<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Pendidikan Archives - UNJKita.com</title>
	<atom:link href="https://unjkita.com/tag/pendidikan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://unjkita.com/tag/pendidikan/</link>
	<description>Saling Menginspirasi untuk Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Tue, 22 Feb 2022 01:02:00 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.4</generator>

<image>
	<url>https://unjkita.com/wp-content/uploads/2018/08/cropped-unjkita-32x32.png</url>
	<title>Pendidikan Archives - UNJKita.com</title>
	<link>https://unjkita.com/tag/pendidikan/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Tri Dharma Perguruan Tinggi, Mahasiswa Wajib Tahu Tentang Hal Ini</title>
		<link>https://unjkita.com/tri-dharma-perguruan-tinggi-mahasiswa-wajib-tahu-tentang-hal-ini/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Muhammad Ihsan]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 23 Feb 2021 22:44:34 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[Guru]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Pengabdian Masyarakat]]></category>
		<category><![CDATA[Tri Dharma Perguruan Tinggi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://unjkita.com/?p=21479</guid>

					<description><![CDATA[<p>Bagi mahasiswa baru, pasti kalian akan mendapatkan informasi baru mengenai Tri Dharma Perguruan Tinggi. Masa pelajar dulu tentu saja berbeda dengan mahasiswa, yang dimana perguruan...</p>
<p>The post <a href="https://unjkita.com/tri-dharma-perguruan-tinggi-mahasiswa-wajib-tahu-tentang-hal-ini/">Tri Dharma Perguruan Tinggi, Mahasiswa Wajib Tahu Tentang Hal Ini</a> appeared first on <a href="https://unjkita.com">UNJKita.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Bagi <strong><a href="https://unjkita.com/tips-sukses-di-kampus-bagi-mahasiswa-baru/">mahasiswa baru</a></strong>, pasti kalian akan mendapatkan informasi baru mengenai Tri Dharma Perguruan Tinggi. Masa pelajar dulu tentu saja berbeda dengan mahasiswa, yang dimana <a href="https://unjkita.com/category/mahasiswa/daya-tampung/">perguruan tinggi</a> atau masa perkuliahan lebih tinggi lagi tantangan dan pendalaman pengetahuannya dibanding saat pelajar. Untuk itu, penting kiranya seorang <strong><a href="https://unjkita.com/awal-kuliah-mahasiswa-baru/">mahasiswa</a></strong> mengetahui tentang Tri Dharma Perguruan Tinggi serta menjalankannya selama masa kuliah. Tentu saja, mahasiswa lama atau tingkat atas, harus terus mehaminya hingga lulus nanti.</p>
<p>Secara umum, Tri Dharma Perguruan Tinggi merupakan salah satu tujuan yang harus dicapai dan dilakukan oleh setiap <strong><a href="https://unjkita.com/category/mahasiswa/daya-tampung/">perguruan tinggi di Indonesia</a></strong>. Perguruan Tinggi selayaknya melahirkan para pemuda atau orang-orang terpelajar yang memiliki semangat tinggi, pemikiran yang kreatif, mandiri, inovatif agar dapat membangun bangsa di berbagai sektor sesuai dengan kemampuan yang dimilikinya.</p>
<p>Inti dari Tri Dharma Perguruan Tinggi terdiri dari 3 poin yaitu :</p>
<ul>
<li>Pendidikan dan Pengajaran,</li>
<li>Penelitian dan Pengembangan,</li>
<li>dan Pengabdian Kepada Masyarakat.</li>
</ul>
<p>Untuk itu, Tri Dharma Perguran Tinggi adalah tanggung jawab semua elemen yang terdapat di <a href="https://unjkita.com/category/mahasiswa/daya-tampung/"><strong>Perguruan Tinggi</strong></a>. Bukan hanya mahasiswa, melainkan dosen, dan berbagai civitas akademika yang terlibat. Berikut adalah penjelasan mengenai 3 poin Tri Dharma Perguruan Tinggi yang sobat Mahasiwa dapat pahami.</p>
<p><strong>Baca Juga: <a href="https://unjkita.com/tips-sukses-di-kampus-bagi-mahasiswa-baru/">Tips Sukses di Kampus Bagi Mahasiswa Baru</a></strong></p>
<h2><strong>1.   </strong><strong>Pendidikan dan Pengajaran</strong></h2>
<p><img fetchpriority="high" decoding="async" class="alignnone size-full wp-image-927" src="https://unjkita.com/wp-content/uploads/2016/01/Lowongan-Guru.jpg" alt="" width="650" height="366" srcset="https://unjkita.com/wp-content/uploads/2016/01/Lowongan-Guru.jpg 650w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2016/01/Lowongan-Guru-300x169.jpg 300w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2016/01/Lowongan-Guru-320x180.jpg 320w" sizes="(max-width: 650px) 100vw, 650px" /></p>
<p>Poin pertama Tri Dharma Perguruan Tinggi adalah <strong><a href="https://unjkita.com/memahami-pancasila-memaknai-pendidikan/">Pendidikan</a></strong> dan Pengajaran. Hal ini sangat penting dalam satu proses belajar pada institusi pendidikan manapun. Di Indonesia sendiri, undang-undangan pendidikan tinggi menjelaskan tentang<a href="https://unjkita.com/arti-dan-tujuan-pendidikan-menurut-pakar/"><strong> arti pendidikan</strong></a>.</p>
<p><a href="https://unjkita.com/arti-dan-tujuan-pendidikan-menurut-pakar/"><strong>Pendidikan</strong></a> adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual kegamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, ahlak mulia serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan Negara.</p>
<p>Tanpa proses belajar yang baik, tentunya SDM unggul dan berkualitas akan minim dihasilkan dan tentunya akan berefek kepada proses pembangunan bangsa. Orang-orang hebat yang mengelola dan memberikan dampak kemajuan bagi Indonesia, tentu saja berawal dari proses belajar yang baik. Walauun memang proses belajar tidak selalu di lembaga formal seperti perguruan tinggi, tetapi usaha belajar di perguruan tinggi harus benar-benar berkualitas dan memastikan hasilnya akan baik.</p>
<p>Selain itu, <a href="http://www.dpr.go.id/jdih/uu1945#:~:text=Undang%2Dundang%20Dasar%20Negara%20Republik%20Indonesia%20Tahun%201945&amp;text=Bahwa%20sesungguhnya%20Kemerdekaan%20itu%20ialah,sesuai%20dengan%20perikemanusiaan%20dan%20perikeadilan.">undang-undang dasar 1945</a> juga mendukung hal tersebut. Disampaikan bahwa negara harus ikut serta pada proses mencerdaskan kehidupan bangsa. Untuk itu, <strong><a href="https://unjkita.com/arti-dan-tujuan-pendidikan-menurut-pakar/">pendidikan dan pengjaran</a></strong> adalah poin penting yang harus dituju oleh perguruan tinggi.</p>
<h2><strong>2.   </strong><strong>Penelitian dan Pengembangan</strong></h2>
<blockquote><p>Mahasiswa dan kultur kampus yang berbasis pada penelitian dan pengembangan, akan menghasilkan SDM yang cerdas, kritis, kreatif, dan tentu tidak sekedar bekerja ketika nanti berada di lapangan karirnya</p></blockquote>
<p>Pada umumnya, negara-negara maju yang ada di dunia, memiliki kultur penelitian dan pengembangan yang sangat tinggi. Perkembangan teknologi yang sangat cepat, inovasi baru, dan bahkan produk-produk penyelesaian masalah yang mutakhir, lahir dari penelitian dan pengembangan.</p>
<p><em>Research and Development</em>, adalah hal yang harus senantiasa dilakukan oleh bangsa ini jika ingin maju dan berkembang. Melaksanakan penelitian dan pengembangan, tentunya akan berdampak kepada majunya ekoomi, <a href="https://unjkita.com/arti-dan-tujuan-pendidikan-menurut-pakar/"><strong>pendidikan</strong></a>, sosial, dan sektor-sektor lainnya di masyarakat.</p>
<p>Mahasiswa perguruan tinggi pada umumnya adalah orang-orang yang dididik di kampus dan terbiasa untuk membuat penelitian, membuat laporan, melaksanakan tugas sesuai dengan ilmu yang dipahami, bukan hanya asal-asalan atau sekedar mengikuti kebiasaan saja.</p>
<p>Mahasiswa dan kultur kampus yang berbasis pada penelitian dan pengembangan, akan menghasilkan SDM yang cerdas, kritis, kreatif, dan tentu tidak sekedar bekerja ketika nanti berada di lapangan karirnya. Untuk itu, kedepannya ia akan menjadi <em>agent of change, <strong><a href="https://unjkita.com/mahasiswa-sebagai-social-control/">Social Control</a></strong>, </em>pemimpin masa depan yang mampu memecahkan masalah, serta orang-orang penuh keahlian yang mampu memberikan solusi atas berbagai masalah.</p>
<p>Keahlian penelitian &amp; pengembangan akan membantu kamu menjadi <strong><a href="https://unjkita.com/8-tips-menjadi-mahasiswa-berprestasi/">mahasiswa berprestasi.</a></strong></p>
<h2><strong>3.   </strong><strong>Pengabdian Kepada Masyarakat</strong></h2>
<p><img decoding="async" class="alignnone size-large wp-image-21260" src="https://unjkita.com/wp-content/uploads/2018/07/SPU-Kuliah-Mahal-Demo-mahasiswa-800x533.jpeg" alt="" width="640" height="426" srcset="https://unjkita.com/wp-content/uploads/2018/07/SPU-Kuliah-Mahal-Demo-mahasiswa-800x533.jpeg 800w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2018/07/SPU-Kuliah-Mahal-Demo-mahasiswa-150x100.jpeg 150w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2018/07/SPU-Kuliah-Mahal-Demo-mahasiswa-630x420.jpeg 630w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2018/07/SPU-Kuliah-Mahal-Demo-mahasiswa-640x427.jpeg 640w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2018/07/SPU-Kuliah-Mahal-Demo-mahasiswa-681x454.jpeg 681w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2018/07/SPU-Kuliah-Mahal-Demo-mahasiswa.jpeg 1280w" sizes="(max-width: 640px) 100vw, 640px" /></p>
<p>Apakah sobat Mahasiswa pernah mengetahui atau mendengar adanya mahasiswa tingkat akhir yang melakukan kerja lapangan di berbagai daerah pelosok Indonesia? Hal tersebut tentunya bukan sekedar formalitas atau aktivitas biasa. Kegiatan tersebut adalah kegiatan <strong><a href="https://unjkita.com/apa-hubungannya-mahasiswa-dengan-pengabdian-masyarakat/">pengabdian kepada masyarakat</a></strong> yang juga bagian dari Tri Dharma Perguruan Tinggi.</p>
<p>Ilmu yang bermanfaat tentunya bukan hanya ilmu yang disimpan untuk diri sendiri atau sekedar disimpan dalam pikiran kita, melainkan ilmu yang diamalkan sesuai fungsinya dan memberikan manfaat untuk orang banyak. Akan menjadi percuma jika ilmu yang kita miliki sangat menjulang setinggi langit, namun tidak memberikan dampak perubahan yang signifikan untuk masyarakat.</p>
<p>Dalam Undang-Undang pendidikan tinggi, disebutkan bahwa <a href="https://unjkita.com/apa-hubungannya-mahasiswa-dengan-pengabdian-masyarakat/">pengabdian kepada masyarakat</a> adalah kegiatan sivitas akademika yang memanfaatkan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk memajukan kesejahteraan masyarakat dan mencerdaskan kehidupan bangsa.</p>
<p>Kamu bisa memulai kegiatan pengabdian masyarakat dengan menjadi relawan disebuah kegiatan sosial. Menjadi relawan akan banyak memberikan manfaat, diantaranya adalah <strong><a href="https://unjkita.com/menjadi-relawan/" target="_blank" rel="noopener noreferrer">5 manfaat menjadi relawan yang dijelaskan diartikel berikut.</a></strong></p>
<p>Tanpa jiwa dan semangat pengabdian kepada masyarakat, tentu saja tidak akan ada artinya. Mahasiswa hanya menjadi cikal bakal manusia yang egois dan tidak peduli terhadap masyarakat. Tentu bukan sesuatu yang baik, dimana mahasiswa adalah harapan besar bangsa ini dan diharapkan mampu tumbuh, berkembang, dan menjadi harapan masa depan bangsa.</p>
<p><a href="https://unjkita.com/wp-content/uploads/2018/12/Tri-Dharma-Perguruan-Tinggi.jpg"><img decoding="async" class="aligncenter wp-image-23052 size-full" title="Tri Dharma Perguruan Tinggi" src="https://unjkita.com/wp-content/uploads/2018/12/Tri-Dharma-Perguruan-Tinggi.jpg" alt="Tri Dharma Perguruan Tinggi" width="500" height="500" srcset="https://unjkita.com/wp-content/uploads/2018/12/Tri-Dharma-Perguruan-Tinggi.jpg 500w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2018/12/Tri-Dharma-Perguruan-Tinggi-150x150.jpg 150w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2018/12/Tri-Dharma-Perguruan-Tinggi-100x100.jpg 100w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2018/12/Tri-Dharma-Perguruan-Tinggi-450x450.jpg 450w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2018/12/Tri-Dharma-Perguruan-Tinggi-120x120.jpg 120w" sizes="(max-width: 500px) 100vw, 500px" /></a></p>
<p>Tentu masih banyak hal-hal lain yang harus mahasiswa pahami dari Tri Dharma Perguruan Tinggi ini. Selamat memahami dan mengamalkannya lebih lanjut dan tentunya masa mahasiswa hanyalah 4 tahun. Kesulitan dan tantangan apapun tidak akan sebanding dengan masa berkarir kita yang mungkin akan kita hadapi sampai seumur hidup.</p>
<p><strong>Baca Juga: <a href="https://unjkita.com/tips-sukses-di-kampus-bagi-mahasiswa-baru/">Tips Sukses di Kampus Bagi Mahasiswa Baru</a></strong></p>
<p>The post <a href="https://unjkita.com/tri-dharma-perguruan-tinggi-mahasiswa-wajib-tahu-tentang-hal-ini/">Tri Dharma Perguruan Tinggi, Mahasiswa Wajib Tahu Tentang Hal Ini</a> appeared first on <a href="https://unjkita.com">UNJKita.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Merawat Pemikiran Pendidikan H.A.R. Tilaar</title>
		<link>https://unjkita.com/merawat-pemikiran-pendidikan-h-a-r-tilaar/</link>
					<comments>https://unjkita.com/merawat-pemikiran-pendidikan-h-a-r-tilaar/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[UNJKITA.com &#124; @pemburukampus]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 17 Jun 2020 07:07:17 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Anda]]></category>
		<category><![CDATA[Opini Alumni]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://unjkita.com/?p=22950</guid>

					<description><![CDATA[<p>Kebhinnekaan selalu menjadi diskurus yang relevan pada konteks masyarakat yang multikultural. Perbincangan terhadap persatuan bangsa tidak boleh stagnan, harus selalu dirawat, disegarkan, disadarkan, agar terinternalisasi...</p>
<p>The post <a href="https://unjkita.com/merawat-pemikiran-pendidikan-h-a-r-tilaar/">Merawat Pemikiran Pendidikan H.A.R. Tilaar</a> appeared first on <a href="https://unjkita.com">UNJKita.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Kebhinnekaan selalu menjadi diskurus yang relevan pada konteks masyarakat yang multikultural. Perbincangan terhadap persatuan bangsa tidak boleh stagnan, harus selalu dirawat, disegarkan, disadarkan, agar terinternalisasi dan menjadi cara pandang kehidupan masyarakat Indonesia. Meskipun beberapa konflik telah terdeeskalasi, namun faktor sosio-historis tetap memiliki potensi konflik dikemudian hari.</p>
<p>Kematangan toleransi di Indonesia perlu direfleksikan melalui laporan tahunan Social Progress Index yang melihat kualitas kemajuan sosial suatu negara. Laporan terbaru, pada 2019 skor toleransi dan inklusi Indonesia adalah 39.96 dari skor 100. Negara tetangga seperti Malaysia memiliki skor 43.37 dan Singapura 52.32. Dari 149 negara Indonesia menempati peringkat 99, Malaysia 87, sementara Singapura 56. Bila dirinci salah satu subkomponen toleransi dan inklusi yaitu diskriminasi dan kekerasan terhadap minoritas, Indonesia peringkat 101. Data ini merupakan indikator ataupun survei persepsi atas dinamika sosial yang terjadi.</p>
<p>Masyarakat membutuhkan lembaga pendidikan, sebagai transformasi kebudayaan masyarakat dan pengembangan keterampilan. Namun, perkembangan pendidikan dan kurikulum belum terangkai secara utuh dengan belum tuntasnya membumikan toleransi dan kebhinnekaan. Konflik antarsuku di Sampit, konflik kepentingan berbalut agama di Ambon, konflik antar golongan keagamaan, dan gerakan separatisme adalah pelajaran sekaligus pekerjaan rumah yang perlu diselesaikan. Pada titik ini lembaga pendidikan dipertanyakan perannya, sejauh mana kontribusi lembaga pendidikan menanamkan kebhinnekaan?</p>
<p>Sejak dirancangnya Rencana Pelajaran 1947 (bentuk kurikulum pertama di Indonesia, Rencana Pelajaran 1960, hingga Kurikulum 2013 ada satu aspek yang perlu menjadi sorotan, karena menyangkut cara pandang kehidupan masyarakat Indonesia yaitu multikulturalisme. Tilaar pernah mengatakan urgensi pembangunan sosial budaya ini, “pembangunan itu terjadi kalau ada dialog, dialog itu terjadi karena budaya. Nah itu adalah arti budaya di dalam pembangunan berkelanjutan.”</p>
<h2>Re-konstruksi Multikulturalime oleh H.A.R Tilaar</h2>
<p>Masyarakat itu dinamis, cara pandangannya terus berubah, kebudayaan serta sistem pendidikannya berkembang. Pada konteks masyarakat Indonesia yang multikultur menurut Tilaar perlu merekonstruksi konsep multikulturalisme. “Kebudayaan kita itu adalah kebudayaan Nusantara, yang multikultural, disitulah letak kekuatan kita itu. Bukan suatu bangsa yang satu bahasa, tapi sekian ratus bahasa, sekian ratus suku bangsa kita, tapi kita mempunyai kesatuan sebagai bangsa Indonesia. Disitulah letak kekuatannya.” Cara pandang yang perlu diubah yakni berbagai perbedaan ini bukanlah sumber konlfik, melainkan sumber kekuatan bangsa. Salah satu kekuatannya itu apa yang disebut kearifan lokal bangsa Indonesia. The Local Wisdom kita yang hidup di tengah-tengah kekuatan Globalisasi yang tidak memiliki jiwa.</p>
<p>Pandangan multikulturalisme pada dasarnya mengandung pengertian pengakuan terhadap keragaman budaya yang dimiliki oleh bangsa Indonesia. Keragaman budaya tersebut berarti pula adanya pengakuan akan eksistensi dari budaya-budaya yang dimiliki oleh berbagai sukubangsa. Menurut Tilaar ada dua prinsip penting dalam pengertian multikulturalisme:</p>
<p><strong>Pertama</strong>, budaya yang dimiliki tiap suku bangsa tidak bersifat statis, bagaimanapun usaha masyarakata setempat menutup diri, tetapi akan berkembang dengan cepat atau lambat sesuai perubahan zaman.</p>
<p><strong>Kedua</strong>, perbedaan kebudayaan antarsuku tidak menjadikan alasan bermusuhan satu dengan yang lain, akan tetapi memupuk kebanggaan dan mencari nilai-nilai yang bersamaan atau dapat dicontoh oleh suku-suku yang lain itu.</p>
<p>Kedua prinsip kebhinnekaan masyarakat merupakan suatu proses dan bukan suatu yang hadir begitu saja. Proses demikian adalah proses pendidikan. Ilmu pengetahuan dan tekonologi hanya sebagai alat bantu mewujudkan kondisi ini. Tilaar mengatakan, <em>“Hanya manusia yang punya moral, dan moral itu tidak bisa ditularkan dengan IT. Dia bisa bantu, tapi moral itu, baik, buruk, kerjasama tidak bisa dibentuk melalui IT. Nah inilah perkembangan moralitas, menghargai orang lain, atau yang disebut empati antar manusia dan tidak bisa dibentuk melalui IT. Yang hanya bisa dibentuk melalui relasi, dialog antar sesama.”</em> Tugas yang tidak akan pernah usai ialah membangun toleransi di dalam menyelengarakan kehidupan bersama, demi membangun kehidupan Indonesia yang aman dan sejahtera.</p>
<p>Oleh: <strong>Fatoni Ihsan</strong></p>
<p>The post <a href="https://unjkita.com/merawat-pemikiran-pendidikan-h-a-r-tilaar/">Merawat Pemikiran Pendidikan H.A.R. Tilaar</a> appeared first on <a href="https://unjkita.com">UNJKita.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://unjkita.com/merawat-pemikiran-pendidikan-h-a-r-tilaar/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>5 Kebiasaan Buruk yang Tidak Boleh Dilakukan Guru</title>
		<link>https://unjkita.com/5-kebiasaan-buruk-yang-tidak-boleh-dilakukan-guru/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Gia Ghaliyah]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 14 May 2018 08:08:31 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Konten Pilihan]]></category>
		<category><![CDATA[Tips Karir]]></category>
		<category><![CDATA[Guru]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Serial Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Serial Pendidikan Ibu Guru Gia]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://unjkita.com/?p=21027</guid>

					<description><![CDATA[<p>Hi, teman-teman pendidik! Kali ini saya akan berbagi tentang lima kebiasaan buruk yang tidak boleh dilakukan guru. Apakah teman-teman pendidik pernah melakukannya di kelas-kelas Anda?...</p>
<p>The post <a href="https://unjkita.com/5-kebiasaan-buruk-yang-tidak-boleh-dilakukan-guru/">5 Kebiasaan Buruk yang Tidak Boleh Dilakukan Guru</a> appeared first on <a href="https://unjkita.com">UNJKita.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Hi, teman-teman pendidik!</p>
<p>Kali ini saya akan berbagi tentang lima kebiasaan buruk yang tidak boleh dilakukan guru.</p>
<p><em><strong>Apakah teman-teman pendidik pernah melakukannya di kelas-kelas Anda?</strong></em> Semoga saja tidak.</p>
<p>Yuk, disimak! Semoga bermanfaat <img src="https://s.w.org/images/core/emoji/17.0.2/72x72/1f642.png" alt="🙂" class="wp-smiley" style="height: 1em; max-height: 1em;" /></p>
<h5><strong>1. Tidak Menghafal Nama-nama Siswa</strong></h5>
<p>Waduh, fatal banget nih kalau guru tidak menghafal nama-nama siswanya. Guru punya waktu maksimal 2-3 pekan untuk bisa menghafal seluruh nama siswanya. Ini penting banget lho! Siswa suka sekali jika gurunya hafal nama dia. Apalagi tahu nama panggilan akrabnya. Dengan begitu, siswa akan merasakan adanya kedekatan dengan gurunya tersebut.</p>
<p><strong>2. Telat Masuk ke Kelas</strong></p>
<p>Ini juga kebiasaan buruk yang cukup fatal. Cobalah tanamkan <em>midset</em>, <em>&#8220;Jika saya telat masuk kelas, maka saya sudah membuang menit menit hak siswa. Nanti, akan Allah tagih di akhirat kelak.&#8221;</em> Maka, guru harus tepat waktu datang ke kelas, bukanlah lagi sekadar peraturan saja.</p>
<p>Nah, seandainya ada alasan syar&#8217;i yang menyebabkan guru telat datang ke kelas, biasakan ucapkan kata maaf dan beritahu alasannya ke siswa. Itu penting lho sebagai bentuk penyesalan kita.</p>
<p><strong>3. Membalas C<em>hat</em> Ataupun Membuka Notif di HP Ketika Mengajar</strong></p>
<p>Saya pribadi, kalau di kelas masih sering buka HP. Pertama, untuk melihat jam, dan kedua, untuk pakai kamera. Saya suka sekali merekam aktivitas para siswa. Soalnya <em>ngegemesin</em> banget sih. Bahkan, ada lho guru yang sampai bawa kamera SLR dan tripod-nya. Point pentingnya, harus tetap fokus melaksanakan amanah menjadi fasilitator siswa ya.</p>
<p>Nah menurut saya, kebiasaan buruk yang berhubungan dengan <em>gadget</em> guru adalah membuka ataupun membalas <em>chat</em>. Kalau pun ada hal <em>urgent</em>, sebaiknya keluar kelas dulu.</p>
<p><strong>4. Menyuruh Siswa Mengisi Tinta Spidol</strong></p>
<p>Spidol adalah salah satu alat tempur seorang guru. Guru yang mempersiapkan dengan baik peralatan tempurnya, maka tinta spidol harusnya sudah terisi sebelum masuk kelas. Itu merupakan bagian dari amanah seorang guru. Salah satu tanda guru benar-benar siap untuk mengajar adalah tinta spidolnya sudah terisi lho ya.</p>
<p><strong>5. Tidak Memperhatikan Siswa Ketika Sedang Latihan Soal</strong></p>
<p>Jangan sampai guru sibuk sendiri di mejanya ketika siswa sedang latihan soal. Sebaiknya, keliling kelas datangi siswa yang merasakan kesulitan menjawab soal-soal. Dekati satu persatu, sekaligus amati kemampuannya secara personal. Jangan sampai Anda pasif tanpa mendampingi siswa mengerjakan latihan soal ya.</p>
<p><strong>Baca juga:</strong> <em><strong><a href="http://unjkita.com/5-kebiasaan-baik-yang-harus-dilakukan-guru/">5 Kebiasaan Baik yang Harus Dilakukan Guru</a></strong></em></p>
<p>The post <a href="https://unjkita.com/5-kebiasaan-buruk-yang-tidak-boleh-dilakukan-guru/">5 Kebiasaan Buruk yang Tidak Boleh Dilakukan Guru</a> appeared first on <a href="https://unjkita.com">UNJKita.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>5 Kebiasaan Baik yang Harus Dilakukan Guru</title>
		<link>https://unjkita.com/5-kebiasaan-baik-yang-harus-dilakukan-guru/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Gia Ghaliyah]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 14 May 2018 07:54:04 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Konten Pilihan]]></category>
		<category><![CDATA[Tips Karir]]></category>
		<category><![CDATA[Guru]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Serial Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Serial Pendidikan Ibu Guru Gia]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://unjkita.com/?p=21024</guid>

					<description><![CDATA[<p>Hi, teman-teman pendidik! Kali ini saya akan berbagi tentang lima kebiasaan baik yang harus dilakukan guru. Apakah teman-teman pendidik sudah membiasakannya di kelas-kelas Anda? Yuk,...</p>
<p>The post <a href="https://unjkita.com/5-kebiasaan-baik-yang-harus-dilakukan-guru/">5 Kebiasaan Baik yang Harus Dilakukan Guru</a> appeared first on <a href="https://unjkita.com">UNJKita.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Hi, teman-teman pendidik!</p>
<p>Kali ini saya akan berbagi tentang lima kebiasaan baik yang harus dilakukan <a href="https://id.jooble.org/lowongan-kerja-guru">guru</a>.</p>
<p><em><strong>Apakah teman-teman pendidik sudah membiasakannya di kelas-kelas Anda?</strong></em></p>
<p>Yuk, disimak! Semoga bermanfaat ya <img src="https://s.w.org/images/core/emoji/17.0.2/72x72/1f642.png" alt="🙂" class="wp-smiley" style="height: 1em; max-height: 1em;" /></p>
<h5><strong>1. Membuat Siswa Bahagia Sebelum Memulai Belajar</strong></h5>
<blockquote><p><strong>&#8220;Menit-menit pertama dalam proses belajar adalah waktu yang terpenting untuk satu jam pembelajaran selanjutnya.&#8221; </strong></p>
<p><strong>-Munif Chatib-</strong></p></blockquote>
<p>Penting banget nih bagi guru untuk membiasakan dirinya membuat sesuatu sehingga siswa bahagia sebelum memulai belajar di kelas. Kalau Anda berhasil, siswa akan selalu penasaran dengan momen proses belajar selanjutnya lho!</p>
<p>Proses membuat siswa bahagia sebelum belajar dimulai, namanya Apersepsi. Apersepsi ada beberapa macam, mulai dari<em> ice breaking</em>, <em>games</em>, <em>fun story</em>, dan sebagainya. Kalau saya kehabisan ide, tak jarang saya memberikan video-video bermanfaat hasil mengunduh dari youtube sebelum masuk ke kelas.</p>
<p><strong>Baca juga:</strong> <em><strong><a href="http://unjkita.com/apersepsi-kunci-agar-kelas-semakin-diminati-part/">Apersepsi: Kunci Agar Kelas Diminati</a></strong></em></p>
<p><strong>2. Guru Harus Jago Akting</strong></p>
<p>Yuk, buang jauh jauh dari ketergantungan mood! Guru jugalah manusia biasa, yang punya masalah tentu bisa sedih ataupun kesal. Guru jugalah manusia biasa, yang bisa saja tersinggung hanya karena hal sepele. Dan, guru jugalah manusia biasa, yang dipuji atau digombali sedikit, bisa langsung bahagia alias berbunga-bunga.</p>
<p>Namun, ketika guru sudah menjalankan peran pentingnya di kelas, guru haruslah jago akting. Misal, kalau lagi sedih ataupun kesal karena ada masalah pribadi, janganlah siswa jadi kena getahnya. Sehingga, suasana belajar mengajar di kelas menjadi mencekam. Maka, penting banget nih membiasakan diri untuk mengolah emosi dengan baik.</p>
<p><strong>3. Memeriksa Buku Catatan Siswa</strong></p>
<p>Salah satu kebiasaan baik yang harus dilakukan oleh guru adalah memeriksa buku catatan siswa secara berkala. Tujuannya, agar siswa bisa mendapatkan apresiasi ataupun <em>feedback</em> di buku catatannya. Selain itu, kebiasaan baik ini, bisa bermanfaat agar guru memahami seberapa jauh ilmu-ilmu yang berhasil terekam oleh siswa di buku catatannya.</p>
<blockquote><p><strong>Periksa secara berkala buku catatan siswa agar guru memahami seberapa jauh ilmu-ilmu yang berhasil terekam oleh siswa.</strong></p></blockquote>
<h5><strong>4. Rajin Menulis Umpan Balik (<em>Feedback</em>)</strong></h5>
<p>Tak bisa dipungkiri, guru yang menulis <em>feedback</em> pada lembar hasil ujian atau LKS siswa bisa mendapatkan tempat khusus di hati siswanya. Dengan begitu, guru akan terus belajar untuk mampu memahami kemampuan dan karakter setiap siswanya. Hal tersebut bisa menunjang peforma guru ketika mengajar lho.</p>
<p><strong>5. <em>Up to date</em> Berita-berita</strong></p>
<p>Menurut saya, ini adalah salah satu cara untuk membuka ruang diskusi dengan siswa. Kebiasaan baik yang bisa guru lakukan ini, mampu membuat siswa untuk lebih aktif menyampaikan pendapatnya, lebih peka dengan permasalahan sekitar, dan yang paling penting bisa menambah wawasan. Hal tersebut juga mampu mendekatkan hubungan antara guru dan siswa.</p>
<p>Untuk kebiasaan baik <em>up to date</em> berita-berita (bukan berita gosip lho ya), gak harus dilakukan oleh guru-guru mapel tertentu saja. Guru mapel hitungan pun juga harus membiasakan diri <em>up to date</em> berita-berita. Misal, disela-sela belajar materi hitungan, guru bisa saja menyampaikan atau bertanya tentang berita-berita terkini kepada siswa.</p>
<p>Apakah harus berkaitan dengan materi ajar? Terserah. Kalau bisa berkaitan dengan materi ajar, wah itu bagus banget! Nama prosesnya, <em>scene setting</em>. Kalau gak berkaitan dengan materi ajar, ya gak masalah. Kan biar bisa membuka ruang diskusi disela-sela belajar. Tapi, jangan keasyikan diskusi juga ya, sehingga target materi pokok yang ingin disampaikan gak berhasil. Selamat mencoba!</p>
<div>&#8220;Kamu dapat mencari<a href="https://id.jooble.org/lowongan-kerja-guru"> <b>lowongan kerja guru</b> di Jooble</a>&#8220;</div>
<p><strong>Baca juga:</strong> <em><strong><a href="http://unjkita.com/5-kebiasaan-buruk-yang-tidak-boleh-dilakukan-guru/">5 Kebiasaan Buruk yang Tidak Boleh Dilakukan Guru</a></strong></em></p>
<p>The post <a href="https://unjkita.com/5-kebiasaan-baik-yang-harus-dilakukan-guru/">5 Kebiasaan Baik yang Harus Dilakukan Guru</a> appeared first on <a href="https://unjkita.com">UNJKita.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>KolaborasiAsik ala Proyatim dan Uber Single Fighter Jabodetabek</title>
		<link>https://unjkita.com/kolaborasiasik-ala-proyatim-dan-uber-single-fighter-jabodetabek/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Jeany Mustika Mawartani]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 07 Dec 2017 14:05:54 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Info]]></category>
		<category><![CDATA[Kampus]]></category>
		<category><![CDATA[Komunitas]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Yatim]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://unjkita.com/?p=18359</guid>

					<description><![CDATA[<p>UNJKita.com, Senin (3/12) &#8211; Mengawali minggu pertama di bulan Desember, Proyatim komunitas sosial bentukan alumni UNJ, kembali melaksanakan programnya kepada anak yatim binaannya. Bertempat di...</p>
<p>The post <a href="https://unjkita.com/kolaborasiasik-ala-proyatim-dan-uber-single-fighter-jabodetabek/">KolaborasiAsik ala Proyatim dan Uber Single Fighter Jabodetabek</a> appeared first on <a href="https://unjkita.com">UNJKita.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>UNJKita.com, Senin (3/12) &#8211; Mengawali minggu pertama di bulan Desember, Proyatim komunitas sosial bentukan alumni UNJ, kembali melaksanakan programnya kepada anak yatim binaannya. Bertempat di Musholla Rusun A Pinus Elok Jakarta Timur, proyatim berkolaborasi dengan komunitas ojek online Uber Single Fighter untuk menyantuni anak anak yatim rusun. Dalam kesempatan tersebut Uber Single Fighter juga sekaligus merayakan hari ulang tahun komunitas mereka yang pertama.</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="alignnone size-full wp-image-18503" src="http://unjkita.com/wp-content/uploads/2017/12/Proyatim-2.jpg" alt="" width="604" height="603" srcset="https://unjkita.com/wp-content/uploads/2017/12/Proyatim-2.jpg 604w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2017/12/Proyatim-2-150x150.jpg 150w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2017/12/Proyatim-2-601x600.jpg 601w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2017/12/Proyatim-2-421x420.jpg 421w" sizes="auto, (max-width: 604px) 100vw, 604px" /></p>
<p>Acara ini dihadiri oleh beberapa pihak, baik dari Proyatim, Uber Single Fighter maupun dari pihak rusunawa. Acara dibuka dengan sambutan dari pihak proyatim, lalu perwakilan dari Uber Single Fighter, dan juga pengurus dari rusunawa yang diwakili oleh Medi selaku KUPRS Pinus Elok. Medi dalam sambutannya menuturkan rasa bangganya terhadap semua pihak yang terlibat dan sangat senang dengan adanya acara santunan untuk warga rusun mereka. Acara dilanjutkan dengan tausiyah oleh salah satu Inspirator Muda Proyatim yaitu Rajanta Sulaiman yang membuat suasana semakin hikmat dan berkah.</p>
<p>Masuk ke dalam inti acara, yaitu pemberian santunan, sejumlah anggota uber single fighter memberikan santunannya kepada anak-anak yatim yang hadir. Terlihat raut wajah penuh bahagia dari anak-anak yatim setelah menerima santunan. La Ode selaku koordinator dari Uber Single Fighter mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan sarana untuk driver uber agar dapat menyalurkan zakat dari penghasilannya kepada anak yatim.</p>
<p>“Saat kita fundrising, tanggapan para driver positif, dengan perbedaan penghasilan yang diterima, paling tidak mereka menyumbangkan 10-20rb yang disalurkan melalui rekening saya dan ada yang secara langsung memberikannya kepada saya,” tuturnya lebih lanjut.</p>
<p>Dari proyatim juga menyambut niat baik dari Uber Single Fighter yang bekerjasama dalam menyantuni anak-anak yatim binaan mereka.</p>
<p>“Terima kasih kepada komunitas Uber Single Fighter. Kegiatan hari ini sangat berkesan. Proyatim terbuka bagi setiap komunitas yang ingin memberikan bantuan dalam bentuk apapun kepada anak-anak yatim binaan kami,” tutur Reza selaku Founder Proyatim.</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="alignnone size-full wp-image-18509" src="http://unjkita.com/wp-content/uploads/2017/12/Proyatim-3.jpg" alt="" width="601" height="568" srcset="https://unjkita.com/wp-content/uploads/2017/12/Proyatim-3.jpg 601w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2017/12/Proyatim-3-150x142.jpg 150w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2017/12/Proyatim-3-444x420.jpg 444w" sizes="auto, (max-width: 601px) 100vw, 601px" /></p>
<p>Makan bersama menjadi akhir dari acara tersebut. Tentunya ini menjadi inspirasi untuk komunitas-komunitas agar dapat menebar kebermanfaatnnya kepada sesama, terlebih kepada mereka yang membutuhkan.</p>
<p>“Kami berharap, dengan kegiatan ini, doa anak yatim selalu membersamai kami dalam mencari rezeki  dan kegiatan hari ini dapat bermanfaaat untuk semuanya,” tutup La Ode.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>The post <a href="https://unjkita.com/kolaborasiasik-ala-proyatim-dan-uber-single-fighter-jabodetabek/">KolaborasiAsik ala Proyatim dan Uber Single Fighter Jabodetabek</a> appeared first on <a href="https://unjkita.com">UNJKita.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Menjadi Cikgu di Perbatasan Indonesia</title>
		<link>https://unjkita.com/menjadi-cikgu-di-perbatasan-indonesia/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Salsabila Audria Putri]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 07 Dec 2017 13:16:01 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kampus]]></category>
		<category><![CDATA[Komunitas]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://unjkita.com/?p=18296</guid>

					<description><![CDATA[<p>“Wajah pendidikan Indonesia yang berbatasan langsung Serawak masih sangat jauh dari kata layak. Ketika di kota besar sudah banyak terdapat buku pelajaran tetapi disana hanya...</p>
<p>The post <a href="https://unjkita.com/menjadi-cikgu-di-perbatasan-indonesia/">Menjadi Cikgu di Perbatasan Indonesia</a> appeared first on <a href="https://unjkita.com">UNJKita.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>“Wajah pendidikan Indonesia yang berbatasan langsung Serawak masih sangat jauh dari kata layak. Ketika di kota besar sudah banyak terdapat buku pelajaran tetapi disana hanya ada satu pegangan buku. Ruang kelaspun hanya memiliki satu bahkan dari TK sampai kelas 6 SD harus bergantian dengan sistem kelas yang disekat- sekat. Oleh karena itu, VTIC hadir untuk berkontribusi dalam pembangunan pendidikan,” tutur Indah saat menjelaskan kondisi pendidikan Indonesia di Serawak.</p>
<p>VTIC (Volenterism Teaching Indonesian Children) adalah sebuah yayasan yang bergerak dibidang pendidikan, sosial dan kemanusiaan yang berfokus pada peningkatan sumber daya manusia khususnya anak-anak buruh migran di Serawak, Malaysia. Mereka percaya dengan adanya bentuk kepedulian akan pendidikan anak-anak buruh migran Indonesia atau TKI bisa memberikan kehidupan yang lebih baik.</p>
<p>WNI yang sudah dewasa sampai lanjut usia kurang lebihnya sudah paham mengenai budaya dan letak geografis. Hanya saja anak-anak yang notabener lahir disana tidak mengetahui mengenai Indonesia. Atas dasar tersebut VTIC mulai tanamkan benih-benih Indonesia dengan membawa peta dan menceritakan negara Indonesia dan seisinya. Setiap tahun diselenggarakan karnaval budaya dan pawai obor, yang berisi lomba tari tradisional, pengenalan baju adat, dan cerdas cermat pengetahuan umum kebangsaan.</p>
<p>Tujuan dibentuknya VTIC adalah membantu mencerdaskan anak bangsa dan pemberatasan buta aksara pada anak-anak buruh migran. Mengenalkan Indonesia kepada anak-anak yang berada di luar Indonesia karena sebagian besar belum pernah menginjakan kaki ke Indonesia.</p>
<p>VTIC juga memiliki peran menjalin kerja sama yang baik antara mahasiswa, guru, pekerja TKI, dan pihak-pihak perusahaan kelapa sawit, Konsultat Jendral Republik Indonesia (KJRI) Kunching Serawak, dan Kedutaan Besar Indonesia untuk Kerajaan Malaysia untuk terus meningkatkan kuliatas hidup masyarakat Indonesia yang tinggal Malaysia.</p>
<p>Secara intensif, VTIC sendiri memiliki lima program utama yaitu :</p>
<h4><strong>VTIC Cycle</strong></h4>
<p>VTIC Cycle yaitu program utama yang bertujuan mengajar sukarela anak-anak buruh migran di Serawak kurang lebih satu bulan. Biasanya dilaksanakan bulan Agustus. Untuk perektutan sendiri pihak VTIC sudah membukanya sejak awal Oktober yang bisa diikuti oleh mahsiswa aktif D3/D4/S1 PTN atau PTS.</p>
<h4><strong>VTIC Goes To</strong></h4>
<p>Program ini adalah program mengajar dan juga pemberian aspirasi untuk sekolah yang berada di daerah terpencil dan penghasil tenaga kerja Indonesia (TKI) terbanyak. Program ini diadakan oleh alumni relawan VTIC yang sudah menjadi pengajar di VTIC Cycle. Program ini meliputi kegiatan memberikan inspirasi bagi anak-anak sekolah dasar, menengah meupun atas untuk tetap optimis dan semangat dalam mengenyam dunia pendidikan</p>
<h4><strong>VTIC For School</strong></h4>
<p>VTIC For School merupakan program memfasilitasi siswa CLC (Community Learning Centre) untuk melanjutkan sekolah di Indonesia. Dalam kegiatan ini, VTIC bekerja sama dengan instansi sekolah dan pesantren di Indonesia sebagai tempat lanjutan sekolah bagi anak-anak buruh migran. Hal ini dilakukan dikarenakan peraturan perusahaan yang tidak memperbolehkan anak- anak buruh migran sekolah diatas umur 12 tahun. Oleh karena itu upayanya adalah membawa mereka pulang ke Indonesia untuk pendidikan yang lebih baik.</p>
<h4><strong>VTIC Merchandise</strong></h4>
<p>VTIC Merchandise merupakan sarana pengumpulan dana kegiatan VTIC yang bertujuan untuk menunjang kegiatan baik VTIC Cycle, VTIC For School dan VTIC Goes to. Barang-barang yang ditawarkan oleh VTIC Merchandise antara lain Jaket, Mug, Buku, dan lain-lain.</p>
<h4><strong>VTIC Training</strong></h4>
<p>VTIC Training merupakan program yang dilakukan oleh pekerja profesional (misal psikolog, dokter umum, dokter gigi dsb) yang akan diberangkatkan bersamaan dengan VTIC Cycle. Ketika VTIC Cycle kami merekrut tenaga pengajar. Nah, untuk training kami merekrut tenaga profesional seperti yang telah disebutkan. Tujuan mereka adalah memberikan sosoalisasi ataupun pengobatan gratis bagi orang tua dan anak disana secara sukarela</p>
<p>“Sebetulnya pemerintah sendiri tidak tinggal diam pendidikan di Indonesia tertinggal. Karena banyak menggagas program peningkatan kesejahteraan guru, sarana prasarana dan membebaskan biaya pendidikan di beberapa daerah. Pemerintah sudah mengupayakan berbagai cara seperti SM3T dan berbagai kuliah kerja nyata setiap kampus ke wilayah tertinggal,” lanjut Indah selaku Humas VTIC.</p>
<p><strong>Baca juga: <a href="http://unjkita.com/indah-luthfikasari-sang-pejuang-advokasi-mahasiswa-unj/">Indah Luthfikasari Sang Pejuang Advokasi Mahasiswa UNJ</a></strong></p>
<blockquote><p><strong>Sebagai anak muda harus membantu pemerintah dalam merealisasikan tujuan pengembangan berkelanjutan karena pemuda yang mempunyai power lebih dan jauh lebih produktif dibandingkan usia lainnya. Begitupun dengan yang VTIC lakukan.</strong></p></blockquote>
<p>The post <a href="https://unjkita.com/menjadi-cikgu-di-perbatasan-indonesia/">Menjadi Cikgu di Perbatasan Indonesia</a> appeared first on <a href="https://unjkita.com">UNJKita.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Gurunya Para Guru</title>
		<link>https://unjkita.com/gurunya-para-guru/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Gia Ghaliyah]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 29 Nov 2017 08:15:45 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Tips Karir]]></category>
		<category><![CDATA[Guru]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Serial Pendidikan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://unjkita.com/?p=17924</guid>

					<description><![CDATA[<p>Selamat Hari Guru Nasional, 25 Desember lalu! Saya adalah seorang guru yang masih harus banyak belajar mendidik. Dua tahun belajar menjadi guru, perlahan saya mulai...</p>
<p>The post <a href="https://unjkita.com/gurunya-para-guru/">Gurunya Para Guru</a> appeared first on <a href="https://unjkita.com">UNJKita.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Selamat Hari Guru Nasional, 25 Desember lalu!</strong></p>
<p><em>Saya adalah seorang guru yang masih harus banyak belajar mendidik. </em></p>
<p>Dua tahun belajar menjadi guru, perlahan saya mulai memahami tentang sesuatu hal dalam atmosfer pendidikan.</p>
<p>Bahwa guru memiliki peran penting sebagai fasilitator teman belajar siswa. Dan saya semakin paham bahwa sejatinya para gurulah yang juga sedang bersekolah bersama teman belajarnya, yaitu para siswanya sendiri. Sumber inspirasi terbesar dan ruang kebahagiaan seorang guru berasal dari para siswanya. Merekalah sesungguhnya gurunya para guru.</p>
<p>Guru yang belajar dari para siswanya akan memahami bahwa siswa hadir di ruang belajar untuk mengendalikan dirinya sendiri dalam proses belajar. Siswa banyak terlibat menentukan tujuan sampai mengekspresikan cara yang dipilihnya. Nah, peran awal sebagai guru yang belajar dari siswanya, seharusnya mampu belajar mengenal karakteristik para siswanya, lalu menyesuaikan dengan kesiapan siswanya.</p>
<blockquote><p><strong>Siswa adalah sekutu utama guru dalam proses belajar-mengajar. Semakin cepat guru mengenal dan memberdayakannya, semakin mudah pencapaian kita bersama. (Najelaa Shihab)</strong></p></blockquote>
<p>Saya pribadi merasakan betul setelah mengubah paradigma saya bahwa guru tak hanya dapat belajar pada pembicara tamu, tokoh masyarakat, ahli pendidikan, ataupun sesama rekan guru saja, tapi guru justru dapat banyak belajar dari para siswanya juga. Banyak sekali hikmah-hikmah kehidupan yang justru bersumber dari para siswa.</p>
<p>Guru yang banyak belajar dari siswanya, membuat siswa mendapat teladan cara terbaik untuk juga belajar dari gurunya. Sehingga, hubungan guru dengan siswa menjadi hubungan yang saling menguatkan. Hubungan yang memiliki prinsip untuk belajar bersama, belajar dari kesalahan secara bersama maupun belajar demi mencapai tujuan bersama.</p>
<p>Cobalah, para guru untuk tidak merasa paling banyak memiliki ilmu ketika mengajar di kelas. Guru tak perlu takut jika ada sesuatu yang tidak diketahui. Guru harus cukup percaya diri untuk tidak takut pada siswa yang mengetahui lebih banyak daripada gurunya. Sebagai guru, sudah seharusnya kita membiarkan siswa melangkah lebih jauh dalam pembelajaran mereka, dan kita tidak berhak untuk menahan mereka kembali.</p>
<p>Berterima kasihlah kepada para siswa Anda. Karena merekalah sesungguhnya gurunya para guru.</p>
<blockquote><p><strong>&#8220;Jika Anda mendapat siswa yang nakal di kelas. Janganlan mengeluh! Justru siswa nakal tersebut adalah anugrah untuk Anda. Banyaklah belajar dari siswa nakal tersebut. Maka, Anda akan juga terus belajar menjadi guru yang lebih baik lagi.&#8221; (Bambang Widjayanto)</strong></p></blockquote>
<p>&nbsp;</p>
<p>The post <a href="https://unjkita.com/gurunya-para-guru/">Gurunya Para Guru</a> appeared first on <a href="https://unjkita.com">UNJKita.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Hati-hati dengan Penyakit Disteachia</title>
		<link>https://unjkita.com/hati-hati-dengan-penyakit-disteachia/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Gia Ghaliyah]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 29 Nov 2017 04:47:21 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[Kampus]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Serial Pendidikan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://unjkita.com/?p=17897</guid>

					<description><![CDATA[<p>Ternyata ada penyakit ganas yang khusus menyerang para guru. Para guru bisa saja terjangkit sebuah penyakit yang diberi nama Disteachia.  Ayo berefleksi! Thomas Armstrong, Ph.d.,...</p>
<p>The post <a href="https://unjkita.com/hati-hati-dengan-penyakit-disteachia/">Hati-hati dengan Penyakit Disteachia</a> appeared first on <a href="https://unjkita.com">UNJKita.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h6><strong>Ternyata ada penyakit ganas yang khusus menyerang para guru. Para guru bisa saja terjangkit sebuah penyakit yang diberi nama Disteachia. </strong></h6>
<p>Ayo berefleksi!</p>
<p>Thomas Armstrong, Ph.d., seorang yang ahli dalam mengaplikasikan strategi <em>Multiple Intelligences</em> di dalam kelas. Ia telah menerima puluhan siswa unik dengan berbagai lebel kelemahan yang ditransfer dari sekolah-sekolah normal.</p>
<p>Selanjutnya, Thomas Armstrong memutuskan untuk melakukan penelitian ke beberapa &#8220;Sekolah Normal&#8221;, sekolah-sekolah untuk anak normal. Setelah diteliti, ternyata bukan anak-anaknya yang bermasalah, melainkan guru-guru di sekolah tersebut yang sedang terjangkit penyakit Disteachia ini, yaitu penyakit salah mengajar. Penyakit ini mengandung tiga virus yang cukup membahayakan para guru.</p>
<blockquote><p><strong>setiap anak  dilahirkan disertai dengan  kecerdasan, sejatinya tidak ada anak yang tidak cerdas jika mendapatkan penanganan yang tepaT (Munif Chatib)</strong></p></blockquote>
<p>Wahai para guru, hati-hati dengan penyakit Disteachia!</p>
<h5><strong>Virus Pertama, Teacher Talking Time</strong></h5>
<p><em>Pernahkah kamu mendengar guru ngomong terus ketika sedang mengajar di kelas? </em></p>
<p>Nah, kalau pernah, itu berarti gurumu sedang terjangkit Disteachia. Mereka biasanya 80% waktunya selalu digunakan untuk bercerita, ceramah, dan menganggap ia didengarkan oleh siswa. Bagi para guru yang terjangkit virus ini, yang terpenting mereka telah memenuhi kewajiban mengajar. Padahal, banyak ruh siswanya tidak bersama guru tersebut di kelas. Karena ketika guru mengajar, belum tentu siswa juga sedang belajar. Bisa saja hanya mendengarkan, tapi pikiran berimajinasi ke hal-hal yang lain.</p>
<p>Virus ini semakin diperparah apabila para guru tak peduli dengan tindakan siswanya di kelas, seperti tertidur di pojokan kelas, diam-diam bermain HP, mengobrol bersama temannya. Guru biasanya tidak menegur/ tidak peduli karena terlalu fokus dengan ceramahnya di kelas. Wajar, jika para siswa menjadi bosan/ suntuk.</p>
<p>Sebaiknya, para guru gunakanlah metode mengajar yang bervariasi. Kurangilah penggunaan metode ceramah saja ketika mengajar di kelas. Dan yang terpenting, berusahalah melibatkan siswa untuk belajar.</p>
<h5><strong>Virus Kedua, Task Analysis</strong></h5>
<p><em>Kamu tahu gak sih, apa manfaat belajar Hukum Newton, Gerak Melingkar, Logaritma, Trigonometri, dan sebagainya? </em></p>
<p>Kalau kamu tidak tahu apa manfaatnya mempelajari materi pelajaran, itu berarti gurumu juga sedang terjangkit disteachia. Ada guru yang belum terbiasa menjelaskan kegunaan materi untuk aplikasi dalam kegiatan sehari-hari, padahal hal tersebut sangatlah penting.</p>
<p>Sebaiknya guru mampu untuk memberikan <em>global analysis </em>pada mata pelajaran yang diampunya<em>. </em>Para guru harus mampu memberikan gambaran secara utuh dari sebuah materi, sehingga siswa paham isi materi serta manfaat dan inspirasi yang bisa didapat dari belajar materi tersebut.</p>
<h5><strong>Virus Ketiga, Tracking</strong></h5>
<p><em>Tracking</em> adalah pengelompokan siswa ke dalam beberapa kelas berdasarkan kemapuan kognitifnya. <em>Output tracking</em> adalah pembagian kelas menjadi kelas untuk anak pintar dan kelas untuk anak bodoh. Virus ini hampir menjangkiti semua sekolah, terutama sekolah favorit.</p>
<p>Thomas Amstrong dalam bukunya &#8220;Awakening Genius in the Classroom&#8221; telah melakukan penelitian tentang kelas khusus. Ternyata, perkembangan psikologi dan kompetensi seorang siswa pandai yang masuk dalam kelas khusus anak pandai atau kelas akselerasi mempunyai resiko kemunduran tingkat kecerdasan. Kompetisi kognitif yang terjadi setiap saat pada kelas ini menimbulkan ketegangan dan memenjarakan siswa dalam dikotomi kalah dan menang.</p>
<p>Jujur, sewaktu SD, penulis pernah mengalami guru yang terjangkit penyakit ini, terutama virus <em>tracking</em> (hanya pada kelasnya saja). Saya ingat betul, kami dibagi per baris duduk di dalam kelas. Baris pertama, siswa yang boleh duduk hanya rangking 1-10, baris kedua 11-20, baris selanjutnya diduduki ranking seterusnya. Ternyata hal tersebut kuranglah tepat. Guru tak boleh mengelompokkan siswa berdasarkan kemampuan kognitifnya, terlebih melebeli siswa kumpulan anak pintar dan kumpulan anak bodoh. Pantas saja, saya merasakan betapa tidak sehatnya atmosfer kompetisi belajar saat itu.</p>
<p><em>Sumber: Chatib, Munif. 2009. Sekolahnya Manusia. Kaifa: Bandung </em></p>
<p>The post <a href="https://unjkita.com/hati-hati-dengan-penyakit-disteachia/">Hati-hati dengan Penyakit Disteachia</a> appeared first on <a href="https://unjkita.com">UNJKita.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Izatul Silmi, Alumni UNJ Belajar di Sekolah Guru Indonesia Demi Menjadi Pendidik Sejati</title>
		<link>https://unjkita.com/izatul-silmi-alumni-unj-belajar-di-sekolah-guru-indonesia-demi-menjadi-pendidik-sejati/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Gia Ghaliyah]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 06 Sep 2017 05:31:29 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabar Alumni]]></category>
		<category><![CDATA[Konten Pilihan]]></category>
		<category><![CDATA[Professional]]></category>
		<category><![CDATA[Beasiswa]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Sekolah Guru Indonesia]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://unjkita.com/?p=13929</guid>

					<description><![CDATA[<p>Hi Sobat UNJKita! Kali ini Tim UNJKita akan mengulas seorang perempuan perantau dari Bukit Tinggi yang sudah menjadi alumni UNJ. Ialah Izatul Silmi, S.Pd. Silmi,...</p>
<p>The post <a href="https://unjkita.com/izatul-silmi-alumni-unj-belajar-di-sekolah-guru-indonesia-demi-menjadi-pendidik-sejati/">Izatul Silmi, Alumni UNJ Belajar di Sekolah Guru Indonesia Demi Menjadi Pendidik Sejati</a> appeared first on <a href="https://unjkita.com">UNJKita.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Hi Sobat UNJKita!</p>
<p>Kali ini Tim UNJKita akan mengulas seorang perempuan perantau dari Bukit Tinggi yang sudah menjadi alumni UNJ. Ialah Izatul Silmi, S.Pd. Silmi, panggilan akrabnya, merupakan alumni Fakultas Teknik Jurusan Elektronika UNJ angkatan 2011. Anak keenam dari enam bersaudara ini cukup aktif di berbagai lembaga keilmiahan, seperti Kelompok Peneliti Muda UNJ dan MITI KM. Silmi juga sempat menjadi pembina komunitas Lingkar Inspirasi UNJ.</p>
<p>Pada kesempatan kali ini, Silmi akan bercerita seputar kegiatannya di Sekolah Guru Indonesia. <em>Adakah diantara sobat UNJKita yang sudah mengetahui tentang Sekolah Guru Indonesia?</em></p>
<p>Yuk, disimak hasil wawancara Tim UNJKita bersama Silmi!</p>
<p style="text-align: center;">***</p>
<h5><strong><em>Hi Silmi! Apa aktivitasmu saat ini?</em></strong></h5>
<p>Aktivitas saya saat ini mengikuti <em>Professional Class</em> dari Sekolah Guru Indonesia (SGI). Sekolah Guru Indonesia merupakan sekolah non formal bagi guru-guru untuk menjawab berbagai permasalahan pendidikan di Indonesia. Sekolah Guru Indonesia merupakan salah satu program Dompet Dhuafa yang berkomitmen melahirkan Guru Transformatif yang memiliki kompetensi mengajar, mendidik, dan berjiwa kepemimpinan sosial.</p>
<p>Saya tergabung menjadi <em>agent</em> SGI Angkatan 21. Istimewanya menjadi SGI 21, saya mendapatkan beasiswa S2 Jurusan Manajemen Pendidikan Islam di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Saat ini, selain S2 dan sedang menyusun tesis, saya mendapatkan berbagai pelatihan pendidik dari SGI untuk persiapan penempatan di daerah, tahun depan. Selama pelatihan sambil berkuliah, saya dan teman-teman SGI 21 lainnya diasramakan juga.</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-13941 aligncenter" src="http://unjkita.com/wp-content/uploads/2017/09/Izatul-Silmi-2.jpg" alt="" width="4160" height="3120" srcset="https://unjkita.com/wp-content/uploads/2017/09/Izatul-Silmi-2.jpg 4160w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2017/09/Izatul-Silmi-2-150x113.jpg 150w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2017/09/Izatul-Silmi-2-800x600.jpg 800w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2017/09/Izatul-Silmi-2-560x420.jpg 560w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2017/09/Izatul-Silmi-2-80x60.jpg 80w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2017/09/Izatul-Silmi-2-100x75.jpg 100w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2017/09/Izatul-Silmi-2-180x135.jpg 180w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2017/09/Izatul-Silmi-2-238x178.jpg 238w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2017/09/Izatul-Silmi-2-640x480.jpg 640w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2017/09/Izatul-Silmi-2-681x511.jpg 681w" sizes="auto, (max-width: 4160px) 100vw, 4160px" /></p>
<h5><strong><em>Apa saja hal seru selama menuntut ilmu di SGI?</em></strong></h5>
<p>Awalnya saya memang gak <em>enjoy</em>. Tapi mengingat cita-cita saya, yaitu ingin menjadi pendidik sejati, saya ikhtiarkan diri ini untuk terus bersemangat menuntut ilmu. Selain itu, saya juga ingin belajar tentang ilmu memanajemenkan sekolah agar pendidikan Indonesia menjadi lebih baik.</p>
<p>Oia, saya juga mendapatkan banyak sekali pelajaran kehidupan di SGI lho. Saya teringat kata-kata dari Guru Agung (Pembina SGI) bahwa cobaan paling besar dalam hidup adalah mendewasakan diri sendiri. Dengan range umur 25–35 tahun. Setelah 35 tahun biasanya orang sudah bisa mengendalikan dirinya. Oleh karena itu, di SGI saya juga sedang belajar untuk mendewasakan diri.</p>
<p>Hal seru lainnya, saya dan teman-teman SGI 21 lainnya dikumpulkan di sebuah asrama dengan berbagai latar belakang yang berbeda. Saya bertemu dengan teman-teman dari berbagai daerah. Banyaknya ragam budaya dan bahasa justru mempersatu visi dan misi kami, yaitu terus belajar, belajar, dan belajar demi memberikan yang terbaik untuk pendidikan Indonesia.</p>
<blockquote><p><strong> Banyaknya ragam budaya dan bahasa justru mempersatu visi dan misi kami, yaitu terus belajar, belajar, dan belajar demi memberikan yang terbaik untuk pendidikan Indonesia.</strong></p></blockquote>
<p>Selama saya di SGI, saya dan teman-teman dididik ala militer agar tercipta jiwa guru yang benar-benar mau mengabdi. Filofosi SGI yang harus berpendidikan ala militer, karena mereka mau berjuang demi negara walaupun dalam keadaaan tidak punya harta sama sekali. Itulah perbedaan ABRI dengan abdi-abdi negara yang lain, mereka mau rela berkorban untuk negara. Maka, dipakailah konsep militer untuk guru selama menuntut ilmu di SGI.</p>
<h5><strong><em>Apa motivasi terbesar Silmi untuk mau tergabung SGI 21?</em></strong></h5>
<p>Jagi gini, program SGI yang dibeasiswakan S2 dan diasramakan hanya SGI angkatan 21. Sebelumnya hanya pelatihan-pelatihan guru selama beberapa bulan dan diasramakan, lalu penempatan ke daerah. Tentu, saya berikeinginan keras untuk mengambil kesempatan berharga tersebut.</p>
<p>Hadirnya SGI untuk menjawab berbagai permasalahan pendidikan di Indonesia. Karena banyak guru-guru di Indonesia yang kurang kompeten dan kurang wawasan serta minimnya jiwa yang ingin belajar. Selain itu, tidak meratanya pendidikan di Indonesia. Penyebaran guru yang tidak merata ini dalam hal sumber daya dan kapasistas keilmuannya.</p>
<blockquote><p><strong>sebenarnya permasalahan pendidikan itu intinya pola pikir manusianya yang belum terlalu luas, makanya kapasitas gurunya gitu-gitu aja.</strong></p></blockquote>
<p>Misi SGI adalah supaya ketika kami telah menyelesaikan pendidikan di SGI, kami diharapkan bisa memperbaiki pendidikan di daerah dengan kapasitas ilmu maupun pemikiran yang sudah baik karena sebenarnya permasalahan pendidikan itu intinya pola pikir manusianya yang belum terlalu luas, makanya kapasitas gurunya gitu-gitu aja. Di SGI ini menekankan pola pikir pendidik harus bisa berkembang, walaupun dengan dana yang sedikit.</p>
<p>Jadi, menurut saya konsep SGI sebenarnya lebih ke pola pikir. SGI menginginkan agar kita bisa membuat suatu perkembangan dengan mengembangkan manusia. Makanya dikasih berbagai pelatihan dan pengalaman. Supaya kita tahu inti dari kehidupan itu bukan hanya duit, tapi pengorbanan dan keikhlasan. Itulah yang harus dimiliki jiwa guru.</p>
<p>Oleh karena itu, melalui SGI, saya termotivasi untuk menjadi pendidik sejati yang memiliki jiwa untuk mengabdi dengan perngorbanan dan keikhlasan demi memperbaiki pendidikan Indonesia.</p>
<h5><strong><em>Apa keunikan SGI dibandingkan program pengabdian guru lainnya?</em></strong></h5>
<p>SGI mengajarkan saya bahwa guru itu bukan profesi untuk mencari banyak duit, tapi guru itu adalah profesi untuk mengabdikan diri serta beramal sebanyak-banyaknya. Karena ketika guru hanya mengajar wilayah kognitif aja, maka akhlak siswa tidak berubah. Tapi ketika guru mengajar dengan hati yang ikhlas dan dengan pengabdian, banyak hal hal yang di luar ekspetasi.</p>
<blockquote><p><strong>SGI mengajarkan saya bahwa guru itu bukan profesi untuk mencari banyak duit, tapi guru itu adalah profesi untuk mengabdikan diri serta beramal sebanyak-banyaknya. </strong></p></blockquote>
<p>Keunikan SGI dibandingkan program pengabdian guru lainnya adalah ‘jiwa guru’nya lebih ‘dapet’. SGI memang hanya didanai oleh Dompet Dhuafa, sehingga kerelawanannya jauh lebih terasa. Selain itu, menurut saya SGI lebih dicintai oleh masyarakat. Anggapan masyarakat kepada kita sepertinya tulus sekali.</p>
<h5><strong><em>Adakah project pendidikan yang sedang kamu jalani, Silmi?</em></strong></h5>
<p>Nah, kebetulan saya dan beberapa teman saya, Riki Wirahmawan dari Alumni UIN Bandung, Firda Amelia dari Alumni UIN Jakarta, Nardis dari Alumni Univ Haluuleo, <em>alhamdulilah</em> berkesempatan untuk membuat project pendidikan untuk para pemuda, yaitu IYEF (Indonesian Youth Education Forum) Camp 2017. Ada 68 peserta dari berbagai daerah di Indonesia yang ikut berpartisipasi dalam rangkaian acara IYEF Camp 2017 lho!</p>
<p>IYEF Camp 2017 merupakan forum pemuda di bawah naungan Sekolah Guru Indonesia yang memiliki komitmen bersama untuk memperbaiki pendidikan Indonesia dengan membentuk karakter pemuda transformatif.</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-13965 aligncenter" src="http://unjkita.com/wp-content/uploads/2017/09/IYEF-CAMP-.jpg" alt="" width="960" height="429" srcset="https://unjkita.com/wp-content/uploads/2017/09/IYEF-CAMP-.jpg 960w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2017/09/IYEF-CAMP--150x67.jpg 150w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2017/09/IYEF-CAMP--800x358.jpg 800w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2017/09/IYEF-CAMP--940x420.jpg 940w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2017/09/IYEF-CAMP--640x286.jpg 640w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2017/09/IYEF-CAMP--681x304.jpg 681w" sizes="auto, (max-width: 960px) 100vw, 960px" /></p>
<p>SGI meminta kami melakukan program pengabdian kepada masyarakat. Tapi, kami gak ingin membuat sekadar program pengabdian seperti pelatihan-pelatihan saja. Kami juga ingin membangun generasi-generasi Indonesia dari awal banget.</p>
<p>IYEF Camp 2017 bertujuan untuk membangun atau membentuk generasi pendidik Indonesia. Kami ingin agar pemuda-pemuda Indonesia masih bisa tetap berjaya, berkarakter, berakhlak, berbagi, serta bermanfaat bagi orang lain. Kami berharap dapat berperan menumbuhkan tunas-tunas bangsa yang mampu memberantas sekecil kemungkaran dan bisa berbuat baik sebanyak-banyaknya.</p>
<p><em>Follow up</em> dari IYEF Camp 2017 adalah para peserta atau yang kami sebut <em>agent</em> IYEF diminta membuat gerakan-gerakan kependidikan untuk berkontribusi yang lebih berdampak dan bermanfaat di daerah masing-masing.</p>
<h5><strong><em>Apa pesan Silmi untuk sobat UNJKita agar termotivasi untuk menjadi pendidik sejati seperti cita-cita Silmi yang sedang diikhtiarkan ini?</em></strong></h5>
<p>Balik lagi ke tujuan hidup, <em>money oritent</em>ed atau <em>kebahagian oriented</em>. Kebahagian oriented bisa kita raih dengan cara memberikan banyak kebaikan kepada orang lain. Mau bahagia, tapi sedikit uang, atau mau sedikit bahagia, tapi banyak uang. Kalau mau bahagia, tapi banyak uang, kita harus banyak berusaha dan mau memberi kepada orang lain.</p>
<blockquote><p><strong>Menjadi seorang guru adalah tentang wujud pengabdian kita kepada orang lain dan masyarakat, dan tentunya kepada Allah.</strong></p></blockquote>
<p>Nah, kehidupan menjadi guru adalah profesi yang sangat tepat agar meraih banyak kebahagiaan. Menjadi seorang guru adalah tentang wujud pengabdian kita kepada orang lain dan masyarakat, dan tentunya kepada Allah. <em>Ending</em> dari hidup kita, apakah kita meninggal dalam keadaan terabadikan, atau sebaliknya. Ketika menjadi guru yang bukan <em>money oriented</em> kita akan mendapatkan makna hidup sebenarnya, tapi dalam bentuk pengabdian kita kepada Allah. Oleh karena itu, yuk jadi guru agar kebahagian hidup selalu dapat dirasakan sepanjang hayat kita. Semangat mendidik!</p>
<p style="text-align: center;">***</p>
<p>Itulah hasil wawancara Tim UNJKita bersama Izatul Silmi yang sedang berikhtiar meraih cita-citanya menjadi pendidik sejati bersama Sekolah Guru Indonesia. Yuk, sobat UNJKita, kita doakan Silmi agar berhasil membawa banyak sekali dampak positif untuk pendidikan Indonesia!</p>
<p>The post <a href="https://unjkita.com/izatul-silmi-alumni-unj-belajar-di-sekolah-guru-indonesia-demi-menjadi-pendidik-sejati/">Izatul Silmi, Alumni UNJ Belajar di Sekolah Guru Indonesia Demi Menjadi Pendidik Sejati</a> appeared first on <a href="https://unjkita.com">UNJKita.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
