<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Strategi Berprestasi Archives - UNJKita.com</title>
	<atom:link href="https://unjkita.com/tag/strategi-berprestasi/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://unjkita.com/tag/strategi-berprestasi/</link>
	<description>Saling Menginspirasi untuk Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Mon, 24 Jul 2023 06:16:14 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.4</generator>

<image>
	<url>https://unjkita.com/wp-content/uploads/2018/08/cropped-unjkita-32x32.png</url>
	<title>Strategi Berprestasi Archives - UNJKita.com</title>
	<link>https://unjkita.com/tag/strategi-berprestasi/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Jurus Jitu Dapatkan Sponsor dari Institusi untuk Konferensi</title>
		<link>https://unjkita.com/jurus-jitu-dapatkan-sponsor-dari-institusi-untuk-konferensi/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Annisa Indriyani]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 05 Feb 2018 22:42:47 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Konten Pilihan]]></category>
		<category><![CDATA[Rubrik]]></category>
		<category><![CDATA[Sponsor]]></category>
		<category><![CDATA[Strategi Berprestasi]]></category>
		<category><![CDATA[Tips]]></category>
		<category><![CDATA[Tips Belajar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://unjkita.com/?p=19730</guid>

					<description><![CDATA[<p>Pergi ke Luar Negeri merupakan impian bagi banyak orang, termasuk juga bagi para Mahasiswa. Banyak dari mereka yang memiliki ide-ide atau gagasan-gagasan besar yang ingin...</p>
<p>The post <a href="https://unjkita.com/jurus-jitu-dapatkan-sponsor-dari-institusi-untuk-konferensi/">Jurus Jitu Dapatkan Sponsor dari Institusi untuk Konferensi</a> appeared first on <a href="https://unjkita.com">UNJKita.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Pergi ke Luar Negeri merupakan impian bagi banyak orang, termasuk juga bagi para Mahasiswa. Banyak dari mereka yang memiliki ide-ide atau gagasan-gagasan besar yang ingin disuarakan sampai ke mancanegara akan tetapi kendala finansial menjadi salah satu penghalang mereka untuk mewujudkan cita-cita tersebut.</p>
<p>Pada kesempatan ini, Maryam Qonita (Delegate, United Nations Forum Merit 360, 2016 PBB, New York, Amerika Serikat) selaku narasumber dalam rubrik yang diselenggarakan pada Sabtu (27/01/2018) akan berbagi tips dan trik berdasarkan pengalamannya dalam hal sponsorhip untuk mengikuti konferensi:</p>
<p><strong>1) Konferensi itu ada Banyak</strong></p>
<p>Seperti yang kita ketahui, ada banyak konferensi yang diselengarakan, akan tetapi kita juga perlu melihat dari kualitas konferesinya. Sehingga mempengaruhi persuasi kita dalam membuat proposal. Sebenarnya lolos konferensi secara <em>self funded</em> itu sangat mudah apalagi untuk para akademisi, yang susah adalah mencari dana/uang sponsornya. Jadi pastikan kalian bersusah payah untuk konferensi yang juga memang <em>worth it </em>untuk dihadiri dan pantas untuk diperjuangkan oleh kamu.</p>
<p><strong>2) Rajin mencari Informasi</strong></p>
<p>Banyak konferensi <em>fully funded </em>asalkan kita rajin untuk mencari informasi atau <em>googling</em> terkait konferensi yang kita inginkan. Kita bisa mencari info dari mana saja, contohnya seperti opportunitydesk.org, oyaop.com, youthop.com, dsb. Untuk list konferensi dan <em>exchange fully funded </em>untuk <em>students</em> bisa mengecek link dibawah ini:</p>
<p><a href="http://www.munplanet.com/articles/events/list-of-fully-funded-student-and-youth-opportunities">www.munplanet.com/articles/events/list-of-fully-funded-student-and-youth-opportunities</a></p>
<p>Sedangkan untuk konferensi ilmiah <em>self-funded</em> kalian bisa mencarinya di :</p>
<p><a href="http://www.conferencealerts.com">http://www.conferencealerts.com</a></p>
<p>akan tetapi, untuk <em>self-funded</em> disarankan untuk mencari yang jangka waktunya setahun kemudian. Sehingga bisa maksimal, mulai dari abstrak sampai mencari travel grantnya.</p>
<p><strong>3) Perhatikan Jangka Waktunya</strong></p>
<p>Teman-teman diharapkan untuk melihat jangka waktu konferensinya, jika ingin cari aman saja, ambil konferensi yang paling dekat diadakan pada 4 bulan sampai dengan 1 tahun kemudian.</p>
<p><strong>4) Lihat Ketentuan Pemberi Dana Sponsor</strong></p>
<p>Jika jangka waktu konferensinya 1 – 3 bulan. Perhatikan ketentuan pemberian dana sponsor. Di UNJ minimal 40 hari sebelum proposal diberikan. Sedangkan di kampus lain bisa berbeda-beda sesuai kebijakan yang berlaku, begitu pun juga pada institusi. Tapi tetaplah menyebar proposal ke insitusi yang memberikan dana dalam jangka waktu 4 – 6 bulan ke dapan, contohnya seperti Kemenpora dan Kemenristekdikti, biasanya mereka turunnya reimburse (cair setelah keberangkatan).</p>
<p><strong>5) Pahami Ketentuan Yang diminta Pemberi Dana Sponsor</strong></p>
<p>Coba pahami ketentuan setiap pemberi dana sponsorship. Seperti proposal yang harus lengkap khususnya jika ditujukan ke Kemenristekdikti dan Kemenpora. Komponen yang harus diperhatikan antara lain; Letter, Konten Proposal, LoA, CV, NPWP, KTP, Buku Tabungan, dll). Karena rata-rata alasan tidak diterimanya proposal adalah tidak terpenuhinya syarat verifikasi kelengkapan berkas.</p>
<p><strong>6) Taruh Telur di Banyak Keranjang</strong></p>
<p>Jangan ajukan proposal ke satu institusi saja, lebih baik ajukan 30 – 50 proposal ke berbagai institusi yang berbeda-beda pada jauh-jauh hari. Mungkin teman-teman akan mengeluarkan modal yang besar untuk mencetak proposal, tapi yakinlah bahwa usaha tersebut akan membuahkan hasil. Narasumber sendiri menghabiskan 500ribu untuk menjilid proposal, namun ia berhasil mendapatkan dana 40 juta untuk konferensi ke Amerika. Tetap untung, bukan?</p>
<p><strong>7) Kirim Proposal ke Institusi yang Tepat</strong></p>
<p>Seringkali, proposal yang kita kirimkan justru salah sasaran karena proposal yang kita kirimkan tidak berkaitan dengan institusi tersebut. Jadi, usahakan untuk mengirim proposal ke berbagai institusi/perusahaan yang memungkinkan kerjasama. Misalnya, konferensinya tentang gizi, maka kirimlah proposalnya ke perusahaan yang <em>concern </em>dengan konferensi tersebut contohnya seperti Nutri Food atau Wings Food, dll. Dengan imbalan, hasil penelitian kita boleh menjadi bahan bagi mereka untuk mengembangkan produk perusahaan.</p>
<p>Bisa juga konferensi Family Planning, coba ajukan ke Yayasan, contohnya Yayasan Cara Cipta Padu dengan imbalan jika lembaga menyumbang 20% dana yang dibutuhkan, maka imbalannya sekian-sekian, jika menyumbang 50% maka imbalannya sekian-sekian. Misalkan laporan konferensi tersebut dan produk inovasi yang kita ciptakan kita berikan untuk lembaga sebagai bahan mereka mengembangkan produk mereka. Usahan untuk menulis reward di proposalnya agar institusi yang kita tuju bisa tertarik.</p>
<p><strong>8) Manfaatkan <em>Channel</em></strong></p>
<p><em>Channel</em> atau jaringan juga merupakan hal yang sangat penting untuk mendapatkan sponsor besar. Misalnya, kita kenal dengan manajer Bank tertentu, pegawai kantor atau direktur perusahaan tertentu merupakan teman ayah kita. Mereka sebagai <em>channel, </em>bisa dimanfaatkan untuk mempercepat proses birokrasi.</p>
<p><strong>9) Berdoa</strong></p>
<p>Sebagai manusia yang memiliki rencana, tapi tetap Allah yang menentukan. Jadi jangan lupa untuk berdo’a. Karena segala kesuksesan kita bukanlah milik kita, melainkan pemberian dari  Allah SWT.</p>
<p><img fetchpriority="high" decoding="async" class="alignnone size-large wp-image-19760" src="http://unjkita.com/wp-content/uploads/2018/02/proposal-sponsorship-800x500.jpg" alt="" width="640" height="400" srcset="https://unjkita.com/wp-content/uploads/2018/02/proposal-sponsorship-800x500.jpg 800w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2018/02/proposal-sponsorship-150x94.jpg 150w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2018/02/proposal-sponsorship-672x420.jpg 672w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2018/02/proposal-sponsorship-640x400.jpg 640w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2018/02/proposal-sponsorship-681x426.jpg 681w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2018/02/proposal-sponsorship.jpg 1080w" sizes="(max-width: 640px) 100vw, 640px" /></p>
<p>Selain tips dan trik, narasumber juga memaparkan 7 hal penting yang harus diperhatikan saat dalam proses pengajuan proposal untuk mendapatkan sponsor. Cek penjelasan di bawah ini ya!</p>
<p><strong>1) Jangan Langsung Mendatangi Kantornya</strong></p>
<p>Semua proposal yang sudah disusun lengkap, kirimlah menggunakan kurir ke setiap alamat kantor<strong>. </strong>Jangan langsung mendatangi kantornya<strong>, </strong>karena ada satpam atau bagian keamanan di tiap perusahaan yang mencegah kita masuk. Kecuali, kita kenal dengan orang dalam atau sudah berpengalaman mengirimkan langsung dan disambut baik oleh Csnya seperti Kemenristekdikti.</p>
<p><strong>2) Nomor Telepon Yang Dicantumkan Tidak Bisa Dihubungi</strong></p>
<p>Pastikan bahwa nomor telepon yang dicantumkan di dalam proposal merupakan nomor telepon aktif dan pastikan juga nomor telepon tersebut selalu aktif setiap saat. Jangan sampai tidak terangkat, karena mereka bisa jadi mau mencairkan dana, akan tetapi nomor telepon kita tidak bisa dihubungi itu bisa jadi tanda bagi mereka bahwa kita tidak serius dalam mengajukan proposal. Narasumber sendiri pernah dua kali dihubungi lembaga, tapi karena tidak terangkat teleponnya, dana tidak jadi dicairkan.</p>
<p><strong>3) Jangan Lupa Follow Up</strong></p>
<p>Untuk pengiriman berkas juga perlu di <em>follow up,</em> coba untuk maksimalkan bertanya via telepon dan email pemberi sponsor. Khususnya jika kita terkendala jarak.</p>
<p><strong>4) Fotokopi berkali-kali Berkas Penting</strong></p>
<p>Jika lembaga meberikan tanda terima berupa kerta yang perlu ditandatangani oleh Pembantu Rektor atau pihak-pihak tertentu atau jika lembaga memberikan berbagai berkas apapun bentuknya, fotokopi berkali-kali dan simpan baik-baik. Kalian akan tahu pentingnya itu semua saat pencairan dana.</p>
<p><strong>5) Follow Up dengan Mendatangi Kantor</strong></p>
<p>Lakukanlah konfirmasi atau <em>follow up</em> dengan mendatangi kantor pemberi dana sponsor dengan menanyakan status pencairan dana sudah sampai mana. Akan tetapi, datanglah ke kantor apabila sudah ada panggilan dari kantor tersebut, entah berupa email, surat, atau telepon. Apakah berkas masih di verifikasi kembali atau sudah masuk ke bagian keuangan, dll.</p>
<p><strong>6) Ingat LPJ</strong></p>
<p>Ingatlah untuk membuat Laporan Pertanggung Jawaban karena itu adalah bentuk tanggung jawab kita atas dana yang diberikan oleh pihak sponsor. Institusi seperti Kemenristekdikti dan Kemenpora akan meminta LPJ ini. Karena tanpa LPJ mereka akan meminta kembali uang yang telah diberikan.</p>
<p><strong>7) Pastikan ada Bukti</strong></p>
<p>Tiket pesawat, bukti-bukti pembayaran apapun, tiket bus atau subway, nota, dsb. Semuanya harap disimpan sebagai bahan untuk LPJ. Tidak lupa pula foto-foto saat kegiatan berlangsung.</p>
<p>Baca Juga Tips Mendapatkan Sponsor</p>
<ol>
<li><strong><a href="http://unjkita.com/tips-agar-proposal-sponsorship-kita-diterima/">Tips Agar Proposal Sponsorship Kita Diterima</a></strong></li>
<li><strong><a href="http://unjkita.com/jurus-jitu-dapatkan-sponsor-dari-institusi-untuk-konferensi/">Jurus Jitu Dapatkan Sponsor dari Institusi untuk Konferensi</a></strong></li>
<li><strong><a href="http://unjkita.com/seribu-jurus-jitu-mendapatkan-sponsor-untuk-prestasi-ala-dewan/">Seribu Jurus Jitu Mendapatkan Sponsor untuk Prestasi</a></strong></li>
</ol>
<p>The post <a href="https://unjkita.com/jurus-jitu-dapatkan-sponsor-dari-institusi-untuk-konferensi/">Jurus Jitu Dapatkan Sponsor dari Institusi untuk Konferensi</a> appeared first on <a href="https://unjkita.com">UNJKita.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Tips Agar Proposal Sponsorship Kita Diterima</title>
		<link>https://unjkita.com/tips-agar-proposal-sponsorship-kita-diterima/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Annisa Indriyani]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 05 Feb 2018 06:46:27 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Agenda]]></category>
		<category><![CDATA[Rubrik]]></category>
		<category><![CDATA[Notula Rubrik]]></category>
		<category><![CDATA[proposal]]></category>
		<category><![CDATA[Strategi Berprestasi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://unjkita.com/?p=19724</guid>

					<description><![CDATA[<p>Teman-teman pasti ingin mengikuti program ke luar negeri. Tapi kendala biaya yang diperlukan untuk kuliah diluar sana seringkali menjadi penghambat, dari kampus sendiri seringkali kesulitan...</p>
<p>The post <a href="https://unjkita.com/tips-agar-proposal-sponsorship-kita-diterima/">Tips Agar Proposal Sponsorship Kita Diterima</a> appeared first on <a href="https://unjkita.com">UNJKita.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Teman-teman pasti ingin mengikuti program ke luar negeri. Tapi kendala <a href="https://blog.schoters.com/kuliah-di-malaysia" target="_blank" rel="noopener">biaya yang diperlukan</a> untuk kuliah diluar sana seringkali menjadi penghambat, dari kampus sendiri seringkali kesulitan dalam mendanai mahasiswa untuk berprestasi karena pihak kampus sudah memiliki batasan dana dalam membantu mahasiswanya. Maka dari itu, kita dapat mengajukan dana sponsor baik ke pihak swasta maupun kementerian. Sebelum mengajukan dana tersebut pastinya kita akan membuat proposal sponsorship untuk pihak tersebut.</p>
<p>Palupi Mutiasih (Penerima Dana Sponsorship dari Kemendikbud dan Kemenpora dan SilveSilver Medalist World Young Inventors &amp; Exhibition 2017 di Kuala Lumpur, Malaysia) selaku narasumber dalam rubrik yang diselenggarakan pada 30/01/18 berbagi tips untuk mendapatkan sponsor untuk prestasi.</p>
<p>Sponsor merupakan bagian yang paling penting untuk mendukung aktivitas kita, baik itu lomba, seminar, konferensi yang tentunya membutuhkan banyak dana. Awalnya kita pasti ragu apakah kita bisa mendapatkan dana sebanyak itu atau tidak. Hal pertama yang harus kita lakukan adalah percaya. Percaya bahwa kegiatan kita layak untuk didanai. Coba untuk meyakinkan pihak sponsor agar bisa mendanai kegiatan kita.</p>
<p>Jika mengajukan kepada kementerian, cantumkan kontribusi yang akan kita lakukan untuk kemajuan indonesia dari kegiatan tersebut karena kementerian biasanya mengharapkan feedback dari kita melalui kegiatan yang kita ikuti.</p>
<p>Setelah memberikan proposal sponsorship, mintalah kontak yang bisa dihubungi dan minta tanda terima agar kita tahu nomor surat proposal kita dan mudah saat follow up nanti. Lalu, kita cek sekitar 2 hari kemudian. Jangan langsung keesokan harinya karena proposal kita belum sampai ke pihak yang dituju. Jika pihak sponsor mengabarkan bahwa proposal kita akan di reviewdireview terlebih dahulu, coba untuk tidak menghubungi setiap hari, coba untuk menghubungi selang 2 hari agar tidak menganggumengganggu dan jangan lupa untuk meyakinkan bahwa ajang kita ikuti memang layak untuk didanai.</p>
<h2><strong>Cara Membuat Proposal Sponsorship</strong></h2>
<div id="attachment_19766" style="width: 650px" class="wp-caption alignnone"><img decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-19766" class="wp-image-19766 size-full" src="https://unjkita.com/wp-content/uploads/2018/02/todo-list.jpg" alt="Gambar to do list" width="640" height="320" srcset="https://unjkita.com/wp-content/uploads/2018/02/todo-list.jpg 640w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2018/02/todo-list-150x75.jpg 150w" sizes="(max-width: 640px) 100vw, 640px" /><p id="caption-attachment-19766" class="wp-caption-text">To Do List</p></div>
<p>Dalam hal pembuatan proposal sponsorship, agar pihak sponsor lebih tertarik dan supaya mereka tidak jenuh dalam membaca proposal yang kita ajukan.</p>
<h2>Berikut tips membuat proposal sponsorship yang perlu kitakamu perhatikan antara lain:</h2>
<ol>
<li aria-level="1">Maksimal tidak lebih dari 20 halaman.</li>
<li aria-level="1">Ungkapkan dengan detail kegiatan apa yang kita lakukan, berikan contoh produk dan perkenalan profil kita dengan baik.</li>
<li aria-level="1">Sertakan surat pengantar dari kampus, sebagai bukti legalitas proposal kita.</li>
<li aria-level="1">Sedangkan untuk halJelaskan manfaat yang didapat oleh sponsor jika mereka memberikan sponsor kepada kita.</li>
<li aria-level="1">Buat  proposal yang terstruktur dengan baik dari pendahuluan hingga penutup sehingga pembaca tidak kebingungan.</li>
<li aria-level="1">Gunakan gaya bahasa dan visual yang sesuai dengan profil perusahaan.</li>
<li aria-level="1">Lakukan komunikasi dan pendekatan kepada sponsor secara profesional.</li>
</ol>
<p>Namun  dalam mengajukan proposal sponsorship tidak hanya diperlukan perisiapan proposalya saja namun perlu menyiapkan “Mental Juara”.</p>
<h2>Mental juara yang diperlukan :</h2>
<ol>
<li>Gigih</li>
<li>Tidak mudah mengeluh</li>
<li>Berpikir positif</li>
<li>Selalu follow up dengan komunikasi yang baik</li>
<li>Jangan lupa untuk terus berdo’a</li>
</ol>
<p>Saat mencari sponsor, jangan berfokus pada satu pintu saja. Kita bisa sebar ke banyak pihak agar dana besar yang kita butuhkan bisa terpenuhi karena jika kita berfokus ke satu pihak belum tentu dana yang kita ajukan bisa 100% terdanai. Selalu siapkan plan B ketika mencari-cari sponsor.</p>
<p>Kegigihan kita juga diuji dalam mencari sponsor, tapi usaha itu tidak akan sia-sia. Saat kita sudah gigih dan berusaha keras pasti akan ada jawabannya, akan ada yang mendanai kita walaupun tidak sepenuhnya terdanai dan hasil dari kerja keras kita juga akan terbalas melalui arah yang tidak dikira-kira, selain gigih dalam berusaha, jangan lupa untuk terus berdo’a.</p>
<p>Lalu, seperti yang kita telah ketahui dari pembahasan dalam rubrik sebelumnya oleh Maryam Qonita, bahwa LPJ merupakan hal penting sebagai bentuk tanggung jawab kita atas dana yang kita gunakan dari pihak sponsor. Akan tetapi, selain menyusun LPJ sebagai kewajiban kita, ternyata menulis kegiatan yang kita ikuti dan menyebarluaskannya melalui media massa merupakan suatu hal yang harus kita usahakan. Jangan lupa juga menyerahkannya pula kepada sponsor agar mereka lebih percaya kepada kita sekaligus sebagai bukti otentik kita terhadap pihak sponsor, dan kita juga telah meninggalkan kesan yang baik terhadap mereka.</p>
<p>Negosiasi juga sangat penting, karena seringkali proposal sponsorship kita ditolak karena kita terlalu ambisi dan menekan pihak sponsor. Maka gunakanlah negosiasi agar bisa muncul kesepakatan kedua belah pihak, perhatikan juga adab berbicara kita dan ciptakan suasana yang nyaman dengan pihak sponsor. Penguasaan public speaking yang baik ketika bertemu calon pemberi dana menjadi modal kita agar pengajuan dana kita kepada sponsor bisa diterima.</p>
<p>Penulis : Hanifah</p>
<p>Baca Juga Tips Mendapatkan Sponsor</p>
<ol>
<li><strong><a href="http://unjkita.com/jurus-jitu-dapatkan-sponsor-dari-institusi-untuk-konferensi/">Jurus Jitu Dapatkan Sponsor dari Institusi untuk Konferensi</a></strong></li>
<li><strong><a href="http://unjkita.com/seribu-jurus-jitu-mendapatkan-sponsor-untuk-prestasi-ala-dewan/">Seribu Jurus Jitu Mendapatkan Sponsor untuk Prestasi</a></strong></li>
</ol>
<p>The post <a href="https://unjkita.com/tips-agar-proposal-sponsorship-kita-diterima/">Tips Agar Proposal Sponsorship Kita Diterima</a> appeared first on <a href="https://unjkita.com">UNJKita.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Strategi Meraih Segudang Prestasi Ala Selly Anastasia, Wisudawan Terbaik FMIPA UNJ</title>
		<link>https://unjkita.com/strategi-meraih-segudang-prestasi-ala-selly-anastasia-wisudawan-terbaik-fmipa-unj/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Hadi Azolla]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 29 Mar 2016 07:53:21 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabar Alumni]]></category>
		<category><![CDATA[Konten Pilihan]]></category>
		<category><![CDATA[Mahasiswa Berprestasi]]></category>
		<category><![CDATA[Strategi Berprestasi]]></category>
		<category><![CDATA[Wisudawan Terbaik FMIPA UNJ]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://unjkita.com/?p=2298</guid>

					<description><![CDATA[<p>Hi sobat unjkita.com! Adakah yang belum kenal dengan Selly Anastasia? Hmmm, pasti sudah kenal ya, kan doi Mahasiswa Berprestasi UNJ tahun 2015. Tahu gak, ternyataSelly...</p>
<p>The post <a href="https://unjkita.com/strategi-meraih-segudang-prestasi-ala-selly-anastasia-wisudawan-terbaik-fmipa-unj/">Strategi Meraih Segudang Prestasi Ala Selly Anastasia, Wisudawan Terbaik FMIPA UNJ</a> appeared first on <a href="https://unjkita.com">UNJKita.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Hi sobat <a href="http://unjkita.com">unjkita.com</a>! Adakah yang belum kenal dengan Selly Anastasia? Hmmm, pasti sudah kenal ya, kan doi Mahasiswa Berprestasi UNJ tahun 2015. Tahu gak, ternyataSelly berhasil lulus dalam waktu 3,5 tahun lho! Kece yah! Dan yang lebih membanggakan lagi, ternyata Selly lulus dengan IPK 3,86. Luar biasa bukan? Mahasiswa Prodi Pendidikan Matematika angkatan 2012 ini juga berhasil meraih penghargaan dari Rektor UNJ karena menjadi lulusan terbaik UNJ mewakili <a href="http://unjkita.com/profil-lengkap-fakultas-mipa-unj/" target="_blank">FMIPA</a>.</p>
<p>Nah, kali ini tim <a href="http://unjkita.com">unjkita.com</a> berhasil menggali rahasia dari Selly Anastasia tentang strateginya meraih segudang prestasi. Yuk kita simak rahasia Selly!</p>
<p><img decoding="async" class="aligncenter wp-image-2299 " src="http://unjkita.com/wp-content/uploads/2016/03/IMG-20160329-WA0024.jpg" alt="IMG-20160329-WA0024" width="343" height="457" srcset="https://unjkita.com/wp-content/uploads/2016/03/IMG-20160329-WA0024.jpg 780w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2016/03/IMG-20160329-WA0024-113x150.jpg 113w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2016/03/IMG-20160329-WA0024-450x600.jpg 450w" sizes="(max-width: 343px) 100vw, 343px" /></p>
<h3><strong>Merencanakan lulus dalam waktu 3,5 sejak awal</strong></h3>
<p>Selly sudah merencanakan lulus dalam waktu 3,5 tahun sejak semester pertama lho. Karena itu, Selly selalu semangat belajar untuk dapat mengejar target. Ini bukti kalau perencanaan yang matang akan membuahkan hasil yang maksimal.</p>
<p>Buat yang belum pasang target lulus 3,5 tahun bisa segera menyusun target juga ya. Maksimal semester 5 harus sudah memiliki keinginan untuk lulus dalam waktu 3,5 tahun. Tentunya dengan mempertimbangkan IPK dan jumlah SKS yang telah diambil. Apalagi bagi mahasiswa penerima beasiswa bidikmisi yang sangat berpeluang untuk dapat beasiswa Afirmasi LPDP. Sebatas informasi, berdasarkan Buku Panduan Akademik, untuk dapat lulus kuliah, SKS minimal yang harus ditempuh adalah 144 SKS (coba cek di Buku Panduan Akademik untuk memastikan jika ada perubahan). Ingat, <em>manjadda wa jadda</em>!</p>
<h3><strong>Menjadikan orang tua sebagai sumber motivasi </strong></h3>
<p>Doa yang mujarab salah satunya adalah doa dari orang tua. Prinsip inilah yang dipegang teguh oleh Selly dalam menempuh masa perkuliahan yang penuh perjuangan. Berbekal keinginan dari orang tuanya agar lulus dalam waktu 3,5 tahun, Selly mencoba mewujudkan keinginan kedua orang tuanya.</p>
<p>“Karena keinginan orang tua dan agar dapat lebih banyak beraktivitas di luar kampus,&#8221; ungkap Selly saat ditanya motivasi lulus dalam waktu 3,5 tahun.</p>
<h3><strong>Belajar secara efektif di kelas</strong></h3>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-1013" src="http://unjkita.com/wp-content/uploads/2016/01/drop-out.jpg" alt="An empty classroom is seen in al-Aqsa University in Gaza April 15, 2008. Two major Gaza universities suspended classes on Tuesday, saying a fuel crisis in the Hamas-controlled territory was making it difficult for students to travel to school. REUTERS/Mohammed Salem (GAZA)" width="624" height="370" srcset="https://unjkita.com/wp-content/uploads/2016/01/drop-out.jpg 624w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2016/01/drop-out-300x178.jpg 300w" sizes="auto, (max-width: 624px) 100vw, 624px" /></p>
<p>Bagaimana strategi Selly saat belajar di dalam kelas?</p>
<p>“Pelajari dulu sebelum kelas dimulai. Saat menemui pertanyaan yang kurang dimengerti, segera catat dan tanyakan. Apabila masih kurang mengerti, tanyakan kepada dosen, teman atau kakak tingkat,&#8221; ungkap Selly.</p>
<p>Itu artinya, kita harus siap sebelum belajar dimulai. Setidaknya dengan membaca materi pembelajaran sebelum masuk kelas. Dengan demikian akan lebih mudah paham saat dosen menjelaskan materi di dalam kelas. Semangat mencoba ya.</p>
<h3><strong> </strong><strong>Menejemen waktu berorganisasi</strong></h3>
<p>Dengan target lulus dalam waktu 3,5 tahun ternyata tidak membuat Selly menjadi anti terhadap organisasi. Buktinya, walau berhasil lulus dalam waktu 3,5 tahun, Selly ternyata aktif di beberapa organisasi bahkan organisasi tingkat nasional. Selama kuliah Selly turut aktif bergabung di <em>Youth for Climate Change, Hilo Green Community, Nano World Indonesia</em> dan Badan Eksekutif Mahasiswa Jurusan Matematika. Baginya organisasi merupakan tempat untuk mengasah kemampuannya memanajemen waktu, belajar berkomunikasi, belajar kepemimpinan dan <em>life skill</em> lainnya.</p>
<p>Wah ternyata kesibukannya di organisasi bukan halangan dalam meraih prestasi akademik ya. Jika Selly yang sibuk berorganisasi saja bisa, itu artinya peluang bagi yang tidak ikut organisasi semakin besar karena memilki lebih banyak waktu luang. <em>Believe that you can!</em></p>
<h3><strong>Menyeimbangkan indeks prestasi dan organisasi</strong></h3>
<p>Nah, kali ini Kak Selly berbagi pandangan mengenai pentingnya indeks prestasi dan organisasi. “Tentang IP dan organisasi adalah tentang pilihan dan tanggung jawab. Semua orang punya anggapan masing-masing tentang bagaimana cara mereka untuk menjalani masa kuliah. Apakah ingin IP bagus tapi sedikit organisasi; IP jelek tapi aktif berorganisasi; IP bagus dan organisasi bagus; atau IP jelek dan organisasi jelek. Semuanya merupakan pilihan dan tanggung jawab masing-masing. Menurut Saya pribadi, akan lebih baik jika keduanya bagus walaupun sulit. Jika tidak bisa keduanya, maka usahakanlah agar salah satunya bagus karena akan baik untuk personal branding kita di masa depan,&#8221; ungkap Selly.</p>
<p>Hmm, ternyata IP dan organisasi sama-sama penting ya. Lalu bagaimana pandangan Selly terhadap mahasiswa yang IP setiap semesternya selalu turun, apakah harus tetap dipaksakan aktif berorganisasi?</p>
<p>“Kalau Saya, karena Saya aliran yang ingin keduanya balance, saya akan berhenti organisasi dulu biar balance dengan IP,&#8221;<em> </em>jawab Selly.</p>
<p>Wah, benar juga tuh. Jika kita cermati, Indeks prestasi atau IP memang bukan segalanya. Namun memiliki IP yang tinggi merupakan sebuah kebahagiaan karena peluang untuk mendapatkan beasiswa atau diterima di tempat kerja semakin tinggi. Sebuah penelitian pernah menyebutkan bahwa IP merupakan penentu nomor 17 bagi diterimanya seseorang dalam dunia kerja. Namun IP yang dimaksud adalah IP standar, artinya seseorang harus memiliki IP minimal sama dengan IP standar yang ditentukan perusahaan untuk dapat diterima kerja, semacam syarat administrasi. Begitupula dengan IP sebagai syarat beasiswa S2. Program beasiswa S2 sudah pasti memiliki batas IP standar tertentu. Artinya, untuk dapat beasiswa S2, IP harus di atas standar yang sudah ditentukan.</p>
<h3><strong> </strong><strong>Merencanakan mata kuliah yang hendak diambil setiap semester dengan cermat</strong></h3>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="alignnone size-full wp-image-2081" src="http://unjkita.com/wp-content/uploads/2015/11/entrepreneur-magang.jpg" alt="entrepreneur magang" width="640" height="423" srcset="https://unjkita.com/wp-content/uploads/2015/11/entrepreneur-magang.jpg 640w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2015/11/entrepreneur-magang-300x198.jpg 300w" sizes="auto, (max-width: 640px) 100vw, 640px" /></p>
<p>Ternyata mengambil SKS mata kuliah di setiap semester tidak boleh sembarangan. Mahasiswa harus cermat dengan mempertimbangkan beberapa hal seperti tingkat kesulitan mata kuliah, program yang dilaksanakan selama menempuh mata kuliah tersebut dan hal lainnya. Jangan sampai mengambil SKS mata kuliah hanya karena ikut-ikutan teman ya. Apalagi jika mengambil mata kuliah hanya demi bisa sekelas dengan pacar, salah niat tuh! Jangan pula paksakan untuk mengambil semua mata kuliah yang sulit di satu semester ya.</p>
<p>Prinsip itulah yang diyakini oleh Selly sebagai kunci untuk memperoleh IP tinggi setiap semesternya. Terlebih bagi yang ingin lulus 3,5 tahun. Dapat memetakan mata kuliah yang hendak diambil di setiap semesternya merupakan sebuah keharusan.</p>
<p>Oh iya, ada beberapa tips dari Selly nih saat hendak mengambil mata kuliah, diantaranya:</p>
<ol>
<li>Konsultasikan dengan dosen PA secara efektif. Jelaskan pada dosen PA alasan mengambil mata kuliah yang hendak diambil dengan jelas. Ingat, di sini menjadi penentu adalah kalian, dosen PA sebatas rekomendasi. Tapi jangan sampai tidak diacc dosen PA juga ya, he.</li>
<li>Untuk dapat lulus 3,5 tahun tidak harus mengambil 24 SKS tiap semesternya kok. Minimal harus mengambil 20 SKS supaya dapat mengejar total SKS minimum kelulusan. Dan menurut admin, yang terpenting usahakan jangan sampai ada yang mengulang. Toh kalo ada, jangan terlalu banyak, cukup satu atau dua ya.</li>
<li>Manfaatkan Semester Pendek. Jika ada Semester Pendek, jangan sia-siakan. Kalau bisa, mata kuliah yang nilainya jelek bisa diulang di Semester Pendek. Selain itu, mata kuliah umum seperti kewarganegaraan, bahasa Indonesia kalau bisa ditempuh di Semester Pendek supaya dapat memanfaatkan jatah SKS semester reguler untuk mata kuliah wajib atau pilihan.</li>
<li>Biasanya di semester tujuh ada kegiatan PKM (Program Kreatifitas Mengajar) di sekolah atau PKL (Program Kuliah Lapangan) sehingga tidak bisa mengambil SKS lebih dari 20 SKS. Artinya butuh perhitungan matang untuk memetakan jumlah SKS tiap semesternya. Jangan sampai gagal lulus 3,5 tahun hanya karena salah memetakan jumlah SKS yang hendak diambil tiap semester. Ingat, untuk lulus kuliah butuh 144 SKS.</li>
</ol>
<p>Satu lagi, cermati jumlah SKS yang akan diambil. Jangan terlalu banyak mengambil mata kuliah yang banyak kesibukannya seperti kuliah lapangan, padat praktikum, padat penulisan laporan, dan lain-lain dalam satu semester. Bisa stres nanti. Tapi jika kamu yakin bisa, maka tak masalah. Mungkin berat saat menjalaninya, namun jika kamu berhasil menempuhnya, kamu akan merasakan manisnya perjuangan.</p>
<h3><strong>Rajin berkonsultasi ke dosen PA dan kaprodi dan senior</strong></h3>
<p>Sobat <a href="http://unjkita.com">unjkita.com</a>, ada lagi nih rahasia dari Selly. Ternyata untuk dapat memanejemen akademik, kita butuh berkonsultasi. Meminta bimbingan kepada dosen PA dan Kaprodi secara efektif merupakan salah satu cara Selly untuk dapat memetakan rencana strategi akademik. Selain itu, Selly juga sering menghubungi senior yang berhasil lulus 3,5 tahun untuk berkonsultasi sehingga membuatnya semakin paham langkah-langkah menyusun strategi untuk mencapai target.</p>
<p>Wah, bener banget tuh strateginya. Terlebih sekarang zaman canggih, bisa lewat WA, SMS, BBM, Line dan lainnya. Daripada main Facebook mulu yang kurang bermanfaat, meding tanya-tanya tentang strategi akademik ke senior, asal jangan modus ya! Pokoknya jangan malu-malu jika itu demi kebaikan. Para senior biasanya akan sangat senang menceritakan pengalamannya.</p>
<h3><strong>Membuat <em>list to do</em></strong></h3>
<p>Satu lagi nih rahasia ampuh dari Selly untuk mengatur agenda di tengah kesibukannya yang begitu padat. Ternyata Selly sudah merencanakan agenda ke depannya dengan membuat <em>list to do. </em>Dengan demikian, langkah-langkah menyusun strategi akan semakin terarah dan sistematis. Jika lupa, bisa melihat kembali <em>list to do</em> yang telah dibuat.</p>
<h3><strong>Mencicil waktu belajar</strong></h3>
<p>Hayo, siapa yang masih menerapkan SKSS (Sistem Kebut Semalam Suntuk) menjelang ujian? Hmm, penulis juga kadang masih sih, hehehe. Sobat <a href="http://unjkita.com">unjkita.com</a>, ternyata Kak Selly tidak menerapkan SKSS atau Sistem Kebut Semalam Suntuk. Metode yang diterapkan Selly adalah SKB atau Sistem Kredit Belajar, (Singkatan baru, hak paten singkatan ada di admin, hehe).</p>
<p>“Rajin belajar, jangan belajar jika mau ulangan saja, dicicil sedikit demi sedikit. Walaupun waktu terbatas, harus tetap menyisihkan waktu. Jika kesulitan dalam pelajaran, jangan ragu bertanya ke dosen atau teman. Jangan merasa ilmu yang sudah dimilikinya cukup sehingga tidak belajar lagi,&#8221;<em> </em>ungkap Selly.</p>
<h3><strong>Punya sahabat seperjuangan</strong></h3>
<p>Di balik wisudawati sukses, ada sahabat sejati. Ouu, <em>so sweet, hehe. </em>Ternyata salah satu hal yang membuat Selly semangat adalah memiliki sahabat seperjuangan loh. &#8220;Punya teman seperjuangan sehingga sama-sama bisa saling menyemanti dan saling menasehati,&#8221; ungkap Selly.</p>
<p>Hmm, jadi bagi kamu yang ingin mencapai target, usahakan ajak sahabatnya ya, sehingga akan semakin mudah dalam berjuang karena ada yang saling mengingatkan.</p>
<h3><strong>Memanfaatkan liburan semester sebaik mungkin</strong></h3>
<p>Waktu adalah emas, mungkin itu perumpamaan yang tepat untuk menggambarkan betapa berharganya waktu bagi Selly. Menurut Selly, waktu yang ada harus benar-benar dimanfaatkan. Lalu bagaimana memanfaatkan waktu luang di liburan semester?</p>
<p>”Jika ada mata kuliah yang bisa diambil di semester pendek, silakan diambil untuk memperbaiki nilai ataupun menambah SKS. Jika tidak ada, bisa diisi dengan mengikuti berbagai event di luar kegiatan akademik, seperti lomba, pendelegasian, ataupun kegiatan relawan,&#8221; jelas Selly.</p>
<p>Wah, ternyata waktu liburan semester bukan sebatas untuk bersantai ria yah. Setuju banget nih sama Selly! Dengan demikian kita bisa menambah pengalaman dengan mengikuti kegiatan yang bermanfaat.</p>
<h3><strong>Menjaga kesehatan</strong></h3>
<p>Sobat<a href="http://unjkita.com"> unjkita.com</a>, untuk mencapai target prestasi dibutuhkan tubuh yang sehat. Jangan sampai belajar di kelas dengan muka pucat dan mata lima watt ya. Selly punya rahasia nih. Tips untuk untuk jaga kesehatan dari Kak Selly adalah perbanyak makan dan istirahat cukup.</p>
<p>“Makan itu pembawa bahagia”, ungkap Selly.</p>
<p>Setuju banget nih. Karena menurut ilmu biologi, berfikir jauh lebih melelahkan daripada bekerja dengan otot. Karena itu otak butuh nutrisi terutama glukosa, dan cara mendapatkan glukosa adalah dengan makan. Tapi jangan terlalu banyak makan juga ya, nanti kegemukan.</p>
<h3><strong>Memiliki prinsip: malas tidak menyelesaikan masalah</strong></h3>
<p>Salah satu permasalahan mahasiswa adalah saat datangnya malas. Musuh bebuyutan mahasiswa ini tidak pandang waktu datangnya. Lalu bagaimana Selly bangkit dari rasa malas?</p>
<p>&#8220;Selalu ada orang tua, teman dan dosen pembimbingy ang menyemangati dan berpikir jika malas enggak akan menyelesaikan masalah,&#8221; jawab Selly.</p>
<h3><em> </em><strong>Memulai menyusun skripsi sejak semester 6</strong></h3>
<p>Ini dia kunci agar dapat lulus dalam waktu 3,5 tahun! Ternyata Selly sudah memulai menyusun skripsi sejak semester 6 loh! Itu artinya sejak semester 6, Selly sudah menemukan judul skripsi dan dosen pembimbing. Bahkan Selly sudah seminar proposal skripsi di semester 6 loh. Gesit banget ya!</p>
<p>Bagi yang belum bisa seminar proposal skripsi di semester 6 masih bisa seminar di awal semester 7. Artinya, proses pemilihan judul dan dosen pembimbing sudah dilakukan sejak semester 6.</p>
<h3><strong>Selalu bersemangat untuk berprestasi</strong></h3>
<p>Untuk menjadi pemenang dengan segudang prestasi dibutuhkan semangat membara. Begitu pula dengan Selly, perempuan berhijab kelahiran Jakarta, 8 Januari 1994 ini selalu bersemangat untuk terus berprestasi. Berikut beberapa prestasi Selly.</p>
<ol>
<li>Juara 2 kompetisi esay tingkat Nasioanl ‘Kekerasan, Perdamaian dan Keindonesiaan’ Koalisi Keadilan dan Pengungkapan Kebenaran pada tahun 2013.</li>
<li>Juara 2 Semarak Indonesia tingkat nasional yang diadakan Universitas Negeri Jakarta tahun 2013.</li>
<li>Semi Final Engineering Physics Week 2014 Paper Competition Institut Teknologi Sepuluh November.</li>
<li>Juara 3 Video Competition Sayembara Bidik Misi Award yang diadakan Forum Bidikmisi UNJ tahun 2014.</li>
<li>Finalis tingkat nasional Call for Paper “Mipa untuk Negeri” yang diadakan Universitas Indonesia tahun 2014.</li>
<li>Penulis buku antologi “Lamitta: Karena Cinta Tidak Selalu Hadir Tepat Waktu” diterbitkan oleh Diva Press Publisher tahun 2013</li>
<li>Penulis buku antologi &#8220;Facebookisme&#8221; diterbitkan oleh Ilmu Publisher tahun 2013.</li>
<li>Penulis buku antologi &#8220;Kado dari Allah&#8221; yang diterbitkan oleh Ar-Rahman Publsher tahun 2014.</li>
<li>Sebagai Delegate of Jakarta for Young and Locavore Youth Camp 2014 pada Aliansei Desa Sejahtera.</li>
<li>Sebagai Delegate of Jakarta for Youth for Climate Camp diadakan oleh Dewan Nasioanl Perubahan Iklim pada tahun 2014.</li>
<li>Sebagai Delegate for Indonesia Youth Perspective Toward Cop21 yang diadakan oleh Indonesia Youth Team for Climate Change tahun 2015.</li>
<li>Delegate for Indonesia Enviromental Summit yang diadakan oleh Universitas Padjajaran tahun 2015.</li>
</ol>
<p>&nbsp;</p>
<p>Wah, banyak sekali prestasi Selly Anastasia! Semoga kita terinspirasi untuk lebih bersemangat mengejar prestasi.</p>
<p>The post <a href="https://unjkita.com/strategi-meraih-segudang-prestasi-ala-selly-anastasia-wisudawan-terbaik-fmipa-unj/">Strategi Meraih Segudang Prestasi Ala Selly Anastasia, Wisudawan Terbaik FMIPA UNJ</a> appeared first on <a href="https://unjkita.com">UNJKita.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
