<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Konten Pilihan Archives - UNJKita.com</title>
	<atom:link href="https://unjkita.com/category/konten-pilihan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://unjkita.com/category/konten-pilihan/</link>
	<description>Saling Menginspirasi untuk Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Mon, 04 Mar 2024 10:24:19 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.4</generator>

<image>
	<url>https://unjkita.com/wp-content/uploads/2018/08/cropped-unjkita-32x32.png</url>
	<title>Konten Pilihan Archives - UNJKita.com</title>
	<link>https://unjkita.com/category/konten-pilihan/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Lirik &#038; Chord Mars Mahasiswa : Lagu Totalitas Perjuangan</title>
		<link>https://unjkita.com/chord-mars-mahasiswa-totalitas-perjuangan/</link>
					<comments>https://unjkita.com/chord-mars-mahasiswa-totalitas-perjuangan/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Muhammad Ihsan]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 02 Sep 2021 23:37:11 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[Konten Pilihan]]></category>
		<category><![CDATA[Aksi Mahasiswa]]></category>
		<category><![CDATA[lagu mahasiswa]]></category>
		<category><![CDATA[Mahasiswa]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://unjkita.com/?p=22266</guid>

					<description><![CDATA[<p>Berikut adalah Chord Mars Mahasiswa beserta Liriknya. Chord Mars Mahasiswa (Totalitas Perjuangan) C                  G Kepada para mahasiswa...</p>
<p>The post <a href="https://unjkita.com/chord-mars-mahasiswa-totalitas-perjuangan/">Lirik &#038; Chord Mars Mahasiswa : Lagu Totalitas Perjuangan</a> appeared first on <a href="https://unjkita.com">UNJKita.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Berikut adalah Chord Mars Mahasiswa beserta Liriknya.</p>
<h3>Chord Mars Mahasiswa (Totalitas Perjuangan)</h3>
<p>C                  G<br />
Kepada para mahasiswa<br />
C                      G<br />
Yang merindukan kejayaan<br />
C                          G<br />
Kepada rakyat yang kebingungan<br />
F             G            C<br />
Di persimpangan jalan<br />
C                     G<br />
Kepada pewaris peradaban<br />
C                         G<br />
Yang telah menggoreskan<br />
C                        G<br />
Sebuah catatan kebanggaan<br />
F            G               C<br />
Di lembar sejarah manusia<br />
.<br />
Reff :<br />
F                                 C<br />
Wahai kalian yang rindu kemenangan<br />
G                                   C<br />
Wahai kalian yang turun ke jalan<br />
F                                        C<br />
Demi mempersembahkan jiwa dan raga<br />
G                         C<br />
Untuk negeri tercinta</p>
<p>Buat kamu yang saat ini mahasiswa atau sudah jadi alumni terutama angkatan kuliah &gt;1998 pasti tidak asing dengan lagu mars mahasiswa. Mars ini kerap kali dinyanyikan saat demonstrasi ataupun saat acara penerimaan mahasiswa baru. Selain mars ini di dunia kampus kamu juga akan mengenal yang namanya <a href="https://unjkita.com/tri-dharma-perguruan-tinggi-mahasiswa-wajib-tahu-tentang-hal-ini/">Tri Dharma Perguruan Tinggi.</a></p>
<p><iframe src="https://www.youtube.com/embed/npnp0r3QDzo" width="560" height="315" frameborder="0" allowfullscreen="allowfullscreen"></iframe></p>
<p>Lagu Pergerakan Mahasiswa lainnya:</p>
<ul>
<li><strong><a href="https://unjkita.com/chord-lagu-buruh-tani/">Chord Lagu Buruh Tani</a></strong></li>
<li><strong><a href="https://unjkita.com/darah-juang-lirik/">Lagu Darah Juang</a></strong></li>
</ul>
<p>Sebagai Aktivis Mahasiswa kamu juga perlu membaca beberapa artikel berikut:</p>
<ul>
<li><a href="https://unjkita.com/pola-baru-gerakan-mahasiswa/">Pola Baru Gerakan Mahasiswa</a></li>
<li><a href="https://unjkita.com/napak-tilas-gerakan-mahasiswa-dalam-era-pemerintahan-reformasi-revolusi/">Napak Tilas Gerakan Mahasiswa dari Reformasi</a></li>
<li><a href="https://unjkita.com/5-profesi-online-untuk-mahasiswa-yang-ingin-mandiri/">5 Profesi Online Mahasiswa yang Mau Mandiri</a></li>
<li><a href="https://unjkita.com/sumpah-mahasiswa/">Sumpah Mahasiswa Indonesia yang Bersejarah</a></li>
</ul>
<p>The post <a href="https://unjkita.com/chord-mars-mahasiswa-totalitas-perjuangan/">Lirik &#038; Chord Mars Mahasiswa : Lagu Totalitas Perjuangan</a> appeared first on <a href="https://unjkita.com">UNJKita.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://unjkita.com/chord-mars-mahasiswa-totalitas-perjuangan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Strategi Jitu Presentasi Skripsi yang Baik Bagi Anda Mahasiswa Akhir</title>
		<link>https://unjkita.com/strategi-jitu-presentasi-skripsi/</link>
					<comments>https://unjkita.com/strategi-jitu-presentasi-skripsi/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Ferly Ferdyant, S.E]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 29 Aug 2021 21:43:37 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kampus]]></category>
		<category><![CDATA[Konten Pilihan]]></category>
		<category><![CDATA[Mahasiswa]]></category>
		<category><![CDATA[Presentasi]]></category>
		<category><![CDATA[Skripsi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://unjkita.com/?p=193</guid>

					<description><![CDATA[<p>Detik-detik menjelang sidang skripsi adalah saat-saat paling mendebarkan bagi kebanyakan mahasiswa. Tidak sedikit mahasiswa yang stres karena terlalu khawatir, dan bingung bagaimana presentasi skripsi yang...</p>
<p>The post <a href="https://unjkita.com/strategi-jitu-presentasi-skripsi/">Strategi Jitu Presentasi Skripsi yang Baik Bagi Anda Mahasiswa Akhir</a> appeared first on <a href="https://unjkita.com">UNJKita.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Detik-detik menjelang sidang skripsi adalah saat-saat paling mendebarkan bagi kebanyakan mahasiswa. Tidak sedikit mahasiswa yang stres karena terlalu khawatir, dan bingung bagaimana presentasi skripsi yang baik dan benar. Namun begitu, sidang skripsi pasti dilalui dan tidak bisa ditolak. Karena ini sudah menjadi bagian dari tugas akademik yang harus ditempuh oleh mahasiswa untuk menyelesaikan kuliahnya. Jadi Anda sebagai mahasiswa akan tetap melakukannya.</p>
<p>Masalah umum yang sering dialami oleh kebanyakan mahasiswa saat sidang skripsi adalah saat presentasi skripsi dan saat menghadapi pertanyaan-pertanyaan yang diajukan dewan penguji. Inilah dua hal utama yang sering jadi momok yang ditakuti kebanyakan mahasiswa. Sebenarnya ini tidak perlu terjadi, jika saja para mahasiswa mampu melakukan persiapan dengan baik dan menguasai teknik presentasi skripsi dengan baik.</p>
<p>Berikut ini kami berikan strategi jitu presentasi skripsi yang baik bagi anda mahasiswa tingkat akhir&#8230;</p>
<h3><strong>Kenali Siapa Penguji Anda</strong></h3>
<p>Biasanya, sepekan atau beberapa hari sebelum kita maju seminar atau sidang, kita diberitahu siapa dosen – dosen yang akan menjadi penguji kita. Kita biasa memanfaatkan kesempatan ini untuk mengamati dan mengenali baik – baik siapa dosen penguji kita. Satu hal yang perlu diingat, setiap dosen itu karakter dan preferensinya berbeda – beda. Beberapa hari sebelum sidang, biasanya kita mengumpulkan informasi sebanyak – banyaknya mengenai penguji ini. Bisa dari kakak kelas (senior), atau bisa juga dari pengalaman – pengalaman orang sebelumnya.</p>
<p>Ada dosen penguji yang tipe pertanyaannya detil dan mendalam. Ada tipe dosen penguji yang pertanyaannya umum dan sangat konseptual. Ada tipe dosen yang suka iseng bertanya hal – hal yang sebenarnya tidak nyambung. Mengenali karakter dosen seperti ini, membuat kita biasanya melakukan simulasi dan memperkirakan pertanyaan apa yang sekiranya akan ditanyakan oleh dosen tersebut. Ini sangat membantu kita untuk lebih siap menjawab pertanyaan dari dosen – dosen penguji.</p>
<p>Bagaimana jika kita mendapatkan dosen yang <em>killer </em>dan terkenal sadis dalam memberikan pertanyaan? Yah, kalau kita menganggap dosen – dosen penguji ini adalah simulasi dari bos kita kelak saat berkarir. Ada kalanya kita tidak bisa memilih siapa bos kita, jadi presentasi sidang skripsi ini juga bisa menjadi sebuah simulasi yang menarik ketika kita sudah ada di dunia kerja nanti.</p>
<p><a href="http://unjkita.com/wp-content/uploads/2015/11/belajar.png"><img fetchpriority="high" decoding="async" class="aligncenter wp-image-195 size-full" src="http://unjkita.com/wp-content/uploads/2015/11/belajar.png" alt="belajar" width="320" height="266" srcset="https://unjkita.com/wp-content/uploads/2015/11/belajar.png 320w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2015/11/belajar-300x249.png 300w" sizes="(max-width: 320px) 100vw, 320px" /></a></p>
<h3><strong>Kuasai Materi Apa Yang Ditulis</strong></h3>
<p>Salah satu hal yang paling kita rasakan manfaatnya sebelum presentasi skripsi adalah banyak membaca buku, jurnal, dan penelitian – penelitian sebelumnya mengenai topik yang sedang kita kerjakan. Kita memiliki prinsip, “ini skripsi kita, maka kita adalah satu – satunya orang yang paling <em>expert </em>di topik ini.” Bahkan kalau bisa, saat presentasi nanti kita memberikan wawasan baru bagi dosen kita, wah pasti seru banget kan itu?</p>
<p>Kuasai materi mulai dari :</p>
<ul>
<li>Mengapa kita memilih <a href="https://unjkita.com/jurus-jitu-mendapatkan-judul-skripsi/">Judul skripsi</a> topik tersebut?</li>
<li>Apa hubungan dari latar belakang dengan masalah skripsi Anda?</li>
<li>Mengapa Anda menggunakan metode atau pendekatan tersebut?</li>
<li>Dasar teori apa yang sudah Anda pelajari dan Anda gunakan dalam penelitian ini?</li>
<li>Apa kebaruan penelitian Anda dibandingkan dengan penelitian sebelumnya?</li>
<li>Apa hasil yang didapatkan? Mengapa hasilnya bisa menjadi seperti itu?</li>
<li>Apakah tinjauan literatur yang digunakan valid dan bisa dipertanggungjawabkan?</li>
</ul>
<p>Nah, apabila Anda sudah memiliki jawaban yang mantap dan benar – benar menguasai materi dengan baik, maka hal – hal berikutnya akan menjadi sesuatu yang mudah. Banyak presentasi skripsi yang berantakan hanya karena kurang persiapan dan penguasaan akan materinya. Menurut kita, ini adalah bagian terpenting dalam mempersiapkan presentasi skripsi yang baik.</p>
<p>&nbsp;</p>
<h3><strong>Back Up File Presentasi dan Skripsi Anda</strong></h3>
<p>Baru beberapa pekan lalu, kita mendengar ada adik kelas kita yang minta doa agar sidang skripsinya dilancarkan. Ternyata, ketika diselidiki, yang bersangkutan baru kehilangan laptop dan semua data skripsi ada di dalamnya! Termasuk buku skripsi, <em>paper, </em>dan juga <em>file </em>presentasinya. Kita benar – benar ngeri membayangkannya, sidang tinggal beberapa hari lagi namun semua datanya hilang begitu saja!</p>
<p>Bayangkan, bagaimana perasaan Anda apabila harus mengulangi kembali apa yang Anda kerjakan mulai dari nol? Jadi, sebelum Anda merasakannya, ada baiknya Anda melakukan <a href="https://unjkita.com/cara-backup-skripsi-agar-tak-hilang/"><em>backup </em>segala hal penting yang berkaitan dengan presentasi skripsi</a> Anda.</p>
<p>Sewaktu kita mengerjakan skripsi dan thesis, kita melakukan <em>backup</em> di <em>online cloud </em>untuk <em>file </em>dokumen dan presentasi tugas akhir kita di Dropbox. Selain Dropbox, Anda juga bisa menggunakan beberapa fasilitas lain, seperti Google Drive, iCloud Drive, Box, atau Microsoft OneDrive. Semuanya gratis kok.</p>
<p>Apabila Anda ingin menyimpannya secara <em>offline, </em>sediakan satu <em>flashdisk </em>khusus untuk membackup <em>file – file </em>Anda. Namun, kita tetap menyarankan <em>online </em>karena apabila kita hanya menyediakan <em>backup offline, </em>khawatir terdapat virus yang bisa jadi merusak atau bahkan menghapus <em>file </em>yang kita miliki di <em>flashdisk </em>tersebut.</p>
<p><a href="http://unjkita.com/wp-content/uploads/2015/11/startup-photos-1.jpg"><img decoding="async" class=" wp-image-118 aligncenter" src="http://unjkita.com/wp-content/uploads/2015/11/startup-photos-1-300x200.jpg" alt="startup-photos (1)" width="353" height="235" srcset="https://unjkita.com/wp-content/uploads/2015/11/startup-photos-1-300x200.jpg 300w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2015/11/startup-photos-1-1024x683.jpg 1024w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2015/11/startup-photos-1-990x660.jpg 990w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2015/11/startup-photos-1.jpg 1920w" sizes="(max-width: 353px) 100vw, 353px" /></a></p>
<h4><strong>Berlatih Untuk Maksimalkan Waktu Yang Ada</strong></h4>
<p>Kadang kita merasa bahwa bagian paling kejam dari sidang atau presentasi skripsi adalah kita hanya diberikan waktu 10 – 15 menit untuk mempresentasikan penelitian yang kita lakukan selama berbulan – bulan itu. Sementara yang paling banyak ada di bagian pertanyaan dari penguji. Maka dari itu, kita harus berlatih untuk mengoptimalkan waktu yang ada.</p>
<p>Cara untuk mengoptimalkannya, antara lain adalah dengan mempersiapkan alur cerita yang singkat, logis, dan masuk<strong> </strong>akal saat kita mempresentasikan skripsi kita. Intinya, presentasi kita tersebut memiliki <em>flow </em>yang enak untuk dicerna, dan pas 10 – 15 menit. Mulai dari salam pembukaan, sampai salam penutup.</p>
<p>Kita sering menemui kejadian teman kita yang karena gugup, 2 menit awalnya hilang hanya untuk memperkenalkan diri dan saat waktu sudah habis presentasinya di <em>cut </em>oleh penguji (padahal baru setengah jalan). Berlatih ketepatan waktu ini juga merupakan hal yang esensial, lho.</p>
<p>Hal lain yang umumnya menyebabkan presentasi skripsi kita menjadi terlalu lama karena slide presentasi yang terlalu banyak. Di sini kita harus bisa memilah mana <em>slide </em>yang memang kita masukkan, mana <em>slide </em>yang sekiranya kita jadikan lampiran (untuk dijelaskan apabila ditanya saja). Ini merupakan cara yang cukup efektif untuk mempersingkat waktu presentasi kita walaupun <em>slide </em>yang dibuat banyak.</p>
<h4><strong>Perhatikan Peralatan Yang Kita Gunakan</strong></h4>
<p>Saat presentasi sidang skripsi, biasanya kita menggunakan laptop atau komputer yang disediakan oleh pihak kampus (tidak menggunakan <em>laptop </em>sendiri). Berhati – hatilah apabila ternyata di laptop tersebut memiliki <em>software </em>yang versinya berbeda dengan yang Anda gunakan untuk mengerjakan presentasi Anda. Misalkan Anda mengerjakannya dengan <em>powerpoint </em>2013, sementara di <em>laptop </em>kampus Anda masih menggunakan versi 2007. Bisa jadi, ada beberapa fitur yang tidak didukung dan membuat slide presentasi Anda berantakan. Jadi sebaiknya periksa terlebih dahulu versi <em>software </em>nya dan pastikan sama. Jika tidak memungkinkan, siapkan beberapa <em>file </em>dengan versi yang berbeda – beda.</p>
<p>Jangan lupa mempersiapkan <em>pointer, </em>apabila Anda membutuhkannya. Pastikan Anda memiliki baterai cadangan, apabila ternyata baterai yang lama habis.</p>
<h4><strong>Persiapkan Mental Sebaik Mungkin</strong></h4>
<p>Setelah melakukan persiapan yang segitu banyaknya, seringkali kita masih gugup juga. Begitu juga kita pada waktu menjelang sidang skripsi dan thesis tahun lalu. Padahal, persiapan sudah sebegitu banyaknya.</p>
<p>Tips kali ini memang terdengar klise, tapi sangat ampuh buat kita. Untuk memperkuat mental, kita biasanya berdoa kepada Tuhan, meminta segalanya dilancarkan. Hal utama lainnya yang kita lakukan adalah meminta doa orang tua<strong>. </strong>Ketika kita melakukan dua hal ini, hati kita menjadi lebih tenang. Kenapa? Karena kita merasa bahwa Tuhan berada di belakang kita dan mendukung perjuangan presentasi kita ini.</p>
<p>Maka dari itu, yang merasa ibadahnya masih kurang, atau bahkan menjelang presentasi skripsi nya justru memiliki hubungan yang kurang baik dengan orang tua, perbaiki dari sekarang selagi belum terlambat. Undang kekuatan Tuhan untuk berjuang bersama Anda agar sukses mempresentasikan tugas akhir Anda.</p>
<p>The post <a href="https://unjkita.com/strategi-jitu-presentasi-skripsi/">Strategi Jitu Presentasi Skripsi yang Baik Bagi Anda Mahasiswa Akhir</a> appeared first on <a href="https://unjkita.com">UNJKita.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://unjkita.com/strategi-jitu-presentasi-skripsi/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Rincian Biaya Kuliah UNJ 2021</title>
		<link>https://unjkita.com/biaya-kuliah-unj/</link>
					<comments>https://unjkita.com/biaya-kuliah-unj/#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Muhammad Ihsan]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 01 Mar 2021 04:05:12 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Biaya Kuliah]]></category>
		<category><![CDATA[Konten Pilihan]]></category>
		<category><![CDATA[Biaya Kuliah Kampus]]></category>
		<category><![CDATA[Masuk UNJ]]></category>
		<category><![CDATA[UKT UNJ]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://unjkita.com/?p=6357</guid>

					<description><![CDATA[<p>Biaya Kuliah UNJ &#8211; Mungkin ini adalah informasi yang benar-benar kamu butuhkan. Bagi kamu yang ingin kuliah di Universitas Negeri Ibu Kota, Universitas Negeri Jakarta...</p>
<p>The post <a href="https://unjkita.com/biaya-kuliah-unj/">Rincian Biaya Kuliah UNJ 2021</a> appeared first on <a href="https://unjkita.com">UNJKita.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Biaya Kuliah UNJ &#8211; Mungkin ini adalah informasi yang benar-benar kamu butuhkan. Bagi kamu yang ingin kuliah di Universitas Negeri Ibu Kota, Universitas Negeri Jakarta merupakan pilihan yang tepat. Memang hanya Universitas Negeri Jakarta, satu-satunya universitas keguruan negeri yang berada di Jakarta, tepatnya di Rawamangun, Jakarta Timur.  Ada berbagai macam <a href="https://unjkita.com/daftar-jurusan-di-universitas-negeri-jakarta/">jurusan dan program studi di Universitas Negeri Jakarta</a>.</p>
<p>Sejak Tahun 2013 Biaya kuliah di Universitas Negeri Jakarta menggunakan sistem Uang Kuliah Tunggal (UKT). Biaya kuliah UKT yang harus dibayar oleh setiap calon mahasiswa dibuat berdasarkan pada tingkat kemampuan penghasilan dari calon mahasiswa terkait bukan dilihat berdasarkan jalur masuk Universitas Negeri Jakarta.</p>
<p>Akan ada beberapa tingkat, bahkan untuk kamu yang kesulitan biaya kuliah bisa mendapatkan UKT dibawah Rp1jt per semeter.  Tentunya harus melewati proses interview, atau <a href="https://unjkita.com/cara-daftar-kip-kuliah/">beasiswa KIP Kuliah</a>.</p>
<p>Perlu diketahui bahwa Uang Kuliah Tunggal (UKT) di UNJ dibagi menjadi 8 kelompok. Untuk kelompok Biaya kuliah UNJ UKT paling rendah adalah kelompok I dengan nominal Rp500.000, sedangkan untuk kelompok VIII dengan nominal antara Rp5.700.000-Rp10.300.000. Berikut rincian biaya Uang Kuliah Tunggal (UKT) melalui tabel dibawah ini.</p>
<h2>Sarjana</h2>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-22594 aligncenter" src="https://unjkita.com/wp-content/uploads/2019/04/biaya-kuliah-unj-sarjana.jpg" alt="biaya kuliah unj sarjana" width="522" height="427" srcset="https://unjkita.com/wp-content/uploads/2019/04/biaya-kuliah-unj-sarjana.jpg 522w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2019/04/biaya-kuliah-unj-sarjana-150x123.jpg 150w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2019/04/biaya-kuliah-unj-sarjana-100x82.jpg 100w" sizes="auto, (max-width: 522px) 100vw, 522px" /></p>
<p>*) Besaran UKT ditentukan sesuai dengan SK Program Studi</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter wp-image-21823 size-full" src="https://unjkita.com/wp-content/uploads/2017/02/Biaya-UKT-UNJ-1.png" alt="" width="605" height="660" srcset="https://unjkita.com/wp-content/uploads/2017/02/Biaya-UKT-UNJ-1.png 605w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2017/02/Biaya-UKT-UNJ-1-138x150.png 138w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2017/02/Biaya-UKT-UNJ-1-550x600.png 550w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2017/02/Biaya-UKT-UNJ-1-385x420.png 385w" sizes="auto, (max-width: 605px) 100vw, 605px" /></p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter wp-image-21824 size-full" src="https://unjkita.com/wp-content/uploads/2017/02/Biaya-UKT-UNJ-2.png" alt="" width="605" height="810" srcset="https://unjkita.com/wp-content/uploads/2017/02/Biaya-UKT-UNJ-2.png 605w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2017/02/Biaya-UKT-UNJ-2-112x150.png 112w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2017/02/Biaya-UKT-UNJ-2-448x600.png 448w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2017/02/Biaya-UKT-UNJ-2-314x420.png 314w" sizes="auto, (max-width: 605px) 100vw, 605px" /></p>
<h2>Pascasarjana</h2>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-22595 aligncenter" src="https://unjkita.com/wp-content/uploads/2019/04/biaya-kuliah-unj-Pascasarjana.jpg" alt="" width="670" height="151" srcset="https://unjkita.com/wp-content/uploads/2019/04/biaya-kuliah-unj-Pascasarjana.jpg 670w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2019/04/biaya-kuliah-unj-Pascasarjana-150x34.jpg 150w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2019/04/biaya-kuliah-unj-Pascasarjana-100x23.jpg 100w" sizes="auto, (max-width: 670px) 100vw, 670px" /></p>
<p>Biaya kuliah pascasarjana <a href="http://www.unj.ac.id/">UNJ</a> mulai dari Rp10.000.000 &#8211; Rp12.500.000 untuk magiseter, dan Rp15.000.000 &#8211; Rp18.500.000 untuk Doktoral.</p>
<p>*Untuk Mahasiswa yang nilai Tes Bahasa Inggris di bawah standar diwajibkan Mengikuti Pelatihan TOEP dengan biaya pelatihan sebesar Rp. 2.500.000,-</p>
<p>*Matrikulasi diwajibkan bagi pendaftar yang tidak linier antara jenjang pendidikan sebelumnya dengan prodi yang dipilih. Biaya matrikulasi sebesar Rp. 3.000.000,- kecuali Magister Manajemen sebesar Rp. 7.500.000,-</p>
<p>Data diatas adalah biaya kuliah UNJ untuk tahun ajaran 2019/2020. Jadi ada kemungkinan data tabel diatas berubah.</p>
<p>Semoga informasi kali ini bermanfaat. Jangan lupa lakukan juga persiapan lain seperti penentuan <a href="https://unjkita.com/daftar-jurusan-di-universitas-negeri-jakarta/">jurusan UNJ</a> yang tepat untuk kita. <strong>baca <a href="https://unjkita.com/tips-jitu-ketika-galau-memilih-jurusan-kuliah-di-unj/">Tips jitu ketika galau memilih jurusan</a>.</strong></p>
<p>The post <a href="https://unjkita.com/biaya-kuliah-unj/">Rincian Biaya Kuliah UNJ 2021</a> appeared first on <a href="https://unjkita.com">UNJKita.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://unjkita.com/biaya-kuliah-unj/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>96</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Arti dan Tujuan Pendidikan Menurut Pakar</title>
		<link>https://unjkita.com/arti-dan-tujuan-pendidikan-menurut-pakar/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Muhammad Ihsan]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 27 Jan 2021 04:46:28 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Konten Pilihan]]></category>
		<category><![CDATA[Arti Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan Indonesia]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://unjkita.com/?p=1598</guid>

					<description><![CDATA[<p>Pendidikan akan memberikan dampak kemajuan baik untuk individu ataupun sebuah bangsa negara. arti dan tujuan pendidikan menuru pakar dan ahliitu gak sesempit mendapatkan nilai bagus...</p>
<p>The post <a href="https://unjkita.com/arti-dan-tujuan-pendidikan-menurut-pakar/">Arti dan Tujuan Pendidikan Menurut Pakar</a> appeared first on <a href="https://unjkita.com">UNJKita.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Pendidikan akan memberikan dampak kemajuan baik untuk individu ataupun sebuah bangsa negara. arti dan tujuan pendidikan menuru pakar dan ahliitu gak sesempit mendapatkan nilai bagus atau sekedar masuk jurusan A, bahkan juga bukan masuk <a href="https://unjkita.com/category/mahasiswa/daya-tampung/">Perguruan Tinggi Negeri</a> tertentu.</p>
<p>Yuk simak beberapa penjelasan para pakar soal pendidikan yang berhasil penulis kumpulkan.</p>
<h2><b>Arti Pendidikan Menurut Para Ahli :</b></h2>
<ol>
<li aria-level="1"><b>Rasulullah SAW</b> bersabda : “Didiklah anak-anak kalian dengan tiga macam perkara yaitu mencintai Nabi kalian dan keluarganya serta membaca Al-Qur’an, karena sesungguhnya orang yang menjunjung tinggi Al-Qur’an akan berada di bawah lindungan Allah, diwaktu tidak ada lindungan selain lindungan-Nya bersama para Nabi dan kekasihnya” (H.R Ad-Dailami)</li>
<li aria-level="1"><b>Rasulullah SAW</b> bersabda : “Barangsiapa yang menghendaki kebaikan di dunia maka dengan ilmu. Barangsipa yang menghendaki kebaikan di akhirat maka dengan ilmu.  Barangsiapa yang menghendaki keduanya maka dengan ilmu” (HR. Bukhori dan Muslim)</li>
<li aria-level="1"><b>Ali bin Abi Thalib RA</b>. “Didiklah anak-anakmu sesuai dengan zamannya”</li>
<li aria-level="1"><b>John Dewey</b> : Menurutnya pendidikan merupakan suatu proses pengalaman. Karena kehidupan merupakan pertumbuhan, maka pendidikan berarti membantu pertumbuhan batin manusia tanpa dibatasi oleh usia. Proses pertumbuhan adalah proses penyesuaian pada setiap fase dan menambah kecakapan dalam perkembangan seseorang melalui pendidikan.</li>
<li aria-level="1"><b>M.J. Langeveld</b> : Pendidikan merupakan upaya dalam membimbing manusia yang belum dewasa kearah kedewasaan. Pendidikan adalah suatu usaha dalam menolong anak untuk melakukan tugas-tugas hidupnya, agar mandiri dan bertanggung jawab secara susila. Pendidikan juga diartikan sebagai usaha untuk mencapai penentuan diri dan tanggung jawab.</li>
<li aria-level="1"><b>Driyarkara</b> : Pendidikan diartikan sebagai suatu upaya dalam memanusiakan manusia muda atau pengangkatan manusia muda ke taraf yang insani.</li>
<li aria-level="1"><b>Ki Hajar Dewantara</b> : Menurutnya pendidikan adalah suatu tuntutan di dalam hidup tumbuhnya anak-anak. Maksudnya ialah bahwa pendidikan menuntun segala kekuatan kodrat yang ada pada peserta didik agar sebagai manusia dan anggota masyarakat dapat mencapai keselamatan dan kebahagiaan hidup yang setinggi-tingginya.</li>
<li aria-level="1"><b>Stella van Petten Henderson</b> : Pendidikan yaitu suatu kombinasai dari pertumbuhan dan perkembangan insani dengan warisan sosial.</li>
<li aria-level="1"><b>Kohnstamm dan Gunning</b> : Pendidikan merupakan suatu pembentukan hati nurani manusia, yakni pendidikan ialah suatu proses pembentukan dan penentuan diri secara etis yang sesuai dengan hati nurani.</li>
<li aria-level="1"><b>H. Horne : </b>Menyatakan bahwa pendidikan adalah proses yang dilakukan secara terus menerus dari penyesuaian yang lebih tinggi bagi manusia yang telah berkembang secara fisik dan mentalnya.</li>
<li aria-level="1"><b>Frederick J. Mc Donald</b> : mengemukakan pendapatnya bahwa pendidikan ialah suatu proses yang arah tujuannya adalah merubah tabiat manusia atau peserta didik.</li>
<li aria-level="1"><b>Ahmad D. Marimba : </b>Mengemukakan bahwa pendidikan ialah suatu proses bimbingan yang dilaksanakan secara sadar oleh pendidik terhadap suatu proses perkembangan jasmani dan rohani peserta didik, yang tujuannya agar kepribadian peserta didik terbetuk dengan sangat unggul. Kepribadian yang dimaksud ini bermakna cukup dalam yaitu pribadi yang tidak hanya pintar, pandai secara akademis saja, akan tetapi baik juga secara karakter.</li>
<li aria-level="1"><b>Carter V. Good</b> <b>:</b> Mengartikan pendidikan sebagai suatu proses perkembangan kecakapan seseorang dalam bentuk sikap dan prilaku yang berlaku dalam masyarakat. Proses dimana seseorang dipengaruhi oleh lingkungan yang terpimpin khususnya didalam lingkungan sekolah sehingga dapat mencapai kecakapan sosial dan dapat mengembangkan kepribadiannya.</li>
<li aria-level="1"><b>Ensiklopedi Pendidikan Indonesia :</b> Menjelaskan mengenai pendidikan, yaitu sebagai proses membimbing manusia atau anak didik dari kegelapan, ketidaktahuan, kebodohan, dan kecerdasan pengetahuan.</li>
<li aria-level="1"><b>UU SISDIKNAS No.20 tahun 2003 : </b>Pendidikan merupakan suatu usaha yang dilakukan secara sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mampu mengembangkan potensi yang ada didalam dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, kepribadian yang baik,  pengendalian diri, berakhlak mulia, kecerdasan,dan keterampilan yang diperlukan oleh dirinya dan masyarakat.</li>
</ol>
<h2><b> <img loading="lazy" decoding="async" class="alignnone size-full wp-image-23682" src="https://unjkita.com/wp-content/uploads/2021/01/Arti-Pendidikan-Menurut-Rasulullah.jpg" alt="Arti Pendidikan Menurut Rasulullah" width="768" height="480" srcset="https://unjkita.com/wp-content/uploads/2021/01/Arti-Pendidikan-Menurut-Rasulullah.jpg 768w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2021/01/Arti-Pendidikan-Menurut-Rasulullah-150x94.jpg 150w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2021/01/Arti-Pendidikan-Menurut-Rasulullah-100x63.jpg 100w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2021/01/Arti-Pendidikan-Menurut-Rasulullah-700x438.jpg 700w" sizes="auto, (max-width: 768px) 100vw, 768px" /></b></h2>
<h2><b>Tujuan Pendidikan Menurut Para Ahli</b></h2>
<p>Jika dirangkum dari definisi dari para ahli lainnya ada dua tujuan utama dari pendidikan itu sendiri yaitu :</p>
<h3><b>Memajukan Mengembangkan Manusia &amp; Negara</b></h3>
<ul>
<li aria-level="1">Menurut <b>Prof. Dr. Imam Barnadib</b>, Pendidikan adalah usaha sadar dan sistematis unuk mencapai taraf hidup atau kemajuan yang lebih baik.</li>
<li aria-level="1">Menurut <b>Aristoteles</b>: Pendidikan adalah salah satu fungsi dari suatu negara, dan dilakukan, terutama setidaknya, untuk tujuan Negara itu sendiri. Negara adalah institusi sosial tertinggi yang mengamankan tujuan tertinggi atau kebahagiaan manusia. Pendidikan adalah persiapan/bekal untuk beberapa aktivitas/pekerjaan yang layak. Pendidikan semestinya dipandu oleh undang-undang untuk membuatnya sesuai (koresponden) dengan hasil analisis psikologis, dan mengikuti perkembangan secara bertahap, baik secara fisik (lahiriah) maupun mental (batiniah/jiwa).</li>
<li aria-level="1">Menurut<b> Socrates</b>: Pendidikan adalah suatu sarana yang digunakan untuk mencari kebenaran. Sedangkan metode-nya adalah dialektika.</li>
<li aria-level="1">Menrutu <b>Confucius</b> : Pendidikan melahirkan keyakinan diri, keyakinan diri melahirkan harapan, dan harapan melahirkan perdamaian.</li>
<li aria-level="1">Menuru <b>Paulo Freire</b> : Pendidikan ialah usaha untuk mengembalikan fungsi pendidikan sebagai alat yang membebaskan manusia dari berbagai bentuk penindasan dan ke-tertindas-an. pendidikan haruslah berorientasi kepada pengenalan realitas diri manusia dan dirinya sendiri.</li>
<li aria-level="1">Menurut <b>Albert Eisntein</b>: Pendidikan ialah sesuatu yang tersisa setelah seseorang melupakan apa yang ia pelajari di sekolah.</li>
</ul>
<h3><b>Membentuk akhlak mulia &amp; mendekatkan diri kepada Tuhan</b></h3>
<ul>
<li aria-level="1">Menurut <b>Imam Al Ghazali</b> : Pendidikan merupakan proses me-manusia-kan manusia sejak masa kejadiannya sampai akhir hayatnya melalui berbagai ilmu pengetahuan yang disampaikan dalam bentuk pengajaran secara bertahap, dimana proses pengajaran itu menjadi tanggung jawab orang tua dan masyarakat menuju pendekatan diri kepada Allah sehingga menjadi manusia sempurna</li>
<li aria-level="1">Menurut <b>Ibnu Sina</b> : Pendidikan adalah proses untuk membentuk perkembangan anak dan membiasakan kebiasaan yang baik dan sifat-sifat yang baik menjadi faktor utama guna mencapai kebahagiaan anak, oleh karena itu orang yang ditiru hendaklah menjadi pemimpin yang baik, contoh yang bagus dan ber-akhlak hingga tidak meninggalkan kesan buruk dalam jiwa anak yang meniru-nya.</li>
</ul>
<p>Semoga kumpulan penjelasan pendidikan menurut para ahli dan pakar ini dapat bermanfaat. Sehingga memberikan gambaran kepada kamu apasih itu arti dan tujuan pendidikan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>The post <a href="https://unjkita.com/arti-dan-tujuan-pendidikan-menurut-pakar/">Arti dan Tujuan Pendidikan Menurut Pakar</a> appeared first on <a href="https://unjkita.com">UNJKita.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Sepiring Berdua ala BEM UNJ</title>
		<link>https://unjkita.com/sepiring-berdua-ala-bem-unj/</link>
					<comments>https://unjkita.com/sepiring-berdua-ala-bem-unj/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Asrul Pauzi Hasibuan]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 12 Nov 2019 09:59:34 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kampus]]></category>
		<category><![CDATA[Konten Pilihan]]></category>
		<category><![CDATA[BEM UNJ]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://unjkita.com/?p=22208</guid>

					<description><![CDATA[<p>Pada Rabu (23/10), sebagian besar –jika tidak disebut semua- masyarakat Indonesia dikejutkan dengan formasi kabinet yang dipilih Presiden Joko Widodo (Jokowi). Pasalnya, muncul nama kompetitornya,...</p>
<p>The post <a href="https://unjkita.com/sepiring-berdua-ala-bem-unj/">Sepiring Berdua ala BEM UNJ</a> appeared first on <a href="https://unjkita.com">UNJKita.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p class="western" lang="en-US" align="justify"><span style="font-family: Times New Roman, serif"><span style="font-size: medium">Pada Rabu (23/10), sebagian besar –jika tidak disebut semua- masyarakat Indonesia dikejutkan dengan formasi kabinet yang dipilih Presiden Joko Widodo (Jokowi). Pasalnya, muncul nama kompetitornya, Prabowo Subianto, pada gelaran Pemilihan Presiden (Pilpres) yang telah berlangsung sebelumnya dalam daftar kabinet yang belakangan diperkenalkan sebagai Kabinet Indonesia Maju. Lebih jauh, nama Prabowo Subianto (Menteri Pertahanan) bukan satu-satunya nama dari elemen ‘oposan’ yang kemudian diakomodasi dalam kabinet yang berulang kali disebut para elit politik sebagai hak prerogatif Jokowi. Karena selain itu, ada nama Edhy Prabowo juga yang kemudian menjabat sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan. Beragam pandangan para Pengamat Politik sejurus kemudian meruap memenuhi media massa pada waktu-waktu itu. Sebagian dari mereka meyebut bahwa hal itu membuat demokrasi yang kurang sehat karena proporsi koalisi Pemerintah yang sudah sangat gemuk, berbeda dengan Partai yang memilih –atau terpaksa memilih- berada di luar pemerintahan, </span></span><span style="font-family: Times New Roman, serif"><span style="font-size: medium">cenderung </span></span><span style="text-decoration: line-through"><span style="font-family: Times New Roman, serif"><span style="font-size: medium">kurus</span></span></span><i> </i><span style="font-family: Times New Roman, serif"><span style="font-size: medium">ramping</span></span><span style="font-family: Times New Roman, serif"><span style="font-size: medium">. Sebagian lainnya berpandangan hal tersebut dipilih sebagai respon atas kian meruncingnya perbedaan-perbedaan di akar rumput masyarakat.</span></span></p>
<p class="western" lang="en-US" align="justify"><span style="font-family: Times New Roman, serif"><span style="font-size: medium"> Demikianlah kondisi elit politik tanah air yang belakangan kadung terlihat sebagai pelakon yang sibuk sendiri dengan lakon yang dimainkan masing-masing, dimana, sekali pun menyenangkan para penonton (masyarakat), namun itu hanya sekadar lakon. Ada pun harapan dari setiap lakon yang ke depannya kembali terus dipentaskan, semoga secara mendasar dirubah oleh dalang yang berada di balik semua lakon yang pertontonkan hari-hari ini, demi masyarakat banyak.</span></span></p>
<blockquote>
<p lang="en-US" align="justify">Ada pun harapan dari setiap lakon yang ke depannya kembali terus dipentaskan, semoga secara mendasar dirubah oleh dalang yang berada di balik semua lakon yang pertontonkan hari-hari ini, demi masyarakat banyak.</p>
</blockquote>
<p class="western" lang="en-US" align="justify"><span style="font-family: Times New Roman, serif"><span style="font-size: medium"> Ada pun di kampus kita, Universitas Negeri Jakarta (UNJ), juga sedang –katanya- menjalani pesta demokrasi. Fenomena –jika dapat disebut demikian- sepiring berdua Ketua </span></span>–<span style="font-family: Times New Roman, serif"><span style="font-size: medium">dan Wakil </span></span><span style="font-family: Times New Roman, serif"><span style="font-size: medium">Ketua- </span></span><span style="font-family: Times New Roman, serif"><span style="font-size: medium">Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UNJ –</span></span><span style="font-family: Times New Roman, serif"><span style="font-size: medium">yang lalu-lalu- dengan kompetitornya </span></span><span style="font-family: Times New Roman, serif"><span style="font-size: medium">seharusnya juga membuat kita terkejut, jika kita terkejut melihat fenomena yang sama pada fenomena sepiring berduanya Jokowi dan Prabowo Subianto. Atau, jika kita sudah menyadari hal tersebut jauh-jauh sebelum ini, </span></span><span style="font-family: Times New Roman, serif"><span style="font-size: medium"><i>ngapain sih pake sok-sok kaget segala</i></span></span><span style="font-family: Times New Roman, serif"><span style="font-size: medium">. Kan, sudah terbiasa ada lakon demikian di UNJ. Meski kita dapat membuka diskursus hal ihwal perbedaan daya saing kompetisi antara politik elit tanah air dengan </span></span><span style="font-family: Times New Roman, serif"><span style="font-size: medium"><i>politik-politik-an</i></span></span><span style="font-family: Times New Roman, serif"><span style="font-size: medium">-nya mahasiswa UNJ; sistem pemerintahan; ihwal kebutuhan memiliki </span></span><span style="font-family: Times New Roman, serif"><span style="font-size: medium"><i>stakeholder</i></span></span><span style="font-family: Times New Roman, serif"><span style="font-size: medium"> di pusat pemerintahan dan dalam skala kampus; dan lain-lain.</span></span></p>
<p class="western" lang="en-US" align="justify"><span style="font-family: Times New Roman, serif"><span style="font-size: medium"> Dua kali pergelaran </span></span><span style="font-family: Times New Roman, serif"><span style="font-size: medium"><i>politik-politik</i></span></span><span style="font-family: Times New Roman, serif"><span style="font-size: medium">-an di Organisasi Pemerintahan Mahasiswa (Opmawa) tertinggi UNJ, penulis telah berulang kali menyinggung ihwal, yang menurut Mohammad Hatta, sebagai pemerintahan yang demokratis, yang akan memperkuat duduk suatu pemerintahan; tidak oleng duduknya, begitulah majas yang digunakan Mohammad Hatta dalam </span></span><span style="font-family: Times New Roman, serif"><span style="font-size: medium"><i>“Kedaulatan Rakyat, Otonomi dan Demokrasi”</i></span></span><span style="font-family: Times New Roman, serif"><span style="font-size: medium"> (2014). Sila lihat </span></span><a href="https://unjkita.com/bisikkan-pada-telinga-mereka-memimpin-itu-menderita-kawan/"><span style="font-family: Times New Roman, serif"><span style="font-size: medium"><i>“Bisikkan pada Telinga Mereka, “Memimpin Itu Menderita, Kawan”</i></span></span></a><span style="font-family: Times New Roman, serif"><span style="font-size: medium"> (2017) dan </span></span><a href="https://unjkita.com/pemira-unj-2018-akankah-kaya-gagasan-dan-membawa-perubahan/"><span style="font-family: Times New Roman, serif"><span style="font-size: medium"><i>“Pemira UNJ 2018: Akankah Kaya Gagasan dan Membawa Perubahan?”</i></span></span></a><span style="font-family: Times New Roman, serif"><span style="font-size: medium"> (2018) di laman </span></span><span style="font-family: Times New Roman, serif"><span style="font-size: medium"><i>unjkita.com</i></span></span><span style="font-family: Times New Roman, serif"><span style="font-size: medium">.</span></span></p>
<p class="western" lang="en-US" align="justify"><span style="font-family: Times New Roman, serif"><span style="font-size: medium"> Dilihat dari jumlah partisipan yang ikut menyemarakkan –</span></span><span style="font-family: Times New Roman, serif"><span style="font-size: medium"><i>lagi-lagi yang katanya pesta demokrasi</i></span></span><span style="font-family: Times New Roman, serif"><span style="font-size: medium">&#8211; tahun lalu (2018) Komisi Pemilihat Umum (KPU) Pusat UNJ boleh saja berbangga ihwal persentase yang meningkat pada angka 54,96% (KPU Pusat UNJ 2018) dari sebelumnya 50.6% (KPU Pusat UNJ 2017). Pembaca dapat mengkalkulasi sendiri perolehan masing-masing Calon Ketua dan Wakil Ketua –saat itu- dari jumlah persentase partisipan yang menggunakan hak suaranya. Menjadi jelas, wanti-wanti penulis dari dua tulisan sebelumnya bukan tanpa alasan, jika Pengurus BEM UNJ tidak mau menginsafi apa yang sudah penulis singgung, bukan tidak mungkin akan ada gerakan alternatif lainnya.</span></span></p>
<p class="western" lang="en-US" align="justify"><span style="font-family: Times New Roman, serif"><span style="font-size: medium"> Setelah kita membaca tingkat partisipan di atas dengan kaitannya dengan banyak hal, termasuk apa yang sudah penulis singgung; termasuk tingkat kebutuhan perwakilan mahasiswa, meski bukan faktor tunggal, agaknya tak salah jika berpekur adalah perlu dilakukan agar muncul keinsafan. Mari kita lihat fenomena sepiring berdua yang </span></span><span style="font-family: Times New Roman, serif"><span style="font-size: medium"><i>biasa-biasa</i></span></span> <span style="font-family: Times New Roman, serif"><span style="font-size: medium"><i>aja</i></span></span><span style="font-family: Times New Roman, serif"><span style="font-size: medium"> di UNJ –atau BEM UNJ- dalam tiga tahun terakhir.</span></span></p>
<p class="western" lang="en-US" align="justify"><span style="font-family: Times New Roman, serif"><span style="font-size: medium"> Pada BEM UNJ periode 2017/2018, Ketua dan Wakil Ketuanya adalah Miqdad Ramadhan dan Mohammad Hafizh. Dimana Solehudin dan Ahmad Muad Syaefuddin yang notabenenya sebagai kompetitor Miqdad dan Hafiz</span></span><span style="font-family: Times New Roman, serif"><span style="font-size: medium">h</span></span><span style="font-family: Times New Roman, serif"><span style="font-size: medium"> sebelumnya –</span></span><span style="font-family: Times New Roman, serif"><span style="font-size: medium">saat Pemilihan Raya (Pemira)-</span></span><span style="font-family: Times New Roman, serif"><span style="font-size: medium"> diakomodasi masing-masing sebagai Kepala Departemen Pendidikan dan Departemen Dalam Negeri.</span></span></p>
<p class="western" lang="en-US" align="justify"><span style="font-family: Times New Roman, serif"><span style="font-size: medium"> Lalu, pada BEM UNJ periode 2018, Moh. Wildan Habibi dan Prasetyo Setiawan yang terpilih menjadi Ketua dan Wakil Ketua BEM UNJ saat itu. Dimana kompetitor mereka sebelumnya, Cholilurrahim dan M. Imam Bagja P, menempati posisi masing-masing sebagai Kepala Divisi Lingkungan Kampus Departemen Dalam Negeri dan Kepala Departemen Advokasi.</span></span></p>
<p class="western" lang="en-US" align="justify"><span style="font-family: Times New Roman, serif"><span style="font-size: medium"> Serta, BEM UNJ Periode 2019, Latu Marta Caraka dan Al-Ba’is Basyari masing-masing menjadi Kepala Departemen Dalam Negeri dan Kepala Divisi Kaderisasi Departemen Dalam Negeri di bawah kepemimpinan M. Abdul Basit dan Rizki Dwi Perkasa, yang notabenenya sebagai kompetitor Latu dan Al-Ba’is </span></span><span style="font-family: Times New Roman, serif"><span style="font-size: medium">pada </span></span><span style="font-family: Times New Roman, serif"><span style="font-size: medium">Pemira UNJ </span></span><span style="font-family: Times New Roman, serif"><span style="font-size: medium">2018</span></span><span style="font-family: Times New Roman, serif"><span style="font-size: medium">.</span></span></p>
<p class="western" lang="en-US" align="justify"><span style="font-family: Times New Roman, serif"><span style="font-size: medium"> Seperti yang juga juga disebutkan di atas, kita bisa mebangun diskursus ihwal fenomena sepiring berdua di BEM UNJ ini. Sebagaimana, boleh jadi ini semua karena sistem pemerintahan di Opmawa UNJ, yang ‘menegasikan’ poros mitra kritis –meminjam istilah yang katanya lebih tepat dibanding oposan untuk konteks pemerintahan makro-, sehingga berdampak juga pada tumpulnya fungsi Lembaga Legislatif di Kampus, yang mengakibatkan tidak ada wadah khusus untuk menjadi </span></span><span style="font-family: Times New Roman, serif"><span style="font-size: medium"><i>check and balance</i></span></span><span style="font-family: Times New Roman, serif"><span style="font-size: medium">. </span></span><span style="font-family: Times New Roman, serif"><span style="font-size: medium">Sehingga kedua pihak atau lebih yang sama-sama </span></span><span style="font-family: Times New Roman, serif"><span style="font-size: medium"><i>nyalon </i></span></span><span style="font-family: Times New Roman, serif"><span style="font-size: medium">sebelumnya –karena mungkin perbedaan gagasan- memilih pragmatis. </span></span><span style="font-family: Times New Roman, serif"><span style="font-size: medium">Kemudian, d</span></span><span style="font-family: Times New Roman, serif"><span style="font-size: medium">imana suara-suara yang bernada kritis hanya datang dari, mungkin Didaktika UNJ, yang terlihat konsisten, namun pembaca boleh menilai, apakah suara mereka diacuhkan atau tidak. Ada pun suara-suara lainnya, dari pribadi misalnya, karena mitra kritis BEM UNJ selain minim dan tak punya wadah khusus sering kali dianggap sebagai angin lalu. Dimana yang menghembuskan angin itu, –harapannya, meski tidak baik juga- cukup sampai dianggap angin lalu saja, tidak sampai ‘pengkondisian’ terhadap yang bersangkutan yang menjadi pilihan.</span></span></p>
<p class="western" lang="en-US" align="justify"><span style="font-family: Times New Roman, serif"><span style="font-size: medium"> Semoga tulisan ini menjadi renungan bagi kita semua, </span></span><span style="font-family: Times New Roman, serif"><span style="font-size: medium"><i>untuk mempertimbangkan makan sepiring berdua dengan gue misalnya, yha</i></span></span><span style="font-family: Times New Roman, serif"><span style="font-size: medium">, atau bagi Opmawa Se-UNJ, termasuk BEM UNJ dan Majelis Tinggi Mahasiswa (MTM) UNJ, yang harapannya, mencoba memikirkan sistem yang pas agar demokrasi di Opmawa UNJ kian sehat, selain memikirkan pengawasan, persiapan Pemira (bagi KPU) yang menguras pikiran sehingga </span></span><span style="font-family: Times New Roman, serif"><span style="font-size: medium"><i>saban</i></span></span><span style="font-family: Times New Roman, serif"><span style="font-size: medium"> tahun melakukan rapat pembahasan Peraturan KPU </span></span><span style="font-family: Times New Roman, serif"><span style="font-size: medium"><i>yang-teknis-teknis-itu</i></span></span><span style="font-family: Times New Roman, serif"><span style="font-size: medium">,</span></span><i> </i><span style="font-family: Times New Roman, serif"><span style="font-size: medium">dengan sesekali berpikir sama kerasnya terhadap yang lainnya </span></span><span style="font-family: Times New Roman, serif"><span style="font-size: medium"><i>misalnya-bolehlah-menyinggung-hal-hal-fundamen.</i></span></span></p>
<p class="western" lang="en-US" align="justify">“<span style="font-family: Times New Roman, serif"><span style="font-size: medium"><i>Bagaimana, jadi, kan, makan </i></span></span><span style="text-decoration: line-through"><span style="font-family: Times New Roman, serif"><span style="font-size: medium"><i>berdua sama gue?</i></span></span></span><span style="font-family: Times New Roman, serif"><span style="font-size: medium"><i> sepiring berdua sama gue?”, </i></span></span><span style="font-family: Times New Roman, serif"><span style="font-size: medium"><i>bukan gue, </i></span></span><span style="font-family: Times New Roman, serif"><span style="font-size: medium"><i>entah siapa yang bertanya.</i></span></span></p>
<p>The post <a href="https://unjkita.com/sepiring-berdua-ala-bem-unj/">Sepiring Berdua ala BEM UNJ</a> appeared first on <a href="https://unjkita.com">UNJKita.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://unjkita.com/sepiring-berdua-ala-bem-unj/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Mengusung Tema “Aksi Solidaritas dan Kawal Pelantikan DPR”, BEM SI Kembali Berunjuk Rasa</title>
		<link>https://unjkita.com/mengusung-tema-aksi-solidaritas-dan-kawal-pelantikan-dpr-bem-si-kembali-berunjuk-rasa/</link>
					<comments>https://unjkita.com/mengusung-tema-aksi-solidaritas-dan-kawal-pelantikan-dpr-bem-si-kembali-berunjuk-rasa/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Asrul Pauzi Hasibuan]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 01 Oct 2019 19:19:27 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Info]]></category>
		<category><![CDATA[Konten Pilihan]]></category>
		<category><![CDATA[Aksi Mahasiswa]]></category>
		<category><![CDATA[Revisi UU KPK]]></category>
		<category><![CDATA[RUU KPK]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://unjkita.com/?p=22172</guid>

					<description><![CDATA[<p>Kemarin sore, Selasa (1/10), Sejumlah Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) yang tergabung dalam BEM Seluruh Indonesia (BEM SI) kembali berunjuk rasa di luar kawasan komplek DPR/MPR...</p>
<p>The post <a href="https://unjkita.com/mengusung-tema-aksi-solidaritas-dan-kawal-pelantikan-dpr-bem-si-kembali-berunjuk-rasa/">Mengusung Tema “Aksi Solidaritas dan Kawal Pelantikan DPR”, BEM SI Kembali Berunjuk Rasa</a> appeared first on <a href="https://unjkita.com">UNJKita.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p class="western" lang="en-US" align="justify"><span style="font-family: Times New Roman, serif"><span style="font-size: medium">Kemarin </span></span><span style="font-family: Times New Roman, serif"><span style="font-size: medium">sore</span></span><span style="font-family: Times New Roman, serif"><span style="font-size: medium">, </span></span><span style="font-family: Times New Roman, serif"><span style="font-size: medium">Selasa (</span></span><span style="font-family: Times New Roman, serif"><span style="font-size: medium">1</span></span><span style="font-family: Times New Roman, serif"><span style="font-size: medium">/10), </span></span><span style="font-family: Times New Roman, serif"><span style="font-size: medium">Sejumlah Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) yang tergabung dalam BEM</span></span><span style="font-family: Times New Roman, serif"><span style="font-size: medium"> Seluruh Indonesia (BEM SI) kembali </span></span><span style="font-family: Times New Roman, serif"><span style="font-size: medium">berunjuk rasa</span></span><span style="font-family: Times New Roman, serif"><span style="font-size: medium"> di </span></span><span style="font-family: Times New Roman, serif"><span style="font-size: medium">luar kawasan komplek DPR/MPR –dimana sebelumnya mereka tertahan di kawasan TVRI-</span></span> <span style="font-family: Times New Roman, serif"><span style="font-size: medium">guna terus </span></span><span style="font-family: Times New Roman, serif"><span style="font-size: medium">menyikapi dinamika </span></span><span style="font-family: Times New Roman, serif"><span style="font-size: medium">yang terjadi</span></span><span style="font-family: Times New Roman, serif"><span style="font-size: medium"> di Indonesia hari ini, </span></span><span style="font-family: Times New Roman, serif"><span style="font-size: medium">yang pada </span></span><span style="font-family: Times New Roman, serif"><span style="font-size: medium">kesempatan</span></span> <span style="font-family: Times New Roman, serif"><span style="font-size: medium">kali </span></span><span style="font-family: Times New Roman, serif"><span style="font-size: medium">ini –</span></span><span style="font-family: Times New Roman, serif"><span style="font-size: medium">massa yang tergabung-</span></span> <span style="font-family: Times New Roman, serif"><span style="font-size: medium">BEM SI</span></span><span style="font-family: Times New Roman, serif"><span style="font-size: medium"> mengangkat tema solid</span></span><span style="font-family: Times New Roman, serif"><span style="font-size: medium">ari</span></span><span style="font-family: Times New Roman, serif"><span style="font-size: medium">tas serta aksi pengawalan pelantikan DPR. </span></span><span style="font-family: Times New Roman, serif"><span style="font-size: medium">DPD, dan MPR</span></span><span style="font-family: Times New Roman, serif"><span style="font-size: medium">, </span></span><span style="font-family: Times New Roman, serif"><span style="font-size: medium">yang tentunya pengawalan yang dimaksud masih lahir dari rahim yang sama; kebijakan-kebijakan kontroversi yang diambil penguasa yang menjadi polemik akhir-akhir ini, serta harapan-harapan baik mereka.</span></span></p>
<blockquote>
<p lang="en-US" align="justify">yang tentunya pengawalan yang dimaksud masih lahir dari rahim yang sama; kebijakan-kebijakan kontroversi yang diambil penguasa yang menjadi polemik akhir-akhir ini, serta harapan-harapan baik mereka.</p>
</blockquote>
<p class="western" lang="en-US" align="justify"><span style="font-family: Times New Roman, serif"><span style="font-size: medium">Solid</span></span><span style="font-family: Times New Roman, serif"><span style="font-size: medium">ari</span></span><span style="font-family: Times New Roman, serif"><span style="font-size: medium">tas yang dimaksud adalah </span></span><span style="font-family: Times New Roman, serif"><span style="font-size: medium">solid</span></span><span style="font-family: Times New Roman, serif"><span style="font-size: medium">ari</span></span><span style="font-family: Times New Roman, serif"><span style="font-size: medium">tas atas wafatnya </span></span><span style="font-family: Times New Roman, serif"><span style="font-size: medium">dua orang mahasiswa pada aksi-aksi unjuk rasa belakangan, juga atas korban-korban </span></span>–<span style="font-family: Times New Roman, serif"><span style="font-size: medium">represifitas aparat- </span></span><span style="font-family: Times New Roman, serif"><span style="font-size: medium">lainnya. </span></span><span style="font-family: Times New Roman, serif"><span style="font-size: medium">Sebagaimana yang kita ketahui, </span></span><span style="font-family: Times New Roman, serif"><span style="font-size: medium">mahasiswa atas nama Imawan </span></span><span style="font-family: Times New Roman, serif"><span style="font-size: medium">Randi (21)</span></span><span style="font-family: Times New Roman, serif"><span style="font-size: medium"> dan </span></span><span style="font-family: Times New Roman, serif"><span style="font-size: medium">Yusuf Kardawi (19), </span></span><span style="font-family: Times New Roman, serif"><span style="font-size: medium">meregang nyawa saat berunjuk rasa di Kendari</span></span><span style="font-family: Times New Roman, serif"><span style="font-size: medium">.</span></span></p>
<p class="western" lang="en-US" align="justify"><span style="font-family: Times New Roman, serif"><span style="font-size: medium">Unjuk rasa </span></span><span style="font-family: Times New Roman, serif"><span style="font-size: medium">kemarin sore</span></span><span style="font-family: Times New Roman, serif"><span style="font-size: medium">, sebagaimana yang sudah disinggung sebelumnya –yang mengangkat tema solid</span></span><span style="font-family: Times New Roman, serif"><span style="font-size: medium">ari</span></span><span style="font-family: Times New Roman, serif"><span style="font-size: medium">tas- dihiasi simbol-simbol berduka, seperti adanya bunga-bunga yang dibawa oleh massa aksi </span></span><span style="font-family: Times New Roman, serif"><span style="font-size: medium">dan kemudian dibagikan –termasuk kepada aparat yang mengawal unjuk rasa</span></span><span style="font-family: Times New Roman, serif"><span style="font-size: medium">, juga ada kuburan &#8216;imitasi&#8217; seb</span></span><span style="font-family: Times New Roman, serif"><span style="font-size: medium">a</span></span><span style="font-family: Times New Roman, serif"><span style="font-size: medium">gai simbol wafatnya korban unjuk rasa yang juga sudah dibahas sebelumnya, </span></span><span style="font-family: Times New Roman, serif"><span style="font-size: medium">sert</span></span><span style="font-family: Times New Roman, serif"><span style="font-size: medium">a simbol atas ‘kematian’ KPK</span></span><span style="font-family: Times New Roman, serif"><span style="font-size: medium">.</span></span></p>
<p class="western" lang="en-US" align="justify"><span style="font-family: Times New Roman, serif"><span style="font-size: medium">Massa aksi</span></span><span style="font-family: Times New Roman, serif"><span style="font-size: medium"> juga (tetap) membawa empat tuntutan yang sebelumnya juga disuarakan, yaitu:</span></span></p>
<ol>
<li class="western"><span style="font-family: Times New Roman, serif"><span style="font-size: medium">R</span></span><span style="font-family: Times New Roman, serif"><span style="font-size: medium">estorasi </span></span><span style="font-family: Times New Roman, serif"><span style="font-size: medium">u</span></span><span style="font-family: Times New Roman, serif"><span style="font-size: medium">paya </span></span><span style="font-family: Times New Roman, serif"><span style="font-size: medium">p</span></span><span style="font-family: Times New Roman, serif"><span style="font-size: medium">emberantasan </span></span><span style="font-family: Times New Roman, serif"><span style="font-size: medium">K</span></span><span style="font-family: Times New Roman, serif"><span style="font-size: medium">orupsi, Kolusi, dan Nepotisme</span></span> <span style="font-family: Times New Roman, serif"><span style="font-size: medium">(</span></span><span style="font-family: Times New Roman, serif"><span style="font-size: medium">KKN</span></span><span style="font-family: Times New Roman, serif"><span style="font-size: medium">)</span></span></li>
<li class="western"><span style="font-family: Times New Roman, serif"><span style="font-size: medium">R</span></span><span style="font-family: Times New Roman, serif"><span style="font-size: medium">estorasi </span></span><span style="font-family: Times New Roman, serif"><span style="font-size: medium">d</span></span><span style="font-family: Times New Roman, serif"><span style="font-size: medium">emokrasi, </span></span><span style="font-family: Times New Roman, serif"><span style="font-size: medium">kebebasan </span></span><span style="font-family: Times New Roman, serif"><span style="font-size: medium">berpendapat, dan pemenuhan HAM</span></span></li>
<li class="western"><span style="font-family: Times New Roman, serif"><span style="font-size: medium">R</span></span><span style="font-family: Times New Roman, serif"><span style="font-size: medium">estorasi pelaksanaan Reforma Agraria, perlindungan SDA, </span></span><span style="font-family: Times New Roman, serif"><span style="font-size: medium">dan</span></span> <span style="font-family: Times New Roman, serif"><span style="font-size: medium">T</span></span><span style="font-family: Times New Roman, serif"><span style="font-size: medium">enaga </span></span><span style="font-family: Times New Roman, serif"><span style="font-size: medium">K</span></span><span style="font-family: Times New Roman, serif"><span style="font-size: medium">erja</span></span></li>
<li class="western"><span style="font-family: Times New Roman, serif"><span style="font-size: medium">R</span></span><span style="font-family: Times New Roman, serif"><span style="font-size: medium">estorasi kesatuan bangsa, </span></span><span style="font-family: Times New Roman, serif"><span style="font-size: medium">hapuskan</span></span><span style="font-family: Times New Roman, serif"><span style="font-size: medium"> diskriminasi, </span></span><span style="font-family: Times New Roman, serif"><span style="font-size: medium">dan ketimpangan</span></span></li>
</ol>
<p class="western" lang="en-US" align="justify"><span style="font-family: Times New Roman, serif"><span style="font-size: medium">Pada pukul 16.10 WIB m</span></span><span style="font-family: Times New Roman, serif"><span style="font-size: medium">assa aksi kemudian membubarkan diri setelah mendapat komando dari mobil komando. Dimana sebelum itu, mereka tak lupa menyanyikan lagu-lagu nasional hingga lagu mahasiswa, seperti lagu “Mengheningkan Cipta”, “Gugur Bunga”, “Darah Juang”, </span></span><span style="font-family: Times New Roman, serif"><span style="font-size: medium">dan “Totalitas Perjuangan”</span></span><span style="font-family: Times New Roman, serif"><span style="font-size: medium">, </span></span><span style="font-family: Times New Roman, serif"><span style="font-size: medium">serta mereka tak lupa juga meneriakkan sumpah mahasiswa.</span></span></p>
<p>The post <a href="https://unjkita.com/mengusung-tema-aksi-solidaritas-dan-kawal-pelantikan-dpr-bem-si-kembali-berunjuk-rasa/">Mengusung Tema “Aksi Solidaritas dan Kawal Pelantikan DPR”, BEM SI Kembali Berunjuk Rasa</a> appeared first on <a href="https://unjkita.com">UNJKita.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://unjkita.com/mengusung-tema-aksi-solidaritas-dan-kawal-pelantikan-dpr-bem-si-kembali-berunjuk-rasa/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ini Dia Akreditasi UNJ per Program Studi (2020)</title>
		<link>https://unjkita.com/ini-dia-akreditasi-unj-per-program-studi/</link>
					<comments>https://unjkita.com/ini-dia-akreditasi-unj-per-program-studi/#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Muhammad Ihsan]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 26 Sep 2019 03:58:29 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[Konten Pilihan]]></category>
		<category><![CDATA[Akreditasi]]></category>
		<category><![CDATA[Masuk UNJ]]></category>
		<category><![CDATA[Program Studi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://unjkita.com/?p=2756</guid>

					<description><![CDATA[<p>Berdasarkan SK BAN PT No 763/SK/BAN-PT/AKRED/PT/VII/2015 Akreditasi UNJ mendapatkan nilai B secara Universitas. Namun tahukah kamu akreditasi per program studi di UNJ? Kenapa sih kita...</p>
<p>The post <a href="https://unjkita.com/ini-dia-akreditasi-unj-per-program-studi/">Ini Dia Akreditasi UNJ per Program Studi (2020)</a> appeared first on <a href="https://unjkita.com">UNJKita.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Berdasarkan SK BAN PT No 763/SK/BAN-PT/AKRED/PT/VII/2015 Akreditasi UNJ mendapatkan nilai B secara Universitas. Namun tahukah kamu akreditasi per program studi di UNJ? Kenapa sih kita Perlu Akreditasi?</p>
<p>Akreditasi adalah parameter kualitas sebuah lembaga pendidikan yang ditetapkan persyaratanya oleh Pemerintah. Tujuan adanya akreditasi adalah melindungi masyarakat dari tindak penipuan di ranah lembaga pendidikan. Agar masyarakat tahun universitas mana yang memiliki kualitas yang baik.</p>
<p>BAN-PT (Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi) adalah lembaga yang mewakili pemerintah untuk melakukan akreditasi.  Setidaknya ada lima hal inti yang mempengaruhi nilai akreditasi sebuah program studi, yaitu:</p>
<ul>
<li>Perbandingan Jumlah Tenaga pengajar dan Mahasiswa</li>
<li>Kurikulum setiap program studi</li>
<li>Kordinasi pelaksanaan pendidikan, termasuk fasilitasnya</li>
<li>Kesiapan administrasi, kepegawaian, keuangan dan lain-lain</li>
<li>Kegiatan dan Prestasi mahasiswa</li>
</ul>
<p>Berikut ini adalah nilai akreditasi UNJ per program studi.</p>
<p><strong><em>*data update Maret 2019 </em></strong><em>. beberapa jurusan masih dalam proses pengakreditasian ulang.</em></p>
<table style="height: 4483px;" width="620">
<tbody>
<tr>
<td width="22">No</td>
<td width="275">Program Studi</td>
<td width="65">Jenjang</td>
<td width="65">Akreditasi</td>
<td width="117">Berlaku hingga</td>
</tr>
<tr class="alt">
<td width="22">1</td>
<td width="275">Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD)</td>
<td width="65">D3</td>
<td width="65">B</td>
<td width="117">May 13, 2016</td>
</tr>
<tr>
<td width="22">2</td>
<td width="275">Akuntansi</td>
<td width="65">D3</td>
<td width="65">A</td>
<td width="117">13-10-2021</td>
</tr>
<tr class="alt">
<td width="22">3</td>
<td width="275">Hubungan Masyarakat</td>
<td width="65">D3</td>
<td width="65">B</td>
<td width="117">27-12-2021</td>
</tr>
<tr>
<td width="22">4</td>
<td width="275">Manajemen Pemasaran</td>
<td width="65">D3</td>
<td width="65">A</td>
<td width="117">01-12-2021</td>
</tr>
<tr class="alt">
<td width="22">5</td>
<td width="275">Sekretari</td>
<td width="65">D3</td>
<td width="65">B</td>
<td width="117">24-11-2021</td>
</tr>
<tr>
<td width="22">6</td>
<td width="275">Tata Boga</td>
<td width="65">D3</td>
<td width="65">B</td>
<td width="117">2023-10-23</td>
</tr>
<tr class="alt">
<td width="22">7</td>
<td width="275">Tata Busana</td>
<td width="65">D3</td>
<td width="65">B</td>
<td width="117">September 2023</td>
</tr>
<tr>
<td width="22">8</td>
<td width="275">Tata Rias</td>
<td width="65">D3</td>
<td width="65">A</td>
<td width="117">2023-09-25</td>
</tr>
<tr class="alt">
<td width="22">9</td>
<td width="275">Teknik Elektronika</td>
<td width="65">D3</td>
<td width="65">B</td>
<td width="117">October 31, 2020</td>
</tr>
<tr>
<td width="22">10</td>
<td width="275">Teknik Mesin</td>
<td width="65">D3</td>
<td width="65">B</td>
<td width="117">2023-08-15</td>
</tr>
<tr class="alt">
<td width="22">11</td>
<td width="275">Teknik Sipil</td>
<td width="65">D3</td>
<td width="65">B</td>
<td width="117">October 31, 2020</td>
</tr>
<tr>
<td width="22">12</td>
<td width="275">Transportasi</td>
<td width="65">D3</td>
<td width="65">C</td>
<td width="117">March 9, 2020</td>
</tr>
<tr class="alt">
<td width="22">13</td>
<td width="275">Usaha Jasa Pariwisata</td>
<td width="65">D3</td>
<td width="65">A</td>
<td width="117">2022-08-15</td>
</tr>
<tr>
<td width="22">14</td>
<td width="275">PPG Pendidikan Guru Sekolah Dasar</td>
<td width="65">Profesi</td>
<td width="65">B</td>
<td width="117">2021</td>
</tr>
<tr class="alt">
<td width="22">15</td>
<td width="275">Akuntansi</td>
<td width="65">S1</td>
<td width="65">B</td>
<td width="117">February 21, 2020</td>
</tr>
<tr>
<td width="22">16</td>
<td width="275">Bimbingan dan Konseling</td>
<td width="65">S1</td>
<td width="65">A</td>
<td width="117">2023-02-27</td>
</tr>
<tr class="alt">
<td width="22">17</td>
<td width="275">Biologi</td>
<td width="65">S1</td>
<td width="65">B</td>
<td width="117">2023-04-17</td>
</tr>
<tr>
<td width="22">18</td>
<td width="275">Fisika</td>
<td width="65">S1</td>
<td width="65">A</td>
<td width="117">2023-07-02</td>
</tr>
<tr class="alt">
<td width="22">19</td>
<td width="275">Ilmu Agama Islam</td>
<td width="65">S1</td>
<td width="65">A</td>
<td width="117">2022-10-31</td>
</tr>
<tr>
<td width="22">20</td>
<td width="275">Ilmu Keolahragaan</td>
<td width="65">S1</td>
<td width="65">B</td>
<td width="117">2022-06-13</td>
</tr>
<tr class="alt">
<td width="22">21</td>
<td width="275">Kimia</td>
<td width="65">S1</td>
<td width="65">A</td>
<td width="117">2023-03-20</td>
</tr>
<tr>
<td width="22">22</td>
<td width="275">Manajemen</td>
<td width="65">S1</td>
<td width="65">B</td>
<td width="117">2024</td>
</tr>
<tr class="alt">
<td width="22">23</td>
<td width="275">Manajemen Pendidikan</td>
<td width="65">S1</td>
<td width="65">A</td>
<td width="117">2023-05-08</td>
</tr>
<tr>
<td width="22">24</td>
<td width="275">Matematika</td>
<td width="65">S1</td>
<td width="65">B</td>
<td width="117">2023-04-03</td>
</tr>
<tr class="alt">
<td width="22">25</td>
<td width="275">Pendidikan Anak Usia Dini</td>
<td width="65">S1</td>
<td width="65">A</td>
<td width="117">2022-10-31</td>
</tr>
<tr>
<td width="22">26</td>
<td width="275">Pendidikan Bahasa Arab</td>
<td width="65">S1</td>
<td width="65">A</td>
<td width="117">December 29, 2020</td>
</tr>
<tr class="alt">
<td width="22">27</td>
<td width="275">Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia</td>
<td width="65">S1</td>
<td width="65">A</td>
<td width="117">2025</td>
</tr>
<tr>
<td width="22">28</td>
<td width="275">Pendidikan Bahasa Inggris</td>
<td width="65">S1</td>
<td width="65">B</td>
<td width="117">November 14, 2020</td>
</tr>
<tr class="alt">
<td width="22">29</td>
<td width="275">Pendidikan Bahasa Jepang</td>
<td width="65">S1</td>
<td width="65">B</td>
<td width="117">06-10-2021</td>
</tr>
<tr>
<td width="22">30</td>
<td width="275">Pendidikan Bahasa Jerman</td>
<td width="65">S1</td>
<td width="65">B</td>
<td width="117">November 20, 2020</td>
</tr>
<tr class="alt">
<td width="22">31</td>
<td width="275">Pendidikan Bahasa Perancis</td>
<td width="65">S1</td>
<td width="65">B</td>
<td width="117">January 24, 2020</td>
</tr>
<tr>
<td width="22">32</td>
<td width="275">Pendidikan Biologi</td>
<td width="65">S1</td>
<td width="65">A</td>
<td width="117">15-4-2021</td>
</tr>
<tr class="alt">
<td width="22">33</td>
<td width="275">Pendidikan Ekonomi</td>
<td width="65">S1</td>
<td width="65">A</td>
<td width="117">2025</td>
</tr>
<tr>
<td width="22">34</td>
<td width="275">Pendidikan Fisika</td>
<td width="65">S1</td>
<td width="65">B</td>
<td width="117">November 28, 2020</td>
</tr>
<tr class="alt">
<td width="22">35</td>
<td width="275">Pendidikan Geografi</td>
<td width="65">S1</td>
<td width="65">A</td>
<td width="117">October 31, 2020</td>
</tr>
<tr>
<td width="22">36</td>
<td width="275">Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini</td>
<td width="65">S1</td>
<td width="65">A</td>
<td width="117">2022-10-31</td>
</tr>
<tr class="alt">
<td width="22">37</td>
<td width="275">Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD)</td>
<td width="65">S1</td>
<td width="65">A</td>
<td width="117">24-11-2021</td>
</tr>
<tr>
<td width="22">38</td>
<td width="275">Pendidikan IPS</td>
<td width="65">S1</td>
<td width="65">A</td>
<td width="117">2024</td>
</tr>
<tr class="alt">
<td width="22">39</td>
<td width="275">Pendidikan Jasmani, Kesehatan dan Rekreasi</td>
<td width="65">S1</td>
<td width="65">A</td>
<td width="117">2022-09-05</td>
</tr>
<tr>
<td width="22">40</td>
<td width="275">Pendidikan Kesejahteraan Keluarga</td>
<td width="65">S1</td>
<td width="65">A</td>
<td width="117">01-12-2021</td>
</tr>
<tr class="alt">
<td width="22">41</td>
<td width="275">Pendidikan Kimia</td>
<td width="65">S1</td>
<td width="65">A</td>
<td width="117">December 19, 2020</td>
</tr>
<tr>
<td width="22">42</td>
<td width="275">Pendidikan Luar Biasa</td>
<td width="65">S1</td>
<td width="65">A</td>
<td width="117">2023-03-13</td>
</tr>
<tr class="alt">
<td width="22">43</td>
<td width="275">Pendidikan Luar Sekolah</td>
<td width="65">S1</td>
<td width="65">A</td>
<td width="117">2023-09-25</td>
</tr>
<tr>
<td width="22">44</td>
<td width="275">Pendidikan Matematika</td>
<td width="65">S1</td>
<td width="65">A</td>
<td width="117">28-04-2021</td>
</tr>
<tr class="alt">
<td width="22">45</td>
<td width="275">Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan</td>
<td width="65">S1</td>
<td width="65">B</td>
<td width="117">December 9, 2020</td>
</tr>
<tr>
<td width="22">46</td>
<td width="275">Pendidikan Sejarah</td>
<td width="65">S1</td>
<td width="65">A</td>
<td width="117">December 14, 2019</td>
</tr>
<tr class="alt">
<td width="22">47</td>
<td width="275">Pendidikan Seni Musik</td>
<td width="65">S1</td>
<td width="65">B</td>
<td width="117">2022-06-20</td>
</tr>
<tr>
<td width="22">48</td>
<td width="275">Pendidikan Seni Rupa</td>
<td width="65">S1</td>
<td width="65">B</td>
<td width="117">2022-01-26</td>
</tr>
<tr class="alt">
<td width="22">49</td>
<td width="275">Pendidikan Sosiologi</td>
<td width="65">S1</td>
<td width="65">B</td>
<td width="117">2022-10-31</td>
</tr>
<tr>
<td width="22">50</td>
<td width="275">Pendidikan Tata Boga</td>
<td width="65">S1</td>
<td width="65">A</td>
<td width="117">21-07-2021</td>
</tr>
<tr class="alt">
<td width="22">51</td>
<td width="275">Pendidikan Tata Busana</td>
<td width="65">S1</td>
<td width="65">A</td>
<td width="117">02-09-2021</td>
</tr>
<tr>
<td width="22">52</td>
<td width="275">Pendidikan Tata Niaga</td>
<td width="65">S1</td>
<td width="65">A</td>
<td width="117">2024</td>
</tr>
<tr class="alt">
<td width="22">53</td>
<td width="275">Pendidikan Tata Rias</td>
<td width="65">S1</td>
<td width="65">A</td>
<td width="117">06-10-2021</td>
</tr>
<tr>
<td width="22">54</td>
<td width="275">Pendidikan Teknik Bangunan</td>
<td width="65">S1</td>
<td width="65">B</td>
<td width="117">August 29, 2020</td>
</tr>
<tr class="alt">
<td width="22">55</td>
<td width="275">Pendidikan Teknik Elektro</td>
<td width="65">S1</td>
<td width="65">B</td>
<td width="117">October 31, 2020</td>
</tr>
<tr>
<td width="22">56</td>
<td width="275">Pendidikan Teknik Elektronika</td>
<td width="65">S1</td>
<td width="65">B</td>
<td width="117">2023-08-27</td>
</tr>
<tr class="alt">
<td width="22">57</td>
<td width="275">Pendidikan Teknik Informatika dan Komputer</td>
<td width="65">S1</td>
<td width="65">B</td>
<td width="117">2022</td>
</tr>
<tr>
<td width="22">58</td>
<td width="275">Pendidikan Teknik Mesin</td>
<td width="65">S1</td>
<td width="65">B</td>
<td width="117">November 14, 2020</td>
</tr>
<tr class="alt">
<td width="22">59</td>
<td width="275">Pendidkan Kepelatihan Olahraga</td>
<td width="65">S1</td>
<td width="65">A</td>
<td width="117">2022-08-15</td>
</tr>
<tr>
<td width="22">60</td>
<td width="275">Psikologi</td>
<td width="65">S1</td>
<td width="65">A</td>
<td width="117">2023</td>
</tr>
<tr class="alt">
<td width="22">61</td>
<td width="275">Sastra Indonesia</td>
<td width="65">S1</td>
<td width="65">A</td>
<td width="117">January 31, 2020</td>
</tr>
<tr>
<td width="22">62</td>
<td width="275">Sastra Inggris</td>
<td width="65">S1</td>
<td width="65">B</td>
<td width="117">August 29, 2020</td>
</tr>
<tr class="alt">
<td width="22">63</td>
<td width="275">Seni Tari</td>
<td width="65">S1</td>
<td width="65">A</td>
<td width="117">2022</td>
</tr>
<tr>
<td width="22">64</td>
<td width="275">Sistem Komputer</td>
<td width="65">S1</td>
<td width="65">B</td>
<td width="117">2022</td>
</tr>
<tr class="alt">
<td width="22">65</td>
<td width="275">Sosiologi</td>
<td width="65">S1</td>
<td width="65">B</td>
<td width="117">2022-09-12</td>
</tr>
<tr>
<td width="22">66</td>
<td width="275">Teknologi Pendidikan</td>
<td width="65">S1</td>
<td width="65">A</td>
<td width="117">March 9, 2020</td>
</tr>
<tr class="alt">
<td width="22">67</td>
<td width="275">Administrasi Pendidikan</td>
<td width="65">S2</td>
<td width="65">B</td>
<td width="117">November 22, 2018</td>
</tr>
<tr>
<td width="22">68</td>
<td width="275">Linguistik Terapan</td>
<td width="65">S2</td>
<td width="65">B</td>
<td width="117">2022-10-17</td>
</tr>
<tr class="alt">
<td width="22">69</td>
<td width="275">Manajemen</td>
<td width="65">S2</td>
<td width="65">A</td>
<td width="117">2024</td>
</tr>
<tr>
<td width="22">70</td>
<td width="275">Manajemen Lingkungan</td>
<td width="65">S2</td>
<td width="65">B</td>
<td width="117">2023-09-18</td>
</tr>
<tr class="alt">
<td width="22">71</td>
<td width="275">Pendidikan Anak Usia Dini</td>
<td width="65">S2</td>
<td width="65">A</td>
<td width="117">2022-03-21</td>
</tr>
<tr>
<td width="22">72</td>
<td width="275">Pendidikan Bahasa</td>
<td width="65">S2</td>
<td width="65">A</td>
<td width="117">29-09-2021</td>
</tr>
<tr class="alt">
<td width="22">73</td>
<td width="275">Pendidikan Bahasa Inggris</td>
<td width="65">S2</td>
<td width="65">B</td>
<td width="117">2022</td>
</tr>
<tr>
<td width="22">74</td>
<td width="275">Pendidikan Biologi</td>
<td width="65">S2</td>
<td width="65">B</td>
<td width="117">2023</td>
</tr>
<tr class="alt">
<td width="22">75</td>
<td width="275">Pendidikan Dasar</td>
<td width="65">S2</td>
<td width="65">A</td>
<td width="117">26-08-2021</td>
</tr>
<tr>
<td width="22">76</td>
<td width="275">Pendidikan Fisika</td>
<td width="65">S2</td>
<td width="65">B</td>
<td width="117">2024</td>
</tr>
<tr class="alt">
<td width="22">77</td>
<td width="275">Pendidikan Kependudukan dan Lingkungan Hidup</td>
<td width="65">S2</td>
<td width="65">A</td>
<td width="117">01-12-2021</td>
</tr>
<tr>
<td width="22">78</td>
<td width="275">Pendidikan Kimia</td>
<td width="65">S2</td>
<td width="65">B</td>
<td width="117">2024</td>
</tr>
<tr class="alt">
<td width="22">79</td>
<td width="275">Pendidikan Matematika</td>
<td width="65">S2</td>
<td width="65">B</td>
<td width="117">2022</td>
</tr>
<tr>
<td width="22">80</td>
<td width="275">Pendidikan Olah Raga</td>
<td width="65">S2</td>
<td width="65">A</td>
<td width="117">17-11-2021</td>
</tr>
<tr class="alt">
<td width="22">81</td>
<td width="275">Pendidikan Sejarah</td>
<td width="65">S2</td>
<td width="65">A</td>
<td width="117">01-12-2021</td>
</tr>
<tr>
<td width="22">82</td>
<td width="275">Pendidikan Teknologi dan Kejuruan</td>
<td width="65">S2</td>
<td width="65">B</td>
<td width="117">January 16, 2020</td>
</tr>
<tr class="alt">
<td width="22">83</td>
<td width="275">Penelitian dan Evaluasi Pendidikan</td>
<td width="65">S2</td>
<td width="65">B</td>
<td width="117">2023-01-16</td>
</tr>
<tr>
<td width="22">84</td>
<td width="275">Teknologi Pendidikan</td>
<td width="65">S2</td>
<td width="65">B</td>
<td width="117">10-11-2021</td>
</tr>
<tr class="alt">
<td width="22">85</td>
<td width="275">Ilmu Pendidikan Bahasa</td>
<td width="65">S3</td>
<td width="65">B</td>
<td width="117">November 14, 2019</td>
</tr>
<tr>
<td width="22">86</td>
<td width="275">Manajemen Pendidikan</td>
<td width="65">S3</td>
<td width="65">A</td>
<td width="117">January 24, 2020</td>
</tr>
<tr class="alt">
<td width="22">87</td>
<td width="275">Pendidikan Kependudukan dan Lingkungan Hidup</td>
<td width="65">S3</td>
<td width="65">B</td>
<td width="117">2022-07-04</td>
</tr>
<tr>
<td width="22">88</td>
<td width="275">Pendidikan Olahraga</td>
<td width="65">S3</td>
<td width="65">A</td>
<td width="117">September 1, 2020</td>
</tr>
<tr class="alt">
<td width="22">89</td>
<td width="275">Penelitian dan Evaluasi Pendidikan</td>
<td width="65">S3</td>
<td width="65">B</td>
<td width="117">2023</td>
</tr>
<tr>
<td width="22">90</td>
<td width="275">Teknologi Pendidikan</td>
<td width="65">S3</td>
<td width="65">B</td>
<td width="117">May 30, 2020</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>Keterangan Nilai</p>
<ul>
<li>Akreditasi A (Amat Baik), dengan nilai 86–100</li>
<li>Akreditasi B (Baik), dengan nilai 71–85</li>
<li>Akreditasi C (Cukup), dengan nilai 56–70</li>
</ul>
<p>Sekarang kamu sudah tahukan akreditasi tiap program studi, sekarang apa program studi pilihanmu? Masih bingun mau masuk prodi apa? baca artikel <strong><a href="http://unjkita.com/tips-jitu-ketika-galau-memilih-jurusan-di-unj/">Tips Jitu Memilih Jurusan</a>.</strong></p>
<p>Bagi kamu yang membutuhkan File Akreditasi UNJ silahkan bisa baca melalui link berikut.</p>
<ul>
<li><strong><a href="https://unjkita.com/file-akreditasi-unj-buat-kamu-yang-ingin-daftar-pns/">File Akreditasi UNJ</a></strong></li>
</ul>
<p>sumber: BAN PT</p>
<p>update Oktober 2020</p>
<p>The post <a href="https://unjkita.com/ini-dia-akreditasi-unj-per-program-studi/">Ini Dia Akreditasi UNJ per Program Studi (2020)</a> appeared first on <a href="https://unjkita.com">UNJKita.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://unjkita.com/ini-dia-akreditasi-unj-per-program-studi/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>13</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Terpilihnya Rektor dan Perbaikan UNJ</title>
		<link>https://unjkita.com/terpilihnya-rektor-dan-perbaikan-unj/</link>
					<comments>https://unjkita.com/terpilihnya-rektor-dan-perbaikan-unj/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Asrul Pauzi Hasibuan]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 23 Sep 2019 04:45:32 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Konten Pilihan]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Anda]]></category>
		<category><![CDATA[kepemimpinan]]></category>
		<category><![CDATA[Rektor UNJ]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://unjkita.com/?p=22159</guid>

					<description><![CDATA[<p>Kamis (19/9), Universitas Negeri Jakarta (UNJ) melaksanakan rangkaian akhir dari proses pencarian sosok yang diharapkan tepat mengisi tampuk kepemimpinan kampus, yaitu rektor definitif melalui pemilihan...</p>
<p>The post <a href="https://unjkita.com/terpilihnya-rektor-dan-perbaikan-unj/">Terpilihnya Rektor dan Perbaikan UNJ</a> appeared first on <a href="https://unjkita.com">UNJKita.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p class="western" lang="en-US" align="justify"><span style="font-family: Times New Roman, serif;"><span style="font-size: medium;">Kamis (19/9), Universitas Negeri Jakarta (UNJ) melaksanakan rangkaian akhir dari proses pencarian sosok yang diharapkan tepat mengisi tampuk kepemimpinan kampus, yaitu rektor definitif melalui pemilihan rektor (Pilrek) setelah sebelumnya UNJ dipimpin oleh (hanya) seorang Pelaksana Tugas (Plt) Rektor yaitu, Prof. Intan Ahmad, Ph. D, yang betugas untuk memperbaiki UNJ atas amanat Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti), setelah sebelumnya UNJ mendapat sorotan publik karena permasalahan yang cukup serius, sehingga rektor sebelumnya, Prof. Dr. Djaali, harus ‘di rumahkan’.</span></span></p>
<p class="western" lang="en-US" align="justify"><span style="font-family: Times New Roman, serif;"><span style="font-size: medium;">Dalam artikel pada laman </span></span><span style="font-family: Times New Roman, serif;"><span style="font-size: medium;"><i>belmawa.ristekdikti.go.id </i></span></span><span style="font-family: Times New Roman, serif;"><span style="font-size: medium;">(2/10/17) yang berjudul </span></span><span style="font-family: Times New Roman, serif;"><span style="font-size: medium;"><i>“Intan Ahmad: Pendidikan Bersifat Universal”</i></span></span><span style="font-family: Times New Roman, serif;"><span style="font-size: medium;"> kita kembali diingatkan bahwa, tugas dari Intan Ahmad, selepas beliau ditunjuk per 25 September 2017 menjadi Pejabat Pelaksana Harian (Plh), dan kemudian menjadi Pelaksana Tugas ialah: </span></span><span style="font-family: Times New Roman, serif;"><span style="font-size: medium;"><i><b>pertama</b></i></span></span><span style="font-family: Times New Roman, serif;"><span style="font-size: medium;">, membenahi Program Pascasarjana, terutama untuk Program Doktor (S3), agar seluruh aspeknya sesuai dengan Standar Nasional Pendidikan Tinggi (SNDIKTI). </span></span><span style="font-family: Times New Roman, serif;"><span style="font-size: medium;"><i><b>Kedua</b></i></span></span><span style="font-family: Times New Roman, serif;"><span style="font-size: medium;"><i>, </i></span></span><span style="font-family: Times New Roman, serif;"><span style="font-size: medium;">mengawal jalannya pemilihan rektor hingga terpilih Rektor definitif.</span></span></p>
<p class="western" lang="en-US" align="justify"><span style="font-family: Times New Roman, serif;"><span style="font-size: medium;">Untuk mengukur kinerja Intan Ahmad terkait tugas pertamanya memerlukan beberapa indikator yang beberapa di antaranya berangkat dari kasus yang telah mencoreng nama UNJ di antaranya sebagaimana diolah dari berbagai sumber: menyelesaikan kasus nomor induk manipulatif, menyelesaikan persoalan absensi manipulatif, membuat inovasi –setidaknya di UNJ- kebijakan sehingga tidak ada kasus percepatan waktu kuliah yang tidak wajar, menyelesaikan proporsi yang wajar terkait promotor pembimbing dan mahasiswa, menyelesaikan kasus plagiarisme. Dari poin-poin tersebut, penulis yang memiliki keterbatasan akses terkait perkembangan perbaikan kampus, mengenai hal itu agaknya tak keliru jika penulis mula-mula memilih untuk berprasangka baik, setidaknya sampai tugas tersebut dalam perjalanannya tidak mengindikasikan sebaliknya, sehingga penulis tidak dapat berkomentar banyak.</span></span></p>
<p class="western" lang="en-US" align="justify"><span style="font-family: Times New Roman, serif;"><span style="font-size: medium;">Ada pun tugas kedua Intan Ahmad, dilihat dari hasilnya telah sampai pada kata selesai Kamis lalu –setidaknya sebelum pelantikan rektor definitif yang baru. Yang perlu dicermati ialah tugas kedua ini sejatinya bukan hanya soal penyelenggaraan, namun lebih dari itu, yaitu pengawalan. Agar rektor (definitif) terpilih merupakan sosok yang dapat membawa UNJ ke arah yang (jauh) lebih baik dari sebelumnya. Adapun mengenai pengawalan yang dimaksud, penulis juga tidak akan berkomentar lebih jauh. Anggapan suksesnya pengawalan Pilrek di luar sana, dilihat dari telah terpilihnya seorang rektor, dengan sendirinya penulis harapkan akan memperkaya diskursus yang akan muncul belakangan.</span></span></p>
<p class="western" lang="en-US" align="justify"><span style="font-family: Times New Roman, serif;"><span style="font-size: medium;">Kendati penulis tidak sama sekali cukup baik mengukur kedua tugas di atas, agaknya dari tulisan-tulisan semacam ini penulis berharap dapat mendapat respon yang baik mengenai kedua hal tersebut. Entah itu tanggapan dari yang lainnya yang lebih paham ihwal kedua persoalan tersebut. Ataupun juga termasuk respon yang baik jika muncul tulisan-tulisan yang sifatnya mengoreksi agar menjadi autokritik bagi penulis dan memperkaya diskursus melalui tulisan yang agaknya belakangan mengalami deklinasi di kalangan mahasiswa UNJ.</span></span></p>
<p class="western" lang="en-US" align="justify"><span style="font-family: Times New Roman, serif;"><span style="font-size: medium;">Lalu, masih dari dua hal tersebut. Setelah rektor baru kadung terpilih, agaknya kita perlu terus mengawalnya, sehingga boleh jadi tugas-tugas perbaikan di UNJ, entah itu di luar misi perbaikan dua tahun terakhir ini, atau pun jika ada misi perbaikan dua tahun terakhir ini yang belum rampung sepenuhnya, dapat disegerakan sesegera mungkin, semisal merumuskan kebijakan yang tidak akan lagi kecolongan nomor induk manipulatif seperti sebelumnya, hingga langkah-langkah kontra plagiarisme.</span></span></p>
<p class="western" lang="en-US" align="justify"><span style="font-family: Times New Roman, serif;"><span style="font-size: medium;"> Kemudian, untuk sampai kepada semua harap –soal-soal perbaikan UNJ- itu, agaknya penulis akan (kembali) mengutip opini yang ditulis oleh Ubedilah Badrun, Dosen Sosiologi UNJ, yang berjudul <a href="https://unjkita.com/wajah-kampus-mulai-bopeng/">“</a></span></span><span style="font-family: Times New Roman, serif;"><span style="font-size: medium;"><i>Wajah Kampus Mulai Bopeng?” </i></span></span><span style="font-family: Times New Roman, serif;"><span style="font-size: medium;">pada laman </span></span><span style="font-family: Times New Roman, serif;"><span style="font-size: medium;"><i>unjkita.com </i></span></span><span style="font-family: Times New Roman, serif;"><span style="font-size: medium;">(4/5/17). Dimana pada tulisannya, Ubedilah Badrun menuliskan kembali ciri-ciri Perguruan Tinggi sebagai miniatur peradaban dari bukunya yang berjudul </span></span><span style="font-family: Times New Roman, serif;"><span style="font-size: medium;"><i>“Pendidikan Proyek Peradaban yang Terbengkalai”</i></span></span><span style="font-family: Times New Roman, serif;"><span style="font-size: medium;"> (2006). Parameter minimal perguruan tinggi bercirikan miniatur peradaban, jika: </span></span><span style="font-family: Times New Roman, serif;"><span style="font-size: medium;"><i><b>pertama</b></i></span></span><span style="font-family: Times New Roman, serif;"><span style="font-size: medium;">, kampus memiliki kultur intelektual. </span></span><span style="font-family: Times New Roman, serif;"><span style="font-size: medium;"><i><b>Kedua</b></i></span></span><span style="font-family: Times New Roman, serif;"><span style="font-size: medium;">, kultur demokratis. Serta </span></span><span style="font-family: Times New Roman, serif;"><span style="font-size: medium;"><i><b>ketiga</b></i></span></span><span style="font-family: Times New Roman, serif;"><span style="font-size: medium;">, profesional dibingkai dalam kredo Tri Dharma Perguruan Tinggi.</span></span></p>
<p class="western" lang="en-US" align="justify"><span style="font-family: Times New Roman, serif;"><span style="font-size: medium;">Untuk melacak gambaran normatif mengenai </span></span><span style="font-family: Times New Roman, serif;"><span style="font-size: medium;"><b>kultur akademik</b></span></span><span style="font-family: Times New Roman, serif;"><span style="font-size: medium;"> agaknya dapat dilihat dari peringkat UNJ secara nasional dalam Siaran Pers Kemenristekdikti Nomor: 147/SP/ HM/BKKP/VIII/2019 yang dinukil dari laman resmi </span></span><span style="font-family: Times New Roman, serif;"><span style="font-size: medium;"><i>ristekdikti.go.id </i></span></span><span style="font-family: Times New Roman, serif;"><span style="font-size: medium;">(16/8/19) pada artikel yang berjudul “</span></span><span style="font-family: Times New Roman, serif;"><span style="font-size: medium;"><i>Menristekdikti Umumkan Klasterisasi Perguruan Tinggi Indonesia 2019, Fokuskan Hasil dari Perguruan Tinggi”,</i></span></span><span style="font-family: Times New Roman, serif;"><span style="font-size: medium;"> dimana UNJ</span></span><i> </i><span style="font-family: Times New Roman, serif;"><span style="font-size: medium;">bertengger pada peringkat 59 (klaster 2), setelah sebelumnya pada tahun 2017 dan 2018 berturut-turut UNJ bertengger pada peringkat 26 (Kemenristekdikti, 2017) dan 19 (Kemenristekdikti, 2018), serta turunnya akreditasi UNJ dari A ke B, berdasarlan SK BAN-PT No. 4333/SK/BAN-PT/Ak-INV/PT/XI/2017 (dilihat di laman </span></span><span style="font-family: Times New Roman, serif;"><span style="font-size: medium;"><i>banpt.or.id</i></span></span><span style="font-family: Times New Roman, serif;"><span style="font-size: medium;"> pada hari Kamis, 19/9) yang diakibatkan problem serius yang disinggung pada awal tulisan ini.</span></span></p>
<p class="western" lang="en-US" align="justify"><span style="font-family: Times New Roman, serif;"><span style="font-size: medium;"> Jika kemudian dijabarkan secara substantif, maka akan ada deret pertanyaan yang kesemuanya akan terjawab dengan baik jika penguasa kampus mendorong kemajuan kultur intelektual kampus. Pembangunan-pembangunan intelektual akan terbangun baik jika penguasa kampus memerhatikan kebijakan, pembiayaan, dan keberpihakannya pada dosen dan mahasiswa. Dimana pertanyaan itu dibagi menjadi dua, yaitu </span></span><span style="font-family: Times New Roman, serif;"><span style="font-size: medium;"><b>kuantitatif</b></span></span><span style="font-family: Times New Roman, serif;"><span style="font-size: medium;"> dan </span></span><span style="font-family: Times New Roman, serif;"><span style="font-size: medium;"><b>kualitatif</b></span></span><i> </i><span style="font-family: Times New Roman, serif;"><span style="font-size: medium;">(Ubedilah Badrun, 2017):</span></span></p>
<p class="western" lang="en-US" align="justify"><span style="font-family: Times New Roman, serif;"><span style="font-size: medium;">Pertanyaan </span></span><span style="font-family: Times New Roman, serif;"><span style="font-size: medium;"><b>kuantitatifnya</b></span></span><span style="font-family: Times New Roman, serif;"><span style="font-size: medium;"><i>, </i></span></span><span style="font-family: Times New Roman, serif;"><span style="font-size: medium;">sejauh mana penguasa kampus mendorong tradisi-tradisi intelektual di kampus: mulai dari habituasi membaca, diskusi, menulis, hingga meneliti?. Sedangkan pertanyaan </span></span><span style="font-family: Times New Roman, serif;"><span style="font-size: medium;"><b>kualitatifnya</b></span></span><span style="font-family: Times New Roman, serif;"><span style="font-size: medium;">, seperti: buku apa yang dibaca?; sejauh mana pemahaman atas buku yang sudah dibaca?; apa </span></span><span style="font-family: Times New Roman, serif;"><span style="font-size: medium;"><i>output</i></span></span><span style="font-family: Times New Roman, serif;"><span style="font-size: medium;"> dari buku yang dibaca?; dan pertanyaan-pertanyaan kualitatif lainnya –hingga pertanyaan-pertanyaan mengakar lainnya- yang dikembangkan dari pertanyaan kuantitatif lainnya.</span></span></p>
<p class="western" lang="en-US" align="justify"><span style="font-family: Times New Roman, serif;"><span style="font-size: medium;">Selanjutnya, </span></span><span style="font-family: Times New Roman, serif;"><span style="font-size: medium;"><b>kultur demokratis.</b></span></span><span style="font-family: Times New Roman, serif;"><span style="font-size: medium;"> Dimana kita dapat meminjam ciri-ciri kultur demokratis dari apa yang dituliskan Sudarminta (1996) dan Maran (2001) yang dikutip dari Sahya Anggara dalam bukunya </span></span><span style="font-family: Times New Roman, serif;"><span style="font-size: medium;"><i>“Sistem Politik Indonesia” </i></span></span><span style="font-family: Times New Roman, serif;"><span style="font-size: medium;">(2013), yaitu: (1) persetujuan rakyat; (2) partisipasi efektif rakyat dalam pembuatan keputusan politik yang menyangkut nasib mereka; (3) persamaan kedudukan di hadapan hukum; (4) kebebasan individu untuk menentukan diri; (5) penghormatan terhadap hak-hak asasi manusia; (6) pembagian pendapatan yang adil; (7) mekanisme kontrol sosial terhadap pemerintah; (8) ketersediaan dan keterbukaan informasi. Ataupun berdasarkan </span></span><span style="font-family: Times New Roman, serif;"><span style="font-size: medium;"><i>political performance </i></span></span><span style="font-family: Times New Roman, serif;"><span style="font-size: medium;"> parameter demokrasi yang dikemukakan G. Bingham Powell Jr. sebagaimana penulis kutip dari </span></span><em><span style="font-family: Times New Roman, serif;"><span style="font-size: medium;">Akhmad Syafrudin Syahri dalam </span></span></em><em><span style="font-family: Times New Roman, serif;"><span style="font-size: medium;"><i>Jurnal Cakrawala, Vol. 10, No. 1 (2010) </i></span></span></em><span style="font-family: Times New Roman, serif;"><span style="font-size: medium;"> yang berjudul </span></span><span style="font-family: Times New Roman, serif;"><span style="font-size: medium;"><i>“Kebebasan Berpendapat Melalui Media Baru dalam </i></span></span><span style="font-family: Times New Roman, serif;"><span style="font-size: medium;"><i>Bayang-Bayang UU Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)”</i></span></span><span style="font-family: Times New Roman, serif;"><span style="font-size: medium;">, yaitu:</span></span><span style="font-family: Times New Roman, serif;"><span style="font-size: medium;"> (a) legitimasi pemerintah didasarkan pada klaim bahwa pemerintah tersebut mewakili keinginan rakyatnya; (b) pengaturan yang mengorganisasikan perundingan untuk memperoleh legitimasi didasarkan melalui pemilihan umum yang kompetitif. Pada praktiknya minimal terdapat dua partai politik; (c) sebagian besar orang dewasa dapat ikut serta dalam proses pemilihan, baik sebagai calon maupun sebagai pemilih; (d) pemilihan secara rahasia dan tanpa dipaksa; (e) dan adanya hak-hak dasar seperti kebebasan berbicara, berkumpul, berorganisasi dan kebebasan pers.</span></span></p>
<p class="western" lang="en-US" align="justify"><span style="font-family: Times New Roman, serif;"><span style="font-size: medium;"> Maka, berdasarkan beberapa ciri-ciri yang telah diungkap di atas, dengan beberapa penyesuaian sebagaimana soal partai yang artinya dalam konteks kampus ialah soal calon rektor yang lebih dari satu, penulis berharap tidak ada lagi pembubaran diskusi, tidak ada lagi dosen dan mahasiswa yang dilaporkan ke kepolisian atau bentuk-bentuk pembungkaman lainnya karena berusaha membangun diskursus melalui tulisan –jika tidak disebut mengoreksi- atau media aspirasi lainnya, sebagaimana yang pernah terjadi sebelumnya, yang pada kesempatan kali ini penulis enggan menuliskannya, karena penulis sangat berharap perbaikan-perbaikan yang ada di depan sana akan menegasikan pengalaman-pengalaman kontra demokrasi sebelumnya.</span></span></p>
<p class="western" lang="en-US" align="justify"><span style="font-family: Times New Roman, serif;"><span style="font-size: medium;">Yang terakhir ialah </span></span><span style="font-family: Times New Roman, serif;"><span style="font-size: medium;"><b>kultur profesional</b></span></span><span style="font-family: Times New Roman, serif;"><span style="font-size: medium;">, yang pada kesempatan kali ini penulis mengharapkan sesuatu –di samping harapan-harapan lain yang pada kesempatan kali ini belum mendapat tempat dalam keseluruhan tulisan ini- dari terpilihnya pemimpin baru kampus tercinta. Dimana penulis berharap, jika pernah terjadi, ataupun jika belum pernah terjadi, ataupun jangan sampai terjadi (kembali) hal-hal yang menciderai akuntabilitas sebagai cermin dari profesionalitas kerja-kerja seluruh civitas akademica kampus, seperti, sebut saja, misalnya oknum verifikator yang ‘menanyakan’ (kembali) kesediaan pembayaran Sumbangan Pembangunan Universitas (SPU) saat mahasiswa baru yang bermaksud banding Uang Kuliah Tunggal (UKT) karena keberatan dengan UKT yang telah ditetapkan setelah diumumkan di Siukat (Sistem Uang Kuliah Tunggal) melalui daring. Kian jelas sejauh mana prinsip akuntabilitas yang dipegang setelah kita tahu bahwa ada pimpinan yang seharusnya bertanggungjawab mengenai persoalan tersebut mengaku tidak tahu menahu jika hal tersebut terjadi. Hal tersebut, selain menciderai prinsip akuntabilitas, juga menjadi ironi tersendiri, yang dengan sendirinya memunculkan pertanyaan lanjutan apa sebenarnya yang dimaksud prinsip sukarela dalam SPU setelah deret pertanyaan lainnya yang juga menjadi tanda tanya besar. Sekalipun, jika itu perbuatan oknum, seharusnya ada tindakan-tindakan serius berupa pengusutan, sanksi, serta tindakan preventif agar hal yang demikian tidak kembali terulang.</span></span></p>
<p class="western" lang="en-US" align="justify"><span style="font-family: Times New Roman, serif;"><span style="font-size: medium;">Mengenai problem SPU yang disinggung sebelumnya, (sudah, sedang, dan akan) menjadi tanda tanya besar setelah tanda tanya lain yang telah mendahuluinya atau pun di depannya; mulai dari konsep permintaan kesediaan yang terlalu awal, yang bisa jadi dapat memengaruhi alam pikiran calon mahasiswa baru yang menjadi sangsi jika memilih tidak atau bahkan pertanyaan-pertanyaan mengenai transparansi yang seharusnya menjadi hak mahasiswa, karena hal itu termuat dalam Butir b, Pasal 63 Tentang “Otonomi pengelolaan Perguruan Tinggi dilaksanakan berdasarkan prinsip” pada “Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 2012 Tentang Pendidikan Tinggi”, juga yang pada perjalanannya, SPU mengalami perubahan –setelah tahun kedua- mengenai standar besaran nominal jika memilih bersedia dan memilih ‘Iya’. Bukan tidak mungkin ke depannya mekanisme SPU yang menghianati tujuan awal diberlakukannya UKT ini mengalami berbagai perubahan (kembali), yang tidak menutup kemungkinan akan terus menjauh dari semangat mencerdaskan kehidupan bangsa karena kita –mungkin- sudah (pura-pura) lupa apa bedanya pendidikan dan jual-beli suatu komoditas.</span></span></p>
<blockquote>
<p lang="en-US" align="justify">Bukan tidak mungkin ke depannya mekanisme SPU yang menghianati tujuan awal diberlakukannya UKT ini mengalami berbagai perubahan (kembali), yang tidak menutup kemungkinan akan terus menjauh dari semangat mencerdaskan kehidupan bangsa karena kita –mungkin- sudah (pura-pura) lupa apa bedanya pendidikan dan jual-beli suatu komoditas.</p>
</blockquote>
<p class="western" lang="en-US" align="justify"><span style="font-family: Times New Roman, serif;"><span style="font-size: medium;">Sekurang-kurangnya, mungkin hal-hal di atas perlu menjadi perhatian bagi civitas akademica UNJ, atau khususnya bagi rektor terpilih beserta calon wakil-wakilnya atau pimpinan kampus lainnya, di samping visi dan misi yang sudah dijanjikan. Pun juga penulis tergugah untuk akhirnya menyinggung tulisan yang dimuat di laman </span></span><span style="font-family: Times New Roman, serif;"><span style="font-size: medium;"><i>didaktikaunj.com </i></span></span><span style="font-family: Times New Roman, serif;"><span style="font-size: medium;">yang berjudul </span></span><span style="font-family: Times New Roman, serif;"><span style="font-size: medium;"><i>“Antara Ada dan Tiadanya Rektor”</i></span></span><span style="font-family: Times New Roman, serif;"><span style="font-size: medium;">. Agaknya kita perlu berkontemplasi mengenai Tri Dharma Perguruan Tinggi dan lebih-lebih apa yang dimaksud pendidikan. Jangan sampai kampus yang katanya sempat merindukan rektor –definitif-, malah kemudian tidak merasakan perbedaannya ihwal pemaknaan pendidikan. Jangan sampai logika pasar yang terbentuk karena tuntutan agar dapur selalu </span></span><span style="font-family: Times New Roman, serif;"><span style="font-size: medium;"><i>ngebul</i></span></span><span style="font-family: Times New Roman, serif;"><span style="font-size: medium;"> itu membuat kita tak jernih membedakan antara pasar dan pendidikan, sehingga pihal satu ingin pendidikan dibayar sesuai fasilitasnya, lebih-lebih kalau bisa juga menguntungkan, pihak lainnya terpaksa </span></span><span style="font-family: Times New Roman, serif;"><span style="font-size: medium;"><i>kudu</i></span></span><span style="font-family: Times New Roman, serif;"><span style="font-size: medium;"> sesegera mungkin lulus dan fokus mengembalikan pengeluaran yang sudah dikeluarkan selama menempuh studi selama ini, terlepas entah bagaimana caranya. Dari sana, kekeliruan memaknai pendidikan, –boleh jadi- akan terjadi simplifikasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, yang disinyalir membuat kultur intelektual kita mengalami kemandekan; yang seharusnya dari sanalah kita memperbaiki citra kampus tercinta sebagai institusi pendidikan yang dimana kita bermimpi kelak dari sana akan lahir suatu peradaban yang gilang-gemilang.</span></span></p>
<p class="western" lang="en-US" align="justify"><span style="font-family: Times New Roman, serif;"><span style="font-size: medium;"><i>Wallahu ‘alam bishshowab</i></span></span></p>
<p lang="en-US" align="justify">Asrul Pauzi Hasibuan</p>
<p>The post <a href="https://unjkita.com/terpilihnya-rektor-dan-perbaikan-unj/">Terpilihnya Rektor dan Perbaikan UNJ</a> appeared first on <a href="https://unjkita.com">UNJKita.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://unjkita.com/terpilihnya-rektor-dan-perbaikan-unj/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Lakukan 6 Hal ini Ubah Dirimu dalam Waktu Satu Tahun.</title>
		<link>https://unjkita.com/lakukan-6-hal-ini-ubah-dirimu-dalam-waktu-satu-tahun/</link>
					<comments>https://unjkita.com/lakukan-6-hal-ini-ubah-dirimu-dalam-waktu-satu-tahun/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fajar]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 19 Sep 2019 10:18:44 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[Konten Pilihan]]></category>
		<category><![CDATA[Mahasiswa Akhir]]></category>
		<category><![CDATA[Mahasiswa Baru]]></category>
		<category><![CDATA[pengembangan diri]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://unjkita.com/?p=22149</guid>

					<description><![CDATA[<p>Nah bagaimana sih caranya untuk menjadi orang yang lebih baik lagi dari yang sekarang? Sering kali pertanyaan ini muncul di benak seseorang yang sedang dilanda...</p>
<p>The post <a href="https://unjkita.com/lakukan-6-hal-ini-ubah-dirimu-dalam-waktu-satu-tahun/">Lakukan 6 Hal ini Ubah Dirimu dalam Waktu Satu Tahun.</a> appeared first on <a href="https://unjkita.com">UNJKita.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Nah bagaimana sih caranya untuk menjadi orang yang lebih baik lagi dari yang sekarang? Sering kali pertanyaan ini muncul di benak seseorang yang sedang dilanda quarter life crisis. Sebuah kondisi krisis yang membuat seseorang merasa kesedihan, terisolasi, ketidakcukupan, keraguan terhadap diri, kecemasan, tak termotivasi, kebingungan, serta ketakutan akan kegagalan. Biasanya ini terjadi karena benturan yang berbeda antara cita-cita dengan kenyataan.</p>
<p>Maka dari itu dari pada bingung mau jadi apa dan bagaimana. Mari kita coba perhatikan beberapa hal di bawah ini supaya kalian tidak mengalami quarter life crisi dan mencapai impian kalian yang sudah didambakan. Walaupun cara-cara ini tidak bisa dilakukan dalam waktu yang singkat. Ya minimal satu tahun.</p>
<h3>Singkirkan Orang-orang Negatif</h3>
<p>Teman pergaulan tentu penting. Mereka tidak hanya mempunyai peran untuk menjadi tempat bersandar atau pelipur lara kita ketika sedang berada masalah. Meminta solusi ketika dilanda musibah. Karena memang pada dasarnya teman merupakan pihak yang sangat berpengaruh terhadap diri kita. Bahkan ketika kita sedang murung atau lelah. Ketika sedang penat dan butuh hiburan. Maka temanlah yang kalian cari. Karena teman memang merupakan kunci kebahagiaan.</p>
<p>Nah pertanyaannya apakah teman selalu memberikan pengaruh baik? Tentu tidak selamanya demikian. Semua itu balik lagi bagaimana kita menyikapinya. Semisal, ada yang benar-benar selektif dalam berteman. Sehingga ketika ada seseorang dengan perilaku buruk atau berbahaya seperti perampok, bandar narkoba, alkoholik, pembunuh dll. Maka orang-orang yang sangat selektif ini akan dengan mudah langsung menjauhi orang-orang dengan perilaku yang buruk tersebut. Namun ada juga yang selektif tapi tidak sekestrim itu. Semisal, ada yang berteman dengan seseorang yang dianggap bisa menularkan pengaruh buruk. Maka, biasanya orang tersebut tetap berteman, bergaul, komunikasi, bahkan saling bertukar pikiran. Tapi dia bisa menyikapi dengan baik, yakni dengan memegang prinsip “dirimu ya dirimu, sedangkan diriku ya diriku.” Mungkin terkesan individualistik bahkan cenderung egois. Namun jika kita bisa berteman dengan siapapun namun selektif dalam hal pengaruh yang kawan-kawan kalian berikan. Itu merupakan orang yang hebat dan unik. Sehingga “singkirkan orang-orang negatif” bukan berarti menyingkirkan kawan kalian dengan cara fisik atau dimaknai secara literal. Akan tetapi lebih kepada bagaimana kita bisa menyeleksi pengaruh atau contoh mana yang mau kita serap dan tiru serta pengaruh atau contoh mana yang mau kita singkirkan. Karena jika kita benar-benar menyingkirkan kawan-kawan negatif dan mengakibatkan punya teman yang sedikit. Itu juga tidak baik terhadap diri kita sendiri. Pun kalau terlalu banyak juga tidak baik. Seperti boros keuangan atau kurang memiliki ketajaman konsentrasi. Sehingga kita benar-benar harus memperhatikan ruang lingkup pertemanan kita.</p>
<h3>Komitmen pada Tujuanmu</h3>
<p>Setelah persoalan teman sudah kalian pegang. Maka hal yang harus kalian lakukan ialah komitmen terhadap tujuan kalian. Karena tidak mudah untuk berkomitmen pada tujuan, pada mimpi, pada cita-cita, pada pasangan. Nah yang terakhir sepertinya komitmen yang paling sulit. Namun secara keseluruhan untuk berkomitmen memanglah sulit. Kita suka terdistrak. Bahkan menyerah di tengah jalan. Dan tidak sedikit yang sudah menyerah tanpa memulai. Maka itu perlu setidaknya memiliki komitmen yang kuat. Bagaimana caranya? Bertukar pikirlah dengan orang-orang yang memiliki tujuan atau setidaknya pengalaman dan pengetahuan yang lebih dari kalian. Kualitas tetap harus diutamakan ketimbang kuantitas. Karena ungkapan “lebih ramai, lebih seru,” tidak selalu berlaku. Karena jika selalu berbagi cerita atau sekedar membicarakan mimpi dengan orang yang tidak memiliki selera yang sama dan punya pengetahuan atau pengelaman yang lebih dari kita, yang ada mimpi kalian hanya akan menjadi sebuah wacana. Karena tidak memiliki komitmen yang kuat.</p>
<h3>Belajar dari Kesalahan</h3>
<p>Hal ketiga yang harus kalian perhatikan, jika ingin menjadi pribadi yang lebih baik, ialah jangan pernah malu belajar dari kesalahan. Jangan takut melakukan kesalahan. Jangan malu mengakui kesalahan. Ini dilakukan bukan semata-mata untuk mengetahui apa yang salah dan bisa kita perbaiki jika hal serupa terjadi. Tetapi juga melatih daya kreatif dan mengokohkan komitmen kita. Ini terbukti, ketika orang melakukan kesalahan, seseorang akan berusaha sekuat tenaga untuk mencari cara untuk memperbaikinya. Ditambah jika kita memiliki akses atau sumber daya yang minim. Daya kreatif dan komitmen kita akan sesuatu jadi lebih besar, tinggi, serta jangka panjang.</p>
<p>Jika orang tidak pernah mau mengakui kesalahan, atau bahkan tidak bisa mengidentifikasi apa yang salah dan kurang dari diri mereka sendiri. Maka saat itu juga mereka melewatkan kesempatan untuk menjadi diri yang penuh kreatif dan semangat. Contoh, jika seseorang selalu menganggap kesalahan mereka sebuah “kesuksesan,” mereka akan terjebak dalam kehidupan yang monoton. Tidak ada inovasi. Tidak ada penemuan. Tidak ada eksperimentasi. Tidak ada semangat adrenalin dalam hidup. Karena perubahan tidak akan terjadi di tangan yang selalu serta merta mencapai “kesuksesan” tanpa mengetahui bagaimana serunya untuk salah dan terus-menerus mencari alternatif, selalu berkreasi dengan ide-ide menakjubkan. Walau terkadang cenderung gila.</p>
<h3>Kembangkan Skills yang Kamu Miliki</h3>
<p>Keep learning juga tidak kalah penting. Setelah kita berani untuk belajar dari kesalahan dan membuka diri terhadap potensi diri yang mungkin saja tidak seorang pun mengetahui. Karena keterampilan dan daya pikir harus terus diasah dan menerima “asupan.” Otak misalnya, sama seperti halnya perut. Dia perlu memperoleh nutrisi gizi secukupnya. Jika otak sudah berhenti belajar, atau tidak lagi belajar. Maka daya pikir seseorang bisa jadi tumpul. Kemampuan untuk berkreasi pun akan semakin berkurang. Contoh saja semisalnya, membaca. Seseorang yang sudah tidak lagi membaca—terutama membaca bahan yang berbobot, seperti membaca koran—kemungkinan besar dia akan ketinggalan isu terkini yang sedang booming. Nalar untuk mengkritisi, baik tulisan itu maupun objek yang ditujukan oleh tulisan itu pun akan menjadi berkurang. Sehingga ketika orang membaca lagi, mungkin saja dia sebatas melakukan “scanning” tanpa benar-benar memperhatikan kualitas muatan tulisan tersebut. Terlebih jika waktu lama dia tidak membaca itu selama dengan waktu dia hidup saat ini.</p>
<p>Karena percayalah teman-teman, belajar itu menyenangkan. Mengembangkan keterampilan itu menyenangkan. Dengan banyaknya belajar, itu bisa melatih cara berpikir, mempertajam rasa—atau lebih kerennya mungkin sense atau taste—dan memperpanjang kehidupan: &#8220;your mind is really like a muscle, and using it is a key.&#8221;</p>
<h3>Investasikan Hartamu untuk Masa Depanmu</h3>
<p>Menabung juga tidak boleh lewatkan. Kenapa? Dengan menabung. Kalian setidaknya bergerak atau berada satu langkah di depan orang-orang. Setidakya berada satu langkah di depan orang-orang yang tidak menabung. Menabung memungkinkan orang memiliki sebuah perencanaan: untuk apa nantinya uang yang kalian tabung ini. Dan jika kalian tidak memiliki sebuah perencanaan matang. Alias hanya sebatas jaga-jaga saja. Menabung juga melatih kalian untuk disiplin. Sehingga akan berdampak juga terhadap hal-hal disebutkan di atas. Dengan menabung kalian akan dilatih untuk berkomitmen, dan memulai semuanya dari step by step, dan jika kalian melakukan suatu kesalahan—apapun itu dan membutuhkan uang untuk penyelesaiannya, seperti terkena kecelakaan—kalian bisa menggunakan uang yang telah kalian tabung tersebut. Singkatnya menabung juga melatih pengalaman kalian.</p>
<h3>Jadilah Rendah Hati</h3>
<p>Rendah hati jangan disamakan dengan sikap pesimis. Jangan juga dibarengi antara rendah hati dengan merendahkan orang lain. Maksudnya? Seperti orang yang mengensankan rendah hati tapi sebenarnya untuk menunjukkan keunggulan yang dia miliki, dan pada akhirnya orang lain menjadi titik awal dia untuk menghina. Kurang lebih seperti frasa “merendah untuk meroket.” Niatnya sih rendah hati, tapi tujuannya itu merendahkan orang lain.</p>
<p>Maka dari itu penulis ingin menekankan kalau rendah hati justru bukan yang sebagaimana maksud di atas. Tapi lebih kepada diri yang lebih terbuka dan tidak menganggap kalau dirinya sendiri adalah pusat segala hal. Bahwa masih ada orang yang lebih dari dirinya, dan dia bersedia untuk terus belajar dan membuka banyak kesalahan selama dia memang niat untuk berusaha belajar. Karena dengan rendah hati memang merupakan obat penawar untuk segala hal yang berbau “egois.” Jika seseorang sudah merasa egois maka tamat sudah. Dia tidak memiliki ruang untuk belajar dan terbuka potensi baru dirinya. Namun jangan sampai rendah hatinya keblablasan. Karena terlalu rendah hati juga bisa menjadi pisau bermata dua. Walaupun bentuknya berbeda dengan yang baru saja disebutkan di atas. Terlalu rendah hati. Bisa membuat orang menganggap remeh, tidak kompeten, dan tidak mandiri..</p>
<p>Nah sekiranya cukup sekian beberapa hal yang harus diperhatikan ketika ingin mengubah diri menjadi pribadi yang lebih baik. Setidaknya beberapa hal di atas mungkin bisa membantu kawan-kawan untuk tidak memasuki fase quarter life crisis. Maka dari itu jika kalian punya pandangan yang berbeda. Bisa kalian bagi di kolom komentar. Karena pada dasarnya tulisan ini ialah upaya untuk terjalinnya sebuah dialog. Dialog antar sesama penderita quarter life crisis.</p>
<p>Sumber:</p>
<ul>
<li><a href="https://tirto.id/quarter-life-crisis-kehidupan-dewasa-datang-krisis-pun-menghadang-dkvU">tirto.id</a></li>
<li><a href="https://www.huffpost.com/entry/friends-key-to-happiness-in-midlife_n_1823615">huffpost.com</a></li>
<li><a href="https://bigthink.com/personal-growth/share-your-goals">bigthink.com</a></li>
<li><a href="https://www.psychologytoday.com/us/blog/the-human-beast/201302/the-benefits-failure">psychologytoday.com</a></li>
<li>brainstorming.co.uk/tutorials/brainstormingprinciples.html</li>
<li>success.com/how-to-keep-learning/</li>
<li>psychologicalscience.org/news/releases/learning-new-skills-keeps-an-aging-mind-sharp.html</li>
<li>forbes.com/sites/cfainstitute/2012/02/24/why-should-you-save/#7b831b007656</li>
<li>thriveglobal.com/stories/humility-the-most-undervalued-value/</li>
<li>news.nd.edu/news/humility-is-a-double-edged-sword-for-some-leaders-study-shows/</li>
</ul>
<p>The post <a href="https://unjkita.com/lakukan-6-hal-ini-ubah-dirimu-dalam-waktu-satu-tahun/">Lakukan 6 Hal ini Ubah Dirimu dalam Waktu Satu Tahun.</a> appeared first on <a href="https://unjkita.com">UNJKita.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://unjkita.com/lakukan-6-hal-ini-ubah-dirimu-dalam-waktu-satu-tahun/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
