<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Puisi Archives - UNJKita.com</title>
	<atom:link href="https://unjkita.com/tag/puisi/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://unjkita.com/tag/puisi/</link>
	<description>Saling Menginspirasi untuk Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Sat, 14 Jul 2018 00:17:08 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.4</generator>

<image>
	<url>https://unjkita.com/wp-content/uploads/2018/08/cropped-unjkita-32x32.png</url>
	<title>Puisi Archives - UNJKita.com</title>
	<link>https://unjkita.com/tag/puisi/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Perkara Korupsi</title>
		<link>https://unjkita.com/perkara-korupsi/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[UNJKita.com &#124; @pemburukampus]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 11 Jul 2018 00:14:52 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kampus]]></category>
		<category><![CDATA[Korupsi]]></category>
		<category><![CDATA[Puisi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://unjkita.com/?p=21196</guid>

					<description><![CDATA[<p>Di banyak tempat, bergerumul mereka Para Tikus elit Mengenakan stelan rapih Yang disebut Tikus Berdasi Tikus Berdasi Duduk di kepala rakyat Bukan satu atau dua...</p>
<p>The post <a href="https://unjkita.com/perkara-korupsi/">Perkara Korupsi</a> appeared first on <a href="https://unjkita.com">UNJKita.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h3>Di banyak tempat, bergerumul mereka<br />
Para Tikus elit<br />
Mengenakan stelan rapih<br />
Yang disebut Tikus Berdasi</h3>
<h3>Tikus Berdasi<br />
Duduk di kepala rakyat<br />
Bukan satu atau dua<br />
Ratusan, ribuan</h3>
<h3>Mereka berkomplot<br />
Demi satu tujuan<br />
Kepentingan pribadi maupun golongan<br />
Mereka berkomplot<br />
Demi satu tujuan<br />
Menutupi jejak<br />
Jejak perkara korupsi</h3>
<h3>Kumpulan perkara korupsi<br />
Dilindungi para koruptor<br />
Demi nama baik mereka<br />
Yang seburuk sampah</h3>
<h3>Sampah<br />
Sekalipun mencemari<br />
Asalkan ditemukan, bisa dibersihkan, diproses<br />
Agar tak lagi mencemari<br />
Agar bisa kembali berguna<br />
Sama dengan koruptor<br />
Tapi, maukah mereka ditemukan?</h3>
<p><strong> Sarah Maryadi</strong><br />
maryadisarah@gmail.com</p>
<p>The post <a href="https://unjkita.com/perkara-korupsi/">Perkara Korupsi</a> appeared first on <a href="https://unjkita.com">UNJKita.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Bocah Ingusan</title>
		<link>https://unjkita.com/bocah-ingusan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[UNJKita.com &#124; @pemburukampus]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 27 Dec 2017 00:35:49 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kampus]]></category>
		<category><![CDATA[Puisi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://unjkita.com/?p=18935</guid>

					<description><![CDATA[<p>Tanah lapang yang katanya tempat hidupnya Gawang dan bola itu teman hariannya Congklak, petak umpet, donald bebek, dan teman lainnya Haha, hihi, sukurin kalah, traktir...</p>
<p>The post <a href="https://unjkita.com/bocah-ingusan/">Bocah Ingusan</a> appeared first on <a href="https://unjkita.com">UNJKita.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Tanah lapang yang katanya tempat hidupnya<br />
Gawang dan bola itu teman hariannya<br />
Congklak, petak umpet, donald bebek, dan teman lainnya<br />
Haha, hihi, sukurin kalah, traktir aku ya kalau kau kalah, yang kalah gendong yang menang ya<br />
Teriakan-teriakan imut ditanah lapang itu terdengar<br />
Lucu lihatnya, teringat masa lalu disaat usiaku sama</p>
<p>Aku orang kaya,<br />
Aku orang miskin.<br />
Terdengar nyanyian itu ditelingaku<br />
Teringat bermain ditanah lapang kala itu<br />
Kala itu, disaat tanah lapang masih ada dikampung rumahku<br />
Namun sekarang? Saat ku kembali tak ku temukan itu<br />
Tiada kenangan yang berada di tanah lapang itu<br />
Secara fisik ada, namun beralih fungsi<br />
Bagaimana bisa ku bermain lagi? Jika mobil-mobil ada di kanan-kiri depan-belakang?</p>
<p>Katanya membangun karakter bangsa<br />
Namun menggerus semua hak asasi bocah<br />
Tanah lapang tak ada<br />
Beralih fungsi menjadi bangunan megah<br />
Atau sekadar tempat parkir kendaraan para penguasa<br />
Kendaraan yang melindas kebahagiaan bocah<br />
Bocah tak lagi berteman dengan gawang dan bola<br />
Namun dengan telepon genggam dan paket data saja sudah bahagia<br />
Bocah dicekoki materi dari fajar hingga petang, untuk apa?<br />
Sabtu minggu katanya untuk bermain, nyatanya?<br />
Terkapar lelah dengan tugas-tugas<br />
Bukan aku. Bukan siswa sekolah menengah<br />
Namun siswa dasar yang perlu banyak bermain<br />
Miris sekali saat waktu dan lahan dijadikan proyek<br />
Implementasi yang amburadul yang tak kunjung diperbaiki<br />
Hingga kapan?<br />
Hingga semua telah hancur?</p>
<p>Bangkit lah pemuda<br />
Lihatlah bangsa<br />
Banyak penerus bangsa yang digadaikan peradaban<br />
Bangkit.<br />
Maju.<br />
Bergerak dan tersadar.</p>
<p>The post <a href="https://unjkita.com/bocah-ingusan/">Bocah Ingusan</a> appeared first on <a href="https://unjkita.com">UNJKita.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Dariku, dengan Sejuta Harapan</title>
		<link>https://unjkita.com/dariku-dengan-sejuta-harapan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[UNJKita.com &#124; @pemburukampus]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 07 Dec 2017 14:18:29 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kampus]]></category>
		<category><![CDATA[Puisi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://unjkita.com/?p=18416</guid>

					<description><![CDATA[<p>06.05 &#8211;Kemudian ini adalah hari baktinya yang terakhir Ia pergi Nahkodaku Sunggingan senyumnya akan segera melaparkan setiap mata yang mencintainya Bahasa santunnya kini menjadi jarang...</p>
<p>The post <a href="https://unjkita.com/dariku-dengan-sejuta-harapan/">Dariku, dengan Sejuta Harapan</a> appeared first on <a href="https://unjkita.com">UNJKita.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>06.05</strong><br />
&#8211;Kemudian ini adalah hari baktinya yang terakhir<br />
Ia pergi</p>
<p><strong><em>Nahkodaku</em></strong></p>
<p>Sunggingan senyumnya akan segera melaparkan setiap mata yang mencintainya<br />
Bahasa santunnya kini menjadi jarang menjamah telingaku</p>
<p>Kopong</p>
<p>&#8211;dingin</p>
<p>Tuhan, kenapa <em>sih</em> ?<br />
&#8212;</p>
<p>Ikhlashnya, daya ingatnya yang kuat,<br />
bijaknya, wawasan luasnya,<br />
matanya yang selalu memandang jauh ke depan</p>
<p>Analisanya yang selalu tepat,<br />
tanggap</p>
<p>Perangai santunnya, sahajanya,<br />
kelembutannya, ketulusan cintanya yang tertanam tepat di hatiku</p>
<p>Sifat bersahabatnya, keberaniannya membela kebenaran,<br />
sportifnya bak pemain lapangan paling andal</p>
<p>Tak gentar melawan kebatilan, tapi tak pernah membabi buta</p>
<p><em>Shiddiq</em>, <em>tawadhu&#8217;,</em> ihsannya</p>
<p>Kesabarannya</p>
<p>Kesucian jiwanya, <em>kiram</em>, <em>wara&#8217;</em>, zuhudnya<br />
Adilnya, jujurnya<br />
Kerendahan hatinya, tekad bulatnya</p>
<p>Sifat tawakalnya, keteguhan pendiriannya<br />
Jiwa optimisnya,<br />
dan segala kesederhanaannya</p>
<p>Bersamanya, aku paham bahwa kuat adalah keharusan</p>
<p>Bersamanya, aku sadar bahwa masalah hanyalah kerikil-kerikil kecil yang bisa cepat bersih jika disingkirkan bersama</p>
<p>Candaan-candaan kecilnya yang sering memecah suasana</p>
<p><em>&#8211;Terkikih kecil&#8211;</em></p>
<p>Ia selalu menepati janji dan sumpah setianya<br />
Walau kadang hati-hati berdebu tebal tak sudi mengakui setiap kebaikannya</p>
<p>Oh teladanku</p>
<p>Tuhan, kenapa <em>sih </em>?</p>
<p><em>&#8211;Hening&#8211;</em></p>
<p><strong>06.39</strong><br />
.<br />
.<br />
Kemudian aku tersadar dari mataku yang tertutup</p>
<p>Berpikir sejenak</p>
<p>Lho ?<br />
Apa ?<br />
Aku beruntung ?</p>
<p>Ternyata iya !</p>
<p>Mengapa terus merenyeh tak berguna ?<br />
Padahal banyak hal yang mesti aku syukuri</p>
<p>Aku tersadar !<br />
Sudah seharusnya kusampaikan berjuta kata syukur kepada Allaah Pemilik Semesta<br />
Yang telah memilihku di antara kebahagiaan tak terukur,<br />
yang tak semua manusia pernah menjamah rasanya;</p>
<p><em><strong>&#8220;Memiliki qiyadah seperti dirinya&#8221;</strong></em></p>
<p>Lalu tersadar kembali,<br />
Kini kapal sedang kosong nahkoda<br />
Mengapa tidak bersiap diri, atau menunjuk nahkoda baru yang sudah mumpuni jiwa raganya ?</p>
<p>Yang selanjutnya membuatku setiap hari mengucap kata syukur kembali</p>
<p>Semoga dirimu serupa dirinya</p>
<p>Iya<br />
Kau<br />
.<br />
.<br />
Wahai pengganti<br />
<em>Ini dariku, dengan sejuta harapan</em><br />
Yang memilihmu</p>
<p>Untuknya yang dahulu, beristirahatlah</p>
<p>Jauh kau bawa rindu</p>
<p><em>9 Rabiul Awal 1439 H</em><br />
<strong>06.48 WIB</strong></p>
<p><strong>Oleh: Alyaa Dinda Aisyah </strong>(Mahasiswi Ilmu Agama Islam FIS UNJ 2017)</p>
<p>The post <a href="https://unjkita.com/dariku-dengan-sejuta-harapan/">Dariku, dengan Sejuta Harapan</a> appeared first on <a href="https://unjkita.com">UNJKita.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Asmara</title>
		<link>https://unjkita.com/asmara/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arni Zakiah]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 07 Dec 2017 13:54:23 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kampus]]></category>
		<category><![CDATA[Puisi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://unjkita.com/?p=18317</guid>

					<description><![CDATA[<p>Bila mendung Hujan menghiasi bumi Dengan jutaan rintik Wajahmu.. Terukir jelas dalam benakku Rindu kian menggebu Ditengah lamunan rindu Senyum manis aksara bibirmu Memberi arti...</p>
<p>The post <a href="https://unjkita.com/asmara/">Asmara</a> appeared first on <a href="https://unjkita.com">UNJKita.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Bila mendung<br />
Hujan menghiasi bumi<br />
Dengan jutaan rintik<br />
Wajahmu..<br />
Terukir jelas dalam benakku</p>
<p>Rindu kian menggebu<br />
Ditengah lamunan rindu<br />
Senyum manis aksara bibirmu<br />
Memberi arti akan pesonamu</p>
<p>Ah.. bayangan<br />
Kau adalah bayangan<br />
Pun cerminan<br />
Dari diriku yang biasa..</p>
<p>Benih asmara mengalun syahdu dalam dinginnya malam<br />
Bertasbih menyebut Asma-Nya<br />
Bergetar dalam dada..</p>
<p>Berharap sosok ia menemui, saling sapa dalam doa<br />
Tak saling tatap pun tak saling tahu<br />
Tapi menggema hingga penjuru Langit-Nya..</p>
<p>The post <a href="https://unjkita.com/asmara/">Asmara</a> appeared first on <a href="https://unjkita.com">UNJKita.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Nyontek</title>
		<link>https://unjkita.com/nyontek/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tiyni Saftiani]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 31 Oct 2017 07:37:28 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kampus]]></category>
		<category><![CDATA[Karya Mahasiswa]]></category>
		<category><![CDATA[Puisi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://unjkita.com/?p=16355</guid>

					<description><![CDATA[<p>Gaduh Bisik-bisik itu terdengar nyaris nyaring Suara-suara pelan bersahutan mengharap keibaan Pembodohan! Lembar demi lembar kertas masih saja kosong Tanpa tinta menggores Wajah-wajah penuh kecemasan...</p>
<p>The post <a href="https://unjkita.com/nyontek/">Nyontek</a> appeared first on <a href="https://unjkita.com">UNJKita.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Gaduh<br />
Bisik-bisik itu terdengar nyaris nyaring<br />
Suara-suara pelan bersahutan mengharap keibaan<br />
Pembodohan!<br />
Lembar demi lembar kertas masih saja kosong<br />
Tanpa tinta menggores<br />
Wajah-wajah penuh kecemasan<br />
Was-was sepanjang masa<br />
Kanan kiri menutup kuping<br />
Beberapa dari mereka kelimpungan<br />
Memasang mata yang begitu awas<br />
Mengendap-ngendap bertanya<br />
Namun dengan sigap menampi saat sepasang mata membidik<br />
dan seakan menghardik: Kerjakan sendiri!<br />
Jawaban bukan hujan yang bisa saja jatuh dari langit cuma-cuma<br />
Butuh perjuangan untuk menemukannya<br />
Jauh sebelum ujian tiba<br />
Tidak instan dan menunggu pemberian kawan</p>
<p>Cipinang, 311017</p>
<p>The post <a href="https://unjkita.com/nyontek/">Nyontek</a> appeared first on <a href="https://unjkita.com">UNJKita.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Seragam Coklat</title>
		<link>https://unjkita.com/seragam-coklat/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[UNJKita.com &#124; @pemburukampus]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 29 Oct 2017 11:57:09 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kampus]]></category>
		<category><![CDATA[Puisi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://unjkita.com/?p=15933</guid>

					<description><![CDATA[<p>Suatu hari Setelah jaman reformasi Ada petani yang ingin anaknya jadi polisi &#8220;Daftar saja, nak Kita jual sawah Kita jual tanah Sebab pangkat bisa dibeli...</p>
<p>The post <a href="https://unjkita.com/seragam-coklat/">Seragam Coklat</a> appeared first on <a href="https://unjkita.com">UNJKita.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Suatu hari<br />
Setelah jaman reformasi<br />
Ada petani yang ingin anaknya jadi polisi<br />
&#8220;Daftar saja, nak<br />
Kita jual sawah<br />
Kita jual tanah<br />
Sebab pangkat bisa dibeli<br />
Tak ada beda seragam polisi<br />
Dengan seragam sekolah dasar coklat<br />
Di toko-toko kelontong.&#8221;<br />
Si anak jadi polisi<br />
Dengan bangga dia berfoto diri<br />
Dengan rompi hijau menyala<br />
Dan senjata di tangan, kanan dan kiri<br />
Dia tak pernah tahu<br />
Apa artinya menyatakan pendapat<br />
Dia tak pernah tahu apa artinya kemerdekaan<br />
Sebab ia biasa menuruti perintah komandan</p>
<p>Suatu hari ada petani<br />
Yang ingin anaknya masuk perguruan tinggi<br />
Sawah dan ladang juga dijual<br />
Tapi pakaian mahasiswa tak bisa dibeli<br />
Tak ada toko menjual atribut perguruan tinggi<br />
Maka mahasiswa itu berdiri di atas kehendak sendiri<br />
Dan pada suatu hari<br />
Kedua pemuda, satu polisi, satunya mahasiswa,<br />
Bertemu di sebuah jalan:<br />
Seragam coklat itu begitu membusung<br />
Dan almamater yang basah keringat itu terus menggulung</p>
<p>Bapak ibunya di rumah<br />
Senantiasa berdoa bagi kesejahteraan buruh tani<br />
Agar bahagialah negeri ini<br />
Agar sejahteralah mimpi-mimpi<br />
Tapi seragam coklat adalah pemilik masa lalu<br />
Masa depan, dan masa sekarang<br />
Apa artinya keadilan?<br />
Apa artinya kemakmuran?<br />
Apa artinya kebebasan?<br />
Dan mengapa seragam coklat harus menyimpan pertanyaan-pertanyaan itu<br />
Di dalam hatinya?<br />
Rotan adalah senjata<br />
Untuk menjelaskan makna manusia merdeka<br />
Sepatu lars adalah jawaban dari segala jawaban<br />
Yang bisa diberikan pada orang-orang</p>
<p>Seragam coklat adalah hak tangkap<br />
Perintah komandan adalah wahyu<br />
Yang tak boleh dilanggar<br />
Tuhan: adalah pelanggar lalu lintas<br />
Yang tidak bebas tilang<br />
Dan dengan seragam yang dibeli itu<br />
Tanpa malu-malu seragam coklat itu<br />
Menghadang dan terus menghadang<br />
Memukul dan terus memukul<br />
Sebab hukum adalah candu<br />
Sebab pengadilan adalah mainan bocah<br />
Yang belum masuk masa baligh</p>
<p>Lalu koran-koran dan juru berita<br />
Tak akan mengatakan apa-apa<br />
Cuma di bawah batu-batu dan di balik pohonan<br />
Bisik-bisik itu menjelaskan pada kita<br />
Empat orang adalah tersangka<br />
Sebab menyatakan pendapat adalah dosa besar<br />
Pengadilan diadakan atas kejahatan:<br />
&#8220;Berpikir dan berkehendak merdeka&#8221;<br />
Dan seragam coklat<br />
Yang bisa dibeli di mana-mana itu<br />
Tersenyum manis<br />
Sambil kilik kanan kiri<br />
Komandannya asyik masyuk<br />
Mengobok-obok aurat:<br />
Pertanyaan bagi semua korban perkosaan:<br />
tanyakan kembali<br />
Adakah nyaman atau bagaimana?</p>
<p>Seragam coklat harus kita tunggu<br />
Adakah para komandan<br />
Akan berdebat dengan para pengikut<br />
Untuk bebaskan mereka dari siksa<br />
Di dalam jurang neraka<br />
Jauh setelah hari pengadilan<br />
Sebenar-benarnya pengadilan<br />
Dijalankan Tuhan yang asli<br />
Tuhan yang tak gemar memberi hadiah sepeda<br />
Tuhan yang tak gemar berdusta<br />
Tuhan yang tak gemar naikkan harga<br />
Sebab seragam coklat belum tentu kebal api neraka<br />
Sebab seragam coklat belum pernah ada<br />
Yang bisa menolak doa-doa<br />
Dari mereka yang kecewa</p>
<p>Amar Ar-Risalah</p>
<p>The post <a href="https://unjkita.com/seragam-coklat/">Seragam Coklat</a> appeared first on <a href="https://unjkita.com">UNJKita.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Tak Ada Malam yang Sakral</title>
		<link>https://unjkita.com/tak-ada-malam-yang-sakral/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tiyni Saftiani]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 29 Oct 2017 11:33:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kampus]]></category>
		<category><![CDATA[Puisi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://unjkita.com/?p=15786</guid>

					<description><![CDATA[<p>Malam itu seharusnya sakral Tapi menjadi tidak karena semesta memberi banyak kejutan Tetiba kaulepaskan anak panah yang busurnya melesat cepat menghujam ke ulu hati Mungkin...</p>
<p>The post <a href="https://unjkita.com/tak-ada-malam-yang-sakral/">Tak Ada Malam yang Sakral</a> appeared first on <a href="https://unjkita.com">UNJKita.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Malam itu seharusnya sakral</p>
<p>Tapi menjadi tidak karena semesta memberi banyak kejutan</p>
<p>Tetiba kaulepaskan anak panah yang busurnya melesat cepat menghujam ke ulu hati</p>
<p>Mungkin hujan agaknya segera tiba</p>
<p>Tapi lantang-lantang kutautkan pada diri untuk tak menjadi lemah terkoyak angin yang menerpa</p>
<p>Tak juga gugur dihantam ombak yang membentur dinding hati</p>
<p>Tak juga runtuh disambar petir ya g gelagarnya sama riuh dengan jeritan luka</p>
<p>Meski aku luluh bersama puncak kata-katamu yang terus meluruh</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Baru kutahu ada suka cita yang dirayakan dengan duka</p>
<p>Ada haru yang dihujani tetes-tetes luka</p>
<p>Ada senyum yang dibentur lekuk-lekuk wajah yang menyimpan sedih</p>
<p>Rindu yang tersemai menjelma luka yang memamah-biak</p>
<p>Semesta menyingkal semua rahasia milikmu</p>
<p>Yang berhasil menyembunyikan rasa bertahun-tahun hingga akhirnya membuat kita mencecapi luka yang begitu menahun</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Malam itu seharusnya sakral</p>
<p>Tapi menjadi tidak sebab kejujuran hatimu datang dibumbui kepahitan</p>
<p>Kata per kata berbaris kaulepas meski beberapa kali membuatmu menghela napas</p>
<p>Aku pun sama sesaknya dengan terus mendengarkan dan menelan getir dari getar cintamu padaku yang tersembunyi</p>
<p>Sia-sia kata jika bai&#8217;at cinta yang kauutarakan itu tak sampai padaku</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Barkutahu pedihnya ketika mata menahan diri dari cucuran air yang bisa saja tetiba menderas</p>
<p>Ingin kupangkas malam agar waktu fajar segera tiba</p>
<p>Tapi langit gelap kala itu adalah malam yang kauminta untuk kita bisa bicara hanya berdua</p>
<p>Mengais-ngais asa yang berlindung pada setiap pengandaian</p>
<p>Kuharap esok kita sama-sama lupa</p>
<p>Sebab melihatmu dengan yang bukan aku di pelaminan tinggallah menghitung hari</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Jakarta, Oktober 2017</p>
<p>-Tsaf-</p>
<p>The post <a href="https://unjkita.com/tak-ada-malam-yang-sakral/">Tak Ada Malam yang Sakral</a> appeared first on <a href="https://unjkita.com">UNJKita.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Merdeka, Katanya&#8230;</title>
		<link>https://unjkita.com/merdeka-katanya/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[UNJKita.com &#124; @pemburukampus]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 19 Aug 2017 04:42:51 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kampus]]></category>
		<category><![CDATA[Kemerdekaan RI]]></category>
		<category><![CDATA[Puisi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://unjkita.com/?p=13143</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Hilda Diana, S.Pd. (FIS UNJ Angkatan 2012) Kawan&#8230; Tadi malam kau katakan padaku bahwa esok pagi kita akan rayakan kemerdekaan. Yaa, merdeka!! Sungguh? Merdeka,...</p>
<p>The post <a href="https://unjkita.com/merdeka-katanya/">Merdeka, Katanya&#8230;</a> appeared first on <a href="https://unjkita.com">UNJKita.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Oleh: Hilda Diana, S.Pd. (FIS UNJ Angkatan 2012)</strong></p>
<p>Kawan&#8230;</p>
<p>Tadi malam kau katakan padaku bahwa esok pagi kita akan rayakan kemerdekaan. Yaa, merdeka!!</p>
<p>Sungguh? Merdeka, katamu? Tanyaku setengah heran.</p>
<p>Ya. Kita sudah 72 tahun merdeka. Terbebas dari penjajah! .<br />
Hmm&#8230; sini-sini dekatkan telingamu, biar ku bisikkan&#8230; &#8220;Kau sedang berkhayal!&#8221;</p>
<p>Maaf, apa maksudmu?!! Bentakmu garang sembari mengacungkan telunjuk tepat lima senti di depan mataku.</p>
<p>Dasar bodoh!! Nggak pernah baca buku!! Alay!! Umpatmu kasar, persis kompeni 100%.</p>
<p>Dengan wajah kecut sembari memicingkan mata kau berlalu. Menyisakan tiga kalimat yang sungguh menghujam hatiku.</p>
<p>Kawan, benarkah aku bodoh? Nggak pernah baca buku? Alamak alay lagi.</p>
<p>Andai kau sedikit bersabar dan bisa menahan emosimu, akan ku jelaskan padamu bahwa yang kusampaikan padamu itu benar.</p>
<p>Kau hanya sedang berkhayal bahwa kita telah merdeka.</p>
<p>Bahkan sikapmu padaku semakin meyakinkan hatiku bahwa yang kau katakan adalah bohong!</p>
<p>Tak percaya?</p>
<p>Sini biar ku bacakan arti &#8220;penjajah&#8221; dalam kamus yang sering Si Bodoh ini membacanya.</p>
<p>Penjajah itu, &#8220;Orang yang Menindas Orang Lain!&#8221;, &#8221; Orang yg Merendahkan Orang Lain&#8221;, &#8220;Org yang mem-BULLY orang Lain!!&#8221;</p>
<p>Ya ya ya&#8230; bukankah perilaku itu yang baru saja kau tunjukan.</p>
<p>Ayolah apa kau pikir penjajah itu yang rambutnya pirang?</p>
<p>Yang kulitnya putih?</p>
<p>Yang makannya keju dan gandum?</p>
<p>Hei! Yang rambutnya lurus-ikal, yang kulitnya hitam-sawomatang, yang makannya tempe-oncom juga bisa menjadi penjajah!</p>
<p>Lihat sekelilingmu! Lihat dirimu!</p>
<p>Setiap yang mengumpat adalah penjajah, setiap yang menindas adalah penjajah, setiap yang nyinyir adalah penjajah.</p>
<p>Jika setiap hari masih terdengar kalimat-kalimat seperti itu, jika setiap hari masih dilakukan perbuatan-perbuatan seperti itu, tidakkah kau malu berkata, &#8220;Merdeka&#8221;?</p>
<p><em>Pandeglang, 17 Agustus 2017</em></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>The post <a href="https://unjkita.com/merdeka-katanya/">Merdeka, Katanya&#8230;</a> appeared first on <a href="https://unjkita.com">UNJKita.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Hari Ini</title>
		<link>https://unjkita.com/hari-ini/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[UNJKita.com &#124; @pemburukampus]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 11 May 2017 03:05:26 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kampus]]></category>
		<category><![CDATA[Karya Mahasiswa]]></category>
		<category><![CDATA[Pesta Literasi 2017]]></category>
		<category><![CDATA[Puisi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://unjkita.com/?p=8777</guid>

					<description><![CDATA[<p>Menoleh kebelakang, Tak bisa. Melihat kedepan, Tak kuasa. Hanya melipat tangan, tertunduk rapi. Bersandar di rotan, dan gumam dalam hati. Mau jadi apa nanti ?...</p>
<p>The post <a href="https://unjkita.com/hari-ini/">Hari Ini</a> appeared first on <a href="https://unjkita.com">UNJKita.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><em>Menoleh kebelakang, Tak bisa.</em></p>
<p><em>Melihat kedepan, Tak kuasa.</em><br />
<em> Hanya melipat tangan, tertunduk rapi.</em><br />
<em> Bersandar di rotan, dan gumam dalam hati.</em></p>
<p><em>Mau jadi apa nanti ?</em></p>
<p><em>Halah&#8230;&#8230;..</em><br />
<em> Biar saja pertanyaan itu terlewati,</em><br />
<em> Mau jadi apa nanti !</em><br />
<em> Lagi-lagi terlewati</em></p>
<p><em>Tak usah mengkhawatiri nanti.</em><br />
<em> Hari ini tau arti.</em><br />
<em> Hari ini tau diri.</em><br />
<em> Sudah cukup untuk nanti.</em></p>
<p><em>Biar aku tak tau nanti</em><br />
<em> Biar aku tak tau pasti</em><br />
<em> Tapi,</em><br />
<em> Aku tau arti, mau buat apa hari ini.</em><br />
<strong>Oleh: Titi Muntiarti (Pendidikan AP UNJ Angkatan 2014)</strong></p>
<p><em>Tulisan ini dipersembahkan untuk Pesta Literasi 2017 yang diselenggarakan oleh UNJKita.</em></p>
<p>The post <a href="https://unjkita.com/hari-ini/">Hari Ini</a> appeared first on <a href="https://unjkita.com">UNJKita.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
