<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Alumni UNJ Archives - UNJKita.com</title>
	<atom:link href="https://unjkita.com/tag/alumni-unj/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://unjkita.com/tag/alumni-unj/</link>
	<description>Saling Menginspirasi untuk Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Thu, 23 Apr 2020 10:28:31 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.4</generator>

<image>
	<url>https://unjkita.com/wp-content/uploads/2018/08/cropped-unjkita-32x32.png</url>
	<title>Alumni UNJ Archives - UNJKita.com</title>
	<link>https://unjkita.com/tag/alumni-unj/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Alumni BEM UNJ Serukan Mahasiswa Terus Berjuang Lawan Tirani Anti Demokrasi</title>
		<link>https://unjkita.com/alumni-bem-unj-menyerukan-mahasiswa-untuk-terus-berjuang-melawan-tirani-anti-demokrasi/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[UNJKita.com &#124; @pemburukampus]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 23 Oct 2017 04:24:44 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Info]]></category>
		<category><![CDATA[Konten Pilihan]]></category>
		<category><![CDATA[Aksi Bela Rakyat]]></category>
		<category><![CDATA[Alumni UNJ]]></category>
		<category><![CDATA[FATI UNJ]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://unjkita.com/?p=15924</guid>

					<description><![CDATA[<p>&#8220;Pemerintah yang tidak tahan kritik, silahkan masuk keranjang sampah&#8221; (Aktifis Indonesia) Salah satu esensi ciri negara demokrasi adalah adanya jaminan terhadap seluruh rakyat untuk menyampaikan...</p>
<p>The post <a href="https://unjkita.com/alumni-bem-unj-menyerukan-mahasiswa-untuk-terus-berjuang-melawan-tirani-anti-demokrasi/">Alumni BEM UNJ Serukan Mahasiswa Terus Berjuang Lawan Tirani Anti Demokrasi</a> appeared first on <a href="https://unjkita.com">UNJKita.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>&#8220;Pemerintah yang tidak tahan kritik, silahkan masuk keranjang sampah&#8221; (Aktifis Indonesia)</p>
<p>Salah satu esensi ciri negara demokrasi adalah adanya jaminan terhadap seluruh rakyat untuk menyampaikan pendapat, ekspresi dan aspirasi terhadap kelangsungan seluruh aspek kehidupan bernegara.</p>
<p><strong>Mahasiswa yang melakukan aksi</strong><br />
20 Oktober 2017 evaluasi 3 tahun Jokowi-Jk sebagai bentuk _controling_ kepada pemerintah &amp; menyampaikan aspirasi masyarakat terhadap kondisi bangsa yang semakin lama semakin memprihatinkan.</p>
<p>Akan tetapi JKW yang katanya akan terbuka dengan demonstrasi nyatanya tidak menunjukkan batang hidungnya. Almamater kehormatan menjadi saksi sejarah darah-darah yang menetes dari muka mahasiswa yg diremukkan oleh aparat.</p>
<p>Oleh sebab itu kami keluarga alumni BEM UNJ menyatakan sikap:</p>
<ol>
<li><strong>Mengutuk dengan keras aksi aparat yang melakukan tindakan represif kepada mahasiswa dalam aksi 20 Oktober 2017</strong></li>
<li><strong>Menuntut dengan tegas pemerintah untuk segera membebaskan aktifis mahasiswa yang hari ini masih ditahan*</strong></li>
<li><strong>Mengajak seluruh aktifis alumni &amp; mahasiswa se Indonesia untuk bersatu dan mendukung gerakan mahasiswa yang hari ini sedang dikerdilkan pemerintah</strong></li>
</ol>
<p>Demikian pernyataan sikap kami,<br />
Rezim tiran dan berpihak adalah musuh rakyat, lawan!!! Atau mati dalam ketertindasan.</p>
<p>Bebaskan para pejuang mahasiswa!<br />
Terus berjuang mahasiswa!<br />
Torehkan sejarah bagi bumi pertiwi.</p>
<p>Hidup!!! Mahasiswa<br />
Hidup!!! Rakyat Indonesia</p>
<h2>Alumni SMPT/BEM UNJ</h2>
<p>Ubaidillah badrun (Ketua SMPT UNJ 1995-1996)<br />
Agus Supriyatna (Ketua SMPT 1996-1997)<br />
Hanri Basel (Ketua SMPT 1997-1998)<br />
M. Tahyar (Ketua SMPT 1998-1999)<br />
Yudhi Rohman (Ketua BEM UNJ 2000-2001)<br />
Dedi Supriyadi (Ketua BEM UNJ 2001-2002)<br />
Sardi Effendi (Ketua BEM UNJ 2002-2003)<br />
Defrizal Siregar (Ketua BEM UNJ 2003-2004)<br />
R.A. Kurniawan (Ketua BEM UNJ 2004-2005)<br />
Karyadi (Ketua BEM UNJ 2005-2006)<br />
Akmal Dicky (Ketua BEM UNJ 2006-2007)<br />
Fachrul Latif (Ketua BEM UNJ 2007-2008)<br />
Christian Atanila (Sekjend BEM UNJ 2008-2009)<br />
Ali Sibro Malisi (Ketua BEM UNJ 2009-2010)<br />
M Hadi Kusumah (Ketua BEM UNJ 2010-2011)<br />
Aditia Pradipta (Ketua BEM UNJ 2011-2012)<br />
Roby TW (Ketua BEM UNJ 2012-2013)<br />
Fajar Tri Nugroho (Kadept Sospol BEM UNJ 2013-2014)<br />
Reza Indrawan (Ketua BEM UNJ 2014-2015)<br />
Ronny Setiawan (Ketua BEM UNJ 2015-2016)<br />
Bagus Tito Wibisono (Ketua BEM UNJ 2016-2017)</p>
<p>CP:<br />
Reza +6281316333886<br />
Robi TW +6285777092214</p>
<p>The post <a href="https://unjkita.com/alumni-bem-unj-menyerukan-mahasiswa-untuk-terus-berjuang-melawan-tirani-anti-demokrasi/">Alumni BEM UNJ Serukan Mahasiswa Terus Berjuang Lawan Tirani Anti Demokrasi</a> appeared first on <a href="https://unjkita.com">UNJKita.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Alumni Tata Busana UNJ Cetak Rekor Fashion Show Terpanjang</title>
		<link>https://unjkita.com/alumni-tata-busana-unj-cetak-rekor-fashion-show-terpanjang/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Ferly Ferdyant, S.E]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 09 Sep 2017 09:42:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Agenda]]></category>
		<category><![CDATA[Info]]></category>
		<category><![CDATA[Kabar Alumni]]></category>
		<category><![CDATA[Professional]]></category>
		<category><![CDATA[Alumni UNJ]]></category>
		<category><![CDATA[IKA UNJ]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://unjkita.com/?p=14082</guid>

					<description><![CDATA[<p>UNJKita.com &#8211; 9 September 2017, Ikatan Alumni Program Studi Tata Busana Universitas Negeri Jakarta (UNJ) berkolaborasi dengan Yayasan Model Indonesia kembali menyelenggarakan gelaran Fashion Show. Setelah...</p>
<p>The post <a href="https://unjkita.com/alumni-tata-busana-unj-cetak-rekor-fashion-show-terpanjang/">Alumni Tata Busana UNJ Cetak Rekor Fashion Show Terpanjang</a> appeared first on <a href="https://unjkita.com">UNJKita.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>UNJKita.com &#8211; 9 September 2017, Ikatan Alumni Program Studi Tata Busana Universitas Negeri Jakarta (UNJ) berkolaborasi dengan Yayasan Model Indonesia kembali menyelenggarakan gelaran <em>Fashion Show. </em>Setelah sebelumnya sukses menggelar Fashion Show dalam rangka IKA UNJ <em>Gathering</em> di <em>&#8220;Indonesia Fashion and craft by Indonesia Ethnic Designer Community&#8221; </em>23 Juli 2017 silam, kali ini kembali menggelar Fashion Show kembali dengan memecahkan rekor <em>fashion show</em> terpanjang dengan waktu 12 jam (12.00 &#8211; 00.00 WIB) dengan sekitar 200 model dari Yayasan Pembina Model Indonesia (YAPMI).</p>
<p>Fashion Show yang digelar di Usmar Ismail Hall ini kembali digelar di tajuk yang sama dengan mengusung tema kekayaan khazanah busana etnik di Indonesia dengan tujuan agar generasi muda kini lebih mencintai karya etnik Indonesia sebagai aset budaya bangsa untuk terus dilestarikan. Sementara para peserta sebagian besar adalah merupakan finalis dari pemilihan model Indonesia seluruh Indonesia.</p>
<p>Selain bertajuk dengan tema etnik, kuantitas model yang banyak dan waktu yang cukup panjang, gelaran <em>fashion show </em>kali ini diwarnai dengan keunikan dimana acara ini diikuti dari anak-anak usia 3 tahun sampai dengan 20 tahun yang didampingi oleh orang tuanya. Ini menjadikan acara ini sebagai<em> Fashion Show Mom&#8217;s n Kids</em> terpanjang dengan memecahkan rekor ORI (Original Rekor Indonesia). Acara ini juga dihadiri oleh Wakil Presiden RI Jusuf Kalla.</p>
<div id="attachment_14088" style="width: 730px" class="wp-caption aligncenter"><img fetchpriority="high" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-14088" class="wp-image-14088 size-full" src="http://unjkita.com/wp-content/uploads/2017/09/Fashion-Show-Anak-UNJ.jpeg" alt="" width="720" height="960" srcset="https://unjkita.com/wp-content/uploads/2017/09/Fashion-Show-Anak-UNJ.jpeg 720w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2017/09/Fashion-Show-Anak-UNJ-113x150.jpeg 113w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2017/09/Fashion-Show-Anak-UNJ-450x600.jpeg 450w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2017/09/Fashion-Show-Anak-UNJ-315x420.jpeg 315w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2017/09/Fashion-Show-Anak-UNJ-640x853.jpeg 640w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2017/09/Fashion-Show-Anak-UNJ-681x908.jpeg 681w" sizes="(max-width: 720px) 100vw, 720px" /><p id="caption-attachment-14088" class="wp-caption-text">Anak-anak didampingi orang tua menghiasi gelaran acara fashion show UNJ</p></div>
<p>Sederet nama desainer yang turut mengisi runway fashion show Tata Busana UNJ kali ini diantaranya adalah: Chanasya by yus Oktavia, Gista Nirmala, Langgeng maharani by Nani maharani, Ria Indriati, Susi Wahyuningsih, Maysya by kaiwo, Ella syam, Kimmy dan serta Maula. Seluruhnya adalah desainer alumnus dari prodi Tata Busana UNJ yang sudah berkiprah. Dalam <em>fashion show</em> ini, masing-masing desainer membawakan beragam baju dengan tema etnik seluruhnya.</p>
<div id="attachment_14127" style="width: 602px" class="wp-caption aligncenter"><img decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-14127" class="wp-image-14127 size-full" src="http://unjkita.com/wp-content/uploads/2017/09/Yus-Oktavia.jpeg" alt="" width="592" height="1052" srcset="https://unjkita.com/wp-content/uploads/2017/09/Yus-Oktavia.jpeg 592w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2017/09/Yus-Oktavia-84x150.jpeg 84w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2017/09/Yus-Oktavia-338x600.jpeg 338w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2017/09/Yus-Oktavia-236x420.jpeg 236w" sizes="(max-width: 592px) 100vw, 592px" /><p id="caption-attachment-14127" class="wp-caption-text">Yus Oktavia dan Karya Etniknya.</p></div>
<p><em>&#8221;Acara ini merupakan fashion show kita terbanyak model dan designer, Semoga kedepannya kita bisa mengharumkan nama Ikatan Alumni UNJ dan etnik Indonesia, serta bisa membawa etnik Indonesia ke kancah dunia.&#8217;</em>&#8216; papar Yus Oktavia selaku desainer dan penyelenggara <em>fashion show</em> ini.</p>
<p>The post <a href="https://unjkita.com/alumni-tata-busana-unj-cetak-rekor-fashion-show-terpanjang/">Alumni Tata Busana UNJ Cetak Rekor Fashion Show Terpanjang</a> appeared first on <a href="https://unjkita.com">UNJKita.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kembangkan Industri Kreatif, Ikatan Alumni UNJ Gelar Gathering dan Fashion Show</title>
		<link>https://unjkita.com/kembangkan-industri-kreatif-ikatan-alumni-unj-gelar-gathering-dan-fashion-show/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Ferly Ferdyant, S.E]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 24 Jul 2017 02:13:26 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabar Alumni]]></category>
		<category><![CDATA[Konten Pilihan]]></category>
		<category><![CDATA[Professional]]></category>
		<category><![CDATA[Alumni UNJ]]></category>
		<category><![CDATA[IKA UNJ]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://unjkita.com/?p=12051</guid>

					<description><![CDATA[<p>UNJKita.com &#8211; Pertumbuhan industri kreatif tanah air yang cukup pesat kini berbuah manis dengan terbuka luasnya lapangan kerja baru di berbagai bidang, mulai dari musik,...</p>
<p>The post <a href="https://unjkita.com/kembangkan-industri-kreatif-ikatan-alumni-unj-gelar-gathering-dan-fashion-show/">Kembangkan Industri Kreatif, Ikatan Alumni UNJ Gelar Gathering dan Fashion Show</a> appeared first on <a href="https://unjkita.com">UNJKita.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>UNJKita.com &#8211; Pertumbuhan industri kreatif tanah air yang cukup pesat kini berbuah manis dengan terbuka luasnya lapangan kerja baru di berbagai bidang, mulai dari musik, kuliner, hingga <em>fashion. </em>Dalam kesempatan ini, Ikatan Alumni Universitas Negeri Jakarta (IKA UNJ) bekerja sama dengan Debindo menggelar IKA UNJ Gathering sebagai salah satu rangkain acara Indonesia <em>&#8220;Indonesia Fashion and craft by Indonesia Ethnic Designer Community&#8221;.</em> yang bertempat di Jakarta Convention Center.</p>
<p>Acara yang berlangsung pada 23 juli 2017 ini sebagai ajang silaturrahim sesama alumni Universitas Negeri Jakarta sekaligus juga memperkenalkan Ikatan Alumni Universitas Negeri Jakarta kepada khalayak umum. IKA UNJ diharapkan menjadi wadah bagi para alumni dan mahasiswa UNJ dalam rangka memperluas jejaring bisnis dan pekerjaan khsusunya di bidang pendidikan dan industri kreatif.</p>
<p>Sederet nama desainer yang turut mengisi <em>runway</em> Fashion Show UNJ Gathering ini diantaranya ; Giwo rubianto (Ketua Kowani), Chanasya <em>by </em>Yus Oktavia, Yan Maulana, ADRA Creation <em>by</em> Indria, rumah jahit gariz by Susi Wahyuni, Simply by Ella syam, GNC by gista nirmala, Langgeng Maharani by nani maharani dewi samba by uthie mintiarto,Feby kean, dan masih banyak lainnya. Seluruhnya adalah desainer alumnus dari prodi Tata Busana UNJ yang sudah berkiprah. Dalam fashion show ini, masing-masing desainer akan membawakan 1 baju dengan tema etnik.</p>
<div id="attachment_12063" style="width: 1047px" class="wp-caption aligncenter"><img decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-12063" class="wp-image-12063 size-full" src="http://unjkita.com/wp-content/uploads/2017/07/Fashion-Show-IKA-UNJ-Gathering.jpg" alt="" width="1037" height="691" srcset="https://unjkita.com/wp-content/uploads/2017/07/Fashion-Show-IKA-UNJ-Gathering.jpg 1037w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2017/07/Fashion-Show-IKA-UNJ-Gathering-150x100.jpg 150w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2017/07/Fashion-Show-IKA-UNJ-Gathering-800x533.jpg 800w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2017/07/Fashion-Show-IKA-UNJ-Gathering-630x420.jpg 630w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2017/07/Fashion-Show-IKA-UNJ-Gathering-640x426.jpg 640w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2017/07/Fashion-Show-IKA-UNJ-Gathering-681x454.jpg 681w" sizes="(max-width: 1037px) 100vw, 1037px" /><p id="caption-attachment-12063" class="wp-caption-text">Fashion Show oleh Desainer UNJ</p></div>
<p>Tidak hanya ajang <em>fashion show,</em> IKA UNJ Gathering kali ini juga menyuguhkan talkshow bertema “Pendidikan dan Pengembangan Industri Kreatif&#8221; dengan pembicara Helmi Adam (Pemred TV Parlemen), Yus Oktavia (Ketua Pelaksana IKA UNJ Gathering sekaligus perwakilan Komunitas Desainer Etnik), serta Juri Ardiantoro (Ketua Umum IKA UNJ). Materi yang disampaikan diharapkan mampu mendorong para peserta yang hadir menjalin relasi bisnis yang kuat di industri kreatif.</p>
<p>Helmi Adam dalam paparannya meneropong pendidikan dan industri kreatif menyebutkan bahwa industri kreatif Indonesia sedang berkembang cukup pesat. Banyak desainer fashion Indonesia yang tampil berkarya di mancanegara. Namun sayangnya industri kreatif hanya menyumbang sekitar 4%, diharapkan kedepannya bisa bertumbuh sampai 10% dalam menopang perekonomian negara. Banyak masalah yang terjadi dalam perkembangan industri kreatif indonesia seperti hak cipta dan pembajakan. Oleh karna nya ketika seorang pelaku industri kreatif, harus aktif mendaftarkan hak cipta karyanya.</p>
<div id="attachment_12069" style="width: 1047px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-12069" class="wp-image-12069 size-full" src="http://unjkita.com/wp-content/uploads/2017/07/Talkshow-IKA-UNJ-Gathering.jpg" alt="" width="1037" height="691" srcset="https://unjkita.com/wp-content/uploads/2017/07/Talkshow-IKA-UNJ-Gathering.jpg 1037w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2017/07/Talkshow-IKA-UNJ-Gathering-150x100.jpg 150w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2017/07/Talkshow-IKA-UNJ-Gathering-800x533.jpg 800w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2017/07/Talkshow-IKA-UNJ-Gathering-630x420.jpg 630w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2017/07/Talkshow-IKA-UNJ-Gathering-640x426.jpg 640w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2017/07/Talkshow-IKA-UNJ-Gathering-681x454.jpg 681w" sizes="auto, (max-width: 1037px) 100vw, 1037px" /><p id="caption-attachment-12069" class="wp-caption-text">Pendidikan dan Pengembangan Industri Kreatif</p></div>
<p><em>&#8220;Kami tertarik bekerjasama dengan debindo karena kita ingin berkembang sama-sama dalam mengembangkan  budaya. Kebetulan tema etnik kita sangat fokus dengan perkembanagan budaya Indonesia, mulai dari busannaya, make upnya kita trus menjaga melestarikan itu,&#8221;</em> papar Yus</p>
<p>Tak hanya itu, acara  kali ini  diadakan ini menjadi pernyataan bahwa lulusan UNJ tidak hanya berkiprah sebagai guru atau tenaga pengajar, namun juga bidang-bidang lain seperti desainer, pebisnis, anggota dewan, jurnalis, ahli boga, dan lainnya.</p>
<p><em>&#8221;Dengan diselenggarakannya acara ini, IKA UNJ coba mempresentasikan dan memberi warna yang berbeda bahwa UNJ tidak hanya dikenal dengan lulusan sebagai guru, kita satukan mereka untuk saling bertemu dan berbagi pengalamannya usai menjadi alumni dan memberi gambaran kepada para mahasiswa yang masih menimba ilmu di kampus,”</em> pungkas Yus selaku Ketua Pelaksana IKA UNJ Gathering.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>The post <a href="https://unjkita.com/kembangkan-industri-kreatif-ikatan-alumni-unj-gelar-gathering-dan-fashion-show/">Kembangkan Industri Kreatif, Ikatan Alumni UNJ Gelar Gathering dan Fashion Show</a> appeared first on <a href="https://unjkita.com">UNJKita.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Organisasi Alumni untuk Pembangunan Bangsa: Sebuah Catatan Singkat</title>
		<link>https://unjkita.com/organisasi-alumni-untuk-pembangunan-bangsa-sebuah-catatan-singkat/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Ferly Ferdyant, S.E]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 10 May 2017 23:59:30 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabar Alumni]]></category>
		<category><![CDATA[Professional]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Anda]]></category>
		<category><![CDATA[Alumni UNJ]]></category>
		<category><![CDATA[IKA UNJ]]></category>
		<category><![CDATA[Mubes IKA UNJ]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://unjkita.com/?p=8666</guid>

					<description><![CDATA[<p>Pengantar Popularitas suatu perguruan tinggi tidak jarang dipengaruhi secara siginfikan oleh kedudukan alumni dalam suatu struktur sosial yang oleh publik dipersepsi &#8220;berhasil&#8217; dalam bidang-bidang tertentu....</p>
<p>The post <a href="https://unjkita.com/organisasi-alumni-untuk-pembangunan-bangsa-sebuah-catatan-singkat/">Organisasi Alumni untuk Pembangunan Bangsa: Sebuah Catatan Singkat</a> appeared first on <a href="https://unjkita.com">UNJKita.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Pengantar</strong></p>
<p>Popularitas suatu perguruan tinggi tidak jarang dipengaruhi secara siginfikan oleh kedudukan alumni dalam suatu struktur sosial yang oleh publik dipersepsi &#8220;berhasil&#8217; dalam bidang-bidang tertentu. Popularitas yang dibangun oleh keadaan seperti ini, tidaklah salah, tetapi sifatnya sangat temporer dan bahkan bisa tidak berarti apa-apa bagi perguruan tinggi atau malah tidak ada hubungan sama sekali dengan (prestasi) perguruan tinggi tersebut. Sebab ada banyak orang dengan kedudukan yang dimilikinya tidak dipengaruhi oleh kampus dimana ia pernah belajar. Oleh karenanya yang dibutuhkan bukanlah sekedar popularitas, melainkan reputasi.</p>
<p>Keberadaan alumni yang turut membangun reputasi almamaternya karena keberadaan alumni mampu membangun persepsi publik bahwa perguruan tinggi melalui alumninya mencerminkan suatu prestasi dan karakter perguruan tinggi tersebut. Di sinilah, keunggulan komparatif sebagai suatu keunikan/keunggulan tertentu dari suatu perguruan tinggi dan itu tercermin dari lulusannya menjadi sangat penting.</p>
<h5><strong>Baca Juga : <a href="http://unjkita.com/ikatan-alumni-universitas-negeri-jakarta-ika-unj-siap-gelar-mubes-ke-viii/" target="_blank" rel="noopener noreferrer">Ikatan Alumni Universitas Negeri Jakarta (IKA UNJ) Siap Gelar Mubes ke-VIII</a></strong></h5>
<p>Selain itu, ada relasi yang sehat (yang memberikan nilai lebih) antara sesama alumni maupun dengan universitas. Maka, saat ada alumni yang menduduki posisi yang baik dalam struktur sosial tertentu adalah akibat dari kualitas perguruan tinggi tersebut plus jaringan yang sehat antara alumni maupun antara alumni dengan perguruan tinggi. Pada level ini, antara mahasiswa, alumni dan pergurun tinggi dapat saling membanggakan.</p>
<p>Sebagai jebolan IKIP/UNJ, pertanyaan sederhana saya dan alumni lainnya adalah apakah alumni-alumni UNJ sudah menjadi salah satu faktor yang membuat UNJ ini memiliki reputasi yang baik? Apakah ikatan alumninya sudah mampu memfasilitasi para alumni untuk kepentingan tersbut? Pertanyaan lebih tinggi lagi adalah sebagaimana tema mubes ini, apakah IKA UNJ, khususnya IKA UNJ sudah memiliki peran strategis dalam pembangunan bangsa</p>
<p>Sebelum menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut, ada pertanyaan yang levelnya lebih sepele, yakni apakah semua mahasiswa menyadari bahwa di kampusnya ada organsiasi alumni? Pertenyaan sepele tetapi penting, karena menyangkut pengetahuan tentang gambaran dari lulusan kampusnya. Selain itu, pengenalan mahasiswa akan keberadaan oragnsiasi alumni itu terkait dengan manfaat atau konstribusi yang diketahui bagi civitas akademik. Dalam bahasa yang sederhana, jika keberadaan organisasi alumni dianggap tidak membawa manfaat bagi civitas akademika, maka wajar jika mahasiswa tidak mengenal keberadaann organisasi alumni.</p>
<p>Nalar umum kita pasti mengatakan bahwa organsiasi alumni itu penting dan oleh karena itu mari kita buat organsiasi ini benar benar menjadi penting.</p>
<h6></h6>
<h6><strong>Modal Sosial IKA dan Pengembangan Bangsa</strong></h6>
<p>Organisasi alumni merupakan wadah berhimpunnya para lulusan yang bagi kampus tua seperti UNJ, jumlahnya sangat banyak, memasuki beragam kegiatan/ativitas, pekerjaan/profesi, dan menyebar luas ke seluruh negeri, bahkan luar negeri. Keberadaan alumni yang demikian, jika diorganisir akan membentuk jaringan sosial yang sangat besar dan kuat. Lalu, tinggal <em>memanage</em> supaya memberikan manfaat. Jaringan inilah yang dapat kita sebut sebagai modal sosial<a href="#_ftn1" name="_ftnref1">[1]</a>.</p>
<p>Setidaknya, tiga elemen (di samping elemen penting lainnya) dari modal sosial yang ada dalam organisasi alumni UNJ dapat menjadi modal yang sangat berharga untuk mencapai tujuan-tujuan organsiasi ini. Modal tersebut adalah, adanya karakteristik alumni yang memiliki basis pendidikan di bidang pendidikan. Kedua, Jaringan. Alumni UNJ jumlahnya sangat besar, menyebar dan memiliki status atau latar belakang aktivitas, pekerjaan, kedudukan dan status lainnya. Ketiga adalah hubungan timbal balik atau kerja sama. Pengandainnya adalah, jika jaringan alumni yang mumpuni di bidang pendidikan yang jumlahnya besar dan menyebar ini dapat bekerja sama untuk kemanfaatan anggota, organsiasi dan civitas akademika, maka IKA UNJ akan benar-benar telah bekerja dengan baik dan dirasakan manfaatnya secara nyata. Tentu dalam konteks kerja sama ini dilandasi oleh elemen modal sosial yang lain, yakni kepercayaan <em>(trust)</em>.</p>
<p>Tujuan apa yang hendak dicapai dan bagimana strategi pencapainnya? Secara umum, tujuan organisasi alumni adalah mendukung tujuan perguruan tinggi terutama terkait dengan tri darma perguruan tingi. Praktiknya, organisasi alumni menurut saya dapat fokus pada usaha pencapaian tiga tujuan, yakni terkait akademik, profesionalisme dan sosial.</p>
<p>Pertama, di bidang akademik, peran organisasi alumni dapat diwujudkan dengan membantu sivitas akademika untuk mendapatkan peluang, jalan atau kesempatan dukungan bagi pengembangan akademik, misalnya, mencarikan sumber daya untuk mendapatkan dana riset, mencarikan peluang bea siswa,  memfasilitasi dialog, seminar dan diskusi ilmiah, penerbitan jurnal ilmiah dan publikasinya. Dapat juga memfasilitasi kerja sama perguruan tinggi dengan pemerintah, swasta ataupun lembaga-lembaga internasional. Pada konteks IKA UNJ, gerakan atau tujuan ini semakin relevan untuk memperkuat identitas ke-UNJ-an, yakni pendidikan. Di sinilah peran alumni untuk membantu menuingkatkan reputasi di bidang akademik. Rilis lembaga-lembaga resmi tentang peringkat UNJ sangat rendah saat ini diantara perguruan tinggi lainnya, bahkan dibandingkan dengan universitas bekas IKIP lainnya.</p>
<p>Kedua, di bidang profesionalisme. Alumni atau organisasi nya dapat memfasilitasi lulusan baru untuk mendapatkan kesempatan bekerja, pengembangan profesi, atau minimal memberikan berbagai informasi terkait dengan pekerjaan ataupun pengembangan profesi. Keberhasilan dalam misi ini akan sangat berdampak pada tingkat kebanggaan mahasiswa pada alumni dan organsiasinya.</p>
<p>Ketiga, bidang sosial dalam bentuk implemnetasi tanggung jawab sosial alumni baik kepada alumni, perguruan tinggi, masyarakat, maupun bangsa dan negara. Jargon <em>&#8220;Building Future Leader&#8221;</em> dapat menjadi jembatan untuk memfasilitasi penciptaan ruang-ruang bagi civitas akademik mengembangkan kepemimpinan di berbagai bidang, seperti ekonomi, birokrasi, sampai politik.</p>
<p>Dimana konteks peran strategis alumni dalam pembangunan atau pngembangan bangsa. Peran alumni pada pembangunan bangsa sesungguhnya terletak pada keberhasilan alumni untuk mencapi ketiga tujuan tersebut. Pada tujuan pertama membangun basis pendidikan yang kuat dan bermutu sebagai syarat penting bagi kemajuan masyarakat dan bangsa. Pencapaian tujuan pertama akan mendukung pencapaian tujuan kedua, yakni memfasilitasi lulusan perguruan tinggi untuk tidak <em>nganggur</em> dan membebani negara, tapi justeru menjadi pelopor bagi penciptaan pekerjaan dan pengembangan profesionalisme. Sedangkan pada pencapaian tujuan ketiga, organisasi alumni dapat menjadi sarana atau jembatan komunikasi dan fasilitas &#8216;kemudahan” bagi alumni untuk meraih kesempatan-kesempatan terbaik dan menentukan bagi negara ini.</p>
<p>Jika UNJ dan IKA UNJ bersinergi dengan para pihak terkait, maka bukan hal mustahil akselerasi pencapaian tiga tujuan tersebut terwujud.</p>
<h6></h6>
<h6><strong>Strategi Pencapaian dan Manajemen</strong></h6>
<p>Saat organsiasi melakukan rapat kerja, sangat keliatan semangat dan banyaknya program yang dicanangkan. Sehingga, sering kita melihat banyak &#8216;daftar atau deskripsi keinginan&#8217; ketimbang progam kerja yang realistis. Bagaimana implementasinya? Bukankah selama ini berbagai organsiasi, sangat faseh menyusun program kerja, tetapi tidak trampil, bahkan gagap impelemntasinya.</p>
<p>Menyusun &#8216;daftar keinginan&#8217; pun bukanlah salah, bahkan bisa jadi positif. Hal ini menunjukan betapa terdapat semangat dan komitmen yang kuat untuk membuat organisasi ini dapat mencapai tujuan-tujuannya. Pertama-tama, IKA UNJ mestinya menyusun strategi organsiasi dan strategi kerja untuk mencapai tujuan-tujuan tersebut, termasuk menyusun prioritas program.</p>
<p>Kedua, melakukan pendataan dan pemetaan alumni. Tujuannya untuk mengetahui persebaran wilayah dan persebaran profesi, sekaligus memetakan potensi yang dapat dimobilisasi dan dikonolidasikan sumber daya yang melekat pada alumni.</p>
<p>Ketiga, Membangun komunikasi dan sinergi dengan berbagai pihak yang berpotensi dapat memberikan sumber daya yang ada untuk membantu pencapaian tujuan-tujuan organisasi. Pihak-pihak tersebut dapat berasal dari lembaga-lembaga pemerintah, swasta, <em>civil societies</em>, lembaga-lembaga donor dalam dan luar negeri. Keempat, menyusun dan mengimplementasikan program prioritas sampai pada sasaran program ideal yang  diinginkan sesuai dengan rentang waktu yang ditentukan.</p>
<p>Apakah mudah?. Tentu saja tidak. Terkesan sangat ideal dan mudah untuk mewujudkannya. Realitasnya pasti tidak mudah dan banyak halangan, sebagaimana selama ini dialami IKA UNJ dan IKA-IKA yang lain. Tentu, banyak yang berkeinginan luhur untuk berbuat baik bagi UNJ dan bangsa melalui IKA UNJ. Banyak pula program dan kegiatan ingin diimpelentasikan, seperti gambaran di atas.</p>
<p>Halangan utamanya biasanya berasal internal sendiri. Pertama-tama adalah menyingkirkan penyakit organsiasi sebagai birokrasi yang kaku. Meminjam istilah Weber, birokratisasi dalam organsiasi dapat menciptakan apa yang disebut dengan <em>&#8216;iron cage</em>&#8220;, penjara besi. Terpaku pada pakem, pola dan akan berjalan sekedar memenuhi rutinitas dan sudah pasti memasung kreativitas.</p>
<p>Kedua, harus ada kesadaran bahwa mengurus organsiasi sesjenis IKA ini merupakan bentuk kesukarelawanan (voluntaristik), semata mata ingin mengabdi, membalas budi dan tanggung jawab moral selaku orang yang pernah mendapatkan gemblengan sehingga bisa menjadi sarjana dan berkiprah di berbagai bidang. Kesadaran ini penting untuk membangun kerelaan dan menjauhkan diri dari keinginan menjadikan organsiasi sebagai alat untuk kepentingan lain di luar kepentingan yang tidak ada hubungannya dengan tujuan organisasi ini.</p>
<p>Ketiga, dalam pengelolaan organisasi, pola kepemimpinan haruslah inklusif, agar para pihak dapat berpartisipasi dan muncul kreativitas dan dinamika yang progresif/membawa kemajuan. Seringkali organsiasi ini macet karena sifat keopemimpinan yang teertutup dan hanya bertumpu pada figur ketua umum. Model kepemimpinan yang tertutup dan terlalu tergantung pada ketua umum ini seringkali tidak kita sadari karena kemauan kita sendiri. Mencari ketua umum sering bertumpu pada tokoh yang memiliki kedudukan dan memiliki sumber daya pribadi yang kuat. Menurut saya baik saja mencari figur seperti  itu, tetapi praktiknya juga banyak yang tidak jalan.</p>
<p>Selamat berMUBES, semoga IKA UNJ semakin dirasakan manfaatnya sehingga membanggakan karena turut membangun reputasi UNJ dan bangsa.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Jakarta, 7 April 2017.</p>
<p><strong>Oleh : Juri Ardiantoro</strong></p>
<p>Alumni Jurusan Pendidikan Sejarah Angkatan 1992.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><a href="#_ftnref1" name="_ftn1">[1]</a>Tentang modal sosial banyak ditulis oleh ilmuwan sosial, tetapi  Robert D. Putnam dan Francis Fukuyama adalah dua figur terkemuka soal ini.</p>
<p>The post <a href="https://unjkita.com/organisasi-alumni-untuk-pembangunan-bangsa-sebuah-catatan-singkat/">Organisasi Alumni untuk Pembangunan Bangsa: Sebuah Catatan Singkat</a> appeared first on <a href="https://unjkita.com">UNJKita.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ikatan Alumni Universitas Negeri Jakarta (IKA UNJ) Siap Gelar Mubes ke-VIII</title>
		<link>https://unjkita.com/ikatan-alumni-universitas-negeri-jakarta-ika-unj-siap-gelar-mubes-ke-viii/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Ferly Ferdyant, S.E]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 10 May 2017 10:04:33 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Info]]></category>
		<category><![CDATA[Kabar Alumni]]></category>
		<category><![CDATA[Konten Pilihan]]></category>
		<category><![CDATA[Professional]]></category>
		<category><![CDATA[Alumni UNJ]]></category>
		<category><![CDATA[IKA UNJ]]></category>
		<category><![CDATA[Mubes IKA UNJ]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://unjkita.com/?p=8675</guid>

					<description><![CDATA[<p>UNJKita.com &#8211; Ikatan Alumni adalah organisasi alumni yang menghimpun dan menyalurkan aspirasi para alumni dalam rangka turut serta memberikan peranan dalam pembangunan bangsa dan menjunjung tinggi...</p>
<p>The post <a href="https://unjkita.com/ikatan-alumni-universitas-negeri-jakarta-ika-unj-siap-gelar-mubes-ke-viii/">Ikatan Alumni Universitas Negeri Jakarta (IKA UNJ) Siap Gelar Mubes ke-VIII</a> appeared first on <a href="https://unjkita.com">UNJKita.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>UNJKita.com &#8211; Ikatan Alumni adalah organisasi alumni yang menghimpun dan menyalurkan aspirasi para alumni dalam rangka turut serta memberikan peranan dalam pembangunan bangsa dan menjunjung tinggi almamater. Dengan pertimbangan semakin besarnya jumlah alumni dan besarnya tantangan yang dihadapi pada masa yang akan datang, maka dirasakan perlu adanya konsolidasi baik dibidang organisasi maupun profesionalisme.</p>
<p>Berkembangnya jumlah alumni juga menuntut penyaluran aspirasi yang semakin luas. Melalui latar belakang ini, Ikatan Alumni Universitas Negeri Jakarta (IKA UNJ) menggelar agenda Musyawarah Besar (Mubes) ke-VIII sebagai wadah konsolidasi dan regenerasi pengurus.</p>
<h5><strong>Baca Juga : <a href="http://unjkita.com/organisasi-alumni-untuk-pembangunan-bangsa-sebuah-catatan-singkat/" target="_blank" rel="noopener noreferrer">Organisasi Alumni untuk Pembangunan Bangsa : Sebuah Catatan Singkat</a></strong></h5>
<p>Mubes IKA UNJ direncanakan akan digelar pada tanggal 12-13 Mei 2017 bertempat di Hotel Kartika Chandra, Jakarta. Acara ini merupakan wadah konsolidasi para alumni yang berhimpun untuk berkontribusi dan menyalurkan aspirasi guna memberikan peranan terhadap kampus UNJ almamater tercinta.</p>
<p>Dalam rangkaian acaranya, Mubes IKA UNJ diawali dengan <em>talkshow </em>guna menjaring ide dan wacana untuk memberdayakan peran alumni dalam berbakti kepada Almamater serta upaya dan kontribusinya dalam pembangunan bangsa. <em>Talkshow</em> akan diisi oleh dua narasumber yakni Dr Juri Ardianto (Ketua KPU RI 2016 &#8211; 2017) dengan paparannya tentang : <em>“Peranan strategis organisasi alumni dalam pembangunan bangsa”. </em>Serta Sugeng Suparwoto dengan paparannya bertajuk : <em>“Pola pemberdayaan alumni IKA UNJ dalam pengabdian pada almamater”.</em></p>
<p>Selain <em>talkshow, </em>agenda utama yang menjadi puncak pada acara Mubes IKA UNJ kali ini adalah acara persidangan untuk memilih formatur kepengurusan IKA UNJ periode tahun berikutnya. Diawali dengan Sidang Pleno Laporan Pertanggung Jawaban Kepengurusan, Evaluasi dan Pandangan Umum, hingga Pendemisioneran Pengurus IKA UNJ masa jabatan 2013 &#8211; 2017. Dilanjutkan dengan Sidang Pleno pembahasan rapat komisi-komisi tentang Organisasi AD/ART, Program Kerja, serta Umum dan Rekomendasi. Hingga akhirnya ditutup dengan Sidang Paripurna yang berisikan laporan dan pengesahan hasil sidang komisi-komisi, dan acara puncak Mubes IKA UNJ yakni pemilihan dan pengesahan Formatur IKA UNJ Periode 2017-2020. Hal ini sebagai wadah regenerasi dalam kesinambungan kepemimpinan IKA UNJ selanjutnya.</p>
<p><em>&#8221;Alumni merupakan aset penting yang harus dirangkul dan dikembangkan sedini mungkin. Dengan berkumpul bersama, para alumni diharapkan mampu menghasilkan titik cerah yang kemudian akan menjadikan Universitas Negeri Jakarta menjadi lebih maju dan menjadi rujukan sebagai satu-satunya perguruan tinggi negeri yang ada di ibukota negara kita tercinta. Lebih jauh dengan semangat persatuan dan kesatuan alumni diharapkan terwujud masyarakat yang lebih bermartabat.&#8221;</em> ujar Dr. <span lang="EN-US">H. Suherman Saji, S.Pd, M.Pd. selaku Ketua Pelaksana Mubes IKA UNJ ke-8 ini.</span></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>The post <a href="https://unjkita.com/ikatan-alumni-universitas-negeri-jakarta-ika-unj-siap-gelar-mubes-ke-viii/">Ikatan Alumni Universitas Negeri Jakarta (IKA UNJ) Siap Gelar Mubes ke-VIII</a> appeared first on <a href="https://unjkita.com">UNJKita.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Wajah Kampus Mulai Bopeng?</title>
		<link>https://unjkita.com/wajah-kampus-mulai-bopeng/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[UNJKita.com &#124; @pemburukampus]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 04 May 2017 01:28:15 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Konten Pilihan]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Anda]]></category>
		<category><![CDATA[Alumni UNJ]]></category>
		<category><![CDATA[Berita Kampus]]></category>
		<category><![CDATA[Opini Alumni]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://unjkita.com/?p=8226</guid>

					<description><![CDATA[<p>Akhirnya setelah merenung beberapa waktu. Di momentum hari pendidikan nasional ini, nalar, nurani dan jemari tak tahan juga untuk menulis tentang kampus. Tidak mudah untuk...</p>
<p>The post <a href="https://unjkita.com/wajah-kampus-mulai-bopeng/">Wajah Kampus Mulai Bopeng?</a> appeared first on <a href="https://unjkita.com">UNJKita.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Akhirnya setelah merenung beberapa waktu. Di momentum hari pendidikan nasional ini, nalar, nurani dan jemari tak tahan juga untuk menulis tentang kampus. Tidak mudah untuk merumuskan judul tulisan ini di tengah hiruk pikuk informasi, rutinitas, kerja-kerja akademik, riset, merespon isu aktual di luar kampus dan menghadapi dinamika internal kampus.</p>
<p>Kesulitan lainnya adalah dilema keberadaan diri di tengah kampus, antara menuliskan kebenaran atau menutupi &#8216;wajah kampus yang pada umumnya mulai bopeng&#8217;?. Bopeng adalah kata yang mewakili deskripsi tentang cacat berlubang-lubang yang nampak pada wajah (KBBI edisi III, 2008). Penggunaan kata bopeng dalam judul tersebut untuk menunjukan persoalan yang terjadi di kampus.</p>
<p>Menuliskan kebenaran adalah cara terbaik mencintai kampus. Sekali lagi, menuliskan kebenaran adalah cara terbaik mencintai kampus, sepahit apapun kebenaran itu. Konstruksi inilah yang menggerakkan tulisan ini. Narasi ini adalah keresahan kolektif yang ditangkap dari diskusi-diskusi dengan office boy, karyawan, mahasiswa dan kolega.</p>
<p>Ya, &#8216;wajah kampus mulai bopeng&#8217;. Kalimat tersebut bisa saja diposisikan sebagai hipotesis atau jawaban sementara (Arikunto,2002) dari problem yang terbaca tentang kampus atau bisa juga menjadi asumsi yang berbasis fakta dan data yang memandu arah kesimpulan akhir narasi ini. Bukankah salah satu dari delapan (8) karakteristik sebuah karya ilmiah adalah adanya asumsi yang berbasis fakta dan data? Menurut Paul Leedy dalam Practical Research : Planning and Design (2012) asumsi yang berbasis fakta dan data merupakan salah satu hal penting untuk ditetapkan sang peneliti atau penulis ilmiah yang dapat menjadi arah fokus obyektifitas dalam proses penelitian dan penulisan ilmiah.</p>
<p>Kesimpulan sementara bahwa &#8216;wajah kampus mulai bopeng&#8217; berbasis pada fakta makro maupun mikro. Fakta makro pemerintahan secara keseluruhan &#8216;memang bopeng&#8217;, temuan BPK menunjukan birokrasi dalam penggunaan anggaran memang &#8216;masih bopeng&#8217;, hal itu yang membuat Presiden Jokowi geram pada saat Musrenbang Nasional di Jakarta 26 April lalu. Bahkan KPK tahun lalu merilis lebih dari 300 kepala daerah tersangkut kasus korupsi. Para pejabat kampus juga tidak sedikit yang terkena kasus korupsi termasuk bahkan kampus terkemuka di ujung Surabaya sampai Ibu Kota. Kampus adalah bagian dari sistem makro yang &#8216;bopeng&#8217; itu.</p>
<p>Mengapa kampus &#8216;berwajah bopeng&#8217;? Bukankah kampus adalah miniatur peradaban?Ya, seharusnya kampus tidak bopeng. Itu terjadi jika kampus memenuhi minimal tiga ciri yang saya sebut dalam buku Pendidikan Proyek Peradaban Yang Terbengkalai sebagai kultur universitas (Ubedilah Badrun, transbook, 2006). Tiga ciri kampus tidak bopeng atau sebagai miniatur peradaban itu adalah kampus memiliki kultur intelektual, kultur demokratis dan kultur profesional yang dibingkai dalam kredo Tridharma Perguruan Tinggi.</p>
<p>Kultur intelektual dicirikan dengan kuatnya tradisi membaca, diskusi, menulis dan meneliti. Seberapa besar empat hal tersebut menjadi habitus? Itu baru pertanyaan kuantitatif, jika pertanyaannya diubah jadi pertanyaan kualitatif misalnya buku tentang apa yang dibaca? Diskusi tentang apa? Bagaimana diskusi berlangsung? Apa hasil diskusinya? Menulis tentang apa? Dimuat di mana tulisannya? Seberapa besar tulisannya menjadi rujukan? Berapa buku yang ditulis? Buku apa saja? Bagaimana segi plagiarismenya? Meneliti tentang apa? Dipublikasi di mana? Seberapa besar penelitiannya memberi manfaat bagi perbaikan masyarakat dan kemajuan bangsa? Berapa temuan riset yang masuk jurnal internasional? Bagaimana kualitas doktor yang diluluskan kampus? Apakah sekedar meluluskan doktor? Apa benar ada doktor instan? Bagaimana akademisi kampus memiliki keberpihakan pada rakyat yang terpinggirkan? Bagaimana mahasiswa berpihak pada kebenaran ilmiah dalam merespon problem sosial, politik, ekonomi dll? dan seterusnya.</p>
<p>Peringkat kampus yang tidak pernah masuk minimal 30 besar dari 100 kampus adalah fakta yang tak terelakan dari kultur intelektual. Peringkat kampus terbaru yang dikeluarkan Kemenristekdikti membuat kita harus merenung, bertengger di posisi ke-60 dari 100 kampus di Indonesia (Kemenristekdikti,2016).</p>
<p>Terlalu banyak pertanyaan kualitatif untuk melihat secara jujur perkembangan kultur intelektual di kampus ini. Hingga kita sampai pada kesimpulan wajah kampus kita masih bopeng. Pertanyaan-pertanyaan tersebut memang menohok para dosen dan mahasiswa. Tidak perlu malu meresponnya. Tetapi, lebih dari itu, penguasa kampus jauh memiliki tanggungjawab besar untuk membangun kultur intelektual. Sebab mereka yang menentukan kebijakan kebijakan penting di kampus untuk menciptakan atmosfir intelektual, dalam bentuk kebijakan, pembiayaan dan keberpihakanya pada dosen dan mahasiswa. Pertanyaannya sejauhmana penguasa kampus mendorong kemajuan kultur intelektual ini? Dosen dan mahasiswa seringkali bekerja keras membangun kampus sebagai miniatur peradaban dengan produk-produk intelektual atau kegiatan intelektual berupa keikutsertaan dalam konferensi internasional dan lain-lain. Tetapi seringkali pula bangunan peradaban yang dibangun dosen dan mahasiswa itu justru dirontokkan penguasa kampus dengan tiadanya dukungan finansial hingga tidak sedikit dosen atau mahasiswa yang membatalkan kegiatan internasionalnya.</p>
<p>Ciri kedua adalah kultur demokratis. Ciri kultur demokratis meliputi kuatnya cara-cara demokratis dalam mengelola kampus. Prinsip partisipatif, kebebasan akademik, terbuka untuk dikritik dan terjadinya pelembagaan demokratis dalam struktur dan birokrasi kampus. Ciri kultur demokratis ini secara substantif dapat dibaca dalam buku Contemporary Democracies : Participation, Stability, and Violence (G.Bingham Powell Jr, 1984). Memprihatinkan, bahwa ada fakta kampus yang pimpinannya memperkarakan dosen-dosennya ke bareskrim kepolisian hanya karena sikap kritis atau menyebarkan tulisan atau skema yang bernada kritik terhadap pimpinan kampus, itu cara represif yang bertentangan dengan kultur demokratis yang seharusnya dipegang teguh penguasa kampus.</p>
<p>Fakta adanya belasan dosen dipanggil polisi, itu menggenapkan sikap anti demokrasi sebelumnya yang mengeluarkan SK pemecatan terhadap Ketua BEM Ronny Setiawan pada 2016 lalu, meski kemudian dicabut karena desakan ribuan mahasiswa. Bahkan kegiatan Masa Pengenalan bagi mahasiswa baru juga diambil alih penguasa kampus. Ini bisa dimaknai bahwa area organisasi mahasiswa sebagai kawah candradimuka calon pemimpin masa depan sudah dikebiri. Belajar memimpin mengorganisir puluhan ribu mahasiswa diputus begitu saja. Apa mungkin ini bukan fakta tunggal? Tapi fakta sistemik dari skenario makro penguasa negeri ini untuk mengebiri mahasiswa dengan meminjam tangan penguasa kampus?. Bukankah kampus ini bercita-cita untuk menghasilkan pemimpin masa depan sebagaimana mottonya building future leaders ?</p>
<p>Kampus ini sejatinya tidak menanggalkan spirit pendidikan, sebab kampus ini pada mulanya adalah kampus pendidikan. Lebih dari separuh disiplin ilmunya adalah pendidikan. Sebagai kampus pendidikan ia meniscayakan cara-cara edukatif dalam mengelola kampus, termasuk dalam menghadapi kritik dosen. Bukankah pemimpin sejatinya akan besar dengan kritik dan saran, tidak karena pujian.</p>
<p>Sikap anti demokrasi dikampus seringkali wajahnya tidak tunggal, ada juga yang dikemas secara sistemik melalui memproduksi aturan (SOTK,dll) yang ujung-ujungnya sentralisasi kekuasaan pada pimpinan. Status kampus negeri menjadi BLU (Badan Layanan Umum) yang memberikan otoritas lebih ternyata bisa menjadi karpet merah bagi pimpinan, untuk bersikap tidak demokratis, pola kepemimpinan menjelma seperti &#8220;raja-raja baru di kampus &#8220;. Senat guru besar terlihat tidak berdaya melakukan fungsi kontrol sebagai bagian penting check and balances sehingga tidak salah jika muncul pertanyaan di kalangan civitas akademika, apakah mungkin senat guru besar sudah berubah wajah menjadi bagian dari borjuasi akademik di kampus. Jika ini terjadi tentu makin memperparah wajah bopeng kampus.</p>
<p>Sementara, kultur profesional itu dicirikan dengan kerja-kerja profesional seluruh civitas akademika kampus dari office boy, karyawan, dosen, dekan sampai rektor. Dalam konteks profesional ini tentu kampus kita tidak seluruhnya tidak profesional tetapi fakta penting profesionalitas adalah akuntabilitas kampus. Cara mudah mengecek akuntabilitas kampus adalah menengok hasil pemeriksaan inspektorat dan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Republik Indonesia. Berapa banyak temuan yang bermasalah? Berapa milyar uang yang dibelanjakan tidak sesuai aturan yang berlaku? Berapa milyar sisa anggaran yang tidak dimasukan dalam kas keuangan? Berapa ratus alat yang dibeli tidak ditemukan bendanya? Pertanyaan pertanyaan itu jawabanya hanya ada di hasil pemeriksaan BPK. Saya tidak memiliki wewenang mengungkapkan hal tersebut di tulisan kali ini.</p>
<p>Ya, kultur profesional juga meniscayakan pemenuhan hak karyawan dibawah wewenangnya sesuai waktunya. Jika ada karyawan unit usaha kampus (labschool) yang sampai gaji bulanannya terlambat ya patut dicatat bahwa ada problem profesionalitas yang cukup serius di kampus ini.</p>
<p>Tiga indikator kultur universitas di atas bisa menjadi alat ukur seberapa tinggi kampus memenuhi kriteria sebagai miniatur peradaban yang mampu memberi kontribusi besar bagi perubahan masyarakat, bangsa dan zaman. Dari tiga indikator tersebut dapat disimpulkan tidak sedikit kampus memiliki kelemahan terbesar pada kultur intelektual, tetapi kampus tercinta ini meski terus bekerja keras tetapi masih saja didera kelemahan pada indikator lainnya. Kultur demokratis yang seharusnya melekat kuat pada kampus yang berlokasi di Ibu Kota ini, justru sebaliknya.</p>
<p>Sedihnya ini terjadi di kampus yang dikenal sebagai kampus perjuangan, kampus yang memiliki akar sejarah perlawanan yang kuat terhadap ketidakadilan, berjuang menegakkan kebenaran, berpihak pada rakyat terpinggirkan, memegang teguh prinsip-prinsip ilmiah, menghormati kebebasan akademik, dan berkontribusi turut mendesain arah pendidikan nasional. Bahkan dicontohkan langsung oleh pimpinan dan tokoh kampus saat itu. Sebut saja misalnya nama Deliar Noer, Winarno Surachmat, H.A.R Tilaar, Conny Semiawan, Sudjiarto, Arief Rachman, dll. Bahkan diantara mereka merasakan kejamnya penjara dan sakitnya disingkirkan dari entitas akademik. Spirit mereka tak lekang terwarisi pada generasi berikutnya, baik di kalangan dosen maupun mahasiswa hingga terlibat dalam episode penting setiap sejarah perubahan negeri ini. Semoga kita menjadi bagian dari sejarah masa depan UNJ yang menghadirkan perubahan dan peradaban.</p>
<p>Oleh : Ubedilah Badrun, pengajar ilmu politik, Prodi Sosiologi FIS UNJ.</p>
<p>The post <a href="https://unjkita.com/wajah-kampus-mulai-bopeng/">Wajah Kampus Mulai Bopeng?</a> appeared first on <a href="https://unjkita.com">UNJKita.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Problem Paling Berbahaya Pilkada DKI Putaran Kedua adalah Data Pemilih</title>
		<link>https://unjkita.com/problem-paling-berbahaya-pilkada-dki-putaran-kedua-adalah-data-pemilih/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[UNJKita.com &#124; @pemburukampus]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 08 Mar 2017 06:10:39 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Suara Anda]]></category>
		<category><![CDATA[Alumni UNJ]]></category>
		<category><![CDATA[Dosen]]></category>
		<category><![CDATA[Pilkada DKI Jakarta]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://unjkita.com/?p=6559</guid>

					<description><![CDATA[<p>Pada pilkada DKI putaran pertama 15 Februari lalu dilaksanakan dengan data DPT (Daftar Pemilih Tetap) resmi dari KPU DKI (2017) sebanyak 7.108.589 orang, dan dengan...</p>
<p>The post <a href="https://unjkita.com/problem-paling-berbahaya-pilkada-dki-putaran-kedua-adalah-data-pemilih/">Problem Paling Berbahaya Pilkada DKI Putaran Kedua adalah Data Pemilih</a> appeared first on <a href="https://unjkita.com">UNJKita.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Pada pilkada DKI putaran pertama 15 Februari lalu dilaksanakan dengan data DPT (Daftar Pemilih Tetap) resmi dari KPU DKI (2017) sebanyak 7.108.589 orang, dan dengan antisipasi Daftar Pemilih Tambahan (DPTB) karena belum mencetak e-KTP dan belum terdaftar dalam DPT sebanyak 57.763 orang . Mereka yang belum mencetak e-KTP dan belum terdaftar dalam DPT diharuskan membawa Surat Keterangan (Suket) dari Dinas kependudukan dan catatan sipil (Dukcapil). Mereka boleh memilih pada jam 12.00 s.d.13.00 di RT/RW sesuai KTP.</p>
<p>Setelah putaran pertama 15 Februari usai, saya dikejutkan dengan data jumlah DPTb pada putaran pertama Pilgub DKI Jakarta tersebut. Datanya cukup mencengangkan hingga mencapai 237.003 pemilih. Jumlah itu terdiri dari 109.238 pemilih laki-laki dan 127.765 pemilih perempuan.</p>
<p>Tentu itu mengejutkan karena data sebelum pemilihan disebutkan oleh KPUD bahwa jumlah DPTb adalah 57.763 tetapi setelah pelaksanaan pemilihan ditemukan data mencapai 237.003 pemilih, naik sangat signifikan menembus angka kenaikan 300% lebih.</p>
<p>Parahnya sampai saat ini data DPTb tersebut belum diketahui berapa pemilih yang menggunakan Suket (surat keterangan dukcapil),  dan berapa yang membawa Kartu Keluarga (KK) atau yang hanya membawa KTP? Faktanya model suket yang digunakan saat putaran pertama ternyata ada tujuh varian model suket (temuan bawaslu,2017).</p>
<p>Fakta DPTb yang naik 300% lebih patut menjadi catatan kritis karena ini terjadi di DKI Jakarta bukan di Papua. DKI Jakarta adalah ibu kota negara yang memiliki sumber daya birokrasi yang jauh lebih baik dibanding derah lain. Juga didukung akses fasilitas teknologi informasi yang jauh lebih mudah dibanding daerah lain. Jangkauan pendataan oleh struktur terendah RT (Rukun Tetangga) terhadap warganya juga jauh lebih mudah dibanding daerah lain.Dengan tiga hal itu seharusnya tidak terjadi DPTb yang mencapai 237.003 tersebut.</p>
<p>Jika setiap kali pemilu problem data tersebut masih kerap terjadi di DKI Jakarta, maka patut dicurigai bahwa tidak ada keseriusan pemerintah atau mungkin patut diduga ada unsur kesengajaan dari pihak pengolah data pemilih. Sebab angka DPTb yang jumlahnya ratusan ribu tentu cukup signifikan untuk menentukan kemenangan pada kontestasi politik di DKI Jakarta. Pada titik ini ada ruang  kemungkinan data DPTb menjadi celah yang dipakai untuk melakukan kecurangan pemilu. Ini problem paling berbahaya yang merusak kualitas pilkada DKI 2017. Fakta ini seharusnya menjadi perhatian sangat serius KPU DKI Jakarta untuk melakukan verifikasi dan validasi berlapis terkait data pemilih untuk putaran dua pilkada DKI 19 April mendatang.</p>
<p><strong>Ubedilah Badrun<br />
</strong>Analis Sosial Politik UNJ, Direktur Puspol Indonesia.</p>
<p>The post <a href="https://unjkita.com/problem-paling-berbahaya-pilkada-dki-putaran-kedua-adalah-data-pemilih/">Problem Paling Berbahaya Pilkada DKI Putaran Kedua adalah Data Pemilih</a> appeared first on <a href="https://unjkita.com">UNJKita.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Juri Ardiantoro, Alumni UNJ Yang Terpilih Menjadi Ketua KPU RI</title>
		<link>https://unjkita.com/juri-ardiantoro-alumni-unj-yang-terpilih-menjadi-ketua-kpu-ri/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Ferly Ferdyant, S.E]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 09 Aug 2016 01:22:26 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Info]]></category>
		<category><![CDATA[Konten Pilihan]]></category>
		<category><![CDATA[Alumni UNJ]]></category>
		<category><![CDATA[KPU RI]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://unjkita.com/?p=3773</guid>

					<description><![CDATA[<p>UNJKita.com &#8211; KPU telah memilih Juri Ardiantoro (43) sebagai ketua baru menggantikan almarhum Husni Kamil Manik. Juri adalah mantan Ketua KPU DKI. Juri memperoleh gelar...</p>
<p>The post <a href="https://unjkita.com/juri-ardiantoro-alumni-unj-yang-terpilih-menjadi-ketua-kpu-ri/">Juri Ardiantoro, Alumni UNJ Yang Terpilih Menjadi Ketua KPU RI</a> appeared first on <a href="https://unjkita.com">UNJKita.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">UNJKita.com &#8211; KPU telah memilih Juri Ardiantoro (43) sebagai ketua baru menggantikan almarhum Husni Kamil Manik. Juri adalah mantan Ketua KPU DKI. Juri memperoleh gelar sarjananya dari jurusan pendidikan sejarah IKIP Jakarta (sekarang Universitas Negeri Jakarta &#8211; UNJ), dengan periode kuliah 1992-1999. Lalu Juri melanjutkan pendidikan magisternya di jurusan Sosiologi FISIP UI pada 2000-2003. Beliau menyelesaikan studi doktoralnya di bidang Sosiologi di Universiti Malaysia, Kuala Lumpur, 2006-2015.</p>
<p>Juri cukup aktif saat masih jadi mahasiswa. Beliau tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) dan mendirikan Komite Independen Pemantau Pemilu (KIPP). Aktivitasnya di KIPP itulah yang bisa jadi mengantarkannya berkarier di KPU.</p>
<p style="text-align: justify;">Dari sisi karier, Juri memulai sebagai guru SMA di Lab School Jakarta pada periode 1999-2000. Lalu beliau menjadi dosen di FISIP Universitas Bung Karno (UBK), lalu kemudian pindah mengajar di UNJ. Juri punya karier panjang di KPU DKI. Dia terpilih sebagai anggota KPU DKI pada 2003. Pada tahun 2005, terpilih menjadi Plt Ketua KPU DKI. Ketua definitif KPU DKI saat itu, M Taufik yang sekarang menjabat Wakil Ketua DPRD DKI dari Fraksi Gerindra &#8212; ditahan kejaksaan karena kasus korupsi.</p>
<p>Dua tahun setelahnya, Juri terpilih menjadi Ketua KPU definitif untuk masa bakti yang singkat, sekitar setahun, dari 2007 hingga 2008. Juri terpilih lagi menjadi komisioner dan ketua KPU DKI untuk periode 2008-2013. Dan saat ini terpilih menjadi Ketua KPU menggantikan alm. Husni Kamil, Juri tak punya banyak waktu tersisa. Masa bakti KPU periode 2012-2017 tersisa sekitar 8 bulan hingga April 2017.</p>
<p>&#8220;Terima kasih teman dan mohon tidak lelah membantu kami ya!&#8221; ujar Juri soal jabatan barunya sebagai Ketua KPU seperti yang dilansir dalam laman detik.com</p>
<p>The post <a href="https://unjkita.com/juri-ardiantoro-alumni-unj-yang-terpilih-menjadi-ketua-kpu-ri/">Juri Ardiantoro, Alumni UNJ Yang Terpilih Menjadi Ketua KPU RI</a> appeared first on <a href="https://unjkita.com">UNJKita.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>6 Keunggulan Menjadi Guru Jebolan UNJ</title>
		<link>https://unjkita.com/6-keunggulan-menjadi-guru-jebolan-unj/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Gia Ghaliyah]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 24 Feb 2016 03:15:54 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kampus]]></category>
		<category><![CDATA[Konten Pilihan]]></category>
		<category><![CDATA[Alumni UNJ]]></category>
		<category><![CDATA[Guru UNJ]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://unjkita.com/?p=1845</guid>

					<description><![CDATA[<p>Fresh graduate asal UNJ memang agak sedikit berbeda nih, sobat! Bedanya, mereka memiliki beberapa kelebihan lho, jika mereka telah terjun ke dunia masyarakat sebagai guru. UNJ...</p>
<p>The post <a href="https://unjkita.com/6-keunggulan-menjadi-guru-jebolan-unj/">6 Keunggulan Menjadi Guru Jebolan UNJ</a> appeared first on <a href="https://unjkita.com">UNJKita.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><em>Fresh graduate</em> asal UNJ memang agak sedikit berbeda nih, sobat! Bedanya, mereka memiliki beberapa kelebihan lho, jika mereka telah terjun ke dunia masyarakat sebagai guru. UNJ yang notabenenya sebagai penghasil dan pencetak guru-guru, ternyata memiliki beberapa keunggulan dibandingkan guru jebolan universitas lain! <em>Gak percaya?</em> Coba deh hubungi kakak-kakak tingkatmu yang sekarang sudah bekerja sebagai guru.</p>
<p>Beberapa kelebihan menjadi guru jebolan UNJ, diantaranya adalah:</p>
<h4><strong>Dicari-cari Banyak Sekolah</strong></h4>
<p><a href="http://unjkita.com/wp-content/uploads/2015/12/Jadwal-Job-Fair-Lowongan-Kerja.jpg" rel="attachment wp-att-324"><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter wp-image-324 size-full" src="http://unjkita.com/wp-content/uploads/2015/12/Jadwal-Job-Fair-Lowongan-Kerja.jpg" alt="Jadwal-Job-Fair-Lowongan-Kerja" width="660" height="357" srcset="https://unjkita.com/wp-content/uploads/2015/12/Jadwal-Job-Fair-Lowongan-Kerja.jpg 660w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2015/12/Jadwal-Job-Fair-Lowongan-Kerja-300x162.jpg 300w" sizes="auto, (max-width: 660px) 100vw, 660px" /></a></p>
<p>Bagi kamu yang sebentar lagi lulus dari UNJ, gak usah takut mencari pekerjaan. Karena mahasiswa UNJ yang telah mengantongi IPK<em> Cumlaude</em>, kamu siap-siap aja dicari oleh pekerjaan ya! Aamiin…. Semoga <img src="https://s.w.org/images/core/emoji/17.0.2/72x72/1f642.png" alt="🙂" class="wp-smiley" style="height: 1em; max-height: 1em;" /></p>
<p>Jadi, sebenarnya itu masih banyak sekolah yang membutuhkan SDM guru lho. <em>Mindset</em> mereka (pihak sekolah), UNJ salah satu universitas terbaik mencetak guru-guru berkualitas di Indonesia. Jangan heran, setelah kamu lulus –terutama yang bergelar S.Pd- akan dicari-cari oleh pihak sekolah untuk merekrutmu sebagai guru di sekolah tersebut. <em>Keren ya?</em></p>
<p>Selain karena faktor IPK yang <em>cumlaude</em>, faktor lain yang membuat kita dicari-cari oleh banyak sekolah adalah faktor kenalan alias <em>link</em>. Penting banget nih, sebelum kamu menjadi alumni UNJ, kalau bisa banyakin <em>link</em> ya. Salah satu cara supaya “pekerjaan yang mencari kita” adalah karena <em>link</em> kita yang luas. <em>Lalu?</em> Tinggal kitanya saja nih yang membuktikan bahwa kita memang lulusan UNJ yang berkualitas.</p>
<h4><strong>Lebih Kreatif dan Melek Teknologi</strong></h4>
<p><a href="http://unjkita.com/wp-content/uploads/2015/12/pen-idea-bulb-paper.jpg" rel="attachment wp-att-407"><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter wp-image-407 size-full" src="http://unjkita.com/wp-content/uploads/2015/12/pen-idea-bulb-paper.jpg" alt="pen-idea-bulb-paper" width="1280" height="856" srcset="https://unjkita.com/wp-content/uploads/2015/12/pen-idea-bulb-paper.jpg 1280w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2015/12/pen-idea-bulb-paper-300x201.jpg 300w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2015/12/pen-idea-bulb-paper-1024x685.jpg 1024w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2015/12/pen-idea-bulb-paper-990x662.jpg 990w" sizes="auto, (max-width: 1280px) 100vw, 1280px" /></a></p>
<p>Mahasiswa UNJ (yang prodinya pendidikan) pasti dididik untuk menjadi guru-guru berkualitas yang kreatif dan melek teknologi. UNJ senantiasa memberikan bekal kepada setiap mahasiswa (kependidikan) bagaimana menjadi guru yang diidam-idamkan bangsa ini.</p>
<p>Ada beberapa mata kuliah yang memang harus diambil oleh mahasiswa UNJ demi menjadi guru yang berkualitas, seperti mata kuliah Desain Pembelajaran Sains, Keterampilan Mengajar, Pembuatan Media Pembelajaran dan masih banyak lagi. Mata kuliah itulah yang menjadi modal untuk menjadi seorang guru yang kreatif dan gak gagap sama teknologi.</p>
<p>Kelak, jika kamu berhasil lulus dari UNJ, semoga kamu menjadi salah satu guru jebolan UNJ yang berkualitas ya!</p>
<h4><strong>Gaul dan Kekinian Banget</strong></h4>
<p><a href="http://unjkita.com/wp-content/uploads/2015/12/bow-tie-businessman-fashion-man.jpg" rel="attachment wp-att-496"><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter wp-image-496 size-full" src="http://unjkita.com/wp-content/uploads/2015/12/bow-tie-businessman-fashion-man.jpg" alt="bow-tie-businessman-fashion-man" width="640" height="426" srcset="https://unjkita.com/wp-content/uploads/2015/12/bow-tie-businessman-fashion-man.jpg 640w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2015/12/bow-tie-businessman-fashion-man-300x200.jpg 300w" sizes="auto, (max-width: 640px) 100vw, 640px" /></a></p>
<p>Namanya juga UNJ, kampus negeri terbesar yang ada di tengah-tengah Kota Jakarta. Faktanya, banyak mahasiswa UNJ yang memang gaul dan kekinian banget. <em>Gak percaya? </em>Mampir deh ke UNJ! Bayangkan, kalau mereka (mahasiswa pendidikan) menjadi guru. Guru jebolan UNJ bakalan tetap gaul, misal seragam guru yang dipakai memliliki model yang agak berbeda dibandingkan seragam guru yang lain. Ada ajaaa gaya gaulnya deh.</p>
<p>Selain itu, guru jebolan UNJ juga kekinian banget. Mereka paham apa-apa saja yang lagi nge-tren saat ini. Lumayan banget, bisa tahu apa yang lagi nge-tren di kalangan siswa. Sehingga gak bakal jadi guru kuper deh!</p>
<h4><strong>Kuat Mental Alias Tahan Banting</strong></h4>
<p><a href="http://unjkita.com/wp-content/uploads/2016/02/PPG-UNJ.jpg" rel="attachment wp-att-1847"><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter wp-image-1847 size-full" src="http://unjkita.com/wp-content/uploads/2016/02/PPG-UNJ.jpg" alt="PPG UNJ" width="1024" height="678" srcset="https://unjkita.com/wp-content/uploads/2016/02/PPG-UNJ.jpg 1024w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2016/02/PPG-UNJ-300x199.jpg 300w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2016/02/PPG-UNJ-768x509.jpg 768w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2016/02/PPG-UNJ-990x655.jpg 990w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></a></p>
<p>Dari sembilan kampus terkenal di Indonesia, UNJ adalah kampus yang paling rendah standar pemberian nilai akademiknya oleh dosen kepada mahasiswa. Maksudnya, susah banget mendapatkan nilai yang terbaik dari dosen-dosen UNJ. Tenang, kita bisa ambil sisi positifnya ya. Sisi positifnya, mahasiswa UNJ jadi punya mental yang kuat alias tahan banting lho! Kebal dengan berbagai situasi alias mampu bertahan dikala badai menerjang.</p>
<p>Oia, jebolan PPG (Pendidikan Profesi Guru) UNJ juga keren banget! Sebelum menjadi guru, mereka diprogramkan melakukan pengabdian di daerah-daerah pelosok yang tersebar di seluruh Indonesia. Bayangkan, jika mereka telah lulus dari PPG UNJ, mereka akan menjadi guru jebolan UNJ yang tahan banting banget. Menghadapi situasi pendidikan serunyam mungkin, ataupun menghadapi siswa-siswi yang super bandel, pasti bisa ditangani deh.</p>
<h4><strong>Gajinya Gede</strong></h4>
<p><a href="http://unjkita.com/wp-content/uploads/2016/02/Rupiah.jpg" rel="attachment wp-att-1846"><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter wp-image-1846 size-full" src="http://unjkita.com/wp-content/uploads/2016/02/Rupiah.jpg" alt="Rupiah" width="673" height="373" srcset="https://unjkita.com/wp-content/uploads/2016/02/Rupiah.jpg 673w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2016/02/Rupiah-300x166.jpg 300w" sizes="auto, (max-width: 673px) 100vw, 673px" /></a></p>
<p>Sudah banyak nih guru jebolan UNJ yang menjadi PNS, nah jangan ditanya berapa nominal gajinya yaaaa. Kita yang sebagai <em>fresh graduate</em> jebolan UNJ juga gak perlu khawatir. Bagi kamu yang mendapatkan rezeki menjadi guru di sekolah swasta, gajinya lumayan lho. <em>Kok bisa?</em> Karena pihak sekolah/ yayasan melihat almamater kita, UNJ! Entah kenapa guru jebolan UNJ dipercaya untuk mengajar siswa-siswi di sekolah tersebut. Karena kepercayaan itulah, mungkin saja kamu akan mendapatkan gaji yang gede.</p>
<p><em>Bagaimana jika mendapatkan rezeki di sekolah negeri?</em> Oo.. berarti yaa kamu akan mendapatkan gaji guru honorer sesuai kebijakan gaji dari pihak sekolah.</p>
<h4><strong>Paham Psikologi Siswa</strong></h4>
<p><a href="http://unjkita.com/wp-content/uploads/2016/02/Siswa-Indonesia.jpg" rel="attachment wp-att-1857"><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter wp-image-1857 size-full" src="http://unjkita.com/wp-content/uploads/2016/02/Siswa-Indonesia.jpg" alt="Siswa Indonesia" width="1920" height="1440" srcset="https://unjkita.com/wp-content/uploads/2016/02/Siswa-Indonesia.jpg 640w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2016/02/Siswa-Indonesia-300x225.jpg 300w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2016/02/Siswa-Indonesia-768x576.jpg 768w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2016/02/Siswa-Indonesia-1024x768.jpg 1024w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2016/02/Siswa-Indonesia-378x283.jpg 378w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2016/02/Siswa-Indonesia-990x743.jpg 990w" sizes="auto, (max-width: 1920px) 100vw, 1920px" /></a>Di UNJ selain diajarkan bagaimana melihat perkembangan seorang perserta didik, diajarkan bagaimana membuat pembelajaran di kelas yang menyenangkan, dan masih banyak hal lagi, kita juga diajarkan tentang psikologi siswa lho! Semua mahasiswa prodi pendidikan UNJ pasti mengampu mata kuliah psikologi perkembangan deh. <em>Ya kan?</em></p>
<p>Nah, hal tersebut merupakan bekal untuk menjadi guru kelak nanti. Sesuai dengan tujuan pendidikan nasional kita salah satu pendekatan guru dalam proses pembelajaran adalah pendekatan psikologis. Oleh sebab itu, guru jebolan UNJ pasti sudah mengetahui dan memahami perkembangan siswa sehingga proses belajar mengajar dapat berjalan dengan baik. Tuh kan keren banget ya menjadi guru jebolan UNJ!</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Sobat <a href="http://UNJKita.com">UNJKita.com</a> kita dipersiapkan untuk membangun Indonesia di masa yang akan datang nih! <em>Masih semangat kan? </em>Genggam erat cita-citamu untuk menjadi guru jebolan UNJ yah!</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>The post <a href="https://unjkita.com/6-keunggulan-menjadi-guru-jebolan-unj/">6 Keunggulan Menjadi Guru Jebolan UNJ</a> appeared first on <a href="https://unjkita.com">UNJKita.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
