<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Serial Fresh Graduate Archives - UNJKita.com</title>
	<atom:link href="https://unjkita.com/tag/serial-fresh-graduate/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://unjkita.com/tag/serial-fresh-graduate/</link>
	<description>Saling Menginspirasi untuk Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Fri, 07 Jul 2017 09:34:47 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.4</generator>

<image>
	<url>https://unjkita.com/wp-content/uploads/2018/08/cropped-unjkita-32x32.png</url>
	<title>Serial Fresh Graduate Archives - UNJKita.com</title>
	<link>https://unjkita.com/tag/serial-fresh-graduate/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Notula Ruang Terbuka UNJKita Serial Fresh Graduate &#8211; Part 3: &#8220;Merintis Karir dan Menembus Perusahaan Idaman&#8221;</title>
		<link>https://unjkita.com/notula-ruang-terbuka-unjkita-serial-fresh-graduate-part-3-merintis-karir-dan-menembus-perusahaan-idaman/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Annisa Indriyani]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 08 Mar 2017 03:11:37 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Agenda]]></category>
		<category><![CDATA[Rubrik]]></category>
		<category><![CDATA[Karyawan]]></category>
		<category><![CDATA[Serial Fresh Graduate]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://unjkita.com/?p=6523</guid>

					<description><![CDATA[<p>Teruntuk sobat UNJKita.com yang setelah lulus nanti berniat untuk menjadi seorang karyawan di suatu perusahaan, nampaknya perlu melirik rangkuman diskusi online dalam Rubrik serial Fresh...</p>
<p>The post <a href="https://unjkita.com/notula-ruang-terbuka-unjkita-serial-fresh-graduate-part-3-merintis-karir-dan-menembus-perusahaan-idaman/">Notula Ruang Terbuka UNJKita Serial Fresh Graduate &#8211; Part 3: &#8220;Merintis Karir dan Menembus Perusahaan Idaman&#8221;</a> appeared first on <a href="https://unjkita.com">UNJKita.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Teruntuk sobat UNJKita.com yang setelah lulus nanti berniat untuk menjadi seorang karyawan di suatu perusahaan, nampaknya perlu melirik rangkuman diskusi online dalam Rubrik serial <em>Fresh Graduate</em> yang telah disiapkan oleh Tim UNJKita.com.</p>
<p>Diskusi yang berlangsung selama dua jam ini, menghadirkan CEO UNJKita.com, Ferly Ferdyant, S.E., sebagai narasumber penutup dalam Rubrik kali ini. Tentunya dipandu pula oleh Annisa Indriyani, S.Pd. (Kontributor UNJKita.com) sebagai moderator hingga diskusi berakhir.</p>
<p style="padding-left: 30px;"><strong>Baca juga: <span style="color: #800000;"><a style="color: #800000;" href="http://unjkita.com/notula-ruang-terbuka-unjkita-serial-fresh-graduate-part-1-menjadi-guru-tak-hanya-sekadar-profesi/">Notula Ruang Terbuka UNJKita Serial Fresh Graduate – Part 1: “Menjadi Guru Tak Hanya Sekadar Profesi”</a></span></strong></p>
<p>Kak Ferly merupakan seorang karyawan yang sedang bekerja di perusahan CitiLink sebagai akuntan. Sebelumnya, ia juga pernah bekerja di beberapa perusahaan ternama.<em> Hemmm&#8230; penasaran kan bagaimana ia bisa menembus perusahaan tersebut? Mau tahu sepak terjangnya lebih lanjut?</em> Silakan membaca selengkapnya di notula berikut ini.</p>
<h4><strong>SESI MATERI</strong></h4>
<h5><strong>Apakah saat menunggu wisuda Ka Ferly langsung <em>apply</em> di perusahaan-perusahaan?</strong></h5>
<p>Sebagai seorang lulusan S1 Akuntansi konsentrasi Auditing, pastinya idealisme pasca kampus adalah untuk menjadi seorang Auditor atau Akuntan. Tidak lain dan tidak bukan adalah untuk mengimplementasikan ilmu pengetahuan yang diraih selama empat tahun belajar di kelas. Menjadi Auditor di KAP Big 4 atau Akuntan di perusahaan bonafit yang <em>reputable</em> pastinya menjadi target mayoritas <em>fresh graduate</em> akuntansi.</p>
<p><em>Alhamdulillah</em> sebelum diwisuda (sambil mengabdi sebagai Kepala Departemen Pendidikan BEM UNJ 2014 waktu itu) saya sudah diterima sebagai <em>Associate Auditor</em> di Kantor Akuntan Publik Deloitte <em>(1 of the Big 4 Public Accountant Firm in the World).</em> Seleksi sudah dimulai sejak masa skripsi.<em> Alhamdulillah</em> tawaran seleksi datang dari dosen saya langsung kepada beberapa mahasiswa pilihannya, kebetulan waktu itu saya pernah menjadi Asdos beliau selama satu tahun. Nah, penting nih membangun <em>networking</em> dengan dosen sejak masih jadi mahasiswa.</p>
<p>Serangkaian tes saya ikuti mulai dari Technical test, TOEFL test, interview HR &amp; Interview Manager. <em>Alhamdulillah</em> diterima. Lalu setelah merintis karir sebagai Auditor, karir saya melanglang buana sampai ke sebuah perusahaan otomotif terkemuka (Trac – Astra International) dan kini merintis karir di sebuah BUMN Maskapai Penerbangan di Cengkareng, Soetta sebagai <em>Accountant</em>.</p>
<p>Perjuangan merintis karir tidak semulus pipi bayi. Berbagai proses saya alami mulai dari dunia maya hingga dunia nyata. Aktivasi media online, desak-desakan dan umpel-umpelan di Job Fair, sampai datang ke satu perusahaan hingga perusahaan lain untuk jobtest, interview, psikotest, sampai Nego gaji. Interview pun ada beberapa tahapan sob! Mulai dari interview HRD, interview user (manager / div.head), interview psikolog, interview direktur, sampai interview presiden direktur. Belum lagi ada test kesehatan (medical check up) dan yang terakhir <em>negosiasi compensation &amp; benefit</em> (gaji yg kita inginkan). <em>Alhamdulillah</em> hasil tidak akan mengecewakan proses pastinya. Yang terpenting ketika kita pindah pekerjaan atau perusahaan, kita harus tanggung jawab terkait keputusan yang kita ambil. Serta<em> survive</em> menjalaninya. <em>Career Plan</em> harus konsisten dan tercapai targetnya!</p>
<h5><strong>Pernah mengalami penolakan tidak kak?</strong></h5>
<p>Wah penolakan pastinya pernah. Melihat kampus kita tak se-mentereng kampus kuning atau kampus besar lainnya. Banyak <em>corporate</em> Tbk/BUMN yang memprioritaskan kampus-kampus besar terlebih dahulu. Tapi saya tidak pantang nyerah. Terus belajar dari kesalahan, bangun <em>networking</em>, perbanyak ikhtiar dan tak lupa tawakal sama yang Maha Pemberi Rezeki.</p>
<h5><strong>Mengapa Kak Ferly lebih memilih jalur sebagai pekerja professional di perusahaan?</strong></h5>
<p>Jawaban paling simpel adalah karna ijazah saya Non Pendidikan, sehingga saya tidak bisa menjadi tenaga pendidik (guru) yang <em>capable</em>. Lalu, sebaliknya apakah yang ijazah pendidikan (S.Pd) tidak bisa bekerja di perusahaan? Bisa kok. Banyak alumni dengan ijazah S.Pd. yang bekerja di perusahaan, asalkan linier dengan bidang pekerjaan yang digeluti. Misal, Pendidikan Akuntansi sebagai akuntan, Pendidikan Tata Niaga sebagai Marketing atau SDM, Pendidikan Administrasi Perkantoran sebagai tenaga administrasi, dan lain-lain.</p>
<p>Atau yang gak linier dengan bidang kuliahnya juga banyak, biasanya pada posisi<em> Management Trainee (MT)</em> yang sifatnya general, di <em>management trainee</em> ini nantinya teman-teman akan di-<em>rolling</em> pada posisi finance, sales, marketing, produksi, teknik, dan sebagainya. Biasanya juga MT dibuka untuk seluruh jurusan dengan akreditasi dan IPK tertentu dan <em>qualified</em> pastinya.</p>
<p>Kenapa tidak jadi Dosen saja kak? Saya berencana untuk menjadi dosen, tapi bukan dosen akademisi yang mengedepankan <em>research</em>, melainkan dosen praktisi yang sudah <em>professional</em> di dunia praktis. Karena setelah beberapa tahun bekerja, ilmu akademis sangat berbeda penerapannya ketika terjun ke dunia kerja. Maka, diri ini bertekad untuk menjadi penjembatan untuk kedua bidang ini agar seimbang dan terintegrasi. Oleh karna itulah saya mengambil jalan ini. Mohon doanya sedang pemberkasan untuk seleksi kuliah master bulan depan.</p>
<p>Kenapa gak bisnis aja ka? Bisnis butuh<em> resource</em> yang cukup besar, mulai dari modal, <em>human resource</em> hingga ide dan hal-hal konkret lainnya. Tapi jangan menyerah dulu, semua bisa kita mulai dan bangun perlahan. <em>Insya Allah</em> sambil bekerja di perusahaan saat ini saya juga sedang merintis sebuah <em>StartUp Tech Travel and Tourism</em>: https://jelajahi.id/ Alhamdulillah kemarin sudah <em>launch</em> di Tech in Asia. Mohon doanya juga ya sob!</p>
<h5><strong>Setiap profesi pastinya punya benefitnya tersendiri. Berdasarkan pengalaman kakak, apa saja benefit jadi pekerja professional di perusahaan?</strong></h5>
<p>Setiap pilihan pasti ada benefit yang diambil, kira-kira benefit apa yang kita dapatkan sebagai pekerja professional di perusahaan yang saya sudah dapatkan ya?</p>
<p>Yang pasti adalah penghasilan tetap dan pasti setiap bulannya. (Ini jadi modal klo ditanya pertanyaan sama calon mertua nih&#8230; hehe). Lalu fasilitas kantor dan prasarana yang memadai (laptop dan seluruh peralatannya yang diberikan kepada kita, sarana olahraga dikantor)</p>
<p>Ada beberapa perusahaan yang memberikan fasilitas khusus seperti contohnya perusahaan saya yang memberikan tiket pesawat secara<em> unlimited</em> sepanjang tahunnya, atau di perusahaan lain yang memberikan fasilitas mobil untuk karyawannya bagi yang sudah mencapai jabatan tertentu. Lalu, juga ada Jaminan asuransi Kesehatan (gak hanya untuk kamu, tapi juga untuk istri dan tiga anak).</p>
<p>Kita bisa mengembangkan<em> softskill</em> dan <em>hardskill</em> (yang tidak didapat di kampus atau sekolah).</p>
<p>Serta yang paling penting adalah pengalaman baru (yang tentunya berguna untuk CV kamu).</p>
<p>Dibalik benefit, pasti ada hal-hal yang kurang mengenakkan saat menjadi pekerja <em>professional</em> di kantor. Seperti pekerjaan kita yang statis (delapan jam lebih berada di kursi dan meja di depan komputer). Hal tersebut bagi mantan aktivis kampus menjadi satu sisi yang kurang nyaman karna kita pasti cepat bosan dengan suasana statis seperti ini. Beda halnya jikalau kita memilih karir di dunia pendidikan atau wirausaha yang dinamis. Lalu, dalam beberapa waktu seperti <em>peak season</em> kita juga harus bekerja lembur sampai malam bahkan dini hari. Karna pekerjaan yang <em>overload</em>, waktu dan<em> deadline</em> yang sempit. Ya itulah hal-hal yang harus juga kita nikmatin guys!</p>
<h5><strong>Adakah tips dan trik bagi para<em> fresh graduate</em> yang mau terjun ke perusahaan kak?</strong></h5>
<p><strong>1. Siapkan CV dan Surat Lamaran yang kece</strong></p>
<p>Curriculum Vitae (CV) sejatinya sebagai senjata awal kita dalam memberikan informasi tentang “siapa kita” kepada pihak perusahaan yang kita lamar, itulah kenapa CV menjadi penting.</p>
<p>Mau cari kerja, butuh pengalaman. Mau cari pengalaman, butuh kerja. Dilema ini sering kali dirasakan mahasiswa yang baru akan mulai mencicipi dunia profesional. Kalau yang sudah punya banyak pengalaman kerja atau magang sih, enak. Bagaimana dengan yang tidak? Apa yang mau ditulis di CV ya?</p>
<p>Tapi jangan khawatir kalau kamu akan mendaftar ke suatu perusahaan dengan CV yang kosong di bagian <em>working experience</em>. Ada banyak hal, kok, yang bisa kamu tulis di aplikasi selain pengalaman kerja.</p>
<p>Kamu bisa tulis: Data Diri Lengkap, Singkat dan Padat. Pengalaman Organisasi Saat Kuliah. Cantumkan Pendidikan, Pelatihan, Prestasi. Jangan lupa Kemampuan Khusus serta Referensi. Jangan lupa desainnya harus menarik dan <em>eye catching</em> ya guys. Jangan samakan dengan CV kita yang polos saat menjadi pembicara di kajian/seminar. Karena CV yang masuk ke HRD sebuah perusahaan dalam satu posisi itu itu bisa ratusan hingga ribuan. Selain isi yang bagus, tampilan dan desain harus menarik agar bisa dilirik.</p>
<p>Selengkapnya kamu bisa <em>explore</em> di <a href="http://unjkita.com/serial-amunisi-fresh-graduate-2-menyusun-amunisi-curriculum-vitae/">http://unjkita.com/serial-amunisi-fresh-graduate-2-menyusun-amunisi-curriculum-vitae/</a> ya sob.</p>
<p><strong>2. Bangun Jaringan Seluas Mungkin</strong></p>
<p>Kamu tentu pernah mendengar ucapan bijak “Bukan apa yang kita tahu, tapi siapa yang kita tahu.” Kelilingi diri kamu dengan orang-orang berkualitas, baik dari dunia karir maupun personal. Hadiri acara yang berhubungan dengan dunia karir atau industri yang kamu idamkan.</p>
<blockquote><p><strong>Kelilingi diri kamu dengan orang-orang berkualitas, baik dari dunia karir maupun personal.</strong></p></blockquote>
<p>Semakin banyak informasi tentang lowongan pekerjaan pastinya ini akan mempermudah kalian menemukan pekerjan yang tepat, oleh karena itu perluas jaringan pertemanan kalian atau hubungi kembali kerabat yang sudah lama tidak berjumpa. Selain ini akan berguna untuk kalian saat kalian belum bekerja, jaringan yang kalian bangun sejak dini akan sangat bermanfaat untuk kalian nantinya.</p>
<p><strong>3. Pertajam <em>Skill</em> dan Pengetahuan</strong></p>
<p>Bukan hanya ijazah yang berpengaruh pada proses perekrutan karyawan, <em>skill</em> dan pengetahuan yang kita miliki adalah faktor paling penting yang dinilai oleh bagian yang akan menyeleksi kita. <em>Skill</em> merupakan amunisi untuk bersaing dengan <em>fresh graduate</em> lain, semakin banyak bidang yang kita kuasai, makin kemahiran dengan bidang yang biasa kalian geluti maka makin baik penilaian yang akan diberikan.</p>
<p>Jadi tidak ada salahnya seraya menunggu panggilan pekerjaan sobat juga mempertajam <em>skill</em> dan kemampuan, misalnya saja kalian dapat mengisi waktu dengan mengikuti kursus bahasa asing seperti bahasa Inggris, Jepang atau Mandarin. Atau kita bisa juga mengikuti kursus brevet pajak, kursus desain, <em>public speaking</em>, dan sebagainya ini mungkin adalah pilihan yang tepat.</p>
<p><strong>4. Optimasi Linkedin</strong></p>
<p>Dengan era internet seperti sekarang, LinkedIn telah menjadi sebuah alat pencari kerja yang besar, dimana kalian dapat terhubung dengan para alumni dari sekolah kalian sebelumnya. Tentu saja, hal ini membuat kalian memiliki jaringan koneksi yang besar dan akses cepat untuk menghubungi orang-orang tersebut.</p>
<p>Fungsi linkedIn disini mampu mendongkrak daya tawar kamu sebagai pelamar dan pencari pekerjaan, karena bisa dibilang linkedIn adalah CV online kamu di internet yang sudah  memberikan semua info tentang kamu.</p>
<p>Namun yang perlu diperhatikan disini adalah menggunakan bahasa yang lebih professional dalam menjelaskan ‘siapa kamu’ dan ‘apa yang bisa membuat saya tertarik merekrut kamu’, karena itu adalah modal awal kamu untuk mendapatkan daya tawar dalam mencari pekerjaan. Ayo yang belum punya akun LinkedIn segera daftar ya.</p>
<p><strong>5. Daftarkan diri di Situs Pencari Loker &amp; Datang ke Job Fair</strong></p>
<p>Di Era digital saat ini kita diberikan kemudahan dalam hal distribusi data. semuda data kita dengan mudahnya didistribusikan secara online, sehingga bermuncuan beberapa situs lowongan kerja. kamu cukup upload dan buat sebaik mungkin CV kamu.</p>
<p>Berikut beberapa situs lowongan kerja yang saya rekomendasikan: Jobstreet.co.id, Jobsdb.com, Karir.com atau kamu juga bisa mampir ke <a href="http://unjkita.com/lowongan-kerja/">http://unjkita.com/lowongan-kerja/ </a>karena UNJKita telah menjalin <em>Strategic Partnership</em> dengan Student Job Indonesia untuk penyedia lowongan <em>Full Time, Part Time, Volunteer,</em> hingga <em>Internship</em> (magang).</p>
<p>Jangan lupa untuk perbesar ikhtiar kita bisa hadir ke Job Fair. Job Fair atau Job Expo sering diselenggarakan sebagai sarana untuk mempertemukan perusahaan dengan calon-calon karyawannya. Ada banyak perusahaan yang ikut serta, sehingga dengan hanya mendatangi tempat di mana diselenggarakannya pameran ini, Kamu bisa langsung melamar ke banyak perusahaan. Dengan demikian, dapat menghemat waktu dan biaya daripada harus mendatangi atau mengirim surat lamaran kepada perusahaan satu per satu. Strategi jitu menuju job fair sudah saya kupas tuntas di <a href="http://unjkita.com/serial-amunisi-fresh-graduate-3-menyusun-strategi-menuju-job-fair/">http://unjkita.com/serial-amunisi-fresh-graduate-3-menyusun-strategi-menuju-job-fair/</a></p>
<p><strong>6. Persiapkan diri Untuk Wawancara &amp; Psikotest</strong></p>
<p>Pada umumnya, setiap orang yang akan melamar pekerjaan akan melalui tahap wawancara. Setelah lulus seleksi dokumen (surat lamaran kerja dan CV) dan psikotest, tes wawancara merupakan tes yang paling menentukan diterima atau tidaknya si pelamar kerja di perusahaan. Tes wawancara sering dikatakan sebagai momok dalam melamar pekerjaan karena cenderung menegangkan untuk orang-orang yang baru pertama kali melamar pekerjaan.</p>
<p>Sehingga sering kali bagi pelamar kerja pemula mengalami kegagalan pada tahap tes ini. Salah satu penyebab kegagalan dalam tes wawancara adalah kurangnya persiapan sang pelamar kerja terkait materi wawancara dan perilaku sebelum tes wawancara dimulai. Sehingga, ketika wawancara kerja berlangsung, peserta akan merasa gugup dalam menjawab pertanyaan, dan performa saat wawancara pun menjadi kurang baik.</p>
<h4><strong>SESI DISKUSI</strong></h4>
<p><strong><u>Pertanyaan pertama:</u></strong></p>
<p><strong><em>Kak mau tanya kalau jurusan kita gak benar-benar lurus sama keinginan. Seperti pendidikan ekonomi tapi planning mau berkarir di akuntansi, gimana kak peluangnya? Sempet melamar job accounting belum ada respon. Apa kalau belum lulus juga susah dapatkan pekerjaan sesuai dengan minat kita. </em></strong><em>Oleh: Ika, EA 2013</em></p>
<p><strong><u>Jawaban:</u></strong></p>
<p>Oke, biasanya kalau belum ada respon ada beberapa hal yang harus kita perbaiki dan cermati lagi nih. Misal, dalam lowongan di <em>JobStreet</em> adakah mensyaratkan pengalaman kerja sebelumnya? Biasanya ini agak sulit untuk para <em>fresh graduate</em> yang minim bahkan nihil pengalaman kerja. Maka kita sebaiknya<em> apply</em> lowongan di perusahaan yang membuka kesempatan bagi <em>fresh graduate.</em></p>
<p>Kemudian adakah persyaratan untuk lowongan tersebut khusus hanya untuk <em>Accounting</em> saja? Atau yang berhubungan dengan <em>finance and economic</em> juga boleh? Cek juga di persyaratannya. Lalu, yang terakhir perbanyak ikhtiar dengan banyak cara di atas, perbanyak <em>networking</em>, perbaiki CV yang bagus, terus ikhtiar ke perusahaan-perusahaan dan <em>jobfair</em>, banyak-banyak doa dan tawakal kepadaNya</p>
<p><strong><u>Tanggapan Penanya:</u></strong></p>
<p>Boleh nanya lagi gak kak? Kalau <em>internship</em> yang sudah dicek tahapan yang kakak <em>share</em> di atas. Namun, juga belum direspon, perlu kira email untuk menanyakan kemajuan <em>apply</em>-an kita. Pernah merasa <em>hopeless</em> gak waktu merasa ditolak dan mau pindah ke profesi lain yang mungkin selinier dengan jurusan/ kesempatan kerja lain?</p>
<p><strong><u>Tanggapan Pemateri:</u></strong></p>
<p>Boleh email ke <em>HRD Corporate</em>-nya dengan bahasa yang santun ya. Coba saja ditanyakan apakah posisi <em>internship</em> tersebut masih dibuka kesempatan seleksinya atau sudah ditutup. Saya bahkan pernah langsung telepon. Jadi, biar dapet kepastian dan tidak digantungin. Tapi kalau menelepon jika sudah 1-2 kali tahapan seleksi ya.</p>
<p><em>Hopeless</em> sih pernah, wajar dan manusiawi kok karna gagal dan ditolak. Tapi yang penting jangan patah semangat dan banting setir untuk pindah profesi. Mungkin saja ikhtiar dan tawakal kita belum maksimal. Maka mohon bersabar ini ujian.</p>
<p><strong><u>Pertanyaan kedua:</u></strong></p>
<p><strong><em>Kalau untuk praktisi akuntan publik begitu, lebih baik ambil studi master (S2) atau sertifikasi profesi ya kak</em></strong><strong><em>？</em></strong><strong><em>yg lebih baik didahulukan yang mana kak?</em></strong><em> Oleh: Guruh Triyanto, Akuntansi UNJ</em></p>
<p><strong><u>Jawaban:</u></strong></p>
<p>Nah karna saya belum jadi <em>Audit Partner</em> jadi pertanyaan ini belum cocok kalau ditanyakan ke saya. Lebih baik ditanya ke <em>partne</em>r-nya langsung saja hehe. Tapi kalau biasanya untuk praktisi prefer kejar sertifikasi (CPA or CA) dulu sebelum gelar master. Karna gelar sertifikasi profesi yang menaikan derajat praktisi tersebut. Dan untuk menggapai gelar praktisi harus memenuhi persyaratan minimum pengalaman kerja dan praktiknya.</p>
<p><strong><u>Pertanyaan ketiga:</u></strong></p>
<p><strong><em>Berdasarkan pengalaman Kak Ferly sendiri, apakah lebih mudah jika jalur karirnya bermulai dari KAP untuk bisa menjadi CPNS atau pegawai BUMN? Seperti yg kita tahu untuk menjadi PNS atau BUMN adalah impian banyak orang dan harus melalui persaingan yg cukup ketat.</em></strong><em> Oleh Prayoga Fahmy, Akuntansi 2013</em></p>
<p><strong><u>Jawaban:</u></strong></p>
<p>Banyak orang yang mengatakan bahwa berkarir di KAP sebagai batu loncatan. Saya pun pribadi mengiyakan hal tersebut. Mengapa demikian?</p>
<p>Karna mayoritas KAP banyak yg menerima Fresh Graduate Accounting, dibandingkan Corporate yang mengutamakan Experience (Pro Hired). di KAP kita dilatih untuk menganalisa dan memeriksa laporan keuangan klien (Corporate) sehingga kita sudah lihai. Nah setelah lihai baru deh kita masuk ke Corporate sebagai Accountant yg tugasnya membuat laporan keuangan tersebut. Ini case empiris saya di KAP &#8211;&gt; Swasta Tbk &#8211;&gt; BUMN.</p>
<p>Itu untuk <em>case</em> KAP dan Corporate ya. Baik Corporate Swasta ataupun BUMN. Tapi <em>case</em>-nya tidak berlaku untuk CPNS, karena seleksi CPNS tidak mengutamakan pengalaman kerja sebelumnya. Lebih kepada <em>expertise</em> dan kecerdasan para CPNS dalam menjawab seleksi-seleksi di CPNS tersebut.</p>
<p><strong><u>Pertanyaan keempat:</u></strong></p>
<p><strong><em>Dari sekian banyak perusahaan yang Kak Ferly &#8216;singgahi&#8217; , di perusahaan apa yang menurut kakak paling berkesan dan benefitnya lebih banyak baik dari segi materil atau hal lainnya?</em></strong></p>
<p><strong><u>Jawaban:</u></strong></p>
<p>Benefit yang paling banyak adalah <em>Alhamdulillah</em> saya bisa dapat <em>softskill</em> &amp; <em>hardskill</em> yang tidak didapat di bangku kuliah, melihat banyak materi kuliah ternyata beda banget loh sama praktik di lapangan. Dan ini PR besar bagi para <em>expertise</em> untuk mengembangkan ilmunya lagi. Belum lagi pengalaman ketemu banyak orang dan perbanyak <em>networking</em>. Serta jaminan kesehatan yang tidak bisa diuangkan dengan nominal yang cukup besar. Serta fasilitas lainnya yang <em>Alhamdulillah</em> banget nih.</p>
<p><em>Alhamdulillah</em> di kantor saya saat ini bisa dapat fasilitas tiket terbang <em>unlimited</em> dengan pesawat kemanapun dan kapanpun. Ini berlaku untuk seluruh karyawan tanpa terkecuali. Kalau diuangkan dengan nominal ini sulit hitungnya. <em>Alhamdulillah</em> hobi <em>travelling</em> saya bisa terbayarkan disini.</p>
<p>Ada lagi banyak perusahaan yang memberikan fasilitas kendaraan bermotor bahkan rumah tinggal bagi pegawainya yang sudah mencapai jabatan tertentu. Nah, ini juga jadi benefit yang besar jika dinominalkan.</p>
<p><strong><u>Pertanyaan kelima:</u></strong></p>
<p><strong><em>Kak, sebenarnya peluang mahasiswa kependidikan di perusahaan sebesar dan sekecil apa ya ka? Karena saya cukup pesimis untuk bisa menembus perusahaan yang saya idamkan. Mengingat background pendidikan saya, anak pendidikan. Tapi untuk terjun ke dunia pendidikan juga masih belum sepenuh hati.</em></strong> <strong><em>Apalagi kebanyakan perusahaan mensyaratkan lulusan akuntansi. Sedangkan, sebagai anak prodi bukan akuntansi, dapat materi akuntansinya gak banyak</em></strong><em>. Oleh Devi, FE 2014</em></p>
<p><strong><u>Jawaban:</u></strong></p>
<p>Kecil dan besarnya itu tergantung seberapa besar ikhtiar kita loh. Banyak lulusan FE UNJ yang kependidikan merintis karir di perusahaan. Banyak juga yang melanjutkan karir di perbankan atau mengambil jalur rekrutment yang umum (<em>available</em> untuk <em>fresh graduate</em> dan seluruh jurusan) misalnya posisi <em>management trainee.</em></p>
<p>Apa itu <em>Management Trainee</em>? <em>Management Trainee</em> adalah sebuah program yang diberikan pelatihan <em>On The Job training</em> dalam sebuah masa (1-3 tahun) di sebuah perusahaan. Biasanya MT lulusannya akan menempati posisi <em>middle management</em> <em>(junior management)</em> satu tingkat di atas staff.</p>
<p>MT ada yang sifatnya general dan ada yang sifatnya khusus. MT yang sifatnya general bisa untuk seluruh jurusan, nanti kamu bisa di-<em>rolling</em> ke seluruh posisi yang ada di <em>corporat</em>e tersebut seperti Sales, Marketing, Produksi, Finance, Teknik, dan lain-lain. Baru setelah lulus dan penempatan kamu akan ditempatkan sesuai kualifikasi pada saat OJT.</p>
<p>MT yang sifatnya khusus di-<em>rolling</em> pada bidang yang spesifik. Misalnya, dulu saya <em>MT Finance and Administration</em> di Astra. Maka saya di-<em>rolling</em> di Accounting, Finance, Tax, Budget, Cash, Internal Audit, dan lain-lain. Nah, kamu coba <em>apply</em> di perusahaan yang membuka posisi bagi <em>fresh graduate</em> dan terbuka untuk seluruh jurusan ya. Atau posisi <em>Management Trainee</em> juga bisa</p>
<p><strong><u>Pertanyaa keenam:</u></strong></p>
<p><strong><em>Ingin bertanya tentang karier kepenulisannya nih Kak, gimana tips-tipsnya agar hobi nulis kita bisa dimaksimalkan sampai menjadi hobi yang terbayarkan? </em></strong><em>Oleh: Aan, FT</em></p>
<p><strong><u>Jawaban:</u></strong></p>
<p>Ada pepatah mengatakan : &#8220;ala bisa karena biasa&#8230;&#8221; Maka, menulis sudah jadi makanan sehari-hari kita (bahkan harus jadi kebutuhan) supaya <em>passion</em> kita trus <em>digasspoll</em>. Nah kalau saat masih jadi mahasiswa kamu bisa kirim artikel tulisanmu ke beberapa media cetak dan elektronik, biasanya di kolom opini mahasiswa itu suka dibuka.</p>
<p>Pasca kampus kamu bisa berkarir sebagai jurnalis atau editor media mainstream. Tapi tetap pertahankan idealisme ya supaya tulisan kita bisa jadi senjata yang optimal untuk mencerdaskan dan mencerahkan. Jangan sampai idealisme kita luntur sama media-media kini.</p>
<p><strong><u>Pertanyaan ketujuh:</u></strong></p>
<p><strong><em>Ka boleh tau gak kiat-kiat biar bisa dapat pekerjaan di Garuda bagaimana? Dengar-dengar TOEFL-nya harus 500 ya ka sekarang?</em></strong> <em>Oleh: Steria, TN 2013.</em></p>
<p><strong><u>Jawaban:</u></strong></p>
<p>Jalur Garuda itu macam-macam rekrutmennya. Saya kebetulan masuk lewat jalur rekrutmen anaknya di Citilink &#8211; Garuda Indonesia. Kemarin seleksinya cukup simpel kok hanya <em>interview HRD, interview manager, interview Vice President, psikotest online</em>, sampai ke <em>medical check up</em> dan nego gaji.</p>
<p style="padding-left: 30px;"><strong>Baca juga: <span style="color: #800000;"><a style="color: #800000;" href="http://unjkita.com/notula-ruang-terbuka-unjkita-serial-fresh-graduate-part-2-fokus-meraih-omset-puluhan-juta-rupiah-pasca-wisuda/">Notula Ruang Terbuka UNJKita serial Fresh Graduate – Part 2: “Fokus Meraih Omset Puluhan Juta Rupiah Pasca Wisuda”</a></span></strong></p>
<h4><strong>PENUTUP</strong></h4>
<p>Lulus kuliah adalah momentum yang sangat membahagiakan untuk kita dan orang tua. Lulus kuliah merupakan tahap awal untuk menghadapi kehidupan yang sesungguhnya, yaitu dunia kerja. Menjadi lulusan baru <em>(Fresh Graduate)</em> memang agak sulit untuk mendapatkan pekerjaan. Karena jaman sekarang rata-rata perusahaan hanya mau merekrut orang yang sudah memiliki pengalaman kerja.</p>
<p>Dalam mencari kerja kita masih harus berjuang dan bersaing satu dengan lainnya. Tak jarang, para <em>fresh graduate</em> pun akan memikirkan matang-matang tentang pekerjaannya. Apa yang akan dilakukan untuk mencari uang. Berapa yang ingin dihasilkan dalam jangka waktu tertentu. Hal itu tentu akan menjadi dasar pertimbangan dalam mencari. Buat kamu sobat UNJKita yang baru saja menjadi atau bakal calon <em>fresh graduate</em> nantinya, tidak usah khawatir dengan persaingan yang ketat di luar sana.</p>
<p>Perbanyak ikhtiar dengan enam poin yang sudah saya paparkan diatas;  siapkan CV dan Surat Lamaran yang kece, Bangun Jaringan Seluas Mungkin, Pertajam Skill dan Pengetahuan, Optimasi LinkedIn, Daftarkan diri di Situs Pencari Loker &amp; Datang ke Job Fair, dan Persiapkan diri Untuk Wawancara &amp; Psikotest.</p>
<p>Buat kamu yang masih kurang puas dengan segmen rubrik ini, bisa pantengin tulisan informatif kami seputar pasca kampus dan tips karir di <a href="http://unjkita.com/category/alumni/tips-karir/">http://unjkita.com/category/alumni/tips-karir/</a> yaa sob! Buat kamu yang sedang mencari lowongan internship, volunteer, part time atau full time bisa juga mampir ke <a href="http://unjkita.com/lowongan-kerja/">http://unjkita.com/lowongan-kerja/</a> kerja sama strategis antara UNJKita dan Student Job Indonesia.</p>
<blockquote><p>Besar kecilnya peluang kamu diterima tergantung besar kecilnya ikhtiar kita sob! Jangan patah semangat untuk terus ikhtiar dan Perbanyak ibadah kita kepada sang maha pemberi Rizki ya.</p></blockquote>
<p>Sudah jelas bukan bahwa pencapaian Kak Ferly saat ini tidak semudah membalikkan telapak tangan atau secepat mie instan. Namun ada waktu, materi, pikiran, dan peluh yang harus terkuras lebih banyak daripada orang lain pada umumnya. Yakinlah bahwa hasil tak akan mengkhianati proses. Berproseslah dengan baik, hingga kelak akan kau dapati keberkahan tiada akhir. Selamat berproses dan berjuang. Nantikan kembali Rubrik UNJKita edisi berikutnya dengan tema yang tak kalah menarik.</p>
<p><em>See you on top, guys!</em></p>
<p><em>*Notula dibuat oleh Ninnete Ika Asyifa, S.Pd.</em></p>
<p>The post <a href="https://unjkita.com/notula-ruang-terbuka-unjkita-serial-fresh-graduate-part-3-merintis-karir-dan-menembus-perusahaan-idaman/">Notula Ruang Terbuka UNJKita Serial Fresh Graduate &#8211; Part 3: &#8220;Merintis Karir dan Menembus Perusahaan Idaman&#8221;</a> appeared first on <a href="https://unjkita.com">UNJKita.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Notula Ruang Terbuka UNJKita Serial Fresh Graduate &#8211; Part 1: &#8220;Menjadi Guru Tak Hanya Sekadar Profesi&#8221;</title>
		<link>https://unjkita.com/notula-ruang-terbuka-unjkita-serial-fresh-graduate-part-1-menjadi-guru-tak-hanya-sekadar-profesi/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Annisa Indriyani]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 08 Mar 2017 00:37:04 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Agenda]]></category>
		<category><![CDATA[Rubrik]]></category>
		<category><![CDATA[Serial Fresh Graduate]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://unjkita.com/?p=6515</guid>

					<description><![CDATA[<p>Kesuksesan Ruang Terbuka (Rubrik) UNJKita sebelumnya, memberikan motivasi bagi Tim UNJKita.com untuk terus menggali kebutuhan yang diperlukan oleh mahasiswa UNJ dengan menghadirkan pembicara-pembicara yang menginspirasi....</p>
<p>The post <a href="https://unjkita.com/notula-ruang-terbuka-unjkita-serial-fresh-graduate-part-1-menjadi-guru-tak-hanya-sekadar-profesi/">Notula Ruang Terbuka UNJKita Serial Fresh Graduate &#8211; Part 1: &#8220;Menjadi Guru Tak Hanya Sekadar Profesi&#8221;</a> appeared first on <a href="https://unjkita.com">UNJKita.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Kesuksesan Ruang Terbuka (Rubrik) UNJKita sebelumnya, memberikan motivasi bagi Tim UNJKita.com untuk terus menggali kebutuhan yang diperlukan oleh mahasiswa UNJ dengan menghadirkan pembicara-pembicara yang menginspirasi.</p>
<p>Guna menyambut para wisudawan/wisudawati yang akan diwisuda bulan Maret ini, UNJKita kembali menghadirkan Rubrik serial <em>Fresh Graduate</em>. Tujuan lainnya sebagai bahan referensi bagi mereka yang masih ragu atau bahkan belum sama sekali menentukan profesi yang kelak akan dipilih dalam dunia kerja. Rubrik kali ini dilaksanakan selama 3 hari berturut-turut dengan 3 pembicara yang memiliki profesi berbeda, yakni seorang guru muda, <em>entrepreneur</em>, dan akuntan.</p>
<p>Bagi sobat yang belum bisa berpartisipasi dalam Rubrik serial Fresh Graduate kemarin, <em>don&#8217;t worry be happy, guys</em>! Kita sudah siapkan notula Rubrik serial <em>Fresh Graduate</em> khusus untuk kamu.<strong> </strong></p>
<p>Hari Jumat, 27 Februari 2017, adalah diskusi pertama dalam Rubrik serial<em> Fresh Graduate</em>. Diskusi ini disampaikan oleh Kak Sitti Ghaliyah, S.Pd yang berbagi kisah tentang prosesnya menentukan profesi yang akhirnya jatuh cinta pada pilihan menjadi seorang guru. Diskusi terlaksana secara kondusif di bawah kendali moderator Syahiidah, salah satu kontributor UNJKita.com. Untuk kamu yang penasaran asyiknya menjadi seorang guru muda, yuk langsung nikmati cerita seru dari Kak Gia, panggilan akrabnya!</p>
<p style="padding-left: 30px;"><strong>Baca juga: <span style="color: #800000;"><a style="color: #800000;" href="http://unjkita.com/notula-ruang-terbuka-unjkita-serial-fresh-graduate-part-2-fokus-meraih-omset-puluhan-juta-rupiah-pasca-wisuda/">Notula Ruang Terbuka UNJKita serial Fresh Graduate – Part 2: “Fokus Meraih Omset Puluhan Juta Rupiah Pasca Wisuda”</a></span></strong></p>
<p>Berikut ini adalah rangkuman notula Rubrik serial Fresh Graduate yang bisa kamu nikmati. <em>Happy Reading</em>!</p>
<h4><strong>SESI MATERI</strong></h4>
<h5><strong>Bagaimana perjuangan Kak Gia untuk menjadi seorang guru saat  <em>Fresh Graduate</em>?</strong></h5>
<p>Bermula dari pernyataan, <strong>&#8220;Pilihlah profesi yang paling dijadikan <em>passion</em>. Hobi dibayar itu rasanya asyik banget!&#8221;</strong>. Tapi sebelumnya saya mau cerita sedikit tentang <em>background</em> kuliah saya ya.</p>
<p>Saya (pada akhirnya) menjatuhkan pilihan di Jurusan Fisika FMIPA, prodinya Pendidikan Fisika. Padahal sebelumnya, sudah yakin banget untuk ambil Jurusan Jurnalistik atau Jurusan Sastra Inggris.</p>
<p><em>Qodarullah,</em> diberi rezeki oleh Allah di Jurusan Fisika. Sudah tahu pula bahwa <em>goal</em>-nya akan menjadi seorang guru Fisika. Terlepas dari latar belakang saya memilih Jurusan Fisika (karena ceritanya lumayan panjang), akhirnya saya menjalani hari-hari di kampus dengan setengah hati. <em>Toh</em>, nantinya (setelah lulus) gak harus jadi guru fisika, kan?</p>
<p>Ya teman-teman, saya gak niat banget untuk menjadi guru!</p>
<p>Kenapa? Karena saya sudah tahu <em>passion</em> saya di bidang apa. Sejak OSIS SMP sampai BEM UNJ, saya selalu bergerak di bidang kejurnalistikkan. Saya juga sudah yakin dengan cita-cita profesi saya (menjelang lulus S1), yaitu menjadi <em>news researcher</em> di salah satu media massa nasional. Dan benar saja, masa masa skripsian dibuat jadi galau. Apakah saya harus jadi guru fisika sesuai pendidikan kuliah saya atau tetap <em>kekeuh</em> dengan cita-cita saya (menjadi <em>news researcher</em> ). Galau saat itu, hampir bulat 90% kalau saya gak mau jadi guru pokoknya!</p>
<p>Selesai sidang skripsi (pertengahan tahun 2015), saya berangkat ke Serawak, Malaysia, untuk menjadi relawan pengajar muda VTIC Cycle 4. Disana saya mengajar anak-anak TKI. Mungkin inilah skenario indah dari Allah Sang Maha Pembolak Balik Hati Manusia untuk saya.</p>
<p>Selesai pulang dari Serawak, saya diwisuda. Selesai wisuda, saya segera masukkan pemberkasan lamaran kerja ke media massa nasional yang saya incar (kebetulan memang sedang <em>Open Recruitment</em>). Soalnya sudah yakin banget inginnya kerja disitu.</p>
<p>H plus 7 pasca wisuda, saya dipanggil oleh Dekan MIPA. Gak cuma saya yang dipanggil, tapi ada beberapa wisudawan terbaik tiap jurusan (prodi pendidikan) yang juga dipanggil. Ternyata kita ditawari pekerjaan sebagai seorang guru di daerah yang &#8216;agak&#8217; jauh dari Jakarta, yaitu di daerah Pandeglang, Banten.</p>
<p>Singkat cerita, Bapak Dekan FMIPA, bertanya kepada saya, &#8220;Gia, maukah kamu membantu saya membangun sebuah sekolah?&#8221;</p>
<p>Kebetulan saya ini orangnya cepat <em>melted</em> hahaha. Dibilang begitu, hati saya langsung luluh, dan tanpa basa basi, saat itu juga saya menyatakan, &#8220;Iya, saya mau, Pak!”. Padahal, saya belum diskusi dengan ortu dan juga belum berpikir matang-matang soal cita-cita profesi saya.</p>
<p>Teman-teman, kebetulan juga saya ini suka banget dikasih <em>challenge</em>. Dan menurut saya, bapak Dekan FMIPA seperti sedang memberi sebuah tantangan kepada saya. Ditambah, saya ini selalu terpacu untuk keluar dari zona nyaman saya sendiri. Bagi saya, keluar zona nyaman itu, berarti membuat zona nyaman yang baru.</p>
<blockquote><p><strong>Bagi saya, keluar zona nyaman itu, berarti membuat zona nyaman yang baru.</strong></p></blockquote>
<p>Oleh karena itu, seketika saya langsung mengubah haluan profesi pasca wisuda ini, yaitu menjadi seorang guru di sebuah pondok pesantren di Desa Batu Bantar, Pandeglang, Banten. Saya tidak mengira, hati saya cepat sekali berubah dan langsung jatuh cinta sama profesi menjadi guru.</p>
<p>Saya kutip lagi, bermula dari pernyataan, “Pilihlah Profesi yang paling dijadikan <em>passion</em>. Hobi dibayar itu rasanya asyik banget!&#8221;. Menjadi guru (Profesi yang awalnya bukan saya idamkan) adalah sebuah tantangan tersendiri buat diri saya. Saya harus berusaha untuk menyukai profesi ini, bagaimanapun caranya. Seru! Saya menjalani profesi sebagai seorang guru hanya karena diberi tantangan dan ingin sekali keluar dari zona nyaman saya.</p>
<h5><strong>Apa yang pertama kali Kak Gia pikirkan (tentang rencana pekerjaan/ karir) saat menjadi <em>Fresh Graduate</em>? Dan apa saja pertimbangannya?</strong></h5>
<p>Saat menjelang menjadi <em>fresh graduate</em> yang pertama kali saya pikirkan tentang rencana pekerjaan adalah cari pekerjaan yang sesuai dengan <em>passion</em> dan <em>skill</em> saya. Sudah itu saja pertimbangan saya. Wah pasti seru banget bisa menjalani pekerjaan sesuai dengan hobi.</p>
<blockquote><p><strong>Mencari pekerjaan yang sesuai dengan <em>passion</em> dan <em>skill</em> saya!</strong></p></blockquote>
<p>Pertimbangan lainnya, pendidikan kuliah saya dengan <em>passion</em> saya ternyata gak sejalan. Alhasil, cita-cita pekerjaan saya menjadi tidak <em>match</em> dengan pendidikan kuliah yang saya jalani. Sempet bikin <em>galau</em> sih, tapi (saat itu) sudah hampir 90% saya memutuskan untuk tidak memilih jenis pekerjaan yang sesuai dengan <em>background</em> pendidikan kuliah saya.</p>
<p>Saya berpikirnya agak <em>simple</em> soalnya. Usai lulus, maunya kerja. Masalahnya, saya <em>galauan</em> banget anaknya. Memilih jenis pekerjaan saja bingung. Tapi, skenario Allah memang indah deh! Akhirnya, setelah bertemu dengan Bapak Dekan MIPA, saya langsung mantap ingin menjadi guru di sebuah pondok pesantren. Padahal dulunya, saya sekolah di sekolah Khatolik lho! Saat ini, saya asyik banget diberi kesempatan yang begitu berharga oleh Allah SWT mengajar di sekolah yang kental dengan suasana Islami. <em>Alhamdullilah.</em></p>
<h5><strong>Apa keuntungan atau manfaat atas pilihan pekerjaan/ karir menjadi seorang guru bagi Kak Gia?</strong></h5>
<p>Hari-hari menjadi seorang pendidik muda ternyata seru! Saya ternyata bisa mengukur sejauh mana ilmu yang telah saya dapatkan saat di bangku kuliah. Disini, jadi tidak terasa sia-sia setelah berjuang menimba ilmu di bangku kuliah. Selain itu, saya bisa mengeksplorasi banyak hal. Mulai dari metode mengajar, pola komunikasi dengan peserta didik, sampai mengenal berbagai karakter peserta didik dan cara mengatasinya. Seru banget, karena saya menikmati sekali mengeksplorasi berbagai hal di dunia pendidikan. Keseruan saya ini, (menurut saya) saya telah berhasil menciptakan zona nyaman yang baru untuk diri saya sendiri, I<em>nsyaAllah.</em></p>
<p>Perlu teman-teman ketahui, menjadi guru itu bukan hanya sekadar sebuah profesi lho! Selain harus professional, tapi menjadi guru juga merupakan panggilan hati. Tak hanya mendapatkan gaji, menjadi seorang guru (baik Bapak Guru atau Ibu Guru) juga sedang mempersiapkan pemimpin unggul di masa depan. Serius, niat saya selain mendapatkan gaji (iya dong), saya ingin mendidik para pemimpin untuk masa depan. Soalnya anak anak yang sedang saya didik, mereka akan menjadi pemimpin saat Indonesia Emas nanti. Jadi, saya merasa bahwa tanggung jawab seorang guru cukup besar untuk Indonesia di masa depan.</p>
<blockquote><p><strong>Jadi, saya merasa bahwa tanggung jawab seorang guru cukup besar untuk Indonesia di masa depan.</strong></p></blockquote>
<p>Ternyata profesi seorang guru, keren juga yah! Benefit lainnya ialah untuk mempersiapkan anak-anak kandung saya di masa depan. Saya jadi belajar banyak hal dari para orang tua siswa, mulai dari pola asuh sampai pola komunikasi mereka. Secara tidak langsung, saya jadi belajar dari mereka agar lebih siap untuk menjadi madrasah pertama buat anak-anak saya nanti.</p>
<h5><strong>Sebelum menjadi <em>Fresh Graduate</em>, apa sajakah yang harus dipersiapkan agar bisa <em>survive</em> untuk menjalani Profesi sebagai seorang guru?</strong></h5>
<p>Tips dari saya:</p>
<p><strong>1. Niat</strong></p>
<p><em><strong>&#8220;Sesungguhnya semua amalan itu terjadi dengan niat, dan setiap orang mendapatkan apa yang dia niatkan.&#8221; (HR. Bukhari No. 1)</strong></em></p>
<p>Niatnya luruskan dulu ya. Setelah wisuda, mau mencari pekerjaan niatnya karena apa, tujuannya untuk apa, dan apa manfaat terbaiknya.</p>
<p><strong>2. Tumbuhkan <em>passion</em> sejak di dini</strong></p>
<p>Kita harus tahu <em>passion</em> kita segera mungkin! Hal tersebut penting sekali untuk melanjitkan <em>soft skill</em> ataupun <em>hard skill</em> sebagai modalnya. Eksplor banyak hal untuk menggali <em>passion</em> apa yang sebenarnya akan kita miliki. Penting sekali, jika kita bisa seritme antara pekerjaan yang dijalani dengan <em>passion</em> yang sudah dimiliki. Galaunya jangan lama-lama ya!</p>
<p><strong>3. Harus haus akan ilmu tentang profesi yang diidamkan sebagai bentuk persiapan diri</strong></p>
<p>Tak ada yang lebih meyakinkan tanpa adanya persiapan yang baik. <em>Fresh graduate</em> yang benar benar siap adalah mereka yang telah melakukan banyak persiapan dengan baik. Mulai dari kesiapan ilmu, kesiapan bersikap (<em>good attitude</em>) dan mental, sampai kesiapan <em>how to be good leader</em> atau <em>how to influence to other people</em>. Wah, itu ternyata penting banget lho!</p>
<p><strong> 4. </strong><strong>Buka ruang inspirasi dari orang lain</strong></p>
<p>Sumber inspirasi itu banyak dan luas sekali. Perbanyaklah diskusi atau tukar pikiran dengan orang orang yang mampu memberikan sudut pandang lain atau inspirasi yang belum ada di pikiran kita. Terinspirasi yang sumbernya dari orang lain sangat baik sekali untuk menambah kesiapan kita kelak di masa depan.</p>
<p><strong> 5. </strong><strong>Jalin hubungan baik dengan berbagai kolega (memperluas jejaring)</strong></p>
<p>Betapa penting sekali memiliki hubungan baik dengan berbagai kolega. Tak dapat dipungkiri luasnya jejaring dapat memperluas kesempatan para <em>fresh graduate</em> untuk memperoleh pekerjaan yang diidamkan. Rezeki itu memang datang kapan saja dan dari mana saja. Maka, bukalah kesempatan seluas mungkin untuk berjejaring dengan orang-orang yang sudah mumpuni kredibilitasnya.</p>
<p><strong> 6. </strong><strong>Rumuskan visi misi untuk masa depan</strong></p>
<p>Visi Misi untuk masa depan juga tidak kalah penting untuk para <em>fresh garduate</em>. Bagaimana mau yakin melangkah ke depan jika visi misi saja belum dirumuskan? Bagaimana mau melejitkan karir jika target saja belum terencana dengan baik? Jangan nanti-nanti, kalau bisa sekarang juga, yuk rumuskan visi misimu untuk jenjang karir masa depan.</p>
<p><strong>7. Pertimbangkan juga apa profesi yang diinginkan orang tua</strong></p>
<p>Tak dapat dipungkiri rezeki juga berasal dari ridhonya orang tua kita.</p>
<p><strong><em>&#8220;Dari Abdullah Ibnu Amar al-&#8216;Ash bahwa Rasulullah bersabda: Keridhoan Allah tergantung kepada keridhoan orang tua dan kemurkaan Allah tergantung kepada kemurkaan orang tua.&#8221; (HR. Tirmidzi)</em></strong></p>
<p>Ajak diskusi orang tuamu, mereka menginginkan pekerjaan yang seperti apa untuk anaknya. Pertimbangkanlah! Jika tidak sesuai keinginanmu, rayulah mereka sampai keridhoan orang tua sudah kamu dapatkan. Sebelum melamar pekerjaan, jangan lupa minta doa restunya.</p>
<h4><strong>SESI DISKUSI</strong></h4>
<p><strong><u>Pertanyaan pertama:</u></strong></p>
<p><strong><em>Bagaimana kalau awal kuliah sudah memantapkan diri di prodi yang sekarang, tapi kok lambat laun seperti flashback ke cita-cita lama yang tidak tersampaikan. Bagaimana menanganinya? Saya merasa pengalaman saya kurang untuk merealisasikan kemantapan saya di prodi ini. </em></strong><em>Oleh: Rizky PLB 2015</em></p>
<p><strong><u>Jawaban:</u></strong></p>
<p>Kalau boleh cerita, saya pun gitu. Kuliah di jurusan fisika karena mau tahu, &#8220;Gia ini seberapa bodoh sih di juruasan Fisika?&#8221;. Serius saya benar-benar menantang diri saya sendiri. Soalnya sewaktu SMA, saya yang namanya belajar fisika <em>demennya</em> menangis mulu, karena bener-bener susah belajarnya. Remedial mulu. Karena itulah saya mau coba masuk jurusan fisika, intinya mau keluar dari zona nyaman sendiri.</p>
<p>Awalnya mantap. Semester 1 mantap banget. Dikasih rezeki sama Allah dapat IP tertinggi saat itu.<em> Beeeeuh</em> ini di luar dugaan! Gara-gara itu, saya jadi terpacu untuk belajar terus melawan hal-hal pesimis dalam diri saya.</p>
<blockquote><p><strong>Mendapat IP tertinggi, menjadi semakin terpacu untuk belajar terus melawan hal-hal pesimis dalam diri saya.</strong></p></blockquote>
<p>Tetep di niat awal, keluar dari zona nyaman, artinya saya harus membuat zona nyaman yang baru. <em>Alhamdulillah</em>, walaupun cita-cita saat itu masih belum jelas dan masih belum yakin, saya tetap menjalani hari-hari kuliah dengan begitu semangat dan dengan perjuangan yang total. Kalau saya bisa, kamu juga pasti bisa! <em>Insya Allah</em>. Ingat, jalani dulu. Allah sedang menyiapkan skenario terbaik untuk kamu.</p>
<p><strong><u>Tanggapan dari penanya:</u></strong></p>
<p>Apa memasuki masa PKM sampai penyusunan skripsi itu bisa semakin memantapkan kita? Saya takut kalau di sini saja saya kembali mundur, bagaimana nanti untuk memilih peminatan apa.</p>
<p><strong><u>Tanggapan dari pemateri:</u></strong></p>
<p>Bisa. Bisa banget! Nanti saat PKM akan ada banyak kejadian kejadian yang Allah kasih. Apalagi saat skripsi, semua perjuangan skripsi akan berbuah indah <em>insyaAllah. Bismillah..</em>. jadikan hal tersebut sebuah tantangan. Galau boleh saja. Tapi, harus yakin banget sama semua skenario indah dari Allah.</p>
<p><strong><u>Pertanyaan kedua:</u></strong></p>
<p><strong><em>Bagaimana sih kak bisa jadi guru modern yg sangat kreatif? Kakak bisa menerapkan berbagai metode belajar untuk tiap materi. Ada gak kak tips supaya ilmu yg kita dapat di kuliah terutama tentang metode pembelajaran, dsb bisa kita terapin ketika kita mengajar langsung di sekolah?</em></strong> <em>Oleh:</em> <em>Sabila Rahma, Pendidikan Fisika 2014.</em></p>
<p><strong><u>Jawaban:</u></strong></p>
<p>Saya juga coba-coba metode dan strategi lho. Dan mengikuti kondisi peserta didik saya. Anak-anak yang saya didik, para penghafal Qur’an. Sibuk menghafal, tapi juga harus bagus akademiknya. Karena kondisi seperti itu, saya jadi merasa tertantang untuk membuat anak didik saya menjadi nyaman belajar. Gak boleh tertekan. Soalnya mereka sudah menghafal Quran tapi, harus belajar fisika juga, <em>you know</em> fisika pelajaran paling susah yaaaa hehehe..</p>
<p>Jadi ya itu, mengalir saja. Banyak baca buku pendidikan. Serius saya baca buku sebagai persiapan jadi guru kece haha. Banyak diskusi sama guru-guru lain juga. Dan melihat kondisi anak didik juga. <em>InsyaAllah</em> ide-ide kreatif keluar deh.</p>
<p>Tips supaya ilmu kita dapat di kuliah terutama tentang metode pembelajaran bisa diterapin, yaitu buka ruang inspirasi. Terinspirasi lah sebanyak-banyaknya dari omongan dosen. <em>InsyaAllah</em> pasti ada deh yang bikin kita bisa &#8216;melek&#8217;. Selain itu, jalanilah kuliah dengan ikhlas. Nanti buah dari keikhlasan itu akan terasa saat menerapkan ilmu-ilmu saat di bangku kuliah.</p>
<p><strong><u>Pertanyaan ketiga:</u></strong></p>
<p><strong><em>Kak bagaimana caranya menentukan passion kita? Aku punya kemampuan nulis puisi, tapi terkadang bingung eksplornya kemana soalnya aku pendiem orangnya, selain itu gimna si ka biar kita bisa buat orang lain itu nyaman saat kita ajam bicara karena saya pendiem, saya tipikal orang yg susah untuk memulai percakapan terlebih dahulu. Terkadang disitu saya merasa apasih saya, masa kaya gini aja engga bisa. Terus sudah coba untuk membangun semangat tapi, terkadang belum mampu untuk meluapkan gitu ka.</em></strong> Oleh: Rindi, Pendidikan Geografi 2016</p>
<p><strong><u>Jawaban:</u></strong></p>
<p>Cara eksplorasi <em>passion</em> kita:</p>
<ol>
<li>Perbanyak jam terbang (latih terus)</li>
<li>Cari wadah buat aktualisasi diri (ikut Komunitas misalnya). Gabung ke KOMBUN (Komunitas Blogger UNJ) misalnya. Atau bisa juga ikut organisasi BEM atau BLM.</li>
<li>Memulai untuk memperluas link (kalau pendiam yaa jangan dijadikan penghalang ya. Justru gimana caranya dengan keunikan diri kita tersebut bisa membuat kita jadi melejitkan <em>skill</em> yang kita punya).</li>
</ol>
<p>Ingat, walau pendiam, pasti ada cara lain untuk mengembangkan <em>passion</em> ataupun <em>skill</em> kita. Yuk dimulai dari ikut Komunitas yang sesuai dengan passion kamu.</p>
<p><strong><u>Pertanyaan keempat:</u></strong></p>
<p><strong><em>Bagaimana cara Kak Gia menjalani kuliah dengan setengah hati, tapi tetap bisa mengikuti kegiatan belajar di kelas secara kondusif? Bukankah biasanya kebanyakan orang-orang, jika tidak menyukai jurusan kuliah yang dipilih atau dijalani saat ini, kurang memperhatikan nilai2 dan materi yang akan di dapat saat kuliah sedang berlangsung</em></strong></p>
<p><strong><em>Saya pribadi memilih jurusan yang saya jalani saat ini karena ingin melihat kemampuan saya, dan saat itu saya melihat kemungkinan saya diterima PTN. Awalnya saya berpikir positif agar dapat terus menjalani perkuliahan saya, tapi semakin kesini saya menjadi kehilangan semangat untuk mengejar ketertinggalan saya. </em></strong>Oleh: Hani, Pendidikan Fisika 2016</p>
<p><strong><u>Jawaban:</u></strong></p>
<p>Iya betul, awalnya setengah hati. Setengah hati karena kuliah di jurusan yang tidak sesuai dengan cita-cita saya. Tapi, saya tetap melihat kembali ke niat awal dan motivasi awal saya kuliah di jurusan tersebut. Gara-gara IP semester 1 bikin <em>speechless</em>, makanya jadi makin terlecut (makin semangat banget) untuk membuktikan diri. Iya setengah hati, tapi lama kelamaan malah jadi kesenengan, soalnya usaha gak akan pernah mengkhianati hasil. Seneng dapet matkul A disaat nge-BEM lagi sibuk-sibuknya.</p>
<p>Artinya, saya semakin seneng, karena apa yang saya khawatirkan bisa saya kalahkan. Walaupun setengah hati, tapi saya tetep fokus banget kuliah. Saya punya beberapa target yang bikin saya semangat terus. Misal, jadi MAPRES. Oleh karena itu, tetaplah berpikir positif ya. Bikin target. Semangat terus. Allah akan memberikan yang terbaik bagi hamba-Nya yang mau berjuang dengan keras. Ingat, usaha tak akan pernah mengkhianati hasil.</p>
<blockquote><p><strong>Allah akan memberikan yang terbaik bagi hamba-Nya yang mau berjuang dengan keras. Ingat, usaha tak akan pernah mengkhianati hasil.</strong></p></blockquote>
<p><strong><u>Pertanyaan kelima:</u></strong></p>
<p><strong><em>Kalau apa yang menjadi bakat dan minat kita itu berlawanan dengan apa yang orang tua mau itu bagaimana menurut Kak Gia? Karena dari awal ayah saya ingin saya menjadi guru biologi, tapi saya lebih tertarik dgn guru seni.</em></strong><em> Oleh: Arbi, Pendidikan Sedratasik (Seni Tari) 2016.</em></p>
<p><strong><u>Jawaban:</u></strong></p>
<p>Perbedaan keinginan orang tua dengan diri kita, jangan jadikan penghalang diri kita untuk tetep berkarya ya! Sejatinya orang tua ingin melihat kita bahagia dengan kegiatan-kegiatan yang kita jalani. Walaupun keinginan orang tua berbeda dengan bakat dan minat kita, berarti kita harus membuktikan ke orang tua kita, bahwa di jurusan tersebut kita juga bisa berprestasi ataupun menjawab harapan-harapan terbaik ortu kita. Semangat selalu ya. Jangan lupa rayu terus dan minta restunya. Dan jangan lupa membuktikan diri bahwa kamu bisa menjadi yang terbaik.</p>
<p><strong><u>Pertanyaan keenam:</u></strong></p>
<p><strong><em>Bagaimana sih kak menangani anak-anak yang tidak mau memperhatikan kita, mereka lebih sibuk ke gadget. Kira-kira solusi apa nih kaka sebagai pendidik?</em></strong><em> Oleh: Putri Ayu, Pendidikan Kimia 2014</em></p>
<p>Kebetulan kondisinya beda nih. Anak-anak didik saya para santri, jadi mereka tidak menggunakan <em>gadget</em>. Tapi berdasarkan buku yang aku baca, di awal kita harus bikin <em>rules</em>. <em>Rules</em> yang harus ditaati oleh siswa. Dan harus mendapatkan kesepakatan semuanya. Misal, saat pelajaran boleh makan coklat, tapi <em>gadget</em> gak boleh ya. Jadi penting banget nih <em>rules</em> di awal pertemuan.</p>
<p>Kalau gak mau memerhatikan guru saat lagi mengajar, itu ada <em>treatment</em>-nya lagi. Misal, guru mesti rajin menegur siswa yang jadi &#8216;biang&#8217; ribut. Guru juga mesti sadar diri, kenapa kok saya gak diperhatikan murid ya. Yuk introspeksi diri! Mungkin saja kita mengajarnya tidak seru, atau siswa sudah jenuh saat belajar di kelas. Nah kalau jenuh, mesti <em>alpha zone</em> lagi, seperti <em>ice breaking</em>, nge-<em>games</em>, dan lain-lain. Semoga bermanfaat. Selengkapnya bisa baca serial pendidikan unjkita.com ya.</p>
<h4><strong>PENUTUP</strong></h4>
<blockquote><p><strong>&#8220;Yang paling hebat bagi seorang guru adalah mendidik, dan rekreasi yang paling indah adalah mengajar. Ketika melihat murid-murid yang menjengkelkan dan melelahkan, terkadang hati teruji kesabarannya, namun hadirkanlah gambaran bahwa diantara satu-satu dari mereka kelak akan menarik tangan kita menuju surga.&#8221; (KH. Maimun Zubair)</strong></p></blockquote>
<p>Semoga yang masih galau jadi guru, yuk jangan kelamaan galaunya. Percaya deh, jadi guru seru banget loh, karena guru bukan sekadar sebuah profesi.</p>
<p><em><strong>&#8220;Seorang muslim (yang baik) adalah yang tangan dan lisannya tidak menyakiti orang lain. (HR. Bukhari No. 10)</strong></em></p>
<p><em>*Notula dibuat oleh Ninnet Ika Asyifa, S.Pd.</em></p>
<p>The post <a href="https://unjkita.com/notula-ruang-terbuka-unjkita-serial-fresh-graduate-part-1-menjadi-guru-tak-hanya-sekadar-profesi/">Notula Ruang Terbuka UNJKita Serial Fresh Graduate &#8211; Part 1: &#8220;Menjadi Guru Tak Hanya Sekadar Profesi&#8221;</a> appeared first on <a href="https://unjkita.com">UNJKita.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>UNJKita Jalin Kerjasama Strategis dengan Student Job Indonesia</title>
		<link>https://unjkita.com/unjkita-jalin-kerjasama-strategis-dengan-student-job-indonesia/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Ferly Ferdyant, S.E]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 09 Dec 2016 06:32:18 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Info]]></category>
		<category><![CDATA[Kabar Alumni]]></category>
		<category><![CDATA[Kampus]]></category>
		<category><![CDATA[Konten Pilihan]]></category>
		<category><![CDATA[Professional]]></category>
		<category><![CDATA[Tips Karir]]></category>
		<category><![CDATA[Lowongan Kerja]]></category>
		<category><![CDATA[Serial Fresh Graduate]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://unjkita.com/?p=5359</guid>

					<description><![CDATA[<p>UNJKita.com &#8211; Mencari pekerjaan memang bukan perkara mudah, perlu usaha sekeras baja dan doa yang tiada hentinya. Berbagai cara telah dilakukan demi mendapatkan sebuah pekerjaan...</p>
<p>The post <a href="https://unjkita.com/unjkita-jalin-kerjasama-strategis-dengan-student-job-indonesia/">UNJKita Jalin Kerjasama Strategis dengan Student Job Indonesia</a> appeared first on <a href="https://unjkita.com">UNJKita.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">UNJKita.com &#8211; Mencari pekerjaan memang bukan perkara mudah, perlu usaha sekeras baja dan doa yang tiada hentinya. Berbagai cara telah dilakukan demi mendapatkan sebuah pekerjaan yang sesuai dengan potensi diri, mulai dari menyebar Lamaran ke segala penjuru perusahaan, datang langsung ke perusahaan, dan mengikuti beberapa acara <em>Job Fair </em>atau <em>Job Expo</em>. <em>Job Fair</em> atau <em>Job Expo</em> sering diselenggarakan sebagai sarana untuk mempertemukan perusahaan dengan calon-calon karyawannya.</p>
<p style="text-align: justify;">Kalau jaman dulu orang-orang untuk mencari pekerjaan harus berjalan jauh mendatangi setiap kantor, setiap toko, setiap pabrik, setiap perusahaan untuk sekedar mencari tahu lowongan pekerjaan. Cari kerja akan terasa sangat sulit. Ditambah lagi, kalau kamu harus mondar-mandir dari satu perusahaan ke perusahaan lain, bawa-bawa surat lamaran kerja, tapi hasilnya ditolak. Malah terkadang, ada lowongan pekerjaan yang bukan bidangmu, tapi daripada menganggur, akhirnya kamu ambil juga.</p>
<p style="text-align: justify;">Tapi tenang saja, zaman sudah canggih. Cari lowongan nggak akan sesedih itu lagi. Teknologi bisa mempertemukan kamu dengan jodohmu, di bidang pekerjaan yang kamu idam-idamkan tentunya. Kalau dulu kamu tahunya internet untuk mengakses <em>Facebook</em> saja, sekarang internet bisa untuk mencari pekerjaan. Praktis banget. Saat ini Banyak perusahaan yang beralih ke media online untuk proses rekrutmen karyawan. Para pencari kerja pun lebih gampang mengintip info lowongan kerja yang diidamkan. Teknologi komputer dan internet memang menghadirkan banyak kemudahan dalam berbisnis. Termasuk cara-cara rekrutmen <em>online</em> yang kini menjadi <em>win-win solution</em> baik bagi perusahaan pencari tenaga kerja maupun orang yang mencari pekerjaan <em>(job seekers).</em></p>
<p style="text-align: justify;">Dari latar belakang inilah akhirnya Tim Redaksi UNJKita.com menjalin kerjasama strategis dengan <strong><a href="http://studentjob.co.id/"><em>Student Job Indonesia</em></a></strong>. <em>Student Job</em> merupakan job portal khusus pelajar SMA / SMK, mahasiswa dan <em>fresh graduates</em> yang memberikan informasi lowongan kerja magang, <em>part time, volunteer,</em> dan <em>full time jobs. Student Job</em> memiliki jaringan komunitas yang kuat dan solid se-Indonesia. Student Job juga memberikan tips, info <em>event </em>dan <em>quiz</em>. <em>Student Job</em> mengadakan event bulanan secara rutin StuDi dan <em>Student Coach.</em></p>
<p style="text-align: justify;">Sebagai website <em>Citizen Journalism</em> pertama dan satu-satunya di Kampus UNJ yang berusaha untuk hadir sebagai media inspirasi, informasi, dan wadah konsolidasi aspirasi civitas akademika serta alumni UNJ. Kami ingin memberikan kebermanfaatan yang nyata kepada elemen mahasiswa dan alumni yang sedang mencari informasi lowongan kerja magang, <em>part time, volunteer,</em> dan <em>full time jobs </em>secara valid, aktual dan dapat diandalkan. Kamu bisa langsung saja klik di :</p>
<h2 style="text-align: center;"><strong><a href="http://unjkita.com/lowongan-kerja/">http://unjkita.com/lowongan-kerja/</a></strong></h2>
<p style="text-align: justify;">Setiap harinya, bahkan setiap waktu, web lowongan pekerjaan terus <em>update</em> informasi pekerjaan yang sedang dicari atau dibutuhkan. Dan dalam satu waktu kamu bisa memilih lebih dari satu lowongan pekerjaan. Jika yang satu gagal, masih ada harapan-harapan lain yang sedang diproses. Jadi jangan berkecil hati. Jika perusahaan berminat dengan kemampuanmu, maka kamu akan dihubungi dan diminta untuk membuat jadwal wawancara dan tahapan seleksi selanjutnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Mencari pekerjaan kini bukan hal yang sulit lagi, malah menyenangkan, karena kamu tidak perlu berjalan kaki di bawah terik matahari, apalagi kalau perusahaan itu di Jakarta, pasti yang dipikirkan hanya debu dan polusi, deh. Sebelum mencoba segala upaya untuk mendapatkan pekerjaan, jangan lupa berdoa dulu, dan pastikan perusahaan yang kamu pilih itu adalah perusahaan yang tepat dan dapat dipercaya. Semoga kamu bisa mendapatkan pekerjaan dan karir sesuai yang kamu impikan ya sobat.</p>
<p>The post <a href="https://unjkita.com/unjkita-jalin-kerjasama-strategis-dengan-student-job-indonesia/">UNJKita Jalin Kerjasama Strategis dengan Student Job Indonesia</a> appeared first on <a href="https://unjkita.com">UNJKita.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Serial Amunisi Fresh Graduate #3 ; Menyusun Strategi Menuju Job Fair</title>
		<link>https://unjkita.com/serial-amunisi-fresh-graduate-3-menyusun-strategi-menuju-job-fair/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Ferly Ferdyant, S.E]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 20 Nov 2016 03:07:21 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Konten Pilihan]]></category>
		<category><![CDATA[Professional]]></category>
		<category><![CDATA[Tips Karir]]></category>
		<category><![CDATA[Fresh Graduate]]></category>
		<category><![CDATA[Job Fair]]></category>
		<category><![CDATA[Serial Fresh Graduate]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://unjkita.com/?p=5129</guid>

					<description><![CDATA[<p>Mencari pekerjaan memang bukan perkara mudah, perlu usaha sekeras baja dan doa yang tiada hentinya. Berbagai cara telah dilakukan demi mendapatkan sebuah pekerjaan yang sesuai...</p>
<p>The post <a href="https://unjkita.com/serial-amunisi-fresh-graduate-3-menyusun-strategi-menuju-job-fair/">Serial Amunisi Fresh Graduate #3 ; Menyusun Strategi Menuju Job Fair</a> appeared first on <a href="https://unjkita.com">UNJKita.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Mencari pekerjaan memang bukan perkara mudah, perlu usaha sekeras baja dan doa yang tiada hentinya. Berbagai cara telah dilakukan demi mendapatkan sebuah pekerjaan yang sesuai dengan potensi diri, mulai dari menyebar Lamaran ke segala penjuru perusahaan, datang langsung ke perusahaan, dan mengikuti beberapa acara <em>Job Fair </em>atau <em>Job Expo</em>. <em>Job Fair</em> atau <em>Job Expo</em> sering diselenggarakan sebagai sarana untuk mempertemukan perusahaan dengan calon-calon karyawannya. Ada banyak perusahaan yang ikut serta, sehingga dengan hanya mendatangi tempat di mana diselenggarakannya pameran ini, Kamu bisa langsung melamar ke banyak perusahaan. Dengan demikian, dapat menghemat waktu dan biaya daripada harus mendatangi atau mengirim surat lamaran kepada perusahaan satu per satu.</p>
<p style="text-align: justify;">Saking seringnya kamu ikut <em>Job Fair</em> tapi gak ada hasil, akhirnya yang kamu lakukan adalah menyerah, males untuk datang lagi ke acara <em>Job Fair</em> yang lain, karena kamu berpikir bahwa acara <em>Job Fair</em> ini merupakan acara yang <em>worthless</em>, gak tentu, dan buang waktu. Padahal tidak demikian loh! Faktanya ada saja orang yang mendapatkan respon panggilan tes dari acara <em>Job Fair</em>. Bukan karena beruntung, melainkan karena dia telah melakukan apa yang terbaik untuk dilakukan. Oleh karena itu yuk simak Serial Amunisi Fresh Graduate #3 ; <strong>Menyusun Strategi Menuju <em>Job Fair</em></strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Cari Informasi Sebanyak-banyaknya.</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Cari tahu kapan dan di mana <em>Job Fair</em> akan dilaksanakan. Untuk mendapatkan jadwal <em>Job Fair</em>, Kamu dapat mencarinya pada iklan di koran, internet atau dengan mengikuti milis pencari kerja atau milis universitas. Informasi lain yang perlu unutk diketahui adalah informasi tentang perusahaan mana saja yang ikut serta. Informasi ini akan membantu Kamu mencari tahu company profile, reputasi perusahaan dan menentukan apakah Kamu tertarik untuk memasukkan lamaran pekerjaan. Penting banget! Karena apa? Agar kamu tahu perusahaan tersebut bergerak dibidang apa?</p>
<div id="attachment_5130" style="width: 710px" class="wp-caption aligncenter"><img fetchpriority="high" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-5130" class="wp-image-5130 size-full" src="http://unjkita.com/wp-content/uploads/2016/11/Job-Fair.jpg" alt="job-fair" width="700" height="393" srcset="https://unjkita.com/wp-content/uploads/2016/11/Job-Fair.jpg 700w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2016/11/Job-Fair-150x84.jpg 150w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2016/11/Job-Fair-640x359.jpg 640w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2016/11/Job-Fair-681x382.jpg 681w" sizes="(max-width: 700px) 100vw, 700px" /><p id="caption-attachment-5130" class="wp-caption-text">Suasana Job Fair di salah satu Universitas terkemuka.</p></div>
<p style="text-align: justify;">Biasanya pada beberapa event <em>Job Fair</em> sudah dipajang di depan pintu masuk daftar perusahaan yang ikut dalam <em>Job Fair</em>. Kamu dapat melihat dulu daftar perusahaan tersebut apakah ada yang menjadi minat atau membuat kamu tertarik atau tidak. Jika kamu tipe orang yang selektif dalam memilih perusahaan tempat bekerja maka hal ini cukup penting.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Siapkan CV Sebagai Amunisi Terbaik.</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><em>Curriculum Vitae</em> (CV) sejatinya sebagai senjata awal kita dalam memberikan informasi tentang “siapa kita” kepada pihak perusahaan yang kita lamar, itulah kenapa CV menjadi penting. Periksa apakah penulisan nama, alamat dan no telepon/HP sudah diisi dengan benar. Setelah membuat CV, baca dan periksa kembali CV tersebut untuk mengetahui apakah ada kata-kata yang salah. Kamu harus membuat lamaran pekerjaan sebaik dan selengkap mungkin. Jika memungkinkan urus semua berkas pendukung yang penting seperti Kartu Kuning/Pencari Kerja, SKCK, Surat Keterangan Sehat, Surat Keterangan Kerja dan lain sebagainya. Jika kamu belum tahu perusahaan dan posisi mana yang ingin kamu lamar maka kamu bisa mengkosongkan bagian nama perusahaan yang di tuju dan posisi pekerjaan yang ingin di lamar.</p>
<p style="text-align: justify;"><img decoding="async" class="size-full wp-image-4989 aligncenter" src="http://unjkita.com/wp-content/uploads/2016/11/perbandingan-cv-kreatif.jpg" alt="perbandingan-cv-kreatif" width="604" height="480" srcset="https://unjkita.com/wp-content/uploads/2016/11/perbandingan-cv-kreatif.jpg 604w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2016/11/perbandingan-cv-kreatif-150x119.jpg 150w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2016/11/perbandingan-cv-kreatif-755x600.jpg 755w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2016/11/perbandingan-cv-kreatif-528x420.jpg 528w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2016/11/perbandingan-cv-kreatif-640x509.jpg 640w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2016/11/perbandingan-cv-kreatif-681x541.jpg 681w" sizes="(max-width: 604px) 100vw, 604px" /></p>
<p style="text-align: justify;">Perbanyak jumlah salinan CV dan <em>cover letter</em> yang akan kamu bawa ke <em>Job Fair</em>. Jika kamu juga membawa softcopy pun juga akan sangat membantu. Jangan lupa untuk menyimpan CV dalam bentuk softcopy dengan nama yang mudah dicari dan simpan dalam flash disk. Lakukan scanning antivirus untuk memastikan tidak ada virus yang dapat merusak data. Terdapat beberapa perusahaan yang telah berbasis digital, sehingga mungkin mereka akan meminta kamu untuk menyimpan file resume dan cover letter kamu di laptop mereka. Selain itu, jasa printing biasanya hadir di setiap <em>Job Fair</em>, maka lebih baik kamu persiapkan softcopy dokumen kamu. Softcopy CV penting sebagai cadangan apabila CV yang telah dicetak pada kertas rusak, hilang atau kurang.</p>
<p style="text-align: justify;">Kamu masih bingung mengisi <em>conten</em>t dalam CV pekerjaan kamu? Silakan baca dan pelajari  : <strong><a href="http://unjkita.com/serial-amunisi-fresh-graduate-2-menyusun-amunisi-curriculum-vitae/">Menyusun Amunisi Curriculum Vitae</a></strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong> </strong><strong>Jangan Lupa Bawa Perlengkapan Pendukung</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Jangan lupa untuk membawa beberapa perlengkapan pendukung seperti pulpen, flash disk, laptop, <em>paperclip, </em>map berisi dokumen pendukung adalah beberapa peralatan yang penting untuk dibawa. Seperti pulpen yang penting untuk mengisi formulir, flash disk sebagai media penyimpanan softcopy CV, laptop untuk menyimpan data atau memperlihatkan contoh aplikasi yang sudah pernah dibuat. <em>Paperclip</em> untuk menyatukan aplikasi formulir pendaftaran serta CV, Foto Diri dan Surat Lamaran.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Penampilan Harus <em>Good Looking</em></strong><strong><img decoding="async" class="size-full wp-image-3548 aligncenter" src="http://unjkita.com/wp-content/uploads/2016/06/Pendidikan.jpg" alt="Pendidikan" width="1280" height="853" srcset="https://unjkita.com/wp-content/uploads/2016/06/Pendidikan.jpg 1280w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2016/06/Pendidikan-150x100.jpg 150w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2016/06/Pendidikan-800x533.jpg 800w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2016/06/Pendidikan-990x660.jpg 990w" sizes="(max-width: 1280px) 100vw, 1280px" /></strong></p>
<p style="text-align: justify;">Ketika akan menghadiri <em>Job Fair</em>, jangan remehkan penampilan pribadi Kamu. Walau sebagian perusahaan pencari tenaga kerja hanya meminta CV untuk ditindaklanjuti kemudian, tetapi ada juga yang langsung melaksanakan wawancara <em>(Walk in Interview)</em>. Maka penampilan penting untuk memberi kesan rapi dan profesional. Ketika akan menghadiri <em>Job Fair</em>, kenakan pakaian dan penampilan yang rapi layaknya Kamu akan wawancara kerja. Berpakaianlah dengan rapi seolah-olah kamu sudah siap memasuki dunia kerja. Hindari pemakaian kaos dan celana jeans. Untuk pria bisa memakai kemeja, celana kain dan sepatu hitam.</p>
<p style="text-align: justify;"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-3544 aligncenter" src="http://unjkita.com/wp-content/uploads/2016/07/Eksistensi.jpg" alt="Eksistensi" width="719" height="480" srcset="https://unjkita.com/wp-content/uploads/2016/07/Eksistensi.jpg 719w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2016/07/Eksistensi-150x100.jpg 150w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2016/07/Eksistensi-800x534.jpg 800w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2016/07/Eksistensi-990x661.jpg 990w" sizes="auto, (max-width: 719px) 100vw, 719px" /></p>
<p style="text-align: justify;">Para pencari kerja biasanya mengenakan pakaian yang bernuansa kasual saat menghadiri <em>Job Fair</em> karena lebih nyaman saat digunakan untuk berjalan ke sana ke mari. Tapi ini dapat menjadi hal yang memalukan ketika kamu mendadak diundang untuk mengikuti wawancara. Lebih baik kamu bersiap walaupun dengan outfit yang kasual, namun kamu harus terlihat “smart” untuk berjaga-jaga ketika hal ini terjadi. Ingat bahwa kamu sedang berlomba-lomba mendapatkan pekerjaan, jadi penampilan kamu harus lebih baik dari yang lain.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong> </strong><strong>Latihan Menjawab Pertanyaan Wawancara</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Selalu ada kemungkinan kamu akan diwawancarai secara <em>on the spot (Walk in Interview),</em> jadi sebaiknya kamu berlatih menjawab pertanyaan wawancara. Cari tahu lebih dulu setiap pertanyaan yang mungkin muncul sehingga kamu siap selama proses tersebut.</p>
<p style="text-align: justify;"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-3725 aligncenter" src="http://unjkita.com/wp-content/uploads/2016/08/Kerja-di-Kantor.jpg" alt="Kerja di Kantor kirim tulisan" width="712" height="480" srcset="https://unjkita.com/wp-content/uploads/2016/08/Kerja-di-Kantor.jpg 712w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2016/08/Kerja-di-Kantor-150x101.jpg 150w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2016/08/Kerja-di-Kantor-800x539.jpg 800w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2016/08/Kerja-di-Kantor-990x667.jpg 990w" sizes="auto, (max-width: 712px) 100vw, 712px" /></p>
<p style="text-align: justify;">About.com’s Alison Doyle menyarankan bahwa berlatih sebelum menghadiri <em>Job Fair</em> atau bahkan sebelum wawancara merupakan hal yang perlu dilakukan. Latihan membantu kamu menjadi familiar terhadap pertanyaan yang berpotensi muncul selama proses perekrutan. Ini dapat meningkatkan rasa percaya diri dan membantu agar lebih tenang saat merespon pertanyaan yang diajukan. Semakin baik jawaban kamu, maka semakin besar kesempatan kamu mendapat tawaran pekerjaan.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Persiapkan Kondisi Fisik dan Psikis yang Prima</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Percuma saja jika sudah menyiapkan segalanya tetapi belum mempersiapkan kondisi fisik dan psikis yang menyakinkan. Jangan habiskan waktu yang terlalu banyak untuk memikirkan <em>Job Fair</em> yang kamu hadiri keesokan hari sebab kamu harus beristirahat dengan cukup, terutama di malam hari sebelumnya.  Jika kamu begadang dan kurang tidur, maka kondisi badan tidak akan fit, mood kamu mungkin saja buruk keesokan harinya, dan tentu saja wajah kamu juga tidak fresh. Ini bukan tampilan yang cocok  untuk sesbuah sesi wawancara kerja, sebab bisa jadi kamu mengantuk dan melantur ketika menjawab pertanyaan dari interviewer disana.</p>
<div id="attachment_5131" style="width: 650px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-5131" class="wp-image-5131 size-full" src="http://unjkita.com/wp-content/uploads/2016/11/Jobfair-penuh.jpg" alt="jobfair-penuh" width="640" height="381" srcset="https://unjkita.com/wp-content/uploads/2016/11/Jobfair-penuh.jpg 640w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2016/11/Jobfair-penuh-150x89.jpg 150w" sizes="auto, (max-width: 640px) 100vw, 640px" /><p id="caption-attachment-5131" class="wp-caption-text">Job Fair Yang Penuh Sesak Sepanjang Hari Menuntutmu Persiapkan Fisik Prima</p></div>
<p style="text-align: justify;">Istirahatlah yang cukup dimalam harinya, agar kamu Fit dan Fresh dalam menghadapi <em>Job Fair</em> yang mungkin akan berlangsung sepanjang hari. Jangan lupa sarapan di pagi harinya agar tubuh dan pikiranmu bisa bekerja dengan maksimal selama berada di <em>Job Fair</em> tersebut.</p>
<p style="text-align: justify;">Ya, itulah beberapa tips kece yang kami berikan untukmu para sobat Fresh Graduate dalam menyusun strategi menuju <em>Job Fai</em>r guna menembus persaingan di dunia professional nantinya. Semoga kamu bisa mendapatkan pekerjaan dan karir sesuai yang kamu impikan ya sobat. Tunggu serial amunisi Fresh Graduate selanjutnya yang terbit setiap hari minggu!</p>
<h2>Serial Amunisi Fresh Graduate</h2>
<ol>
<li>Part 1: <a href="http://unjkita.com/serial-amunisi-fresh-graduate-part-1/" target="_blank" rel="noopener"><strong>Jurus Pamungkas Pasca Lulus</strong></a></li>
<li>Part 2: <a href="http://unjkita.com/serial-amunisi-fresh-graduate-2-menyusun-amunisi-curriculum-vitae/" target="_blank" rel="noopener"><strong>Menyusun Amunisi CV</strong></a></li>
<li>Part 3: <a href="http://unjkita.com/serial-amunisi-fresh-graduate-3-menyusun-strategi-menuju-job-fair/" target="_blank" rel="noopener"><strong>Menyiapkan Amunisi Menuju Job Fair</strong></a></li>
</ol>
<p>The post <a href="https://unjkita.com/serial-amunisi-fresh-graduate-3-menyusun-strategi-menuju-job-fair/">Serial Amunisi Fresh Graduate #3 ; Menyusun Strategi Menuju Job Fair</a> appeared first on <a href="https://unjkita.com">UNJKita.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Serial Amunisi Fresh Graduate #2 ; Menyusun Amunisi Curriculum Vitae</title>
		<link>https://unjkita.com/serial-amunisi-fresh-graduate-2-menyusun-amunisi-curriculum-vitae/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Ferly Ferdyant, S.E]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 13 Nov 2016 04:14:57 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Konten Pilihan]]></category>
		<category><![CDATA[Professional]]></category>
		<category><![CDATA[Tips Karir]]></category>
		<category><![CDATA[Fresh Graduate]]></category>
		<category><![CDATA[Serial Fresh Graduate]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://unjkita.com/?p=4988</guid>

					<description><![CDATA[<p>Mau cari kerja, butuh pengalaman. Mau cari pengalaman, butuh kerja. Dilema ini sering kali dirasakan mahasiswa yang baru akan mulai mencicipi dunia profesional. Kalau yang...</p>
<p>The post <a href="https://unjkita.com/serial-amunisi-fresh-graduate-2-menyusun-amunisi-curriculum-vitae/">Serial Amunisi Fresh Graduate #2 ; Menyusun Amunisi Curriculum Vitae</a> appeared first on <a href="https://unjkita.com">UNJKita.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Mau cari kerja, butuh pengalaman. Mau cari pengalaman, butuh kerja. Dilema ini sering kali dirasakan mahasiswa yang baru akan mulai mencicipi dunia profesional. Kalau yang sudah punya banyak pengalaman kerja atau magang sih, enak. Bagaimana dengan yang tidak? Apa yang mau ditulis di CV, ya?</p>
<p style="text-align: justify;">Bukan perkara mudah bagi para <em>fresh graduate</em> untuk mencari pekerjaan. Kurangnya pengalaman seringkali membuat peluang mereka untuk diterima bekerja, terutama di perusahaan besar, menjadi tipis. Namun, untuk kamu yang baru lulus dari kuliah dan sedang mencari pekerjaan pertama, tak perlu gundah. Menurut Brandon Labman, pendiri <em>Responsible Outgoing College Students (ROCS)</em>, agen layanan pencari kerja untuk kelas <em>entry-level</em> di <em>Northern Virginia</em>, energi dan antusiasme para lulusan baru bisa saja mengalahkan faktor pengalaman.</p>
<p style="text-align: justify;"><em>Curriculum Vitae</em> (CV) sejatinya sebagai senjata awal kita dalam memberikan informasi tentang “siapa kita” kepada pihak perusahaan yang kita lamar, itulah kenapa CV menjadi penting. Tapi jangan khawatir kalau kamu akan mendaftar ke suatu perusahaan dengan CV yang kosong di bagian working experience. Ada banyak hal, kok, yang bisa kamu tulis di aplikasi selain pengalaman kerja.  Oleh karena itu yuk simak <strong>Serial Amunisi <em>Fresh Graduate</em> #2 ; Menyusun Amunisi <em>Curriculum Vitae</em></strong><em>.</em></p>
<h4 style="text-align: justify;"><strong>Baca Juga  : <a href="http://unjkita.com/serial-amunisi-fresh-graduate-part-1/">Serial Amunisi Fresh Graduate Part – 1</a></strong></h4>
<h6 style="text-align: justify;"><strong>Sertakan Data Diri Lengkap, Singkat dan Padat.</strong></h6>
<p style="text-align: justify;">Cantumkan alamat profesional kamu, termasuk nomor handphone dan e-mail untuk korespondensi. Pastikan email kamu bukan <em>f3rlyGu4anTen6@yahoo.com</em> yah! Pastikan juga semua data komunikasi yang kamu isikan, dapat dihubungi kapan saja oleh penerima CV. Di dunia professional, seseorang bisa dikatakan “professional” atau “tidak professional” hanya dengan menilai apakah ia sanggup mengangkat telepon kapan pun dibutuhkan.</p>
<p style="text-align: justify;">Jangan lupa untuk tampilkan keunikan dan keunggulan kemampuan personal kamu. CV kamu harus mampu merepresentasikan kompetensi, pengalaman, dan gaya presentasi diri kamu. Profesional yang dimaksudkan di sini tak harus bersifat formal dan membosankan, melainkan kamu harus membuat diri kamu tampil semenarik mungkin pada CV yang kamu buat. Namun juga Jangan terlalu banyak membuang halaman, CV sebaiknya dibuat singkat dan padat. Agar pembaca tidak bosan, panjang CV disarankan maksimal dua halaman.</p>
<h6 style="text-align: justify;"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-4989 aligncenter" src="http://unjkita.com/wp-content/uploads/2016/11/perbandingan-cv-kreatif.jpg" alt="perbandingan-cv-kreatif" width="604" height="480" srcset="https://unjkita.com/wp-content/uploads/2016/11/perbandingan-cv-kreatif.jpg 604w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2016/11/perbandingan-cv-kreatif-150x119.jpg 150w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2016/11/perbandingan-cv-kreatif-755x600.jpg 755w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2016/11/perbandingan-cv-kreatif-528x420.jpg 528w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2016/11/perbandingan-cv-kreatif-640x509.jpg 640w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2016/11/perbandingan-cv-kreatif-681x541.jpg 681w" sizes="auto, (max-width: 604px) 100vw, 604px" /><strong>Pengalaman Organisasi Saat Kuliah.</strong></h6>
<p style="text-align: justify;">Punya pengalaman berorganisasi dalam CV akan menambah nilai jualmu di hadapan sang <em>reviewer</em> personalia. Dengan punya pengalaman berorganisasi, perusahaan yang merekrutmu pasti akan mempertimbangkanmu baik-baik, karena itu artinya kamu dianggap sudah punya pengalaman dalam bekerja dalam kelompok, alias punya <em>Softskill.</em> Contoh <em>softskill </em>dalam organisasi yang bisa kamu terapkan di dunia kerja adalah bagaimana kamu bekerja dalam tim, bagaimana kamu mengatur bawahan, bekerja sama dengan rekan sepantaran, maupun menerima perintah dari atasan. Bagaimana kamu mengatur waktu, bagaimana kamu berdisiplin, bagaimana kamu mengatur target yang luar biasa tapi realistis.</p>
<p style="text-align: justify;"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-2279 aligncenter" src="http://unjkita.com/wp-content/uploads/2016/03/Jurnal-Club-Macaca.jpg" alt="Jurnal Club Macaca" width="517" height="305" srcset="https://unjkita.com/wp-content/uploads/2016/03/Jurnal-Club-Macaca.jpg 517w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2016/03/Jurnal-Club-Macaca-150x88.jpg 150w" sizes="auto, (max-width: 517px) 100vw, 517px" /></p>
<p style="text-align: justify;">Kamu bukan sekadar mahasiswa ber-IPK tinggi tapi kerjanya cuma bolak-balik kuliah-pulang-kuliah-pulang (istilah lawas, “mahasiswa kupu-kupu”). IPK itu penting untuk dipertahankan, untuk menunjukkan bahwa kamu serius dalam studimu, tapi jangan sampai kamu mendewakkan IPKmu sehingga tidak mengembangkan diri di luar perkuliahan.</p>
<h6 style="text-align: justify;"><strong>Cantumkan Pendidikan, Pelatihan, Prestasi.</strong></h6>
<p style="text-align: justify;">Dalam kualifikasi, beri penekanan pendidikan atau pelatihan yang pernah kamu ikuti. Cantumkan penugasan, proyek individu, proyek kelompok, presentasi, nilai, prestasi yang pernah diraih, apa pun yang membuat kamu menonjol dan relevan dengan posisi yang diincar. Proporsi pencantuman antara tugas dan prestasi, perlu seimbang.</p>
<p style="text-align: justify;">Jika kamu pernah melakukan pelatihan atau kursus, maka sertakan sertifikat tersebut di dalam CV. Saat ini, sudah banyak platform yang menyediakan kursus online dari universitas-universitas ternama di dunia. Jika kamu mengambil kursus ini dan lulus, maka kualifikasi yang kamu dapat sama dengan jika kamu lulus dari mata kuliah di universitas tersebut. Hal ini akan membantu untuk meningkatkan kualitas CV-mu di mata rekruter, karena terlihat bahwa kamu serius ingin mendalami suatu skill.</p>
<div id="attachment_2685" style="width: 970px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-2685" class="wp-image-2685 size-full" src="http://unjkita.com/wp-content/uploads/2016/04/MAPRES-UNJ.jpg" alt="MAPRES UNJ" width="960" height="720" srcset="https://unjkita.com/wp-content/uploads/2016/04/MAPRES-UNJ.jpg 960w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2016/04/MAPRES-UNJ-150x113.jpg 150w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2016/04/MAPRES-UNJ-800x600.jpg 800w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2016/04/MAPRES-UNJ-378x283.jpg 378w" sizes="auto, (max-width: 960px) 100vw, 960px" /><p id="caption-attachment-2685" class="wp-caption-text">Prestasi Saat Kuliah Itu Penting!</p></div>
<p style="text-align: justify;">Namun, jika kamu belum punya pengalaman kerja full-time atau pun internship, coba ingat-ingat apakah selama kuliah kamu pernah mengerjakan tugas dari mata kuliah tertentu yang bersifat proyek. Misalnya, jika kamu kuliah prodi Teknologi Pendidikan dan pernah membuat suatu media dalam sebuah pengajaran, cantumkanlah itu dalam CV-mu. Tidak hanya proyek dari kuliah, kamu juga bisa memasukkan side project lain, misalnya proyek membuat website untuk event kampus.</p>
<h6 style="text-align: justify;"><strong>Jangan lupa Kemampuan Khusus</strong></h6>
<p style="text-align: justify;">Jelaskan pula kemampuan khusus apa yang kamu miliki dan kamu sangat <em>skill-able</em> dalam bidang itu. Misal : <em>strategic leadership</em>, <em>communication (public speaking)</em> <em>time management, project management, social media, design, photography</em>, dan lainnya. Kamu juga harus menguatkan kemampuan bahasa asing. Setiap <em>fresh graduate</em> selalu memiliki pemahaman yang cukup baik tentang bahasa asing, terutama bahasa Inggris. Perusahaan yang besar dan sering mendapatkan klien dari luar negeri tentu membutuhkan tenaga kerja yang pandai dalam berbahasa Inggris.</p>
<p style="text-align: justify;"><img loading="lazy" decoding="async" class="alignnone size-full wp-image-3725" src="http://unjkita.com/wp-content/uploads/2016/08/Kerja-di-Kantor.jpg" alt="Kerja di Kantor kirim tulisan" width="712" height="480" srcset="https://unjkita.com/wp-content/uploads/2016/08/Kerja-di-Kantor.jpg 712w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2016/08/Kerja-di-Kantor-150x101.jpg 150w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2016/08/Kerja-di-Kantor-800x539.jpg 800w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2016/08/Kerja-di-Kantor-990x667.jpg 990w" sizes="auto, (max-width: 712px) 100vw, 712px" /></p>
<h6 style="text-align: justify;"><strong>Referensi, Ini Penting!</strong></h6>
<p style="text-align: justify;">Jika ada pihak tertentu yang merekomendasikan perusahaan tempat kamu akan bekerja, cantumkan nama pihak pemberi referensi yang bisa menambah kredibilitas kamu. Bisa tokoh di bidang kreatif, mentor saat bekerja sebelumnya, dosen pembimbing, atau seseorang yang memiliki reputasi baik di bidang yang dilamar dan pastikan orang atau institusi yang merekomendasikan kamu telah mengenal pribadi kamu dengan baik sebelumnya. Mintalah izin terlebih dahulu pada pihak pemberi referensi, bahwa nama mereka kamu sertakan, dan kirim update CV terakhir kamu ke alamat pemberi referensi sebagai backup data kamu saat dihubungi pihak perekrut.</p>
<p style="text-align: justify;"><img loading="lazy" decoding="async" class="alignnone size-full wp-image-2339" src="http://unjkita.com/wp-content/uploads/2016/04/pexels-photo-38940.jpeg" alt="Happy with our friend" width="1920" height="1280" srcset="https://unjkita.com/wp-content/uploads/2016/04/pexels-photo-38940.jpeg 1920w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2016/04/pexels-photo-38940-150x100.jpeg 150w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2016/04/pexels-photo-38940-800x533.jpeg 800w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2016/04/pexels-photo-38940-990x660.jpeg 990w" sizes="auto, (max-width: 1920px) 100vw, 1920px" /></p>
<h6 style="text-align: justify;"><strong><em>Cover Letter</em> yang Spesifik</strong></h6>
<p style="text-align: justify;">Biasanya, kita sering lupa bahwa <em>cover letter</em> juga adalah bagian dari aplikasi, sehingga kita cenderung menulis cover letter dengan normatif, bahkan hanya mengikuti <em>template</em>. Padahal, pengalaman kerja yang kurang menonjol di CV dapat diimbangi dengan <em>cover letter</em> yang spesifik.</p>
<p style="text-align: justify;"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-4990 aligncenter" src="http://unjkita.com/wp-content/uploads/2016/11/Cover-Letter.jpg" alt="cover-letter" width="480" height="480" srcset="https://unjkita.com/wp-content/uploads/2016/11/Cover-Letter.jpg 480w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2016/11/Cover-Letter-150x150.jpg 150w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2016/11/Cover-Letter-420x420.jpg 420w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2016/11/Cover-Letter-580x580.jpg 580w" sizes="auto, (max-width: 480px) 100vw, 480px" /></p>
<p style="text-align: justify;">Di <em>cover letter</em>, kamu bisa menulis tentang skill serta pengalaman-pengalaman yang relevan dengan posisi yang kamu incar dan bisnis yang dijalankan perusahaan. Misalnya, jika kamu pernah bekerja sebagai jurnalis di majalah kampus, dan sering mewawancarai narasumber untuk mengumpulkan bahan artikel, maka kamu memiliki <em>transferable skill</em>, yaitu <em>interviewing skill</em> yang akan <em>stand out</em> di <em>cover letter</em> jika kamu mendaftar di posisi <em>market researcher, account executive, </em>atau <em>human resources.</em></p>
<p style="text-align: justify;"><em> </em></p>
<p style="text-align: justify;">Ya, itulah beberapa tips kece yang kami berikan untukmu para sobat <em>Fresh Graduate</em> dalam menyusun amunisi <em>Curriculum Vitae</em> nya guna menembus persaingan di dunia professional nantinya. Semoga kamu bisa mendapatkan pekerjaan dan karir sesuai yang kamu impikan ya sobat. Tunggu serial amunisi <em>Fresh Graduate</em> selanjutnya yang terbit setiap hari minggu!</p>
<h2>Serial Amunisi Fresh Graduate</h2>
<ol>
<li>Part 1: <a href="http://unjkita.com/serial-amunisi-fresh-graduate-part-1/" target="_blank" rel="noopener"><strong>Jurus Pamungkas Pasca Lulus</strong></a></li>
<li>Part 2: <a href="http://unjkita.com/serial-amunisi-fresh-graduate-2-menyusun-amunisi-curriculum-vitae/" target="_blank" rel="noopener"><strong>Menyusun Amunisi CV</strong></a></li>
<li>Part 3: <a href="http://unjkita.com/serial-amunisi-fresh-graduate-3-menyusun-strategi-menuju-job-fair/" target="_blank" rel="noopener"><strong>Menyiapkan Amunisi Menuju Job Fair</strong></a></li>
</ol>
<p>The post <a href="https://unjkita.com/serial-amunisi-fresh-graduate-2-menyusun-amunisi-curriculum-vitae/">Serial Amunisi Fresh Graduate #2 ; Menyusun Amunisi Curriculum Vitae</a> appeared first on <a href="https://unjkita.com">UNJKita.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Serial Amunisi Fresh Graduate #1 : Jurus Pamungkas Pasca Lulus</title>
		<link>https://unjkita.com/serial-amunisi-fresh-graduate-part-1/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Ferly Ferdyant, S.E]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 06 Nov 2016 12:00:21 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Konten Pilihan]]></category>
		<category><![CDATA[Professional]]></category>
		<category><![CDATA[Tips Karir]]></category>
		<category><![CDATA[Curicullum Vitae]]></category>
		<category><![CDATA[Fresh Graduate]]></category>
		<category><![CDATA[Serial Fresh Graduate]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://unjkita.com/?p=4739</guid>

					<description><![CDATA[<p>Di Indonesia, mencari pekerjaan bukanlah hal yang mudah. Ketidakseimbangan antara lapangan pekerjaan dengan pencari kerja membuat mencari pekerjaan sesuai dengan bidang kita akan terasa sangat...</p>
<p>The post <a href="https://unjkita.com/serial-amunisi-fresh-graduate-part-1/">Serial Amunisi Fresh Graduate #1 : Jurus Pamungkas Pasca Lulus</a> appeared first on <a href="https://unjkita.com">UNJKita.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Di Indonesia, mencari pekerjaan bukanlah hal yang mudah. Ketidakseimbangan antara lapangan pekerjaan dengan pencari kerja membuat mencari pekerjaan sesuai dengan bidang kita akan terasa sangat sulit. Persaingan yang begitu ketat, membuat kita harus mempersiapkan diri dan memiliki nilai lebih untuk mendapatkan pekerjaan tersebut. Mendapatkan pekerjaan sesuai dengan minat dan bakat merupakan impian kita semua, akan tetapi kenyataannya banyak orang yang bekerja tidak sesuai dengan bidangnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Lulus kuliah adalah momentum yang sangat membahagiakan untuk kita dan orang tua. Lulus kuliah merupakan tahap awal untuk menghadapi kehidupan yang sesungguhnya, yaitu dunia kerja. Menjadi lulusan terbaru <em>(Fresh Graduate)</em> memang agak sulit untuk mendapatkan pekerjaan. Karena jaman sekarang rata &#8211; rata perusahaan hanya mau merekrut orang yang sudah memiliki pengalaman kerja. Dalam mencari kerja kita masih harus berjuang dan bersaing satu dengan lainnya. Tak jarang, para <em>fresh graduate</em> pun akan memikirkan matang-matang tentang pekerjaannya. Apa yang akan dilakukan untuk mencari uang. Berapa yang ingin dihasilkan dalam jangka waktu tertentu. Hal itu tentu akan menjadi dasar pertimbangan dalam mencari. Buat kamu sobat UNJKita yang baru saja menjadi atau bakal calon <em>fresh graduate </em>nantinya, tidak usah khawatir dengan persaingan yang ketat di luar sana. Dalam beberapa pekan kedepan, kami akan menghadirkan <strong>Serial Amunisi F<em>resh Graduate</em> </strong>yang akan terbit setiap hari Minggu.</p>
<h2 style="text-align: justify;"><strong style="font-family: 'Open Sans', arial, sans-serif; font-size: 16px;">Pertajam Skill dan Pengetahuan</strong></h2>
<p style="text-align: justify;">Bukan hanya ijazah yang berpengaruh pada proses perekrutan karyawan, skill dan pengetahuan yang kita miliki adalah faktor paling penting yang dinilai oleh bagian yang akan menyeleksi kita. Skill merupakan amunisi untuk bersaing dengan <em>fresh graduate</em> lain, semakin banyak bidang yang kita kuasai, makin kemahiran dengan bidang yang biasa kalian geluti maka makin baik penilaian yang akan diberikan.</p>
<p style="text-align: justify;">Jadi tidak ada salahnya seraya menunggu panggilan pekerjaan sobat juga mempertajam skill dan kemampuan, misalnya saja kalian dapat mengisi waktu dengan mengikuti kursus bahasa asing seperti bahasa Inggris, Jepang atau Mandarin. Atau kita bisa juga mengikuti kursus brevet pajak, kursus desain, public speaking, dan sebagainya ini mungkin adalah pilihan yang tepat.</p>
<h2 style="text-align: justify;"><strong style="font-family: 'Open Sans', arial, sans-serif; font-size: 16px;">Buat <em>Curriculum Vitae</em> (CV) Yang Menarik</strong></h2>
<p style="text-align: justify;">Buatlah CV pekerjaan sebaik, semenarik dan se-berbeda mungkin dari para pesaing kamu. Lupakan format CV konvensional, apalagi CV yang ditulis tangan dengan pulpen dan kertas folio. Dalam melamar pekerjaan, HRD juga akan memperhatikan CV yang kita apply ke perusahaan. Buatlah CV semenarik mungkin agar memungkinkan HRD berminat untuk mengetahui lebih banyak tentang diri kita dan memanggil kita untuk wawancara. Jika kita tidak tahu bagaimana membuat CV yang baik, kita dapat berkonsultasi dengan orang yang sudah berpengalaman dalam berkarier. Ada banyak contoh CV yang menarik di internet, yang kamu perlukan hanyalah mencarinya. Setelah dapat, kita bisa mencontohnya untuk digunakan pada surat lamaran milik Kita sendiri. Dalam beberapa pekan kedepan tim redaksi UNJKita.com akan mengupas tuntas bagaimana mempersiapkan amunisi mu dalam membuat Curriculum Vitae (CV) Yang Menarik. Ditunggu ya sobat.</p>
<p style="text-align: justify;">Buatlah agak banyak salinan CV dan surat lamaran, fotokopi KTP, Ijazah &amp; transkrip nilai, foto diri dan kelengkapan lainnya kemudian masukkan kedalam beberapa amplop. Hal tersebut dilakukan sebagai langkah antisipasi sekaligus persiapan apabila ada panggilan mendadak dari HRD untuk melakukan sesi wawancara kerja.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong style="font-family: 'Open Sans', arial, sans-serif; font-size: 16px;">Ikuti Program Magang</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Apabila kalian belum mendapatkan pekerjaan hingga berbulan-bulan lamanya, sebaiknya ikuti program magang yang biasanya diadakan oleh kampus yang bekerjasama dengan perusahaan-perusahaan ternama atau langsung mencoba pada perusahaan yang menyediakan program post-graduate internship. Setidaknya dengan mengikuti program tersebut, kalian masih berada dalam jalur edukasi yang sesuai.</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://unjkita.com/pentingnya-magang-bagi-mahasiswa/"><strong>Baca Juga : Magang, Penting Gak Sih…???</strong></a></p>
<p style="text-align: justify;">Rata-rata perusahaan saat ini menganggap bahwa kerja magang adalah nilai tambah bagi seorang kandidat saat perusahaan melakukan perekrutan pegawai baru. Perusahaan lebih suka jika pegawai baru tersebut sudah pernah terjun ke dunia kerja sebelumnya. Kesempatan bagi kita yang pernah menjalani kerja magang jauh lebih besar dibanding kita yang tidak pernah melakukanya. Belum lagi jika pekerjaan kita disenangi oleh perusahaan, mungkin kita akan mendapatkan kesempatan dijadikan pegawai tetap di perusahaan tersebut ketika masa magang kita selesai.</p>
<h2 style="text-align: justify;"><strong style="font-family: 'Open Sans', arial, sans-serif; font-size: 16px;">Bangun Jaringan Seluas Mungkin.</strong></h2>
<p style="text-align: justify;">Kamu tentu pernah mendengar ucapan bijak “Bukan apa yang kita tahu, tapi siapa yang kita tahu.” Kelilingi diri kamu dengan orang-orang berkualitas, baik dari dunia karier maupun personal. Hadiri acara yang berhubungan dengan dunia karir atau industri yang kamu idamkan. Kamu juga boleh mempertimbangkan menghadiri reuni. Kesempatan bisa datang dari mana saja.</p>
<p style="text-align: justify;">Semakin banyak informasi tentang lowongan pekerjaan pastinya ini akan mempermudah kalian menemukan pekerjan yang tepat, oleh karena itu perluas jaringan pertemanan kalian atau hubungi kembali kerabat yang sudah lama tidak berjumpa. Selain ini akan berguna untuk kalian saat kalian belum bekerja, jaringan yang kalian bangun sejak dini akan sangat bermanfaat untuk kalian nantinya.</p>
<h2 style="text-align: justify;"><strong style="font-family: 'Open Sans', arial, sans-serif; font-size: 16px;">Hadiri <em>Job Fair/Career Development Center</em></strong></h2>
<p style="text-align: justify;">Mencari informasi mengenai lowongan pekerjaan sebanyak-banyaknya akan sangat membantu kamu nantinya dalam memilih posisi yang akan di lamar, khususnya bagi <em>fresh graduate</em>. Kamu harus selalu aktif mengetahui info lowongan kerja terbaru dan masukkan lamaran sebanyak-banyaknya. Semakin banyak lamaran yang kamu masukkan, maka semakin besar kemungkinan kamu akan mendapat panggilan interview. Hal ini juga akan menambah pengalaman dan wawasan kamu untuk ke depannya. Selain itu kamu juga bisa mengerti apa aja kekurangan kamu agar bisa lolos dalam mencari kerja.</p>
<h2 style="text-align: justify;"><strong style="font-family: 'Open Sans', arial, sans-serif; font-size: 16px;">Optimasi Profil <em>Linkedin </em>dan Google</strong></h2>
<p style="text-align: justify;">Dengan era internet seperti sekarang, LinkedIn telah menjadi sebuah alat pencari kerja yang besar, dimana kalian dapat terhubung dengan para alumni dari sekolah kalian sebelumnya. Tentu saja, hal ini membuat kalian memiliki jaringan koneksi yang besar dan akses cepat untuk menghubungi orang-orang tersebut. Fungsi linkedIn disini mampu mendongkrak daya tawar kamu sebagai pelamar dan pencari pekerjaan, karena bisa dibilang linkedIn adalah CV online kamu di internet yang sudah  memberikan semua info tentang kamu. Namun yang perlu diperhatikan disini adalah menggunakan bahasa yang lebih professional dalam menjelaskan ‘siapa kamu’ dan ‘apa yang bisa membuat saya tertarik merekrut kamu’, karena itu adalah modal awal kamu untuk mendapatkan daya tawar dalam mencari pekerjaan.</p>
<p style="text-align: justify;">Mungkin bagi kita generasi Y mesin pencari google bukanlah hal asing, namun masih banyak yang belum mengoptimalkan mesin ini. ada beberapa tips yang mungkin dapat membantu kamu menemukan lowongan pekerjaan di mesin pencari. Salah satu tips paling penting adalah dengan mengatur alat penelusuran kamu mode waktunya menjadi sebulan terakhir. Sangat penting dilakukan karena lowongan kerja biasanya dibuka selama satu bulan saja. tips ini perlu dilakukan untuk memastikan kamu tidak mendapatkan lowongan yang kadaluarsa. ikuti langkah berikut:</p>
<ol style="text-align: justify;">
<li>Masukkan kata yang mau kamu telusuri, misalkan “lowongan guru sejarah 2015.”</li>
<li>klik tombol alat penelusuran</li>
<li>ubah pengaturan “S<strong>embarang waktu”</strong> menjadi “<strong>Sebulan terakhir</strong>.”</li>
</ol>
<h2><strong style="font-family: 'Open Sans', arial, sans-serif; font-size: 16px;">Daftarkan Diri di Situs Penyedia Lowongan Kerja</strong></h2>
<p style="text-align: justify;">Di Era digital saat ini kita diberikan kemudahan dalam hal distribusi data. semuda data kita dengan mudahnya didistribusikan secara online, sehingga bermuncuan beberapa situs lowongan kerja. kamu cukup upload dan buat sebaik mungkin CV kamu. berikut beberapa situs lowongan kerja yang kami rekomendasikan:</p>
<ol style="text-align: justify;">
<li><strong><a href="http://www.jobstreet.co.id/" target="_blank" rel="noopener">Jobstreet.co.id</a></strong></li>
<li><strong><a href="http://id.jobsdb.com/id" target="_blank" rel="noopener">Jobsdb.com</a></strong></li>
<li><strong><a href="https://www.karir.com/" target="_blank" rel="noopener">Karir.com</a></strong></li>
<li><strong><a href="http://www.jobindo.com/" target="_blank" rel="noopener">Jobindo.com</a></strong></li>
</ol>
<p style="text-align: justify;">Ada juga opsi untuk kamu yang mau mencoba menjadi freelancer seperti:</p>
<ol style="text-align: justify;">
<li><a href="https://www.sribulancer.com/" target="_blank" rel="noopener"><strong>sribulancer.com</strong> </a>(indonesia)</li>
<li><strong><a href="http://freelancer.com/" target="_blank" rel="noopener">freelancer.com</a></strong> (internasional)</li>
<li><a href="http://ruangguru.com/" target="_blank" rel="noopener"><strong>ruangguru.com</strong></a> (privat pendidikan)</li>
</ol>
<h2><strong style="font-family: 'Open Sans', arial, sans-serif; font-size: 16px;">Pilih dan Kenali Perusahaan Yang Tepat</strong></h2>
<p style="text-align: justify;">Kenali perusahaan yang akan dilamar atau jika sudah ada janii bertemu interview. Apa saja yang perlu dikenali dari perusahaan? Kenali bisnisnya, produk atau servicenya, siapa saja jajaran executivenya. Pengenalan kalian para <em>fresh graduate</em>, terhadap perusahan akan menunjukan banyak hal dari kualitas kita sebagai orang yang mau melamar. Kamu sebagai calon pelamar harus membuat riset kecil, sebuah hal sederhana tapi akan membuat hasil yang berbeda.</p>
<p style="text-align: justify;">Impian semua orang berada di perusahaan yang menyenangkan dan nyaman seperti yang telah kita bahas sebelumnya, ini yang harus menjadi challenge kalian sebagai <em>fresh graduate</em> untuk mencari perusahaan yang bukan hanya menjadi tempat kalian mencari nafkah tetapi bisa menjadi rumah kedua, tempat kalian merintis karir, tempat kalian mengembangkan bakat, yang peduli dengan kesejaterahan kalian.</p>
<h2 style="text-align: justify;"><strong style="font-family: 'Open Sans', arial, sans-serif; font-size: 16px;">Persiapkan diri Untuk Wawancara &amp; Psikotest</strong></h2>
<p style="text-align: justify;">Pada umumnya, setiap orang yang akan melamar pekerjaan akan melalui tahap wawancara. Setelah lulus seleksi dokumen (surat lamaran kerja dan CV) dan psikotest, tes wawancara merupakan tes yang paling menentukan diterima atau tidaknya si pelamar kerja di perusahaan. Tes wawancara sering dikatakan sebagai momok dalam melamar pekerjaan karena cenderung menegangkan untuk orang-orang yang baru pertama kali melamar pekerjaan.</p>
<p style="text-align: justify;">Sehingga sering kali bagi pelamar kerja pemula mengalami kegagalan pada tahap tes ini. Salah satu penyebab kegagalan dalam tes wawancara adalah kurangnya persiapan sang pelamar kerja terkait materi wawancara dan perilaku sebelum tes wawancara dimulai. Sehingga, ketika wawancara kerja berlangsung, peserta akan merasa gugup dalam menjawab pertanyaan, dan performa saat wawancara pun menjadi kurang baik. Dalam beberapa pekan kedepan setiap hari Minggu tim redaksi UNJKita.com akan mengupas tuntas bagaimana mempersiapkan amunisi mu menghadapi wawancara kerja dan psikotest. Ditunggu ya sobat.</p>
<h2>Serial Amunisi Fresh Graduate</h2>
<ol>
<li>Part 1: <a href="http://unjkita.com/serial-amunisi-fresh-graduate-part-1/" target="_blank" rel="noopener"><strong>Jurus Pamungkas Pasca Lulus</strong></a></li>
<li>Part 2: <a href="http://unjkita.com/serial-amunisi-fresh-graduate-2-menyusun-amunisi-curriculum-vitae/" target="_blank" rel="noopener"><strong>Menyusun Amunisi CV</strong></a></li>
<li>Part 3: <a href="http://unjkita.com/serial-amunisi-fresh-graduate-3-menyusun-strategi-menuju-job-fair/" target="_blank" rel="noopener"><strong>Menyiapkan Amunisi Menuju Job Fair</strong></a></li>
</ol>
<p>The post <a href="https://unjkita.com/serial-amunisi-fresh-graduate-part-1/">Serial Amunisi Fresh Graduate #1 : Jurus Pamungkas Pasca Lulus</a> appeared first on <a href="https://unjkita.com">UNJKita.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
