<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Kabar Alumni Archives - UNJKita.com</title>
	<atom:link href="https://unjkita.com/category/alumni/kabar-alumni/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://unjkita.com/category/alumni/kabar-alumni/</link>
	<description>Saling Menginspirasi untuk Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Mon, 05 Nov 2018 03:12:12 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.4</generator>

<image>
	<url>https://unjkita.com/wp-content/uploads/2018/08/cropped-unjkita-32x32.png</url>
	<title>Kabar Alumni Archives - UNJKita.com</title>
	<link>https://unjkita.com/category/alumni/kabar-alumni/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Didi Diarsa, Menjadikan Teknologi sebagai Sahabat Inovasi</title>
		<link>https://unjkita.com/didi-diarsa-menjadikan-teknologi-sebagai-sahabat-inovasi/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Akbar Evandio (aka)]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 02 Nov 2018 17:31:48 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[Kabar Alumni]]></category>
		<category><![CDATA[Professional]]></category>
		<category><![CDATA[inovasi]]></category>
		<category><![CDATA[Teknologi]]></category>
		<category><![CDATA[Wawancara]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://unjkita.com/?p=21591</guid>

					<description><![CDATA[<p>UNJKita.com – Jakarta, (02/11/2018), Di era sekarang ini kita memahami apa yang membedakan individu yang sukses dan yang tidak sukses? Tentunya banyak faktor yang mempengaruhi...</p>
<p>The post <a href="https://unjkita.com/didi-diarsa-menjadikan-teknologi-sebagai-sahabat-inovasi/">Didi Diarsa, Menjadikan Teknologi sebagai Sahabat Inovasi</a> appeared first on <a href="https://unjkita.com">UNJKita.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>UNJKita.com – Jakarta, (02/11/2018), Di era sekarang ini kita memahami apa yang membedakan individu yang sukses dan yang tidak sukses? Tentunya banyak faktor yang mempengaruhi kesuksesan tersebut. Tetapi, ada faktor fundamental atau yang mendasari kesemua faktor tersebut yaitu inovasi.</p>
<p>Hai sobat unjkita, belum lama ini kita sedang memperingati Hari Inovasi Indonesia (HII) yang diperingati setiap tanggal 1 November.</p>
<p>Pertanyaan hari ini adalah, bagaimana ya generasi millenial melakukan sebuah Inovasi sedangkan segala jawaban yang kita butuhkan selalu terjawab oleh platform <em>search engine </em>yang kita gunakan. Apakah kita sebagai generasi millenial akan menjadi konsumen dari teknologi atau dapat bersahabat dan menjadikan teknologi sebagai pintu inovasi selanjutnya?</p>
<p>Bagaimana jika kita tanyakan ke salah satu alumni dari UNJ yang bersahabat banget nih dengan yang namanya kreativitas dan inovasi? Penasaran kan?</p>
<div id="attachment_21593" style="width: 330px" class="wp-caption alignnone"><img fetchpriority="high" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-21593" class="wp-image-21593 size-full" src="https://unjkita.com/wp-content/uploads/2018/11/21827209_1531062326952879_526103553542979584_n.jpg" alt="" width="320" height="320" srcset="https://unjkita.com/wp-content/uploads/2018/11/21827209_1531062326952879_526103553542979584_n.jpg 320w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2018/11/21827209_1531062326952879_526103553542979584_n-150x150.jpg 150w" sizes="(max-width: 320px) 100vw, 320px" /><p id="caption-attachment-21593" class="wp-caption-text">Dok. Pribadi Pak Didi</p></div>
<p>Beliau adalah Pak Didi Diarsa Adiana salah satu lulusan Geografi, Universitas Negeri Jakarta angkatan 93. Beliau memiliki banyak penghargaan seperti International Young Creative Enterprenur (IYCE)- Finalist British Council, Google 50 SME Indonesia, Special nominee Canada Green Award, ISMBEA Indonesia, dan Palapa International Competition. Serta, untuk saat ini Pak Didi merupakan Founder KAYUH Electric Wooden Bike dan Founder Codemargonda Creative Hub.</p>
<p>Tim UNJKita memiliki kesempatan untuk mewawancarai beliau, sebagai jawaban dari rasa penasaran kita nih? Yuk, kita tanya beliau <img src="https://s.w.org/images/core/emoji/17.0.2/72x72/1f600.png" alt="😀" class="wp-smiley" style="height: 1em; max-height: 1em;" /></p>
<p><strong>1. Assalamualaikum pak Didi, bagaimana sih pak cara kita untuk berinovasi di era yang sekarang ini ketika segala pertanyaan mayoritas sudah semuanya terjawab di search engine kita seperti google ya pak? Hehe</strong></p>
<p>Waalaikumusalam, Era millenial dengan teknologi didalamnya saat ini sebetulnya memberikan kesempatan untuk kalian berinovasi lebih banyak dan bagus lagi. Karena, ketika segala pertayaan sudah tersebar jawaban di internet, platform dan di digital, kita mampu untuk memadukan hal tersebut dengan kreatifitas yang akan melahirkan penemuan dan inovasi baru. Sehingga, dengan ide sederhana seperti sepeda kayu misalnya akan berdampak hebat ketika kita mampu untuk menjadikan teknologi sebagai paduan yang tepat. Serta,  jika di padukan dengan teknologi, partner yang tepat, dan platform digital sebuah ide mampu menjadikankannya sebagai sebuah inovasi yang terbaharukan.</p>
<div id="attachment_21595" style="width: 710px" class="wp-caption alignnone"><img decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-21595" class="size-full wp-image-21595" src="https://unjkita.com/wp-content/uploads/2018/11/sepeda-kayu_20180329_154353.jpg" alt="" width="700" height="393" srcset="https://unjkita.com/wp-content/uploads/2018/11/sepeda-kayu_20180329_154353.jpg 700w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2018/11/sepeda-kayu_20180329_154353-150x84.jpg 150w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2018/11/sepeda-kayu_20180329_154353-640x359.jpg 640w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2018/11/sepeda-kayu_20180329_154353-681x382.jpg 681w" sizes="(max-width: 700px) 100vw, 700px" /><p id="caption-attachment-21595" class="wp-caption-text">Dok. Pribadi Pak Didi</p></div>
<p><strong>2. Menurut bapak, ketika kita semua terbiasa menjadi sosok yang mengimitasi segala hal dari cara berfikir, pola hidup, sampai hal terkecil seperti mencari jawaban lewat google atau search engine lainnya. Apakah hal tersebut mematikan inovasi?<br />
</strong></p>
<p>Menurut saya, Sebuah inovasi itu tidak akan pernah mati justru inovasi merupakan sebuah kebutuhan disetiap langkah dari berkembangnya bangsa dan negara ini ketika bangsa ini melahirkan generasi-generasi baru.<br />
Permasalah-permasalahan sebenarnya akan selalu muncul karena itulah bangsa ini membutuhkan inovasi baru di setiap langkahnya. karena tanpa sebuah ide dan inovasi suatu bangsa dapat dikatakan musnah. Generasi saat ini dan kita semua tentunya mampu untuk menjadikan era ini bersahabat dengan teknologi dan menjadi sebuah tren atau kekuatan baru dalam mengembangkan inovasi ketika teknologi menyediakan perangkat untuk membantu kita berkreativitas melahirkan inovasi baru.</p>
<p><strong>3. Bila hal tersebut mematikan inovasi, menurut bapak apa solusi terbaik yang bisa kami lakukan? Karena untuk meninggalkan teknologi pun menjadi hal yang termasuk sulit bagi generasi millenial?</strong></p>
<p>Sebenarnya, tidak ada yang salah ketika membahas tentang teknologi. Inovasi tentu erat saat ini dengan teknologi sehingga hal ini seharusnya mampu menjadi pemacu perubahan-perubahan besar ketika teknologi mampu menjadi percepatan yang mampu bermanfaat bagi masyarakat dan negara ini untuk berinovasi lebih baik lagi.</p>
<p>Sehingga, saat ini negara ini membutuhkan orang-orang yang mampu untuk menjadikan teknologi sebagai sahabat dan alat untuk menciptakan inovasi inovasi baru yang akan menjadikan kita kedepannya menjadi bangsa yang hebat.</p>
<p>The post <a href="https://unjkita.com/didi-diarsa-menjadikan-teknologi-sebagai-sahabat-inovasi/">Didi Diarsa, Menjadikan Teknologi sebagai Sahabat Inovasi</a> appeared first on <a href="https://unjkita.com">UNJKita.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Insan Madani UNJ Gelar Halal Bihalal &#038; Musyawarah Pemilihan Ketua Alumni</title>
		<link>https://unjkita.com/insan-madani-unj-gelar-halal-bihalal-musyawarah-ketua-alumni/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Akbar Evandio (aka)]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 23 Jun 2018 16:52:08 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Info]]></category>
		<category><![CDATA[Kabar Alumni]]></category>
		<category><![CDATA[Professional]]></category>
		<category><![CDATA[Ikatan Alumni]]></category>
		<category><![CDATA[Insan Madani]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://unjkita.com/?p=21148</guid>

					<description><![CDATA[<p>&#8220;Insan Madani merupakan wadah yang menjembatani Alumni untuk kembali menguatkan ikatan dengan keluarga Akuntansi UNJ demi berjuang saling berkontribusi dalam barisan kebaikan yang saling bahu...</p>
<p>The post <a href="https://unjkita.com/insan-madani-unj-gelar-halal-bihalal-musyawarah-ketua-alumni/">Insan Madani UNJ Gelar Halal Bihalal &#038; Musyawarah Pemilihan Ketua Alumni</a> appeared first on <a href="https://unjkita.com">UNJKita.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><em>&#8220;Insan Madani merupakan wadah yang menjembatani Alumni untuk kembali menguatkan ikatan dengan keluarga Akuntansi UNJ demi berjuang saling berkontribusi dalam barisan kebaikan yang saling bahu membantu karena kampus yang besar berasal dari kiprah kontribusi dan tanggung jawab alumninya</em>&#8221; tutur Ferly Ferdyant.</p>
<p>UNJKita.com – Sabtu (23/06/2018), Alumni memiliki peran yang turut berpengaruh terhadap stigma masyarakat terhadap citra sebuah universitas. Setiap kontribusi yang dilakukan oleh alumni menentukan sudut pandang masyarakat dalam memandang kiprah universitas tertentu.</p>
<p>Insan Madani UNJ (Ikatan Silaturrahim Mahasiswa dan Alumni Akuntansi UNJ), lahir atas dasar keresahan para alumni yang memiliki inisiatif untuk membuat wadah silaturrahim dan kontribusi terhadap jurusan dan almamater yang pada akhirnya pada tahun 2011, Insan Madani mulai dibentuk dalam memberikan kebermanfaatan untuk mahasiswa aktif, almamater dan masyarakat.</p>
<p>Pada hari Sabtu, 23 Juni 2018, Insan Madani (IM) Akuntansi FE UNJ telah menggelar Halal Bihalal dan Musyawarah, di Gedung N 104 &#8211; N 105, Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Jakarta.</p>
<div id="attachment_21167" style="width: 1626px" class="wp-caption aligncenter"><img decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-21167" class="wp-image-21167 size-full" src="https://unjkita.com/wp-content/uploads/2018/06/Dosen-Akuntansi-UNJ.jpg" alt="" width="1616" height="1080" srcset="https://unjkita.com/wp-content/uploads/2018/06/Dosen-Akuntansi-UNJ.jpg 1616w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2018/06/Dosen-Akuntansi-UNJ-150x100.jpg 150w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2018/06/Dosen-Akuntansi-UNJ-800x535.jpg 800w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2018/06/Dosen-Akuntansi-UNJ-628x420.jpg 628w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2018/06/Dosen-Akuntansi-UNJ-537x360.jpg 537w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2018/06/Dosen-Akuntansi-UNJ-640x428.jpg 640w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2018/06/Dosen-Akuntansi-UNJ-681x455.jpg 681w" sizes="(max-width: 1616px) 100vw, 1616px" /><p id="caption-attachment-21167" class="wp-caption-text">Dosen Akuntansi FE UNJ yang ikut serta dalam acara.</p></div>
<p>Tujuan diadakannya Halal Bihalal dan Musyawarah  ini antara lain adalah untuk membangun sinergi antara alumni dengan Civitas Akademika Akuntansi FE UNJ, serta melakukan pemilihan ketua Insan Madani (IM) Akuntansi FE UNJ yang baru, dan acara ini pun sangat didukung oleh jajaran dekanat Fakuktas Ekonomi, dosen-dosen Akuntansi, serta para alumni dan mahasiswa Akuntansi FE UNJ.</p>
<p>Tilawah dan lagu Indonesia Raya membuka acara Halal Bihalal dan Musyawarah Besar Insan Madani (IM) Akuntansi FE UNJ serta sambutan dari para dosen dan alumni yang hadir.</p>
<div id="attachment_21164" style="width: 1626px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-21164" class="wp-image-21164 size-full" src="https://unjkita.com/wp-content/uploads/2018/06/Insan-Madani-2.jpg" alt="" width="1616" height="1080" srcset="https://unjkita.com/wp-content/uploads/2018/06/Insan-Madani-2.jpg 1616w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2018/06/Insan-Madani-2-150x100.jpg 150w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2018/06/Insan-Madani-2-800x535.jpg 800w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2018/06/Insan-Madani-2-628x420.jpg 628w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2018/06/Insan-Madani-2-537x360.jpg 537w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2018/06/Insan-Madani-2-640x428.jpg 640w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2018/06/Insan-Madani-2-681x455.jpg 681w" sizes="auto, (max-width: 1616px) 100vw, 1616px" /><p id="caption-attachment-21164" class="wp-caption-text">Halal Bihalal &amp; Sharing Alumni bersama Dosen Akuntansi FE UNJ</p></div>
<p><em>&#8220;Alumni merupakan wadah jangka panjang memiliki manfaat tidak hanya ke masyarakat melainkan juga untuk adik tingkat yang membutuhkan bekal dalam menghadapi keadaan lapangan dari kakak-kakak tingkatnya. Sehingga, Insan Madani harus menjadi jembatan informasi yang mumpuni&#8221;</em> tutur Dr. Choirul Anwar, MBA, mAFIS.CPA selaku dosen Akuntansi FE UNJ.</p>
<p>Musyawarah dan Silaturahim Halal Bihalal ini melibatkan Badan Eksekutif Mahasiswa Program Studi (BEM Prodi) Akuntansi guna memberdayakan anggota BEM Prodi yang dikenal sebagai wajah dari Mahasiswa Akuntansi lainnya agar dapat dikenal oleh para Alumni Akuntansi UNJ.</p>
<p>Dalam rangkaian acaranya, Dr. I Gusti Ketut Agung Ulupui, SE., M.Si.,Ak.,CA selaku Koordinator Program Studi S1 Akuntansi FE UNJ memiliki harapan yang ingin dicapai dalam IM selanjutnya adalah alumni dapat membuka jalan bagi para alumni “baru” untuk memasuki dunia kerja, alumni dapat membuat suatu bantuan atau beasiswa yang diperuntukkan bagi mahasiswa aktif Akuntansi UNJ yang berprestasi, dan lain sebagainya.</p>
<p>Acara musyawarah pemilihan ketua Insan Madani yang baru menjadi puncak pada acara Halal Bihalal dan Musyawarah  Insan Madani. Hal ini dilakukan sebagai bentuk regenerasi dari Ikatan Alumni Manajemen sebelumnya. Para alumni dan mahasiswa diminta untuk mengajukan beberapa nama dan menyampaikan beberapa pandangan tentang calon ketua IM FE UNJ selanjutnya, kandidat yang dicalonkan adalah <b>Ferly Ferdyant</b> (2010), <strong>Achwal Farizi (2012)</strong> dan <b>Arif Swandaru</b> (2008), setelah dimusyawarahkan oleh forum, akhirnya seluruh alumni bersepakat memutuskan untuk memilih <b>Ferly Ferdyant</b> sebagai Ketua Umum Insan Madani Akuntansi FE UNJ berikutnya.</p>
<div id="attachment_21163" style="width: 1626px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-21163" class="wp-image-21163 size-full" src="https://unjkita.com/wp-content/uploads/2018/06/Insan-Madani.jpg" alt="" width="1616" height="1080" srcset="https://unjkita.com/wp-content/uploads/2018/06/Insan-Madani.jpg 1616w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2018/06/Insan-Madani-150x100.jpg 150w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2018/06/Insan-Madani-800x535.jpg 800w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2018/06/Insan-Madani-628x420.jpg 628w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2018/06/Insan-Madani-537x360.jpg 537w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2018/06/Insan-Madani-640x428.jpg 640w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2018/06/Insan-Madani-681x455.jpg 681w" sizes="auto, (max-width: 1616px) 100vw, 1616px" /><p id="caption-attachment-21163" class="wp-caption-text">Ferly Ferdyant terpilih sebagai Ketua Umum Insan Madani UNJ</p></div>
<p>Selanjutnya, diadakan simbolisasi serah terima jabatan dari Alal (Ketua IM sebelumnya) kepada <b>Ferly Ferdyant</b> sebagai Ketua Umum Insan Madani Akuntansi FE UNJ. Lalu ditutup dengan rekomendasi berupa sumbangsih pemikiran, ide, dan gagasan dari para Alumni Akuntansi FE UNJ untuk Insan Madani kedepannya.</p>
<p>The post <a href="https://unjkita.com/insan-madani-unj-gelar-halal-bihalal-musyawarah-ketua-alumni/">Insan Madani UNJ Gelar Halal Bihalal &#038; Musyawarah Pemilihan Ketua Alumni</a> appeared first on <a href="https://unjkita.com">UNJKita.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kolaborasi BNI &#8211; IKA UNJ Luncurkan Kartu Alumni UNJ</title>
		<link>https://unjkita.com/kolaborasi-bni-ika-unj-luncurkan-kartu-alumni-unj/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Ferly Ferdyant, S.E]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 07 Jun 2018 01:09:22 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Info]]></category>
		<category><![CDATA[Kabar Alumni]]></category>
		<category><![CDATA[Konten Pilihan]]></category>
		<category><![CDATA[Professional]]></category>
		<category><![CDATA[IKA UNJ]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://unjkita.com/?p=21101</guid>

					<description><![CDATA[<p>UNJKita.com &#8211; Rabu, 7 Juni 2018 bertempat di Aula Bung Hatta Kampus A Rawamangun Universitas Negeri Jakarta. BNI berkolaborasi dengan Ikatan Alumni Universitas Negeri Jakarta...</p>
<p>The post <a href="https://unjkita.com/kolaborasi-bni-ika-unj-luncurkan-kartu-alumni-unj/">Kolaborasi BNI &#8211; IKA UNJ Luncurkan Kartu Alumni UNJ</a> appeared first on <a href="https://unjkita.com">UNJKita.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="font-weight: 400;">UNJKita.com &#8211; Rabu, 7 Juni 2018 bertempat di Aula Bung Hatta Kampus A Rawamangun Universitas Negeri Jakarta. BNI berkolaborasi dengan Ikatan Alumni Universitas Negeri Jakarta (IKA UNJ) resmi meluncurkan “Kartu Alumni UNJ” dalam bentuk <em>tapcash</em> dan kartu debit. Inisiatif IKA UNJ ini dilakukan untuk menjaring pendataan alumni UNJ yang mencapai lebih dari 100 ribu orang. Di samping sebagai nilai tambah kepada alumni UNJ yang kini menekuni berbagai bidang profesi di seluruh Indonesia. Acara ini dihadiri oleh Juri Ardiantoro selaku Ketua IKA UNJ, Kepala Hubungan Kelembagaan IKA UNJ, Prof. Dr. Sofyan Hanif selaku Wakil Rektor III UNJ, Prof. Dr. Mukhlis R. Luddin selaku Wakil Rektor I UNJ, Dewi Motik Pramono selaku Penasehat IKA UNJ, dan para alumni dan civitas akademika UNJ.</p>
<p style="font-weight: 400;"><em>“IKA UNJ didukung Bank BNI meluncurkan Kartu Alumni UNJ ini sebagai nilai tambah kepada alumni UNJ dalam bentuk uang elektronik. Kami berharap seluruh alumni UNJ dimanapun berada dan profesi apapun dapat memanfaatkan fasilitas ini sekaligus sebagai bagian strategi penjaringan alumni yang mencapai 100.000 orang</em>” ujar Juri Ardiantoro, Ketua IKA UNJ di sela acara.</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="alignnone size-full wp-image-21102" src="https://unjkita.com/wp-content/uploads/2018/06/KARTU-ALUMNI.jpeg" alt="" width="1064" height="709" srcset="https://unjkita.com/wp-content/uploads/2018/06/KARTU-ALUMNI.jpeg 1064w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2018/06/KARTU-ALUMNI-150x100.jpeg 150w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2018/06/KARTU-ALUMNI-800x533.jpeg 800w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2018/06/KARTU-ALUMNI-630x420.jpeg 630w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2018/06/KARTU-ALUMNI-640x426.jpeg 640w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2018/06/KARTU-ALUMNI-681x454.jpeg 681w" sizes="auto, (max-width: 1064px) 100vw, 1064px" /></p>
<p style="font-weight: 400;">Kartu Alumni UNJ ini berbentuk <em>TapCash</em> sebagai uang elektronik pengganti uang tunai yang dapat diisi ulang dan digunakan untuk <em>e-toll</em> serta pembayaran pada merchant-merchant yang bekerjasama dengan BNI. Selain tercatat sebagai anggota IKA UNJ, kartu ini pun dapat berfungsi sebagai kartu debit untuk memudahkan pembayaran ketika berbelanja tanpa harus membawa uang tunai.</p>
<p style="font-weight: 400;">Dihadiri sekitar 120 undangan, peluncuran Kartu Alumni UNJ ini juga menjadi momentum IKA UNJ dalam memaparkan program kerja IKA UNJ di tahun 2018 dan pemberian santunan kepada 50 anak yatim di Rawamangun, termasuk penyelenggaraan Seminar Pendidikan Nasional dan Pembuatan Buku 73 Tahun Pendidikan Indonesia pada Agustus 2018 nanti. Di penghujung acara ini, para undangan dan alumni bersilaturahmi bersama civitas akademiak dan pimpinan UNJ dalam buka puasa bersama.</p>
<p style="font-weight: 400;">Rektor dan civitas akademika UNJ menyambut positif atas peluncuran Kartu Alumni IKA UNJ yang didukung oleh Bank BNI. <em>&#8221;Harapannya, kartu ini dapat menjembatani penggalangan seluruh alumni UNJ di manapun sehingga dapat bersinergi untuk meningkatkan nama baik dan citra almamater UNJ”</em> Prof. Dr. Sofyan Hanif, Wakil Rektor III UNJ dalam sambutannya.</p>
<p style="font-weight: 400;">Sebagai wadah para alumni Universitas Negeri Jakarta, IKA UNJ bertekad untuk melakukan terobosan dan program kerja yang berorientasi kepada nilai tambah alumni UNJ dan sinergi dengan almamater. Untuk itu, IKA UNJ berharap para alumni UNJ dapat mendaftarkan diri dan memanfaatkan fasilitas Kartu Anggota UNJ secara optimal.</p>
<p style="font-weight: 400;"><em>“Untuk mendapatkan Kartu Alumni UNJ ini sangat mudah. Cukup menyerahkan fotokopi KTP ke Sekretariat IKA UNJ di Kampus Rawamangun. Setelah itu, BNI akan segera membukakan rekening dan membuatkan kartu alumni. Kartu alumni ini disesuaikan dengan tren dan dinamika era milenial. Bahkan kami pun sedang mempersiapkan aplikasi UNJ Connect untuk menjaring alumni UNJ lebih luas lagi”</em> tambah Juri Ardiantoro.</p>
<p style="font-weight: 400;">Untuk diketahui, saat ini IKA UNJ memiliki anggota lebih dari 107 ribu alumni yang mengembang berbagai profesi, seperti guru, baik sekolah negeri maupun swasta, professional di berbagai industri, dan dosen atau peneliti yang tersebar di seluruh Indonesia.</p>
<p><iframe loading="lazy" style="border: none; overflow: hidden;" src="https://www.facebook.com/plugins/video.php?href=https%3A%2F%2Fwww.facebook.com%2Funjkita%2Fvideos%2F1802334159789325%2F&amp;show_text=0&amp;width=560" width="560" height="308" frameborder="0" scrolling="no" allowfullscreen="allowfullscreen"></iframe></p>
<p>The post <a href="https://unjkita.com/kolaborasi-bni-ika-unj-luncurkan-kartu-alumni-unj/">Kolaborasi BNI &#8211; IKA UNJ Luncurkan Kartu Alumni UNJ</a> appeared first on <a href="https://unjkita.com">UNJKita.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Dunia Pendidikan Mengutuk Terorisme &#038; Terus Menyemai Nilai Kemanusiaan (Respon IKA UNJ Atas Aksi Terorisme)</title>
		<link>https://unjkita.com/dunia-pendidikan-mengutuk-terorisme-terus-menyemai-nilai-kemanusiaan-respon-ika-unj-atas-aksi-terorisme/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Ferly Ferdyant, S.E]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 14 May 2018 03:49:03 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabar Alumni]]></category>
		<category><![CDATA[Professional]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Anda]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://unjkita.com/?p=21019</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta (14 Mei 2018). Baru saja kebiadaban berulang, 14 Mei, 2018 Pukul 08.50 WIB, telah terjadi ledakan bom di Markas Poltabes Surabaya yang memakan korban...</p>
<p>The post <a href="https://unjkita.com/dunia-pendidikan-mengutuk-terorisme-terus-menyemai-nilai-kemanusiaan-respon-ika-unj-atas-aksi-terorisme/">Dunia Pendidikan Mengutuk Terorisme &#038; Terus Menyemai Nilai Kemanusiaan (Respon IKA UNJ Atas Aksi Terorisme)</a> appeared first on <a href="https://unjkita.com">UNJKita.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Jakarta (14 Mei 2018). Baru saja kebiadaban berulang, 14 Mei, 2018 Pukul 08.50 WIB, telah terjadi ledakan bom di Markas Poltabes Surabaya yang memakan korban dan tidak menutup kemungkinan peristiwa seperti ini akan berulang.</p>
<p>Sebelumnya telah terjadi berbagai rentetan aksi terror dan penangkapan terduga pelaku terror telah berlangsung dalam waktu singkat pada minggu ini, yakni penyanderaan dan teror yang menewaskan 5 anggota polisi sepanjang 8 – 10 Mei 2018. Sehari setelahnya, di mako Brimob terjadi penusukan kepada anggota Brimob Briptu Bripka Marhum Frenje 11 Mei 2018 dini hari. Selanjutnya penagkapan 4 terduga teroris di Tambun Bekasi pada 10 mei 2018 dan disusul penangkapan 2 perempuan muda yang diguga akan melakukan penusukan di Mako Brimob pada 12 Mei 2018.</p>
<p>Teror selanjutnya yang mampu menyedot perhatian dunia internasional, yakni pengebomban di beberapa gereja di Surabaya yang memakan korban nyawa dan luka luka pada 13 Mei 2018, kemudian diikuti peledakan bom di sebuah Rusunawa di Sidoarjo yang memakan korban pelaku dan keluarganya pada hari yang sama yang menyebabkan 17 orang meninggal dunia.</p>
<p>Terhadap berbagai peristiwa dan aksis terror ini, IKA UNJ mengutuk keras tindakan biadab dan anti kemanusiaan ini dengan alasan apapun. IKA UNJ juga menyampaikan duka belasungkawa mendalam kepada para korban seraya mendoakan semoga keluarganya diberi kesabaran. Serta mengajak masyarakat untuk tenang, tidak mengambil tindakan main hakim sendiri dengan tetap wasapada pada setiap tindakan yang berpotensi terror.</p>
<p>Yang menjadi perhatian IKA UNJ, sebagai wadah berhimpunnya para alumni yang sebagaian besar berprofesi di bidang pendidikan adalah pada usia sebagai para pelaku yang masih belia. Usia dimana mereka semestinya sedang belajar, baik di sekolah, pesantren maupun di kampus-kampus.</p>
<p>Pada konteks inilah, instrument pendidikan menjadi sangat relevan untuk menangkal potensi tindakan radikal dan teror, sekaligus tantangan dunia pendidikan untuk mengembalikan institusi pendidikan dalam menyemaikan nilai-nilai humanisme, nilai-nilai kemanusiaan sebagai modal untuk membangun harmoni social dan kebangsaan yang beragam.</p>
<p>IKA UNJ mendesak kepada pemerintah, disamping memperkuat instrument intelejen untuk mendeteksi segala indikasi tindakan kekerasan dan terror, memperkuat dan meningkatkan keterampilan aparat keamanan untuk mengatasi aksi-aksi kekerasan dan terror, serta melakukan penegakan hukum yang tegas atas pelaku yang telah terbukti melakukan tindakan kekerasan dan terror.</p>
<p>Terkahir, IKA UNJ mendesak seluruh institusi pendidikan, baik sekolah-sekolah, pesantren-pesantren, lembaga-lembaga pendidikan agama lain, dan kampus-kampus untuk mengevaluasi system dan materi pendidikan, disamping memupuk keterampilan dan kemampuan peserta didik menghadapi berbagai tantangan perubahan jaman yang sangat cepat, juga saat yang sama untuk kembali memperkuat pendidikan karakter yang menjunjung tinggi nilai-nilai persaudaraan, kemanusiaan pada masyarakat yang plural..</p>
<p>Pendidikan harus dapat menangkal dan menolak tindakan biadab yang mengorbankan manusia untuk kepentingan, ambisi dan latar belakang apapun yang akan merobek-robek harmoni harmoni kehidupan antar umat manusia di manapun.</p>
<p>Jakarta, 14 Mei 2018</p>
<p>Pengurus Pusat IKA UNJ</p>
<p>Ttd.</p>
<p>Juri Ardiantoro</p>
<p>Ketua Umum</p>
<p>Tlp: 081218251973</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Suherman Saji</p>
<p>Sekretaris Jenderal</p>
<p>Tlp: 081314154444</p>
<p>The post <a href="https://unjkita.com/dunia-pendidikan-mengutuk-terorisme-terus-menyemai-nilai-kemanusiaan-respon-ika-unj-atas-aksi-terorisme/">Dunia Pendidikan Mengutuk Terorisme &#038; Terus Menyemai Nilai Kemanusiaan (Respon IKA UNJ Atas Aksi Terorisme)</a> appeared first on <a href="https://unjkita.com">UNJKita.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>IKA UNJ Soroti Tiga Ancaman Institusi Pendidikan</title>
		<link>https://unjkita.com/ika-unj-soroti-tiga-ancaman-institusi-pendidikan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Ferly Ferdyant, S.E]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 02 May 2018 03:10:46 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabar Alumni]]></category>
		<category><![CDATA[Konten Pilihan]]></category>
		<category><![CDATA[Professional]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://unjkita.com/?p=20921</guid>

					<description><![CDATA[<p>Tujuan pendidikan adalah membentuk generasi yang memiliki bekal moral, intelektual dan kapasitas untuk kepentingan dirinya , bangsa dan negara. Namun demikian, akhir-akhir ini untuk mewujudkan...</p>
<p>The post <a href="https://unjkita.com/ika-unj-soroti-tiga-ancaman-institusi-pendidikan/">IKA UNJ Soroti Tiga Ancaman Institusi Pendidikan</a> appeared first on <a href="https://unjkita.com">UNJKita.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Tujuan pendidikan adalah membentuk generasi yang memiliki bekal moral, intelektual dan kapasitas untuk kepentingan dirinya , bangsa dan negara. Namun demikian, akhir-akhir ini untuk mewujudkan tujuan-tujuan mulia tersebut, dunia pendidikan menghadapi tantangan yang semakin tidak ringan. Setidaknya ada tiga (3) ancaman serius dan sangat mengkhawatirkan bagi diri anak didik (pelajar dan mahasiswa/generasi muda) kita, yakni : ancaman narkoba, kekerasan pada institusi pendidikan dan krisis kebangsaan.</p>
<p>Pertama, <strong>ANCAMAN NARKOBA</strong>. Pendidikan diklaim memiliki peranan dalam mengatasi penyalahgunaan narkoba. Ironinya, menurut data Puslitkes UI dan BNN (2016), terdapat  sekitar 27,32 persen pengguna narkoba di Indonesia berasal dari kalangan pelajar dan mahasiswa. Kekhawatiran ini menjadi semkain bertambah, menurut info BNN berdasarkan data yang dikeluarkan dalam World Drugs Report 2016, sejak 2008 sampai 2015 telah terindikasi sebanyak 644 total NPS (<em>new psychoactive substances</em>) yang dilaporkan oleh 102 negara dan 65 jenis baru ini telah masuk ke Indonesia.</p>
<p>Kedua, <strong>KEKERASAN DI INSTITUSI PENDIDIKAN. </strong>Akhir-akhir ini kita sangat prihatin dengan adanya berbagai informasi, pemberitaan, tontonan video yang disebarkan secara berantai melalui jaringan media social. Kekerasan fisik maupun kekerasan mental ini sudah menjangkit ke pihak-pihak utama dalam institusi pendidikan, baik perorangan maupun kelompok. Kekerasan sudah dilakukan oleh antar anak murid, murid kepada guru atau sebaliknya guru kepada murid, orang tua murid dengan anak maupun guru. Ini sudah menunjukkan bahwa pendidikan kita sudah darurat akan kekerasan.</p>
<p>Ketiga, <strong>KRISIS KEBANGSAAN</strong>. Survei Alvara Research Center (2018) menemukan ada sebagian milenial atau generasi kelahiran akhir 1980-an dan awal 1990-an, setuju pada konsep khilafah sebagai bentuk negara. Survei dilakukan terhadap 4.200 milenial (1.800 mahasiswa dan 2.400 pelajar SMA di Indonesia).  Mayoritas milenial memang memilih Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sebagai bentuk negara. Namun ada 17,8 persen mahasiswa dan 18,4 persen pelajar yang setuju khilafah sebagai bentuk negara ideal sebuah negara.</p>
<p>Ditahun sebelumnya, survei BIN tahun 2017 memperoleh data bahwa 24 persen mahasiswa dan 23,3 persen pelajar SMA setuju dengan jihad untuk tegaknya negara Islam.</p>
<p>Angka-angka persentase pelajar dan mahasiswa memang sebagian kecil dari keseluruhan, tapi tidak boleh dibaca jumlah yang kecil. Sebab, baik narkoba, keerasan dan paham anti kebangsaan Indonesia telah berkembang sangat signifikan. Kita tidak ingin generasi Indonesia yang akan datang adalah generasi yang tidak memiliki kepasitas mumpuni untuk menyiapkan diri menghadapi berbagai perubahan yang cepat dan gagap dalam menjaga keutuhan bangsa Indonesia yang indah ini.</p>
<p>Menyambut peringatan <strong>Hari Pendidikan Nasional 2 Mei</strong> tahun ini, Ikatan Alumni Universitas Negeri Jakarta (IKA UNJ) yang menaungi sebagain besar alumni yang berkiprah di dunia pendidikan (guru) mendorong kesadaran publik untuk akan ancaman-ancaman pendidikan sekaligus mendesak pihak-pihak yang memiliki tugas dan kewenangan untuk bersama-sama mengambil inisiatif, kebijakan dan tindakan nyata untuk mengatasi 3 ancaman tersebut yang akan menganggu dan merusak tujuan pencapaian pendidikan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Jakarta, 1 Mei 2018</p>
<p>Pengurus Pusat IKA UNJ</p>
<p>Ttd.</p>
<p><strong>Juri Ardiantoro</strong> (Ketua Umum) / 081218251973</p>
<p><strong>Suherman Saji</strong> (Sekjen) / 081314154444</p>
<p>The post <a href="https://unjkita.com/ika-unj-soroti-tiga-ancaman-institusi-pendidikan/">IKA UNJ Soroti Tiga Ancaman Institusi Pendidikan</a> appeared first on <a href="https://unjkita.com">UNJKita.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Audiensi IKA UNJ Dengan PLT Rektor UNJ ; Ijazah Mahasiswa Tetap Legal dan Sah</title>
		<link>https://unjkita.com/audiensi-ika-unj-dengan-plt-rektor-unj-ijazah-mahasiswa-tetap-legal-dan-sah/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Ferly Ferdyant, S.E]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 25 Jan 2018 07:25:14 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Info]]></category>
		<category><![CDATA[Kabar Alumni]]></category>
		<category><![CDATA[Konten Pilihan]]></category>
		<category><![CDATA[Professional]]></category>
		<category><![CDATA[IKA UNJ]]></category>
		<category><![CDATA[Rektor UNJ]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://unjkita.com/?p=19439</guid>

					<description><![CDATA[<p>UNJKita.com &#8211;  Ikatan Alumni Universitas Negeri Jakarta (IKA UNJ) melakukan audiensi dengan Plt. Rektor Universitas Negeri Jakarta, Prof. Intan Ahmad pada hari rabu, tanggal 24...</p>
<p>The post <a href="https://unjkita.com/audiensi-ika-unj-dengan-plt-rektor-unj-ijazah-mahasiswa-tetap-legal-dan-sah/">Audiensi IKA UNJ Dengan PLT Rektor UNJ ; Ijazah Mahasiswa Tetap Legal dan Sah</a> appeared first on <a href="https://unjkita.com">UNJKita.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>UNJKita.com &#8211;  Ikatan Alumni Universitas Negeri Jakarta (IKA UNJ) melakukan audiensi dengan Plt. Rektor Universitas Negeri Jakarta, Prof. Intan Ahmad pada hari rabu, tanggal 24 Januari 2018. Audiensi dilaksanakan diruang rapat Rektor, mulai pukul 20.00 wib. Ketua Umum IKA UNJ, Juri Ardiantoro, Ph.D memimpin delegasi IKA UNJ yang terdiri Sekretaris Jenderal, Suherman Sadji, M. Fakhruddin, M. Yusro, Diana Sinta, Uswadin, Muchlas Suseno, Yusherman, M. DImyati, Saefullah, dan Wage Wardana. Sedangkan Rektor didampingi oleh para Wakil rektor.</p>
<p>Audiensi diawali dengan acara perkenalan dengan para delegasi alumni, selepas perkenalan Juri Ardiantoro menyampaikan beberapa hal dalam audiensi tersebut. Terdapat tiga point besar dalam audiensi tersebut. Poin pertama adalah menyatakan dukungan secara terbuka atas nama Alumni kepada Intan Ahmad atas amanah yang diembannya sebagai pelaksana tugas Rektor UNJ. Poin kedua laporan dan penyampaian program dan Poin ketiga adalah menyampaikan aspirasi dan menanyakan dinamika UNJ terbaru.  <strong>  </strong></p>
<div id="attachment_19448" style="width: 1162px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-19448" class="wp-image-19448 size-full" src="http://unjkita.com/wp-content/uploads/2018/01/Audiensi-IKA-UNJ-Rektorat.jpeg" alt="" width="1152" height="864" srcset="https://unjkita.com/wp-content/uploads/2018/01/Audiensi-IKA-UNJ-Rektorat.jpeg 1152w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2018/01/Audiensi-IKA-UNJ-Rektorat-150x113.jpeg 150w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2018/01/Audiensi-IKA-UNJ-Rektorat-800x600.jpeg 800w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2018/01/Audiensi-IKA-UNJ-Rektorat-560x420.jpeg 560w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2018/01/Audiensi-IKA-UNJ-Rektorat-80x60.jpeg 80w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2018/01/Audiensi-IKA-UNJ-Rektorat-100x75.jpeg 100w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2018/01/Audiensi-IKA-UNJ-Rektorat-180x135.jpeg 180w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2018/01/Audiensi-IKA-UNJ-Rektorat-238x178.jpeg 238w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2018/01/Audiensi-IKA-UNJ-Rektorat-640x480.jpeg 640w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2018/01/Audiensi-IKA-UNJ-Rektorat-681x511.jpeg 681w" sizes="auto, (max-width: 1152px) 100vw, 1152px" /><p id="caption-attachment-19448" class="wp-caption-text">Diskusi antara Pengurus IKA UNJ dengan PLT Rektor UNJ</p></div>
<p><strong>Poin Pertama,</strong> IKA UNJ secara terbuka menyatakan selamat atas amanah yang diemban oleh Prof. Intan Ahmad yang ditunjuk sebagai Pelaksana Tugas Rektor UNJ. IKA UNJ berharap hal tersebut menjadi sebuah momentum perbaikan menyeluruh buat UNJ dan menyudahi berbagai kekisruhan yang sempat membuat nama almamater tercoreng.</p>
<p><strong>Poin Kedua,</strong> IKA UNJ menyampaikan juga pelaporan kegiatan-kegiatan yang sudah dilakukan, sedang dilakukan dan yang akan dilakukan untuk menuntaskan IKA UNJ periode 2017-2020.</p>
<p><strong>Poin Ketiga,</strong> IKA UNJ juga menyampaikan aspirasi dan bertanya mengenai isu-isu kontemporer UNJ<strong>. </strong>Hal-hal yang disampaikan adalah mengenai legalitas keabsahan tanda-tangan seorang pelaksana tugas terhadap ijazah calon alumni, lalu IKA UNJ juga menanyakan tahapan pemilihan rektor UNJ, turunnya akreditasi institusi dari A ke B dan menyampaikan aspirasi mengenai harapan IKA UNJ masuk dalam bab khusus dalam statuta UNJ.</p>
<p>Intan Ahmad merespon prolog dari alumni dengan melakukan sebuah kronologis bahwa ia ditugaskan oleh Kemenristekdikti untuk membenahi UNJ, dengan titik fokus pembenahan Fakultas Pasca Sarjana. Ia juga menyatakan bahwa awalnya ia ditunjuk sebagai pelaksana harian pada bulan September, lalu bulan November dikukuhkan sebagai pelaksana tugas oleh Kemenristekdikti. Beberapa langkah perbaikan untuk mahasiswa program doKtoral adalah adanya <em>Eksternal Reviewer </em>untuk meningkatkan kualitas penelitian dan menghindari plagiasi. Serta mengapresiasi tim pembenahan Fakultas Pasca Sarjana yang disebutnya sudah bertugas dengan baik untuk membenahi Fakultas tersebut. Serta menyatakan akan merevitalisasi Humas UNJ untuk menambah porsi pemberitaan positif dan prestasi-prestasi mahasiswa.</p>
<p>Prof. Intan Ahmad juga menyatakan bahwa terkait jabatannya sebagai PLT Rektor UNJ, ia menyatakan bahwa seluruh <em>Stakeholder </em>UNJ jangan risau terkait pemberitaan bahwa adanya ketakutan mengenai pemberitaan bahwa PLT tidak bisa menandatangani hal-hal mengenai sesuatu yang mempunyai kekuatan hukum tetap seperti ijazah dan anggaran, ia menyatakan bahwa kedudukan PLT Rektor bisa menandatangani ijazah, ijazah tersebut legal dan diakui oleh Negara.</p>
<p>Terkait pemilihan rektor ia menyatakan akan segera dimulai setelah statuta selesai dalam waktu dekat ini. Artinya tahapan sekarang adalah masih dalam proses penyelesaian statuta. Sedangkan terkait turunnya akreditasi UNJ, ia menyatakan tidak usah khawatir terhadap hal tersebut, pihak UNJ dinyatakan sedang melakukan <em>Appeal </em>Reakreditasi untuk mengatasi hal tersebut.</p>
<p>Terakhir Intan Ahmad dan pihak wakil rektor menyatakan bahwa terkait aspirasi IKA UNJ diakomodasi dalam bab khusus dalam statute, ia menegaskan bahwa harus diperhitungkan secara matang, wakil rektor 1 Muchlis R. Luddin menyatakan juga bahwa kalau IKA UNJ diakomodir dalam bab khusus, maka IKA UNJ posisinya dibawah kontrol UNJ dan tidak bisa independent. Sehingga kedepannya akan dicari cara masuk dalam statuta tapi tidak otomatis dalam kontrol UNJ sepenuhnya dalam rangka menjaga independensi IKA UNJ.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><em><strong>Oleh : Wage Wardana &#8211; Sekretaris 4 IKA UNJ</strong></em></p>
<p>The post <a href="https://unjkita.com/audiensi-ika-unj-dengan-plt-rektor-unj-ijazah-mahasiswa-tetap-legal-dan-sah/">Audiensi IKA UNJ Dengan PLT Rektor UNJ ; Ijazah Mahasiswa Tetap Legal dan Sah</a> appeared first on <a href="https://unjkita.com">UNJKita.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Tantangan-Tantangan Dalam Pendidikan Karakter : Catatan Awal Tahun 2018 IKA UNJ</title>
		<link>https://unjkita.com/tantangan-tantangan-dalam-pendidikan-karakter-catatan-awal-tahun-2018-ika-unj/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Ferly Ferdyant, S.E]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 05 Jan 2018 02:17:48 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabar Alumni]]></category>
		<category><![CDATA[Konten Pilihan]]></category>
		<category><![CDATA[Professional]]></category>
		<category><![CDATA[IKA UNJ]]></category>
		<category><![CDATA[pendidikan karakter]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://unjkita.com/?p=19124</guid>

					<description><![CDATA[<p>Pengantar Universitas Negeri Jakarta (UNJ) yang sebelumnya bernama Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan (IKIP ) Jakarta adalah perguruan tinggi yang masih mencirikan sebagai kampus pendidikan...</p>
<p>The post <a href="https://unjkita.com/tantangan-tantangan-dalam-pendidikan-karakter-catatan-awal-tahun-2018-ika-unj/">Tantangan-Tantangan Dalam Pendidikan Karakter : Catatan Awal Tahun 2018 IKA UNJ</a> appeared first on <a href="https://unjkita.com">UNJKita.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h6><strong>Pengantar</strong></h6>
<p>Universitas Negeri Jakarta (UNJ) yang sebelumnya bernama Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan (IKIP ) Jakarta adalah perguruan tinggi yang masih mencirikan sebagai kampus pendidikan dengan alumni terbesarnya adalah tenaga pendidik dan kependidikan (guru dan tenaga kependidikan lainnya). Sudah lebih dari 110 ribu alumni perguruan tinggi ini yang mewarnai dunia pendidikan kita. Oleh karena itu, menutup tahun 2017 dan mengawali Tahun 2018, IKA UNJ sebagai organisasi yang memayungi ratusan ribu insan pendidikan ini perlu membuat catatan, evaluasi dan refleksi atas dunia pendidikan kita selama ini dan sekaligus menyodorkan masukan/rekomendasi untuk perbaikan pendidikan kita ke depan.</p>
<p>Sudah banyak pihak memberikan catatan atas masalah-masalah pendidikan, namun tanpa mengesampingkan masalah-masalah lama yang masih tetap menggelayuti dunia pendidikan kita, catatan-catatan ini perlu kami fokuskan juga pada masalah-masalah kekinian yang tidak kalah pentingnya untuk dicarikan jalan keluar penyelesaian atau penanganannya.</p>
<p>Dunia pendidikan kita di sepanjang Tahun 2017 menujukan fakta-fakta bahwa meskipun terdapat banyak kemajuan dalam bidang pendidikan, baik dalam kebijakan maupun implementasinya, namun kita tidak mengingkari bahwa masih terdapat banyak masalah yang tetap menghantui nasib pendidikan kita.</p>
<p>Masalah-masalah tersebut misalnya:  (1) meskipun anggaran pendidikan misalnya telah mengalami kenaikan sebesar 27,4% pada periode 2015 – 2017, namun tetap saja kondisi ini belum merata untuk seluruh daerah di Indonesia; (2) belum terpenuhinya wajib belajar 9 tahun, tetapi sekarang sudah diberlakukan wajib belajar 12 tahun; (3) angka putus sekolah tingkat dasar dan menengah yang masih tinggi; (4) tidak terpenuhinya tenaga pendidik, terutama di daerah-daerah luar Jawa; (5) ketimpangan dan belum terpenuhinya secara layak sarana dan prasarana pendidikan antara daerah; (6) mutu dan kualitas tenaga kependidikan, dan masih banyak masalah lainnya</p>
<p>&nbsp;</p>
<h6><strong>Tantangan-tantangan dalam Implmentasi Pendidikan Karakter</strong></h6>
<p>UU tentang Sistem pendidikan nasional menegasakan bahwa pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.</p>
<p>Selanjutnya, Pemerintah melalui Peraturan Presiden (Perpres) No. 87 tahun 2017 juga telah melaunching kebijakan di bidang pendidikan yang disebut dengan nama Penguatan Pendidikan Karakter (PPK). Tujuan PPK itu antara lain adalah membangun dan membekali Peserta Didik dengan jiwa Pancasila dan mengembangkan <em>platform</em> pendidikan nasional yang meletakkan pendidikan karakter sebagai jiwa utama dengan dukungan pelibatan publik yang dilakukan melalui pendidikan jalur formal, nonformal, dan informal dengan memperhatikan keberagaman budaya Indonesia.</p>
<p>Kunci dari pendidikan pada dasarnya adalah pengembangan watak atau karakter peserta didik untuk menggali potensi diri dan membangun kesadaran sebagai warga Negara yang didasarkan Pancasila pada masyarakat Indonesia yang penuh keragaman. Namun demikian, perkembangan saat ini usaha-usaha pencapaian tersebut menghadapi tantangan-tantangan yang serius dan tidak ringan, antara lain:</p>
<ul>
<li><strong>Perilaku Kekerasan.</strong></li>
</ul>
<p>Selama tahun 2017, dunia pendidikan kita juga diwarnai oleh tindakan kekerasan yang kerap dialami oleh peserta didik maupun pendidik itu sendiri baik yang bersifat fisik maupun psikis. Kekerasan tidak lagi didominasi oleh lingkungan sekolah-sekolah kedinasan, tetapi juga sekolah-sekolah umum.</p>
<ul>
<li><strong>Munculnya Benih Paham Radikalisme dan Krisis Nasionalisme</strong></li>
</ul>
<p>Mungkin tidak terlalu tepat jika disimpulkan bahwa banyak anak didik kita usia sekolah sudah terpapar ideologi radikal. Namun jika mengikuti banyak survey menunjukkan terdapat benih-benih radikalisme dan saat yang sama meningkatnya krisis nasionalisme. Dua isu baru inilah yang mesti mendapatkan perhatian dari penataan dan perbaikan penyelenggaraan pendidikan kita, karena jika elemen tersebut menguat akan menjadi batu sandungan bagi pencapaian tujuan-tujuan pendidikan kita. Survei terbaru (2017) yang dilakukan oleh Alvara Research Center pada SMA Negeri di Jawa dan beberapa kota luar Jawa misalnya menunjukkan bahwa terhadap para pelajar dan mahasiswa antara lain menyebutkan 23,5 persen mahasiswa dan 16,3 persen pelajar SMA setuju dengan terbentuknya negara Islam. Tak hanya itu, sebanyak 23,4 persen mahasiswa dan 23,3 persen pelajar menyatakan rela berjihad demi tegaknya negara Islam atau khilafah. Hasil survei juga mencatat 18,6 persen mahasiswa dan 16,8 persen pelajar memilih ideologi Islam lebih tepat untuk Indonesia.</p>
<p>Selanjutnya, sebanyak 17,8 persen mahasiswa dan 18,3 persen pelajar menyatakan setuju khilafah sebagai bentuk negara. Adapun mahasiswa yang menyatakan siap berjihad untuk tegaknya negara Islam atau khilafah sebesar 23,4 persen dan pelajar sebesar 23,3 persen.</p>
<p>Survey itu telah melengkapi survey-survei lain sebelumnya yang menunjukkan kecenderungan yang sama, seperti survei SETARA Institute for Democracy and Peace (SIDP) yang dilakukan pada siswa SMA negeri di Bandung dan Jakarta tahun 2015 menunjukkan, sekitar 8,5 persen siswa setuju dasar negara diganti dengan agama dan 9,8 persen siswa mendukung gerakan Negara Islam di Irak dan Suriah (NIIS). Meski relatif sedikit, fakta ini mengkhawatirkan karena sekolah negeri selama ini cukup menekankan kebangsaan.</p>
<p>Kemudian Survei Lembaga Kajian Islam dan Perdamaian (LaKIP), yang dipimpin oleh Prof Dr Bambang Pranowo, pada Oktober 2010 hingga Januari 2011, mengungkapkan hampir 50% pelajar setuju tindakan radikal. Data itu menyebutkan 25% siswa dan 21% guru menyatakan Pancasila tidak relevan lagi. Sementara 84,8% siswa dan 76,2% guru setuju dengan penerapan Syariat Islam di Indonesia. Jumlah yang menyatakan setuju dengan kekerasan untuk solidaritas agama mencapai 52,3% siswa dan 14,2% membenarkan serangan bom.</p>
<p>Benih-benih ini jika berkembang akan mengikis nasionalisme dan integrasi kita sebagai bangsa yang beragam. Oleh karena itu pendidikan kita harus dapat membangun kepercayaan pada anak didik bahwa Indonesia adalah tempat yang dapat menjamin kehidupan yang damai, bebas menjalankan syariat agama dan keyakinanya masing-masing tanpa harus meniadakan satu dengan yang lainnya.</p>
<ul>
<li><strong>Kontaminasi Politik dalam Pendidikan </strong></li>
</ul>
<p>Indonesia sudah memutuskan sebagai negara demokratis yang menjadikan pemilihan langsung untuk memilih pejabat-pejabat publik sebagai instrumen utamanya. Dalam praktik pemilu dan pilkada, masyarakat riuh dan sangat intens dilibatkan dalam politik, sehingga seringkali sulit dipisahkan antara kepentingan politik (praktis) dengan lainnya, termasuk pendidikan.</p>
<p>Pengalaman pemilu dan pilkada yang lalu, banyak aktor politik maupun birokrasi politik menarik entitas-entitas pendidikan, baik anak murid, guru, mahasiswa dan dosen bahkan institusi pendidikan diserat ke dalam politik dukungan untuk meraih kekuasaan politik. Sehingga tujuan-tujuan pendidikan terkontaminasi dengan kepentingan politik. Ada banyak kepentingan pendidikan terbengkalai karena urusan politik. Ada banyak aktor-aktor pendidikan disingkirkan birokrasi politik hanya karena tidak masuk tim suksesnya, ada banyak kepentingan anggaran pendidikan digerus untuk dialokasikan pada program-program yang mendukung kepentingan politik, dan banyak contoh lainnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<h6><strong>Penutup: Rekomendasi</strong></h6>
<p>Demikianlah catatan-catatan kami dan memasuki tahun 2018 ini, IKA UNJ meminta semua pihak (Pemerintah, institusi pendidikan dan masyarakat) harus punya pandangan dan langkah bersama untuk memastikan bahwa dalam rangka pencapaian tujuan-tujuan pendidikan nasional dan tujuan penerapan pendidikan penguatan karakter. Oleh karena itu, IKA UNJ merekomendasikan hal-hal berikut:</p>
<ol>
<li>Kekerasan tidak boleh dibiarkan dan dihentikan dengan harus dibuat komitmen bersama yang mengikat antara pemerintah, institusi pendidikan dan <em>stakeholders</em> pendidikan lainnya.</li>
<li>Nasionalisme dan bangga atas tanah air harus menjadi bagian penting dalam system pendidikan nasional kita, sehingga jika ada elemen-elemen, kebijakan, tindakan pada institusi-institusi pendidikan yang menanamkan dna menyemaikan benih-benih anti nasionalisme dan anti toleransi hendaknya ada langkah prefentif/pembinaan-pembinaan untuk mencegahkanya dan dibarengai dengan langkah-langakah penegakan hukum untuk memastikan bahw apendidikan adalah lading penyemaian generasi unggul yang cinta tanah air dan bangsa.</li>
<li>Tahun 2018 akan ada perhelatan pilkada serentak di 171 daerah plus tahapan pemilu legisltaif sekaligus Pemilu Presiden dan Wakil Presiden 2019 yang pasti akan melibatkan jutaan aktor politik yang akan sangat berpotensi menyeret kepentingan politik dalam dunia pendidikan. Kenyataan ini adalah fakta buruk dalam dunia pendidikan kita. Oleh karena itu harus ada langkah bersama para pihak untuk menyadari pentingnya pembebasan dunia pendidikan dari tarikan politik praktis dalam pilkada dan pemilu.</li>
</ol>
<p>&nbsp;</p>
<p>Jakarta 31 Desember 2017</p>
<p>Pengurus Pusat Ikatan Alumni Universitas Negeri Jakarta  (IKA UNJ)</p>
<p><strong><em>Ketua Umum </em></strong><strong>Juri Ardiantoro, M.Si, Ph.D.                                                           </strong></p>
<p><strong><em>Sekretaris Jenderal </em>Dr. Suherman Saji, M.Pd.</strong><strong><em>                                                                                     </em></strong><strong><em>    </em></strong></p>
<p>The post <a href="https://unjkita.com/tantangan-tantangan-dalam-pendidikan-karakter-catatan-awal-tahun-2018-ika-unj/">Tantangan-Tantangan Dalam Pendidikan Karakter : Catatan Awal Tahun 2018 IKA UNJ</a> appeared first on <a href="https://unjkita.com">UNJKita.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Notula Rubrik Edisi Mahasiswa Baru Part 2: “Semua Karena UNJ”</title>
		<link>https://unjkita.com/notula-rubrik-edisi-mahasiswa-baru-part-2-semua-karena-unj/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Nadya Rizma Septiarini]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 09 Nov 2017 07:07:18 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Agenda]]></category>
		<category><![CDATA[Kabar Alumni]]></category>
		<category><![CDATA[Kampus]]></category>
		<category><![CDATA[Mahasiswa Baru]]></category>
		<category><![CDATA[Notula Rubrik]]></category>
		<category><![CDATA[Rubrik]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://unjkita.com/?p=16847</guid>

					<description><![CDATA[<p>Hai, Selamat datang keluarga baru Universitas Negeri Jakarta! Selamat memulai perjuangan di kampus tercinta ya! Barangkali ada di antara sobat UNJKita yang merasa “kecemplung” atau...</p>
<p>The post <a href="https://unjkita.com/notula-rubrik-edisi-mahasiswa-baru-part-2-semua-karena-unj/">Notula Rubrik Edisi Mahasiswa Baru Part 2: “Semua Karena UNJ”</a> appeared first on <a href="https://unjkita.com">UNJKita.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><em>Hai, Selamat datang keluarga baru Universitas Negeri Jakarta! Selamat memulai perjuangan di kampus tercinta ya!</em></p>
<p>Barangkali ada di antara sobat UNJKita yang merasa “kecemplung” atau salah jurusan di UNJ. Karena awalnya mau masuk Kedokteran UI, eh malah keterima di Sastra Inggris UNJ. Perasaan sedih, galau, kecewa campur aduk jadi satu membuat hati kian resah dan gelisah.</p>
<p>Tenang aja sob, gak hanya kamu yang merasa seperti itu. Dua narasumber hebat di Rubrik Edisi Mahasiswa Baru kali ini juga pernah ada di posisi yang sama. Meskipun sudah terlanjur “kecemplung” mereka memilih untuk berenang dengan tenang. Hasilnya, mereka malah menjadi perenang yang handal. Artinya, mereka gak melulu larut dalam kesedihan tetapi berjuang untuk kesuksesan.</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="alignnone size-full wp-image-16862" src="http://unjkita.com/wp-content/uploads/2017/11/Rubrik.jpg" alt="" width="877" height="1093" srcset="https://unjkita.com/wp-content/uploads/2017/11/Rubrik.jpg 877w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2017/11/Rubrik-120x150.jpg 120w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2017/11/Rubrik-481x600.jpg 481w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2017/11/Rubrik-337x420.jpg 337w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2017/11/Rubrik-640x798.jpg 640w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2017/11/Rubrik-681x849.jpg 681w" sizes="auto, (max-width: 877px) 100vw, 877px" /></p>
<p>Pada 27 Agustus 2017 kemarin, UNJKita masih menjalankan rangkaian Rubrik Edisi Mahasiswa Baru sebagai lanjutan dari part sebelumnya. Nah, untuk kalian yang belum sempat mengikuti Rubrik atau sempat merasa melewatkan momennya, tidak perlu khawatir. Karena kita tim UNJKita kembali menyediakan Notula Diskusinya loh!</p>
<p>Narasumber kita di Part 2 adalah salah seorang Aktivis terbaik UNJ. Pernah menjabat sebagai Ketua BEM UNJ, saat ini beliau adalah Founder dari Proyatim. Selain itu, beliau juga PIC Menyapa Indonesia PK-63 LPDP Kementerian Keuangan nih. Diskusi kedua ini dimoderatori oleh Nadya Rizma Septiarini dan Akbar Evandio mulai pukul 20.00-22.00 WIB. Langsung saja yuk kita simak lagi keseruannya!</p>
<h4><strong>SESI MATERI</strong></h4>
<h5><em><strong>Ka reza, dulu pas sma nya di SMAN 1 Bekasi ya kak. Terus ko bisa sih ka masuk ke UNJ. sebelumnya emang pengen atau sudah benar-benar memprospek UNJ sebagai kampus idaman kah ka ?</strong></em></h5>
<p>Iya betul saya anak smansasi alias SMAN. 1 Kota Bekasi. UNJ kampus idaman? Sebenarnya gak idaman banget sih. Cuma saya dulu milih kampus yang bayarannya murah. Awalnya UI kaerna setau saya ada BOP (Bantuan Operasional Pendidikan) Berkeadilah (dulu) dan UNJ katanya murah.</p>
<blockquote><p><strong>Melanjutkan kuliah murni keinginan saya. Sebenernya orang tua &#8220;melarang&#8221; dan meminta saya untuk langsung bekerja saja setelah SMA. Akhirnya &#8220;diam-diam&#8221; saya ikut ujian sana sini termasuk SNMPTN. </strong></p></blockquote>
<p>Saya juga dapat uang pendaftaran dari hasil jualan waktu itu dan ada juga pemberian dari guru. Ohiya, disini insyaAllah saya bakal blak-blakan mungkin gak pernah dibuka di forum sebelum-sebelumnya.</p>
<h5><em><strong>Wah &#8230; mantap banget. Terus gimana kakak mengawali kehidupan kampus pas sudah masuk di UNJ gitu ka. Katanya ada filosofi kuda-kuda, kura-kura, sama kupu-kupu ya. Nah, kakak milih jadi apa?</strong></em></h5>
<p>Sebenarnya sudah bisa lanjut kuliah saja saya sudah seneng banget. Awal kuliah saya harus berpikir untuk bisa dapet beasiswa. Akhirnya setelah beberapa bulan kuliah saya mendapat bidikmisi. Ini yang mesti saya amankan diawal, memastikan bisa terus kuliah. Karena kalau gak ada beasiswa bisa jadi kuliah gak bakal dilanjut.</p>
<p>Oh ya betul ada itu kuda-kuda, kuliah dagang-dagang, saya termasuk yang ini juga di awal-awal kuliah. Lumaya untuk ongkos dan sebagainya. Kura-kura, kuliah rapat kuliah rapat. Awalnya saya mau gak mau begini lagi. Saat di SMA saya sudah jadi ketua OSIS. Tau sibuknya dan sebagainya, terlebih lagi saya harus fokus kuliah dan biayanya.</p>
<blockquote><p><strong>Awalnya saya gak mau tuh ikutan organisasi. Tapi kayak-kayaknya gak asik banget kalau jadi kupu-kupu. Alias kuliah pulang-kuliah pulang, akhirnya saya malah ikutan lagi tuh organisasi. Tapi dari organisasi kampus pada saat itu saya banyak belajar dan merasa ilmu cetek banget walau udah pernah jadi ketua OSIS. Jadi, saya gak pilih kupu-kupu, begitu.</strong></p></blockquote>
<h5><em><strong>Beasiswa itu berarti punya andil besar ya kak. Soalnya biaya pendidikan (biasa) mahal. Nah kak kayanya kakak itu aktif banget deh di organisasi. Pas di kampus pernah jadi Ketua BEM Prodi Arab, terus naik jadi Ketua BEM FBS, sampe ke ketua BEM UNJ, bahkan ketua aliansi BEM Jakarta Raya. Emang kenapa sih kak harus organisasi. Bukannya organisasi itu bikin capek ya kak?</strong></em></h5>
<p>iya, penting banget. Makanya bersyukurlah teman-teman yang orang tuanya bisa membiayai kuliahnya. Harus lebih maksimal. Beri mereka yang terbaik. Duh saya gak jadi ketua BEM Prodi Arab alias gagal alias kalah.</p>
<p>Saya cuma mikir kalau sekolah atau kuliah itu sebenernya lebih mengarahkan kita untuk mendapatkan pendidikan formal mendapatkan nilai, ijazah, ilmu serta pengetahuan juga. Tapi gak semua pengetahuan ada di dalam pendidikan formal seperti kuliah. Contoh terkait bagaimana menjali kerja sama yang baik dengan orang lain, teknik berbicara didepan umum, sampai memahami karakteristik orang-orang yang beragam, itu bisa kita dapet di luar kelas, lebih banyak. Jadi, sebenernya banyak pengetahuan yang bisa di ambil saat kita berada di organisasi dan kita terapkan dalam kehidupan termasuk saat kuliah.</p>
<p>Iya bener, capek. Tapi saya mikir malah kalau waktunya kosong atau luang banget malah seringnya melakukan hal yang gak manfaat sebenernya lebih sia-sia waktunya dan kuliah itu malah lebih longgar dibanding saat sekolah. Teman-teman juga bakal ngalamin nanti. Pasti ada aja waktu kosong di sela-sela perkuliahan. Nah itu mau ngapain? Masa nongkrong-nongkrong terus?</p>
<p>Saya lanjutin dulu. Dengan ikut kegiatan selain kuliah misal ikutan organisasi sebenernya memberikan tantangn pada diri kita. Nah, tantangan-tantangan yang ada itu sesungguhnya bisa memunculkan potensi kita yang mungkin belum muncul sebelumnya. Sayang aja kalau dipendam. Barangkali potensi kita itu bisa memberikan manfaat yang luas.</p>
<h5><em><strong>Kak Reza, Ada yang bilang kalau ikut organisasi artinya kita gak akan bisa fokus akademik jadi bisa jadi gak bisa berprestasi dong? Itu bener kak?</strong></em></h5>
<p>Siapa yang bilang? Malahan kalau aktif di organisasi maka konsekuensinya harus aktif juga di kelas. Mungkin konsep ini gak dipahami.</p>
<h5><em><strong>Waah bisa dijelasin gak tuh kak? Gimana caranya tetap aktif di organisasi tapi tetap bisa berprestasi baik di kelas atau diluar kelas? :</strong></em></h5>
<p>Jadi, orang yang ikut organisasi bukan hanya terdepan di kegiatan tapi juga harus terdepan di dalam kelasnya. Misal duduk di depan. Orang yang ikut organisasi kan sering rapat, terus sering ngomong kan. Nah dikelas juga harus gitu. Kalau dosennya bertanya jawab, bicara, utarakan&#8230;.gak tau, makanya belajar.<br />
Saya pernah berada di sembilan organisasi&#8230;nilai jelek? gak jelek-jelek amat sih&#8230;ya walaupun cuma 3,7an cukup memuaskan lah ya. Tapi saya juga pernah IP-nya 2 koma&#8230;. nyantai aja&#8230;.karena emang gak lulus ujian&#8230; ya tinggal diulang <img src="https://s.w.org/images/core/emoji/17.0.2/72x72/1f600.png" alt="😀" class="wp-smiley" style="height: 1em; max-height: 1em;" /></p>
<h4><strong>SESI DISKUSI</strong></h4>
<p><em><strong>Pertanyaan Pertama:</strong></em><br />
<em><strong> Kalo boleh tau kaka ikut organisasi apa aja ka? Oleh: Kurniawan F</strong></em></p>
<p><strong>Jawaban:</strong><br />
SMP: Pramuka<br />
SMA: ekskul filateli, basket, futsal, sepak bola, volly, dan OSIS<br />
Kampus: Bem prodi, fsiku, bem fbs, ILMIBSI, BEM UNJ, BEM SI.<br />
Pasca Sekolah: Ikatan Alumni SMA<br />
Lingkungn rumah: Karang Taruna, Remaja Masjid. apa lagi ya.. sekarang&#8230; di Proyatim, IKA UNJ, IKA LPDP dan sebagainya.</p>
<p><em><strong>Pertanyaan Kedua:</strong></em><br />
<em><strong> Ka mau nanya BEM sama BPM lebih sibukan mana ? Oleh: Kurniawan F</strong></em></p>
<p><strong>Jawaban:</strong><br />
Tergantung keseriusan, kalau serius bisa sama-sama sibuknya. Sebenrnya ikut organisasi pasti sibuk. kalau gak sibuk, malah patut dicurigai bahkan cepat tinggalkan karena pasti ada yang gak beres itu. Sibuknya disini yang manfaat ya maksdnya.</p>
<p><em><strong>Pertanyaan Ketiga:</strong></em><br />
<em><strong> Kalo aku boleh tanya kak, kan ikut organisasi itu harus pintar mengutarakan pendapat sama public speaking ya ka? Nah gimana tips biar kita berani kaya gitu kak? Apa dari awal harus bisa public speaking, gimana cara kembangkan kemampuan itu kak? Oleh: Juki</strong></em></p>
<p><strong>Jawaban:</strong><br />
Bisa karena terbiasa. Berani terima tawaran, biasakan. Masalah bisa atau gak urusan belakangan. yang penting harus dicoba, dibiasakan, dan terus dilatih.</p>
<p><em><strong>Pertanyaan Keempat:</strong></em><br />
<em><strong> Untuk pembagian waktunya gimana tuh kak. Kalau ikut banyak organisasi gitu? Oleh: Arie Yusuf</strong></em></p>
<p><strong>Jawaban:</strong><br />
Bukan pembagian waktu tepatnya. Tapi manajemen kegiatan. Disaat belajar ya belajar, disaat organisasi ya organisasi, disaat makan ya makan&#8230;. Jangan diberantakin.</p>
<p><em><strong>Pertanyaan Kelima:</strong></em><br />
<em><strong> Kak kalau orangnya pendiam tapi senang aja aktif organisasi selama di SMA, bagaimana caranya saat di organisasi perkuliahan untuk survivenya kak? Oleh: Yunita Anggraini</strong></em></p>
<p><strong>Jawaban:</strong><br />
Bagus kalau sudah senang. Tapi jangan sampai cuma ikut organisasi untuk memenuhi kesenangan saja. Tapi sekarang sudah harus mulai lebih teliti, untuk apa ikut organisasi? Apa yang mau saya capai? Apa yg mau saya berikan di organisasi tersebut ?</p>
<p>Di organisasi gak harus vokal semua kok. Nge-band kalau vokalis semua juga gak asik kan? Harus ada yang main drum, gitar, dan sebagainya. Nah di organisasi juga gitu. Tergantung kamu, apa yang kamu miliki dan ingin kamu asah di organisasi tersebut. Intinya, jangan putus asa terhadap hal yang tidak bisa kamu lakukan dan fokus pada apa yang kamu miliki. Tiap orang punya kelebihan dan kekurangn masing-masing, sekian.</p>
<p><em><strong>Pertanyaan Keenam:</strong></em><br />
<em><strong> Kak saya ingin bertanya kepada ka Reza. Diliat dari backgroundnya kaka termasuk orang yang aktif organisasi. Nah, di organisasi itu kan banyak banget orang dengan kepribadian dan karakter yang berbeda. Cara Kita untuk bisa berusaha adaptasi dan Cara Kita bisa menghadapi mereka gimana ya ka? Makasih. Oleh: Pratiwi Digda, Pendidikan Geografi 2017</strong></em></p>
<p><strong>Jawaban:</strong><br />
Susah juga pertanyaannya. Selama ini saya cuma berusaha ramah saja dengn semua orang dan tidak cepat-cepat membantah pendapat/pemikiran orang lain. Jaga hubungan baik dan paling penting berusha berkomunikasi secara baik. Ada yg perlu basa basi ada yg tidak. Mungkin ini yang perlu dipahami. itu saja.</p>
<h4><strong>PENUTUP</strong></h4>
<p>Kalau disini ada yang merasa seperti saya &#8220;tidak sebegitu beruntung&#8221; saat menjadi mahasiswa, maka janganlah pernah menyerah. Jangan pernah mengeluh, jalani saja. Pasti ada jalan dan itu perlu perjuangan.</p>
<p>Bagi teman-teman mahasiswa yang &#8220;beruntung&#8221; maka jangan sia-siakan. Gunakan &#8220;keberuntungan&#8221; itu untuk mengasah diri kita untuk semakin rajin memberi, bermanfaat, dan berkontribusi untuk orang banyak.</p>
<p>Pilihan-pilihan ada didiri anda masing-masing. untuk menjadi mahasiswa yang sperti apa. Tapi saya cuma sampaikan, bahwa bangsa ini butuh para mahasiswa yang memiliki jiwa kepedulian yang besar, bukan hanya omong besar. Butuh mahasiswa yang mau turun menyelesaikan masalah bukan malah bagian dari masalah tersebut. Hal ini bisa terpatri jika dari awal kita mengawali kehidupan mahasiswa dengan niat yang lurus. Selamat datang mahasiswa baru di kampus ini. Jadikan tempat ini utk belajar banyak hal.</p>
<p>The post <a href="https://unjkita.com/notula-rubrik-edisi-mahasiswa-baru-part-2-semua-karena-unj/">Notula Rubrik Edisi Mahasiswa Baru Part 2: “Semua Karena UNJ”</a> appeared first on <a href="https://unjkita.com">UNJKita.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Notula Rubrik Edisi Mahasiswa Baru Part 1: “Semua Karena UNJ”</title>
		<link>https://unjkita.com/notula-rubrik-edisi-mahasiswa-baru-part-1-semua-karena-unj/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Nadya Rizma Septiarini]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 08 Nov 2017 13:29:51 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Agenda]]></category>
		<category><![CDATA[Kabar Alumni]]></category>
		<category><![CDATA[Kampus]]></category>
		<category><![CDATA[Rubrik]]></category>
		<category><![CDATA[Mahasiswa Baru]]></category>
		<category><![CDATA[Mahasiswa Berprestasi]]></category>
		<category><![CDATA[Notula Rubrik]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://unjkita.com/?p=16835</guid>

					<description><![CDATA[<p>Selamat datang keluarga baru Universitas Negeri Jakarta (read: mahasiswa baru (Maba). Selamat memulai perjuangan di kampus tercinta ya! Barangkali ada di antara sobat UNJKita yang...</p>
<p>The post <a href="https://unjkita.com/notula-rubrik-edisi-mahasiswa-baru-part-1-semua-karena-unj/">Notula Rubrik Edisi Mahasiswa Baru Part 1: “Semua Karena UNJ”</a> appeared first on <a href="https://unjkita.com">UNJKita.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><em>Selamat datang keluarga baru Universitas Negeri Jakarta (read: mahasiswa baru (Maba). Selamat memulai perjuangan di kampus tercinta ya!</em></p>
<p>Barangkali ada di antara sobat UNJKita yang merasa “kecemplung” atau salah jurusan di UNJ. Karena awalnya mau masuk Kedokteran UI, eh malah keterima di Sastra Inggris UNJ. Perasaan sedih, galau, kecewa campur aduk jadi satu membuat hati kian resah dan gelisah.</p>
<p>Tenang aja sob! Gak hanya kamu yang merasa seperti itu. Dua narasumber hebat di Rubrik Edisi Mahasiswa Baru kali ini juga pernah ada di posisi yang sama. Meskipun sudah terlanjur “kecemplung” mereka memilih untuk berenang dengan tenang. Hasilnya, mereka malah menjadi perenang yang handal. Artinya, mereka gak melulu larut dalam kesedihan tetapi berjuang untuk kesuksesan.</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-16862 aligncenter" src="http://unjkita.com/wp-content/uploads/2017/11/Rubrik.jpg" alt="" width="877" height="1093" srcset="https://unjkita.com/wp-content/uploads/2017/11/Rubrik.jpg 877w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2017/11/Rubrik-120x150.jpg 120w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2017/11/Rubrik-481x600.jpg 481w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2017/11/Rubrik-337x420.jpg 337w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2017/11/Rubrik-640x798.jpg 640w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2017/11/Rubrik-681x849.jpg 681w" sizes="auto, (max-width: 877px) 100vw, 877px" /></p>
<p>Pada 26 Agustus 2017 kemarin UNJKita mengadakan Rubrik Edisi Mahasiswa Baru. Masih ingatkan? Nah untuk kalian yang belum sempat mengikuti Rubrik atau sempat merasa melewatkan momennya, tidak perlu khawatir. Karena kita tim UNJKita kembali menyediakan Notula Diskusinya Loh!</p>
<p>Narasumber kita yang pertama adalah seorang Candidate of Master of Education in Leadership and Policy, Monash University, Australia. Kakak kece satu ini bernama Dhanty Kuswahyuningtyas, S.Pd. yang merupakan mahasiswi dari FIP UNJ 2011. Diskusi pertama dimoderatori oleh Annisa Indriyani mulai pukul 20.00-22.00 WIB. Sebelum pemaparan dari narasumber, CEO UNJKita, Ferly Ferdyant, S.E, terlebih dahulu memperkenalkan sekelumit profil UNJKita kepada para peserta. Yuk kita simak keseruannya!</p>
<h4><strong>SESI MATERI</strong></h4>
<h5><em><strong>Bagaimana kisah awal Kak Tyas masuk ke UNJ?</strong></em></h5>
<p>Kisah masuk UNJ diawali dengan kerelaan yang dipaksakan karena semenjak masih di SMA saya berkeinginan untuk berkiprah di dunia kesehatan masyarakat. Saya mengikuti SNMPTN tahun 2011 dan <em>alhamdulillah</em> lolos di Jurusan Kesehatan Masyarakat Universitas Jenderal Sudirman Purwokerto. Namun, untuk bisa belajar di sana tidaklah semulus yang dibayangkan. Calon maba diharuskan untuk membayar uang pendidikan sejumlah Rp 17 juta (tunai, tidak dapat dicicil). Bagi saya uang dengan jumlah segitu banyak banget. Saya dan keluarga tidak mampu untuk membayar itu.</p>
<p>Akhirnya, saya putuskan untuk mundur dan merelakan jurusan impian saya tersebut. Selanjutnya, Saya mencari univ yg masih buka ujian mandiri (saya tdk mau menunda kuliah). Saat itu yang ada hanya UNJ dan diantara pilihan jurusan yg tersedia, saya tertarik dgn Manajemen Pendidikan.</p>
<p>Singkatnya, saya diterima di MP UNJ dengan tanpa ketertarikan untuk belajar pendidikan.</p>
<blockquote><p><strong>Saya sadar bahwa penting untuk &#8220;<em>love what you do as well do what you love</em>&#8221; Demi meraih manfaat dan berkah dari hidup (belajar Di UNJ).</strong></p></blockquote>
<p>Maka, semenjak itu saya bertekad untuk serius belajar dan totalitas untuk kuliah, termasuk dengan mengikuti <em>event</em> pemilihan mapres tingkat jurusan. Walaupun di tingkat fakultas saya tidak unggul, namun saya mendapat banyak manfaat dari berteman dengan mapres lainnya. Diskusi, ikut lomba, bikin project. Dari situ lah saya punya tiket untuk terus maju dan sampai di sini (melanjutkan studi S2) di Melbourne.</p>
<h5><em><strong>Terus kak, dari pertama masuk apa yang bikin kak Tyas jadi semangat untuk kuliah yang notabene bukan keinginan awal?</strong></em></h5>
<p>Motivasi pertama adalah orang tua. Saya gak mau mengecewakan mereka, maka saya bertekad harus serius dan ngasih &#8220;lebih&#8221; buat mereka. Motivasi kedua adalah masa depan saya, <em>no pain no gain</em>. Saya harus lakukan lebih sekarang supaya dapat lebih Di masa depan</p>
<h5><em><strong>Jadi go through aja ya kak? Lalu, organisasi yang pertama kakak ikutin apa? dan saat itu apa alasan kakak memutuskan untuk berorganisasi?</strong></em></h5>
<p>Organisasi pertama di kampus adalah HIMA MP (skrg BEMJ MP kalo ga salah). Alasan pertama saya adalah karena hasil refleksi saya terhadap masa &#8220;gelap&#8221; yang saya alami di SMA. Alasan kedua karena ada seorang senior MP saat itu yang <em>encouraged</em> saya bahwa organisai adalah laboratorium dari belajar, maka saya ga mau menyiakan kesempatan utk implementasi teori-teori yang dipelajari di kelas.</p>
<blockquote><p><strong>organisai adalah laboratorium dari belajar, maka saya ga mau menyiakan kesempatan utk implementasi teori-teori yang dipelajari di kelas.</strong></p></blockquote>
<h5><em><strong>Masya Allah&#8230; Laboratorium dari belajar. Waktu di BEMJ MP (Badan Eksekutif Mahasiswa Jurusan Manajemen Pendidikan) kakak menjabat di bagian apa? Organisasi apalagi yang kakak ikutin?</strong></em></h5>
<p>Saya gabung HIMAMP di dua periode, periode pertama amanah saya adalah staff departemen Advokasi dan Sosial. Periode kedua amanah saya menjadi Kepala departemen Advokasi dan Sosial<br />
Selain Di HIMAMP periode ke dua, saya juga gabung di TARBAWI FIP divisi kesekretariatan. Setelah itu, saya gabung di BEM FIP divisi Advokasi. Selama periode ketiga ini saya juga aktif <em>volunteering</em> di Komunitas Sobat Bumi</p>
<h5><em><strong>Selama kakak mengikuti organisasi di kampus apa suka-duka serta manfaat yang Kak Tyas dapatkan?</strong></em></h5>
<p>Banyak sekali manfaat organisasi kampus untuk hidup saya. Jujur, dulu pas SMA saya adalah siswa KuPuKuPu, jarang banget terlibat di organisasi atau kegiatan-kegiatan sekolah yang ada. Jadi, temen SMA saya sedikit, lulus SMA dapat ijazah, <em>that&#8217;s all</em>.</p>
<blockquote><p><strong>Dari pengalaman organisasi saya selama kuliah, banyak banget dapat manfaat, saya belajar banyak banget hal baru. Di tingkat individu, saya jadi orang yang lebih rapih dan disiplin, saya dituntut untuk bisa atur waktu antara kuliah, kerja, dan organisasi.</strong></p></blockquote>
<p>Di tingkat sosial, saya jadi orang yang lebih toleran dan <em>open minded</em>, empati dan simpati sama orang lain, belajar banyak <em>perspective</em> baru. Di akademik, saya bisa merefleksikan kehidupan organisasi dgn teori-teori yang dipelajari di kelas. Terlebih lagi, karena tiga tahun ada di advokasi, itu bisa melatih diri saya untuk mengembangkan lebih rasa empati</p>
<h5><em><strong>Kalo duka selama berorganisasi kak?</strong></em></h5>
<p>Dukanya juga banyak hehe. Berkorban waktu, Terkadang kami harus pulang malam demi menyelesaikan urusan organisasi, menyisihkan waktu<em> leisure time</em> untuk organisasi. Berkorban finansial, gak dipungkiri ya hampir setiap aktivitas pasti butuh uang. Berkorban pikiran dan perasaan. Capek mikirin orang, apa orang yang kita urus mikirin kita? <em>Of course not!</em> Capek perasaan juga karena berhubungan dengan banyak orang akan berhubungan dgn berbagai karakter. Pernah kami berantem karena selisih paham tentang suatu hal. <em>But every sacrifice never upset me. Alhamdulillah it worth.</em></p>
<h5><strong><em>Ka Tyas bukan sekadar organisatoris loh temen-teman, tapi juga dinobatkan menjadi Mahasiswa Berprestasi tahun 2014. Bisa ceritakan Kak mawapres itu apa dan bagaimana perjalanan kakak menjadi mawapres di kampus?</em></strong></h5>
<p>Menurut saya makna berprestasi adalah relatif, tergantung siapa dan bagaimana orang punya perspektif tentang itu. Saat itu saya mencoba ikut event seleksi mahasiswa berprestasi versi kampus. Mulai dr tingkat jurusan kemudian lenjut ke fakultas. <em>Alhamdulillah</em> saya menjadi delegasi mapres dr jurusan MP untuk seleksi tingkat fakultas.</p>
<p>Di tingkat fakultas saya gak unggul, kalah saing sama temen-temen dari jurusan lain. Tapi kita tetap bisa menjadi mahasiswa berprestasi versi kita.</p>
<h5><strong><em>Next kak, alhamdulillah Kak Tyas bisa lulus tepat waktu dan lanjut studi di Monash University. Bagaimana kisah awal kakak bisa sampai lulus seleksi ke sana?</em></strong></h5>
<p>Saya suka untuk masuk ke pintu-pintu (lebih dari satu) yang terbuka untuk saya, karena saya gak tahu lewat pintu mana saya akan mendapat kebaikan dan ke suksesan. Setelah lulus saya coba untuk <em>apply</em> kerja di beberapa tempat sambil belajar IELTS untuk persyaratan beasiswa luar negeri. Saya jalani keduanya. Setelah <em>score</em> IELTS saya mencapai target, saya <em>apply</em> beasiswa LPDP sambil <em>apply</em> ke Monash dan beberapa universitas lain di Australia, <em>Alhamdulillah</em> lulus dan di sini saya sekarang.</p>
<h5><em><strong>Pertanyaan terakhir nih kak dari momod, seberapa besar kesempatan yang di berikan kampus kepada kakak untuk bisa berprestasi?</strong></em></h5>
<p>Cukup besar. Kampus memberikan ruang yg cukup untuk mahasiswanya supaya bisa berprestasi. Dari pengalaman saya, dengn menyelenggarakan event pemilihan mahasiswa berprestasi adalah bentuk dukungan yang diberikan kampus untuk mahasiswa. Support finansial juga tersedia untuk mahasiswa yang ingin compete Di kancah international.</p>
<p>Dukungan untuk mahasiswa yang ikut PKM juga ada. Namun, sayangnya akses mahasiswa untuk mendapatkan jurnal international dari portal kampus sangat terbatas. Hal itu menghambat mahasiswa utk mendapatkan informasi global. Lebih jauh, treatment kampus untuk membiasakan mahasiswa berpikir kritis masih minim. <em>Overall</em>, UNJ telah menempa saya seperti adanya saya sekarang dgn kelebihan dan masih banyak kekurangan saya. <em>I love UNJ deh!</em></p>
<h4><strong>SESI DISKUSI</strong></h4>
<p><em><strong>Pertanyaan Pertama:</strong></em><br />
<em><strong> Masa gelap di sma yang dimaksud ka tyas itu gimana?</strong></em><br />
<em><strong> Oleh: Afifah, Manajemen Pendidikan 2017</strong></em></p>
<p><strong>Jawaban:</strong><br />
Masa &#8220;gelap&#8221; adalah masa dimana saya gak total bergabung di organisasi, cuma numpang nama. Saya juga gak banyak terlibat dengan kegiatan sekolah seperti olimpiade dan sebagainya. Alhasil teman saya sedikit dan sedikit sekali pelajaran yg bisa saya dapat kecuali pelajaran di kelas. Saya lulus hanya dengan ijazah. <em>That&#8217;s all</em>. Itu lah masa &#8220;gelap&#8221; saya</p>
<p><em><strong>Pertanyaan Kedua:</strong></em><br />
<em><strong> Hebat kak, menginspirasi banget. Awalnya kaka lintas jurusan yah. tapi kaka bisa nikmati proses itu semuanya. hm apa sejauh ini msh ada mimpi kaka yg kaka ingin raih ? Oleh: Zahra Humaira, Bimbingan Konseling 2017</strong></em></p>
<p><strong>Jawaban:</strong><br />
Tentu masih. Masih banyak. Impian terbesar saya (dalam konteks ini, related to background saya) saya ingin jadi <em>entrepreneur</em>, mendirikan lembaga pendidikan yang<em> Insyaa Allah</em> bisa jadi sarana kebermanfaatan untuk orang banyak dan mendulang pahala untuk saya</p>
<p><em><strong>Pertanyaan Ketiga:</strong></em><br />
<em><strong> Apakah sejak menjadi siswa hingga mahasiswa Kak Tyas adalah murid yang pintar dikelas? Dan apa yang bisa menghantarkan Kak Tyas hingga bisa melanjutkan S2 ke Melbourne? Oleh: Ade Ayu Andini, Pendidikan Luar Biasa 2017</strong></em></p>
<p><strong>Jawaban:</strong><br />
Pintar maksudnya yang dapat ranking atas dan nilai-nilai bagus? Ga juga sih, saya pernah dapat ranking 19 out of 33 murid, tapi Alhamdulillah pernah juga masuk 3 besar. Banyak &#8220;tiket&#8221; yang harus saya beli untuk bisa mendapat beasiswa S2 Luar Negeri. Organisasi, Mawapres, menjuari kompetisi internasional, <em>volunteering</em> NGO (Sobat Bumi), dan belajar maksimal</p>
<p><em><strong>Pertanyaan Keempat:</strong></em><br />
<em><strong> Assalamualaikum. Gimana sih cara ka tyas buat bisa mengatur waktu, mengkoordinir waktunya. Karna kan tugas kuliah sendiri itu gak sedikit gitu? Oleh: Mustika Dewi Sari Palupi, Pendidikan Guru Sekolah Dasar 2017</strong></em></p>
<p><strong>Jawaban:</strong><br />
Ya itu seperti yang saya paparkan di atas, berkorban waktu. <em>Less sleep, more work.</em> Kalau ada waktu kosong manfaatkan sebaik mungkin untuk menuntaskan amanah-amanah yang ada seperti tugas kuliah, organisasi, dan kerja. Dan ibadah penting utk menyeimbangkan semua aktivitas itu, Allah yang atur.</p>
<p><em><strong>Pertanyaan Kelima:</strong></em><br />
<em><strong> Kak, saya mau bertanya. Saya baca CV kakak. Kakak dapat beasiswa LPDP ya? Cara mendapatkannya itu syaratnya apa aja ya kak? Dan apa ada syarat mutlak untuk mendaftarkan diri di suatu beasiswa? Terimakasih kak Oleh: M. Raihan Fawwaz, Manajemen Pendidikan 2017</strong></em></p>
<p><strong>Jawaban:</strong><br />
Syarat mutlak beasiswa S2? Pastinya harus lulus S1 dulu<br />
Selain itu, minimum score of English proficiency juga ada seperti IELTS atau TOEFL IBT. Cara lebih lanjut untuk <em>apply</em> beasiswa LPDP bisa dilihat Di booklet beasiswa LPDP yang bisa diakses Di portal LPDP. Syarat mutlak untuk beasiswa biasanya adalah IPK, Di mana pun syarat minimum IPK pasti ada dan keaktifan sosial juga dipertimbangkan oleh sponsor.</p>
<p><em><strong>Pertanyaan Keenam:</strong></em><br />
<em><strong> Assalamualaikum saya pengen tanya kek kak tyas kak nisa. Di zaman yang serba modern ini kita tau bahwa remaja zaman sekarang di sibukkan oleh Teknologi yang serba canggih yang membuat kita di perbudak oleh teknologi. Nah menurut sudut pandang kakak, bagaimana cara kita agar kita tidak diperbudak oleh teknologi yang membuat kita malas, untuk cara belajarnya bagaimana cara belajar yang kakak lakukan untuk menempuh cita-cita kakak? Oleh: Mohammad Ari Yusuf, Pendidikan Geografi 2017</strong></em></p>
<p><strong>Jawaban:</strong><br />
Pertama tentang teknologi, saya berusaha memanfaatkan teknokogi untuk melakukan hal-hal baik yang mendatangkan manfaat, yah memang walaupun masih suka terlena akan kecanggihannya, tapi diri kita sendiri yang bisa <em>handle</em> diri kita. Tentukan batasan-batasan sejauh mana kita boleh berinteraksi dengan teknologi. Kedua, tentang cara belajar, saya suka belajar di tempat sepi dan tenang sehingga saya bisa berpikir jernih.</p>
<p><em><strong>Pertanyaan Ketujuh:</strong></em><br />
<em><strong> Kisah Kak Tyas sungguh sangat menginspirasi. Izinkan saya bertanya. Adakah motivasi lain kecuali ingin membanggakan orang tua dan menjadi pribadi lebih baik saat kakak memutuskan keep fihgting untk kuliah meski harus ambil jurusan yang bner-bener kakak gak minat di situ. Atau kakak punya sebuah mimpi besar? Oleh: Siti mardhotilah, Pendidikan Luar Sekolah 2017</strong></em></p>
<p><strong>Jawaban:</strong><br />
Motivasi terbesar saya ya yang dua itu, Siti. Tentu masih ada motivasi-motivasi lain, seperti menjadi orang yang bermanfaat, tanggung jawab sama pilihan sendiri (melepas Unsoed dan memilih UNJ), dan memberi contoh yang baik untuk adik dan saudara saya. Semenjak memutuskan kuliah di UNJ, saya mulai membangun mimpi besar untuk mendirikan lembaga pendidikan seperti yang sudah saya ceritakan sebelumnya.</p>
<p><em><strong>Pertanyaan Kedelapan:</strong></em><br />
<em><strong> Assalamualaikum berarti Kak Tyas sudah anggota PPI Australia? Enak tak jadi anggota PPI? Oleh: Egi Firgiansyah, Pendidikan Teknik Sipil 2017</strong></em></p>
<p><strong>Jawaban:</strong><br />
Iya, saya Anggota PPI. pasti enak, banyak keuntungannya, selain bisa bertemu dgn mahasiswa2 Indonesia Di sini, anggota juga bisa dapat diskon 20% penerbangan Garuda Airlines</p>
<p><em><strong>Pertanyaan Kesembilan:</strong></em><br />
<em><strong> Saya pernah dengar ya kak, kebanyakan mahasiswa yang terlambat lulus itu karna organisasi, menurut kakak itu benar gak? Oleh: Muthia Aisyah, Pendidikan Matematika 2017</strong></em></p>
<p><strong>Jawaban:</strong><br />
Engga. Organisasi gak menjadi alasan mahasiswa terlambat lulus. Banyak organisatoris lulus tepat waktu dan ga sedikit mahasiswa non-organisasi lulus terlambat. Jadi organisasi bukan alasan</p>
<p><strong><em>Pertanyaan Kesepuluh :</em></strong><br />
<strong><em> Ka.. Gmn caranya biar kita tuhh PEDE sama apa yang kita impi-impikan?? Oleh: Azfi Mahda F, Pendidikan Guru Sekolah Dasar 2017</em></strong></p>
<p><strong>Jawaban:</strong><br />
Perbarui terus semangat. Bergaul dengan orang-orang yang sevisi juga penting. Selain itu jangan pernah berhenti doa sama Yang Maha Kuasa.</p>
<p><em><strong>Pertanyaan kesebelas :</strong></em><br />
<em><strong> Kak, yang pertama syarat untuk segala macam hal beasiswa adalah bahasa kan? Yaitu bisa berbahasa inggris dan bahasa lainnya. Nah, saya termasuk kedalam orang yang susah berbahasa inggris kak, tapi di mapel lainnya bisa insya Allah unggul. Gimana caranya agar kita bisa berbahasa inggris dan nggak malas untuk mempelajarinya? Oleh: Firda Haliza, Pendidikan Sosiologi 2017</strong></em></p>
<p><strong>Jawaban:</strong><br />
<em>Practice makes perfect indeed</em>. Latihan. Baca, nulis, bicara sama orang-orang yang semangat belajar bahasa juga. Sarananya bisa bergabung dengan komunitas-komunitas pecinta bahasa.</p>
<p><em><strong>Pertanyaan Keduabelas :</strong></em><br />
<em><strong> Assalamu&#8217;alaikum Kak Tyas saya ingin bertanya Bagaimana cara mengubah mental kupu-kupu tersebut menjadi mental yang berani dan aktif dalam berorganisasi dan pertanyaan terakhir bagaimana cara menumbuhkan dan mempertahankan mental aktif ikut serta untuk berorganisasi ? Oleh: Dianita Fahira Utami, Akuntansi 2017</strong></em></p>
<p><strong>Jawaban:</strong><br />
Waalaikumussalam Dianita. Cara ku merubah mental tersebut adalah dengan menyesali dan atur strategi supaya ga jadi KuPuKuPu lagi. Nah untuk mempertahankannya adalah dengan cara pilih organisasi yang membuat kita nyaman, dan gabung di divisi yang kegiatannya sesuai dengan kemauan dan kemampuan kita,</p>
<h4><strong>PENUTUP</strong></h4>
<p>Terima kasih buat panitia dari UNJKita yang sudah ngasih kesempatan saya buat untuk berbagi. Saya mohon maaf apabila ada kata-kata dan ketikan yang kurang berkenan di hati temen-temen semua, yang benar selalu punya Allah dan salah pasti dari saya. Semoga bisa mengambil manfaat dari tadi, yang buruk harap disingkirkan aja. Berharap teman-teman maba disini bisa lebih baik dari kakak-kakak pendahulunya.</p>
<p>The post <a href="https://unjkita.com/notula-rubrik-edisi-mahasiswa-baru-part-1-semua-karena-unj/">Notula Rubrik Edisi Mahasiswa Baru Part 1: “Semua Karena UNJ”</a> appeared first on <a href="https://unjkita.com">UNJKita.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
