<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Guru Archives - UNJKita.com</title>
	<atom:link href="https://unjkita.com/tag/guru/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://unjkita.com/tag/guru/</link>
	<description>Saling Menginspirasi untuk Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Mon, 04 Sep 2023 08:05:12 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.4</generator>

<image>
	<url>https://unjkita.com/wp-content/uploads/2018/08/cropped-unjkita-32x32.png</url>
	<title>Guru Archives - UNJKita.com</title>
	<link>https://unjkita.com/tag/guru/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Tri Dharma Perguruan Tinggi, Mahasiswa Wajib Tahu Tentang Hal Ini</title>
		<link>https://unjkita.com/tri-dharma-perguruan-tinggi-mahasiswa-wajib-tahu-tentang-hal-ini/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Muhammad Ihsan]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 23 Feb 2021 22:44:34 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[Guru]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Pengabdian Masyarakat]]></category>
		<category><![CDATA[Tri Dharma Perguruan Tinggi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://unjkita.com/?p=21479</guid>

					<description><![CDATA[<p>Bagi mahasiswa baru, pasti kalian akan mendapatkan informasi baru mengenai Tri Dharma Perguruan Tinggi. Masa pelajar dulu tentu saja berbeda dengan mahasiswa, yang dimana perguruan...</p>
<p>The post <a href="https://unjkita.com/tri-dharma-perguruan-tinggi-mahasiswa-wajib-tahu-tentang-hal-ini/">Tri Dharma Perguruan Tinggi, Mahasiswa Wajib Tahu Tentang Hal Ini</a> appeared first on <a href="https://unjkita.com">UNJKita.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Bagi <strong><a href="https://unjkita.com/tips-sukses-di-kampus-bagi-mahasiswa-baru/">mahasiswa baru</a></strong>, pasti kalian akan mendapatkan informasi baru mengenai Tri Dharma Perguruan Tinggi. Masa pelajar dulu tentu saja berbeda dengan mahasiswa, yang dimana <a href="https://unjkita.com/category/mahasiswa/daya-tampung/">perguruan tinggi</a> atau masa perkuliahan lebih tinggi lagi tantangan dan pendalaman pengetahuannya dibanding saat pelajar. Untuk itu, penting kiranya seorang <strong><a href="https://unjkita.com/awal-kuliah-mahasiswa-baru/">mahasiswa</a></strong> mengetahui tentang Tri Dharma Perguruan Tinggi serta menjalankannya selama masa kuliah. Tentu saja, mahasiswa lama atau tingkat atas, harus terus mehaminya hingga lulus nanti.</p>
<p>Secara umum, Tri Dharma Perguruan Tinggi merupakan salah satu tujuan yang harus dicapai dan dilakukan oleh setiap <strong><a href="https://unjkita.com/category/mahasiswa/daya-tampung/">perguruan tinggi di Indonesia</a></strong>. Perguruan Tinggi selayaknya melahirkan para pemuda atau orang-orang terpelajar yang memiliki semangat tinggi, pemikiran yang kreatif, mandiri, inovatif agar dapat membangun bangsa di berbagai sektor sesuai dengan kemampuan yang dimilikinya.</p>
<p>Inti dari Tri Dharma Perguruan Tinggi terdiri dari 3 poin yaitu :</p>
<ul>
<li>Pendidikan dan Pengajaran,</li>
<li>Penelitian dan Pengembangan,</li>
<li>dan Pengabdian Kepada Masyarakat.</li>
</ul>
<p>Untuk itu, Tri Dharma Perguran Tinggi adalah tanggung jawab semua elemen yang terdapat di <a href="https://unjkita.com/category/mahasiswa/daya-tampung/"><strong>Perguruan Tinggi</strong></a>. Bukan hanya mahasiswa, melainkan dosen, dan berbagai civitas akademika yang terlibat. Berikut adalah penjelasan mengenai 3 poin Tri Dharma Perguruan Tinggi yang sobat Mahasiwa dapat pahami.</p>
<p><strong>Baca Juga: <a href="https://unjkita.com/tips-sukses-di-kampus-bagi-mahasiswa-baru/">Tips Sukses di Kampus Bagi Mahasiswa Baru</a></strong></p>
<h2><strong>1.   </strong><strong>Pendidikan dan Pengajaran</strong></h2>
<p><img fetchpriority="high" decoding="async" class="alignnone size-full wp-image-927" src="https://unjkita.com/wp-content/uploads/2016/01/Lowongan-Guru.jpg" alt="" width="650" height="366" srcset="https://unjkita.com/wp-content/uploads/2016/01/Lowongan-Guru.jpg 650w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2016/01/Lowongan-Guru-300x169.jpg 300w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2016/01/Lowongan-Guru-320x180.jpg 320w" sizes="(max-width: 650px) 100vw, 650px" /></p>
<p>Poin pertama Tri Dharma Perguruan Tinggi adalah <strong><a href="https://unjkita.com/memahami-pancasila-memaknai-pendidikan/">Pendidikan</a></strong> dan Pengajaran. Hal ini sangat penting dalam satu proses belajar pada institusi pendidikan manapun. Di Indonesia sendiri, undang-undangan pendidikan tinggi menjelaskan tentang<a href="https://unjkita.com/arti-dan-tujuan-pendidikan-menurut-pakar/"><strong> arti pendidikan</strong></a>.</p>
<p><a href="https://unjkita.com/arti-dan-tujuan-pendidikan-menurut-pakar/"><strong>Pendidikan</strong></a> adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual kegamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, ahlak mulia serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan Negara.</p>
<p>Tanpa proses belajar yang baik, tentunya SDM unggul dan berkualitas akan minim dihasilkan dan tentunya akan berefek kepada proses pembangunan bangsa. Orang-orang hebat yang mengelola dan memberikan dampak kemajuan bagi Indonesia, tentu saja berawal dari proses belajar yang baik. Walauun memang proses belajar tidak selalu di lembaga formal seperti perguruan tinggi, tetapi usaha belajar di perguruan tinggi harus benar-benar berkualitas dan memastikan hasilnya akan baik.</p>
<p>Selain itu, <a href="http://www.dpr.go.id/jdih/uu1945#:~:text=Undang%2Dundang%20Dasar%20Negara%20Republik%20Indonesia%20Tahun%201945&amp;text=Bahwa%20sesungguhnya%20Kemerdekaan%20itu%20ialah,sesuai%20dengan%20perikemanusiaan%20dan%20perikeadilan.">undang-undang dasar 1945</a> juga mendukung hal tersebut. Disampaikan bahwa negara harus ikut serta pada proses mencerdaskan kehidupan bangsa. Untuk itu, <strong><a href="https://unjkita.com/arti-dan-tujuan-pendidikan-menurut-pakar/">pendidikan dan pengjaran</a></strong> adalah poin penting yang harus dituju oleh perguruan tinggi.</p>
<h2><strong>2.   </strong><strong>Penelitian dan Pengembangan</strong></h2>
<blockquote><p>Mahasiswa dan kultur kampus yang berbasis pada penelitian dan pengembangan, akan menghasilkan SDM yang cerdas, kritis, kreatif, dan tentu tidak sekedar bekerja ketika nanti berada di lapangan karirnya</p></blockquote>
<p>Pada umumnya, negara-negara maju yang ada di dunia, memiliki kultur penelitian dan pengembangan yang sangat tinggi. Perkembangan teknologi yang sangat cepat, inovasi baru, dan bahkan produk-produk penyelesaian masalah yang mutakhir, lahir dari penelitian dan pengembangan.</p>
<p><em>Research and Development</em>, adalah hal yang harus senantiasa dilakukan oleh bangsa ini jika ingin maju dan berkembang. Melaksanakan penelitian dan pengembangan, tentunya akan berdampak kepada majunya ekoomi, <a href="https://unjkita.com/arti-dan-tujuan-pendidikan-menurut-pakar/"><strong>pendidikan</strong></a>, sosial, dan sektor-sektor lainnya di masyarakat.</p>
<p>Mahasiswa perguruan tinggi pada umumnya adalah orang-orang yang dididik di kampus dan terbiasa untuk membuat penelitian, membuat laporan, melaksanakan tugas sesuai dengan ilmu yang dipahami, bukan hanya asal-asalan atau sekedar mengikuti kebiasaan saja.</p>
<p>Mahasiswa dan kultur kampus yang berbasis pada penelitian dan pengembangan, akan menghasilkan SDM yang cerdas, kritis, kreatif, dan tentu tidak sekedar bekerja ketika nanti berada di lapangan karirnya. Untuk itu, kedepannya ia akan menjadi <em>agent of change, <strong><a href="https://unjkita.com/mahasiswa-sebagai-social-control/">Social Control</a></strong>, </em>pemimpin masa depan yang mampu memecahkan masalah, serta orang-orang penuh keahlian yang mampu memberikan solusi atas berbagai masalah.</p>
<p>Keahlian penelitian &amp; pengembangan akan membantu kamu menjadi <strong><a href="https://unjkita.com/8-tips-menjadi-mahasiswa-berprestasi/">mahasiswa berprestasi.</a></strong></p>
<h2><strong>3.   </strong><strong>Pengabdian Kepada Masyarakat</strong></h2>
<p><img decoding="async" class="alignnone size-large wp-image-21260" src="https://unjkita.com/wp-content/uploads/2018/07/SPU-Kuliah-Mahal-Demo-mahasiswa-800x533.jpeg" alt="" width="640" height="426" srcset="https://unjkita.com/wp-content/uploads/2018/07/SPU-Kuliah-Mahal-Demo-mahasiswa-800x533.jpeg 800w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2018/07/SPU-Kuliah-Mahal-Demo-mahasiswa-150x100.jpeg 150w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2018/07/SPU-Kuliah-Mahal-Demo-mahasiswa-630x420.jpeg 630w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2018/07/SPU-Kuliah-Mahal-Demo-mahasiswa-640x427.jpeg 640w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2018/07/SPU-Kuliah-Mahal-Demo-mahasiswa-681x454.jpeg 681w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2018/07/SPU-Kuliah-Mahal-Demo-mahasiswa.jpeg 1280w" sizes="(max-width: 640px) 100vw, 640px" /></p>
<p>Apakah sobat Mahasiswa pernah mengetahui atau mendengar adanya mahasiswa tingkat akhir yang melakukan kerja lapangan di berbagai daerah pelosok Indonesia? Hal tersebut tentunya bukan sekedar formalitas atau aktivitas biasa. Kegiatan tersebut adalah kegiatan <strong><a href="https://unjkita.com/apa-hubungannya-mahasiswa-dengan-pengabdian-masyarakat/">pengabdian kepada masyarakat</a></strong> yang juga bagian dari Tri Dharma Perguruan Tinggi.</p>
<p>Ilmu yang bermanfaat tentunya bukan hanya ilmu yang disimpan untuk diri sendiri atau sekedar disimpan dalam pikiran kita, melainkan ilmu yang diamalkan sesuai fungsinya dan memberikan manfaat untuk orang banyak. Akan menjadi percuma jika ilmu yang kita miliki sangat menjulang setinggi langit, namun tidak memberikan dampak perubahan yang signifikan untuk masyarakat.</p>
<p>Dalam Undang-Undang pendidikan tinggi, disebutkan bahwa <a href="https://unjkita.com/apa-hubungannya-mahasiswa-dengan-pengabdian-masyarakat/">pengabdian kepada masyarakat</a> adalah kegiatan sivitas akademika yang memanfaatkan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk memajukan kesejahteraan masyarakat dan mencerdaskan kehidupan bangsa.</p>
<p>Kamu bisa memulai kegiatan pengabdian masyarakat dengan menjadi relawan disebuah kegiatan sosial. Menjadi relawan akan banyak memberikan manfaat, diantaranya adalah <strong><a href="https://unjkita.com/menjadi-relawan/" target="_blank" rel="noopener noreferrer">5 manfaat menjadi relawan yang dijelaskan diartikel berikut.</a></strong></p>
<p>Tanpa jiwa dan semangat pengabdian kepada masyarakat, tentu saja tidak akan ada artinya. Mahasiswa hanya menjadi cikal bakal manusia yang egois dan tidak peduli terhadap masyarakat. Tentu bukan sesuatu yang baik, dimana mahasiswa adalah harapan besar bangsa ini dan diharapkan mampu tumbuh, berkembang, dan menjadi harapan masa depan bangsa.</p>
<p><a href="https://unjkita.com/wp-content/uploads/2018/12/Tri-Dharma-Perguruan-Tinggi.jpg"><img decoding="async" class="aligncenter wp-image-23052 size-full" title="Tri Dharma Perguruan Tinggi" src="https://unjkita.com/wp-content/uploads/2018/12/Tri-Dharma-Perguruan-Tinggi.jpg" alt="Tri Dharma Perguruan Tinggi" width="500" height="500" srcset="https://unjkita.com/wp-content/uploads/2018/12/Tri-Dharma-Perguruan-Tinggi.jpg 500w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2018/12/Tri-Dharma-Perguruan-Tinggi-150x150.jpg 150w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2018/12/Tri-Dharma-Perguruan-Tinggi-100x100.jpg 100w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2018/12/Tri-Dharma-Perguruan-Tinggi-450x450.jpg 450w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2018/12/Tri-Dharma-Perguruan-Tinggi-120x120.jpg 120w" sizes="(max-width: 500px) 100vw, 500px" /></a></p>
<p>Tentu masih banyak hal-hal lain yang harus mahasiswa pahami dari Tri Dharma Perguruan Tinggi ini. Selamat memahami dan mengamalkannya lebih lanjut dan tentunya masa mahasiswa hanyalah 4 tahun. Kesulitan dan tantangan apapun tidak akan sebanding dengan masa berkarir kita yang mungkin akan kita hadapi sampai seumur hidup.</p>
<p><strong>Baca Juga: <a href="https://unjkita.com/tips-sukses-di-kampus-bagi-mahasiswa-baru/">Tips Sukses di Kampus Bagi Mahasiswa Baru</a></strong></p>
<p>The post <a href="https://unjkita.com/tri-dharma-perguruan-tinggi-mahasiswa-wajib-tahu-tentang-hal-ini/">Tri Dharma Perguruan Tinggi, Mahasiswa Wajib Tahu Tentang Hal Ini</a> appeared first on <a href="https://unjkita.com">UNJKita.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Hymne Guru Berubah, Bukan Lagi Pahlawan Tanpa Tanda Jasa</title>
		<link>https://unjkita.com/hymne-guru-berubah-bukan-lagi-pahlawan-tanpa-tanda-jasa/</link>
					<comments>https://unjkita.com/hymne-guru-berubah-bukan-lagi-pahlawan-tanpa-tanda-jasa/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Ferly Ferdyant, S.E]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 12 Dec 2020 11:32:21 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[Guru]]></category>
		<category><![CDATA[Hymne Guru]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://unjkita.com/?p=566</guid>

					<description><![CDATA[<p>Tahukan Anda bahwa ternyata lirik lagu Hymne Guru sudah berubah? Lirik terakhir, yakni &#8216;tanpa tanda jasa&#8217;, yang sering digunakan untuk julukan bagi guru yang mengajar...</p>
<p>The post <a href="https://unjkita.com/hymne-guru-berubah-bukan-lagi-pahlawan-tanpa-tanda-jasa/">Hymne Guru Berubah, Bukan Lagi Pahlawan Tanpa Tanda Jasa</a> appeared first on <a href="https://unjkita.com">UNJKita.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Tahukan Anda bahwa ternyata lirik lagu Hymne Guru sudah berubah? Lirik terakhir, yakni &#8216;tanpa tanda jasa&#8217;, yang sering digunakan untuk julukan bagi guru yang mengajar tanpa pamrih, sudah tidak ada lagi pada lagu Hymne Guru sekarang. Berikut lirik lagu Hymne Guru setelah perubahan.</p>
<h2><b><i>Lagu Hymne Guru</i></b></h2>
<blockquote><p><i>Terpujilah wahai engkau ibu bapak guru</i><br />
<i>Namamu akan selalu hidup dalam sanubariku</i><br />
<i>Semua baktimu akan kuukir di dalam hatiku</i><br />
<i>Sebagai prasasti terima kasihku</i><br />
<i>Tuk pengabdianmu</i><br />
<i><br />
</i><i>Engkau sebagai pelita dalam kegelapan</i><br />
<i>Engkau laksana embun penyejuk dalam kehausan</i><br />
<i>Engkau patriot pahlawan bangsa</i><br />
<i>Pembangun insan cendikia</i></p></blockquote>
<p style="text-align: justify;">Perubahan itu dilakukan karena kalimat &#8216;tanpa tanda jasa&#8217; terkesan mengurangi pentingnya profesi guru. Padahal peran guru sangat besar sekali sehingga lirik tersebut diganti dengan &#8216;pembangun insan cendekia&#8217; yang membuat profesi guru terangkat dan mulia.</p>
<p>Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Dirjen GTK) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Sumarna Surapranata mengatakan lirik Hymne Guru berubah sejak tahun 2006. Namun rupanya masih banyak orang lupa atau bahkan belum mengetahui perubahan itu.</p>
<p>Masyarakat Indonesia, termasuk siswa SD masih sangat familiar dengan istilah &#8216;tanpa tanda jasa&#8217;. Tentu hal itu terjadi karena guru yang mengajari mereka masih menggunakan lagu versi lama. Lagu Hymne Guru ini diciptakan oleh Sartono, guru musik SMP swasta di Madiun yang telah meninggal 1 November lalu.</p>
<p>Perubahan lirik lagu pada kalimat terakhir telah disepakati dan ditandatangani pada tanggal 27 November 2007, disaksikan oleh Dirjen PMPTK Depdiknas dan ketua pengurus besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI). Hal itu juga diperkuat dengan surat edaran PGRI Nomor 447/Um/PB/XIX/2007 tanggal 27 November 2007.</p>
<p>Semoga kebijakan ini bisa membuat nasib guru di Indonesia menjadi lebih baik lagi.</p>
<h2>Lirik &amp; Chord Guitar Lagu Hymne Guru</h2>
<p>Intro : C F C G C<br />
C              F            C<br />
Terpujilah wahai engkau<br />
F            Dm        G<br />
Ibu Bapak guru<br />
C                                 F<br />
Namamu akan selalu hidup<br />
C             G            C<br />
dalam sanubari ku<br />
G                          C<br />
Semua baktimu akan ku ukir<br />
G          F          C<br />
didalam hatiku<br />
G                            C<br />
Sebagai prasasti trima kasihku<br />
D                      G<br />
tuk pengabdian mu<br />
C               F             C<br />
Engkau sebagai pelita<br />
F             Dm        G<br />
dalam kegelapan<br />
C                                     F<br />
Engkau laksana embun penyejuk<br />
C           G            C<br />
dalam kehausan<br />
C                                     F<br />
Engkau patriot pahlawan bangsa<br />
C               G      C<br />
Tanpa tanda jasa ~</p>
<p><strong>Baca Juga: <a href="https://unjkita.com/7-kesalahan-guru-ketika-mengajar-dan-solusinya/">7 Kesalah Guru Ketika Mengajar dan Solusinya</a></strong></p>
<p>The post <a href="https://unjkita.com/hymne-guru-berubah-bukan-lagi-pahlawan-tanpa-tanda-jasa/">Hymne Guru Berubah, Bukan Lagi Pahlawan Tanpa Tanda Jasa</a> appeared first on <a href="https://unjkita.com">UNJKita.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://unjkita.com/hymne-guru-berubah-bukan-lagi-pahlawan-tanpa-tanda-jasa/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>5 Kebiasaan Buruk yang Tidak Boleh Dilakukan Guru</title>
		<link>https://unjkita.com/5-kebiasaan-buruk-yang-tidak-boleh-dilakukan-guru/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Gia Ghaliyah]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 14 May 2018 08:08:31 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Konten Pilihan]]></category>
		<category><![CDATA[Tips Karir]]></category>
		<category><![CDATA[Guru]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Serial Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Serial Pendidikan Ibu Guru Gia]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://unjkita.com/?p=21027</guid>

					<description><![CDATA[<p>Hi, teman-teman pendidik! Kali ini saya akan berbagi tentang lima kebiasaan buruk yang tidak boleh dilakukan guru. Apakah teman-teman pendidik pernah melakukannya di kelas-kelas Anda?...</p>
<p>The post <a href="https://unjkita.com/5-kebiasaan-buruk-yang-tidak-boleh-dilakukan-guru/">5 Kebiasaan Buruk yang Tidak Boleh Dilakukan Guru</a> appeared first on <a href="https://unjkita.com">UNJKita.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Hi, teman-teman pendidik!</p>
<p>Kali ini saya akan berbagi tentang lima kebiasaan buruk yang tidak boleh dilakukan guru.</p>
<p><em><strong>Apakah teman-teman pendidik pernah melakukannya di kelas-kelas Anda?</strong></em> Semoga saja tidak.</p>
<p>Yuk, disimak! Semoga bermanfaat <img src="https://s.w.org/images/core/emoji/17.0.2/72x72/1f642.png" alt="🙂" class="wp-smiley" style="height: 1em; max-height: 1em;" /></p>
<h5><strong>1. Tidak Menghafal Nama-nama Siswa</strong></h5>
<p>Waduh, fatal banget nih kalau guru tidak menghafal nama-nama siswanya. Guru punya waktu maksimal 2-3 pekan untuk bisa menghafal seluruh nama siswanya. Ini penting banget lho! Siswa suka sekali jika gurunya hafal nama dia. Apalagi tahu nama panggilan akrabnya. Dengan begitu, siswa akan merasakan adanya kedekatan dengan gurunya tersebut.</p>
<p><strong>2. Telat Masuk ke Kelas</strong></p>
<p>Ini juga kebiasaan buruk yang cukup fatal. Cobalah tanamkan <em>midset</em>, <em>&#8220;Jika saya telat masuk kelas, maka saya sudah membuang menit menit hak siswa. Nanti, akan Allah tagih di akhirat kelak.&#8221;</em> Maka, guru harus tepat waktu datang ke kelas, bukanlah lagi sekadar peraturan saja.</p>
<p>Nah, seandainya ada alasan syar&#8217;i yang menyebabkan guru telat datang ke kelas, biasakan ucapkan kata maaf dan beritahu alasannya ke siswa. Itu penting lho sebagai bentuk penyesalan kita.</p>
<p><strong>3. Membalas C<em>hat</em> Ataupun Membuka Notif di HP Ketika Mengajar</strong></p>
<p>Saya pribadi, kalau di kelas masih sering buka HP. Pertama, untuk melihat jam, dan kedua, untuk pakai kamera. Saya suka sekali merekam aktivitas para siswa. Soalnya <em>ngegemesin</em> banget sih. Bahkan, ada lho guru yang sampai bawa kamera SLR dan tripod-nya. Point pentingnya, harus tetap fokus melaksanakan amanah menjadi fasilitator siswa ya.</p>
<p>Nah menurut saya, kebiasaan buruk yang berhubungan dengan <em>gadget</em> guru adalah membuka ataupun membalas <em>chat</em>. Kalau pun ada hal <em>urgent</em>, sebaiknya keluar kelas dulu.</p>
<p><strong>4. Menyuruh Siswa Mengisi Tinta Spidol</strong></p>
<p>Spidol adalah salah satu alat tempur seorang guru. Guru yang mempersiapkan dengan baik peralatan tempurnya, maka tinta spidol harusnya sudah terisi sebelum masuk kelas. Itu merupakan bagian dari amanah seorang guru. Salah satu tanda guru benar-benar siap untuk mengajar adalah tinta spidolnya sudah terisi lho ya.</p>
<p><strong>5. Tidak Memperhatikan Siswa Ketika Sedang Latihan Soal</strong></p>
<p>Jangan sampai guru sibuk sendiri di mejanya ketika siswa sedang latihan soal. Sebaiknya, keliling kelas datangi siswa yang merasakan kesulitan menjawab soal-soal. Dekati satu persatu, sekaligus amati kemampuannya secara personal. Jangan sampai Anda pasif tanpa mendampingi siswa mengerjakan latihan soal ya.</p>
<p><strong>Baca juga:</strong> <em><strong><a href="http://unjkita.com/5-kebiasaan-baik-yang-harus-dilakukan-guru/">5 Kebiasaan Baik yang Harus Dilakukan Guru</a></strong></em></p>
<p>The post <a href="https://unjkita.com/5-kebiasaan-buruk-yang-tidak-boleh-dilakukan-guru/">5 Kebiasaan Buruk yang Tidak Boleh Dilakukan Guru</a> appeared first on <a href="https://unjkita.com">UNJKita.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>5 Kebiasaan Baik yang Harus Dilakukan Guru</title>
		<link>https://unjkita.com/5-kebiasaan-baik-yang-harus-dilakukan-guru/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Gia Ghaliyah]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 14 May 2018 07:54:04 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Konten Pilihan]]></category>
		<category><![CDATA[Tips Karir]]></category>
		<category><![CDATA[Guru]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Serial Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Serial Pendidikan Ibu Guru Gia]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://unjkita.com/?p=21024</guid>

					<description><![CDATA[<p>Hi, teman-teman pendidik! Kali ini saya akan berbagi tentang lima kebiasaan baik yang harus dilakukan guru. Apakah teman-teman pendidik sudah membiasakannya di kelas-kelas Anda? Yuk,...</p>
<p>The post <a href="https://unjkita.com/5-kebiasaan-baik-yang-harus-dilakukan-guru/">5 Kebiasaan Baik yang Harus Dilakukan Guru</a> appeared first on <a href="https://unjkita.com">UNJKita.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Hi, teman-teman pendidik!</p>
<p>Kali ini saya akan berbagi tentang lima kebiasaan baik yang harus dilakukan <a href="https://id.jooble.org/lowongan-kerja-guru">guru</a>.</p>
<p><em><strong>Apakah teman-teman pendidik sudah membiasakannya di kelas-kelas Anda?</strong></em></p>
<p>Yuk, disimak! Semoga bermanfaat ya <img src="https://s.w.org/images/core/emoji/17.0.2/72x72/1f642.png" alt="🙂" class="wp-smiley" style="height: 1em; max-height: 1em;" /></p>
<h5><strong>1. Membuat Siswa Bahagia Sebelum Memulai Belajar</strong></h5>
<blockquote><p><strong>&#8220;Menit-menit pertama dalam proses belajar adalah waktu yang terpenting untuk satu jam pembelajaran selanjutnya.&#8221; </strong></p>
<p><strong>-Munif Chatib-</strong></p></blockquote>
<p>Penting banget nih bagi guru untuk membiasakan dirinya membuat sesuatu sehingga siswa bahagia sebelum memulai belajar di kelas. Kalau Anda berhasil, siswa akan selalu penasaran dengan momen proses belajar selanjutnya lho!</p>
<p>Proses membuat siswa bahagia sebelum belajar dimulai, namanya Apersepsi. Apersepsi ada beberapa macam, mulai dari<em> ice breaking</em>, <em>games</em>, <em>fun story</em>, dan sebagainya. Kalau saya kehabisan ide, tak jarang saya memberikan video-video bermanfaat hasil mengunduh dari youtube sebelum masuk ke kelas.</p>
<p><strong>Baca juga:</strong> <em><strong><a href="http://unjkita.com/apersepsi-kunci-agar-kelas-semakin-diminati-part/">Apersepsi: Kunci Agar Kelas Diminati</a></strong></em></p>
<p><strong>2. Guru Harus Jago Akting</strong></p>
<p>Yuk, buang jauh jauh dari ketergantungan mood! Guru jugalah manusia biasa, yang punya masalah tentu bisa sedih ataupun kesal. Guru jugalah manusia biasa, yang bisa saja tersinggung hanya karena hal sepele. Dan, guru jugalah manusia biasa, yang dipuji atau digombali sedikit, bisa langsung bahagia alias berbunga-bunga.</p>
<p>Namun, ketika guru sudah menjalankan peran pentingnya di kelas, guru haruslah jago akting. Misal, kalau lagi sedih ataupun kesal karena ada masalah pribadi, janganlah siswa jadi kena getahnya. Sehingga, suasana belajar mengajar di kelas menjadi mencekam. Maka, penting banget nih membiasakan diri untuk mengolah emosi dengan baik.</p>
<p><strong>3. Memeriksa Buku Catatan Siswa</strong></p>
<p>Salah satu kebiasaan baik yang harus dilakukan oleh guru adalah memeriksa buku catatan siswa secara berkala. Tujuannya, agar siswa bisa mendapatkan apresiasi ataupun <em>feedback</em> di buku catatannya. Selain itu, kebiasaan baik ini, bisa bermanfaat agar guru memahami seberapa jauh ilmu-ilmu yang berhasil terekam oleh siswa di buku catatannya.</p>
<blockquote><p><strong>Periksa secara berkala buku catatan siswa agar guru memahami seberapa jauh ilmu-ilmu yang berhasil terekam oleh siswa.</strong></p></blockquote>
<h5><strong>4. Rajin Menulis Umpan Balik (<em>Feedback</em>)</strong></h5>
<p>Tak bisa dipungkiri, guru yang menulis <em>feedback</em> pada lembar hasil ujian atau LKS siswa bisa mendapatkan tempat khusus di hati siswanya. Dengan begitu, guru akan terus belajar untuk mampu memahami kemampuan dan karakter setiap siswanya. Hal tersebut bisa menunjang peforma guru ketika mengajar lho.</p>
<p><strong>5. <em>Up to date</em> Berita-berita</strong></p>
<p>Menurut saya, ini adalah salah satu cara untuk membuka ruang diskusi dengan siswa. Kebiasaan baik yang bisa guru lakukan ini, mampu membuat siswa untuk lebih aktif menyampaikan pendapatnya, lebih peka dengan permasalahan sekitar, dan yang paling penting bisa menambah wawasan. Hal tersebut juga mampu mendekatkan hubungan antara guru dan siswa.</p>
<p>Untuk kebiasaan baik <em>up to date</em> berita-berita (bukan berita gosip lho ya), gak harus dilakukan oleh guru-guru mapel tertentu saja. Guru mapel hitungan pun juga harus membiasakan diri <em>up to date</em> berita-berita. Misal, disela-sela belajar materi hitungan, guru bisa saja menyampaikan atau bertanya tentang berita-berita terkini kepada siswa.</p>
<p>Apakah harus berkaitan dengan materi ajar? Terserah. Kalau bisa berkaitan dengan materi ajar, wah itu bagus banget! Nama prosesnya, <em>scene setting</em>. Kalau gak berkaitan dengan materi ajar, ya gak masalah. Kan biar bisa membuka ruang diskusi disela-sela belajar. Tapi, jangan keasyikan diskusi juga ya, sehingga target materi pokok yang ingin disampaikan gak berhasil. Selamat mencoba!</p>
<div>&#8220;Kamu dapat mencari<a href="https://id.jooble.org/lowongan-kerja-guru"> <b>lowongan kerja guru</b> di Jooble</a>&#8220;</div>
<p><strong>Baca juga:</strong> <em><strong><a href="http://unjkita.com/5-kebiasaan-buruk-yang-tidak-boleh-dilakukan-guru/">5 Kebiasaan Buruk yang Tidak Boleh Dilakukan Guru</a></strong></em></p>
<p>The post <a href="https://unjkita.com/5-kebiasaan-baik-yang-harus-dilakukan-guru/">5 Kebiasaan Baik yang Harus Dilakukan Guru</a> appeared first on <a href="https://unjkita.com">UNJKita.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ketika Guru Tak Lagi Dihormati</title>
		<link>https://unjkita.com/ketika-guru-tak-lagi-dihormati/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[UNJKita.com &#124; @pemburukampus]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 03 Feb 2018 14:41:31 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Tips Karir]]></category>
		<category><![CDATA[Guru]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://unjkita.com/?p=19670</guid>

					<description><![CDATA[<p>Dunia Pendidikan di Indonesia kembali berduka, hal ini terjadi karena ada salah satu siswa yang menganiyaya gurunya hingga meninggal dunia. Kamis, 1 Februari 2018 telah...</p>
<p>The post <a href="https://unjkita.com/ketika-guru-tak-lagi-dihormati/">Ketika Guru Tak Lagi Dihormati</a> appeared first on <a href="https://unjkita.com">UNJKita.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Dunia Pendidikan di Indonesia kembali berduka, hal ini terjadi karena ada salah satu siswa yang menganiyaya gurunya hingga meninggal dunia.</p>
<p>Kamis, 1 Februari 2018 telah terjadi penganiaayaan terhadap Ahmad Budi Cahyono, Guru GTT (Honorer) Mapel Seni Rupa di SMA N 1 Torjun, alamat Ds. Jrengik Kec. Jrengik Kab. Sampang. Yang di lalukan oleh Moh. Holili, siswa Kelas XI SMAN 1 Torjun, alamat Dsn. Brekas Ds. Torjun Kec. Torjun Kab. Sampang (putra Kepala Pasar Omben Bp. Yahya).</p>
<p>Kronologis kejadiannya adalah pada hari Kamis, 1 Februari 2018 pukul 13.00 WIB pada saat sesi jam terakhir , Guru Budi sedang mengajar Mata Pelajaran Seni Rupa di kelas IX materi seni lukis, pada saat jam pelajaran, siswa an. Moh. Holili tidak mendengarkan pelajaran dan justru mengganggu teman-temannya dengan mencoret-coret lukisan mereka, Pak Budi menegur siswa Moh. Holili, namun tidak dihiraukan dan Holili semakin menjadi-jadi mengganggu teman-temannya.</p>
<p>Akhirnya Pak Budi menindak siswa tersebut dengan mencoret pipi Holili dengan cat lukis. Moh. Holili tidak terima dan memukul Pak Budi, kemudian dilerai oleh siswa dan para guru.</p>
<p>Kemudian setelah pulang kerumah Kepala sekolah mendapat kabar dari pihak keluarga Pak Budi bahwa sesampainya di rumah, Pak Budi istirahat (tidur) karena mengeluh sakit pada lehernya. Selang beberapa saat Pak Budi kesakitan dan tidak sadarkan diri (koma) dan langsung dirujuk ke RSUD Dr. Soetomo-Surabaya. (Sumber kronologis : detiknews.cocm)</p>
<p>Sangat disayangkan di Era modern ini, akhlak seorang murid terhadap gurunya sudah mulai luntur. Sebagai orangtua yang menjadi madrasah pertama bagi anak seharusnya menjadi garda terdepan untuk mendidik anaknya terkait bagaimana sikap yang seharusnya dilakukan oleh seorang murid terhadap Gurunya.</p>
<p>Semoga dengan adanya kasus seperti ini menjadi sebuah pelajaran bagi kita sebagai orang-orang yang terdidik bagaimana seharusnya bersikap. Tidak adanya lagi kasus seperti ini yang terjadi di ranah pendidikan. Dan semoga adanya tindak lanjut yang dilakukan oleh pihak kemendikbud sebagai elemen pemerintahan dan khususnya sekolah yang menaungi Guru dan Murdinya.</p>
<p>#SeputarPendidikan<br />
#BEMFIS2018<br />
<img src="https://s.w.org/images/core/emoji/17.0.2/72x72/2796.png" alt="➖" class="wp-smiley" style="height: 1em; max-height: 1em;" /><img src="https://s.w.org/images/core/emoji/17.0.2/72x72/2796.png" alt="➖" class="wp-smiley" style="height: 1em; max-height: 1em;" /><img src="https://s.w.org/images/core/emoji/17.0.2/72x72/2796.png" alt="➖" class="wp-smiley" style="height: 1em; max-height: 1em;" /><img src="https://s.w.org/images/core/emoji/17.0.2/72x72/2796.png" alt="➖" class="wp-smiley" style="height: 1em; max-height: 1em;" /><img src="https://s.w.org/images/core/emoji/17.0.2/72x72/2796.png" alt="➖" class="wp-smiley" style="height: 1em; max-height: 1em;" /><img src="https://s.w.org/images/core/emoji/17.0.2/72x72/2796.png" alt="➖" class="wp-smiley" style="height: 1em; max-height: 1em;" /><img src="https://s.w.org/images/core/emoji/17.0.2/72x72/2796.png" alt="➖" class="wp-smiley" style="height: 1em; max-height: 1em;" /><img src="https://s.w.org/images/core/emoji/17.0.2/72x72/2796.png" alt="➖" class="wp-smiley" style="height: 1em; max-height: 1em;" /><img src="https://s.w.org/images/core/emoji/17.0.2/72x72/2796.png" alt="➖" class="wp-smiley" style="height: 1em; max-height: 1em;" /><img src="https://s.w.org/images/core/emoji/17.0.2/72x72/2796.png" alt="➖" class="wp-smiley" style="height: 1em; max-height: 1em;" /><img src="https://s.w.org/images/core/emoji/17.0.2/72x72/2796.png" alt="➖" class="wp-smiley" style="height: 1em; max-height: 1em;" /><br />
<img src="https://s.w.org/images/core/emoji/17.0.2/72x72/1f194.png" alt="🆔" class="wp-smiley" style="height: 1em; max-height: 1em;" /> Line : @mch4510u<br />
<img src="https://s.w.org/images/core/emoji/17.0.2/72x72/1f423.png" alt="🐣" class="wp-smiley" style="height: 1em; max-height: 1em;" /> Twitter : @bemfisunj<br />
<img src="https://s.w.org/images/core/emoji/17.0.2/72x72/1f4f7.png" alt="📷" class="wp-smiley" style="height: 1em; max-height: 1em;" /> Instagram : @bemfis_unj<br />
<img src="https://s.w.org/images/core/emoji/17.0.2/72x72/1f464.png" alt="👤" class="wp-smiley" style="height: 1em; max-height: 1em;" /> Facebook : BEMFIS UNJ<br />
<img src="https://s.w.org/images/core/emoji/17.0.2/72x72/2709.png" alt="✉" class="wp-smiley" style="height: 1em; max-height: 1em;" /> Email : bemfakultasilmusosial@gmail.com</p>
<p>#KabinetPesawatKertas<br />
#BEMFISUNJ<br />
© Departemen Pendidikan BEM FIS UNJ 2018</p>
<p>The post <a href="https://unjkita.com/ketika-guru-tak-lagi-dihormati/">Ketika Guru Tak Lagi Dihormati</a> appeared first on <a href="https://unjkita.com">UNJKita.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Gurunya Para Guru</title>
		<link>https://unjkita.com/gurunya-para-guru/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Gia Ghaliyah]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 29 Nov 2017 08:15:45 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Tips Karir]]></category>
		<category><![CDATA[Guru]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Serial Pendidikan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://unjkita.com/?p=17924</guid>

					<description><![CDATA[<p>Selamat Hari Guru Nasional, 25 Desember lalu! Saya adalah seorang guru yang masih harus banyak belajar mendidik. Dua tahun belajar menjadi guru, perlahan saya mulai...</p>
<p>The post <a href="https://unjkita.com/gurunya-para-guru/">Gurunya Para Guru</a> appeared first on <a href="https://unjkita.com">UNJKita.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Selamat Hari Guru Nasional, 25 Desember lalu!</strong></p>
<p><em>Saya adalah seorang guru yang masih harus banyak belajar mendidik. </em></p>
<p>Dua tahun belajar menjadi guru, perlahan saya mulai memahami tentang sesuatu hal dalam atmosfer pendidikan.</p>
<p>Bahwa guru memiliki peran penting sebagai fasilitator teman belajar siswa. Dan saya semakin paham bahwa sejatinya para gurulah yang juga sedang bersekolah bersama teman belajarnya, yaitu para siswanya sendiri. Sumber inspirasi terbesar dan ruang kebahagiaan seorang guru berasal dari para siswanya. Merekalah sesungguhnya gurunya para guru.</p>
<p>Guru yang belajar dari para siswanya akan memahami bahwa siswa hadir di ruang belajar untuk mengendalikan dirinya sendiri dalam proses belajar. Siswa banyak terlibat menentukan tujuan sampai mengekspresikan cara yang dipilihnya. Nah, peran awal sebagai guru yang belajar dari siswanya, seharusnya mampu belajar mengenal karakteristik para siswanya, lalu menyesuaikan dengan kesiapan siswanya.</p>
<blockquote><p><strong>Siswa adalah sekutu utama guru dalam proses belajar-mengajar. Semakin cepat guru mengenal dan memberdayakannya, semakin mudah pencapaian kita bersama. (Najelaa Shihab)</strong></p></blockquote>
<p>Saya pribadi merasakan betul setelah mengubah paradigma saya bahwa guru tak hanya dapat belajar pada pembicara tamu, tokoh masyarakat, ahli pendidikan, ataupun sesama rekan guru saja, tapi guru justru dapat banyak belajar dari para siswanya juga. Banyak sekali hikmah-hikmah kehidupan yang justru bersumber dari para siswa.</p>
<p>Guru yang banyak belajar dari siswanya, membuat siswa mendapat teladan cara terbaik untuk juga belajar dari gurunya. Sehingga, hubungan guru dengan siswa menjadi hubungan yang saling menguatkan. Hubungan yang memiliki prinsip untuk belajar bersama, belajar dari kesalahan secara bersama maupun belajar demi mencapai tujuan bersama.</p>
<p>Cobalah, para guru untuk tidak merasa paling banyak memiliki ilmu ketika mengajar di kelas. Guru tak perlu takut jika ada sesuatu yang tidak diketahui. Guru harus cukup percaya diri untuk tidak takut pada siswa yang mengetahui lebih banyak daripada gurunya. Sebagai guru, sudah seharusnya kita membiarkan siswa melangkah lebih jauh dalam pembelajaran mereka, dan kita tidak berhak untuk menahan mereka kembali.</p>
<p>Berterima kasihlah kepada para siswa Anda. Karena merekalah sesungguhnya gurunya para guru.</p>
<blockquote><p><strong>&#8220;Jika Anda mendapat siswa yang nakal di kelas. Janganlan mengeluh! Justru siswa nakal tersebut adalah anugrah untuk Anda. Banyaklah belajar dari siswa nakal tersebut. Maka, Anda akan juga terus belajar menjadi guru yang lebih baik lagi.&#8221; (Bambang Widjayanto)</strong></p></blockquote>
<p>&nbsp;</p>
<p>The post <a href="https://unjkita.com/gurunya-para-guru/">Gurunya Para Guru</a> appeared first on <a href="https://unjkita.com">UNJKita.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Guru, Sosok Kartini Masa Kini</title>
		<link>https://unjkita.com/guru-sosok-kartini-masa-kini/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[UNJKita.com &#124; @pemburukampus]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 21 Apr 2017 02:51:37 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Suara Anda]]></category>
		<category><![CDATA[Guru]]></category>
		<category><![CDATA[Kartini]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://unjkita.com/?p=7528</guid>

					<description><![CDATA[<p>“Alangkah berbahagia hidup pada zaman ini! Jaman perubahan, jaman yang kuna beralih menjadi jaman yang baru.” Apakah iya saat ini adalah zaman yang baru seperti...</p>
<p>The post <a href="https://unjkita.com/guru-sosok-kartini-masa-kini/">Guru, Sosok Kartini Masa Kini</a> appeared first on <a href="https://unjkita.com">UNJKita.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>“Alangkah berbahagia hidup pada zaman ini! Jaman perubahan, jaman yang kuna beralih menjadi jaman yang baru.”</p>
<p>Apakah iya saat ini adalah zaman yang baru seperti yang di katakan oleh kartini tahun 1900, sudah lebih satu abad kata-kata tersebut tergiang-giang dalam kehidupan para perempuan Indonesia, perempuan yang kala itu hanya berada di bawah ketiak laki-laki, bahkan hanya untuk keluar rumah pun tidak mampu, perempuan tempatnya hanya di dapur, sumur, dan kasur dimana perempuan terus menerus dihantui oleh pekerjaan rumah tangga yang kian terbungkus rapih oleh aturan adat istiadat, benar adanya bahwa Indonesia merupakan sebuah negara yang saat ini masih menganut paham patriarki yang dimana perempuan berada dibawah laki-laki, namun sudahkah berhasil perjuangan Kartini?</p>
<p>Perjuangan Kartini memang tidak sia-sia hingga munculnya emansipasi wanita dimana perempuan memiliki hak yang sama dalam menempuh dunia pendidikan, perempuan tidak harus berada dalam dunia domestik terus menerus hingga hayatnya namun perempuan masa kini sudah dapat memberikan ilmu pengetahuan kepada sesamanya, bahkan beberapa tokoh perempuan pun sudah ada yang menjadi pemimpin sebuah negara. Sudah tersenyum atau menangis haru kah ibu kartini jika beliau masih hidup saat ini?</p>
<h2><strong>Hak Perempuan</strong></h2>
<p>Kita tarik ulur ke masa Kartini kala itu, Kartini bagaikan sebuah sosok guru yang memiliki pengetahuan lebih dan berusaha memberikan wadah yang berguna untuk para perempuan kala itu, perjuangan dan gerakan kartini memberikan spirit semangat dan pemikiran bagi bangsa bahwa perempuan dapat memiliki hak yang sama seperti laki-laki, dalam mengejar pendidikan dan ilmu pengetahuan walaupun di lapisi oleh adat yang mengekang kala itu.</p>
<p>Kartini bejibaku melawan adat dalam segi pemikiran baratnya, bahkan banyak tokoh yang mengatakan bahwa kartini memiliki faham feminism, benarkah? , pada dasarnya gerakan kartini dapat dikatakan sebagai paham feminism dikarenakan ia melihat tidak adanya kesetaraan perempuan dan laki-laki, kondisi perempuan di Jawa kala itu sangat memprihatinkan, sebagai perempuan dianggap rendah karena hanya sebagai “pembantu” seorang laki-laki, banyak sekali perempuan pada era itu buta huruf karena tidak diberikan kesempatan merasakan “bangku sekolah” hanya segelintir perempuan dari kalangan bangsawan yang merasakannya, setelah itu pada umur belasan para perempuan harus melewati masa pingitan.</p>
<p>Pada pengambaran diatas merupakan pengambaran zaman Kartini, tapi saat ini sudahkah kita menjadi kartini-kartini masa kini? Kartini masa kini dapat dilihat dari sosok guru, mengapa? Karena dalam sebuah surat yang ditulis kartini kepada Nyonya Abendanon yaitu:</p>
<p>“Sekolah kecil kami sudah tujuh orang muridnya dan setiap hari ada saja yang mendaftar disini! Kemarin seorang ibu muda datang menemuiku. Dengan sangat menyesal ia mengatakan bahwa ia tinggal jauh sekali dari kami. Karena ia tidak dpat mencapainya maka ia ingin memberikan apa yang tidak dapat diperolehnya itu kepada anaknya. Anak-anak itu datang ke sini empat kali dalam sepekan, Mereka belajar menulis dan membaca, kerajinan tangan, dan memasak&#8230; Beruntung kami masih mempunyai sedikit peralatan menjahit: sela persediaan cukup, mereka mendapatkan semuanya secara gratis” ( dalam buku Kartini, habis gelap terbitlah terang)</p>
<p>Kartini itu guru bagi masyarakat sekitar, namun kita sudahkah seperti beliau? bahkan untuk mencerdaskan masyarakat pun kita belum optimal, padahal sudah tidak terbelengu lagi dalam pendidikan. Para intelektual muda mampu melaksanakan “politik etis” dalam hal edukasi yakni menyelenggarakan pendidikan, mengapa? Karena para intelektual dalam hal ini perempuan dapat menempuh pendidikan hingga strata tiga pun karena perjuangan sosok kartini, jadilah sosok kartini yang mampu mencerdaskan anak bangsa, Indonesia begitu luas, berkunjunglah ke daerah-daerah tertinggal, masyarakat disana menjerit memanggil kita untuk membantu mereka dalam pengembangan pendidikan, gunung-gunung hingga sungai yang arus deras mereka lewati dengan senyum gembira hanya untuk mendapatkan pendidikan, bukankah hal tersebut sudah harus mampu mengetuk hati nurani kita untuk meneruskan perjuangan ibu kartini dalam bidang pendidikan.</p>
<p>Jadilah ibu kartini-kartini selanjutnya hingga seluruh daerah di Indonesia terjamah oleh tangan-tangan ibu peradaban. Karena perempuan itu punya peran dalam membangun sebuah peradaban.</p>
<p>Terima kasih ibu, berkat perjuangan mu kami dapat menempuh pendidikan, sudah 138 tahun dan perjuanganmu masih kian terasa hingga saat ini.</p>
<p><strong>Helmina Mutia</strong><br />
<a href="http://ukirankatapemudi.blogspot.com">ukirankatapemudi.blogspot.com</a></p>
<p>The post <a href="https://unjkita.com/guru-sosok-kartini-masa-kini/">Guru, Sosok Kartini Masa Kini</a> appeared first on <a href="https://unjkita.com">UNJKita.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Resensi Film Pendidikan &#8220;The Ron Clark Story&#8221;</title>
		<link>https://unjkita.com/resensi-film-pendidikan-ron-clark-story/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Gia Ghaliyah]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 13 Mar 2017 07:02:37 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kampus]]></category>
		<category><![CDATA[Guru]]></category>
		<category><![CDATA[Serial Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Sinopsis Film]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://unjkita.com/?p=6663</guid>

					<description><![CDATA[<p>Hi teman-teman pendidik unjkita.com! Tulisan serial pendidikan kali ini, penulis akan berbagi resensi tentang sebuah film bertemakan pendidikan. Tulisan ini berdasarkan kegaitan penulis bersama guru-guru...</p>
<p>The post <a href="https://unjkita.com/resensi-film-pendidikan-ron-clark-story/">Resensi Film Pendidikan &#8220;The Ron Clark Story&#8221;</a> appeared first on <a href="https://unjkita.com">UNJKita.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="color: #000000;">Hi teman-teman pendidik unjkita.com! Tulisan serial pendidikan kali ini, penulis akan berbagi resensi tentang sebuah film bertemakan pendidikan. Tulisan ini berdasarkan kegaitan penulis bersama guru-guru lainnya dalam rangka membedah film pendidikan.</span></p>
<p><span style="color: #000000;">Film yang rilis pada tanggal 13 Januari 2006 ini bercerita tentang pengalaman nyata seorang guru dengan metode mengajar yang berbeda untuk peserta didik “pilihan” di sebuah sekolah dasar, New York. Tokoh utama dalam film ini adalah Ron Clark yang diperankan oleh Matthew Perry, seorang guru yang sangat inovatif, kreatif, cerdas, pantang menyerah, penyayang, dan bersemangat.</span></p>
<h4><span style="color: #000000;"><strong>Sinopsis</strong></span></h4>
<p><span style="color: #000000;">Ron Clark adalah seorang guru yang sangat menginspirasi peserta didiknya. Ron Clark atau Mr. Clark semula menjadi guru selama empat tahun di Snowden Elementary school di Aurora, North California pada tahun 1994. Ia membuat sekolah dasar tersebut menjadi sekolah yang mendapatkan nilai kelulusan memuaskan. Singkat cerita, akhirnya ia memutuskan untuk pindah ke New York.</span></p>
<p><span style="color: #000000;">Sesampainya Mr. Clark di New York, ia segera mencari sekolah SD untuk dapat mengajar di sana. Dalam usahanya menjadi guru SD di New York, ia sempat ditolak, namun akhirnya dia menemukan sekolah, yaitu “Inner Harlem Elementary School”. Ia diterima di sekolah Harlem tepat ketika ada seorang guru yang keluar dari sekolah tersebut. Guru yang keluar dari SD Harlem tidak mampu mengatasi peserta didik di sekolah tersebut.</span></p>
<p><span style="color: #000000;">Setelah resmi diterima di SD Harlem, Mr. Clark diajak Mr. Turner, kepala sekolah SD Harleem, untuk berkeliling sekolah dan ditunjukkan kelas yang akan Mr. Clark ajar. Sebelum ia mengajar kelasnya, terlebih dahulu dia mengunjungi rumah dan orang tua masing-masing peserta didikya. Saat mengunjungi mereka satu persatu, Mr. Clark menemukan berbagai kondisi dan latar belakang yang sangat berbeda.</span></p>
<p><span style="color: #000000;"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-6666 aligncenter" src="http://unjkita.com/wp-content/uploads/2017/03/Family.jpg" alt="" width="650" height="363" srcset="https://unjkita.com/wp-content/uploads/2017/03/Family.jpg 650w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2017/03/Family-150x84.jpg 150w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2017/03/Family-640x357.jpg 640w" sizes="auto, (max-width: 650px) 100vw, 650px" /></span></p>
<p><span style="color: #000000;">Ketika Mr. Clark masuk ke kelas untuk pertama kalinya, dia melihat kondisi peserta didiknya yang begitu heterogen. Mereka begitu acuh dan sama sekali tidak menghargai keberadaan guru di dalam kelas. Mr. Clark mencoba untuk menyesuaikan dengan kondisi peserta didiknya. Selanjutnya, Mr. Clark menerapkan beberapa aturan dalam kelasnya dan peraturan yang pertama kali harus diterapkan adalah “menjadikan kelas tersebut sebagai keluarga”. Mr. Clark sangat menekankan keberadaan mereka sebagai sebuah keluarga yang harus saling membantu, menghargai dan menyayangi satu dengan lainnya. Tentu peraturan tersebut tidak mudah untuk dijalankan. Namun, Mr. Clark tidak pernah bosan untuk berusaha dan menerapkan peraturan istimewa tersebut.</span></p>
<p><span style="color: #000000;">Banyak sekali kebiasaan peserta didik yang sangat tidak baik, mulai dari kebiasaan mereka yang tidak menghargai kawan maupun gurunya, berkelahi, dan kenakalan-kenakalan lainnya. Suatu ketika, Mr. Clark terpancing emosinya di depan kelas karena ulah salah satu peserta didiknya. Ia membalikkan meja kelas milik Shemika, dan semenjak itu ia merasa sangat menyesal dan putus asa. Karena banyak sekali tekanan, pergolakkan emosi, dan sulitnya menghadapi kondisi peserta didik, Mr. Clark merasa putus asa dan berniat untuk berhenti mengajar di SD Harleem.</span></p>
<p><span style="color: #000000;"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-6667 aligncenter" src="http://unjkita.com/wp-content/uploads/2017/03/Suasana-di-dalam-kelas.png" alt="" width="640" height="360" srcset="https://unjkita.com/wp-content/uploads/2017/03/Suasana-di-dalam-kelas.png 640w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2017/03/Suasana-di-dalam-kelas-150x84.png 150w" sizes="auto, (max-width: 640px) 100vw, 640px" /></span></p>
<p><span style="color: #000000;">Maurice, seorang wanita yang dikaguminya, memberinya semangat agar tetap berjuang dan membuktikan bahwa dirinya mampu menaklukkan kondisi para peserta didiknya yang begitu “berbeda”. Berkat dorongannya itu, akhirnya Mr. Clark mengurungkan niatnya untuk menyerah dan kembali mengajar di kelas keesokan harinya.</span></p>
<p><span style="color: #000000;">Selain itu, Mr. Turner, kepala sekolah SD Harleem merasa kurang menyukai dengan gaya pembelajaran yang dilakukan oleh Mr. Clark, bahkan Mr. Turner sempat menekan kepadanya dengan mengatakan “My school, my rule, my way!”. Mr. Turner menuntut agar seluruh peserta didiknya bisa lulus ujian akhir, ia tidak mementingkan metode-metode pengajaran yang dilakukan Mr. Clark di kelas.</span></p>
<p><span style="color: #000000;">Mr. Clark selalu menggunakan metode-metode pengajaran yang lain daripada yang lain. Dia menggunakan metode yang disukai dan dapat membuat peserta didiknya merasa nyaman dan senang selama proses pembelajaran berlangsung. Seperti berjalan-jalan, menggunakan radio tape, bergaya kocak, bahkan ia tak sungkan untuk duduk di atas meja dimana biasanya hal itu adalah hal yang tidak sopan, apalagi jika dilakukan oleh seorang guru. Mr. Clark mencoba mendalami satu persatu para peserta didiknya yang memiliki masalah, kemudian dia berusaha menanganinya.</span></p>
<p><span style="color: #000000;">Mr. Clark ternyata mampu melihat potensi-potensi kecerdasan dan bakat yang dimiliki oleh para peserta didiknya. Bahkan suatu ketika, ia sudah mulai mampu membuat pesera didiknya mulai untuk mencintainya. Dia meluangkan banyak waktunya untuk memberikan pelajaran tambahan bagi para peserta didiknya secara privat. Bahkan sampai-sampai dia tidak menghiraukan kondisi kesehatannya. Ketika beberapa minggu menjelang Ujian nasional dilakukan, berbagai macam usaha dan kerja keras telah dilakukan Mr. Clark, pikirannya semakin mendapatkan tekanan hebat dan tenaganya terforsir, hingga membuat badannya dalam kondisi yang tidak baik. Ketika ia harusnya dirawat di rumah sakit, dia masih saja nekat mengajar. Hingga akhirnya, ia jatuh pingsan ketika mengajar di depan kelas.</span></p>
<p><span style="color: #000000;">Walaupun dalam kondisi sakit dan terbaring lemah di Rumah Sakit, Mr. Clark tetap mengajar dengan menggunakan rekaman video. Ia tetap amanah untuk menjalankan kewajiban mengajarnya. Rekaman video yang dibuatnya, dinyalakan di kelas, sehingga peserta didiknya masih bisa untuk belajar di kelas. Seminggu sebelum Ujian Nasional, Mr. Clark sudah kembali pulih dan masuk kembali ke kelasnya. Dia hanya sekadar mengulang dan memberikan penguatan-penguatan pada peserta didiknya. Kelas Mr. Clark kini menjadi sebuah kelas yang sangat berbeda dengan kondisi awal, rasa kekeluargaan yang terbangun kini menjadi semakin sangat erat.</span></p>
<p><span style="color: #000000;">Mr. Clark merasa cemas dan tegang memikirkan peserta didiknya yang sedang melaksanakan Ujian Nasional. Namun, ketika ujian telah berakhir, nampak ekspresi lega dari raut wajahnya. Selanjutnya, Mr. Clark mengajak seluruh peserta didiknya ke DE PHANTOM of de Opera, sebagai hadiah dan sekaligus penyegaran setelah mengerjakan Ujian Nasional. Saat para peserta didik mendapatkan tiketnya, terlihat mereka begitu senang dan sangat bersemangat.</span></p>
<p><span style="color: #000000;">Ketika hasil telah diperoleh, pada hari itu Mr. Clark mengundang orang tua peserta didik untuk menyaksikan pengumuman nilai dari putra-putrinya. Di tengah-tengah acara itu, Mr. Turner tiba-tiba masuk dan memberikan surat pengumuman. Isi dari surat tersebut adalah memberitahukan bahwa niai dari salah satu peserta didiknya merupakan nilai tertingggi dalam Ujian nasional, bahkan nilai rata-rata kelas itu yang terbaik dan mengalahkan nilai rata-rata kelas unggulan. Kelas pun sontak menjadi riuh dengan kebahagiaan dan kegembiraan. Atas semua hal yang telah didapatkan oleh para peserta didik, mereka memberikan penghargaan kepada Mr. Clark sebagai guru terbaik.</span></p>
<p><span style="color: #000000;">Dalam kesempatan tersebut, Shemica sebagai perwakilan dari teman-temannya mengatakan, “Mr. Clark, terimakasih untuk selalu berada disisi kamu, bahkan ketika kami tidak sedang menginginkannya, kau tiada henti untuk memberikan kami inspirasi.”</span></p>
<p><span style="color: #000000;">Ialah sosok guru yang tidak pernah berhenti untuk memberikan berbagai hal-hal terbaik bagi peserta didiknya. Ia menjadikan profesi guru bukan hanya sekadar profesi, tapi sebagai sebuah panggilan hati.</span></p>
<h4><span style="color: #000000;"><strong>Analisis</strong></span></h4>
<p><span style="color: #000000;"><strong>Saat Mr. Clark mengajar di SD Harleem, New York, ia mendapatkan beberapa kendala dalam pendekatan pembelajaran, yaitu:</strong></span></p>
<ol>
<li><span style="color: #000000;">Peserta didik yang nakal dan sulit diatur. Hal ini terlihat saat pertama kali mengajar, ia tidak dihargai sama sekali dengan disoraki oleh para peserta didik, tidak mau belajar, dan tidak mau mengikuti peraturan yang dibuat Mr. Clark.</span></li>
<li><span style="color: #000000;">Keadaan lingkungan sekitar yang tidak mendukung. Lingkungan yang keras dapat mempengaruhi sifat seseorang seperti perjudian, pencurian, dan kekerasan yang dapat mengurangi kepedulian terhadap pendidikan.</span></li>
<li><span style="color: #000000;">Kurangnya kepedulian orang tua terhadap pendidikan anaknya. Orang tua yang sibuk dengan pekerjaannya sendiri sehingga anak disibukkan dengan membantu pekerjaan rumah dan kurangnya waktu anak untuk belajar.</span></li>
<li><span style="color: #000000;">Peserta didik tidak nyaman untuk belajar di ruang kelas. Hal ini terlihat pada beberapa guru sebelum Mr. Clark yang mengajar mereka tidak sanggup karena kenakalan dan kericuhan yang mereka buat agar tidak ada yang mau mengajar mereka.</span></li>
<li><span style="color: #000000;">Kepala sekolah yang tidak mempedulikan metode mengajar Mr. Clark. Ia hanya menuntut hasil kelulusan yang harus diperoleh para peserta didik di SD Harleem.</span></li>
</ol>
<p><span style="color: #000000;"><strong>Teknik Pembelajaran yang digunakan oleh Mr. Clark di kelas, yaitu:</strong></span></p>
<ol>
<li><span style="color: #000000;">Adanya rules saat awal pembelajaran yang harus disepakati antara guru dengan peserta didik.</span></li>
<li><span style="color: #000000;">Pendekatan individual kepada setiap peserta didik.</span></li>
<li><span style="color: #000000;">Menggabungkan materi pelajaran dengan musik, permainan kartu, audio visual, dan sebagainya.</span></li>
<li><span style="color: #000000;">Mengajak peserta didik untuk aktif berperan.</span></li>
<li><span style="color: #000000;">Terus memberi motivasi pada peserta didik.</span></li>
</ol>
<p><span style="color: #000000;">Dari beberapa teknik yang digunakan Mr. Clark yang terpenting adalah membuat seorang peserta didik merasa nyaman, asyik, dan tidak menjenuhkan dalam belajar.</span></p>
<div id="attachment_6671" style="width: 736px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-6671" class="wp-image-6671 size-full" src="http://unjkita.com/wp-content/uploads/2017/03/Ron-Clark-Academy.jpg" alt="" width="726" height="480" srcset="https://unjkita.com/wp-content/uploads/2017/03/Ron-Clark-Academy.jpg 726w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2017/03/Ron-Clark-Academy-150x99.jpg 150w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2017/03/Ron-Clark-Academy-800x529.jpg 800w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2017/03/Ron-Clark-Academy-635x420.jpg 635w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2017/03/Ron-Clark-Academy-640x423.jpg 640w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2017/03/Ron-Clark-Academy-681x450.jpg 681w" sizes="auto, (max-width: 726px) 100vw, 726px" /><p id="caption-attachment-6671" class="wp-caption-text">Ron Clark (center) gets emotional as he holds students during the Ron Clark Academy&#8217;s first graduation ceremony at Ferst Center for the Arts at Georgia Tech.</p></div>
<h4><span style="color: #000000;"><strong>Hikmah</strong></span></h4>
<p><span style="color: #000000;"><strong>Hikmah yang bisa diambil untuk seorang guru dari film ini, yaitu:</strong></span></p>
<ol>
<li><span style="color: #000000;">Guru harus mengenal dan memahami karakteristik serta kebutuhan setiap peserta didiknya.</span></li>
<li><span style="color: #000000;">Guru harus bisa memotivasi peserta didiknya untuk selalu haus belajar.</span></li>
<li><span style="color: #000000;">Jadilah Guru yang menyukai tantangan dalam mengajar jangan mudah menyerah dan putus asa. Beranilah untuk keluar dari zona nyaman.</span></li>
<li><span style="color: #000000;">Guru harus bisa melakukan pendekatan secara individual dengan peserta didik. Guru mampu mengambil hati peserta didik agar mereka bisa nyaman belajar dengan gurunya.</span></li>
<li><span style="color: #000000;">Guru harus bisa bekerja sama dengan kepala sekolah dan orangtua dalam merancang suatu program pembelajaran bagi peserta didiknya.</span></li>
<li><span style="color: #000000;">Guru harus bisa memanfaatkan setiap kondisi sebagai media belajar bagi peserta didik, sehingga dimana saja peserta didik bisa belajar dengan nyaman dan maksimal</span></li>
<li><span style="color: #000000;">Guru harus kreatif, solutif, dan inovatif. Dan yang paling terpenting guru harus mau untuk selalu meningkatkan kualitas diri.</span></li>
<li><span style="color: #000000;">Guru harus mau membiasakan diri untuk mengungkapkan kepada peserta didik bahwa inspirasi bisa datang dari siapa saja, termasuk dari peserta didik juga.</span></li>
<li><span style="color: #000000;">Guru mampu menciptakan situasi pembelajaran yang menyenangkan dan harus selalu menghargai kemampuan sekecil apapun yang dimiliki peserta didiknya.</span></li>
<li><span style="color: #000000;">Guru ikhlas mengorbankan banyak tenaga, pikiran, dan waktunya untuk membuat peserta didik memiliki keinginan belajar serta mau untuk terus menjadi lebih baik. Karena proses tidak akan pernah mengkhianati hasil.</span></li>
</ol>
<p><span style="color: #000000;">Itulah resensi dari film pendidikan &#8220;The Ron Clark Story&#8221;. Semoga teman-teman pendidik bisa terinspirasi dari sosok guru Ron Clark yang selalu berusaha untuk memberikan yang terbaik bagi peserta didiknya. Salam menginspirasi!</span></p>
<p>The post <a href="https://unjkita.com/resensi-film-pendidikan-ron-clark-story/">Resensi Film Pendidikan &#8220;The Ron Clark Story&#8221;</a> appeared first on <a href="https://unjkita.com">UNJKita.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Cara Agar Guru Bisa Lebih Produktif</title>
		<link>https://unjkita.com/cara-agar-guru-bisa-lebih-produktif/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Gia Ghaliyah]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 10 Mar 2017 01:48:38 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Tips Karir]]></category>
		<category><![CDATA[Guru]]></category>
		<category><![CDATA[Produktif]]></category>
		<category><![CDATA[Serial Pendidikan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://unjkita.com/?p=6596</guid>

					<description><![CDATA[<p>Menjadi produktif adalah sebuah keniscayaan untuk memberikan manfaat pada diri sendiri dan orang-orang di sekitar. Dan, beruntunglah menjadi seorang guru. Karena profesi guru adalah salah...</p>
<p>The post <a href="https://unjkita.com/cara-agar-guru-bisa-lebih-produktif/">Cara Agar Guru Bisa Lebih Produktif</a> appeared first on <a href="https://unjkita.com">UNJKita.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Menjadi produktif adalah sebuah keniscayaan untuk memberikan manfaat pada diri sendiri dan orang-orang di sekitar.</p>
<p>Dan, beruntunglah menjadi seorang guru. Karena profesi guru adalah salah satu profesi yang memiliki waktu yang cukup luang. Kegiatan utama seorang guru adalah mengajar dan mendidik peserta didik di sekolah pada pagi sampai siang/ sore hari. Guru diwajibkan berada di sekolah selama 8 jam saja.</p>
<p>Sebenarnya ada tiga kewajiban bagi seorang guru, diantaranya kewajiban membuat perencanaan (menyusun <em>lesson plan</em>), kewajiban mengajar di kelas, dan kewajiban melakukan evaluasi hasil belajar peserta didik. Dari ketiga kewajiban itu, guru masih bisa loh untuk lebih produktif, asalkan ketiga kewajiban itu sudah dilaksanakan ya!</p>
<p><em>Lalu, apa saja yang bisa dilakukan oleh guru di waktu yang lain selain mengajar di sekolah?</em></p>
<p style="padding-left: 30px;"><strong>Baca juga: <span style="color: #800000;"><a style="color: #800000;" href="http://unjkita.com/7-kesalahan-guru-ketika-mengajar-dan-solusinya/">7 Kesalahan Guru Ketika Mengajar dan Solusinya</a></span></strong></p>
<p>Berikut ini beberapa kegiatan pilihan yang dapat dilakukan oleh seorang guru agar lebih produktif selain profesi utamanya (mengajar di sekolah), diantaranya:</p>
<h4><strong>1. Membaca Buku dan Menulis</strong></h4>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-5972 aligncenter" src="http://unjkita.com/wp-content/uploads/2017/01/Buku-2.jpg" alt="" width="639" height="480" srcset="https://unjkita.com/wp-content/uploads/2017/01/Buku-2.jpg 639w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2017/01/Buku-2-150x113.jpg 150w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2017/01/Buku-2-800x600.jpg 800w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2017/01/Buku-2-559x420.jpg 559w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2017/01/Buku-2-80x60.jpg 80w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2017/01/Buku-2-100x75.jpg 100w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2017/01/Buku-2-180x135.jpg 180w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2017/01/Buku-2-238x178.jpg 238w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2017/01/Buku-2-640x481.jpg 640w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2017/01/Buku-2-681x511.jpg 681w" sizes="auto, (max-width: 639px) 100vw, 639px" /></p>
<p>Sebenarnya semua orang dengan jenis pekerjaan apapun bisa melakukan dua kegiatan tersebut, yaitu membaca buku dan menulis. Namun, ada keistimewaan bagi seorang guru. Ia memiliki waktu yang cukup banyak untuk membaca buku dan juga menulis. Karena sejatinya, seorang guru haruslah mau untuk meng-upgrade diri dan menambah wawasannya agar ia tak ketinggalan ilmu-ilmu bermanfaat yang bisa dibagikan untuk peserta didik di kelas. Untuk masalah waktu yang tersedia, jadikan dua kegiatan tersebut sebagai suatu kewajiban bagi seorang guru, jika ia memahami arti dari meningkatkan kualitas diri.</p>
<blockquote><p><strong>Karena sejatinya, seorang guru haruslah mau untuk meng-upgrade diri dan menambah wawasannya agar ia tak ketinggalan ilmu-ilmu bermanfaat yang bisa dibagikan untuk peserta didik di kelas.</strong></p></blockquote>
<p>Untuk kegiatan menulis, memang nyatanya tidak semua orang mudah melakukan hal tersebut. Namun, guru seharusnya pun bisa asal mempunyai niat yang kuat dan mau untuk berkarya. Karya seorang guru melalui kegiatan menulis ada berbagai macam, misalnya menulis blog pribadi dan buku tentang kependidikan, menulis serial pendidikan di website unjkita.com, ataupun menulis penelitian tindakan kelas untuk dijadikan sebuah jurnal kependidikan, lalu nantinya bisa diseminarkan. Ayo teman-teman pendidik, membaca buku dan menulislah untuk meningkatkan kualitas diri kita!</p>
<h4><strong>2. Memberikan Les Bimbel Maupun Les Privat</strong></h4>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-6598 aligncenter" src="http://unjkita.com/wp-content/uploads/2017/03/Mengajar.jpg" alt="" width="720" height="480" srcset="https://unjkita.com/wp-content/uploads/2017/03/Mengajar.jpg 720w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2017/03/Mengajar-150x100.jpg 150w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2017/03/Mengajar-800x533.jpg 800w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2017/03/Mengajar-630x420.jpg 630w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2017/03/Mengajar-640x427.jpg 640w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2017/03/Mengajar-681x454.jpg 681w" sizes="auto, (max-width: 720px) 100vw, 720px" /></p>
<p>Les privat adalah salah satu kegiatan yang sudah lazim dilakukan oleh teman-teman pendidik usai mengajar di sekolah. Cukup banyak guru yang memilih untuk tidak langsung pulang ke rumah, tetapi pergi ke tempat bimbel (bimbingan belajar), rumah murid, atau tempat-tempat seperti café. Hal tersebut merupakan salah satu kegaitan produktif yang bisa dilakukan oleh guru tentunya. Selain bisa menambah penghasilan, kegiatan tersebut juga bisa mengisi waktu kekosongan guru pada sore ataupun malam hari. Sehingga, guru tidak hanya mengajar di pagi hari saat di sekolah saja, tapi sore dan malam hari pun juga bisa mengajar peserta didik di tempat-tempat lainnya.</p>
<h4><strong>3. Melakukan Penelitian Tindakan Kelas (PTK)</strong></h4>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-5974 aligncenter" src="http://unjkita.com/wp-content/uploads/2017/01/Peserta-didik.jpeg" alt="" width="720" height="480" srcset="https://unjkita.com/wp-content/uploads/2017/01/Peserta-didik.jpeg 720w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2017/01/Peserta-didik-150x100.jpeg 150w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2017/01/Peserta-didik-800x533.jpeg 800w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2017/01/Peserta-didik-630x420.jpeg 630w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2017/01/Peserta-didik-640x427.jpeg 640w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2017/01/Peserta-didik-681x454.jpeg 681w" sizes="auto, (max-width: 720px) 100vw, 720px" /></p>
<p>Sayang sekali rasanya jika kemampuan guru dalam mengajar di kelas tidak didokumentasikan dalam bentuk jurnal ataupun <em>proceeding</em> PTK (Penelitian Tindakan Kelas). Bukalah ruang inspirasi teman-teman pendidik, untuk mau melakukan PTK. Setelah itu, teman-teman pendidik bisa membuat rancangan penelitian metode belajar yang seperti apa untuk diterapkan di kelas. Hasil dari PTK, bisa dituliskan dalam bentuk jurnal maupun<em> proceeding</em> yang nantinya bisa dipresentasikan dalam seminar maupun konferensi pendidikan. Melakukan PTK bisa membuat teman-teman untuk lebih produktif lagi sekaligus bisa menghasilkan karya dari seorang guru.</p>
<h4><strong>4. Rajin Mengikuti Pelatihan maupun Seminar Kependidikan</strong></h4>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-6152 aligncenter" src="http://unjkita.com/wp-content/uploads/2017/02/Ruang-Kelas-FMIPA-UNJ.jpg" alt="" width="600" height="400" srcset="https://unjkita.com/wp-content/uploads/2017/02/Ruang-Kelas-FMIPA-UNJ.jpg 600w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2017/02/Ruang-Kelas-FMIPA-UNJ-150x100.jpg 150w" sizes="auto, (max-width: 600px) 100vw, 600px" /></p>
<p>Tak bisa kita pungkiri kalau seorang guru sangat membutuhkan ruang inspirasi untuk meningkatkan kualitas diri. Salah satunya dengan rajin mengikuti pelatihan maupun seminar kependidikan. Akan ada banyak sekali narasumber ataupun <em>trainer </em>berkualitas yang siap melatih guru agar bertambah kualitas diri kita. Misalnya, pelatihan metode mengajar yang sangat efektif. Selain ilmunya sangat bermanfaat, tentu kegiatan-kegiatan pelatihan ataupun seminar bisa mengisi waktu luang seorang guru. Ayo, teman-teman pendidik jangan meluangkan waktu tapi menyediakan waktu untuk kegiatan-kegiatan produktif nan bermanfaat seperti ini!</p>
<blockquote><p><strong>Ayo, teman-teman pendidik jangan meluangkan waktu tapi menyediakan waktu untuk kegiatan-kegiatan produktif nan bermanfaat seperti ini!</strong></p></blockquote>
<h4><strong>5. Bisnis atau Jualan Kecil-kecilan</strong></h4>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-3278 aligncenter" src="http://unjkita.com/wp-content/uploads/2016/06/Koin-Recehan.jpg" alt="" width="640" height="426" srcset="https://unjkita.com/wp-content/uploads/2016/06/Koin-Recehan.jpg 640w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2016/06/Koin-Recehan-150x100.jpg 150w" sizes="auto, (max-width: 640px) 100vw, 640px" /></p>
<p>Untuk guru yang mempunyai <em>passion</em> selain di dunia kependidikan, tentu bisa melakukan kegiatan ini, yaitu bisnis atau jualan kecil-kecilan. Modal berbisnis ataupun berjualan bisa berasal dari gaji guru tiap bulannya. Teman-teman pendidik, bisa memikirkan bisnis atau jualan apa yang cocok untuk seorang guru, misalnya membuka warung sembako, jualan pulsa di kalangan guru-guru, dan lain-lain. Selain cocok, juga perlu dipikirkan jenis bisnis atau jualan yang bisa memutarkan modal. Semoga kegiatan produktif ini, selain bisa memenuhi waktu luang seorang guru, tentu bisa menambah penghasilan dari gaji seorang guru ya! <em>Aamiin….</em></p>
<h4><strong>6. Berkebun Hidroponik</strong></h4>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-6600 aligncenter" src="http://unjkita.com/wp-content/uploads/2017/03/Berkebun.jpeg" alt="" width="725" height="480" srcset="https://unjkita.com/wp-content/uploads/2017/03/Berkebun.jpeg 725w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2017/03/Berkebun-150x99.jpeg 150w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2017/03/Berkebun-800x529.jpeg 800w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2017/03/Berkebun-635x420.jpeg 635w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2017/03/Berkebun-640x424.jpeg 640w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2017/03/Berkebun-681x451.jpeg 681w" sizes="auto, (max-width: 725px) 100vw, 725px" /></p>
<p>Ternyata tidak sedikit, guru yang memilih untuk berkebun hidroponik di rumah. Ini merupakan salah satu kegaitan produktif dan sangat mengasyikkan bagi guru yang memiliki hobi berkebun. Tentu ada keasyikkan tersendiri ketika kita sangat hobi melakukan kegiatan tersebut, seperti berkebun hidroponik. Terlebih, kita bisa menikmati hasil dari kegiatan produktif tersebut.</p>
<h4><strong>7. Membuat Karya dari Barang Tak Terpakai</strong></h4>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-6601 aligncenter" src="http://unjkita.com/wp-content/uploads/2017/03/Membuat-Karya.jpg" alt="" width="729" height="410" srcset="https://unjkita.com/wp-content/uploads/2017/03/Membuat-Karya.jpg 729w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2017/03/Membuat-Karya-150x84.jpg 150w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2017/03/Membuat-Karya-800x450.jpg 800w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2017/03/Membuat-Karya-747x420.jpg 747w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2017/03/Membuat-Karya-640x360.jpg 640w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2017/03/Membuat-Karya-681x383.jpg 681w" sizes="auto, (max-width: 729px) 100vw, 729px" /></p>
<p><em>Passion</em> lainnya, yang bisa dilakukan guru adalah membuat karya dari barang yang tak terpakai. Mungkin kegiatan ini memang memakan waktu yang cukup lama, sehingga bisa dikerjakan dikala hari libur, seperti hari sabtu dan minggu. Bagi guru yang memiliki sisi kreativitas yang cukup tinggi, tentu kegiatan ini bisa menjadi pelipur lara saat kejenuhan datang melanda. Hasilnya tentu bisa dinikmati sendiri. Karya-karya dari barang tak terpakai, misalnya membuat selimut dari kain-kain perca, membuat keset, membuat hiasan untuk pot tanaman, dan sebagainya.</p>
<h4><strong>8. Aktif Melakukan <em>Social Project</em></strong></h4>
<div id="attachment_3719" style="width: 739px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-3719" class="size-full wp-image-3719" src="http://unjkita.com/wp-content/uploads/2016/08/Start-up-business.jpg" alt="" width="729" height="365" srcset="https://unjkita.com/wp-content/uploads/2016/08/Start-up-business.jpg 729w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2016/08/Start-up-business-150x75.jpg 150w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2016/08/Start-up-business-800x400.jpg 800w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2016/08/Start-up-business-568x284.jpg 568w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2016/08/Start-up-business-990x495.jpg 990w" sizes="auto, (max-width: 729px) 100vw, 729px" /><p id="caption-attachment-3719" class="wp-caption-text">Start-up Business Team Working in Office</p></div>
<p>Guru yang mempunyai <em>passion</em> di bidang keorganisasian, bisa menjadi Pembina OSIS. Dengan menjadi Pembina OSIS, guru bisa membina dan membantu siswa-siswa OSIS untuk banyak melakukan social project, seperti penggalangan dana korban bencana, mengajar di desa tertinggal, memberi makan fakir miskin, membagi-bagikan sembako, dan lain sebagainya. Atau, jika guru tidak memiliki kesempatan untuk menjadi Pembina OSIS, teman-teman pendidik bisa bergabung dengan komunitas sosial dan mengikuti kegiatan-kegiatan dari komunitas tersebut. Cukup banyak kegiatan-kegiatan produktif dari wadah komunitas sosial yang diikuti.</p>
<h4><strong>9. Menjadi Ketua ataupun Pengurus RT</strong></h4>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="alignnone size-full wp-image-6602" src="http://unjkita.com/wp-content/uploads/2017/03/Pemimpin.jpg" alt="" width="719" height="480" srcset="https://unjkita.com/wp-content/uploads/2017/03/Pemimpin.jpg 719w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2017/03/Pemimpin-150x100.jpg 150w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2017/03/Pemimpin-800x534.jpg 800w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2017/03/Pemimpin-630x420.jpg 630w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2017/03/Pemimpin-640x427.jpg 640w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2017/03/Pemimpin-681x454.jpg 681w" sizes="auto, (max-width: 719px) 100vw, 719px" /></p>
<p>Tidak usah jauh-jauh, salah satu kegiatan produktif yang bisa dilakukan guru adalah mengabdi untuk masyarakat sekitar dengan menjadi ketua RT atau pengurus RT. Biasanya para tetangga mempercayakan pengurus RT kepada orang yang berwawasan luas, memiliki jiwa kepemimpinan yang tinggi, jujur, serta cukup memiliki waktu luang di rumah. Salah satu profesi yang tepat adalah seorang guru. Ayo teman-teman pendidik, kegiatan produktif ini meruapakan kesempatan bagi Anda untuk mengabdi pada masyarakat sekitar!</p>
<p>Itulah beberapa contoh kegiatan produktif yang bisa dilakukan guru selain mengajar di sekolah. Tentu masih banyak lagi kegiatan-kegiatan produktif yang bisa dilakukan. Manfaatkanlah waktu teman-teman pendidik dengan sangat baik, jangan sampai memiliki banyak waktu luang menyebabkan ketidakproduktifan diri sendiri. Semoga bermanfaat dan bisa menginspirasi! <img src="https://s.w.org/images/core/emoji/17.0.2/72x72/1f642.png" alt="🙂" class="wp-smiley" style="height: 1em; max-height: 1em;" /></p>
<p>The post <a href="https://unjkita.com/cara-agar-guru-bisa-lebih-produktif/">Cara Agar Guru Bisa Lebih Produktif</a> appeared first on <a href="https://unjkita.com">UNJKita.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
