<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Kampus UNJ Archives - UNJKita.com</title>
	<atom:link href="https://unjkita.com/tag/kampus-unj/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://unjkita.com/tag/kampus-unj/</link>
	<description>Saling Menginspirasi untuk Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Thu, 04 Jan 2018 23:36:05 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.4</generator>

<image>
	<url>https://unjkita.com/wp-content/uploads/2018/08/cropped-unjkita-32x32.png</url>
	<title>Kampus UNJ Archives - UNJKita.com</title>
	<link>https://unjkita.com/tag/kampus-unj/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Akreditasi UNJ Berubah Menjadi B?</title>
		<link>https://unjkita.com/akreditasi-unj-berubah-menjadi-b/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fauzi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 04 Jan 2018 14:55:19 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Info]]></category>
		<category><![CDATA[Konten Pilihan]]></category>
		<category><![CDATA[Kampus UNJ]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://unjkita.com/?p=19076</guid>

					<description><![CDATA[<p>Kabar kurang sedap kembali berhembus di kampus Universitas Negeri Jakarta. Setelah akhir tahun lalu ramai-ramai media memberitakan adanya kasus plagiarisme yang merundung Pascasarjana kampus Rawamangun....</p>
<p>The post <a href="https://unjkita.com/akreditasi-unj-berubah-menjadi-b/">Akreditasi UNJ Berubah Menjadi B?</a> appeared first on <a href="https://unjkita.com">UNJKita.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Kabar kurang sedap kembali berhembus di kampus Universitas Negeri Jakarta. Setelah akhir tahun lalu ramai-ramai media memberitakan adanya kasus plagiarisme yang merundung Pascasarjana kampus Rawamangun. Kini civitas kampus dikejutkan dengan kabar adanya perubahan akreditasi kampus dari A menjadi B.</p>
<p><img fetchpriority="high" decoding="async" src="http://unjkita.com/wp-content/uploads/2018/01/Akreditasi-UNJ-2015.jpg" alt="" width="1152" height="864" class="alignnone size-full wp-image-19088" srcset="https://unjkita.com/wp-content/uploads/2018/01/Akreditasi-UNJ-2015.jpg 1152w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2018/01/Akreditasi-UNJ-2015-150x113.jpg 150w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2018/01/Akreditasi-UNJ-2015-800x600.jpg 800w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2018/01/Akreditasi-UNJ-2015-560x420.jpg 560w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2018/01/Akreditasi-UNJ-2015-80x60.jpg 80w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2018/01/Akreditasi-UNJ-2015-100x75.jpg 100w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2018/01/Akreditasi-UNJ-2015-180x135.jpg 180w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2018/01/Akreditasi-UNJ-2015-238x178.jpg 238w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2018/01/Akreditasi-UNJ-2015-640x480.jpg 640w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2018/01/Akreditasi-UNJ-2015-681x511.jpg 681w" sizes="(max-width: 1152px) 100vw, 1152px" /></p>
<p>UNJ sendiri mendapatkan akreditasi A pada tahun 2015 lewat Surat Keterangan BAN PT No 763/SK/BAN-PT/AKRED/PT/VII/2015 yang berlaku sejak 10 Juli 2015 hingga 10 Juli 2020.</p>
<p>(Baca juga: <a href="http://unjkita.com/ini-dia-26-kampus-yang-mendapat-akreditasi-a-per-tahun-2016/">Ini Dia 26 Kampus Yang Mendapat Akreditasi A Per Tahun 2016</a>)</p>
<p><img decoding="async" src="http://unjkita.com/wp-content/uploads/2018/01/Akreditasi-UNJ-1.jpg" alt="" width="1336" height="627" class="alignnone size-full wp-image-19094" srcset="https://unjkita.com/wp-content/uploads/2018/01/Akreditasi-UNJ-1.jpg 1336w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2018/01/Akreditasi-UNJ-1-150x70.jpg 150w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2018/01/Akreditasi-UNJ-1-800x375.jpg 800w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2018/01/Akreditasi-UNJ-1-895x420.jpg 895w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2018/01/Akreditasi-UNJ-1-640x300.jpg 640w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2018/01/Akreditasi-UNJ-1-681x320.jpg 681w" sizes="(max-width: 1336px) 100vw, 1336px" /></p>
<p>Kabar berubahnya akreditasi UNJ sendiri berhembus setelah adanya informasi di web <a href="https://banpt.or.id/">BAN-PT</a> bahwa UNJ terhitung 2017 sampai 10 Juli 2020 mendapat predikat B. Untuk memastikan hal tersebut, tim redaksi UNJKITA mencoba mengkonfirmasi hal tersebut dengan PLH Rektor UNJ Prof. Intan Ahmad, Ph. D via pesan singkat. </p>
<p><em>&#8220;Ya, kabar dari BAN-PT memang demikian.&#8221;</em> bukanya membenarkan kabar perubahan akreditasi UNJ.</p>
<p>Akan tetapi, sampai kabar ini diturunkan. Ia masih belum bisa memastikan alasan perubahan akreditasi kampus.</p>
<p><em>&#8220;Tetapi karena (kita) belum tahu aspek apa saja yang menyebabkan perubahan peringkat (akreditasi). Bila sudah kita ketahui kita bisa melakukan program A lagi.&#8221;</em> tutupnya.</p>
<p>Dikesempatan lain, dosen UNJ yang juga pengamat politik nasional Ubedilah Badrun angkat bicara mengenai hal ini.</p>
<p><em>&#8220;Ini episode penting agar kita semakin jujur pada diri sendiri, bahwa ada tata kelola yang kurang baik yang harus diperbaiki.&#8221;</em></em> tukasnya.</p>
<p>Senada dengan PLH Rektor UNJ, mantan aktivis 98 ini juga optimis akan adanya perubahan positif untuk kampus UNJ.</p>
<p><em>&#8220;Pada waktunya (civitas kampus) akan ada kesempatan memperbaikinya.&#8221;</em> tutupnya </p>
<p>The post <a href="https://unjkita.com/akreditasi-unj-berubah-menjadi-b/">Akreditasi UNJ Berubah Menjadi B?</a> appeared first on <a href="https://unjkita.com">UNJKita.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Melawan Kedzaliman di Kampus Perjuangan</title>
		<link>https://unjkita.com/melawan-kedzaliman-di-kampus-perjuangan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[UNJKita.com &#124; @pemburukampus]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 26 May 2017 12:29:24 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Suara Anda]]></category>
		<category><![CDATA[Kabar Kampus UNJ]]></category>
		<category><![CDATA[Kampus UNJ]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://unjkita.com/?p=9485</guid>

					<description><![CDATA[<p>Pada awalnya saya tidak begitu berpikir menuliskan tulisan ini, dengan hanya mengamati kegiatan politik kampus yang saya lakukan tanpa ikut masuk dalam kegiatan tersebut. Tetapi...</p>
<p>The post <a href="https://unjkita.com/melawan-kedzaliman-di-kampus-perjuangan/">Melawan Kedzaliman di Kampus Perjuangan</a> appeared first on <a href="https://unjkita.com">UNJKita.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Pada awalnya saya tidak begitu berpikir menuliskan tulisan ini, dengan hanya mengamati kegiatan politik kampus yang saya lakukan tanpa ikut masuk dalam kegiatan tersebut. Tetapi pada saat hari Rabu sore tanggal 17 mei 2017 bertempat di plaza/tugu UNJ, terdapat konsolidasi besar disana yang membuat saya tergugah dalam membuat tulisan ini. Pada sore hari itu banyak civitas akademika dari seluruh fakultas, tidak hanya dari mahasiswa, tetapi juga dari dosen dan karyawan juga ikut dalam konsolidasi tersebut. Semuanya memiliki satu visi yang sama, yaitu membahas isu dan kedzaliman yang dilakukan oleh segelintir pemimpin kampus perjuangan ini.</p>
<p>Awal dari timbulnya pembahasan isu ini yaitu karena berbagai kedzaliman yang dirasakan sejauh ini. Dimulai dengan dikurungnya ruang menyampaikan pendapat yang ada di kampus seperti kejadian penghentian mobil sound saat agitasi massa aksi 2 Mei, hingga pelaporan ke kepolisian dosen sosiologi, yaitu pak ubedillah yang menulis tentang &#8220;wajah kampus mulai bopeng?&#8221; Yang didalam tulisannya mengkritik demokrasi dan hal yang terjadi di kampus. Pada sore itu aliansi yang terdiri dari mahasiswa,dosen dan karyawan yang menamakan diri FMI UNJ (Forum Militan dan Independen UNJ), membahas segala isu yang ada di kampus ini.</p>
<p>Kembali mengingat kebelakang saat tahun 2015, kedzaliman yang dilakukan segelintir orang di rektorat sudah dimulai. Pada saat itu ketua BEM UNJ 2015, Ronny Setiawan, di-DO oleh pihak rektorat karena terlalu viral dalam mengkritik pihak rektorat. Kabar tersebut pun viral bahkan se nasional, walaupun akhirnya DO tersebut akhirnya dicabut oleh pihak rektorat karena desakan mahasiswa.</p>
<p>Maju lagi pada tahun 2016, pada saat bulan Mei terjadi aksi yang besar yang dilakukan di dalam kampus UNJ sendiri, dengan tuntutan mengenai biaya UKT dan Uang pangkal untuk ujian mandiri. Aksi yang dilakukan di depan kantor rektorat hingga pintu kantor rektorat tersebut rusak akhirnya dimenangkan oleh para mahasiswa, yang imbasnya bahwa akhirnya ditiadakan uang pangkal untuk yang masuk UNJ melalui tes PENMABA. Ternyata kedzaliman tersebut tidak berhenti sampai disana, bisa dikatakan bahwa saat ini UKT yang ada di UNJ masih tinggi dan tidak diimbangi dengan fasilitas sarana prasarana yang mendukung. Ada mahasiswa yang harus cuti karena tidak bisa membayar UKT, bahkan harus keluar karena tidak sanggup menahan beban UKT tersebut.</p>
<p>Kedzaliman mengenai UKT selalu menghampiri setiap semesternya oleh mahasiswa. Seperti dirasa bahwa pendidikan ini dikomersialisasikan oleh pihak atas tersebut. Bahkan juga terdapat mahasiswa baru yang tidak bisa masuk ke UNJ karena UKT yang katanya dalam seleksi siukat tersebut sesuai kemampuan orang tua. Tetapi pada sistem tersebut banyak sekali yang tidak sama dengan kemampuan orang tua tersebut dalam membiayai anaknya kuliah. Bayangkan juga apabila sudah bayar kuliah jutaan tetapi tidak dibarengi dengan fasilitas sapras yang baik, bahkan sering terdapat pungli/uang lain dalam membeli seperti buku/seragam. Hampir disetiap fakultas memiliki keluhan mengenai fasilitas, tidak ada yang luput dari itu.</p>
<p>Yang terbaru adalah terungkapnya melalu data BPK RI, bahwa dari laporan keuangan dengan yang berdasarkan di lapangan berbeda. Hingga segeranya di bangun hotel yang berada sekitaran kampus, dan perubahan status UNJ menjadi PTN-BH atau perguruan tinggi negeri berbadan hukum, atau bisa dijelaskan bahwa yang mengambil keputusan tertinggi ada di tangan rektor. Dengan masih kurangnya transparansi yang ada di UNJ dimulai uang UKT alurnya kemana, sistem penentuan UKT bagaimana, hingga penggunaan dan proyek besar pembangunan UNJ untuk apa, masih minim informasi.</p>
<p>Selain itu kasus baru lainnya adalah pemfitnahan terhadap mahasiswa FIO yang saat melakukan agitasi massa pada aksi 2 Mei kemarin, dia diancam akan dikeluarkan dari kampus dengan alasan yang tidak jelas syar&#8217;inya. Pada saat penghalangan mobil sound memang sudah melanggar peraturan pasal 28 dalam kebebasan berpendapat di muka umum. Walaupun mereka berdalih dengan alasan mengganggu perkuliahan. Tetapi apakah acara-acara TV atau <em>event</em> yang diadakan oleh pihak luar kampus yang berlangsung di kampus tidak dihentikan karena mengganggu perkuliahan?, belum lagi dengan pemanfaatan gedung-gedung Kampus yang bahkan dipakai untuk acara resepsi pernikahan/acara lainnya yang bersifat privat untuk kelompok tertentu.</p>
<p>Hingga dilaporkannya Pak Ubedilah, dosen yang mengkritik atas wajah kampus saat ini ke pihak berwajib atas dalih pencemaran nama baik. Tapi apakah mengeluarkan pendapat dilarang? Padahal sudah sangat jelas dalam pasal 28 UUD 1945. Selain itu juga ketidakadilannya dalam kesejahteraan karyawan seperti <em>cleaning service</em>, yang mereka rela kerja pagi ke sore tetapi hanya mendapat gaji yang minim, bahkan janji kenaikan gaji hanya surat resmi semata tanpa fakta.</p>
<p>Sungguh sangat memprihatinkan kondisi kampus perjuangan ini, dikala banyak kedzaliman yang berada di kampus yang sekarang berusia 53 tahun. Apakah kita hanya akan diam dan tetap menikmati sistem dzalim ini? Apakah kita sudah terlalu nyaman dengan sistem dzalim ini sehingga kita tidak peduli dengan semua ini, janganlah hanya mengeluh, karena mengeluh tanpa berusaha merubah sistem seperti hanya bermulut besar atau hanya omongan belaka. Karena perubahan tidak akan terjadi jika hanya dari tempat tidur saja, tanpa tindakan berarti atau hanya mengucap hate speech mengenai kampus.</p>
<p>Oleh karena itu, jika memang kita adalah orang-orang yang mencari haq atau kebenaran, jika tidak mau berada dalam sistem yang dzalim, yang tidak mau penerus kita merasakan hal yang sama, maka jika pemimpin suatu kaum banyak melakukan kedzaliman, hanya satu kata yang diucap yaitu LAWAN. Tinggal kita memilih apakah tetap menjadi penonton dan menikmati sistem yang dzalim hingga ke adik tingkat kita, atau kita yang mencari perubahan dan mengharapkan kebenaran muncul dan mengharumkan nama baik kampus perjuangan kembali.</p>
<p>HIDUP MAHASISWA!!!<br />
HIDUP RAKYAT UNJ!!!</p>
<p><strong>Oleh: Fahrul A. (Mahasiswa UNJ)</strong></p>
<p>The post <a href="https://unjkita.com/melawan-kedzaliman-di-kampus-perjuangan/">Melawan Kedzaliman di Kampus Perjuangan</a> appeared first on <a href="https://unjkita.com">UNJKita.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Fakta Dibalik Fitnah dan Hoax</title>
		<link>https://unjkita.com/fakta-dibalik-fitnah-dan-hoax/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[UNJKita.com &#124; @pemburukampus]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 26 May 2017 12:18:47 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Suara Anda]]></category>
		<category><![CDATA[Kampus UNJ]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://unjkita.com/?p=10417</guid>

					<description><![CDATA[<p>Kampus merupakan wadah intelektual yang akan mempersiapkan dan memproduksi generasi bangsa agar berkarakter dan berahklak mulia. Namun fakta yang terjadi saat ini, para kaum intelektual...</p>
<p>The post <a href="https://unjkita.com/fakta-dibalik-fitnah-dan-hoax/">Fakta Dibalik Fitnah dan Hoax</a> appeared first on <a href="https://unjkita.com">UNJKita.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Kampus merupakan wadah intelektual yang akan mempersiapkan dan memproduksi generasi bangsa agar berkarakter dan berahklak mulia. Namun fakta yang terjadi saat ini, para kaum intelektual yang seyogyanya sebagai masyarakat ilmiah justru menjadi boneka penebar fitnah. Bagaimana tidak, meningkatnya berita bohong atau yang lebih dikenal dengan HOAX, ternyata tak hanya terjadi di dunia politik, namun saat ini telah merembes ke dunia akademik. Namun sejatinya, mahasiswa atau akademisi mampu menelaah informasi atau berita sesuai dengan realita atau fakta yang terjadi.</p>
<p>Akhir-akhir ini di UNJ, kita telah disuguhkan dengan berbagai kabar yang tidak benar atau “HOAX”. Sungguh sangat disayangkan jika mahasiswa ikut terlibat dan terjebak dalam memperjuangkan kepentingan oknum–oknum tertentu (politik praktis kampus), apalagi dengan cara-cara tidak benar/beretika. Apa yang diberitakan dalam beberapa tulisan di media maupun selebaran yang telah disebar luaskan belakangan ini hanyalah “FITNAH BELAKA”.</p>
<p>Berita yang beredar di UNJ bahwa telah dipolisikan 13 dosen yang melakukan kritikan terhadap kebijakan universitas, ternyata TIDAK BENAR alias SALAH. Kondisi sebenarnya adalah pemanggilan tersebut merupakan hasil dari proses BAP yang dilakukan oleh pihak kepolisian atas kasus fitnah yang terjadi dan dilaporkan sekitar Bulan November 2016 dan pemanggilan dosen-dosen tersebut TIDAK ADA KAITANNYA dengan tulisan oleh salah satu dosen pada tanggal 2 Mei 2017 dengan judul “wajah kampus mulai bopeng”. Oleh karenanya hal ini perlu diluruskan bersama, agar mahasiswa dan publik mengetahui informasi yang sebenarnya.</p>
<p>Jika kita tengok perjalanan panjang UNJ yang telah memasuki usia ½ abad lebih ( 53 tahun) pada tahun 2017 ini, UNJ telah melakukan langkah dan kemajuan yang luar biasa. Berbagai capaian telah diraih UNJ dalam kurun waktu tiga tahun terakhir dalam bidang akademik, bidang keuangan, sarana dan prasarana, tata kelola universitas, bidang kemahasiswaan, dan bidang kerjasama dengan hasil capaian yang cukup menggembirakan.</p>
<p>Di bidang akademik, posisi Akreditasi Institusi Perguruan Tinggi (AIPT) UNJ memperoleh peringkat akreditasi “A” sejak bulan Juli 2015, yang membuat saat ini, peringkat akreditasi UNJ berada pada peringkat ke-21 yang menempatkan UNJ berada pada kluster II secara nasional dengan berada pada peringkat umum ke-24 dari sekitar 4.000an perguruan tinggi di Indonesia. Pemeringkatan perguruan tinggi negeri dan swasta bisa dilihat pada <a href="http://pemeringkatan.ristekdikti.go.id/index.php">http://pemeringkatan.ristekdikti.go.id/index.php</a> dengan memasukkan kode 001037 untuk UNJ. Saat ini juga, jumlah program studi yang terakreditasi A sebanyak 32 (34,7%). Hasil akreditasi program studi di UNJ bisa dilihat pada laman <a href="https://banpt.or.id/direktori/prodi/pencarian_prodi">https://banpt.or.id/direktori/prodi/pencarian_prodi</a> dengan memasukkan <em>keyword</em> “universitas negeri jakarta”.</p>
<p>Pada bidang keuangan, pengelolaan keuangan UNJ terus mengalami peningkatan secara signifikan. Misalnya Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) UNJ terus mengalami peningkatan signifikan dalam kurun waktu 3 tahun terakhir. PNBP pada tahun 2011 sekitar 147 Miliar tahun; tahun 2012 sekitar 137 Miliar; tahun 2013 sekitar 175 Miliar; tahun 2014 sekitar 203 Miliar; tahun 2015 sekitar 210 Miliar; tahun 2016 sekitar 340 Miliar. Hal penting yang perlu dicermati dari peningkatan PNBP ini adalah peningkatan PNBP ini didapatkan kampus tanpa harus menaikkan biaya SPP mahasiswa yang signifikan.</p>
<p>Pada bidang pengelolaan kampus, sejak tahun 2015 UNJ telah menggratiskan biaya parkiran bagi dosen dan karyawan &amp; dan pada 2016 menyusul digratiskan untuk mahasiswa. Pada tahun 2016 juga, UNJ telah memiliki Struktur Organisasi dan Tata Kerja (STOK) baru dan memberlakukan REMUNERASI bagi dosen dan tenaga kependidikan. Di tahun 2017, REMUNERASI dapat ditingkatkan menjadi sekitar 30%.</p>
<p>Untuk bidang sarpras, tahun 2016-2017 UNJ berupaya untuk terus meningkatkan sarana dan prasarana pendukung kegiatan perkuliahan dan perkantoran. Alhamdulillah pada tanggal 8 Februari 2017 yang lalu telah diresmikan 2 gedung baru oleh Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Bapak Prof. Dr. Mohamad Nasir, yaitu gedung Pascasarjana yang diberi nama gedung Bung Hatta dan gedung CWNB yang diberi nama gedung KH. Hasyim Asy’arie</p>
<p>Untuk bidang pengelolaan jurnal, saat ini UNJ telah memiliki dua jurnal terakreditasi nasional, yaitu Jurnal Teknologi Pendidikan dan Jurnal PAUD, serta tiga jurnal internasional, yaitu <em>International Journal Education Research (IJER), International Journal Sport Science, dan International Journal Language Education and Culture Review (IJLECR)</em> yang dikelola oleh Pascasarjana. Saat ini, kita sedang berupaya agar seluruh jurnal yang ada di UNJ menjadi jurnal OJS (<em>Open Journal System</em>), dan <em>Alhamdulillah</em> saat ini telah terdapat 64 jurnal OJS di UNJ dan dikelola dalam satu portal <a href="http://journal.unj.ac.id">journal.unj.ac.id</a>. Berdasarkan pemeringkatan perguruan tinggi yang dilakukan oleh Kemristekdikti, posisi penelitian berada pada urutan 27 dan untuk publikasi berada pada urutan 29 secara nasional dari sekitar 4000-an perguruan tinggi negeri dan swasta.</p>
<p>Selain itu, di tahun 2017 ini UNJ juga berencana akan menyelesaikan pembangunan GFPP (gedung Parkir) yang dibiayai dari dana BLU UNJ dengan jumlah anggaran sebesar 35 Milyar. Di tahun 2017 ini UNJ juga akan meningkatkan dan mengembangkan kapasitas sistem IT dengan mengalokasikan dana sebesar 25 Milyar di tahun 2017 yang dilanjutkan penyelesaiannya di tahun 2018 dengan alokasi dana juga sebesar 25 Milyar. Oleh karena itu, kita berharap dalam dua tahun ke depan, UNJ akan memiliki sarana prasarana perkuliahan dan sistem IT yang baik.</p>
<p>Capaian ini tentu berkat kejasama seluruh elemen civitas akademika UNJ yang semakin baik. Apakah Kita Tidak Berbangga Dengan Prestasi Ini?</p>
<p>Waspada HOAX, Yuk mari jadi pembaca cerdas!</p>
<p><strong>Oleh: FORUM PEDULI UNJ (LULUH ABDILAH)</strong></p>
<p>The post <a href="https://unjkita.com/fakta-dibalik-fitnah-dan-hoax/">Fakta Dibalik Fitnah dan Hoax</a> appeared first on <a href="https://unjkita.com">UNJKita.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Untuk UNJ Yang Lebih Kece</title>
		<link>https://unjkita.com/untuk-unj-yang-lebih-kece-2/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[UNJKita.com &#124; @pemburukampus]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 24 May 2017 02:56:53 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kampus]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Anda]]></category>
		<category><![CDATA[Kampus UNJ]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Pesta Literasi 2017]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://unjkita.com/?p=9676</guid>

					<description><![CDATA[<p>Bermodalkan masuk UNJ saya ingin menjadi Birokrat politik, hingga pada akhirnya fanatik banget ingin menjadi pendidik. Di kampus Negeri yang berlokasi di Jakarta timur ini,...</p>
<p>The post <a href="https://unjkita.com/untuk-unj-yang-lebih-kece-2/">Untuk UNJ Yang Lebih Kece</a> appeared first on <a href="https://unjkita.com">UNJKita.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<blockquote><p><strong>Bermodalkan masuk UNJ saya ingin menjadi Birokrat politik, hingga pada akhirnya fanatik banget ingin menjadi pendidik.</strong></p></blockquote>
<p>Di kampus Negeri yang berlokasi di Jakarta timur ini, memang almamater hijaunya tidak seterang almamater kuning. Lambangnya pun tidak semegah Gajah Mada dan Ganesha. Bahkan beberapa gedungnya pun tidak sebagus Universitas lainnya. Tapi beginilah UNJ, memang begini adanya. Namun, saya yakin bahwa di sini, di Universitas Negeri Jakarta telah banyak menghasilkan pendidik-pendidik yang hebat dan berkualitas. Bahkan di sini pulalah terdapat bibit-bibit pendidik hebat yang akan terlahir menjadi orang-orang hebat yang nantinya mereka akan mecetak generasi yang hebat pula.</p>
<p>Menjadi mahasiswa memang mayoritas merupakan impian dari setiap pelajar yang telah dinyatakan Lulus dari SMA. Teringat saat MPA tahun lalu, saya kenakan untuk pertama kalinya Almet Hijau dengan logo seperti buku di bagian kirinya. Disaat itu pula, berkali-kali pantia MPA menjelaskan peran dari mahasiswa. Sedih bercampur bangga ketika mendengarkan isi dari peran Mahasiswa tersebut. Ada rasa kegelisahan dan takut ketika saya nantinya tidak mampu memerankan diri sebagai Mahasiswa.</p>
<p>Menjalani satu semester di awal perkuliahan di Kampus Pendidikan ini, masih ada perasaan tidak rela ketika harus melepaskan Perguruan Tinggi impian dimana pada saat itu yang saya impikan adalah IPDN. Sebab, keinginan orang tua lah saya harus menjabat sebagai Mahasiswa UNJ di Fakultas MIPA dengan prodi Pendidikan. Tidak pernah terlintas sedikit pun sejak dulu ingin menjadi seorang pendidik nantinya. Yang saya pikirkan saat itu hanyalah bagaimana saya bisa menuruti perintah orang tua dan yang saya ketahui saat itu hanyalah saran orang tua adalah sebaik-baiknya saran.</p>
<p>Menjalani semester kedua, terlintas perasaan kecewa yang teramat tinggi ketika melihat IP yang begitu rendah di semester satu. Tidak bisa sepenuhnya mengambil mata kuliah yang sudah dipaketkan untuk semester dua sehingga membuat saya berpikir untuk mempersiapkan diri bertarung kembali dengan SBMPTN untuk kedua kalinya. Di semester kedua ini saya mencoba mempelajari mata kuliah yang berkaitan dengan soal-soal SBMPTN dengan baik dan ikhlas. Ketika semester ini berakhir, saya masih memendam kekecewaan dengan IP saya terlebih lagi untuk mata kuliah Kalkulus dan mata kuliah yang berkaitan dengan Fisika lainnya. Pada saat itu yang terlintas di pikiran saya adalah, “Saya masuk jurusan fisika tapi nilai fisikanya tidak memuaskan, apa saya salah jurusan?”. Melihat IP yang begitu memprihatinkan di dua semester awal, membuat saya tambah yakin untuk pindah dari kampus yang banyak pembisnis tisu ini.</p>
<p>Ketika saya sudah meyakinkan diri untuk mengikuti SMBPTN kembali, teringat suatu doa yang dahulu pernah saya lantunkan setiap selesai salat menjelang pengumuman SBMPTN. Isi dari doa tersebut adalah “Ya Allah, berikan saya jalan yang terbaik”, dan seketika saya merasa ada yang menguatkan saya pada saat itu. Hingga semester empat ini, saya tetap bertahan di kampus para pendidik ini. Yang saya pikirkan saat ini adalah bagaimana saya bisa keluar dari kampus ini dengan gelar S,Pd dan yang saya ketahui saat ini adalah saran orang tua adalah sebaik-baiknya saran.</p>
<p>Cerita diatas tadi sebenarnya hanya intermezzo saja. Sebab, sayang bingung harus mengungkapkannya kesiapa.</p>
<p>Jika mengupas seisi kehidupan di UNJ akan banyak sekali yang selalu saya harapkan untuk Kampus Tercinta ini. Seandainya, seluruh mahasiswa di UNJ benar-benar memerankan perannya sebagai mahasiswa dengan baik maka bisa saya pastikan UNJ akan menjadi kampus idaman setiap pelajar.</p>
<blockquote><p><strong>Seandainya, seluruh mahasiswa di UNJ benar-benar memerankan perannya sebagai mahasiswa dengan baik maka bisa saya pastikan UNJ akan menjadi kampus idaman setiap pelajar.</strong></p></blockquote>
<p>Untuk Fakultas MIPA, bisa saja Mahasiswa Biologi mengambil peran dalam penanaman pohon di sekitar kampus UNJ. Untuk mahasiswi kimia, kalian bisa bereksperimen dengan melakukan daur ulang sampah yang berada di sekitaran kampus UNJ pula. Mahasiswa Fisika pun, dapat mengambil peran dengan membuat Energi ramah lingkungan seperti Sumber Daya Energi dari sinar matahari. Sementara untuk mahasiswa Matematika, mereka bisa melakukan suatu solusi bagaimana agar sinyal di UNJ dapat kuat.</p>
<p>Untuk fakultas lainnya mungkin saya tidak akan membahas perjurusan. Namun, Untuk Fakultas Ilmu Pendidikan, kalian bisa mengaplikasikan ilmu kalian untuk para pembisnis tisu di UNJ. Hal itu mungkin bisa membuat UNJ lebih elegan dan jiwa para pendidik lebih terasa di kampus Pendidikan ini.</p>
<p>Mahasiswa Fakultas Ekonomi memiliki peran yang sangat bagus jika mereka mampu memberikan solusi untuk memasarkan produk yang dibuat oleh Para Mahasiswa UNJ dari berbagai fakultas. Selain itu, alangkah indahnya jika mahasiswa FE mampu memberikan saran pula untuk Pembisnis koran dan Pengepul sampah di sekitar UNJ serta memberikan solusi untuk perekonomian mereka yang lebih baik.</p>
<p>Mahasiswa dari Fakultas Bahasa dan Seni dapat menghiasi UNJ dengan gambar-gambar yang menarik sama halnya seperti bangunan di samping UPT. Sejujurnya saya sangat menyukai karya mereka, dan akan lebih bagus lagi jika mereka Mahasiswa FBS mengaplikasikan kreativitasnya di parkiran spiral juga.</p>
<p>Fakultas Ilmu Sosial mahasiswanya dapat melakukan suatu <em>project</em> dengan <em>output</em> dapat menghasilkan mahasiswa yang memiliki jiwa sosial yang tinggi.</p>
<p>Fakultas Teknik, sangat banyak yang bisa di berikan fakultas teknik untuk UNJ yang lebih baik. Seperti bagaimana caranya mengatur tata lingkup kampus UNJ, Kantin Tata boga yang harusnya lebih ramai dibandingkan kantin lainnya. Bahkan saya pernah berfikir, salah satu kantin di UNJ ada yang di rombak habis dan dibutkan semacam restoran dengan juru kokinya mahasiswa tata boga dan mempekerjakan para ibu-ibu kantin sebelumnya.</p>
<p>Fakultas Psikologi, sangat diharapkan mahasiswa psiokologi dapat membuka klinik psikologinya sendiri di UNJ. Agar mahasiswa UNJ yang tidak memiliki temen curhat dan tidak tau cara menyelesaikannya dapat berkonsultasi dengan kalian, bukan berkonsultasi dengan admin SM UNJ.</p>
<p>Mahasiswa Fakultas Ilmu keolahragaan, mungkin kalian bisa mengadakan senam rutin mingguan bersama untuk seluruh mahasiswa UNJ. Sebab, saya pribadi ingin sehat layaknya anak FIK yang memiliki tubuh yang profesional. Kan bagus, kalau seluruh mahasiwa UNJ memiliki postur Tubuh yang baik.</p>
<p>Selain dari Tiap Fakultas, Penghuni Gedung G pun sangat amat berpengaruh besar untuk menjadikan UNJ yang lebih baik. Sebab, mereka adalah sekumpulan mahasiswa yang memiliki kreativitas dan jiwa sosial yang sangat tinggi.</p>
<blockquote><p><strong>Semoga, kita para mahasiswa UNJ dari berbagai fakultas bisa saling berkolaborasi menghasilkan suatu karya untuk Kampus Tercinta ini.</strong></p></blockquote>
<p>Sekiranya sedikit harapan dari kita Mahasiswa UNJ untuk menjadikan UNJ lebih baik dan lebih kece. Semoga, kita para mahasiswa UNJ dari berbagai fakultas bisa saling berkolaborasi menghasilkan suatu karya untuk Kampus Tercinta ini. Seringkali terdengar pula di telinga ini ucapan dari para aktivis “Sebaik-baiknya manusia adalah manusia yang bermanfaat”. Mungkin sedikit tambahan dari saya pada kalimat itu “Sebaik-baiknya manusia adalah manusia yang bermanfaat, namun akan lebih baik lagi jika kita mampu bermanfaat di lingkungan sekitar kita terlebih dahulu sebelum melihat keluar.”</p>
<p>Dies Natalis UNJ yang ke 53, akan saya abdikan sisa-sisa perjuangan di Kampus Pendidikan ini dengan sebaik mungkin. Semoga dipermudahkan jalan kita untuk menjadikan UNJ yang lebih baik, sebelum gelar sarjana ada di akhir nama kita.</p>
<p><strong>Oleh: Aini Chanifah (Pendidikan Fisika UNJ Angkatan 2015)</strong></p>
<p><em>Tulisan ini dipersembahkan untuk Pesta Literasi 2017 yang diselenggarakan oleh UNJKita.</em></p>
<p>The post <a href="https://unjkita.com/untuk-unj-yang-lebih-kece-2/">Untuk UNJ Yang Lebih Kece</a> appeared first on <a href="https://unjkita.com">UNJKita.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Apa yang Dibutuhkan Kampus Kita?</title>
		<link>https://unjkita.com/__trashed/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[UNJKita.com &#124; @pemburukampus]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 23 May 2017 07:19:44 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Suara Anda]]></category>
		<category><![CDATA[Kampus UNJ]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://unjkita.com/?p=9985</guid>

					<description><![CDATA[<p>Tulisan yang berangkat dari kesadaran dan keresahan penulis mengenai kondisi kampus UNJ saat ini dan juga menanggapi beberapa tulisan dari kawan-kawan mahasiswa yang menyuarakan sejumlah...</p>
<p>The post <a href="https://unjkita.com/__trashed/">Apa yang Dibutuhkan Kampus Kita?</a> appeared first on <a href="https://unjkita.com">UNJKita.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Tulisan yang berangkat dari kesadaran dan keresahan penulis mengenai kondisi kampus UNJ saat ini dan juga menanggapi beberapa tulisan dari kawan-kawan mahasiswa yang menyuarakan sejumlah aspirasi demi mewakilkan kegelisahan sekaligus kekecewaan yang dirasakan oleh civitas akademika UNJ.</p>
<p>Melihat kenyataan kampus dengan banyaknya permasalahan yang ada membuat hati ribuan mahasiswa tergerak untuk melakukan tindakan nyata yang representatif, dibalut dalam nuansa kultural yang menjunjung tinggi kebebasan berpendapat dimuka umum. Berasal dari latar belakang dan ideologi berbeda yang kemudian bersama-sama menenggelamkan ego pribadi ataupun golongannya hanya untuk mengangkat dan membela kembali hak-hak masyarakat kampus dengan sebuah gerakan integritas pembaharuan yang disebut Forum Militan Independen.</p>
<p>Apresiasi penulis tertuju kepada mahasiswa yang memiliki ide brilian untuk membuat gerakan pembaharuan dari gerakan-gerakan mahasiswa yang sudah-sudah. Sebagai bentuk refleksi gerakan dari waktu ke waktu. Selain itu penulis juga mengapresiasikan gerakan ini sebagai bangkitnya literasi mahasiswa dalam melestarikan budayanya (baca, tulis, diskusi) yang semakin terkikis seiring berjalannya era.</p>
<p>Dengan adanya suntikan hangat oleh tulisannya Pak Ubedilah Badrun lalu beberapa tulisan lain yang tak bisa disebutkan nama penulisnya satu persatu dapat membangkitkan kembali budaya literasi kampus yang sempat tertidur pulas. Kemudian kita lihat semakin banyaknya wadah diskusi, mulai dari yang kecil ke yang besar, ringan ke yang berat. Antusiasme mahasiswa pun mengalami perkembangan, dari yang ikut-ikutan teman menjadi inisiatif pribadi untuk ikut kajian.</p>
<p>Lalu, apa yang sebenarnya sedang digelisahkan?</p>
<p>Kita sama-sama tahu, bahwa kampus sudah tidak sehat, terlihat dari banyaknya keresahan yang dirasakan masyarakatnya (saya katakan masyarakat karena banyak komponen di kampus yang ikut merasakan) . Sebagai mahasiswa, penulis juga merasakan hal yang sama. Terlebih lagi mengenai hal yang bersifat sensitif seperti hak dan kewajiban.</p>
<p>Yang sangat disedihkan lagi adalah bahwa kenyataannya, kampus ini sudah melupakan esensi dari Tri Dharma Perguruan Tinggi. Bagaimana kita mengamalkan poin ketiga, pengabdian masyarakat, jika Kuliah Kerja Nyata (KKN) saja menjadi opsional. Bagaimana mengaplikasikan poin kedua, penelitian, jika sarana prasarana kampus pun tak ikut diprioritaskan, akses mahasiswa mencari sumber-sumber pengetahuan dari buku, jurnal, dsb terbilang sedikit.</p>
<p>Contohnya di jurusan saya, Manajemen Pendidikan S1 itu sedang mengumpulkan beberapa jurnal penilitian yang kemudian dibuat <em>repository online</em> untuk memudahkan mahasiswa mencari bahan penulisan skripsinya. Ada juga kawan saya, mahasiswa di jurusan Pend. Luar Biasa yang rela-relaan ke Bandung untuk mencari sumber buku dan beberapa jurnal yang konsen pada penelitian mereka, katanya memang di perpustakaan kampus UNJ sedikit sekali buku dan jurnal penelitian yang berkaitan pada fokus pendalaman di jurusannya. Lalu bagaimana kita bisa mengimplementasikan poin pertama, pendidikan, jika pada kenyataannya demokratisasi kampus telah ditebang. Bagaimana kita bisa menuangkan ide dan gagasan dari hasil buah pemikiran, kalau lagi-lagi, suara kita ketika ingin menunjukkan rasa dibungkam.</p>
<p>Namun di samping itu, jika kita merenungkan kembali, kita akan mengerti bahwa kampus hanyalah benda mati yang dijadikan penumpahan tuntutan yang berkepanjangan. Kampus hanyalah tempat kita menaruh sebuah impian besar bahwa sederhananya, &#8220;jika saya kuliah, saya akan lebih dekat dengan cita-cita&#8221;.</p>
<p>Kemudian kita lihat kenyataannya. Saya ambil contoh seperti UKT rasa cabai (harga tinggi) yang tidak jelas transparansinya. Bagaimana kita bisa fokus pada pencapaian cita-cita tapi setiap semesternya kita selalu dikhawatirkan: &#8220;apakah kita bisa kuliah lagi atau tidak?&#8221;</p>
<p>Pada permasalahan lain, ada program perkenalan kampus kepada mahasiswa baru, kita sebut Masa Pengenalan Akademik disingkat MPA. Perspektif penulis tertuju kepada mahasiswa baru. Mungkin ini tidak dirasa secara langsung, tapi jika program itu terjadi ditahun ini akan berdampak bisa mengkerdilkan hasrat mahasiswa baru untuk mengasah potensi dan minat mereka dalam berenang-renang menyelami keindahan organisasi atas dan bawah laut (kampus). Yang paling dikesalkan lagi adalah, tidak mengherankan bahwa nantinya akan banyak mahasiswa yang bertanya, &#8220;Kak, katanya ada Tim Aksi Fakultas ya? oia, itu apa ya Kak?&#8221; (tiga bulan setelah MPA)</p>
<p>Disamping permasalahan besar itu, ada juga permasalahan-permasalahan lain yang tidak kalah besar pula, dan lagi-lagi kita harus memikirkan bagaimana dampaknya bagi generasi penerus nantinya. Memang untuk saat ini masih belum amat dirasakan, namun jika kedepannya terus dibiarkan menjadi kebiasaan, diyakini dan disepakati bersama (baca: budaya), maka matilah kampus kita sebagai kampus perjuangan.</p>
<p>Nah, lagi-lagi penulis berpikir apa yang salah pada kampus kita, bahwa hakikatnya kampus hanyalah benda mati; usang; sempit. Berarti, logika pendeknya, jika kampus UNJ hanyalah benda mati tak memiliki nyawa, itu berarti ada yang menggerakkannya, itu berarti kampus kita memiliki sistem yang menghidupkan benda-benda mati didalamnya.</p>
<p>Sederhananya, kampus kita hidup karena manusianya. Manusianya ialah orang-orang yang memiliki fungsi sebagai penggerak dan pengontrol; pengingat dan pengkritik; membangun dan mempertahankan dari apa yang sudah dibangun. Dengan kata lain, mati hidupnya kampus ada ditangan kita, manusia.</p>
<p>Mati-hidupnya kampus tidak hanya di tangan petinggi kampus saja, seperti Rektor dan jajarannya. Namun disatu sisi, mahasiswa juga dianggap penting untuk menjadikan kampus lebih hidup dan dinamis, merumuskan sistem secara terintegritas dari berbagai komponen dengan merancang dan memformulasikan berbagai peraturan, kebijakan, serta budaya kampus. Sesederhananya saja mahasiswa diikutsertakan dalam membuat Statuta kampus.</p>
<p>Penulis merasakan pada saat ini, kita, civitas akademika UNJ, sedang berada pada keadaan dimana tak ada yang mau disalahkan, siapa yang menyalahkan siapa, siapa mencari kesalahan dari siapa, siapa disalahkan siapa, dan bahkan ada suatu hal yang benar menjadi salah. Membingungkan memang, tapi mau bagaimana lagi.</p>
<p>Akhirnya banyak rentetan tulisan yang mengkritik baik itu kebijakan-kebijakan kampus, program-program, bahkan individu orang. Sudah sewajarnya hal ini perlu viralkan secara masif sebagai bentuk pemberontakan dari suatu otoritas kekuasaan dan kepedulian bersama dalam konteks masyarakat yang memanusiakan.</p>
<p>Namun yang penulis takutkan adalah bagaimana jika tidak ada solusi dari ini semua. Ketika banyaknya keresahan yang dituangkan ke dalam tuntutan dengan bentuk aksi demonstran kepada pimpinan kampus sudah terselesaikan, apakah yang akan dilakukan oleh kita selanjutnya? Mengingat bahwa setiap proses perubahan membutuhkan waktu yang tidak sebentar atau sekejap jadi.</p>
<p>Di sisi lain, apakah tuntutan ini akan benar-benar diproses oleh pemegang kebijakan tinggi kampus dengan tujuan percepatan kearah perubahan yang diinginkan masyarakatnya atau tidak? Seperti tindak lanjut dari aksi kampus ditahun-tahun kemarin misalnya, apakah kita (mahasiswa)  merasakan secara sadar dari impact aksi tersebut , sebut saja Aksi Mahasiswa Bersatu 2016 dengan Tujuh Tuntutan Mahasiswa.</p>
<p>Banyak yang kita keluh kesahkan, banyak yang kita ingin lakukan, banyak yang akan kita benahi, tapi apa gunanya jika kita masih tidak bisa komitmen pada ucapan dan perbuatan. Apa gunanya kalau komitmen kita tidak diiringi dengan sikap konsistensi tinggi.</p>
<p>Karena penulis kira permasalahan ini walau biar menjadi permasalahan bersama, namun ada beberapa permasalahan individual diluar kepentingan forum. Dampaknya ada beberapa diantara mahasiswa yang tadinya mengatakan secara lantang melawan kedzoliman dari otoritas kampus namun gugur ditengah jalan, lantaran ada kesibukan lain yang membuat mereka tidak bisa konsisten dalam jalan juang ini. Semoga saja tidak.</p>
<p>Maka dari itu, tak ada salahnya, dan tak ada buruknya kalau kita tidak membatasi diri dalam membangun kampus yang lebih baik dan benar kearah yang diharapkan. Ketika kita mengharapkan adanya suatu peradaban tinggi di kampus, namun lihatlah apakah kita sudah beradab?</p>
<p>Ketika kita menginginkan adanya transparansi UKT serta administrasinya di informasikan, namun dilihat lagi apakah kita sudah menjalin komunikasi bersinergi dengan birokrasi kampus? se-intensif apa? Kalau memang birokrasi terlalu mentutup-tutupi, apakah usaha kita sampai disitu saja?</p>
<p>Ketika kita menggaungkan tentang hak mengutarakan pendapat di UNJ sebesar-besarnya, namun apakah diri ini sudah menjadi pendengar yang baik bagi kawan-kawan kita? Ketika saya mengikuti seminar tentang Manajemen Kebahagiaan Diri dari Kelompok Bimbingan Konseling Remaja disingkat KBKR, ada salah satu hal yang menarik, yaitu bahwa tingkat tersulit dalam memberikan bimbingan dan konseling itu berada pada bagaimana kita menjadi pendengar yang baik bagi orang-orang yang ingin bercerita, disamping adanya kewajiban untuk memahami apa yang mereka rasakan.</p>
<p>Maka dari itu, yang penulis harapkan dari aksi ini nanti adalah bergeraklah karena kesadaran diri bahwa kita juga manusia kampus yang memiliki andil besar sebagai penggerak dan pengontrol; pengingat dan pengkritik; membangun dan mempertahankan apa yang sudah diusahakan.</p>
<p>Hilangkanlah tradisi mengkotak-kotakan tugas dan fungsi, karena jika kita menginginkan para petinggi kebijakan ini untuk membangun kampus yang kita harapkan, tak ada salahnya kita sama-sama bergerak membenahi kampus dengan cara kita. Caranya mahasiswa, cara dosen, karyawan, bahkan cara semua masyarakat kampus tanpa terkecuali.</p>
<p>Kemudian muncul pertanyaan, apa perannya mereka, pejabat tinggi kampus?</p>
<p>Sebenarnya yang kita lakukan sudah benar. Jika memang terindikasi bahwa  mereka salah, kita patut Lawan. Namun disatu sisi, kita tidak mau menjadi ikut-ikutan salah juga kan? karena lantaran kita membiarkan keadaan buruk terjadi dikampus ini.</p>
<p>Contoh kecilnya, ketika banyak mahasiswa merisaukan banjir UNJ yang tak teratasi, banyak mahasiswa yang berkeluh kesah akan hal itu namun sendirinya membuang sampah tak pada tempatnya. Kemudian di bagian lain, walau secara pribadi saya merasa sangat kecewa adanya penebangan habis pohon perindang di belakang gedung Daksinapati, namun di sisi lain anak Pend. Luar Sekolah angkatan 2014 tengah membuat program farming di area taman belakang gedung, sebagai pemenuhan tugas mata kuliah dan membudayakan pelestarian penghijauan fakultasnya. Kemudian juga fakultas-fakultas lain yang konsen dalam hal ini.</p>
<p>Dan terakhir pesan penulis kepada para pembaca, khususnya bapak-ibu pejabat tinggi kampus. Dengan sangat hormat, kami, masyarakatmu tengah menjawab apa yang sebenarnya kampus butuhkan. Kampus membutuhkan manusia dengan bukti, bukan janji. Maka dari itu, kami, masyarakatmu tengah membuktikan bahwa kami tidak hanya memberikan kritik, namun solusi konkrit. Jika memang pemimpin adalah cerminan rakyat, apakah itu benar? Jika memang benar, salahkah kami jika kami membutuhkan pemimpin yang bisa memberikan bukti, bukan janji?</p>
<p>Seperti halnya kalimat bijak berbunyi:<br />
&#8220;memberitahukan yang terbaik adalah dengan mencontohkan&#8221;</p>
<p><strong>Oleh: Alvyn N Mahmaris</strong></p>
<p>The post <a href="https://unjkita.com/__trashed/">Apa yang Dibutuhkan Kampus Kita?</a> appeared first on <a href="https://unjkita.com">UNJKita.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
