya terima, sambil jalan kita lakukan bersama. Tapi, jika semua yang Anda tuntut harus saya jalankan, jadi posisi saya ini apa?” tanyanya. Pergulatan persetujuan belum juga menemui titik temu, alot. Berlangsung sengit, pro dan kontra antara mahasiswa dan PLH Rektor akhirnya menemui titik terang. PLH Rektor bersedia menandatangani dokumen sebagai simbolis aksi. Proses penandatanganan diliput oleh berbagai media UNJ sekaligus sebagai bukti aksi hari ini. Selepas menandatani perjanjian tersebut, Prof. Intan Ahmad langsung bergegas menuju ke gedung Syafe’i untuk rapat dengan senat UNJ. Sementara massa aksi kemudian menutup aksi dengan menyanyikan Indonesia Raya dan doa demi perbaikan UNJ.</p>
<div class="epcl-gallery"><ul class="columns-3 grid-container grid-parent np-tablet np-mobile">
                        <li class="grid-33 tablet-grid-33 mobile-grid-50">
                           <div class="wrapper">
                               <a href="https://unjkita.com/wp-content/uploads/2017/10/Aksi-Demo-Mahasiswa-Tugu-Rakyat-UNJ-Ubedillah-Badrun.jpg" class="full-image mfp-image hover-effect" title=""><span class="img cover lazy" data-src="https://unjkita.com/wp-content/uploads/2017/10/Aksi-Demo-Mahasiswa-Tugu-Rakyat-UNJ-Ubedillah-Badrun.jpg"></span></a>
                           </div>
                        </li>
                        <li class="grid-33 tablet-grid-33 mobile-grid-50">
                           <div class="wrapper">
                               <a href="https://unjkita.com/wp-content/uploads/2017/10/Aksi-Demo-Mahasiswa-Tugu-Rakyat-UNJ-Mobil-Komando.jpg" class="full-image mfp-image hover-effect" title=""><span class="img cover lazy" data-src="https://unjkita.com/wp-content/uploads/2017/10/Aksi-Demo-Mahasiswa-Tugu-Rakyat-UNJ-Mobil-Komando.jpg"></span></a>
                           </div>
                        </li>
                        <li class="grid-33 tablet-grid-33 mobile-grid-50">
                           <div class="wrapper">
                               <a href="https://unjkita.com/wp-content/uploads/2017/10/Aksi-Demo-Mahasiswa-Tugu-Rakyat-UNJ-Masa-Aksi.jpg" class="full-image mfp-image hover-effect" title=""><span class="img cover lazy" data-src="https://unjkita.com/wp-content/uploads/2017/10/Aksi-Demo-Mahasiswa-Tugu-Rakyat-UNJ-Masa-Aksi.jpg"></span></a>
                           </div>
                        </li>
                        <li class="grid-33 tablet-grid-33 mobile-grid-50">
                           <div class="wrapper">
                               <a href="https://unjkita.com/wp-content/uploads/2017/10/Aksi-Demo-Mahasiswa-Tugu-Rakyat-UNJ-Achmad-Fauzi.jpg" class="full-image mfp-image hover-effect" title=""><span class="img cover lazy" data-src="https://unjkita.com/wp-content/uploads/2017/10/Aksi-Demo-Mahasiswa-Tugu-Rakyat-UNJ-Achmad-Fauzi.jpg"></span></a>
                           </div>
                        </li>
                        <li class="grid-33 tablet-grid-33 mobile-grid-50">
                           <div class="wrapper">
                               <a href="https://unjkita.com/wp-content/uploads/2017/10/Aksi-Demo-Mahasiswa-Prof-Intan-Tugu-Rakyat-UNJ.jpg" class="full-image mfp-image hover-effect" title=""><span class="img cover lazy" data-src="https://unjkita.com/wp-content/uploads/2017/10/Aksi-Demo-Mahasiswa-Prof-Intan-Tugu-Rakyat-UNJ.jpg"></span></a>
                           </div>
                        </li>
                        <li class="grid-33 tablet-grid-33 mobile-grid-50">
                           <div class="wrapper">
                               <a href="https://unjkita.com/wp-content/uploads/2017/10/Aksi-Demo-Mahasiswa-Prof-Intan-Tugu-Rakyat-UNJ-penyerahan-hasil-kajian.jpg" class="full-image mfp-image hover-effect" title=""><span class="img cover lazy" data-src="https://unjkita.com/wp-content/uploads/2017/10/Aksi-Demo-Mahasiswa-Prof-Intan-Tugu-Rakyat-UNJ-penyerahan-hasil-kajian.jpg"></span></a>
                           </div>
                        </li></ul><div class="clear"></div></div>
<p>The post <a href="https://unjkita.com/tugu-rakyat-unj-bukan-titik-akhir-perjuangan-unj-lebih-baik/">Tugu Rakyat UNJ: Bukan Titik Akhir Perjuangan UNJ Lebih Baik!</a> appeared first on <a href="https://unjkita.com">UNJKita.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Forum Alumni Aktivis UNJ Bersikap Soal Kisruh Kampus UNJ</title>
		<link>https://unjkita.com/forum-alumni-aktivis-unj-bersikap-soal-kisruh-kampus-unj/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Ferly Ferdyant, S.E]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 15 Sep 2017 00:45:48 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Suara Anda]]></category>
		<category><![CDATA[FATI UNJ]]></category>
		<category><![CDATA[Plagiarisme]]></category>
		<category><![CDATA[Rektor UNJ]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://unjkita.com/?p=14295</guid>

					<description><![CDATA[<p>Pernyataan Sikap Forum Alumni Aktivis Universitas Negeri Jakarta (FATI UNJ) Berita pada media nasional dan media online dalam satu tahun terakhir tentang UNJ diwarnai dengan...</p>
<p>The post <a href="https://unjkita.com/forum-alumni-aktivis-unj-bersikap-soal-kisruh-kampus-unj/">Forum Alumni Aktivis UNJ Bersikap Soal Kisruh Kampus UNJ</a> appeared first on <a href="https://unjkita.com">UNJKita.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h4 style="text-align: center;"><strong>Pernyataan Sikap Forum Alumni Aktivis Universitas Negeri Jakarta (FATI UNJ)</strong></h4>
<p>Berita pada media nasional dan media online dalam satu tahun terakhir tentang UNJ diwarnai dengan sejumlah berita yang kurang sedap. Dari berita Rektor memecat mahasiswa, Rektor melaporkan sejumlah dosen ke polisi, nepotisme keluarga Rektor, hingga soal plagiarisme.</p>
<p>Bulan September ini, berita plagiarisme disertasi (S3) di kampus UNJ yang dilakukan oleh oknum pejabat / mantan pejabat negara begitu menghentak dunia akademik nasional. Banyak media menduga bahwa tindakan plagiat tersebut melibatkan pimpinan UNJ.</p>
<p>Berdasarkan berbagai berita tersebut, maka kami dari Forum Alumni Aktivis Universitas Negeri Jakarta (FATI UNJ) yang merupakan bagian dari keluarga besar UNJ menyatakan sikap sebagai berikut :</p>
<ol>
<li>Mendukung Kemenristekdikti untuk menindak tegas seluruh oknum yang terlibat dalam tindakan plagiat</li>
<li>Mendesak Senat UNJ untuk segera menggelar rapat untuk mengevaluasi dan menyikapi kondisi terkini</li>
<li>Meminta pertanggung jawaban secara moral dan akademik kepada Rektor dan Direktur Pasca Sarjana UNJ dalam kisruh yang terjadi di UNJ</li>
<li>Pimpinan UNJ hendaknya selalu membuka ruang dialog dengan seluruh civitas akademika UNJ dan tidak melakukan tindakan pemolisian terhadap civitas akademika yang bersikap kritis untuk perbaikan UNJ</li>
<li>Mengajak seluruh civitas akademika UNJ untuk selalu menjaga marwah kampus agar berbagai kejadian yang mencoreng dunia akademik tidak terulang kembali di masa depan</li>
</ol>
<p>Demikian pernyataan sikap ini kami buat sebagai bentuk tanggung jawab moral FATI UNJ yang merupakan salah satu bagian dari keluarga besar UNJ</p>
<p>Jakarta, 12 September 2017</p>
<p>Forum Alumni Aktivis Universitas Negeri Jakarta (FATI UNJ)</p>
<p><strong>Ketua Umum</strong></p>
<p>Hanri Basel</p>
<p><strong>Sekretaris Jendral</strong></p>
<p>Defrizal Siregar</p>
<p>The post <a href="https://unjkita.com/forum-alumni-aktivis-unj-bersikap-soal-kisruh-kampus-unj/">Forum Alumni Aktivis UNJ Bersikap Soal Kisruh Kampus UNJ</a> appeared first on <a href="https://unjkita.com">UNJKita.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ini Bukti Rektor UNJ Nepotisme</title>
		<link>https://unjkita.com/ini-bukti-rektor-unj-nepotisme/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[UNJKita.com &#124; @pemburukampus]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 11 Sep 2017 00:48:29 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Konten Pilihan]]></category>
		<category><![CDATA[Aliansi Dosen UNJ]]></category>
		<category><![CDATA[FMI UNJ]]></category>
		<category><![CDATA[Plagiarisme]]></category>
		<category><![CDATA[Rektor UNJ]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://unjkita.com/?p=14076</guid>

					<description><![CDATA[<p>Rektor UNJ membantah disebut Nepotisme melalui pernyataanya di sejumlah media massa. Berikut ini kami dari Aliansi Dosen UNJ menegaskan kembali dengan menunjukan bukti-bukti SK dan...</p>
<p>The post <a href="https://unjkita.com/ini-bukti-rektor-unj-nepotisme/">Ini Bukti Rektor UNJ Nepotisme</a> appeared first on <a href="https://unjkita.com">UNJKita.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Rektor UNJ membantah disebut Nepotisme melalui pernyataanya di sejumlah media massa. Berikut ini kami dari Aliansi Dosen UNJ menegaskan kembali dengan menunjukan bukti-bukti SK dan Disposisi Rektor UNJ untuk anak nya, sebagai bukti hukum bahwa benar ada Nepotisme. Sekaligus kami sampaikan juga kronologis awalnya.</p>
<p>Pada tanggal 22 November 2016, Rektor UNJ telah melaporkan sejumlah dosen UNJ untuk diminta keterangan di Kepolisian Jakarta Timur. Laporan Rektor UNJ tersebut didasarkan atas tersebarnya info grafis anonim dari media sosial facebook. Info grafis tersebut menyebutkan adanya praktik KKN yang dilakukan oleh Rektor UNJ. Hingga saat ini, sudah banyak dosen yang sebenarnya tidak mengetahui masalah tersebut harus berurusan dengan polisi sehingga meninggalkan tugas dan tanggung jawabnya sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) hanya demi memenuhi panggilan kepolisian atas permintaan Rektor UNJ melalui pengacaranya.</p>
<p>Kami sendiri tidak memiliki sangkut paut apapun dengan info grafis yang dimaksudnya oleh Rektor UNJ dengan pengacaranya. Namun demikian, sebagai respon atas pelaporan Rektor tersebut, Kami mempelajari dan memeriksa secara seksama seluruh laporan laporan terkait dugaan penyalahgunaan wewenang dan praktik KKN yang dilakukan Rektor UNJ.</p>
<p>Berdasarkan penelitian kami, maka kami menemukan beberapa bukti Nepotisme Rektor UNJ, sebagai berikut:</p>
<ol>
<li>Bahwa benar Rektor UNJ telah mengangkat saudari Nurjannah yang merupakan anak kandung Rektor UNJ sebagai Kepala Pusat Studi Wanita dan Perlindungan Anak berdasarkan SK Nomor 1197/SP/2016 yang ditandatangani oleh Rektor UNJ Djaali pada tanggal 20 Oktober 2016 (bukti SK terlampir). Sebagai informasi, bahwa yang bersangkutan berlatar belakang pendidikan bidang pertanian.</li>
<li>Bahwa benar Rektor UNJ telah mengangkat saudara Baso Maruddani yang merupakan anak kandung Rektor UNJ sebagai Staf Pengelola Keuangan UNJ berdasarkan SK Nomor 20/SP/2017 yang ditandatangani oleh Rektor UNJ Djaali pada tanggal 12 Januari 2017 (bukti SK terlampir). Sebagai informasi, bahwa yang bersangkutan berlatar belakang pendidikan Teknik.</li>
<li>Bahwa benar Rektor UNJ telah mengangkat saudara Bazzar Ari Mighra yang merupakan menantu Rektor UNJ sebagai dosen di Fakultas Ilmu Keolahragaan, yang menjadi PNS pada tanggal 1 Januari 2017 berdasarkan SK Nomor 100258/A2.1/KP/2016. Namun yang bersangkutan sudah diijinkan untuk ijin belajar atau melanjutkan pendidikannya saat masih menjadi CPNS, ini berdasarkan SK Rektor UNJ nomor 1102/SP/2016 yang ditandatangani oleh Rektor UNJ Djaali pada tanggal 23 September 2016. Padahal ijin belajar dibolehkan setelah 1 tahun menjadi PNS berdasarkan Surat Edaran Menteri PAN dan RB nomor 04 tahun 2013 tentang pemberian tugas belajar dan ijin belajar nomor B/1299/M.PAN-RB/3/2013 tertanggal 25 Maret 2013. Sebagai informasi, bahwa yang bersangkutan berlatar belakang pendidikan dokter diterima di Fakultas Ilmu Olahraga yang tidak ada formasi kebutuhannya.</li>
<li>Bahwa benar Rektor UNJ telah mengangkat saudari Wahyuningsih yang merupakan anak kandung Rektor UNJ sebagai dosen di Fakultas Ilmu Olahraga, yang sebelumnya merupakan dosen di Universitas lain dan diterima di UNJ atas rekomendasi Rektor UNJ melalui lembar disposisi dengan tanggal terima 12 Februari 2016. Kalimat disposisi Rektor, tertulis Buatkan surat kesediaan UNJ menerima. Sebagai informasi, bahwa yang bersangkutan berlatar belakang pendidikan S1 saat diterima. Padahal syarat sebagai dosen harus S2 sesuai Undang – Undang Nomor 14 Tahun 2005 Tentang Guru dan Dosen pasal 46 ayat 2 yang berbunyi Dosen memiliki kualifikasi akademik minimum: a. Lulusan program magister untuk program diploma atau program sarjana; dan b. Lulusan program doktor untuk program pascasarjana. Kemudian pada Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2012 Tentang Pendidikan Tinggi pasal 18 ayat 3 yang berbunyi Program sarjana wajib memiliki Dosen yang berkualifikasi akademik minimum lulusan program magister atau sederajat. Sebagai informasi, bahwa yang bersangkutan berlatar belakang pendidikan dokter diterima di Fakultas Ilmu Olahraga yang tidak ada formasi kebutuhannya.</li>
</ol>
<p>Berdasarkan temuan-temuan dan bukti-bukti berupa pelbagai dokumen, kami menemukan SK dan disposisi yang menunjukkan pelbagai praktik penunjukkan jabatan kepada sesama anggota keluarga oleh Rektor. Kami menengggarai praktik KKN yang masif dan terstruktur, yang merusak prinsip-prinsip tata birokrasi dan kelembagaan yang bersih dan bebas KKN sesuai dengan UU ASN No 5 tahun 2014.</p>
<p>Apa tidak Nepotisme jika ada 3 Anak dan 1 menantu diberi kemudahan melalui SK Rektor yang juga Ayahnya sendiri? Diduga ada lebih dari 5 lagi yang merupakan kroninya menjadi pegawai UNJ non PNS yang ada di bagian administrasi program pascasarjana dan sejumlah Fakultas (SK tentang ini tidak bisa di akses oleh Aliansi dosen). Kami hanya mendapatkan 4 SK dan satu disposisi sebagaimana diuraikan diatas.</p>
<p>Menurut Undang-Undang No 28 Tahun 1999 tentang penyelenggaraan negara yang bersih dan bebas dari Korupsi Kolusi dan Nepotisme menyebutkan bahwa setiap perbuatan penyelenggaraan negara secara melawan hukum yang menguntungkan kepentingan keluarganya atau kroninya diatas kepentingan masyarakat, negara dan bangsa adalah nepotisme. Sanksi nepotisme dalam pasal 5 Undang-undang tersebut adalah pidana penjara paling singkat 2 (dua) tahun dan paling lama 12 (dua belas) tahun dan denda paling sedikit Rp.200.000.000,00 (dua ratus juta rupiah) dan paling banyak Rp.2.000.000.000,00(dua miliar rupiah).</p>
<p>Dengan penjelasan dan bukti-bukti di atas, kami beberapa hari lalu meminta kepada Ombudsman RI untuk menindaklanjuti, semoga juga penegak hukum lainya merespon persoalan ini. Selain itu agar publik memahami duduk persoalan Nepotisme Rektor UNJ.</p>
<p><strong>Atas Nama Aliansi Dosen UNJ Bersatu</strong><br />
<strong> Robertus Robet ( 081388800819 )</strong><br />
<strong> Ubedilah Badrun ( 081213128972 )</strong><br />
<strong> Budiarti (08128695240)</strong></p>
<p><strong>©Forum Militan dan Independen UNJ</strong></p>
<p>The post <a href="https://unjkita.com/ini-bukti-rektor-unj-nepotisme/">Ini Bukti Rektor UNJ Nepotisme</a> appeared first on <a href="https://unjkita.com">UNJKita.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ketua IKA UNJ: UNJ Mesti Jujur dan Terbuka</title>
		<link>https://unjkita.com/ketua-ika-unj-unj-mesti-jujur-dan-terbuka/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Ferly Ferdyant, S.E]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 03 Sep 2017 04:32:15 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Info]]></category>
		<category><![CDATA[Kabar Alumni]]></category>
		<category><![CDATA[Professional]]></category>
		<category><![CDATA[Berita UNJ]]></category>
		<category><![CDATA[Plagiarisme]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://unjkita.com/?p=13728</guid>

					<description><![CDATA[<p>Kasus dugaan plagiarisme yang dilakukan oleh Gubernur Sulawesi Tenggara nonaktif, Nur Alam di pascasarjana Universitas Negeri Jakarta (UNJ) mendapat sorotan mendalam dari Ikatan Alumni (IKA...</p>
<p>The post <a href="https://unjkita.com/ketua-ika-unj-unj-mesti-jujur-dan-terbuka/">Ketua IKA UNJ: UNJ Mesti Jujur dan Terbuka</a> appeared first on <a href="https://unjkita.com">UNJKita.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div class="itemIntroText">Kasus dugaan plagiarisme yang dilakukan oleh Gubernur Sulawesi Tenggara nonaktif, Nur Alam di pascasarjana Universitas Negeri Jakarta (UNJ) mendapat sorotan mendalam dari Ikatan Alumni (IKA UNJ).</div>
<div></div>
<div class="itemIntroText">Menurut Juri Ardiantoro, Ketua IKA UNJ plagiarisme yang disengaja merupakan sebuah kejahatan akademik.<em> “Plagiarisme  merupakan salah satu faktor perusak intelektualisme dan moralitas keilmuan,”</em> tegasnya kepada GATRA (2/9).</div>
<div class="itemFullText">
<div class="itemFullText">
<p><img fetchpriority="high" decoding="async" class="size-full wp-image-485 aligncenter" src="http://unjkita.com/wp-content/uploads/2015/12/20140204_084857_plagiat-ilustrasi.jpg" alt="" width="680" height="421" srcset="https://unjkita.com/wp-content/uploads/2015/12/20140204_084857_plagiat-ilustrasi.jpg 680w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2015/12/20140204_084857_plagiat-ilustrasi-300x186.jpg 300w" sizes="(max-width: 680px) 100vw, 680px" /></p>
<p>Mengenai temuan tim IKA, sambung Juri, UNJ harus dapat menjawab secara proporsional dan menjunjung tinggi kejujuran akademik. <em>“UNJ mesti jujur dan terbuka, apakah kasus ini benar, tidak benar, atau benar sebagian atau yang lain. Sehingga isu ini tidak meluas dan berkepanjangan mengganggu aktivitas civitas akademika secara keseluruhan,”</em> tegasnya.</p>
<p>Mantan Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) ini menegaskan, UNJ—dahulu bernama Institut Keguruan Ilmu Pendidikan (IKIP Jakarta)— harus segera menunjukkan usaha yang sungguh-sunggguh dan kongkret serta cepat untuk menyelidiki dan mengambil tindakan dan pantas jika dugaan itu benar.</p>
<p>Oleh sebab itu, sambungnya, pimpinan atau mamajemen UNJ dapat segera mengambil tindakan akademik dan administratif terhadap tersangka kasus plagiat. <em>“Jangan sampai ulah satu atau beberapa orang dapat merusak reputasi UNJ atau bahkan dapat membuat ratusan ribu alumninya menjadi tidak percaya diri sebagai lulusan UNJ/IKIP Jakarta,”</em> katanya.</p>
<p>Juri menjelaskan, kampus mana pun, terutama UNJ sebagai kampus yang memiliki identitas pada pendidikan dan kependidikan (keguruan), harus selalu dapat menjaga dan meningkatkan integritas keilmuan.<em> “Inti dunia pendidikan itu adalah kejujuran,”</em> pungkas alumni jurusan Pendidikan Sejarah ini.</p>
</div>
</div>
<p>The post <a href="https://unjkita.com/ketua-ika-unj-unj-mesti-jujur-dan-terbuka/">Ketua IKA UNJ: UNJ Mesti Jujur dan Terbuka</a> appeared first on <a href="https://unjkita.com">UNJKita.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Lulusan Universitas Negeri Jakarta Terancam</title>
		<link>https://unjkita.com/lulusan-universitas-negeri-jakarta-terancam/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Nadya Rizma Septiarini]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 01 Sep 2017 15:10:54 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kampus]]></category>
		<category><![CDATA[Opini Mahasiswa]]></category>
		<category><![CDATA[Plagiarisme]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://unjkita.com/?p=13689</guid>

					<description><![CDATA[<p>Bagai tahun ujian, setelah bulan Mei 2017 silam UNJ (Universitas Negeri Jakarta) ramai akibat dilaporkan ke pihak polisinya beberapa orang dosen pengajar dengan tuduhan pencemaran...</p>
<p>The post <a href="https://unjkita.com/lulusan-universitas-negeri-jakarta-terancam/">Lulusan Universitas Negeri Jakarta Terancam</a> appeared first on <a href="https://unjkita.com">UNJKita.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Bagai tahun ujian, setelah bulan Mei 2017 silam UNJ (Universitas Negeri Jakarta) ramai akibat dilaporkan ke pihak polisinya beberapa orang dosen pengajar dengan tuduhan pencemaran nama baik terhadap Rektor UNJ, kini UNJ kembali menjadi sorotan Nasional, mungkin juga internasional.</p>
<p>Sebab, ada sebuah temuan plagiarisme dari Tim Evaluasi Kinerja Akademik (EKA) dari Kementerian Riset dan Teknologi Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) atas karya ilmiah atau disertasi lima orang yang sebelumnya telah dikukuhkan sebagai doktor, guru besar, bahkan wisudawan terbaik. Berita tersebut dipublikasi oleh <a href="http://tirto.id">tirto.id</a> yang mengupas mengenai seluk-beluk masalah plagiarisme dan indikasi nepotisme di UNJ.</p>
<p>Adapun orang-orang yang disertasinya terindikasi plagiarisme adalah Nur Alam dengan disertasi berjudul <em>“Evaluasi Program Bank Perkreditan Rakyat Bahteramas di Provinsi Sulawesi Tenggara”</em> dengan hasil pengecekan melalui Turnitin sebanyak 74,4% melakukan plagiasi. Kemudian diluar itu muncul pula nama Nasir Andi Baso, Sarifuddin Safaa, Nur Endang Abbas, dan Hado Hasina. Lebih mengherankan semua nama ini adalah pejabat yang berasal dari wilayah yang sama, yaitu Sulawesi Tenggara. Mereka juga sama-sama mengemban ilmu dari program doktor Ilmu Manajemen Sumber Daya Manusia Pasca Sarjana UNJ.</p>
<p>Kecurigaan dari Tim EKA mencuat setelah ada gonjang-ganjing pengukuhan doktor kepada nama-nama tersebut. Dilansir, sebelum laporan atas penemuan Tim EKA rampung, UNJ cepat merespon pada November 2016 dengan merilis Surat Keputusan Rektor Bernomor 1278 A tentang uji Turnitin sebagai syarat kelulusan mahasiswa.</p>
<p>Di rinci dalam pasal 6 ayat (5), keputusan itu menyatakan bahwa 50% kalimat dalam karya ilmiah diploma dan sarjana dibolehkan mirip dengan karya lain. Sedangkan untuk program magister 45% kalimat dan kata boleh sama dengan karya lain, dan untuk program doktor 40% boleh sama dengan karya lain. Sangat menarik, karena keputusan ini baru dikeluarkan setelah tersandungnya beberapa orang atas kasus plagiarisme.</p>
<p>Masih belum menerima, Ikatan Alumni Pascasarjana UNJ berinisiatif untuk mengirim surat kepada Presiden Joko Widodo agar segera menegur menristekdikti dan mengevaluasi Tim EKA. Kemudian dibentuklah Tim Mitra Internal UNJ yang memeriksa kembali hasil temuan dan dugaan plagiarisme sebelumnya oleh Tim EKA. Hasil yang diyakini adalah tidak ada plagiarisme dalam karya tersebut.</p>
<p>Dalam publikasi selanjutnya oleh tirto.id, muncullah sebuah pernyataan bahwa temuan dari plagiarisme yang ada di UNJ telah membuka kejanggalan dari program Pascasarjana UNJ, termasuk jual-beli Ijazah.</p>
<p>Sampai disini, ada beberapa poin yang harus dicatat baik-baik. Pertama, dalam dunia pendidikan tindak plagiasi merupakan salah satu bentuk tindakan yang dapat menciderai kesucian kaum intelektual, dalam hal ini perguruan tinggi. Satu masukan berharga untuk kemenristekdikti agar dapat membuat ambang batas tingkat plagiarisme yang diterima atau dapat diakui, sehingga tidak akan menimbulkan perbedaan presepsi antar perguruan tinggi.</p>
<p>Masih dalam poin yang sama, di UNJ yang telah menetapkan peraturan bahwa untuk tingkat diploma atau sarjana 50% kesamaan dengan karya lain masih dimaklumi, pun dengan 45% magister atau 40% doktor, ini adalah tingkatan yang cukup besar. 50% berarti separuhnya boleh menyadur, atau dua tingkat diatasnya (program S3) hanya berkurang 10%.</p>
<p>Tentu dapat meningkatkan kualitas pendidikan dan hasil didikan dari UNJ jika tingkat atau batas maksimal ini dapat diturunkan.</p>
<p>Kedua, dengan menyeruaknya isu plagiarisme di UNJ, percayalah bahwa dampaknya tidak hanya kepada lulusan dari program pascasarjana saja. Bagi banyak orang, program kadang tak dipedulikan. Mendengar kata UNJ, bisa saja semua dicap sama. Tentu sangat merugikan pihak-pihak, baik mahasiswa program diploma atau sarjana, atau dosen yang masih memegang teguh prinsip kejujuran, integritas, dan karya orisinil. Sehingga secara keseluruhan memperburuk citra masyarakat UNJ.</p>
<p>Kejadian luar biasa ini dapat mengancam mereka. Karena stigma atau label yang jika tidak segera dibersihkan ini akan senantiasa melekat dan terpatri dalam benak masyarakat luas.</p>
<p>Maka demi kesucian dan harga diri Universitas Negeri Jakarta sebagai pencetak lulusan yang ditujukan untuk membangun pemimpin masa depan (building future leader), penulis sebagai representasi masyarakat dan bagian dari elemen UNJ mengharapkan agar Rektor UNJ, Bapak Prof. Dr. Djaali dan Bapak M. Nasir selaku Menristekdikti dapat duduk bersama Tim Evaluasi Kinerja Akademik dan Tim Mitra Internal UNJ untuk melakukan pengujian ulang atas karya ilmiah atau disertasi lima orang yang terindikasi melakukan plagiarisme.</p>
<p>Jika terbukti terdapat unsur plagiat, maka secara terbuka, rela atau terpaksa harus mencabut gelar doktor yang sebelumnya telah dikukuhkan. Semua ini demi membersihkan nama UNJ secara keseluruhan dari oknum yang bisa jadi memiliki niat buruk terhadap UNJ. Agar jelas siapa yang salah, siapa yang memperkeruh atau siapa yang mengada-ada.</p>
<p>Masyarakat tidak ingin melihat lempar-lemparan tanggung jawab, atau saling salah-menyalahkan, tuduh-menuduh atau salah satu pihak lompat untuk memohon kepada presiden agar menindak salah satu pihak. Ada baiknya jika kedua pihak yang bersangkutan, sebagai kaum intelektual menjadwalkan untuk bertatap muka dan secara jantan menyelesaikan permasalahan.</p>
<p>Hal yang perlu diingat kembali. Indonesia sedang mengalami krisis teladan. Kali ini buktikanlah, setidaknya pendidikan masih memiliki itikad yang besar untuk memberikan contoh menyelesaikan permasalahan yang baik dan benar kepada seluruh mata yang ada di Indonesia, maupun Dunia.</p>
<p>The post <a href="https://unjkita.com/lulusan-universitas-negeri-jakarta-terancam/">Lulusan Universitas Negeri Jakarta Terancam</a> appeared first on <a href="https://unjkita.com">UNJKita.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Membaca Plagiarisme di Universitas</title>
		<link>https://unjkita.com/membaca-plagiarisme-di-universitas/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[UNJKita.com &#124; @pemburukampus]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 01 Sep 2017 15:03:30 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Konten Pilihan]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Anda]]></category>
		<category><![CDATA[Opini Dosen]]></category>
		<category><![CDATA[Plagiarisme]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://unjkita.com/?p=13365</guid>

					<description><![CDATA[<p>Berita plagiarisme disertasi Nur Alam menyebar begitu cepat di media sosial dalam beberapa hari ini. Berita tersebut menjadi perbincangan berbagai kalangan. Nur Alam  lulus dalam...</p>
<p>The post <a href="https://unjkita.com/membaca-plagiarisme-di-universitas/">Membaca Plagiarisme di Universitas</a> appeared first on <a href="https://unjkita.com">UNJKita.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Berita plagiarisme disertasi Nur Alam menyebar begitu cepat di media sosial dalam beberapa hari ini. Berita tersebut menjadi perbincangan berbagai kalangan. Nur Alam  lulus dalam waktu 2 tahun dengan indeks prestasi 3,90 dan predikat <em>summa cumlaude</em>, terindikasi disertasinya sarat dengan tindak plagiat. Mirisnya itu terjadi di kampus saya UNJ (Universitas Negeri Jakarta), kampus yang sejak berdirinya didedikasikan untuk menjaga marwah akademik sekaligus lulusanya mayoritas diorientasikan untuk menjadi pendidik profesional, dan kaum profesional diberbagai bidang lainya.</p>
<p><strong>Teringat Tokoh Besar</strong></p>
<p>Tokoh &#8211; tokoh besar yang lahir, besar, dibesarkan dan membesarkan kampus yang berlokasi di Rawamangun Jakarta ini seperti Maftuchah Yusuf, Deliar Noer, Winarno Surachmad, R. Soedjiran Reksosoe-darmo, Jujun Suriasoemantri, Conny Semiawan, HAR Tilaar, Sudjiarto dan para begawan ilmuwan lainya tentu miris mendengar berita tersebut, termasuk &#8216;anak-anak ideoligis&#8217; mereka yang giat merawat marwah akademik kampus ini.</p>
<p>Sambil menulis ini maaf saya sambil meneteskan air mata mengingat wajah para ilmuwan senior tersebut yang sebagian telah tiada, teringat wejangan integritas akademiknya yang tak pernah saya lupakan&#8230;</p>
<p><strong>Plagiarisme : Praktik Culas robohkan moralitas Akademik</strong></p>
<p>Tindakan plagiat atau Plagiarisme sesungguhnya tidak hanya sebagai pelanggaran hukum, tetapi lebih dari itu ia adalah praktik culas dan jahat yang merobek integritas dan moralitas akademik dan lembaga pendidikan. Bahkan memberi pengaruh pada runtuhnya kepercayaan publik terhadap lembaga terhormat yang disebut Universitas. Saking pentingnya persoalan tindak plagiat ini Pemerintah melalui Kemendiknas mengeluarkan peraturan khusus yang termuat dalam Permendiknas No 17 Tahun 2010 Tentang Pencegahan dan Penanggulangan Plagiat di Perguruan Tinggi.</p>
<p>Dalam 15 tahun terakhir ini kepercayaan publik terhadap Universitas turun drastis pasca terbongkarnya praktik korupsi di sejumlah Universitas ternama di Indonesia yang membuat para Rektor dan pejabat kampus meringkuk dalam penjara. Kasus plagiarisme semakin memperparah public distrust (ketidakpercayaan publik) terhadap Universitas. Seperti pepatah &#8220;sudah jatuh tertimpa tangga&#8221;.</p>
<p><strong>Tiga Faktor Sebabkan Plagiarisme</strong></p>
<p>Mengapa plagiarisme terjadi di institusi terhormat Universitas? Setidaknya ada tiga faktor yang menyebabkan plagiarisme terjadi di Universitas.</p>
<p><strong>Pertama</strong>, faktor rendahnya integritas pengelola kampus. Ini terjadi karena pengelola kampus mengabaikan standar kualitas penerimaan mahasiswa, terutama mahasiswa pascasarjana. Akibatnya, maaf tidak sedikit para pejabat tinggi atau pengusaha memanfaatkan celah ini untuk masuk menjadi mahasiswa doktoral dengan mudah. Dibuatkan kelas khusus dan waktu khusus, sore atau malam hari, bahkan mungkin dengan harga khusus. Parahnya perlakuan khusus ini terjadi hingga penyusunan disertasi.</p>
<p>Kelonggaran perlakuan khusus ini pintu masuk plagiarisme karena lemahnya kontrol, termasuk kontrol terhadap kualitas disertasi. Ini makin diperparah jika pejabat atau pengusaha yang kuliah doktoral tersebut adalah kawan dari pejabat kampus  tersebut atau memiliki kedekatan hubungan. Apalagi kemudian pejabat kampus tersebut menjadi promotor atau bahkan penguji disertasinya. Maka conflict of interest tidak akan bisa dihindari.</p>
<p><strong>Kedua</strong>, faktor rendahnya integritas mahasiswa pascasarjana. Maaf, mereka yang memiliki jabatan atau sibuk bisnis sambil kuliah doktoral seringkali berpotensi mengabaikan nilai-nilai penting dalam dunia akademik, seperti tentang kejujuran akademik atau sejumlah indikator lainya terkait scientifict attitude. Jika rendahnya integritas mahasiswa bertemu dengan rendahnya integritas pengelola kampus maka tidak bisa dibayangkan betapa pintu plagiarisme itu terbuka lebar.</p>
<p>Apalagi jika bertemu juga dengan dosen yang rendah integritasnya. Misalnya ada satu dosen membimbing tigaratusan disertasi dalam tiga tahun, ini aneh dan membuka peluang plagiarisme karena _overload_ jumlah yang dibimbing. Parahnya dosen yang membimbing ratusan disertasi itu menikmati karena ada nilai rupiah dibalik bimbingan disertasi itu. Ini miris sekali mendengarnya.</p>
<p><strong>Ketiga</strong>, faktor longgarnya uji plagiarisme. Kelonggaran ini terjadi bisa karena aturan yang sengaja dibuat misalnya dengan derajat kesamaan 40 % boleh lulus atau karena tidak menjalankan uji plagiarismenya, instrumen aplikasi uji plagiarisme tidak digunakan. Pada saat yang sama bisnis disertasi menemukan peluangnya. Praktek bisnis pembuatan disertasi ini bisa semakin parah karena ada semacam peluang untuk kerjasama dengan para dosen pembimbing disertasi yang tidak memiliki integritas.</p>
<p><strong>Solusi atasi kasus UNJ</strong></p>
<p>Bagaimana dengan kasus UNJ? Temuan tim Evaluasi Kinerja Akademik (EKA) Kemenristekdikti tentang tindak plagiat dari sejumlah peserta doktor di UNJ didasarkan pada analisis _meta data file_disertasi yang menunjukan sejumlah disertasi diproduksi dari satu komputer. Ini sulit dibantah secara scientifict karena semacam forensik digital.</p>
<p>Salah satunya adalah disertasi Nur Alam. Disertasi Nur Alam tersebut menurut tim EKA Kemenristekdikti terindikasi menyadur dari laman-laman penyedia arsip disertasi di internet. Diantara saduran tersebut terdapat pada Bab I sebanyak 74,4 persen dari tulisan di laman penyedia arsip disertasi. Kemudian, Bab II dan Bab III, Tim EKA menemukan kejanggialan lain, yakni ketidaksinambungan tulisan di bab-bab tersebut dengan isi disertasi yang ditulis. Menariknya promotor Nur Alam ini maaf adalah orang penting di kampus ini.</p>
<p>Temuan tim EKA Kemenristekdikti tersebut sudah sampai ke Menristekdikti dan ditindaklanjuti dengan membuat tim independen Kemenristekdikti yang cenderung menghasilkan temuan yang sama.</p>
<blockquote><p><em>&#8220;It is my duty to end my service and resign my mandate as president&#8221;</em></p></blockquote>
<p>Itu pernyataan Presiden Hongaria Pal Schmitt yang mundur pada Senin (2/4/2012) setelah gelar doktornya pada 1992 dicabut sesudah adanya pernyataan ia melakukan plagiat sebagian dari disertasinya. (http://www.bbc.com/news/world-europe-17586128)</p>
<p>Bagaimana dengan akhir plagiarisme di UNJ ? Kuncinya ada pada moralitas akademik, sikap tegas Menristekdikti dan sikap ksatria Rektor UNJ yang saya cintai. Selebihnya Wallahu a&#8217;lam (hanya Tuhan yang tau).</p>
<p><em><strong>Oleh : Ubedilah Badrun, pengajar Sosiologi Politik FIS UNJ</strong></em></p>
<p>The post <a href="https://unjkita.com/membaca-plagiarisme-di-universitas/">Membaca Plagiarisme di Universitas</a> appeared first on <a href="https://unjkita.com">UNJKita.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Mahasiswa, tapi Kok Plagiat?</title>
		<link>https://unjkita.com/mahasiswa-tapi-kok-plagiat/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[UNJKita.com &#124; @pemburukampus]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 12 Aug 2016 06:53:23 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Suara Anda]]></category>
		<category><![CDATA[Mahasiswa]]></category>
		<category><![CDATA[Plagiarisme]]></category>
		<category><![CDATA[Plagiat]]></category>
		<category><![CDATA[Tugas]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://unjkita.com/?p=3768</guid>

					<description><![CDATA[<p>Tempo lalu, ketika saya iseng buka Facebook, sempat tenar status dari akun milik Reni TerataiAir. Isinya tentang penjiplakan karya tulis oleh NDA. Yang memiriskan, bukan...</p>
<p>The post <a href="https://unjkita.com/mahasiswa-tapi-kok-plagiat/">Mahasiswa, tapi Kok Plagiat?</a> appeared first on <a href="https://unjkita.com">UNJKita.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Tempo lalu, ketika saya iseng buka Facebook, sempat tenar status dari akun milik Reni TerataiAir. Isinya tentang penjiplakan karya tulis oleh NDA. Yang memiriskan, bukan cuma satu saja, tapi beberapa&#8211;yang itu artinya kasus tersebut terjadi berulang.</p>
<p>Status Mbak Renny itu menyulut orang untuk ramai berkomentar. Kebanyakan isinya menyayangkan, dan sebagian memberikan hujatan. NDA sendiri sempat menerbitkan permintaan maaf, tapi tampaknya telah dihapus. Sebab, saat saya ubek akunnya, akun itu sudah ‘bersih’ dan status yang ada di linimasanya hanya sebatas foto-foto dengan kutipan pendek.</p>
<p>Mungkinkah NDA merasa terintimidasi oleh banyak komentar negatif?<br />
Bisa jadi.</p>
<p>Tapi menurutmu, kalu ada orang lain mengklaim tulisanmu sebagai miliknya, bagaimana?<br />
Bingung? Greget? Pingin cibir sampai bibir dower? Wajar saja.<br />
Maka, respon dari masyarakat maya di status Mbak Reni bisa dinalar.</p>
<p>Penjiplakan atau pengambilan suatu gagasan dan menyatakannya sebagai hasil pikiran sendiri lebih tenar dikenal dengan istilah plagiat. Tindakan plagiat ini bisa dilakukan siapa saja&#8211;buktinya, Mbak NDK tadi, yang mana terdaftar sebagai mahasiswi aktif sebuah universitas di Sumatera Utara. Berarti, mahasiswa/i juga dekat dengan probabilitas plagiat? Banget!</p>
<p>Tidak kita sadari, saat mengerjakan tugas, kita pasti mencari sumber literatur sebagai bahan. Mencantumkan sebaris kalimat dari suatu buku tanpa diubah sama sekali pun terhitung plagiasi. Dan mahasiswa sering mengabaikan fakta itu asal tugasnya bisa rampung. Padahal kita sudah mahasiswa; siswa yang bertitel &#8220;maha&#8221;. Semestinya, kita bisa mempertanggungjawabkan semua yang kita katakan, terbitkan, dan bagikan pada orang lain. Utamanya tugas-tugas kita.</p>
<p>Coba ingat-ingat lagi, dari beberapa semester kamu berkuliah, berapa banyak tugas yang kamu buat dengan usaha sendiri? Atau lebih banyak yang menyalin, kah? Hayo, kalau tugasnya saja sudah hasil <em>copy-paste</em>, gimana mau disebut &#8220;maha&#8221;?</p>
<p>Ah, asalkan nggak ketahuan ini, ya nggak masalah. Siapa peduli, toh ujungnya dapat nilai sama rata. Maklum, namanya juga mahasiswa.</p>
<p>Bukan begitu, Kawan!</p>
<p>Dengan tambahan ‘maha’, mahasiswa harus sangat kritis serta berhati-hati dalam pengerjaan tugasnya. Baca, baca, baca, lalu hasilkan sendiri. Pasti akrab dengan metode parafrase, kan? Plagiasi tentu berbeda dari parafrase. Tema yang disinggung boleh serupa tapi jika plagiasi menggunakan ide secara plek-plek tanpa edit, parafrase adalah hasil bacaan yang telah tercampur hasil pikiran kita sendiri. Belum lagi, parafrase menonjolkan gaya bahasa dan model tulisan orang yang punya ciri masing-masing.</p>
<p>Lagipula, kalau terus menggunakan alasan “namanya juga mahasiswa”, mau sampai kapan kebiasaan jiplak ini terus menjamur di dunia akademik? Biar jadi budaya? Lebih bermanfaat budayakan Tari Saman saja, deh. Sudah tradisi yang sekolah sih, jadi apa salahnya diteruskan lagi? Hmm, pantas saja kalau Indonesia dari hari ke hari mentok segini-gini saja kalau mahasiswanya juga masih berpikir begini. Kebiasaan yang dipupuk dari muda, biasanya bakal terbawa sampai dewasa. Apakah nanti saat kita<em> ‘reshuffle’</em> dan giliran kita diganti, kamu puas dengan melihat generasi bangsa semakin ‘tumpul’ dan mengandalkan buku imporan?</p>
<p>Era digital jaman sekarang memungkinkan mahasiswa mengakses sumber informasi dengan mudah. Banyak blog, laman baca, bahkan situs-situs pendidikan dapat dicapai hanya lewat satu klik. Tinggal ketik kata kunci, dan Mbah Google akan beraksi! Buka tab, klik kiri, scroll sampai ujung, klik kanan/ctrl+v, jadi! Tahu? Wah, patut dicurigai nih.</p>
<p>Ya, selain memudahkan, dampak negatif dari makin gampangnya informasi didapat ialah kemungkinan plagiasi terjadi juga dapat meningkat. Terus, cara mencegahnya bagaimana?<br />
Sederhana. Cukup percaya pada diri sendiri. Maksudnya? Biarpun godaan <em>copy-paste</em> memberi teror bagi mental para mahasiswa, mahasiswa dengan prinsip tidak akan ikut melakukannya. Lebih bangga dengan hasil tulisan sendiri daripada menyalin, berefek sangat besar dengan penurunan kemungkinan plagiasi.</p>
<p>Dapat dipahami bahwa manusia belajar dengan meniru; tapi bukan dengan begitu kita bisa bebas mengaku-aku hasil pikiran orang seenak udelmu! Pernahkah kamu sedikit merenung, apa saja yang dibutuhkan pengarang/penulis demi menelurkan satu karyanya. Boleh jadi mereka butuh berbulan bahkan bertahun-tahun. Belum lagi soal uang, keringat, bahkan mimpi yang diselipkan di dalam tiap kalimat di dalam karya bersangkutan. Sementara itu, ketika kita memasukkan isi buku mereka ke dalam buku kita, tak perlu lebih dari beberapa menit. Timpangnyaaaa&#8230;. Jika memang harus mengutip, pastikan untuk turut menulis kredit. Selain untuk penghargaan, itu membuktikan kesadaran kita tentang daya cipta suatu karya. Juga, untuk membuktikan eksistensi kita sebagai mahasiswa yang punya ‘rasa’.</p>
<p>Cubit diri sendiri, supaya tahu rasanya dicubit. Kalau tidak ingin dicubit, ya jangan cubit. Simpelnya: jangan plagiat kalau tidak mau diplagiasi. Punya tugas? Jangan lagi menyalin tanpa menaruh sumber. Malu doong, katanya sudah mahasiswa?</p>
<p>Terakhir tapi tidak sedikit, saya sepaham dengan kutipan yang dikirim ke situs baca dengan nama alias Holic &#8212; dia menyatakan jika setiap orang sama-sama diberi otak, tapi kenapa yang mendayagunakannya hanya segelintir; ini yang harus dipertanyakan. Bukan soal bisa atau tidak bisa, tapi mau atau tidak mau. Tidak perlu kita memulai dari skala besar, yang kecil-kecil saja dulu. Katanya, <em>kan</em>, dikit-dikit lama-lama jadi bukit! Kali-kali saja, dimulai dari tugas, besoknya kita bisa punya buku untuk dijadikan bahan literasi.<em> Who knows?</em></p>
<p><em>So</em>, masih kokoh jiplak buat tugas sendiri, Mbak/Mas?</p>
<p><strong>Oleh: Adinda Septiyarani (FIP)</strong></p>
<p>The post <a href="https://unjkita.com/mahasiswa-tapi-kok-plagiat/">Mahasiswa, tapi Kok Plagiat?</a> appeared first on <a href="https://unjkita.com">UNJKita.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
