<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Dies Natalis UNJ Archives - UNJKita.com</title>
	<atom:link href="https://unjkita.com/tag/dies-natalis-unj/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://unjkita.com/tag/dies-natalis-unj/</link>
	<description>Saling Menginspirasi untuk Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Fri, 26 May 2017 11:32:29 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.4</generator>

<image>
	<url>https://unjkita.com/wp-content/uploads/2018/08/cropped-unjkita-32x32.png</url>
	<title>Dies Natalis UNJ Archives - UNJKita.com</title>
	<link>https://unjkita.com/tag/dies-natalis-unj/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Pembukaan Dies Natalis Ke-53 Universitas Negeri Jakarta</title>
		<link>https://unjkita.com/pembukaan-dies-natalis-ke-53-universitas-negeri-jakarta/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[UNJKita.com &#124; @pemburukampus]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 18 May 2017 00:43:08 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Info]]></category>
		<category><![CDATA[Berita UNJ]]></category>
		<category><![CDATA[Dies Natalis UNJ]]></category>
		<category><![CDATA[Pesta Literasi 2017]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://unjkita.com/?p=9431</guid>

					<description><![CDATA[<p>UNJKita.com &#8211; Senin (15/5) sebuah panggung megah berdiri di tengah lapangan UPT Universitas Negeri Jakarta. Matahari menyinari tiang-tiang pancangnya ketika perkuliahan akan segera dimulai. Tenda...</p>
<p>The post <a href="https://unjkita.com/pembukaan-dies-natalis-ke-53-universitas-negeri-jakarta/">Pembukaan Dies Natalis Ke-53 Universitas Negeri Jakarta</a> appeared first on <a href="https://unjkita.com">UNJKita.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>UNJKita.com &#8211; Senin (15/5) sebuah panggung megah berdiri di tengah lapangan UPT Universitas Negeri Jakarta. Matahari menyinari tiang-tiang pancangnya ketika perkuliahan akan segera dimulai. Tenda dan bangku tersusun rapi siap menyambut hadirin. Nantinya bangku itu akan diisi oleh oleh kalangan birokrat  yang diantaranya merupakan  rektor  UNJ, wakil beserta pembantunya, dosen dan mahasiswa UNJ. Pengadaan panggung ini sebagai bagian dari perayaan ulang tahun kampus Universitas Negeri Jakarta yang ke 53.</p>
<p>Dies Natalis identik dengan peringatan hari lahir suatu organisasi atau lembaga, yang dianggap sebagai suatu peristiwa penting ataupun bersejarah dan menandai awal suatu perjalanan kehidupan organisasi atau lembaga tersebut. Biasanya peringatan tersebut dilaksanakan dengan penuh syukur atas pencapaian yang telah terwujud.</p>
<p>Acara berlangsung pukul dua siang. Beberapa banner ditata mengelilingi lapangan kampus. Hadirin yang datang memanfaatkannya untuk berfoto bersama atau sekadar selfie memuaskan hasrat. Hadirin yang datang juga bisa membubuhkan tanda tangan di salah satu banner yang disediakan serta menyampaikan harapan dan doa untuk UNJ di hari ulang tahunnya.</p>
<p>Kembali ke saat penyelenggaraan acara, acara dibuka dengan alunan orkestra Batavia. Orkestra ini terdiri dari mahasiswa-mahasiswi aktif UNJ dari Fakultas Bahasa dan Seni dan sudah tampil diberbagai acara.</p>
<p>Acara Dies Natalis siang hari itu berlangsung meriah dan kental dengan unsur kebudayaan Indonesia. Kursi penonton dipenuhi oleh hadirin yang berbusana batik dan encim. Mata pengunjung dihibur oleh lakon teater yang diperankan mahasiswi-mahasiswi yang berperan sebagai wirausaha muda. Kemudian pengunjung dipukai oleh suara indah Putry Tami yang menyanyikan lagu-lagu daerah Indonesia. Ketika ia mulai bernyanyi satu per satu penari melenggang keatas panggung.  Penari-penari itu menarikan tarian dari berbagai daerah di seluruh Nusantara diantaranya, tari kreasi Betawi, Tor-Tor Somba dan tari Gong yang merupakan tarian khas suku Dayak. Suasana makin meriah ketika beberapa orang laki-laki menghentak panggung dengan kulit yang telah diwanai cokelat gelap. Mereka merupakan mahasiswa jurusan seni tari UNJ yang membawakan tarian asal Papua. Arti dari kebersamaan, cinta kasih dan nilai juang tinggi berusaha disampaikan dalam tarian tersebut.</p>
<p>Acara siang hari itu ditutup dengan alunan lagu Padamu Negeri. Aditya Andriyanto selaku pianis yang memandu Batavia Chamber Orkestra berhasil memukau seluruh hadirin hingga terbuai dalam indahnya lagu-lagu Indonesia.</p>
<p>Diwawancarai dari salah satu panita di setelah selesai acara, kesuksesan penyelenggaraan hari itu berkat mahasiswa-mahasiswi UNJ yang telah berlatih keras untuk mempersiapkan Dies Natalis kali ini. Semeriah apapun suatu acara esensi yang diharapkan dari pertambahan usia kampus UNJ adalah perbaikan dan pelayanan kampus yang lebih baik. Bukan hanya gegap gempitanya namun esensi yang diharapkan bagi seluruh kalangan kampus.</p>
<p><strong>Oleh: Athaya Irfan (Pendidikan Geografi UNJ Angkatan 2016)</strong><br />
<em>Tulisan ini dipersembahkan untuk Pesta Literasi 2017 yang diselenggarakan oleh UNJKita.</em></p>
<p>The post <a href="https://unjkita.com/pembukaan-dies-natalis-ke-53-universitas-negeri-jakarta/">Pembukaan Dies Natalis Ke-53 Universitas Negeri Jakarta</a> appeared first on <a href="https://unjkita.com">UNJKita.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Hijau dengan berbagai Warna&#8217;nya</title>
		<link>https://unjkita.com/hijau-dengan-berbagai-warnanya/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[UNJKita.com &#124; @pemburukampus]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 27 May 2016 13:42:48 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Suara Anda]]></category>
		<category><![CDATA[Dies Natalis UNJ]]></category>
		<category><![CDATA[Pesta Literasi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://unjkita.com/?p=3060</guid>

					<description><![CDATA[<p>Hijau adalah bagian dari warna yang merupakan suatu ciri khas yang dimiliki UNJ sebagai warna’nya. namun apakah kita sadar bahwasanya seiring dengan berjalannya waktu yang...</p>
<p>The post <a href="https://unjkita.com/hijau-dengan-berbagai-warnanya/">Hijau dengan berbagai Warna&#8217;nya</a> appeared first on <a href="https://unjkita.com">UNJKita.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Hijau adalah bagian dari warna yang merupakan suatu ciri khas yang dimiliki UNJ sebagai warna’nya. namun apakah kita sadar bahwasanya seiring dengan berjalannya waktu yang menjadikan tiap detiknya mampu menuliskan lembaran-lembaran sebagai saksi bisu dalam perkembangan sejarah peradaban kampus pergerakkan pendidikan dengan warna hijaunya ini. Beberapa hari lalu, telah kita lalui bersama suatu momentum bersejarah bagi Universitas Negeri Jakarta yakni pada 16 Mei 2016 yang merupakan suatu perayaan Dies Natalis UNJ ke 52 tahun. Ya, sudah lebih dari setengah dekade kampus ini berdiri dengan kokoh ditengah hiruk pikuk Ibukota Negara Indonesia. Perayan HUT UNJ bukan suatu perayaan yang hanya dapat dinikmati untuk satu elemen dalam kampus melainkan perayaan bagi seluruh lapisan yang berada di kampus UNJ.</p>
<p style="text-align: justify;">Perayaan ini sekaligus menjadi sebuah tempat dimana para mahasiswa, dosen, penggiat pendidikan, dan elemen-elemen kampus lainnya berkumpul, melepas penat dan saling bercerita tentang keadaan UNJ saat ini. Jika dapat dijabarkan banyak sekali polemik berwarna yang terjadi di kampus dalam beberapa waktu ini, diantaranya aktivis mahasiswa yang di hampir di DO karena dianggap mencemarkan nama baik dengan mengkritisi suatu kebijakan kampus, lalu keadaan lahan parkiran UNJ yang kurang layak sehingga menelan korban dengan kasus terjatuh dari lantai 5.</p>
<p style="text-align: justify;">Lagi-lagi diparkiran, ya terlihat deretan bus warna hijau dengan tulisan “Bus Mahasiswa Universitas Negeri Jakarta” yang sudah mulai berkarat. Dahulu, bus ini merupakan salah satu sarana transpotasi untuk mahasiswa terkhusus yang tinggal di bekasi dan saat ini sudah tidak beroperasi lagi. Selanjutnya, beralih ke salah satu gedung yang sudah cukup tua berada di UNJ yakni gedung perpustakaan yang keadaannya sudah cukup baik dalam segi SIMnya (sistem informasi manajemen) namun, dalam pengadaaan sumber buku, penataan tata letak, dan perawatan buku masi terbilang belumbaik.</p>
<p style="text-align: justify;">Adapun kondisi tempat makan paling fenomenal di UNJ yakni kantin Blok M yang kondisinya kurang tertata dengan baik dan hawa yang panas. Dan selanjutnya kasus baru-baru ini yakni pembongkaran jati diri UNJ dengan menambal logo terntentu pada tugu perjuangan UNJ tanpa seizin pihak kampus hal ini mengundang banyak reaksi dari berbagai pihak yang mengindikasikan kurangnya pengawasan dalam hal penjagaan identitas kampus. Hmm.. dan masi banyak warna yang dapat mewarnai lika liku UNJ ini.</p>
<p style="text-align: justify;">Namun, dibalik warna &#8211; warni yang melapisi hijau gelap ini terdapat hal yang membanggakan yakni kampus telah mendukung mahasiswa untuk menjadi wirausahawan salah satunya dengan mengadakan Program Mahasiswa Wirausaha lalu peresmian UNJ corner sebagai tempat mahasiswa untuk berwirausaha. Dan banyaknya kejuaran-kejuaran dalam bidang keolahragaan yang diraih dalam kancah nasional maupun internasional dan pembuatan lapangan serbaguna di depan aula UPT Perpustakaan ini menjadi sarana untuk semua civitas akademik UNJ dalam berolahraga. Selanjutnya, pada hari rabu, 23 maret 2016 lalu, Universitas Negeri Jakarta berhasil melahirkan 2.223 wisudawan dan wisudawati dari jenjang Diploma 3 (D3), Strata 1 (S1), Strata 2 (S2), Strata 3 (S3). Pelaksanaan upacara wisuda pada semester ganjil 2015/2016 berlangsung di Jakarta International Expo (JIE) Kemayoran, Jakarta Pusat.</p>
<p style="text-align: justify;">Ternyata, dibalik berbagai permasalahan dalam UNJ ada pula suatu kebanggaan untuk kampus tercinta ini. Pada intinya semua kembali kepada pribadi masing-masing. Setiap bagian memiliki perannya entah dalam bidang perbaikan ataupun problem maker. Sebagai mahasiswa biasa saya berpesan agar para pejabat-pejabat kuy lihat UNJ dengan berjalan kaki, dan saya berharap semoga UNJ kelak dapat lebih baik dari sebelumnya. Ingat, jika tiap-tiap komponen berjalan dan bersinergi dengan baik (sesuai haknya) maka sistem akan berjalan dengan baik juga dan sebaliknya. Maka dari itu, mari mulai dari saat ini sama-sama kita lakukan perubahan dari diri sendiri untuk menuju UNJ hijau yang berwarna dengan prestasi yang gemilang.</p>
<p style="text-align: justify;">Oleh: <strong>Bilifano Hasby Ardan</strong><br />
bilifanooo.blogspot.com</p>
<p>The post <a href="https://unjkita.com/hijau-dengan-berbagai-warnanya/">Hijau dengan berbagai Warna&#8217;nya</a> appeared first on <a href="https://unjkita.com">UNJKita.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>5000 Mahasiswa UNJ Siap Kepung Rektorat 30 Mei Mendatang</title>
		<link>https://unjkita.com/5000-mahasiswa-unj-siap-kepung-rektorat-30-mei-mendatang/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Gia Ghaliyah]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 27 May 2016 02:00:47 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Info]]></category>
		<category><![CDATA[Dies Natalis UNJ]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://unjkita.com/?p=3115</guid>

					<description><![CDATA[<p>UNJKita.com &#8211; Aliansi Mahasiswa UNJ bersatu yang terdiri dari berbagai elemen, komunitas, organisasi, kumpulan tongkrongan serta seluruh mahasiswa yang peduli berniat untuk merayakan ulang tahun UNJ...</p>
<p>The post <a href="https://unjkita.com/5000-mahasiswa-unj-siap-kepung-rektorat-30-mei-mendatang/">5000 Mahasiswa UNJ Siap Kepung Rektorat 30 Mei Mendatang</a> appeared first on <a href="https://unjkita.com">UNJKita.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>UNJKita.com</strong> &#8211; Aliansi Mahasiswa UNJ bersatu yang terdiri dari berbagai elemen, komunitas, organisasi, kumpulan tongkrongan serta seluruh mahasiswa yang peduli berniat untuk merayakan ulang tahun UNJ dengan mengadakan Dies Natalis versi Mahasiswa.</p>
<p>&#8220;5000 mahasiswa se-UNJ berikrar akan merayakan Dies Natalis Mahasiswa dengan cara damai. Kita akan merayakan Dies Natalis di depan Rektorat UNJ,&#8221; ungkap Aliansi Mahasiswa UNJ Bersatu melalui <i>broad cast </i>yang sudah tersebar di media sosial.</p>
<p>Dies Natalis Mahasiswa merupakan perayaan yang tak mengeluarkan uang sepeserpun. Tak menghambur-hamburkan uang sedikitpun. Mahasiswa UNJ akan sama-sama merayakan kematian nurani petinggi kampus yang tahun ini kembali menaikan nominal Uang Kuliah Tunggal, dan mewajibkan mahasiswa yang lolos Penmaba (Ujian Mandiri UNJ) untuk membayar uang pangkal sebesar 15 Juta.</p>
<p>&#8220;Jadi inget dulu, seneng sih buka web PENMABA dapat ucapan selamat. Tapi pas liat UKT kok yoooo sesak napas. Dua tahun lalu aja udah bikin sesak, gimana sekarang ini? Kenapa UKT seketika mengalami pengintegralan secara drastis tanpa ada transparansi ? Fasilitas udah oke? TIDAK. Kualitas udah oke? TIDAK! Lalu untuk apa? Kusayangi pendidikan di kampus ini,&#8221; ungkap Lutvi Vitria Kadarwati, Mahasiswa UNJ.</p>
<div class="text_exposed_show">
<p>Aliansi ini mengundang Calon Mahasiswa Baru untuk bergabung dalam Dies Natalis Mahasisa UNJ, sebagaimana mereka adalah angkatan yang paling merasakan kekejaman UKT pada tahun ini. Dan juga bagi seluruh mahasiswa UNJ yang melihat bagaimana kejamnya kampus kita menutup akses bagi masyarakat bawah yang ingin turut merasakan proses menimba ilmu bersama kita.</p>
<p>&#8220;Hari ini (27/05/2016) pukul 15.30 WIB akan diadakan konsolidasi teknis lapangan untuk persiapan amunisi di Terbuk UNJ. Bergabunglah, karena hati nuranimu berontak,&#8221; ungkap Aliansi Mahasiswa UNJ Bersatu.</p>
<p>30 Mei 2016, Aliansi Mahasiswa UNJ Bersatu mengajak ribuan Mahasiswa UNJ merayakan ulang tahun UNJ di depan Rektorat Universitas Negeri Jakarta.</p>
<p>&#8220;Kita semua sama-sama merasakan kuliah mahal. Lantas apa yang jadi alasan kita untuk berdiam diri?&#8221; pungkas mereka.</p>
<p style="padding-left: 30px;"><em><strong>&#8220;Sejarah dunia adalah sejarah orang muda, jika angkatan muda mati rasa, maka matilah sebuah bangsa&#8221;</strong></em></p>
<p style="padding-left: 30px;">
</div>
<p><iframe src="https://www.youtube.com/embed/nutVSmHFvIo" width="620" height="315" frameborder="0" allowfullscreen="allowfullscreen"></iframe></p>
<p>The post <a href="https://unjkita.com/5000-mahasiswa-unj-siap-kepung-rektorat-30-mei-mendatang/">5000 Mahasiswa UNJ Siap Kepung Rektorat 30 Mei Mendatang</a> appeared first on <a href="https://unjkita.com">UNJKita.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>UKT: (U)ntuk Pendidikan(K)u Hanya (T)inggal Mimpi</title>
		<link>https://unjkita.com/ukt-untuk-pendidikanku-hanya-tinggal-mimpi/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[UNJKita.com &#124; @pemburukampus]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 24 May 2016 05:07:47 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Suara Anda]]></category>
		<category><![CDATA[Dies Natalis UNJ]]></category>
		<category><![CDATA[Pesta Literasi]]></category>
		<category><![CDATA[UKT UNJ]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://unjkita.com/?p=3063</guid>

					<description><![CDATA[<p>Pendidikan adalah kebutuhan yang harus didapatkan oleh setiap insan manusia. Dengan pendidikan, manusia bisa memanusikan manusia seutuhnya. Melalui pendidikan setiap manusia bisa mencapai aktuliasai diri...</p>
<p>The post <a href="https://unjkita.com/ukt-untuk-pendidikanku-hanya-tinggal-mimpi/">UKT: (U)ntuk Pendidikan(K)u Hanya (T)inggal Mimpi</a> appeared first on <a href="https://unjkita.com">UNJKita.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Pendidikan adalah kebutuhan yang harus didapatkan oleh setiap insan manusia. Dengan pendidikan, manusia bisa memanusikan manusia seutuhnya. Melalui pendidikan setiap manusia bisa mencapai aktuliasai diri setiap manusia. Begitu pentingnya peran pendidikan dalam kehidupan manusia, tanpa pendidikan manusia tidak akan bisa merubah dirinya sendiri menjadi lebih baik. Kalau kita ingin meihat negara itu maju kita lihat saja seberapa serius negara itu memajukan pendidikan.</p>
<p>Tetapi apa yang terjadi di negeri tercinta Indonesia, pendidikan di Indonesia banyak carut marut dalam pendidikan itu sendiri. Di Indonesia masalah pendidikan sangat komplek dari pergantian kurikulum yang begitu sering, kualitas tenaga pengajar, sarana yang tidak standar, banyak ketimpangan pendidikan yang tidak merata sampai ke daerah perbatasan, dan masih banyak lagi. Semua permasalahan itu bisa terjadi karena masalah pendanaan.</p>
<p>Begitu terkejutnya lagi tahun ini mendengar dana BOPTN (Bantuan Operasional Pendidakan Tinggi Negeri) salah satu kampus di Jakarta, yaitu Universitas Negeri Jakarta turun yang mengakibatkan Uang Kuliah Tunggal (UKT) pada UNJ terjadi kenaikan dan terlebih tahun ini sesuai peraturan menteri, jalur mandiri boleh ada penarikan uang pangkal sebesar 15 juta rupiah. Kalau kita akan bahas UKT, kita akan selalu membahas BKT (Biaya Kuiah Tunggal). Penghitungan UKT (Uang kuliah Tunggal) adalah dana BKT dikurangi dana BPOTN. Jadi, dana BOPTN berkurang, maka ada efek naiknya dana UKT pada setiap PTN yang dananya dikurangi.</p>
<p>UKT (Uang Kuliah Tunggal) adalah biaya kuliah yang harus dibayar mahasiswa yang akan kuliah di PTN. UKT (Uang Kuliah Tunggal) adalah cara pembayaran yang bayarannya sesuai dengan kemampuan ekonomi orang tua dan yang menangung mahasiswa itu dan besarnya UKT di kampus selama 8 semester aktif,  sesuai dalam PERMENRISTEKDIKTI no 22 Tahun 2015 dalam pasal 1 dan 2.</p>
<p>Saya senang sekali dengan cara bayaran seperti itu sudah tidak ada alasan lagi untuk tidak kuliah karena alasan tidak sanggup dengan dana. Dengan sistem bayaran UKT, saya berharap impian pendidikan bisa merata ke setiap golongan masyarakat kerena pada golongan 1 mahasiswa hanya bayar di bawah 500 ribu dan golongan 2 mahasiswa hanya membayar di bawa 1 juta saja. Setiap golongan itu, PTN harus memenuhi kuota setiap golonganya minimal 5 % dari kuota jumlah mahasiswa dari tiap PTN tidak ada batas atasnya.</p>
<p>UKT, sistem bayaran yang baru diterapkan di UNJ sejak tahun 2012. Adapun keanehan saat itu yang terjadi adalah bagaimana sistem UKT terlalu dipaksakan di UNJ pada tahun 2012, sedangkan PTN lain belum menerapkannya. Saat itu, SK rektorat belum ditanda tangani sampai beberapa hari sebelum penerimaan mahasiswa baru UNJ lewat jalur SNMPTN akan lapor diri, bahkan isu yang berkembang penolakan sistem UKT itu telah disetujui oleh pihak Rektor UNJ.</p>
<p>Namun apa yang terjadi, SK rekotrat telah terbit dan ditanda tangani saat hari libur dan telah berlaku utuk mahasiswa baru jalur SNMPTN. Padahal, persiapan perhitungan UKT belum jelas dan golongan bayaran saat itu cuma ada dua, yaitu golongan untuk jalur reguler dan non reguler saja. Bagiamana sistem bayaran UKT, jika ada mahasiswa yang lewat masa studinya? Bagiamana cara verifikasi data untuk masuk golongan tertentu?</p>
<p>Di UNJ, setiap tahun UKT mengalami perbaikan selama penerapananya, tetapi tetap saja ada kesalahan yang tidak bisa dihindari permasalahannya. Ada saja permasalahan yang terjadi tiap tahunnya, seperti dari orang tua yang tidak paham dengan sistem UKT, ada yang menganggap UKT itu seperti uang pangkal yang besar di awal dan akan turun pada semester berikutnya, dan lain-lain.</p>
<p>Hal-hal tersebut yang membuat saya tidak abis pikir dengan kampus ini, sudah jelas di peraturnya setiap PTN harus menyediakan minimal 5% setiap golongan 1 dan 2 dari kuota PTN tersebut. Namun apa yang terjadi dari tahun 2013/2014 kuota itu tidak terpenuhi, fakta saat verifikasi ada yang bermasalah dari penentuan UKT hanya melihat pengahasilan orang tua saja, tanpa melihat tanggungan anaknya yang lain dan masih bersekolah dan ini yang membuat saya sakit hati saat verifikasi orang tua mahasiswa di arahkan untuk golongan di atas golongan 2 padahal dari kemampuan ekonomi harus masuk golongan 1 atau 2.</p>
<p>Bahkan sempat ada ancaman jika tidak mau menerima besaran UKT yang telah ditetapkan, maka anaknya akan dibatalkan penerimannya di UNJ. Terlebih tahun ini, UKT naik dari tahun kemarin, karena BOPTN turun dari pemerintah dan berlakunya uang pangkal yang besarnya bukan main, yaitu sebesar 15 juta untuk jalur mandiri.</p>
<p>Kembali lagi, anak jalur mandiri menjadi sapi perah untuk kampus ini. Memang ada anggapan anak jalur mandiri itu anak yang mampu, tetapi tidak semua seperti itu! Mereka masuk jalur mandiri karena ada rasa ingin meraih pendidikan yang tinggi sehingga mereka bisa mencapai cita-cita dan impian dari masa kecil. Sudah banyak anak-anak di negeri ini yang putus sekolah karena biaya pendidikan yang mahal.</p>
<p>Apakah negeri dan kampus ini akan mengubur semuan impian anak-anak kecil yang suatu saat akan menjadi pemimpin di bangsa ini? Saya sangat hapal dengan moto kampus UNJ, yaitu “Building Future Leader”. Apakah motto tersebut hanya akan menjadi sebatas impian? Terlebih bulan ini adalah Dies Natalis UNJ yang ke-52. INIKAH KADO YANG AKAN DIBERIKAN UNTUK PARA PENERUS BANGSA INDONESIA? APAKAH ACARA ULANG TAHUN INI PANTAS DILAKSANKAN DI HARU BIRU KESEDIHAN CALON-CALON PEMIMPIN BANGSA YANG TIDAK BISA KULIAH?</p>
<p>Oleh <strong>Septiyono Lala Priyo Bodo</strong> (Pendidkan Teknik Elektro 2011)</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>The post <a href="https://unjkita.com/ukt-untuk-pendidikanku-hanya-tinggal-mimpi/">UKT: (U)ntuk Pendidikan(K)u Hanya (T)inggal Mimpi</a> appeared first on <a href="https://unjkita.com">UNJKita.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>UNJ Bukan Sekadar Kampus, Tapi&#8230;</title>
		<link>https://unjkita.com/unj-bukan-sekadar-kampus-tapi/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[UNJKita.com &#124; @pemburukampus]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 12 May 2016 10:05:54 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Suara Anda]]></category>
		<category><![CDATA[Dies Natalis UNJ]]></category>
		<category><![CDATA[Pesta Literasi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://unjkita.com/?p=3007</guid>

					<description><![CDATA[<p>Druuuum&#8230;..druuum&#8230;..suara motor begitu memekik telinga. Suasana malam Kota Jakarta masih hingar bingar, angin malam seakan terpendar, lalu berpencar karena tersibak sorot lampu motor yang memboncengku...</p>
<p>The post <a href="https://unjkita.com/unj-bukan-sekadar-kampus-tapi/">UNJ Bukan Sekadar Kampus, Tapi&#8230;</a> appeared first on <a href="https://unjkita.com">UNJKita.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div id="yui_3_16_0_ym19_1_1463046700094_2359" class="body undoreset" tabindex="0">
<div id="yui_3_16_0_ym19_1_1463046700094_2358" class="email-wrapped">
<div id="yiv9426739045">
<div dir="ltr"></div>
<p>Druuuum&#8230;..druuum&#8230;..suara motor begitu memekik telinga. Suasana malam Kota Jakarta masih hingar bingar, angin malam seakan terpendar, lalu berpencar karena tersibak sorot lampu motor yang memboncengku usai mengisi seminar Quran di MIPA UNJ.</p>
<p>Dalam perjalan pulang tersebut, sang mahasiswa bertanya sambil menyetir motornya. &#8220;Abang <em>kan</em> alumni FIS Jurusan Sejarah ya? Kok kaya lulusan syariah sih? Belajar dimana?&#8221;</p>
<p>Pertanyaan yang ia lontarkan seakan memutar roda waktu, membalik lembaran-lembaran tahun yang telah terlewati hingga berhenti pada lembaran tahun 2005, tahun ketika kaki ini tiba pertama kali di Gedung K UNJ Fakultas Ilmu Sosial sebagai mahasiswa baru Jurusan Sejarah.</p>
<p>Dalam proses lapor diri ketika itu, kami mahasiswa baru harus berkeliling melewati beberapa pos sejak di BAAK hingga fakultas. Di depan BAAK telah berkumpul banyak senior dengan <em>stand</em>-nya masing-masing, terlihat <em>stand</em> BEMJ, HMJ, BEMF dan berbagai organ ekstra kampus. Usai melewati stand-stand tersebut tibalah kami di Fakultas, di sana terdapat salah satu pos yang di gawangi oleh Islamic Center Al Ijtimai (Lembaga Dakwah FIS).</p>
<p>Ternyata di <em>stand</em> ini kami di tes bacaan Quran oleh beberapa kakak senior. Saya mengamati beberapa mahasiswa baru yang telah menjalani tes lebih dulu, ada Maba yang mampu membaca Quran dengan Fasih, namun adapula yang gugup hingga sering kali huruf ha tertukar dengan huruf jim ketika dibaca.</p>
<p>Saya termasuk Maba yang sangat gugup ketika tes, sebab meskipun sudah menghafal juz 30 ketika SD dan menambah hafalan di SMP Islam Al Hasanah, namun saat SMA hafalan sudah sangat banyak yang hilang, aktivitas membaca Quran di waktu SMA rasanya bisa dihitung dengan jari, itupun di bulan Ramadhan saja, jangan tanya ya di luar Ramadhan. Masih shalat lima waktu pun sudah cukup, karena di waktu SMA saya termasuk STMJ (Sholat Tetap Maksiat Jalan).</p>
<p>Usai tes baca Quran, saya sempat diskusi dengan beberapa kawan sesama Maba dan ternyata pikiran kami sama. &#8220;Untuk apa diadakan tes bacaan Quran bagi Maba?&#8221;</p>
<p>Dalam perjalanan waktu, kami baru mengetahui ternyata tes bacaan Quran tersebut dalam rangka memetakan kemampuan bacaan Quran mahasiswa dan akan dikaji <em>follow up</em>-nya, karena ICA menginginkan agar mahasiswa muslim FIS dapat membaca Quran dengan baik dan benar! Waw&#8230;.</p>
<p>Kepedulian LDF ICA terhadap kemampuan membaca Quran mahasiswa tentunya menjadi nilai plus bagi saya di awal memasuki dunia kampus. Kesan Jakarta sebagai kota metropolis nan individualis seakan hilang sebab ternyata masih banyak anak-anak muda, para mahasiswa UNJ yang begitu peduli pada kemampuan mengaji mahasiswa barunya.</p>
<p>Usai tes ternyata benar-benar ada follow up yang dilakukan, sayapun mulai mengikuti pembelajaran Quran di Mushola. Pada pertemuan pertama saya berkenalan dan ditanya jumlah hafalan oleh Ustadz Jauharul Chitam, Mahasiswa Geografi 2004 yang telah Hafidz Quran 30 Juz sejak SMP. Selain menempuh pendidikan di UNJ ia pun tercatat sebagai mahasiswa LIPIA Jakarta.</p>
<p>Setelah perkenalan singkat, saya<em> pun</em> menyetorkan pertama kali kepadanya dua surat andalan yang saya yakini masih sangat mutqin, yaitu Yaasin dan Arrahman, karena dua surat tersebut masih rutin saya baca tiap malam Jumat di kampung. Usai menyetorkan, Arul memberitahukan saya bahwa jumlah kesalahan dari dua surat itu ada 23 kesalahan!</p>
<p><em>What?</em> Surat yang paling saya yakini masih sangat kuat melekat ternyata memiliki kesalahan sebanyak itu. Tapi saya meyakini,<em> &#8220;You cannot change the wind Direction, but You Can Only Change Your Wing direction.&#8221;</em> Artinya,<em> </em>Arah angin takkan mampu saya rubah, namun saya bisa mengubah arah sayap itu.</p>
<p>Sejak pertemuan pertama itu saya mengazzamkan dalam hati untuk memaksimalkan belajar Quran di UNJ selain juga mengikuti proses perkuliahan di jurusan sejarah.</p>
<p>Seminggu dua kali saya menyetorkan hafalan pada Ustadz Arul di Mushola FIS, terkadang kami menyetorkan hafalan di pelataran MNI sambil merasakan terpaan angin sore. Sosok Arul bagi saya pada saat itu adalah sosok yang aneh bin ajaib, sebab memasuki millenium 2000 tatkala <em>handphone</em> canggih biasanya menjadi pelengkap saku baju, ia justru melengkapi sakunya dengan mushaf Quran. Ketika banyak orang mendengarkan musik dari MP3 atau <em>handphon</em>e-nya disaat menyetir motor, ia justru me-<em>murojaah</em> hafalannya.</p>
<p>Setelah cukup lama bergabung dalam Halaqoh Quran Ustadz Arul, saya dilibatkan untuk &#8220;bantu-bantu&#8221; mengembangkan komunitas Quran UNJ bernama Quran Institute. Bagi saya Quran Institute telah sangat mewarnai diri saya pribadi dan tentunya UNJ,sebab belum banyak-saat itu-kampus negeri yang konsen pada Tahsin dan Tahfidz Quran.</p>
<p>Quran Institute UNJ telah menjadi wadah pembangunan jaringan Quran yang luar biasa,sebab dengan wasilah Quran Institute saya sempat belajar Tahsin selama 3 tahun pada Ustadz Ahmad Ridwan, Lc hingga berlanjut pada matan ilmu syar&#8217;i lainnya, bersama Quran Institute kami Talaqi dengan ustadz-ustadz besar yang kini wajahnya sering muncul di TV, termasuk Talaqi dengan Allahuyarham Ustadz Ahmad Muzammil, Al Hafidz.</p>
<p>Melalui organisasi ini pula saya mendapatkan akses hingga mendapatkan Beasiswa AMCF (Asian Moslem Charity Foundation) untuk belajar di Ma&#8217;had Utsman Bin Affan dan berlanjut belajar Bahasa Arab di Lipia.</p>
<p>Quran Institute, aktivis Dakwah UNJ, dan tentunya para dosen yang telah sangat ikhlas mengajar telah banyak merubah hidup saya yang awalnya sangat nakal dan STMJ, <em>alhamdulillah</em> sempat menjadi juara 1 MHQ UNJ dan mewakili kampus dalam event MTQ Mahasiswa Nasional di Nangroe Aceh Darussalam.</p>
<p>Maka, bagi saya UNJ bukan sekadar kampus, tapi juga pesantren mahasiswa yang mendekatkan mahasiswanya dengan Quran, UNJ bukan sekadar kampus tapi juga ladang amal dan ladang dakwah.</p>
<p>Memasuki usia UNJ yang ke-52 pada tanggal 16 Mei 2016, saya berharap UNJ semakin maju memunculkan sosok guru yang cerdas secara intelektual, menjunjung tinggi moralitas dan kaya akan karya nyata nan bermanfaat bagi nusa dan bangsa.</p>
<p><strong>Selamat Dies Natalis Almamamaterku!</strong></p>
<p><strong>Oleh: Fahmi Irhamsyah (FIS, Jurusan Sejarah 2005)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
</div>
</div>
</div>
<p>The post <a href="https://unjkita.com/unj-bukan-sekadar-kampus-tapi/">UNJ Bukan Sekadar Kampus, Tapi&#8230;</a> appeared first on <a href="https://unjkita.com">UNJKita.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Apa Kabar UNJ di Bawah Kepemimpinan Rektor Prof. Dr. Djaali?</title>
		<link>https://unjkita.com/apa-kabar-unj-di-bawah-kepemimpinan-rektor-prof-dr-djaali/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Hadi Azolla]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 12 May 2016 09:27:56 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Suara Anda]]></category>
		<category><![CDATA[Dies Natalis UNJ]]></category>
		<category><![CDATA[Pesta Literasi]]></category>
		<category><![CDATA[Rektor UNJ]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://unjkita.com/?p=2951</guid>

					<description><![CDATA[<p>Lebih dari dua tahun Prof. Dr. Djaali memegang tampuk kekuasaan eksekutif tertinggi di Universitas Negeri Jakarta. Sejak dilantik sebagai Rektor UNJ pada tanggal 28 April...</p>
<p>The post <a href="https://unjkita.com/apa-kabar-unj-di-bawah-kepemimpinan-rektor-prof-dr-djaali/">Apa Kabar UNJ di Bawah Kepemimpinan Rektor Prof. Dr. Djaali?</a> appeared first on <a href="https://unjkita.com">UNJKita.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Lebih dari dua tahun Prof. Dr. Djaali memegang tampuk kekuasaan eksekutif tertinggi di Universitas Negeri Jakarta. Sejak dilantik sebagai Rektor UNJ pada tanggal 28 April 2014, berbagai dinamika terus bermunculan. Masalah kampus seolah tidak ada matinya. Di sisi lain, berbagai perubahan positif juga terus terukir. Kini, UNJ di bawah kepemimpinan Prof. Dr. Djaali terus bergelut dengan waktu untuk mengukir tapak tilas perjalanan di dunia pendidikan.</p>
<p style="text-align: justify;">Mantan Direktur Pascasarjana UNJ yang pernah mendapat tanda kehormatan “Satyalancana Karya Satya 30 Tahun” ini berhasil menjadi Rektor UNJ setelah mendapat suara mayoritas di pemilihan rektor. Ia unggul dengan selisih lima suara dari pesaing terberatnya Prof. Dr. Ilza Mayuni. Selain sebagai Rektor UNJ, Guru Besar UNJ yang lahir di Buton, Sulawesi Tenggara, 2 September 1955 ini juga menjabat sebagai Ketua I Pengurus Pusat Ikatan Sarjana Pendidikan Indonesia (ISPI) masa bakti 2014-2019. Selain itu, ia juga menjabat sebagai Ketua Asosiasi Lembaga Pendidikan Tinggi Kependidikan Negeri se-Indonesia (ALPTKNI) sejak 2014 hingga sekarang.</p>
<blockquote>
<p style="text-align: justify;"><strong>Baca juga: <span style="color: #993300;"><a style="color: #993300;" href="http://unjkita.com/rektor-unj-bukan-rektor-biasa/">Rektor UNJ: Bukan Rektor Biasa</a></span></strong></p>
</blockquote>
<p style="text-align: justify;">Di bawah kepemimpinannya, pembangunan infrastruktur kampus UNJ mengalami kemajuan yang pesat. Beberapa gedung baru tampak menjulang tinggi; renovasi besar-besaran juga dilakukan sehingga UNJ tampak lebih sedap dipandang. Kawasan pintu masuk UNJ di Jalan Rawamangun Muka yang sebelumnya dipenuhi dengan pedagang kali lima kini menjadi lebih tertata setelah para pedagang direlokasi. Hal tersebut jelas terasa berbeda jika dibandingkan dengan kondisi UNJ di tahun-tahun sebelumnya. Pembangunan tersebut tentunya tidak terlepas dari peran serta Rektor UNJ sebelumnya Prof. Dr. Bedjo Suyanto mengingat proses pembangunan berlangsung sejak beliau menjabat.</p>
<p style="text-align: justify;">Peluncuran jurnal internasional berjudul &#8220;<em>Indonesian Journal of Education Review</em>” pada Mei 2015 merupakan salah satu langkah UNJ dalam meningkatkan mutu universitas. Dalam sambutannya Prof. Dr. Djaali mengatakan bahwa peluncuran jurnal yang akan dikelola oleh Program Pascasarjana UNJ tersebut merupakan bentuk dedikasi kemajuan pengetahuan dan pemahaman tentang teori-teori pendidikan dan isu-isu dalam berbagai disiplin ilmu pengetahuan. Selain itu, reformasi birokrasi juga dilakukan dengan penghapusan jabatan Ketua Jurusan (Kajur) sehingga koordinasi Ketua Program Studi dapat langsung ke Dekan Fakultas masing-masing.</p>
<p style="text-align: justify;">Pada pertengahan tahun 2015, kabar menggembirakan datang dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN PT) dengan dikeluarkannya SK BAN PT No 763/SK/BAN-PT/AKRED/PT/VII/2015. Berdasarkan SK tersebut, UNJ dinyatakan terakreditasi A. Hal tersebut merupakan prestasi yang membanggakan mengingat di Indonesia hanya ada 26 universitas yang memiliki akreditasi A. Dengan pencapaian akreditasi A menjadikan UNJ setara dengan universitas terkemuka lainnya di Indonesia serta berimplikasi pada meningkatnya kepercayaan masyarakat dunia kerja terhadap kualitas lulusan UNJ.</p>
<p style="text-align: justify;"><img fetchpriority="high" decoding="async" class=" wp-image-770 aligncenter" src="http://unjkita.com/wp-content/uploads/2015/12/CW5ogR7UkAACOzc-300x225.jpg" alt="CW5ogR7UkAACOzc" width="511" height="383" srcset="https://unjkita.com/wp-content/uploads/2015/12/CW5ogR7UkAACOzc-300x225.jpg 300w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2015/12/CW5ogR7UkAACOzc-378x283.jpg 378w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2015/12/CW5ogR7UkAACOzc.jpg 640w" sizes="(max-width: 511px) 100vw, 511px" /></p>
<p style="text-align: justify;">Di akhir tahun 2015, Prof. Dr. Djaali sempat mendapat kritik tajam dari mahasiswa khususnya mahasiswa FMIPA dengan dipindahnya kegiatan perkuliahan mahasiswa FMIPA dari Kampus B UNJ ke Kampus A UNJ. Kasus tersebut sempat membuat ratusan mahasiswa FMIPA melakukan unjuk rasa di depan rektorat untuk menuntut dibatalkannya kebijakan tersebut dengan alasan belum matangnya persiapan kepindahan. Pihak rektorat berdalih bahwa kepindahan tersebut harus segera dilaksanakan setelah libur semester ganjil mengingat kawasan Kampus B UNJ akan segera dibangun asrama dan gedung serbaguna dengan bantuan dana dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Apabila kepindahan ditunda setelah liburan semester genap dikhawatirkan akan mengganggu jalannya kegiatan peneriman mahasiswa baru dan kegiatan akademik nantinya.</p>
<blockquote>
<p style="text-align: justify;"><strong>Baca juga: <span style="color: #993300;"><a style="color: #993300;" href="http://unjkita.com/mengapa-fmipa-unj-harus-pindah/">Mengapa FMIPA UNJ Harus Pindah?</a></span></strong></p>
</blockquote>
<p style="text-align: justify;">Pada awal tahun 2016, Prof. Dr. Djaali membuat kehebohan dengan memecat Ketua BEM UNJ Ronny Setiawan dari status mahasiswanya. Dalam Surat Keputusan No. 01/SP/2016 yang ditandatangani langsung olehnya, tertulis bahwa Ronny Setiawan telah melakukan penghasutan, pencemaran nama baik dan kejahatan berbasis teknologi. Sontak kebijakan tersebut mendapat penolakan dari kalangan luas terutama kalangan mahasiswa dan dosen UNJ. Berbagai kalangan menilai sikap Prof. Dr. Djaali terlalu berlebihan menanggapi kritikan mahasiswa.</p>
<p style="text-align: justify;">Sebelum dikeluarkannya surat keputusan tersebut sempat beredar banyak artikel yang berisi opini mahasiswa terhadap kinerja Prof. Dr. Djaali yang isinya berupa berbagai permasalahan kampus yang diutarakan dengan nada menghujat bahkan beberapa artikel dinyatakan sebagai fitnah oleh Pimpinan UNJ. Hal tersebut membuat Prof. Dr. Djaali naik darah. Kasus tersebut sempat membuat heboh media masa hingga akhirnya berujung pada pencabutan SK setelah adanya dialog yang dimediasi oleh Ikatan Alumni UNJ dan adanya permohonan maaf dari Ronny Setiawan.</p>
<blockquote>
<p style="text-align: justify;"><strong>Baca juga: <span style="color: #993300;"><a style="color: #993300;" href="http://unjkita.com/bem-seluruh-indonesia-menuntut-rektor-unj-mencabut-sk-rektor-pemberhentian-saudara-ronny-setiawan-sebagai-mahasiswa/">BEM Seluruh Indonesia Menuntut Rektor UNJ Mencabut SK Rektor Pemberhentian Ketua BEM UNJ</a></span></strong></p>
</blockquote>
<p style="text-align: justify;">Kini setelah lebih dua tahun, berbagai permasalahan klasik tetap saja mencuat. Masalah UKT adalah hal paling sering diteriakkan oleh mahasiswa. Hal tersebut berkaitan dengan nominal UKT yang dari tahun ke tahun dirasa semakin mahal serta adanya temuan pungutan di luar UKT. Di beberapa fakultas juga ditemui kasus kurang tepatnya penetapan golongan UKT bagi mahasiswa.</p>
<p style="text-align: justify;"><img decoding="async" class=" wp-image-351 aligncenter" src="http://unjkita.com/wp-content/uploads/2015/12/pak-djaali-2-300x197.jpg" alt="pak djaali 2" width="511" height="335" srcset="https://unjkita.com/wp-content/uploads/2015/12/pak-djaali-2-300x197.jpg 300w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2015/12/pak-djaali-2.jpg 600w" sizes="(max-width: 511px) 100vw, 511px" /></p>
<p style="text-align: justify;">Dalam beberapa kesempatan, pihak dekanat maupun rektorat mengungkapkan bahwa kenaikan nominal UKT dikarenakan beberapa hal diantaranya adalah kenaikan harga barang/jasa, nominal BOPTN dari pemerintah yang kecil, serta tingginya pembiayaan perkuliahan. Terlebih alokasi dana pendidikan dari APBN 2016 yang ditetapkan pemerintah dan DPR lebih rendah dari tahun sebelumnya yang berdampak pada dipangkasnya alokasi pembiayaan kampus. Hal tersebut terjadi di semua universitas tidak terkecuali Universitas Negeri Jakarta.</p>
<p style="text-align: justify;">Kementerian Ristek Dikti bahkan terpaksa meniadakan beasiswa PPA/BBP dan beasiswa bagi dosen. Dana BOPTN yang ada juga dinilai tidak mampu menutupi biaya operasional kampus karena hanya mencukupi 20% UKT dari BKT sebagaimana hasil pembahasan antara Panja BOPTN Komisi X DPR bersama beberapa rektor perguruan tinggi di Indonesia pada Selasa, 08 September 2015. Hal tersebut membuat pihak perguruan tinggi sulit untuk menerapkan UKT. Terlebih dana BOPTN sering kali terlambat dicairkan yang membuat pihak perguruan tinggi kurang optimal dalam pengelolaan anggaran.</p>
<p style="text-align: justify;">Permasalahan UKT juga sempat menjadi perbincangan hangat saat dialog terbuka antara jajaran Rektorat UNJ dengan mahasiswa di Aula Perpustakaan UNJ pada tanggal 15 April 2015 yang dipimpin langsung oleh Prof. Dr. Djaali. Dalam pemaparannya, pihak rektorat menyatakan pelarangan terhadap pungutan di luar UKT. Namun apabila dibutuhkan dana lebih untuk keperluan kuliah seperti adanya KKL (Kuliah Kerja Lapangan) maka dapat diadakan penarikan biaya dari mahasiswa dengan syarat harus mendapat kesepakatan bersama antara pihak program studi dengan mahasiswa. Rektorat juga menyampaikan bahwa apabila terdapat penentuan golongan UKT yang tidak sesuai maka dapat diajukan kembali ke pihak universitas melalui Ketua Proram Studi untuk verifikasi ulang.</p>
<p style="text-align: justify;">Isu parkiran adalah isu yang tidak kalah menariknya. Isu ini terus saja mencuat di kalangan mahasiswa. Parkiran UNJ dinilai masih jauh dari kata layak mengingat banyaknya jumlah kendaraan yang ada tidak diimbangi dengan sarana parkir yang memadai. Adanya kerjasama dengan pihak swasta dalam mengelola parkir juga dinilai tidak memberi banyak perubahan karena kasus kehilangan masih saja terjadi. Untuk menjawab permasalahan tersebut. Prof. Dr. Djaali dalam pidatonya saat wisuda bulan Maret 2016 memaparkan bahwa UNJ akan berupaya merampungkan pembangunan gedung parkir di tahun 2016.</p>
<blockquote>
<p style="text-align: justify;"><strong>Baca juga: <span style="color: #993300;"><a style="color: #993300;" href="http://unjkita.com/waspada-gedung-parkir-unj-menelan-korban-masih-layakkah/">Waspada Gedung Parkir UNJ Menelan Korban, Masih Layakkah?</a></span></strong></p>
</blockquote>
<p style="text-align: justify;"><strong>Sumber:</strong><br />
http://www.bkn.go.id/<br />
www.bemunj.org<br />
http://belmawa.ristekdikti.go.id/2015/11/22/pemerintah-merangkul-lptk-dalam-membina-calon-pendidik-profesional/<br />
http://ban-pt.kemdiknas.go.id/<br />
http://www.dpr.go.id/dokakd/dokumen/K10-14 9a5d498b0cd2f01097fecdcc3c27677f.pdf</p>
<p>The post <a href="https://unjkita.com/apa-kabar-unj-di-bawah-kepemimpinan-rektor-prof-dr-djaali/">Apa Kabar UNJ di Bawah Kepemimpinan Rektor Prof. Dr. Djaali?</a> appeared first on <a href="https://unjkita.com">UNJKita.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
