<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>BEM UNJ Archives - UNJKita.com</title>
	<atom:link href="https://unjkita.com/tag/bem-unj/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://unjkita.com/tag/bem-unj/</link>
	<description>Saling Menginspirasi untuk Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Fri, 29 Nov 2019 22:55:13 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.4</generator>

<image>
	<url>https://unjkita.com/wp-content/uploads/2018/08/cropped-unjkita-32x32.png</url>
	<title>BEM UNJ Archives - UNJKita.com</title>
	<link>https://unjkita.com/tag/bem-unj/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Sepiring Berdua ala BEM UNJ</title>
		<link>https://unjkita.com/sepiring-berdua-ala-bem-unj/</link>
					<comments>https://unjkita.com/sepiring-berdua-ala-bem-unj/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Asrul Pauzi Hasibuan]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 12 Nov 2019 09:59:34 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kampus]]></category>
		<category><![CDATA[Konten Pilihan]]></category>
		<category><![CDATA[BEM UNJ]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://unjkita.com/?p=22208</guid>

					<description><![CDATA[<p>Pada Rabu (23/10), sebagian besar –jika tidak disebut semua- masyarakat Indonesia dikejutkan dengan formasi kabinet yang dipilih Presiden Joko Widodo (Jokowi). Pasalnya, muncul nama kompetitornya,...</p>
<p>The post <a href="https://unjkita.com/sepiring-berdua-ala-bem-unj/">Sepiring Berdua ala BEM UNJ</a> appeared first on <a href="https://unjkita.com">UNJKita.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p class="western" lang="en-US" align="justify"><span style="font-family: Times New Roman, serif"><span style="font-size: medium">Pada Rabu (23/10), sebagian besar –jika tidak disebut semua- masyarakat Indonesia dikejutkan dengan formasi kabinet yang dipilih Presiden Joko Widodo (Jokowi). Pasalnya, muncul nama kompetitornya, Prabowo Subianto, pada gelaran Pemilihan Presiden (Pilpres) yang telah berlangsung sebelumnya dalam daftar kabinet yang belakangan diperkenalkan sebagai Kabinet Indonesia Maju. Lebih jauh, nama Prabowo Subianto (Menteri Pertahanan) bukan satu-satunya nama dari elemen ‘oposan’ yang kemudian diakomodasi dalam kabinet yang berulang kali disebut para elit politik sebagai hak prerogatif Jokowi. Karena selain itu, ada nama Edhy Prabowo juga yang kemudian menjabat sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan. Beragam pandangan para Pengamat Politik sejurus kemudian meruap memenuhi media massa pada waktu-waktu itu. Sebagian dari mereka meyebut bahwa hal itu membuat demokrasi yang kurang sehat karena proporsi koalisi Pemerintah yang sudah sangat gemuk, berbeda dengan Partai yang memilih –atau terpaksa memilih- berada di luar pemerintahan, </span></span><span style="font-family: Times New Roman, serif"><span style="font-size: medium">cenderung </span></span><span style="text-decoration: line-through"><span style="font-family: Times New Roman, serif"><span style="font-size: medium">kurus</span></span></span><i> </i><span style="font-family: Times New Roman, serif"><span style="font-size: medium">ramping</span></span><span style="font-family: Times New Roman, serif"><span style="font-size: medium">. Sebagian lainnya berpandangan hal tersebut dipilih sebagai respon atas kian meruncingnya perbedaan-perbedaan di akar rumput masyarakat.</span></span></p>
<p class="western" lang="en-US" align="justify"><span style="font-family: Times New Roman, serif"><span style="font-size: medium"> Demikianlah kondisi elit politik tanah air yang belakangan kadung terlihat sebagai pelakon yang sibuk sendiri dengan lakon yang dimainkan masing-masing, dimana, sekali pun menyenangkan para penonton (masyarakat), namun itu hanya sekadar lakon. Ada pun harapan dari setiap lakon yang ke depannya kembali terus dipentaskan, semoga secara mendasar dirubah oleh dalang yang berada di balik semua lakon yang pertontonkan hari-hari ini, demi masyarakat banyak.</span></span></p>
<blockquote>
<p lang="en-US" align="justify">Ada pun harapan dari setiap lakon yang ke depannya kembali terus dipentaskan, semoga secara mendasar dirubah oleh dalang yang berada di balik semua lakon yang pertontonkan hari-hari ini, demi masyarakat banyak.</p>
</blockquote>
<p class="western" lang="en-US" align="justify"><span style="font-family: Times New Roman, serif"><span style="font-size: medium"> Ada pun di kampus kita, Universitas Negeri Jakarta (UNJ), juga sedang –katanya- menjalani pesta demokrasi. Fenomena –jika dapat disebut demikian- sepiring berdua Ketua </span></span>–<span style="font-family: Times New Roman, serif"><span style="font-size: medium">dan Wakil </span></span><span style="font-family: Times New Roman, serif"><span style="font-size: medium">Ketua- </span></span><span style="font-family: Times New Roman, serif"><span style="font-size: medium">Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UNJ –</span></span><span style="font-family: Times New Roman, serif"><span style="font-size: medium">yang lalu-lalu- dengan kompetitornya </span></span><span style="font-family: Times New Roman, serif"><span style="font-size: medium">seharusnya juga membuat kita terkejut, jika kita terkejut melihat fenomena yang sama pada fenomena sepiring berduanya Jokowi dan Prabowo Subianto. Atau, jika kita sudah menyadari hal tersebut jauh-jauh sebelum ini, </span></span><span style="font-family: Times New Roman, serif"><span style="font-size: medium"><i>ngapain sih pake sok-sok kaget segala</i></span></span><span style="font-family: Times New Roman, serif"><span style="font-size: medium">. Kan, sudah terbiasa ada lakon demikian di UNJ. Meski kita dapat membuka diskursus hal ihwal perbedaan daya saing kompetisi antara politik elit tanah air dengan </span></span><span style="font-family: Times New Roman, serif"><span style="font-size: medium"><i>politik-politik-an</i></span></span><span style="font-family: Times New Roman, serif"><span style="font-size: medium">-nya mahasiswa UNJ; sistem pemerintahan; ihwal kebutuhan memiliki </span></span><span style="font-family: Times New Roman, serif"><span style="font-size: medium"><i>stakeholder</i></span></span><span style="font-family: Times New Roman, serif"><span style="font-size: medium"> di pusat pemerintahan dan dalam skala kampus; dan lain-lain.</span></span></p>
<p class="western" lang="en-US" align="justify"><span style="font-family: Times New Roman, serif"><span style="font-size: medium"> Dua kali pergelaran </span></span><span style="font-family: Times New Roman, serif"><span style="font-size: medium"><i>politik-politik</i></span></span><span style="font-family: Times New Roman, serif"><span style="font-size: medium">-an di Organisasi Pemerintahan Mahasiswa (Opmawa) tertinggi UNJ, penulis telah berulang kali menyinggung ihwal, yang menurut Mohammad Hatta, sebagai pemerintahan yang demokratis, yang akan memperkuat duduk suatu pemerintahan; tidak oleng duduknya, begitulah majas yang digunakan Mohammad Hatta dalam </span></span><span style="font-family: Times New Roman, serif"><span style="font-size: medium"><i>“Kedaulatan Rakyat, Otonomi dan Demokrasi”</i></span></span><span style="font-family: Times New Roman, serif"><span style="font-size: medium"> (2014). Sila lihat </span></span><a href="https://unjkita.com/bisikkan-pada-telinga-mereka-memimpin-itu-menderita-kawan/"><span style="font-family: Times New Roman, serif"><span style="font-size: medium"><i>“Bisikkan pada Telinga Mereka, “Memimpin Itu Menderita, Kawan”</i></span></span></a><span style="font-family: Times New Roman, serif"><span style="font-size: medium"> (2017) dan </span></span><a href="https://unjkita.com/pemira-unj-2018-akankah-kaya-gagasan-dan-membawa-perubahan/"><span style="font-family: Times New Roman, serif"><span style="font-size: medium"><i>“Pemira UNJ 2018: Akankah Kaya Gagasan dan Membawa Perubahan?”</i></span></span></a><span style="font-family: Times New Roman, serif"><span style="font-size: medium"> (2018) di laman </span></span><span style="font-family: Times New Roman, serif"><span style="font-size: medium"><i>unjkita.com</i></span></span><span style="font-family: Times New Roman, serif"><span style="font-size: medium">.</span></span></p>
<p class="western" lang="en-US" align="justify"><span style="font-family: Times New Roman, serif"><span style="font-size: medium"> Dilihat dari jumlah partisipan yang ikut menyemarakkan –</span></span><span style="font-family: Times New Roman, serif"><span style="font-size: medium"><i>lagi-lagi yang katanya pesta demokrasi</i></span></span><span style="font-family: Times New Roman, serif"><span style="font-size: medium">&#8211; tahun lalu (2018) Komisi Pemilihat Umum (KPU) Pusat UNJ boleh saja berbangga ihwal persentase yang meningkat pada angka 54,96% (KPU Pusat UNJ 2018) dari sebelumnya 50.6% (KPU Pusat UNJ 2017). Pembaca dapat mengkalkulasi sendiri perolehan masing-masing Calon Ketua dan Wakil Ketua –saat itu- dari jumlah persentase partisipan yang menggunakan hak suaranya. Menjadi jelas, wanti-wanti penulis dari dua tulisan sebelumnya bukan tanpa alasan, jika Pengurus BEM UNJ tidak mau menginsafi apa yang sudah penulis singgung, bukan tidak mungkin akan ada gerakan alternatif lainnya.</span></span></p>
<p class="western" lang="en-US" align="justify"><span style="font-family: Times New Roman, serif"><span style="font-size: medium"> Setelah kita membaca tingkat partisipan di atas dengan kaitannya dengan banyak hal, termasuk apa yang sudah penulis singgung; termasuk tingkat kebutuhan perwakilan mahasiswa, meski bukan faktor tunggal, agaknya tak salah jika berpekur adalah perlu dilakukan agar muncul keinsafan. Mari kita lihat fenomena sepiring berdua yang </span></span><span style="font-family: Times New Roman, serif"><span style="font-size: medium"><i>biasa-biasa</i></span></span> <span style="font-family: Times New Roman, serif"><span style="font-size: medium"><i>aja</i></span></span><span style="font-family: Times New Roman, serif"><span style="font-size: medium"> di UNJ –atau BEM UNJ- dalam tiga tahun terakhir.</span></span></p>
<p class="western" lang="en-US" align="justify"><span style="font-family: Times New Roman, serif"><span style="font-size: medium"> Pada BEM UNJ periode 2017/2018, Ketua dan Wakil Ketuanya adalah Miqdad Ramadhan dan Mohammad Hafizh. Dimana Solehudin dan Ahmad Muad Syaefuddin yang notabenenya sebagai kompetitor Miqdad dan Hafiz</span></span><span style="font-family: Times New Roman, serif"><span style="font-size: medium">h</span></span><span style="font-family: Times New Roman, serif"><span style="font-size: medium"> sebelumnya –</span></span><span style="font-family: Times New Roman, serif"><span style="font-size: medium">saat Pemilihan Raya (Pemira)-</span></span><span style="font-family: Times New Roman, serif"><span style="font-size: medium"> diakomodasi masing-masing sebagai Kepala Departemen Pendidikan dan Departemen Dalam Negeri.</span></span></p>
<p class="western" lang="en-US" align="justify"><span style="font-family: Times New Roman, serif"><span style="font-size: medium"> Lalu, pada BEM UNJ periode 2018, Moh. Wildan Habibi dan Prasetyo Setiawan yang terpilih menjadi Ketua dan Wakil Ketua BEM UNJ saat itu. Dimana kompetitor mereka sebelumnya, Cholilurrahim dan M. Imam Bagja P, menempati posisi masing-masing sebagai Kepala Divisi Lingkungan Kampus Departemen Dalam Negeri dan Kepala Departemen Advokasi.</span></span></p>
<p class="western" lang="en-US" align="justify"><span style="font-family: Times New Roman, serif"><span style="font-size: medium"> Serta, BEM UNJ Periode 2019, Latu Marta Caraka dan Al-Ba’is Basyari masing-masing menjadi Kepala Departemen Dalam Negeri dan Kepala Divisi Kaderisasi Departemen Dalam Negeri di bawah kepemimpinan M. Abdul Basit dan Rizki Dwi Perkasa, yang notabenenya sebagai kompetitor Latu dan Al-Ba’is </span></span><span style="font-family: Times New Roman, serif"><span style="font-size: medium">pada </span></span><span style="font-family: Times New Roman, serif"><span style="font-size: medium">Pemira UNJ </span></span><span style="font-family: Times New Roman, serif"><span style="font-size: medium">2018</span></span><span style="font-family: Times New Roman, serif"><span style="font-size: medium">.</span></span></p>
<p class="western" lang="en-US" align="justify"><span style="font-family: Times New Roman, serif"><span style="font-size: medium"> Seperti yang juga juga disebutkan di atas, kita bisa mebangun diskursus ihwal fenomena sepiring berdua di BEM UNJ ini. Sebagaimana, boleh jadi ini semua karena sistem pemerintahan di Opmawa UNJ, yang ‘menegasikan’ poros mitra kritis –meminjam istilah yang katanya lebih tepat dibanding oposan untuk konteks pemerintahan makro-, sehingga berdampak juga pada tumpulnya fungsi Lembaga Legislatif di Kampus, yang mengakibatkan tidak ada wadah khusus untuk menjadi </span></span><span style="font-family: Times New Roman, serif"><span style="font-size: medium"><i>check and balance</i></span></span><span style="font-family: Times New Roman, serif"><span style="font-size: medium">. </span></span><span style="font-family: Times New Roman, serif"><span style="font-size: medium">Sehingga kedua pihak atau lebih yang sama-sama </span></span><span style="font-family: Times New Roman, serif"><span style="font-size: medium"><i>nyalon </i></span></span><span style="font-family: Times New Roman, serif"><span style="font-size: medium">sebelumnya –karena mungkin perbedaan gagasan- memilih pragmatis. </span></span><span style="font-family: Times New Roman, serif"><span style="font-size: medium">Kemudian, d</span></span><span style="font-family: Times New Roman, serif"><span style="font-size: medium">imana suara-suara yang bernada kritis hanya datang dari, mungkin Didaktika UNJ, yang terlihat konsisten, namun pembaca boleh menilai, apakah suara mereka diacuhkan atau tidak. Ada pun suara-suara lainnya, dari pribadi misalnya, karena mitra kritis BEM UNJ selain minim dan tak punya wadah khusus sering kali dianggap sebagai angin lalu. Dimana yang menghembuskan angin itu, –harapannya, meski tidak baik juga- cukup sampai dianggap angin lalu saja, tidak sampai ‘pengkondisian’ terhadap yang bersangkutan yang menjadi pilihan.</span></span></p>
<p class="western" lang="en-US" align="justify"><span style="font-family: Times New Roman, serif"><span style="font-size: medium"> Semoga tulisan ini menjadi renungan bagi kita semua, </span></span><span style="font-family: Times New Roman, serif"><span style="font-size: medium"><i>untuk mempertimbangkan makan sepiring berdua dengan gue misalnya, yha</i></span></span><span style="font-family: Times New Roman, serif"><span style="font-size: medium">, atau bagi Opmawa Se-UNJ, termasuk BEM UNJ dan Majelis Tinggi Mahasiswa (MTM) UNJ, yang harapannya, mencoba memikirkan sistem yang pas agar demokrasi di Opmawa UNJ kian sehat, selain memikirkan pengawasan, persiapan Pemira (bagi KPU) yang menguras pikiran sehingga </span></span><span style="font-family: Times New Roman, serif"><span style="font-size: medium"><i>saban</i></span></span><span style="font-family: Times New Roman, serif"><span style="font-size: medium"> tahun melakukan rapat pembahasan Peraturan KPU </span></span><span style="font-family: Times New Roman, serif"><span style="font-size: medium"><i>yang-teknis-teknis-itu</i></span></span><span style="font-family: Times New Roman, serif"><span style="font-size: medium">,</span></span><i> </i><span style="font-family: Times New Roman, serif"><span style="font-size: medium">dengan sesekali berpikir sama kerasnya terhadap yang lainnya </span></span><span style="font-family: Times New Roman, serif"><span style="font-size: medium"><i>misalnya-bolehlah-menyinggung-hal-hal-fundamen.</i></span></span></p>
<p class="western" lang="en-US" align="justify">“<span style="font-family: Times New Roman, serif"><span style="font-size: medium"><i>Bagaimana, jadi, kan, makan </i></span></span><span style="text-decoration: line-through"><span style="font-family: Times New Roman, serif"><span style="font-size: medium"><i>berdua sama gue?</i></span></span></span><span style="font-family: Times New Roman, serif"><span style="font-size: medium"><i> sepiring berdua sama gue?”, </i></span></span><span style="font-family: Times New Roman, serif"><span style="font-size: medium"><i>bukan gue, </i></span></span><span style="font-family: Times New Roman, serif"><span style="font-size: medium"><i>entah siapa yang bertanya.</i></span></span></p>
<p>The post <a href="https://unjkita.com/sepiring-berdua-ala-bem-unj/">Sepiring Berdua ala BEM UNJ</a> appeared first on <a href="https://unjkita.com">UNJKita.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://unjkita.com/sepiring-berdua-ala-bem-unj/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Benarkah Kerja BEM Sebatas EO (Event Organizer)?</title>
		<link>https://unjkita.com/benarkah-kerja-bem-sebatas-eo-event-organizer/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Hadi Azolla]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 03 Jan 2017 04:18:55 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Info]]></category>
		<category><![CDATA[Kampus]]></category>
		<category><![CDATA[BEM UNJ]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://unjkita.com/?p=5607</guid>

					<description><![CDATA[<p>Salah satu hal menarik yang berkembang di kalangan mahasiswa adalah keberadaan Badan Eksekutif Mahasiswa atau sering disingkat BEM. Lembaga ini berfungsi sebagai wadah bagi mahasiswa...</p>
<p>The post <a href="https://unjkita.com/benarkah-kerja-bem-sebatas-eo-event-organizer/">Benarkah Kerja BEM Sebatas EO (Event Organizer)?</a> appeared first on <a href="https://unjkita.com">UNJKita.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Salah satu hal menarik yang berkembang di kalangan mahasiswa adalah keberadaan Badan Eksekutif Mahasiswa atau sering disingkat BEM. Lembaga ini berfungsi sebagai wadah bagi mahasiswa untuk melatih kemampuan dalam berbagai hal termasuk <em>skill</em> kepemimpinan, <em>public speaking</em>, manajemen organisasi, dan hal lainnya.</p>
<p>BEM umumnya akan memiliki banyak program kerja yang diawasi oleh lembaga legislatif tiap tingkatannya. Program kerja inilah sebagai ujung tombak yang menentukan eksistensi BEM di dalam hati segenap mahasiswa.</p>
<p>Salah satu opini yang menarik yang berkembang di kalangan mahasiswa adalah pernyataan bahwa BEM hanyalah sebatas EO (<em>Event Organizer</em>) yang kerjanya hanya mengadakan berbagai event tertetu. <em>Event</em> lagi dan <em>event</em> lagi. Mereka hanya sibuk rapat dan rapat, katanya.</p>
<p>Lantas apakah opini tersebut bijaksana? Hal tersebut tergantung dari sang penikmat opini. Lalu apakah benar BEM hanya sekedar EO (<em>Event Organizer</em>)?</p>
<p>Pada umumnya mahasiswa berpendapat bahwa BEM seharusnya lebih besar dalam melayani mahasiswa, membuat program yang terasa bagi banyak mahasiswa, atau harus menyelesaikan berbagai permasalahan mahasiswa. Kebanyakan yang dilihat oleh mahasiswa umum adalah BEM dengan <em>event</em>nya. <em>Event</em> lagi dan <em>event</em> lagi.</p>
<p>Sebelum membahas BEM sebagai EO (<em>Event Organizer</em>), ada beberapa persepsi yang harus diluruskan. Walau namanya mengandung kata “eksekutif”, BEM bukanlah lembaga layaknya pemerintah dalam sistem <em>trias politica</em>. Akan sangat tidak tepat jika menyamakan BEM dengan pemerintah suatu negara. Hal tersebut dikarena beberapa hal yang tidak dimiliki oleh BEM.</p>
<p>BEM tidak pernah mengeluarkan hukum atau peraturan positif yang mengikat kepada seluruh mahasiswa. Berbeda dengan pihak dekanat atau rektorat yang memiliki kewenangan membuat peraturan yang mengikat kepada segenap mahasiswa. Pada prinsipnya, AD/ART OPMAWA yang disahkan MTM memang memberi kemungkinan bagi BEM untuk melakukan hal tersebut. Namun, dalam sejarah tidak pernah ada peraturan Ketua BEM yang mengikat kepada setiap mahasiswa. Jika ada paling hanya ditertawakan karena BEM tidak memiliki aparatur penegakan peraturan layaknya polisi dan tidak bisa pula memberikan sanksi.</p>
<p>Akan menjadi sangat berbeda jika BEM berkuasa membuat peraturan yang mengikat kepada mahasiswa. Coba bayangkan jika Ketua BEM dapat mengeluarkan larangan menggunakan celana <em>jeans </em>dan peraturan tersebut wajib dipatuhi. Tentu BEM akan dipandang bukan sebatas mengerjakan<em> event </em>dan <em>event</em> lagi.</p>
<p>Anggaran BEM juga sangat terbatas sehingga mempengaruhi berbagai program kerja yang dibuatnya. Sebenarnya ada banyak program kerja yang bagus dan bermanfaat seperti seminar, kuliah umum, olimpiade, berbagai jenis pelatihan. Namun karena terbatasnya dana, program tersebut paling hanya dilaksanakan sekali selama kepengurusan. Jika diadakan pun tidak dapat dinikmati semua kalangan mahasiswa.</p>
<p>Namun jika diamati, dari keadaan tersebut justru memunculkan sisi kelebihan dari BEM yang mampu memanfaatkan anggaran terbatas dengan membuat berbagai program yang besar. Akan menjadi berbeda jika dana untuk BEM berlipat-lipat jumlahnya. Tentu jumlah program kerja yang ada semakin intensif.</p>
<p>Pengurus BEM umumnya juga mahasiswa aktif yang mengikuti perkuliahan. Terlebih dengan banyaknya tugas perkuliahan atau pun tugas dari keluarga. Walaupun demikian mereka meluangkan waktunya untuk berfikir, bekerja keras mengadakan program kerja yang tujuannya memberikan manfaat bagi mahasiswa. Kebanyakan orang yang mengatakan bahwa BEM sebatas EO <em>(Event Organizer)</em> adalah mereka yang tidak pernah merasakan menjadi pengurus BEM ataupun mereka yang pernah menjadi pengurus BEM namun kurang aktif atau kurang memahami peran kerja BEM secara komprehensif.</p>
<p>Pernyataan BEM hanya sebagai EO <em>(Event Organizer) </em>seolah terkesan negatif. Namun jika kita cermati, stempel EO <em>(Event Organizer)</em> itu ternyata tidak salah sepenuhnya. Dengan catatan <em>event</em> yang diadakan oleh BEM bukanlah sebatas <em>event ceremonial</em> seperti <em>event</em> perayaan ulang tahun organisasi atau <em>event</em> penyambutan hari besar dengan berpesta.</p>
<p>Jika kita amati<em> event</em> yang diadakan oleh BEM justru memiliki tujuan memberi kebermanfaatan bagi mahasiswa. Sebagai contoh adalah <em>event</em> seminar beasiswa, diskusi publik, kuliah umum, olimpiade, dan berbagai pelatihan. <em>Event-event</em> tersebut justru memberikan manfaat besar bagi mahasiswa. Bukan sebatas <em>event</em> potong kue dan tiup balon. Dengan demikian BEM memang EO (<em>Event Organizer</em>), hanya saja <em>event</em> yang dibuatnya adalah <em>event</em> multi manfaat bagi mahasiswa.</p>
<p>Jika diamati secara komprehensif ternyata banyak banyak agenda yang bukan <em>event</em>. Di antaranya adalah peran advokasi, peran informasi, dan peran sosial politik. Tiga peran BEM inilah yang membedakan BEM dengan lembaga lainnya.</p>
<p>Peran advokasi BEM dapat dirasakan secara jelas pada saat musim pembayaran UKT. Biasanya BEM yang diwakili oleh Departemen Advokasi akan saling berkoordinasi, baik BEM tingkat universitas, fakultas maupun prodi. Mereka akan bekerja dalam hening, memantau mahasiswa yang kesulitan finansial. Data mahasiswa yang kesulitan finansial UKT inilah yang digunakan oleh BEM universitas untuk meminta perpanjangan waktu pembayaran UKT kepada pimpinan UNJ. BEM juga menyediakan dana khusus yang diperoleh dengan susah payah seperti hasil wirausaha, melobi pihak yayasan tertentu, maupun dengan meminta donasi kepada mahasiswa dan masyarakat. Dana inilah nantinya digunakan oleh BEM untuk mengadvokasi mahasiswa yang tidak mampu membayar UKT.</p>
<p>Peran advokasi bukan sebatas pada saat masa pembayaran UKT. Pada saat kuliah efektif, Departemen Advokasi umumnya terus memantau dan mencari solusi jangka panjang bagi mahasiswa yang bermasalah finansial. Diantaranya adalah memberika link pekerjaan, atau <em>link private</em>.</p>
<p>Hal yang umum dilakukan untuk membantu mahasiswa berkesulitan finansial adalah dengan mencarikan beasiswa. Operasi pencarian beasiswa biasanya dilakukan secara ketat. Beasiswa dari dalam kampus umumnya dikelola oleh Pembantu Dekan III atau Kasubag yang menangani kemahasiswaan. Utusan BEM umumnya akan terlebih dahulu menemui Kaubag Kemahasiswaan dan menyodorkan rekomendasi nama sesuai hasil pemantauan BEM yang dilengkapi dengan data-data penunjang. Dengan demikian beasiswa akan lebih tepat sasaran. Tak sedikit pula orang tua mahasiswa yang langsung datang ke sekret BEM untuk meminta bantuan finansial.</p>
<p>Peran advokasi yang dijalankan oleh BEM seperti contoh di atas tentunya bukan <em>event</em> yang bisa difoto lalu dipublikasikan ke media sosial. Peran ini biasanya dilakukan secara senyap. Bahkan sesama anggota BEM terkadang tidak mengetahui. Hal tersebut karena mahasiswa yang kesulitan finansial umumnya meminta agar kasusnya tidak tersebar luas. Secara kode etik pun BEM tidak akan menyebar data-data mahasiswa yag kesulitan finansial.</p>
<p>Contoh peran advokasi yang tersohor di UNJ adalah keberhasilan BEM dalam mendesak pihak rektorat agar menghapuskan uang pangkal bagi mahasiswa jalur penmaba tahun masuk 2016, serta penurunan nominal golongan UKT yang sangat membantu mahasiswa baru. Kebijakan Rektor yang menghapus biaya parkir juga merupakan salah satu yang diperjuangkan oleh BEM dengan beberapa kali melakukan audiensi dengan pimpinan UNJ secara tertutup.</p>
<p>Peran lainnya yang menyanggah anggapan BEM hanya sebatas EO <em>(Event Organizer)</em>adalah peran sosial. Berbagai kegiatan sosial digalakan oleh BEM. Contoh sederhananya adalah penggalangan dana jika ada musibah, ataupun mengadakan program kerja yang bertajuk santunan terhadap kalangan masyarakat tertentu.</p>
<p>Contoh kongkrit dari aksi sosial BEM lainnya adalah dengan berdirinya Comdev <em>(</em><em>Community Development)</em>. Dari delapan fakultas yang ada, hanya dua fakultas yakni FIK dan Fakultas Psikologi yang belum memilik Comdev <em>(Community Development)</em>. Comdev <em>(Community Development) </em>merupakan ujung tombak BEM dalam menjalankan tugas pengabdian masyarakat dengan cara memberikan pendidikan dan pengajaran secara gratis terhadap anak-anak sekitar kampus secara rutin setiap minggunya.</p>
<p>Selain kedua peran tersebut, peran lainnya adalah peran komunikasi. BEM merupakan jembatan komunikasi antara mahasiswa dengan birokrat kampus. Berbagai kebijakan kampus yang dibuat oleh birokrat umumnya akan disebarluaskan melalui BEM terlebih dahulu. Dalam beberapa kasus, BEM mewakili mahasiswa untuk berkomunikasi mendiskusikan berbagai permasalahan-permasalahan mahasiswa yang ada.</p>
<p>Dari penjelasan di atas sangat jelas bahwa peran BEM bukan sebatas sebagai EO <em>(Event Organizer)</em>. Ada banyak peran lainnya yang umumnya tidak disadari oleh mahasiswa luas. Terlebih bagi mahasiswa yang sedari awal sudah pesimis terhadap BEM dengan jarang mengikuti kegiatan yang ada, menolak hadir di kajian atau seminar, dapat pengumuman tidak dibaca, dan lain-lain. Akan menjadi tidak bijaksana jika mengatakan BEM hanya sebatas EO <em>(Event Organizer).</em></p>
<p>The post <a href="https://unjkita.com/benarkah-kerja-bem-sebatas-eo-event-organizer/">Benarkah Kerja BEM Sebatas EO (Event Organizer)?</a> appeared first on <a href="https://unjkita.com">UNJKita.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Satu Tahun Kinerja BEM UNJ. Memuaskan atau Mengecewakan?</title>
		<link>https://unjkita.com/satu-tahun-kinerja-bem-unj-memuaskan-atau-mengecewakan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Hadi Azolla]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 03 Jan 2017 04:18:06 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Info]]></category>
		<category><![CDATA[Kampus]]></category>
		<category><![CDATA[Konten Pilihan]]></category>
		<category><![CDATA[BEM UNJ]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://unjkita.com/?p=5602</guid>

					<description><![CDATA[<p>Tahun 2016 sudah berlalu. Estafet kepemimpinan BEM UNJ periode 2016-2017 dibawah nakhoda Bagus Tito Wibisono akan segera berganti. Lantas bagaimana kinerja BEM UNJ selama ini....</p>
<p>The post <a href="https://unjkita.com/satu-tahun-kinerja-bem-unj-memuaskan-atau-mengecewakan/">Satu Tahun Kinerja BEM UNJ. Memuaskan atau Mengecewakan?</a> appeared first on <a href="https://unjkita.com">UNJKita.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Tahun 2016 sudah berlalu. Estafet kepemimpinan BEM UNJ periode 2016-2017 dibawah nakhoda Bagus Tito Wibisono akan segera berganti. Lantas bagaimana kinerja BEM UNJ selama ini. Sudah memuaskan atau justru mengecewakan?</p>
<p>UNJKita.com pada akhir bulan Desember telah mempublikasikan hasil riset terhadap kinerja BEM UNJ. Riset burupa survei selama 5 hari yakni tanggal 17-21 Desember 2016. Metode yang digunakan adalah <em>simple random sampling</em>. Dalam rentang lima hari tersebut terhitung jumlah responden sebanyak 312 mahasiswa dari delapan fakultas yang ada di UNJ. Responden berasal dari angkatan 2016 hingga angkatan 2012.</p>
<div id="attachment_5486" style="width: 650px" class="wp-caption aligncenter"><img fetchpriority="high" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-5486" class="wp-image-5486 size-full" src="http://unjkita.com/wp-content/uploads/2016/12/Survei1.jpg" width="640" height="480" srcset="https://unjkita.com/wp-content/uploads/2016/12/Survei1.jpg 640w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2016/12/Survei1-150x113.jpg 150w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2016/12/Survei1-800x600.jpg 800w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2016/12/Survei1-560x420.jpg 560w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2016/12/Survei1-80x60.jpg 80w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2016/12/Survei1-100x75.jpg 100w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2016/12/Survei1-180x135.jpg 180w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2016/12/Survei1-238x178.jpg 238w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2016/12/Survei1-681x511.jpg 681w" sizes="(max-width: 640px) 100vw, 640px" /><p id="caption-attachment-5486" class="wp-caption-text">Hasil Survei Kinerja BEM UNJ 2016 &#8211; 2017</p></div>
<p>Hasil survei menunjukan 39% responden merasa cukup puas, 40% responden merasa puas, 7% merasa sangat puas. Hanya 10% responden yang menyatakan kurang puas dan 4% menyatakan tidak puas. Dari data tersebut menunjukan tingkat kepuasan mahasiswa terhadap kepemimpinan Bagus Tito Wibisono sebagai Ketua BEM UNJ dan Septian Dicky Pratama sebagai Wakil Ketua BEM UNJ terbilang tinggi.</p>
<h6><strong>Baca Juga</strong> : <strong><a href="http://unjkita.com/rilis-survei-unjkita-menakar-elektabilitas-calon-ketua-wakil-bem-unj-2017-evaluasi-kinerja-bem-unj-2016/">Rilis Survei UNJKita ; ”Menakar Elektabilitas Calon Ketua-Wakil BEM UNJ 2017 &amp; Evaluasi Kinerja BEM UNJ 2016”</a></strong></h6>
<p>Ada banyak faktor yang menyebabkan tingkat kepuasan terhadap kinerja BEM UNJ terbilang tinggi. Hal tersebut tidak bisa terlepas dari peran BEM UNJ meliputi peran komunikasi, peran sosial politik, peran sosialisasi, peran advokasi serta berbagai peran lainnya.</p>
<p>Salah satu kinerja BEM UNJ yang perlu diakui adalah keberhasilannya mendesak pihak rektorat untuk menghapus uang pangkal sebesar 15 juta bagi mahasiswa jalur mandiri (Penmaba) tahun masuk 2016. Selain itu golongan UKT juga diubah mengikuti golongan UKT tahun sebelumnya sehingga lebih meringankan mahasiswa. Keberhasilan ini dipandang sangat positif oleh kalangan mahasiswa khususnya mahasiswa angkatan 2016.</p>
<p>Hal tersebut tentu bukan perkara sederhana. Sebelumnya BEM UNJ yang diwakili oleh Departemen Advokasi dan Tim Pembela Mahasiswa telah banyak melakukan kajian dan beberapa kali mengadakan pertemuan dengan pihak pimpinan UNJ yang berujung dengan demonstrasi besar-besaran mahasiswa UNJ di depan gedung rektorat. Aksi demonstrasi dalam kampus yang diikuti ratusan mahasiswa dari seluruh fakultas berhasil menarik simpati segenap mahasiswa dan masyarakat luas. Hal tersebut dinilai sangat berperan dalam mendongkrak kepuasan mahasiswa UNJ terhadap kinerja BEM UNJ.</p>
<p>Kinerja lainnya yang patut diapresiasi adalah peran advokasi yang dijalankan oleh BEM UNJ. Peran ini sangat sentral sekaligus peran yang membedakan BEM dengan lembaga lainnya. Keberhasilan mendesak rektorat untuk menghapus uang pangkal bagi mahasiswa jalur penmaba hanyalah salah satu bentuk peran advokasi. Peran advokasi lainnya ditunjukan oleh BEM UNJ pada akhir semester. Bertepatan dengan musim liburan panjang, jajaran Departemen Advokasi BEM UNJ sibuk melakukan operasi “hening” yakni melakukan koordinasi dengan seluruh BEM tingkat prodi untuk mendata mahasiswa yang kesulitan membayar UKT kemudian mencarikan jalan keluar.</p>
<p>Kebijakan Rektor UNJ Prof. Dr. Djaali yang menghapus biaya parkir bagi mahasiswa juga dinilai turut meningkatkan kepuasan mahasiswa terhadap kinerja BEM UNJ. Kebijakan rektor tersebut secara sederhana ditafsirkan oleh mahasiswa sebagai salah satu keberhasilan BEM UNJ dalam menjalankan peran komunikasi dengan pimpinan UNJ.</p>
<p>Kebijakan parkir gratis memang bukan kebijakan yang diputuskan dengan sekejap mata. Perjuangan BEM UNJ untuk mendorong jajaran rektorat memperbaiki sistem parkir dan menggeratiskan biaya parkir telah sejak lama digalakkan oleh para Ketua BEM UNJ sebelumnya. Baru di bawah kepemimpinan Bagus Tito Wibisono hal tersebut direalisasikan oleh pihak rektorat.</p>
<p>Peran komunikasi lainnya adalah dengan diadakannya DIVA (Dialog <em>Civitas Akademica</em>) pada bulan November 2016 yang disambut antusias oleh mahasiswa dilihat dari banyaknya peserta yang hadir. BEM UNJ berhasil menghadirkan Rektor UNJ dan para wakil rektor untuk duduk bersama membahas permasalahan kampus. Melalui kesempatan ini mahasiswa dapat menyampaikan keluh kesah secara langsung kepada pimpinan UNJ.</p>
<p>Berbagai aksi sosial yang dilakukan juga turut menyumbang kesan positif terhadap kinerja BEM UNJ. Berbagai bencana alam di tanah air segera mendapat respon dari Departemen Sosial Politik BEM UNJ dengan penggalangan dana dan penyaluran bantuan. Bentuk aksi sosial yang dijalankan di antaranya adalah penggalangan bantuan untuk korban kebakaran Rawamangun di pertengahan bulan Mei 2016. Pada awal bulan Desember 2016, Bagus Tito Wibisono dan perwakilan Departemen Sosial Politik secara langsung mengunjungi korban gempa di Aceh untuk memberikan bantuan.</p>
<p>Selain itu, aksi sosial juga digalakkan dengan adanya Comdev (<em>Community Development</em>) UNJ yang merupakan organisasi <em>underbow</em> BEM UNJ yang secara rutin memberikan pendidikan dan pengajaran gratis bagi anak-anak menengah ke bawah sekitar UNJ. BEM UNJ juga mengadakan gerakan UNJ berbagi dengan memberikan Al-Quran dan Juz Amma kepada Yayasan Mitra Ummat pada 23 Juni 2016.</p>
<p>Beberapa program kerja yang diadakan BEM UNJ juga patut mendapat apresiasi. Program kerja tersebut dinilai memberikan berbagai manfaat bagi mahasiswa. Program kerja tersebut dintaranya adalah Mimbar Akademik bersama Bakal Calon Gubernur DKI Jakarta, Harmoni Cinta Guru, Workshop Media Pembelajaran, dan SJF (<em>Scholarship and Job Festival</em>) serta program kerja lainnya.</p>
<p>Hal lain yang diyakini turut mendongkrak kepuasan mahasiswa terhadap kinerja BEM UNJ adalah status Ketua Umum BEM UNJ Bagus Tito Wibisono yang sekaligus menjabat sebagai Koordinator Pusat BEM seluruh Indonesia. Berbagai pernyataan Bagus Tito kerap muncul di berbagai media elektronik seperti laman berita maupun di televisi yang secara langsung maupun tidak langsung membawa citra positif untuk BEM UNJ.</p>
<p>Selain apresiasi positif, BEM UNJ juga mendapat apresiasi negatif dari berbagai kalangan. BEM UNJ dikritik karena lebih memperioritaskan penggalangan dana untuk membeli mobil komando yang nantinya digunakan untuk aksi demo. Hal tersebut disayangkan oleh beberapa pihak mengingat masa pembayaran UKT akan segera datang dan umumnya BEM UNJ membutuhkan dana banyak untuk melayani mahasiswa yang kesulitan finansial. Pembelian mobil komando juga memberikan tugas tambahan bagi pengurus BEM UNJ yakni merawat mobil agar tidak rusak. Denga demikian, BEM UNJ harus menyiapkan dana untuk perawatan terlebih mobil yang dibeli terbilang mobil cukup tua karena diproduksi tahun 1994. Jika perawatan tidak sesuai standar hanya akan berdampak kerusakan mobil yang berujung pada kerugian mengingat harga mobil tersebut juga tdak murah.</p>
<p>Beberapa pihak juga masih menganggap BEM UNJ lebih terkesan sebagai EO (<em>Event Organizer</em>) dengan segudang pragram kerjanya. Berbagai pernyataan BEM UNJ tentang permasalahan nasional juga ditanggapi berbeda oleh berbagai kalangan mahasiswa.</p>
<p>Terlepas dari pandangan postif dan negatif terhadap BEM UNJ, sebagai mahasiswa tentunya memiliki peran “<em>social contro</em>l”. Peran inilah yang diharapkan memberikan c<em>heck and balance</em> terhadap kinerja BEM UNJ. Menurut kalian, apakah kinerja BEM UNJ sudah memuaskan atau mengecewakan?</p>
<p>The post <a href="https://unjkita.com/satu-tahun-kinerja-bem-unj-memuaskan-atau-mengecewakan/">Satu Tahun Kinerja BEM UNJ. Memuaskan atau Mengecewakan?</a> appeared first on <a href="https://unjkita.com">UNJKita.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>BEM UNJ dan SospolNett Wariskan Mobil Pergerakan UNJ</title>
		<link>https://unjkita.com/bem-unj-dan-sospolnett-wariskan-mobil-pergerakan-unj/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Randi Ramdani Pratama]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 02 Jan 2017 11:14:51 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Info]]></category>
		<category><![CDATA[BEM UNJ]]></category>
		<category><![CDATA[Pergerakan Mahasiswa]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://unjkita.com/?p=5585</guid>

					<description><![CDATA[<p>UNJKita.com – Berakhirnya masa pemilihan umum ketua &#38; wakil BEM UNJ menandakan akan segera berakhirnya masa kepengurusan BEM UNJ saat ini. Berbeda dari tahun sebelumnya...</p>
<p>The post <a href="https://unjkita.com/bem-unj-dan-sospolnett-wariskan-mobil-pergerakan-unj/">BEM UNJ dan SospolNett Wariskan Mobil Pergerakan UNJ</a> appeared first on <a href="https://unjkita.com">UNJKita.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>UNJKita.com – Berakhirnya masa pemilihan umum ketua &amp; wakil BEM UNJ menandakan akan segera berakhirnya masa kepengurusan BEM UNJ saat ini. Berbeda dari tahun sebelumnya BEM UNJ Kabinet Kolaborasi Madani bersama SospolNett (aliansi Sospol dan Tim Aksi se-UNJ) memberikan sebuah warisan kepada generasi selanjutnya yakni berupa <strong>mobil pergerakan UNJ.</strong></p>
<p>Mobil pergerakan ini dinamakan mobil komando. Mobil tersebut sudah di beli oleh BEM UNJ seharga 17 juta rupiah dengan type mobil Daihatsu Zebra tahun 1994. Pendanaan mobil tersebut berasal dari pada donatur dan iuran SospolNett.</p>
<p><em>“Total donatur 14 juta yang berasal dari para kalangan pengusaha dan beberapa orang tua mahasiswa serta iuran SospolNett 3,5 juta,”</em> ujar Rizky Fajrianto, Kepala Departemen Sospol BEM UNJ, saat dihubungi di Jakarta, pada Selasa 2 Januari 2017.</p>
<p>Fajri, sapaan akrabnya, menegaskan tujuan pembelian mobil komando untuk alat transportasi BEM UNJ dan menekan <em>cost</em> penyewaan mobil sound ketika aksi turun ke jalan.</p>
<p><em>“Tujuan pembelian mobil komando ini untuk aksi agar tidak banyak mengeluarkan cost untuk penyewaan mobil dan dapat digunakan untuk kajian-kajian pergerakkan menggunakan sound system dari mobil komando,”</em> tegas Fajri.</p>
<div id="attachment_5588" style="width: 650px" class="wp-caption aligncenter"><img decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-5588" class="wp-image-5588 size-full" src="http://unjkita.com/wp-content/uploads/2017/01/Mobil-Komando.jpeg" width="640" height="480" srcset="https://unjkita.com/wp-content/uploads/2017/01/Mobil-Komando.jpeg 640w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2017/01/Mobil-Komando-150x113.jpeg 150w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2017/01/Mobil-Komando-800x600.jpeg 800w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2017/01/Mobil-Komando-560x420.jpeg 560w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2017/01/Mobil-Komando-80x60.jpeg 80w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2017/01/Mobil-Komando-100x75.jpeg 100w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2017/01/Mobil-Komando-180x135.jpeg 180w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2017/01/Mobil-Komando-238x178.jpeg 238w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2017/01/Mobil-Komando-681x511.jpeg 681w" sizes="(max-width: 640px) 100vw, 640px" /><p id="caption-attachment-5588" class="wp-caption-text">Tampak Depan Mobil Komando BEM UNJ &amp; SospolNett</p></div>
<p>Mobil komando tersebut masih membutuhkan biaya untuk pembelian <em>sound system</em> setidaknya sebesar 25 juta rupiah. Untuk mewujudkan harapannya tersebut BEM UNJ membuka para donatur yang ingin memberikan donasinya dapat <em>transfer</em> ke <strong>Bank BNI 0261674303 atas nama Rizky Fajrianto dan Konfirmasi ke nomor 083899467218 (Fajri).</strong></p>
<p><em>“Kami membuka donasi untuk seluruh donatur, terkhusus alumni pergerakan di UNJ dengan harapan niat kami untuk meninggalkan mobil komando bagi pergerakan mahasiswa di UNJ dapat terealisasi,”</em> lanjut Fajri.</p>
<p>Mantan Ketua BEM FT ini berharap mobil komando dapat menjadi penyemangat mahasiswa UNJ untuk bergerak dan bermanfaat bagi rakyat.</p>
<p><em>“Semoga mobil ini bermanfaat untuk pergerakan mahasiswa di UNJ dan memotivasi gerakan mahasiswa di Indonesia agar terus semangat bergerak dan bermanfaat untuk rakyat,”</em> tutup Fajri.</p>
<p>The post <a href="https://unjkita.com/bem-unj-dan-sospolnett-wariskan-mobil-pergerakan-unj/">BEM UNJ dan SospolNett Wariskan Mobil Pergerakan UNJ</a> appeared first on <a href="https://unjkita.com">UNJKita.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Batal Berdiskusi di Rubrik UNJKita, Pasangan Calon Ketua BEM UNJ Membuat Grup Sendiri</title>
		<link>https://unjkita.com/ketua-bem-unj-membuat-grup-sendiri/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Randi Ramdani Pratama]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 23 Dec 2016 13:49:13 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Info]]></category>
		<category><![CDATA[Konten Pilihan]]></category>
		<category><![CDATA[BEM UNJ]]></category>
		<category><![CDATA[Pemilu UNJ]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://unjkita.com/?p=5530</guid>

					<description><![CDATA[<p>UNJKita.com – Pemilu Universitas Negeri Jakarta (UNJ) merupakan pesta demokrasi bagi mahasiswanya disetiap akhir tahun. Banyak mahasiswa yang ingin mengambil peran dan pesta tersebut. Ada...</p>
<p>The post <a href="https://unjkita.com/ketua-bem-unj-membuat-grup-sendiri/">Batal Berdiskusi di Rubrik UNJKita, Pasangan Calon Ketua BEM UNJ Membuat Grup Sendiri</a> appeared first on <a href="https://unjkita.com">UNJKita.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>UNJKita.com – Pemilu Universitas Negeri Jakarta (UNJ) merupakan pesta demokrasi bagi mahasiswanya disetiap akhir tahun. Banyak mahasiswa yang ingin mengambil peran dan pesta tersebut. Ada yang menjadi Calon ketua dan wakil, adapula yang menjadi tim sukses (timses) dan tak jarang berbagai kelompok pun ikut menyemarakan pemilu UNJ dengan caranya masing-masing.</p>
<p>Begitupun dengan UNJKita, dengan berbagai ikhtiar untuk tujuan agar pemilu ini lebih inovatif dan atraktif dengan menginisiasi Poster Infografis dan Artikel Profil Calon di <strong><a href="http://unjkita.com/yuk-kenali-calon-ketua-wakil-bem-unj-2017-2018/">Yuk Kenali Calon Ketua &amp; Wakil BEM UNJ 2017-2018</a></strong>. Lalu dilanjutkan dengan melakukan <strong><a href="http://unjkita.com/rilis-survei-unjkita-menakar-elektabilitas-calon-ketua-wakil-bem-unj-2017-evaluasi-kinerja-bem-unj-2016/">Survei UNJKita ; ”Menakar Elektabilitas Calon Ketua-Wakil BEM UNJ 2017 &amp; Evaluasi Kinerja BEM UNJ 2016”</a></strong> pada rentang waktu 17-21 Desember 2016  dan ditutup dengan ruang terbuka UNJKita (rubrik) spesial pemilu UNJ diskusi via <em>Whatsapp</em> (WA) bersama para pasangan calon (paslon) ketua BEM UNJ. Kegiatan tersebut ditanggapi positif oleh mahasiwa UNJ. Terbukti dengan 312 mahasiswa yang mengisi survei tersebut dan terpenuhinya kuota grup WA rubrik tersebut (lebih dari 250 peserta).</p>
<p>Rubrik sendiri berlangsung dua hari yaitu pada tanggal 22 dan 23 Desember 2016 dengan menghadirkan para kandidat calon. Kedua paslon diberi waktu yang berbeda, yaitu paslon nomor 1 mendapat giliran pada tanggal 22 sedangkan paslon nomor 2 pada tanggal 23 Desember 2016.</p>
<h6><strong>Kepastian Paslon Mengikuti Rubrik</strong><strong> </strong></h6>
<p>Sebelum membuat jarkoman publikasi dan grup rubrik tentu saja tim UNJKita menghubungi para kandidat ketua BEM UNJ untuk konfirmasi hadir pada acara ini. Hal tersebut di ungkapkan oleh Ferly Ferdyant selaku CEO UNJkita. Ferly yang menghubungi langsung para calon ketua BEM UNJ tersebut. Berikut bukti pesan konfirmasi yang di-<em>capture</em> oleh Ferly :</p>
<div id="attachment_5534" style="width: 371px" class="wp-caption aligncenter"><img decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-5534" class="wp-image-5534" src="http://unjkita.com/wp-content/uploads/2016/12/Soleh2.jpeg" width="361" height="643" /><p id="caption-attachment-5534" class="wp-caption-text">Capture konfirmasi dengan Soleh</p></div>
<div id="attachment_5533" style="width: 371px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-5533" class="wp-image-5533" src="http://unjkita.com/wp-content/uploads/2016/12/Miqdad.jpeg" width="361" height="642" srcset="https://unjkita.com/wp-content/uploads/2016/12/Miqdad.jpeg 270w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2016/12/Miqdad-85x150.jpeg 85w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2016/12/Miqdad-338x600.jpeg 338w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2016/12/Miqdad-237x420.jpeg 237w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2016/12/Miqdad-640x1136.jpeg 640w" sizes="auto, (max-width: 361px) 100vw, 361px" /><p id="caption-attachment-5533" class="wp-caption-text">Capture konfirmasi dengan Miqdad</p></div>
<p>Dengan kepastian tersebutlah tim UNJKita membuat publikasi jarkoman dan grup yang kurang dari satu hari sebelum diskusi dimulai sudah memenuhi kuota grup <em>Whatsapp.</em></p>
<h6><strong>Pembatalan Sepihak</strong></h6>
<p>Namun sayang niat baik dari UNJkita mempertemukan mahasiswa dengan calon pemimpinnya melalui diskusi online itu kandas. Secara mengejutkan Saudara Soleh-Muad (paslon ketua BEM UNJ nomor urut 1) mendadak membatalkan diskusi tersebut ketika menjelang 30 menit jadwal diskusi mereka akan dimulai. Diikuti dengan pasangan calon nomor urut 2, Saudara Miqdad-Hafizh yang membatalkan pada pagi hari oleh saudara Miqdad dan sehabis magrib hari ini oleh Hafizh.</p>
<p>Menurut Soleh ia tidak ingin berdiskusi karena pasalnya pasangan calon nomor 2 tidak bisa hadir dalam diskusi tersebut. <em>“Saya tidak ingin jika hanya pasangan SM yang mengikuti diskusi online UNJkita,</em> <em>Jika hanya pasangan SM yang mengikuti diskusi online UNJ Kita karena dikhawatirkan pandangan warga UNJ negatif kepada UNJ Kita karena UNJ Kita hanya menggelar diskusi online kepada satu pasangan calon saja.</em>&#8221; ujar Soleh. Faktanya, Ruang Terbuka UNJKita.com (Rubrik) sebagai wadah diskusi online yang rutin dan berkelanjutan dilakukan secara transparan, profesional, objektif dan independen tanpa kepentingan apapun. Sungguh sebuah alasan irasional yang dikemukakan oleh Capresma no.urut 1 tersebut.</p>
<p>Sementara Miqdad sehari sebelum jadwalnya untuk berdiskusi sudah mngkonfirmasi jika tanggal 23 Desember 2016 ia hanya menyanggupi sampai pukul 21.00 WIB dan akan dilanjutkan oleh Hafizh. Namun magrib hari ini Hafizh mengkonfirmasi jika tidak menyanggupi dikarenakan kondisi fisik yang tidak memungkinkan. <em>“Memang arahan dokter saya diminta untuk menjauhi gadget. Saya kena semacam migrain,”</em> ujar Hafizh.</p>
<p>Dengan pembatalan yang secara sepihak dan cenderung mendadak ini menurut Saudara Miqdad menganggap pembatalan ini merupakan hal yang wajar. <em>“Sebenarnya masalah biasa apabila pembicara cancel walaupun sebelumnya sudah bisa,”</em> tegas Miqdad.</p>
<h6><strong>Kekecewaan Peserta Rubrik</strong></h6>
<p>Beberapa mahasiswa yang sudah antusias di grup tersebut bahkan telah menyiapkan pertanyaan untuk calon pemimpinnya tidak bisa menutupi kekecewaannya. Hal ini terlihat oleh chat yang mereka lontarkan di grup rubrik tersebut.<em> “Ahh ini lah pemimpin bahkan pemimpin lingkup yang masih dibilang sempit pun sudah banyak mengobral janji dan mengecewakan,”</em> ujar Nanda Wiradhika.</p>
<p>Bahkan ada yang menanyakan kepemimpinan mereka ketika nanti terpilih. <em>“Bagaimana kelak akan memimpin BEM kalau untuk hal begini tidak hadir,”</em> ujar Hamdan, Mahasiswa asal Psikologi. <em>“Kita harus fokus mengembalikan marwah BEM. BEM itu untuk belajarnya sedikit kebanyakan belajar mengelola event,”</em> lanjut Hamdan.</p>
<p>Peserta lainnya pun menyayangkan sikap dari kedua pasangan calon tersebut.<em> “Forum ini tidak dimaksimalkan sepenuhnya oleh kedua kandidat calon pasangan,”</em> ujar Marwan. Ia, lanjut Marwan, menganggap forum rubrik ini sangat membantu bagi mahasiswa untuk mengenali kedua calon tersebut. Terlebih bagi mereka yang tidak sempat hadir pada acara dialog kandidat dan juga membantu bagi mahasiswa tingkat akhir yang masih ingin peduli dengan pesta demokrasi.</p>
<h6><strong>Membuat Grup Diskusi Sendiri</strong></h6>
<p>Keanehan muncul ketika alasan para kandidat membatalkan dengan apa yang mereka lakukan. Pasangan calon nomor satu melalui timsesnya mengatakan ingin membuat diskusi online. Ketika UNJKita menfasilitasi mereka yang hanya tinggal menghadirkan Soleh dan Muad sebagai jagoan yang mereka usung ini tidak mereka manfaatkan dengan alasan tidak mau diskusi jika paslon nomor 2 tidak ikut. Pertanyaannya ketika mereka membuat grup diskusi sendiri apakah ada paslon nomor 2 di diskusi internal yang mereka buat? Jika ada, berarti alasan mereka logis. Namun jika tidak ada, apa bedanya dengan diskusi yang dibuat UNJKita?</p>
<p>Hampir sama dengan paslon nomor 1, tim Miqdad dan Hafizh bahkan sudah membuat grup bagi mereka yang ingin bertanya kepada kandidat nomor 2 tersebut. Hal itu diungkapkan langsung oleh sang calon wakil ketua. “<em>bila ada yang ingin didiskusikan dengan kami kandidat nomor 2 dapat melalui link group yang akan saya share. In syaa allah akan Miqdad pimpin,”</em> tegas Hafizh. Pertanyaannya kenapa bilang tidak bisa diskusi di UNJkita tetapi bisa memimpin suatu diskusi yang jarkomannya baru disebar siang menjelang sore tersebut.</p>
<p>Itulah dinamika yang dihadirkan oleh kedua calon ketua dan wakil ketua BEM UNJ. Tim UNJKita sudah berusaha semaksimal mungkin untuk mendekatkan para kandidat dengan para calon pemimpinnya. Dengan kejadian seperti ini Tim UNJKita meminta maaf dan mengapresiasi kepada para peserta Rubrik spesial pemilu atas antusias ingin berdiskusi dengan kedua kandidat. Semoga pemilu UNJ tahun ini melahirkan pemimpin yang terbaik dan yang baik. Dan Pemimpin yang bisa mengakomodir kepentingan seluruh mahasiswa UNJ.</p>
<p>The post <a href="https://unjkita.com/ketua-bem-unj-membuat-grup-sendiri/">Batal Berdiskusi di Rubrik UNJKita, Pasangan Calon Ketua BEM UNJ Membuat Grup Sendiri</a> appeared first on <a href="https://unjkita.com">UNJKita.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Klarifikasi Solehudin Kandidat Ketua BEM UNJ 2017/2018 Atas RUBRIK</title>
		<link>https://unjkita.com/klarifikasi-solehudin/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[UNJKita.com &#124; @pemburukampus]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 23 Dec 2016 02:03:37 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Suara Anda]]></category>
		<category><![CDATA[BEM UNJ]]></category>
		<category><![CDATA[Pemilu UNJ]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://unjkita.com/?p=5523</guid>

					<description><![CDATA[<p>Assalamu&#8217;alaykum Wr. Wb. Selamat pagi dan salam sejahtera untuk kita semua. Saya ingin mengklarifikasi yang sebenarnya kepada warga UNJ terkait dengan pembatalan diskusi online UNJ...</p>
<p>The post <a href="https://unjkita.com/klarifikasi-solehudin/">Klarifikasi Solehudin Kandidat Ketua BEM UNJ 2017/2018 Atas RUBRIK</a> appeared first on <a href="https://unjkita.com">UNJKita.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Assalamu&#8217;alaykum Wr. Wb.</p>
<p>Selamat pagi dan salam sejahtera untuk kita semua.</p>
<p>Saya ingin mengklarifikasi yang sebenarnya kepada warga UNJ terkait dengan pembatalan diskusi online UNJ Kita. Namun pertama-tama saya ingin memohon maaf kepada warga UNJ karena saya tidak bisa membersamai diskusi online UNJ Kita.</p>
<p>Saya dihubungi oleh Ferly tanggal 19 Desember untuk menjadi pembicara diskusi online UNJ Kita tanggal 22 Desember 2016. Beliau bilang &#8220;Miqdad sudah confirm bisa&#8221;. Akhirnya saya juga bilang bisa untuk diskusi online UNJ Kita.</p>
<p>Selanjutnya, saya mengkonfirmasi Miqdad terkait kebenaran dia sudah konfirmasi bisa ikut diskusi online dan beliau menjawab bisa.</p>
<p>Hingga pada saat saya bertemu Miqdad pada tanggal 21 Desember 2016, dia mengkonfirmasi tidak bisa memenuhi undangan diskusi online UNJ Kita karena ada agenda lain.</p>
<p>Akhirnya pada tanggal 22 Desember 2016 saya memastikan kembali terkait kesediaan MH untuk diskusi online UNJ Kita dan Ferly menjawab &#8220;in Syaa Allah bisa&#8221;.</p>
<p>Setelah dialog kandidat tanggal 22 Desember 2016 di lobby Sergur, saya mengkonfirmasi lagi kepada Miqdad dan dia bilang tidak bisa.</p>
<p>Akhirnya setelah saya solat magrib saya memikirkan kembali terkait diskusi online dan mengkonfirmasi kepada Ferly untuk membatalkan diskusi online UNJ Kita.</p>
<p>Saya tidak ingin jika hanya pasangan SM yang mengikuti diskusi online UNJ Kita karena dikhawatirkan pandangan warga UNJ negatif kepada UNJ Kita karena UNJ Kita hanya menggelar diskusi online kepada satu pasangan calon saja.</p>
<p>Mungkin itu saja klarifikasi yang bisa saya sampaikan. Mohon maaf yang setulus-tulusnya kepada seluruh warga UNJ. Semoga kita semua tetap bersemangat dan bersahabat untuk memeriahkan Hajatan Kecil kita yaitu pemilu UNJ 2016.</p>
<p>Wassalamu&#8217;alaykum Wr. Wb.</p>
<p>Solehudin<br />
Kandidat Ketua BEM UNJ 2017/2018 Nomer Urut 1</p>
<p>The post <a href="https://unjkita.com/klarifikasi-solehudin/">Klarifikasi Solehudin Kandidat Ketua BEM UNJ 2017/2018 Atas RUBRIK</a> appeared first on <a href="https://unjkita.com">UNJKita.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Klarifikasi Pembatalan RUBRIK Edisi Spesial Pemilu</title>
		<link>https://unjkita.com/klarifikasi-pembatalan-rubrik-edisi-spesial-pemilu/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[UNJKita.com &#124; @pemburukampus]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 23 Dec 2016 00:40:37 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Konten Pilihan]]></category>
		<category><![CDATA[BEM UNJ]]></category>
		<category><![CDATA[Pemilu UNJ]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://unjkita.com/?p=5512</guid>

					<description><![CDATA[<p>Assalamualaikum. Selamat malam semua rekan2 peserta diskusi Ruang Terbuka UNJKita (Rubrik) edisi spesial Pemilu. Saya disini sebagai admin, serta CEO UNJKita.com ingin menginfokan beberapa hal...</p>
<p>The post <a href="https://unjkita.com/klarifikasi-pembatalan-rubrik-edisi-spesial-pemilu/">Klarifikasi Pembatalan RUBRIK Edisi Spesial Pemilu</a> appeared first on <a href="https://unjkita.com">UNJKita.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Assalamualaikum.</p>
<p>Selamat malam semua rekan2 peserta diskusi Ruang Terbuka UNJKita (Rubrik) edisi spesial Pemilu. Saya disini sebagai admin, serta CEO UNJKita.com ingin menginfokan beberapa hal terkait dinamika diskusi yang bahkan belum dimulai ini.</p>
<p>Malam ini, tepatnya h-30 menit (Pukul 19.00) Solehudin sebagai Calon Ketua BEM UNJ No.urut #1 <strong>membatalkan secara sepihak</strong> untuk hadir dalam diskusi Rubrik kali ini. Dengan alasan bahwa pasangan no.urut 2 (Miqdad memiliki agenda yang lebih penting, red : Liqo, sehingga harus digantikan oleh Calon Wakilnya Hafizh di pembukaan dan Miqdad akan menyusulnya kemudian), sehingga Soleh juga memutuskan cancel secara sepihak tepat pukul 19.00 malam ini. Seluruh panitia Rubrik sudah mencoba untuk telpon, whatsapp, dll hingga berkali-kali namun tidak ada respon dan bahkan direject.</p>
<p>Padahal kami sudah mengontaknya sejak hari senin tanggal 19 Desember pukul 11 siang, dan <strong>Soleh serta Muad sudah confirm dan mengatakan kesediannya untuk hadir dalam diskusi online ini. Sampai beberapa kali saya yakinkan yang bersangkutan untuk siap dan komit untuk tidak cancel</strong> seperti diskusi publik yang diadakan oleh FORMASI UNJ. Hari selasa saya contact kembali bahwa beliau masih menyatakan kesiapannya. Bahkan kemarin (kamis), soleh sempat menanyakan mekanisme diskusi, rundown, peraturan diskusi.</p>
<p>Namun apa daya rekan-rekan sekalian. Sayang seribu sayang&#8230; Professionalisme itu hilang bahkan ketika sebelum menjabat dan amanah. Janji tinggalah janji.</p>
<p>Maka dengan ini, saya dan tim redaksi UNJKita serta seluruh peserta yang mendaftarkan diri (lebih dari 250 peserta lintas fakultas UNJ) menuntut professionalisme dan bertanggung jawab atas kerugian materiil dan immateriil atas ketidakprofesionalan ini. Jika sampai batas waktu 1x12jam sampai besok jam 08.00. Jika tidak bertanggung jawab, maka siap-siap sanksi sosial dan moral akan kami berikan atas tindakan amoral ini.</p>
<p>“Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya, dan (menyuruh kamu) apabila menetapkan hukum di antara manusia supaya kamu menetapkan dengan adil. Sesungguhnya Allah memberi pengajaran yang sebaik-baiknya kepadamu. Sesungguhnya Allah adalah Maha mendengar lagi Maha melihat”. (QS. An Nisa : 58).</p>
<p><strong>Ferly Ferdyant</strong><br />
CEO UNJKita.com</p>
<p>Baca Juga: <a href="http://unjkita.com/klarifikasi-solehudin/" target="_blank">Klarifikasi Solehudin Kandidat Ketua BEM UNJ 2017/2018 Atas RUBRIK</a></p>
<p>The post <a href="https://unjkita.com/klarifikasi-pembatalan-rubrik-edisi-spesial-pemilu/">Klarifikasi Pembatalan RUBRIK Edisi Spesial Pemilu</a> appeared first on <a href="https://unjkita.com">UNJKita.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Manfaatkan Momentum, Koordinator Pusat BEM SI Sambangi JK yang Berkunjung ke UNJ</title>
		<link>https://unjkita.com/manfaatkan-momentum-koordinator-pusat-bem-si-sambangi-jk-yang-berkunjung-ke-unj/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Syahiidah Muthmainnah]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 29 Jul 2016 07:13:09 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Info]]></category>
		<category><![CDATA[Konten Pilihan]]></category>
		<category><![CDATA[BEM SI]]></category>
		<category><![CDATA[BEM UNJ]]></category>
		<category><![CDATA[Berita UNJ]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://unjkita.com/?p=3610</guid>

					<description><![CDATA[<p>UNJKita.com &#8211;  Wakil presiden RI, Jusuf Kalla (JK), berkunjung ke kampus Universitas Negeri Jakarta (28/07/2016) dengan tujuan menghadiri sidang terbuka gelar Doktor Johansyah Anwar. Kesempatan ini...</p>
<p>The post <a href="https://unjkita.com/manfaatkan-momentum-koordinator-pusat-bem-si-sambangi-jk-yang-berkunjung-ke-unj/">Manfaatkan Momentum, Koordinator Pusat BEM SI Sambangi JK yang Berkunjung ke UNJ</a> appeared first on <a href="https://unjkita.com">UNJKita.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="http://unjkita.com">UNJKita.com</a> &#8211;  Wakil presiden RI, Jusuf Kalla (JK), berkunjung ke kampus Universitas Negeri Jakarta (28/07/2016) dengan tujuan menghadiri sidang terbuka gelar Doktor Johansyah Anwar. Kesempatan ini pun tak disia-siakan oleh Bagus Tito Wibisono, ketua BEM UNJ, sekaligus koordinator BEM Seluruh Indonesia (BEM SI) untuk segera menyambangi JK dan memberikan sebundel hasil kajian evaluasi dua tahun Pemerintahan RI Kabinet Kerja.</p>
<p style="text-align: justify;">Seperti dilansir dalam akun sosial media @bagustitowibisono, bahwa Wakil Presiden Republik Indonesia berkunjung ke Universitas Negeri Jakarta pada Kamis, 28 Juli 2016. Kunjungan Wakil Presiden tersebut dilakukan untuk menghadiri sidang terbuka gelar Doktor Johansyah Anwar. Dalam kunjungan ke staf wakil presiden tersebut, JK dijadwalkan hadir pukul 08.30 WIB, namun wakil presiden baru hadir sekitar pukul 9.30 WIB.</p>
<p style="text-align: justify;">JK hadir tidak begitu lama, dan hanya memberikan sambutan serta selamat kepada staf wakil presiden tersebut. Setelah selesai dan hendak meninggalkan UNJ, rombongan BEM UNJ bergegas memberikan kajian setebal hampir 300 halaman kepada JK yang menuju pintu keluar didampingi oleh Rektor UNJ, Prof. Dr. Djaali, dan Wakil Rektor Bidang Akademik, Prof. Muchlis. Kajian tersebut berisi evaluasi nawacita, khususnya dalam pencapaian pemerintahannya yang hampir dua tahun. BEM Seluruh Indonesia merupakan aliansi badan eksekutif mahasiswa se-Indonesia yang konsisten menjadi kontrol sosial terhadap kebijakan pemerintah dan realita di masyarakat.</p>
<p style="text-align: justify;">BEM Seluruh Indonesia memberikan fokus poin terhadap delapan isu, yaitu pendidikan, kesehatan, pertanian, maritim, ekonomi, korupsi, lingkungan, dan energi.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Kajian evaluasi ini sebenarnya telah kami sampaikan ke Pak Praktikno selaku menteri sekretaris negara ketika aksi 20 Mei lalu, namun <em>follow up</em> evaluasi tersebut belum mencapai titik klimaks, berharap Pak JK berkenan membaca dan merenungi kajian evaluasi kami,&#8221; ujar lham Mubarok, komandan Green Force UNJ.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Kami ingin berkontribusi terhadap bangsa dan membuktikan terhadap rakyat bahwa mahasiswa masih ada. Serta berdiri lantang menyuarakan kebenaran dan menjadi penyambung lidah rakyat,&#8221; tambahnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Kehadiran wapres tersebut merupakan momemtum untuk memberikan aspirasi, evaluasi, serta rekomendasi berdasarkan kajian-kajian akademik.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Waduh ini tebel banget ya, bisa ga dibuat resumenya?&#8221; celetuk Jusuf Kalla saat kajian diberikan.</p>
<p style="text-align: justify;">Ketua BEM UNJ pun berkomentar perihal<em> reshuffle</em> kabinet.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Kami percaya Bapak orang baik, dan kami berharap tidak ada bagi-bagi jabatan yang merugikan orang banyak,&#8221; ujarnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Ia juga menambahkan bahwa <em>reshuffle</em> ini harus diperuntukan dalam kecakapan kinerja, bukan sebagai pemaksaan terhadap kebijakan yang ditolak oleh rakyat. Dalam kegiatan tersebut tidak ada gesekan antara mahasiswa dan paspampres. Setelah selesai, wapres meninggalkan UNJ bersama dengan pasukan pengamanannya.</p>
<p>The post <a href="https://unjkita.com/manfaatkan-momentum-koordinator-pusat-bem-si-sambangi-jk-yang-berkunjung-ke-unj/">Manfaatkan Momentum, Koordinator Pusat BEM SI Sambangi JK yang Berkunjung ke UNJ</a> appeared first on <a href="https://unjkita.com">UNJKita.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Jati Diri UNJ Dibongkar Pasang untuk Syuting Sinetron</title>
		<link>https://unjkita.com/jati-diri-unj-dibongkar-pasang-untuk-syuting-sinetron/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Gia Ghaliyah]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 07 May 2016 16:28:50 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Info]]></category>
		<category><![CDATA[Aspirasi Mahasiswa]]></category>
		<category><![CDATA[BEM UNJ]]></category>
		<category><![CDATA[Berita UNJ]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://unjkita.com/?p=2863</guid>

					<description><![CDATA[<p>unjkita.com &#8211; Masih hangat dalam ingatan kita bahwa baru saja seremonial Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) usai pekan lalu dengan tuntutan menolak komersialisasi dan liberalisasi pendidikan kepada Kemenristekdikti. Namun...</p>
<p>The post <a href="https://unjkita.com/jati-diri-unj-dibongkar-pasang-untuk-syuting-sinetron/">Jati Diri UNJ Dibongkar Pasang untuk Syuting Sinetron</a> appeared first on <a href="https://unjkita.com">UNJKita.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://unjkita.com/">unjkita.com</a> &#8211; Masih hangat dalam ingatan kita bahwa baru saja seremonial Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) usai pekan lalu dengan tuntutan menolak komersialisasi dan liberalisasi pendidikan kepada Kemenristekdikti. Namun kini, ada apa dengan UNJ? Dengan mudahnya hari ini (7/5/2016) pihak <em>crew</em> Sinetron sekitar pukul 11.30 WIB mencopot plang kampus menjadi nama sebuah sekolah fiktif untuk dipersiapkan menjadi sebuah tempat <em>syuting</em>. Anehnya lagi, pihak rektorat pun tak mengetahui hal ini.</p>
<p>BEM UNJ telah memberikan rilis atas informasi-informasi yang telah didapatkan terkait praktik komersialisasi kampus yang digambarkan pada foto yang telah beredar di kalangan civitas akademika hari ini.</p>
<p>&#8220;Pertama kali <em>syuting</em> dilakukan pada tanggal 30 April 2016, yang terdokumentasikan BEM UNJ. <em>Syuting</em> sinetron baru, salam dari RCTI akan tayang selam bulan puasa. Proses syutingnya di UNJ selama 4 hari, 25 April, 30 April, hari ini (7 Mei) dan 29 Mei 2016. Saat ini, sedang tahap klarifikasi kepada pimpinan UNJ, sejauh ini yang merespon kami hanya Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan. WR Bidang Kemahasiswaan UNJ kurang mengetahui kegiatan tersebut. Hasil wawancara di lapangan, <em>crew</em> mengaku tidak berkoordinasi dengan pihak UNJ,&#8221; jelas Bagus Tito, Ketua BEM UNJ pada penyataan yang dirilis oleh BEM UNJ.</p>
<p>&#8220;Identitas kampus dibongkar pasang dengan mudah dan seenaknya. Seragam pendidikan di gunakan dengan tidak semestinya. Layaknya sebuah taman bermain yang bisa digunakan kapanpun dan dimanapun. Lalu, Mahasiswa diam?&#8221; tanya Rizky Fajrianto, Kepala Departemen SOSPOL BEM UNJ.</p>
<p>Foto aktivitas <em>crew</em> Sinetron yang sedang membongkar pasang tulisan jati diri UNJ di Plaza UNJ telah menjadi viral di kalangan civitas akademika UNJ dan para alumni.<br />
<img loading="lazy" decoding="async" class="wp-image-2864 aligncenter" src="http://unjkita.com/wp-content/uploads/2016/05/Komersialisasi-Kampus-1.jpg" alt="Komersialisasi Kampus 1" width="533" height="533" srcset="https://unjkita.com/wp-content/uploads/2016/05/Komersialisasi-Kampus-1.jpg 720w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2016/05/Komersialisasi-Kampus-1-150x150.jpg 150w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2016/05/Komersialisasi-Kampus-1-600x600.jpg 600w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2016/05/Komersialisasi-Kampus-1-320x320.jpg 320w" sizes="auto, (max-width: 533px) 100vw, 533px" /></p>
<p>&#8220;Episode sinetronnya diboikot aja mungkin, jangan sampai tayang (yang <em>shoot</em> gambar di UNJ) Karena kalau memang pihak UNJ tidak mendapatkan surat permohonan izin atau sebagainya, UNJ berhak mengajukan pernyataan keberatan, dan sebagainya,&#8221; ungkap aspirasi Siti Nurwulan di akun <em>Facebook</em> BEM UNJ.</p>
<p>Pada pukul 13.34 WIB pihak BEM UNJ mendapatkan konfirmasi dari Bapak Asep selaku Kepala UPT Humas.</p>
<p>&#8220;Sebenarnya dalam perizinan tidak ada bentuk pengubahan logo dan simbol UNJ. Pihak Production House PT Digital Network Aestetik (PT DNA)  dan <em>crew</em> yang bertugas kami meminta dengan tegas untuk melayangkan surat permohonan maaf kepada pihak UNJ maksimal pukul 16.00 hari ini. Penggunaan fasilitas UNJ (dalam kasus ini) tidak dikenakan biaya yang diterima kampus, hanya biaya <em>security</em> dan kebersihan saja,&#8221; jelas Bapak Asep, Kepala UPT Humas UNJ.</p>
<p>Salah satu aktivis Green Force, Mohammad Hafizh, di status akun <em>Facebook</em>-nya mengungkapkan, &#8220;Kalau boleh curhat, pernah nih suatu ketika saat sedang mengikuti sekolah propaganda Green Force, saya memasang <em>banner</em> sampai menutupi tulisan di Plaza UNJ. Responnya mantap, langsung ditanya-tanya satpam hehe. Lah ini kok yang katanya gak punya koordinasi sama sekali bisa asik masang-masang sampe naik-naik keatas hehehe. Lucu sekali UNJ hari ini.&#8221;</p>
<p>Berdasarkan rilis tentang pecopotan logo dan tulisan UNJ di Plaza UNJ dari Humas UNJ</p>
<p>&#8220;Berkenaan dengan kegiatan <em>shooting</em> sinetron ramadhan yang dilakukan oleh Production House PT Digital Network Aestetik (PT DNA) di Plaza UNJ pada hari Sabtu, 7 Mei 2016 pukul 11.30 WIB, kami perlu menyampaikan beberapa hal terkait penutupan logo dan tulisan UNJ di Plaza UNJ:</p>
<ol>
<li>Pada sekitar pukul 11.30, untuk keperluan shooting PT DNA melakukan tindakan penutupan logo dan tulisan Universitas Negeri Jakarta di Plaza UNJ dan menggantinya dengan tulisan Senior High School Galaxy.</li>
<li>Penutupan logo dan tulisan tersebut dilakukan PT DNA secara sepihak dan tanpa berkoordinasi dengan pihak UNJ.</li>
<li>Pukul 12.44 WIB pihak humas meminta agar PT DNA melepas dan menurunkan tulisan tersebut.</li>
<li>Pihak PT DNA langsung menurunkan penutup tulisan tersebut dan menyampaikan bahwa belum sempat dilakukan pengambilan gambar pada saat logo dan tulisan UNJ tersebut ditutup karena kondisi saat itu hujan.</li>
<li>Pihak Humas UNJ juga meminta agar pihak PT DNA membuat surat pernyataan tertulis yang berisi permohonan maaf PT DNA kepada civitas akademika UNJ atas kekeliruannya tersebut dan tidak mengulanginya.</li>
<li>PT DNA menyatakan bahwa penutupan logo dan tulisan tersebut murni karena kekeliruan dan ketidaktahuan mereka, semata mata hanya untuk mengejar <em>deadline shooting</em>.</li>
</ol>
<p>Demikian rilis ini dibuat untuk mengklarifikasi berita yang selama ini berkembang.&#8221;</p>
<p>Berikut ini adalah surat Permohonan Maaf dari PT. Digital Network Aestetik (PT DNA) yang ditujukan kepada rektor UNJ.</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class=" wp-image-2866 aligncenter" src="http://unjkita.com/wp-content/uploads/2016/05/Surat-Permohonan-Maaf.jpg" alt="Surat Permohonan Maaf" width="410" height="583" srcset="https://unjkita.com/wp-content/uploads/2016/05/Surat-Permohonan-Maaf.jpg 675w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2016/05/Surat-Permohonan-Maaf-105x150.jpg 105w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2016/05/Surat-Permohonan-Maaf-422x600.jpg 422w" sizes="auto, (max-width: 410px) 100vw, 410px" /></p>
<p>Ada apa dengan UNJ? Menjelang Dies Natalis UNJ yang ke-52, bisa-bisanya jati diri UNJ dibongkar pasang untuk keperluan <em>syuting</em> sinetron.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>The post <a href="https://unjkita.com/jati-diri-unj-dibongkar-pasang-untuk-syuting-sinetron/">Jati Diri UNJ Dibongkar Pasang untuk Syuting Sinetron</a> appeared first on <a href="https://unjkita.com">UNJKita.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
