<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Rektor UNJ Archives - UNJKita.com</title>
	<atom:link href="https://unjkita.com/tag/rektor-unj/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://unjkita.com/tag/rektor-unj/</link>
	<description>Saling Menginspirasi untuk Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Fri, 29 Nov 2019 22:55:13 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.4</generator>

<image>
	<url>https://unjkita.com/wp-content/uploads/2018/08/cropped-unjkita-32x32.png</url>
	<title>Rektor UNJ Archives - UNJKita.com</title>
	<link>https://unjkita.com/tag/rektor-unj/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Terpilihnya Rektor dan Perbaikan UNJ</title>
		<link>https://unjkita.com/terpilihnya-rektor-dan-perbaikan-unj/</link>
					<comments>https://unjkita.com/terpilihnya-rektor-dan-perbaikan-unj/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Asrul Pauzi Hasibuan]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 23 Sep 2019 04:45:32 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Konten Pilihan]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Anda]]></category>
		<category><![CDATA[kepemimpinan]]></category>
		<category><![CDATA[Rektor UNJ]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://unjkita.com/?p=22159</guid>

					<description><![CDATA[<p>Kamis (19/9), Universitas Negeri Jakarta (UNJ) melaksanakan rangkaian akhir dari proses pencarian sosok yang diharapkan tepat mengisi tampuk kepemimpinan kampus, yaitu rektor definitif melalui pemilihan...</p>
<p>The post <a href="https://unjkita.com/terpilihnya-rektor-dan-perbaikan-unj/">Terpilihnya Rektor dan Perbaikan UNJ</a> appeared first on <a href="https://unjkita.com">UNJKita.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p class="western" lang="en-US" align="justify"><span style="font-family: Times New Roman, serif;"><span style="font-size: medium;">Kamis (19/9), Universitas Negeri Jakarta (UNJ) melaksanakan rangkaian akhir dari proses pencarian sosok yang diharapkan tepat mengisi tampuk kepemimpinan kampus, yaitu rektor definitif melalui pemilihan rektor (Pilrek) setelah sebelumnya UNJ dipimpin oleh (hanya) seorang Pelaksana Tugas (Plt) Rektor yaitu, Prof. Intan Ahmad, Ph. D, yang betugas untuk memperbaiki UNJ atas amanat Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti), setelah sebelumnya UNJ mendapat sorotan publik karena permasalahan yang cukup serius, sehingga rektor sebelumnya, Prof. Dr. Djaali, harus ‘di rumahkan’.</span></span></p>
<p class="western" lang="en-US" align="justify"><span style="font-family: Times New Roman, serif;"><span style="font-size: medium;">Dalam artikel pada laman </span></span><span style="font-family: Times New Roman, serif;"><span style="font-size: medium;"><i>belmawa.ristekdikti.go.id </i></span></span><span style="font-family: Times New Roman, serif;"><span style="font-size: medium;">(2/10/17) yang berjudul </span></span><span style="font-family: Times New Roman, serif;"><span style="font-size: medium;"><i>“Intan Ahmad: Pendidikan Bersifat Universal”</i></span></span><span style="font-family: Times New Roman, serif;"><span style="font-size: medium;"> kita kembali diingatkan bahwa, tugas dari Intan Ahmad, selepas beliau ditunjuk per 25 September 2017 menjadi Pejabat Pelaksana Harian (Plh), dan kemudian menjadi Pelaksana Tugas ialah: </span></span><span style="font-family: Times New Roman, serif;"><span style="font-size: medium;"><i><b>pertama</b></i></span></span><span style="font-family: Times New Roman, serif;"><span style="font-size: medium;">, membenahi Program Pascasarjana, terutama untuk Program Doktor (S3), agar seluruh aspeknya sesuai dengan Standar Nasional Pendidikan Tinggi (SNDIKTI). </span></span><span style="font-family: Times New Roman, serif;"><span style="font-size: medium;"><i><b>Kedua</b></i></span></span><span style="font-family: Times New Roman, serif;"><span style="font-size: medium;"><i>, </i></span></span><span style="font-family: Times New Roman, serif;"><span style="font-size: medium;">mengawal jalannya pemilihan rektor hingga terpilih Rektor definitif.</span></span></p>
<p class="western" lang="en-US" align="justify"><span style="font-family: Times New Roman, serif;"><span style="font-size: medium;">Untuk mengukur kinerja Intan Ahmad terkait tugas pertamanya memerlukan beberapa indikator yang beberapa di antaranya berangkat dari kasus yang telah mencoreng nama UNJ di antaranya sebagaimana diolah dari berbagai sumber: menyelesaikan kasus nomor induk manipulatif, menyelesaikan persoalan absensi manipulatif, membuat inovasi –setidaknya di UNJ- kebijakan sehingga tidak ada kasus percepatan waktu kuliah yang tidak wajar, menyelesaikan proporsi yang wajar terkait promotor pembimbing dan mahasiswa, menyelesaikan kasus plagiarisme. Dari poin-poin tersebut, penulis yang memiliki keterbatasan akses terkait perkembangan perbaikan kampus, mengenai hal itu agaknya tak keliru jika penulis mula-mula memilih untuk berprasangka baik, setidaknya sampai tugas tersebut dalam perjalanannya tidak mengindikasikan sebaliknya, sehingga penulis tidak dapat berkomentar banyak.</span></span></p>
<p class="western" lang="en-US" align="justify"><span style="font-family: Times New Roman, serif;"><span style="font-size: medium;">Ada pun tugas kedua Intan Ahmad, dilihat dari hasilnya telah sampai pada kata selesai Kamis lalu –setidaknya sebelum pelantikan rektor definitif yang baru. Yang perlu dicermati ialah tugas kedua ini sejatinya bukan hanya soal penyelenggaraan, namun lebih dari itu, yaitu pengawalan. Agar rektor (definitif) terpilih merupakan sosok yang dapat membawa UNJ ke arah yang (jauh) lebih baik dari sebelumnya. Adapun mengenai pengawalan yang dimaksud, penulis juga tidak akan berkomentar lebih jauh. Anggapan suksesnya pengawalan Pilrek di luar sana, dilihat dari telah terpilihnya seorang rektor, dengan sendirinya penulis harapkan akan memperkaya diskursus yang akan muncul belakangan.</span></span></p>
<p class="western" lang="en-US" align="justify"><span style="font-family: Times New Roman, serif;"><span style="font-size: medium;">Kendati penulis tidak sama sekali cukup baik mengukur kedua tugas di atas, agaknya dari tulisan-tulisan semacam ini penulis berharap dapat mendapat respon yang baik mengenai kedua hal tersebut. Entah itu tanggapan dari yang lainnya yang lebih paham ihwal kedua persoalan tersebut. Ataupun juga termasuk respon yang baik jika muncul tulisan-tulisan yang sifatnya mengoreksi agar menjadi autokritik bagi penulis dan memperkaya diskursus melalui tulisan yang agaknya belakangan mengalami deklinasi di kalangan mahasiswa UNJ.</span></span></p>
<p class="western" lang="en-US" align="justify"><span style="font-family: Times New Roman, serif;"><span style="font-size: medium;">Lalu, masih dari dua hal tersebut. Setelah rektor baru kadung terpilih, agaknya kita perlu terus mengawalnya, sehingga boleh jadi tugas-tugas perbaikan di UNJ, entah itu di luar misi perbaikan dua tahun terakhir ini, atau pun jika ada misi perbaikan dua tahun terakhir ini yang belum rampung sepenuhnya, dapat disegerakan sesegera mungkin, semisal merumuskan kebijakan yang tidak akan lagi kecolongan nomor induk manipulatif seperti sebelumnya, hingga langkah-langkah kontra plagiarisme.</span></span></p>
<p class="western" lang="en-US" align="justify"><span style="font-family: Times New Roman, serif;"><span style="font-size: medium;"> Kemudian, untuk sampai kepada semua harap –soal-soal perbaikan UNJ- itu, agaknya penulis akan (kembali) mengutip opini yang ditulis oleh Ubedilah Badrun, Dosen Sosiologi UNJ, yang berjudul <a href="https://unjkita.com/wajah-kampus-mulai-bopeng/">“</a></span></span><span style="font-family: Times New Roman, serif;"><span style="font-size: medium;"><i>Wajah Kampus Mulai Bopeng?” </i></span></span><span style="font-family: Times New Roman, serif;"><span style="font-size: medium;">pada laman </span></span><span style="font-family: Times New Roman, serif;"><span style="font-size: medium;"><i>unjkita.com </i></span></span><span style="font-family: Times New Roman, serif;"><span style="font-size: medium;">(4/5/17). Dimana pada tulisannya, Ubedilah Badrun menuliskan kembali ciri-ciri Perguruan Tinggi sebagai miniatur peradaban dari bukunya yang berjudul </span></span><span style="font-family: Times New Roman, serif;"><span style="font-size: medium;"><i>“Pendidikan Proyek Peradaban yang Terbengkalai”</i></span></span><span style="font-family: Times New Roman, serif;"><span style="font-size: medium;"> (2006). Parameter minimal perguruan tinggi bercirikan miniatur peradaban, jika: </span></span><span style="font-family: Times New Roman, serif;"><span style="font-size: medium;"><i><b>pertama</b></i></span></span><span style="font-family: Times New Roman, serif;"><span style="font-size: medium;">, kampus memiliki kultur intelektual. </span></span><span style="font-family: Times New Roman, serif;"><span style="font-size: medium;"><i><b>Kedua</b></i></span></span><span style="font-family: Times New Roman, serif;"><span style="font-size: medium;">, kultur demokratis. Serta </span></span><span style="font-family: Times New Roman, serif;"><span style="font-size: medium;"><i><b>ketiga</b></i></span></span><span style="font-family: Times New Roman, serif;"><span style="font-size: medium;">, profesional dibingkai dalam kredo Tri Dharma Perguruan Tinggi.</span></span></p>
<p class="western" lang="en-US" align="justify"><span style="font-family: Times New Roman, serif;"><span style="font-size: medium;">Untuk melacak gambaran normatif mengenai </span></span><span style="font-family: Times New Roman, serif;"><span style="font-size: medium;"><b>kultur akademik</b></span></span><span style="font-family: Times New Roman, serif;"><span style="font-size: medium;"> agaknya dapat dilihat dari peringkat UNJ secara nasional dalam Siaran Pers Kemenristekdikti Nomor: 147/SP/ HM/BKKP/VIII/2019 yang dinukil dari laman resmi </span></span><span style="font-family: Times New Roman, serif;"><span style="font-size: medium;"><i>ristekdikti.go.id </i></span></span><span style="font-family: Times New Roman, serif;"><span style="font-size: medium;">(16/8/19) pada artikel yang berjudul “</span></span><span style="font-family: Times New Roman, serif;"><span style="font-size: medium;"><i>Menristekdikti Umumkan Klasterisasi Perguruan Tinggi Indonesia 2019, Fokuskan Hasil dari Perguruan Tinggi”,</i></span></span><span style="font-family: Times New Roman, serif;"><span style="font-size: medium;"> dimana UNJ</span></span><i> </i><span style="font-family: Times New Roman, serif;"><span style="font-size: medium;">bertengger pada peringkat 59 (klaster 2), setelah sebelumnya pada tahun 2017 dan 2018 berturut-turut UNJ bertengger pada peringkat 26 (Kemenristekdikti, 2017) dan 19 (Kemenristekdikti, 2018), serta turunnya akreditasi UNJ dari A ke B, berdasarlan SK BAN-PT No. 4333/SK/BAN-PT/Ak-INV/PT/XI/2017 (dilihat di laman </span></span><span style="font-family: Times New Roman, serif;"><span style="font-size: medium;"><i>banpt.or.id</i></span></span><span style="font-family: Times New Roman, serif;"><span style="font-size: medium;"> pada hari Kamis, 19/9) yang diakibatkan problem serius yang disinggung pada awal tulisan ini.</span></span></p>
<p class="western" lang="en-US" align="justify"><span style="font-family: Times New Roman, serif;"><span style="font-size: medium;"> Jika kemudian dijabarkan secara substantif, maka akan ada deret pertanyaan yang kesemuanya akan terjawab dengan baik jika penguasa kampus mendorong kemajuan kultur intelektual kampus. Pembangunan-pembangunan intelektual akan terbangun baik jika penguasa kampus memerhatikan kebijakan, pembiayaan, dan keberpihakannya pada dosen dan mahasiswa. Dimana pertanyaan itu dibagi menjadi dua, yaitu </span></span><span style="font-family: Times New Roman, serif;"><span style="font-size: medium;"><b>kuantitatif</b></span></span><span style="font-family: Times New Roman, serif;"><span style="font-size: medium;"> dan </span></span><span style="font-family: Times New Roman, serif;"><span style="font-size: medium;"><b>kualitatif</b></span></span><i> </i><span style="font-family: Times New Roman, serif;"><span style="font-size: medium;">(Ubedilah Badrun, 2017):</span></span></p>
<p class="western" lang="en-US" align="justify"><span style="font-family: Times New Roman, serif;"><span style="font-size: medium;">Pertanyaan </span></span><span style="font-family: Times New Roman, serif;"><span style="font-size: medium;"><b>kuantitatifnya</b></span></span><span style="font-family: Times New Roman, serif;"><span style="font-size: medium;"><i>, </i></span></span><span style="font-family: Times New Roman, serif;"><span style="font-size: medium;">sejauh mana penguasa kampus mendorong tradisi-tradisi intelektual di kampus: mulai dari habituasi membaca, diskusi, menulis, hingga meneliti?. Sedangkan pertanyaan </span></span><span style="font-family: Times New Roman, serif;"><span style="font-size: medium;"><b>kualitatifnya</b></span></span><span style="font-family: Times New Roman, serif;"><span style="font-size: medium;">, seperti: buku apa yang dibaca?; sejauh mana pemahaman atas buku yang sudah dibaca?; apa </span></span><span style="font-family: Times New Roman, serif;"><span style="font-size: medium;"><i>output</i></span></span><span style="font-family: Times New Roman, serif;"><span style="font-size: medium;"> dari buku yang dibaca?; dan pertanyaan-pertanyaan kualitatif lainnya –hingga pertanyaan-pertanyaan mengakar lainnya- yang dikembangkan dari pertanyaan kuantitatif lainnya.</span></span></p>
<p class="western" lang="en-US" align="justify"><span style="font-family: Times New Roman, serif;"><span style="font-size: medium;">Selanjutnya, </span></span><span style="font-family: Times New Roman, serif;"><span style="font-size: medium;"><b>kultur demokratis.</b></span></span><span style="font-family: Times New Roman, serif;"><span style="font-size: medium;"> Dimana kita dapat meminjam ciri-ciri kultur demokratis dari apa yang dituliskan Sudarminta (1996) dan Maran (2001) yang dikutip dari Sahya Anggara dalam bukunya </span></span><span style="font-family: Times New Roman, serif;"><span style="font-size: medium;"><i>“Sistem Politik Indonesia” </i></span></span><span style="font-family: Times New Roman, serif;"><span style="font-size: medium;">(2013), yaitu: (1) persetujuan rakyat; (2) partisipasi efektif rakyat dalam pembuatan keputusan politik yang menyangkut nasib mereka; (3) persamaan kedudukan di hadapan hukum; (4) kebebasan individu untuk menentukan diri; (5) penghormatan terhadap hak-hak asasi manusia; (6) pembagian pendapatan yang adil; (7) mekanisme kontrol sosial terhadap pemerintah; (8) ketersediaan dan keterbukaan informasi. Ataupun berdasarkan </span></span><span style="font-family: Times New Roman, serif;"><span style="font-size: medium;"><i>political performance </i></span></span><span style="font-family: Times New Roman, serif;"><span style="font-size: medium;"> parameter demokrasi yang dikemukakan G. Bingham Powell Jr. sebagaimana penulis kutip dari </span></span><em><span style="font-family: Times New Roman, serif;"><span style="font-size: medium;">Akhmad Syafrudin Syahri dalam </span></span></em><em><span style="font-family: Times New Roman, serif;"><span style="font-size: medium;"><i>Jurnal Cakrawala, Vol. 10, No. 1 (2010) </i></span></span></em><span style="font-family: Times New Roman, serif;"><span style="font-size: medium;"> yang berjudul </span></span><span style="font-family: Times New Roman, serif;"><span style="font-size: medium;"><i>“Kebebasan Berpendapat Melalui Media Baru dalam </i></span></span><span style="font-family: Times New Roman, serif;"><span style="font-size: medium;"><i>Bayang-Bayang UU Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)”</i></span></span><span style="font-family: Times New Roman, serif;"><span style="font-size: medium;">, yaitu:</span></span><span style="font-family: Times New Roman, serif;"><span style="font-size: medium;"> (a) legitimasi pemerintah didasarkan pada klaim bahwa pemerintah tersebut mewakili keinginan rakyatnya; (b) pengaturan yang mengorganisasikan perundingan untuk memperoleh legitimasi didasarkan melalui pemilihan umum yang kompetitif. Pada praktiknya minimal terdapat dua partai politik; (c) sebagian besar orang dewasa dapat ikut serta dalam proses pemilihan, baik sebagai calon maupun sebagai pemilih; (d) pemilihan secara rahasia dan tanpa dipaksa; (e) dan adanya hak-hak dasar seperti kebebasan berbicara, berkumpul, berorganisasi dan kebebasan pers.</span></span></p>
<p class="western" lang="en-US" align="justify"><span style="font-family: Times New Roman, serif;"><span style="font-size: medium;"> Maka, berdasarkan beberapa ciri-ciri yang telah diungkap di atas, dengan beberapa penyesuaian sebagaimana soal partai yang artinya dalam konteks kampus ialah soal calon rektor yang lebih dari satu, penulis berharap tidak ada lagi pembubaran diskusi, tidak ada lagi dosen dan mahasiswa yang dilaporkan ke kepolisian atau bentuk-bentuk pembungkaman lainnya karena berusaha membangun diskursus melalui tulisan –jika tidak disebut mengoreksi- atau media aspirasi lainnya, sebagaimana yang pernah terjadi sebelumnya, yang pada kesempatan kali ini penulis enggan menuliskannya, karena penulis sangat berharap perbaikan-perbaikan yang ada di depan sana akan menegasikan pengalaman-pengalaman kontra demokrasi sebelumnya.</span></span></p>
<p class="western" lang="en-US" align="justify"><span style="font-family: Times New Roman, serif;"><span style="font-size: medium;">Yang terakhir ialah </span></span><span style="font-family: Times New Roman, serif;"><span style="font-size: medium;"><b>kultur profesional</b></span></span><span style="font-family: Times New Roman, serif;"><span style="font-size: medium;">, yang pada kesempatan kali ini penulis mengharapkan sesuatu –di samping harapan-harapan lain yang pada kesempatan kali ini belum mendapat tempat dalam keseluruhan tulisan ini- dari terpilihnya pemimpin baru kampus tercinta. Dimana penulis berharap, jika pernah terjadi, ataupun jika belum pernah terjadi, ataupun jangan sampai terjadi (kembali) hal-hal yang menciderai akuntabilitas sebagai cermin dari profesionalitas kerja-kerja seluruh civitas akademica kampus, seperti, sebut saja, misalnya oknum verifikator yang ‘menanyakan’ (kembali) kesediaan pembayaran Sumbangan Pembangunan Universitas (SPU) saat mahasiswa baru yang bermaksud banding Uang Kuliah Tunggal (UKT) karena keberatan dengan UKT yang telah ditetapkan setelah diumumkan di Siukat (Sistem Uang Kuliah Tunggal) melalui daring. Kian jelas sejauh mana prinsip akuntabilitas yang dipegang setelah kita tahu bahwa ada pimpinan yang seharusnya bertanggungjawab mengenai persoalan tersebut mengaku tidak tahu menahu jika hal tersebut terjadi. Hal tersebut, selain menciderai prinsip akuntabilitas, juga menjadi ironi tersendiri, yang dengan sendirinya memunculkan pertanyaan lanjutan apa sebenarnya yang dimaksud prinsip sukarela dalam SPU setelah deret pertanyaan lainnya yang juga menjadi tanda tanya besar. Sekalipun, jika itu perbuatan oknum, seharusnya ada tindakan-tindakan serius berupa pengusutan, sanksi, serta tindakan preventif agar hal yang demikian tidak kembali terulang.</span></span></p>
<p class="western" lang="en-US" align="justify"><span style="font-family: Times New Roman, serif;"><span style="font-size: medium;">Mengenai problem SPU yang disinggung sebelumnya, (sudah, sedang, dan akan) menjadi tanda tanya besar setelah tanda tanya lain yang telah mendahuluinya atau pun di depannya; mulai dari konsep permintaan kesediaan yang terlalu awal, yang bisa jadi dapat memengaruhi alam pikiran calon mahasiswa baru yang menjadi sangsi jika memilih tidak atau bahkan pertanyaan-pertanyaan mengenai transparansi yang seharusnya menjadi hak mahasiswa, karena hal itu termuat dalam Butir b, Pasal 63 Tentang “Otonomi pengelolaan Perguruan Tinggi dilaksanakan berdasarkan prinsip” pada “Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 2012 Tentang Pendidikan Tinggi”, juga yang pada perjalanannya, SPU mengalami perubahan –setelah tahun kedua- mengenai standar besaran nominal jika memilih bersedia dan memilih ‘Iya’. Bukan tidak mungkin ke depannya mekanisme SPU yang menghianati tujuan awal diberlakukannya UKT ini mengalami berbagai perubahan (kembali), yang tidak menutup kemungkinan akan terus menjauh dari semangat mencerdaskan kehidupan bangsa karena kita –mungkin- sudah (pura-pura) lupa apa bedanya pendidikan dan jual-beli suatu komoditas.</span></span></p>
<blockquote>
<p lang="en-US" align="justify">Bukan tidak mungkin ke depannya mekanisme SPU yang menghianati tujuan awal diberlakukannya UKT ini mengalami berbagai perubahan (kembali), yang tidak menutup kemungkinan akan terus menjauh dari semangat mencerdaskan kehidupan bangsa karena kita –mungkin- sudah (pura-pura) lupa apa bedanya pendidikan dan jual-beli suatu komoditas.</p>
</blockquote>
<p class="western" lang="en-US" align="justify"><span style="font-family: Times New Roman, serif;"><span style="font-size: medium;">Sekurang-kurangnya, mungkin hal-hal di atas perlu menjadi perhatian bagi civitas akademica UNJ, atau khususnya bagi rektor terpilih beserta calon wakil-wakilnya atau pimpinan kampus lainnya, di samping visi dan misi yang sudah dijanjikan. Pun juga penulis tergugah untuk akhirnya menyinggung tulisan yang dimuat di laman </span></span><span style="font-family: Times New Roman, serif;"><span style="font-size: medium;"><i>didaktikaunj.com </i></span></span><span style="font-family: Times New Roman, serif;"><span style="font-size: medium;">yang berjudul </span></span><span style="font-family: Times New Roman, serif;"><span style="font-size: medium;"><i>“Antara Ada dan Tiadanya Rektor”</i></span></span><span style="font-family: Times New Roman, serif;"><span style="font-size: medium;">. Agaknya kita perlu berkontemplasi mengenai Tri Dharma Perguruan Tinggi dan lebih-lebih apa yang dimaksud pendidikan. Jangan sampai kampus yang katanya sempat merindukan rektor –definitif-, malah kemudian tidak merasakan perbedaannya ihwal pemaknaan pendidikan. Jangan sampai logika pasar yang terbentuk karena tuntutan agar dapur selalu </span></span><span style="font-family: Times New Roman, serif;"><span style="font-size: medium;"><i>ngebul</i></span></span><span style="font-family: Times New Roman, serif;"><span style="font-size: medium;"> itu membuat kita tak jernih membedakan antara pasar dan pendidikan, sehingga pihal satu ingin pendidikan dibayar sesuai fasilitasnya, lebih-lebih kalau bisa juga menguntungkan, pihak lainnya terpaksa </span></span><span style="font-family: Times New Roman, serif;"><span style="font-size: medium;"><i>kudu</i></span></span><span style="font-family: Times New Roman, serif;"><span style="font-size: medium;"> sesegera mungkin lulus dan fokus mengembalikan pengeluaran yang sudah dikeluarkan selama menempuh studi selama ini, terlepas entah bagaimana caranya. Dari sana, kekeliruan memaknai pendidikan, –boleh jadi- akan terjadi simplifikasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, yang disinyalir membuat kultur intelektual kita mengalami kemandekan; yang seharusnya dari sanalah kita memperbaiki citra kampus tercinta sebagai institusi pendidikan yang dimana kita bermimpi kelak dari sana akan lahir suatu peradaban yang gilang-gemilang.</span></span></p>
<p class="western" lang="en-US" align="justify"><span style="font-family: Times New Roman, serif;"><span style="font-size: medium;"><i>Wallahu ‘alam bishshowab</i></span></span></p>
<p lang="en-US" align="justify">Asrul Pauzi Hasibuan</p>
<p>The post <a href="https://unjkita.com/terpilihnya-rektor-dan-perbaikan-unj/">Terpilihnya Rektor dan Perbaikan UNJ</a> appeared first on <a href="https://unjkita.com">UNJKita.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://unjkita.com/terpilihnya-rektor-dan-perbaikan-unj/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Audiensi IKA UNJ Dengan PLT Rektor UNJ ; Ijazah Mahasiswa Tetap Legal dan Sah</title>
		<link>https://unjkita.com/audiensi-ika-unj-dengan-plt-rektor-unj-ijazah-mahasiswa-tetap-legal-dan-sah/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Ferly Ferdyant, S.E]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 25 Jan 2018 07:25:14 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Info]]></category>
		<category><![CDATA[Kabar Alumni]]></category>
		<category><![CDATA[Konten Pilihan]]></category>
		<category><![CDATA[Professional]]></category>
		<category><![CDATA[IKA UNJ]]></category>
		<category><![CDATA[Rektor UNJ]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://unjkita.com/?p=19439</guid>

					<description><![CDATA[<p>UNJKita.com &#8211;  Ikatan Alumni Universitas Negeri Jakarta (IKA UNJ) melakukan audiensi dengan Plt. Rektor Universitas Negeri Jakarta, Prof. Intan Ahmad pada hari rabu, tanggal 24...</p>
<p>The post <a href="https://unjkita.com/audiensi-ika-unj-dengan-plt-rektor-unj-ijazah-mahasiswa-tetap-legal-dan-sah/">Audiensi IKA UNJ Dengan PLT Rektor UNJ ; Ijazah Mahasiswa Tetap Legal dan Sah</a> appeared first on <a href="https://unjkita.com">UNJKita.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>UNJKita.com &#8211;  Ikatan Alumni Universitas Negeri Jakarta (IKA UNJ) melakukan audiensi dengan Plt. Rektor Universitas Negeri Jakarta, Prof. Intan Ahmad pada hari rabu, tanggal 24 Januari 2018. Audiensi dilaksanakan diruang rapat Rektor, mulai pukul 20.00 wib. Ketua Umum IKA UNJ, Juri Ardiantoro, Ph.D memimpin delegasi IKA UNJ yang terdiri Sekretaris Jenderal, Suherman Sadji, M. Fakhruddin, M. Yusro, Diana Sinta, Uswadin, Muchlas Suseno, Yusherman, M. DImyati, Saefullah, dan Wage Wardana. Sedangkan Rektor didampingi oleh para Wakil rektor.</p>
<p>Audiensi diawali dengan acara perkenalan dengan para delegasi alumni, selepas perkenalan Juri Ardiantoro menyampaikan beberapa hal dalam audiensi tersebut. Terdapat tiga point besar dalam audiensi tersebut. Poin pertama adalah menyatakan dukungan secara terbuka atas nama Alumni kepada Intan Ahmad atas amanah yang diembannya sebagai pelaksana tugas Rektor UNJ. Poin kedua laporan dan penyampaian program dan Poin ketiga adalah menyampaikan aspirasi dan menanyakan dinamika UNJ terbaru.  <strong>  </strong></p>
<div id="attachment_19448" style="width: 1162px" class="wp-caption aligncenter"><img fetchpriority="high" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-19448" class="wp-image-19448 size-full" src="http://unjkita.com/wp-content/uploads/2018/01/Audiensi-IKA-UNJ-Rektorat.jpeg" alt="" width="1152" height="864" srcset="https://unjkita.com/wp-content/uploads/2018/01/Audiensi-IKA-UNJ-Rektorat.jpeg 1152w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2018/01/Audiensi-IKA-UNJ-Rektorat-150x113.jpeg 150w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2018/01/Audiensi-IKA-UNJ-Rektorat-800x600.jpeg 800w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2018/01/Audiensi-IKA-UNJ-Rektorat-560x420.jpeg 560w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2018/01/Audiensi-IKA-UNJ-Rektorat-80x60.jpeg 80w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2018/01/Audiensi-IKA-UNJ-Rektorat-100x75.jpeg 100w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2018/01/Audiensi-IKA-UNJ-Rektorat-180x135.jpeg 180w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2018/01/Audiensi-IKA-UNJ-Rektorat-238x178.jpeg 238w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2018/01/Audiensi-IKA-UNJ-Rektorat-640x480.jpeg 640w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2018/01/Audiensi-IKA-UNJ-Rektorat-681x511.jpeg 681w" sizes="(max-width: 1152px) 100vw, 1152px" /><p id="caption-attachment-19448" class="wp-caption-text">Diskusi antara Pengurus IKA UNJ dengan PLT Rektor UNJ</p></div>
<p><strong>Poin Pertama,</strong> IKA UNJ secara terbuka menyatakan selamat atas amanah yang diemban oleh Prof. Intan Ahmad yang ditunjuk sebagai Pelaksana Tugas Rektor UNJ. IKA UNJ berharap hal tersebut menjadi sebuah momentum perbaikan menyeluruh buat UNJ dan menyudahi berbagai kekisruhan yang sempat membuat nama almamater tercoreng.</p>
<p><strong>Poin Kedua,</strong> IKA UNJ menyampaikan juga pelaporan kegiatan-kegiatan yang sudah dilakukan, sedang dilakukan dan yang akan dilakukan untuk menuntaskan IKA UNJ periode 2017-2020.</p>
<p><strong>Poin Ketiga,</strong> IKA UNJ juga menyampaikan aspirasi dan bertanya mengenai isu-isu kontemporer UNJ<strong>. </strong>Hal-hal yang disampaikan adalah mengenai legalitas keabsahan tanda-tangan seorang pelaksana tugas terhadap ijazah calon alumni, lalu IKA UNJ juga menanyakan tahapan pemilihan rektor UNJ, turunnya akreditasi institusi dari A ke B dan menyampaikan aspirasi mengenai harapan IKA UNJ masuk dalam bab khusus dalam statuta UNJ.</p>
<p>Intan Ahmad merespon prolog dari alumni dengan melakukan sebuah kronologis bahwa ia ditugaskan oleh Kemenristekdikti untuk membenahi UNJ, dengan titik fokus pembenahan Fakultas Pasca Sarjana. Ia juga menyatakan bahwa awalnya ia ditunjuk sebagai pelaksana harian pada bulan September, lalu bulan November dikukuhkan sebagai pelaksana tugas oleh Kemenristekdikti. Beberapa langkah perbaikan untuk mahasiswa program doKtoral adalah adanya <em>Eksternal Reviewer </em>untuk meningkatkan kualitas penelitian dan menghindari plagiasi. Serta mengapresiasi tim pembenahan Fakultas Pasca Sarjana yang disebutnya sudah bertugas dengan baik untuk membenahi Fakultas tersebut. Serta menyatakan akan merevitalisasi Humas UNJ untuk menambah porsi pemberitaan positif dan prestasi-prestasi mahasiswa.</p>
<p>Prof. Intan Ahmad juga menyatakan bahwa terkait jabatannya sebagai PLT Rektor UNJ, ia menyatakan bahwa seluruh <em>Stakeholder </em>UNJ jangan risau terkait pemberitaan bahwa adanya ketakutan mengenai pemberitaan bahwa PLT tidak bisa menandatangani hal-hal mengenai sesuatu yang mempunyai kekuatan hukum tetap seperti ijazah dan anggaran, ia menyatakan bahwa kedudukan PLT Rektor bisa menandatangani ijazah, ijazah tersebut legal dan diakui oleh Negara.</p>
<p>Terkait pemilihan rektor ia menyatakan akan segera dimulai setelah statuta selesai dalam waktu dekat ini. Artinya tahapan sekarang adalah masih dalam proses penyelesaian statuta. Sedangkan terkait turunnya akreditasi UNJ, ia menyatakan tidak usah khawatir terhadap hal tersebut, pihak UNJ dinyatakan sedang melakukan <em>Appeal </em>Reakreditasi untuk mengatasi hal tersebut.</p>
<p>Terakhir Intan Ahmad dan pihak wakil rektor menyatakan bahwa terkait aspirasi IKA UNJ diakomodasi dalam bab khusus dalam statute, ia menegaskan bahwa harus diperhitungkan secara matang, wakil rektor 1 Muchlis R. Luddin menyatakan juga bahwa kalau IKA UNJ diakomodir dalam bab khusus, maka IKA UNJ posisinya dibawah kontrol UNJ dan tidak bisa independent. Sehingga kedepannya akan dicari cara masuk dalam statuta tapi tidak otomatis dalam kontrol UNJ sepenuhnya dalam rangka menjaga independensi IKA UNJ.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><em><strong>Oleh : Wage Wardana &#8211; Sekretaris 4 IKA UNJ</strong></em></p>
<p>The post <a href="https://unjkita.com/audiensi-ika-unj-dengan-plt-rektor-unj-ijazah-mahasiswa-tetap-legal-dan-sah/">Audiensi IKA UNJ Dengan PLT Rektor UNJ ; Ijazah Mahasiswa Tetap Legal dan Sah</a> appeared first on <a href="https://unjkita.com">UNJKita.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>RDP Dengan Komisi X DPR, Prof. Djaali (Masih) Menolak Tudingan Plagiarisme</title>
		<link>https://unjkita.com/rdp-dengan-komisi-x-dpr-prof-djaali-masih-menolak-tudingan-plagiarisme/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fauzi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 06 Oct 2017 00:55:36 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Info]]></category>
		<category><![CDATA[Konten Pilihan]]></category>
		<category><![CDATA[Rektor UNJ]]></category>
		<category><![CDATA[Save UNJ]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://unjkita.com/?p=15309</guid>

					<description><![CDATA[<p>UNJKita.com &#8211; Pasca 10 hari diberhentikan dari jabatannya selaku Rektor Universitas Negeri Jakarta, Prof. Djaali menyambangi Komisi X DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan Jakarta...</p>
<p>The post <a href="https://unjkita.com/rdp-dengan-komisi-x-dpr-prof-djaali-masih-menolak-tudingan-plagiarisme/">RDP Dengan Komisi X DPR, Prof. Djaali (Masih) Menolak Tudingan Plagiarisme</a> appeared first on <a href="https://unjkita.com">UNJKita.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>UNJKita.com &#8211; Pasca 10 hari diberhentikan dari jabatannya selaku Rektor Universitas Negeri Jakarta, Prof. Djaali menyambangi Komisi X DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan Jakarta pada Kamis (5/10). Pertemuan tersebut sendiri digelar di ruang rapat Komisi X DPR, Gedung Nusantara I. Pertemuan yang bertajuk Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) dihelat dari pukul 10.00 WIB hingga 12.00 WIB.</p>
<p>Pertemuan tersebut sendiri dipimpin langsung oleh Ketua Komisi X DPR Utut Adianto, Djaali menganggap tindakan yang ditempuh Kemenristekdikti sebagai bentuk kesewenang-wenangan sebagaimana yang tertuang dalam Catatan rapat.</p>
<p><em>&#8220;Prof Dr. Djaali menyampaikan tanggapan pemberhentian sementara dari jabatan Rektor Universitas Negeri Jakarta (UNJ) merupakan tuduhan secara sepihak kepada UNJ dan rektor UNJ yang merupakan tindakan sewenang-wenang Kemenristekdikti,&#8221;</em> demikian bunyi poin pertama dalam catatan Rapat Komisi X.</p>
<p>Ditemui setelah rapat selesai, Djaali menolak segala tuduhan perihal plagiarisme yang berdasarkan hasil temuan Tim EKA. Dalam paparannya ia menegaskan tim <em>counterpart</em> bentukan UNJ tidak menemukan adanya kegiatan plagiarisme di kampus Rawamangun.</p>
<p><em>&#8220;Plagiarisme itu proses penyelidikan belum selesai, tadi anda sudah dengar. hkan tim EKA yang mengatakan adanya plagiarisme. Lalu UNJ membentuk tim counter part yang dipimpin pak burhanudin. Ternyata tim counterpart tidak menemukan adanya plagiat.</em>&#8221; bukanya</p>
<p>Dalam prosesnya tersendiri, sebagai bentuk adanya dualisme hasil temuan yang terjadi. Kementrian Riset dan Teknologi (Kemenristek Dikti) pun membentuk tim independen yang berisikan 10 ahli dari dalam hal evaluasi karya akademik. Menanggapi adanya tim independen sendiri, Djaali menyoroti tim independen yang menurutnya tidak independen dengan adanya orang-orang Kemenristekdikti.</p>
<p><em>&#8220;Tanda kutip loh (independen), karena tidak independen sepenuhnya. Karena tim independen mestinya diluar kementerian dan diluar UNJ.&#8221;</em> paparnya</p>
<p>Melanjuti dibentuk tim independen, Djaali mengaku sampai diberhentikannya ia sebagai Rektor UNJ ia belum mendapat hasil dari tim independen tersebut. Dan lanjutnya ketika ditanya perihal alasan pemberhentiannya sebagai Rektor UNJ, ia menjelaskan alasan bahwa pemberhentiaanya dikarenakan adanya dugaan pelanggaran disiplin.</p>
<p><em>&#8220;Sampai saya diberhentikan (sebagai Rektor) saya tidak diberitahu hasil tim independen, langsung memberhintikan Rektor. Belum ada yang menyimpulkan secara yurisdis jelas adanya plagiat. Mestinya kita undang tim independen ini disertasi 5 ini. Alasannya perlanggaran disiplin, dugaan pelanggaran disiplin. Pemberhentiannya juga sementara.&#8221;</em> tutupnya</p>
<p>The post <a href="https://unjkita.com/rdp-dengan-komisi-x-dpr-prof-djaali-masih-menolak-tudingan-plagiarisme/">RDP Dengan Komisi X DPR, Prof. Djaali (Masih) Menolak Tudingan Plagiarisme</a> appeared first on <a href="https://unjkita.com">UNJKita.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Tugu Rakyat UNJ: Bukan Titik Akhir Perjuangan UNJ Lebih Baik!</title>
		<link>https://unjkita.com/tugu-rakyat-unj-bukan-titik-akhir-perjuangan-unj-lebih-baik/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Dian Fitriani]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 02 Oct 2017 02:40:11 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Konten Pilihan]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Anda]]></category>
		<category><![CDATA[Plagiarisme]]></category>
		<category><![CDATA[Rektor UNJ]]></category>
		<category><![CDATA[Save UNJ]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://unjkita.com/?p=15066</guid>

					<description><![CDATA[<p>Kobaran aksi semangat civitas akademi kampus mengepung gedung rektorat pada Kamis, 28 September 2017. Aksi besar bertajuk “Tujuh Gugatan Rakyat UNJ (Tugu Rakyat UNJ)&#8221; merupakan...</p>
<p>The post <a href="https://unjkita.com/tugu-rakyat-unj-bukan-titik-akhir-perjuangan-unj-lebih-baik/">Tugu Rakyat UNJ: Bukan Titik Akhir Perjuangan UNJ Lebih Baik!</a> appeared first on <a href="https://unjkita.com">UNJKita.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Kobaran aksi semangat civitas akademi kampus mengepung gedung rektorat pada Kamis, 28 September 2017. Aksi besar bertajuk <em>“Tujuh Gugatan Rakyat UNJ (Tugu Rakyat UNJ)</em>&#8221; merupakan tindakan yang diambil oleh mahasiswa dan dosen untuk bersama-sama merombak kebobrokan kampus saat ini. Tugu Rakyat UNJ terjadi karena maraknya kasus plagiarisme dan nepotisme yang berdampak dicopotnya jabatan Prof. Djaali sebagai rektor UNJ dan ditunjuknya PLH Rektor. Aksi ini diikuti oleh ratusan mahasiswa dari berbagai jurusan. Sebelum aksi dimulai, Aliansi Rakyat UNJ Bersatu mengagitrasi masa mengelilingi UNJ dari gedung Daksinapati FIP dan berakhir di depan gedung rektorat yang merupakan titik kumpul aksi. Aksi dimulai sejak pukul 11.00 WIB. Aksi diisi dengan berbagai pernampilan seperti orasi ilmiah, stand up comedy, hingga aksi teatrikal.</p>
<p>Aliansi Rakyat UNJ Bersatu sendiri menerbitkan <em>press release</em> aksi 28 September 2017 dalam bentuk selebaran mengenai poin-poin tuntutan:</p>
<ol>
<li>Mendesak PLH rektor untuk mengungkap praktik plagiarisme di UNJ dan mencabut gelar akademik bagi para pelakunya.</li>
<li>Pemberhentian oknum-oknum yang terbukti tidak benar dalam proses pengangkatannya di Universitas Negeri Jakarta.</li>
<li>Menuntut PLH Rektor UNJ menjamin terwujudnya kampus UNJ yang demokratis.</li>
<li>Memperbaiki sistem tata kelola kampus UNJ.
<ol>
<li>Memperbaiki sistem program pascasarjana sesuai hasil temuan Tim EKA.</li>
<li>Menuntut PLH Rektor untuk menyelesaikan masalah kampus, fakultas, hingga prodi.</li>
<li>Menyelesaikan saran dari audit BPK terhadap UNJ serta menyelesaikan masalah pembangunan secara transparan.</li>
<li>Memperbaiki statuta UNJ dan senat UNJ dengan Permenristekdikti.</li>
</ol>
</li>
<li>Mencabut pelaporan kepolisian terhadap dosen.</li>
<li>Transparansi mekanisme keuangan dan peraturan remunerasi dosen.</li>
<li>Pakta integritas untuk seluruh pejabat universitas untuk berkomitmen dengan reformasi tata kelola UNJ dengan meletakkan prinsip keluhuran universitas dan tidak terlibat dalam persekongkolan dengan oknum-oknum pragmatisme di kampus. Jika mereka menyimpang di tengah jalan. Siap dibebastugaskan.</li>
</ol>
<p>Dalam menjalankan aksinya, massa aksi tanpa henti terus berteriak―Hidup Mahasiswa! Hidup Rakyat Indonesia! Hidup Rakyat UNJ!― sebagai tanda cinta pada kampus Rawamangun. Seluruh massa bersama-sama merapatkan barisan demi kebangkitan perubahan sistem di kampus. Revolusi Pendidikan, Bersih bersih UNJ, serta Ganti Rezim Ganti Sistem menjadi slogan-slogan yang disuarakan para orator-orator. Sumbangan suara dan aspirasi perwakilan tiap fakultas UNJ disambut hangat para massa. Pertunjukan pembacaan puisi dan teatrikal pun disuguhkan sebagai pemantik semangat para aksi di tengah terik matahari. Tak lupa Totalitas Perjuangan digemakan di tengah-tengah aksi.</p>
<p>Setelah empat jam aksi berlangsung, pukul 15.40 WIB, Prof Intan Ahmad, Ph.D tiba dan langsung memasuki gedung rektorat untuk berdiskusi dengan perwakilan massa aksi. Perwakilan massa aksi sendiri diwakili oleh 6 orang mahasiswa serta 1 dosen. Sementara perwakilan massa masuk ke dalam Rektorat, suhu di luar kantor Rektorat UNJ memanas, “Hanya ada dua pilihan, rektor yang menemui mahasiswa atau mahasiswa yang memasuki gedung rektor,” kata seorang orator menggebu-gebu ketika PLH Rektor.</p>
<p>Situasi di dalam sendiri berlangsung alot. Perwakilan massa aksi memaparkan beberapa masalah yang terjadi di UNJ kepada PLH yang diakhiri dengan permintaan penandatanganan nota kesepemahaman PLH. Namun Prof. Intan langsung menolak,</p>
<p>&#8220;Saya disini sebagai perwakilan mentri, bos saya pak mentri. Saya tidak bisa menandatangani karena saya bukan rektor definitif. Kalau rektor definitif kan tanggung jawabnya ke kampus, sedangkan saya saat ini bertanggung jawab ke pak mentri.&#8221; jelas mantan ketua senat ITB.</p>
<p>Karena situasi yang tidak memungkinkan, maka salah satu perwakilan mahasiswa menyarankan agar diskusi tersebut dicukupkan dan PLH cukup menerima 100 lembar lebih data permasalahan yang ada di UNJ di depan massa aksi.</p>
<p>Gayung bersambut, langkah PLH Rektor menuju ke atas mobil orasi. “Saya amat mengapresiasi aspirasi kalian mengenai keinginan UNJ lebih baik. Pun saya bersedia meluangkan waktu untuk masalah akademik dan berjanji bersama-sama dengan civitas akademika UNJ,” ujarnya sebagai pembukaan.</p>
<p>Dia menegaskan kembali bahwa ia akan mengisi kekosongan bangku rektor untuk sementara sampai pemilihan rektor yang akan datang. Tak lupa ia juga menjelaskan 2 tugas pokok yang Kementrian berikan padanya yaitu membenahi program pascasarjana dan lain-lain serta mengawal UNJ sampai adanya pemilihan rektor ditahun 2018.</p>
<p>“Masukkan (aspirasi) saya terima, sambil jalan kita lakukan bersama. Tapi, jika semua yang Anda tuntut harus saya jalankan, jadi posisi saya ini apa?” tanyanya. Pergulatan persetujuan belum juga menemui titik temu, alot. Berlangsung sengit, pro dan kontra antara mahasiswa dan PLH Rektor akhirnya menemui titik terang. PLH Rektor bersedia menandatangani dokumen sebagai simbolis aksi. Proses penandatanganan diliput oleh berbagai media UNJ sekaligus sebagai bukti aksi hari ini. Selepas menandatani perjanjian tersebut, Prof. Intan Ahmad langsung bergegas menuju ke gedung Syafe’i untuk rapat dengan senat UNJ. Sementara massa aksi kemudian menutup aksi dengan menyanyikan Indonesia Raya dan doa demi perbaikan UNJ.</p>
<div class="epcl-gallery"><ul class="columns-3 grid-container grid-parent np-tablet np-mobile">
                        <li class="grid-33 tablet-grid-33 mobile-grid-50">
                           <div class="wrapper">
                               <a href="https://unjkita.com/wp-content/uploads/2017/10/Aksi-Demo-Mahasiswa-Tugu-Rakyat-UNJ-Ubedillah-Badrun.jpg" class="full-image mfp-image hover-effect" title=""><span class="img cover lazy" data-src="https://unjkita.com/wp-content/uploads/2017/10/Aksi-Demo-Mahasiswa-Tugu-Rakyat-UNJ-Ubedillah-Badrun.jpg"></span></a>
                           </div>
                        </li>
                        <li class="grid-33 tablet-grid-33 mobile-grid-50">
                           <div class="wrapper">
                               <a href="https://unjkita.com/wp-content/uploads/2017/10/Aksi-Demo-Mahasiswa-Tugu-Rakyat-UNJ-Mobil-Komando.jpg" class="full-image mfp-image hover-effect" title=""><span class="img cover lazy" data-src="https://unjkita.com/wp-content/uploads/2017/10/Aksi-Demo-Mahasiswa-Tugu-Rakyat-UNJ-Mobil-Komando.jpg"></span></a>
                           </div>
                        </li>
                        <li class="grid-33 tablet-grid-33 mobile-grid-50">
                           <div class="wrapper">
                               <a href="https://unjkita.com/wp-content/uploads/2017/10/Aksi-Demo-Mahasiswa-Tugu-Rakyat-UNJ-Masa-Aksi.jpg" class="full-image mfp-image hover-effect" title=""><span class="img cover lazy" data-src="https://unjkita.com/wp-content/uploads/2017/10/Aksi-Demo-Mahasiswa-Tugu-Rakyat-UNJ-Masa-Aksi.jpg"></span></a>
                           </div>
                        </li>
                        <li class="grid-33 tablet-grid-33 mobile-grid-50">
                           <div class="wrapper">
                               <a href="https://unjkita.com/wp-content/uploads/2017/10/Aksi-Demo-Mahasiswa-Tugu-Rakyat-UNJ-Achmad-Fauzi.jpg" class="full-image mfp-image hover-effect" title=""><span class="img cover lazy" data-src="https://unjkita.com/wp-content/uploads/2017/10/Aksi-Demo-Mahasiswa-Tugu-Rakyat-UNJ-Achmad-Fauzi.jpg"></span></a>
                           </div>
                        </li>
                        <li class="grid-33 tablet-grid-33 mobile-grid-50">
                           <div class="wrapper">
                               <a href="https://unjkita.com/wp-content/uploads/2017/10/Aksi-Demo-Mahasiswa-Prof-Intan-Tugu-Rakyat-UNJ.jpg" class="full-image mfp-image hover-effect" title=""><span class="img cover lazy" data-src="https://unjkita.com/wp-content/uploads/2017/10/Aksi-Demo-Mahasiswa-Prof-Intan-Tugu-Rakyat-UNJ.jpg"></span></a>
                           </div>
                        </li>
                        <li class="grid-33 tablet-grid-33 mobile-grid-50">
                           <div class="wrapper">
                               <a href="https://unjkita.com/wp-content/uploads/2017/10/Aksi-Demo-Mahasiswa-Prof-Intan-Tugu-Rakyat-UNJ-penyerahan-hasil-kajian.jpg" class="full-image mfp-image hover-effect" title=""><span class="img cover lazy" data-src="https://unjkita.com/wp-content/uploads/2017/10/Aksi-Demo-Mahasiswa-Prof-Intan-Tugu-Rakyat-UNJ-penyerahan-hasil-kajian.jpg"></span></a>
                           </div>
                        </li></ul><div class="clear"></div></div>
<p>The post <a href="https://unjkita.com/tugu-rakyat-unj-bukan-titik-akhir-perjuangan-unj-lebih-baik/">Tugu Rakyat UNJ: Bukan Titik Akhir Perjuangan UNJ Lebih Baik!</a> appeared first on <a href="https://unjkita.com">UNJKita.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pro Kontra Pemberhentian Prof. Djaali di Kalangan Pascasarjana UNJ</title>
		<link>https://unjkita.com/pro-kontra-pemberhentian-prof-djaali-di-kalangan-pascasarjana-unj/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Dian Fitriani]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 28 Sep 2017 01:05:43 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Info]]></category>
		<category><![CDATA[Rektor UNJ]]></category>
		<category><![CDATA[Save UNJ]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://unjkita.com/?p=14937</guid>

					<description><![CDATA[<p>UNJKita.com &#8211; Atmosfer kampus tercinta, Universitas Negeri Jakarta tengah berada pada titik kritisnya. Dua hari setelah pencabutan Prof. Djaali sebagai rektor, Rabu, 27 September pagi,...</p>
<p>The post <a href="https://unjkita.com/pro-kontra-pemberhentian-prof-djaali-di-kalangan-pascasarjana-unj/">Pro Kontra Pemberhentian Prof. Djaali di Kalangan Pascasarjana UNJ</a> appeared first on <a href="https://unjkita.com">UNJKita.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>UNJKita.com &#8211; Atmosfer kampus tercinta, Universitas Negeri Jakarta tengah berada pada titik kritisnya. Dua hari setelah pencabutan Prof. Djaali sebagai rektor, Rabu, 27 September pagi, <em>banner</em> di tugu UNJ mengenai penolakan pergantian rektor mendadak viral dan terus menuai pro dan kontra. <em>Banner</em> bertuliskan <em>“Mahasiswa Pascasarjana Universitas Negeri Jakarta Menolak Kedatangan PLH Rektor UNJ”</em>, dengan alasan keputusan Kemenristekdikti tidak objektif dalam pengambilan keputusan.</p>
<p>Menurut Forum Mahasiswa Pascasarjana (Forum Wacana UNJ), pemecatan Rektor UNJ tidak sesuai prosedural dan mekanisme yang berlaku. Dalam peraturan Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2016 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Nomor 1 Tahun 2015 tentang Pengangkatan dan Pemberhentian Rektor/Ketua/Direktur pada Perguruan Tinggi Negeri. Pada Pasal 10 menjabarkan bahwa Rektor/Ketua diberhentikan dari jabatan, karena:</p>
<ol>
<li>Telah berusia 65 (enam puluh lima tahun).</li>
<li>Berhalangan tetap.</li>
<li>Permohonan sendiri.</li>
<li>Masa jabatan berakhir.</li>
<li>Diangkat pada jabatan negeri yang lain.</li>
<li>Dipidana berdasarkan keputusan pengadilan yang memiliki kekuatan hukum tetap karena melakukan perbuatan yang diancam pidana kurungan.</li>
<li>Menjalani tugas belajar atau izin belajar 6 (enam) bulan dalam rangka studi lanjut meninggalkan tugas Tridarma Perguruan Tinggi; dan atau</li>
<li>Cuti di luar tanggung jawab negara dalam proses pemecatan.</li>
</ol>
<p>Pencabutan rektor justru berujung pada sebuah tuntutan dari Forum Wacana UNJ untuk Kemenristekdikti, diantaranya:</p>
<ol>
<li>Mendesak Menteri Riset dan Teknologi mencabut SK pemecatan Rektor UNJ.</li>
<li>Meminta Menteri Riset dan Teknologi mundur dari jabatannya.</li>
<li>Menolak PLH Rektor UNJ.</li>
</ol>
<p>Di tengah gejolak universitas yang tengah memanas, Reza Indrawan salah satu mahasiswa pascasarjana UNJ sekaligus Ketua BEM UNJ 2014 membuka suara dan menyikapi hal ini.</p>
<p><em>“Cukup mengejutkan sebagai mahasiswa pascasarjana, saya belum pernah diajak bicara ataupun juga belum pernah mendengar isu tersebut. Tapi, tiba-tiba ada sikap seperti itu dan tidak jelas dari mana, tapi informasinya dari salah satu organisasi pascasarjana. Saya pikir ini merupakan tindakan yang tergesa-gesa. Selaku mahasiswa pascasarjana sebenarnya harus dapat mencermati lebih dalam secara akademis, sebenarnya apa yang menjadi bentuk permasalahan. Kesan atau sikap ini tidak mencerminkan sikap mahasiswa pascasarjana seluruhnya,”</em> bukanya.</p>
<p>Sempat disinggung mengenai surat seruan aksi dan diskusi untuk menanggapi isu-isu pemecatan rektor, Reza Indrawan mengungkap selama ini belum ada dari Himmpas ataupun lembaga lain di Pascasarjana UNJ untuk mengkaji terkait hal ini, karena tidak pernah mendengar isu ini dibahas oleh teman-teman mahasiswa pascasarjana.</p>
<p><em>“Saya menyayangkan sikap yang terkesan tergesa-gesa dan tidak melalui forum diskusi yang mendalam dari mahasiswa pascasarjana, karena seharusnya sebagai mahasiswa pascasarjana lebih condong kepada nilai akademis dan demokrasi, sehingga bisa menilai atau membawa sikap permasalahan menjadi lebih bijak,”</em> ungkapnya.</p>
<p><em>“Seharusnya kita mendorong bagaimana kinerja UNJ menjadi lebih baik, semoga sikap yang dikeluarkan tidak ada muatan politis dan tidak menjatuhkan nama UNJ ke depannya!”</em> tutupnya.</p>
<p>The post <a href="https://unjkita.com/pro-kontra-pemberhentian-prof-djaali-di-kalangan-pascasarjana-unj/">Pro Kontra Pemberhentian Prof. Djaali di Kalangan Pascasarjana UNJ</a> appeared first on <a href="https://unjkita.com">UNJKita.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ini Segudang Prestasi Prof. Djaali Saat Menjabat Rektor UNJ</title>
		<link>https://unjkita.com/ini-segudang-prestasi-prof-djaali-saat-menjabat-rektor-unj/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Akbar Evandio (aka)]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 27 Sep 2017 08:46:11 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Info]]></category>
		<category><![CDATA[Rektor UNJ]]></category>
		<category><![CDATA[Save UNJ]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://unjkita.com/?p=14652</guid>

					<description><![CDATA[<p>UNJKita.com &#8211; &#8220;Manusia akan melalui tiga gelombang peradaban yang besar dimulai dari era pertanian menuju era industri hingga akhirnya menuju era informasi&#8221; Ujar Alvin Toffler....</p>
<p>The post <a href="https://unjkita.com/ini-segudang-prestasi-prof-djaali-saat-menjabat-rektor-unj/">Ini Segudang Prestasi Prof. Djaali Saat Menjabat Rektor UNJ</a> appeared first on <a href="https://unjkita.com">UNJKita.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>UNJKita.com &#8211; <em>&#8220;Manusia akan melalui tiga gelombang peradaban yang besar dimulai dari era pertanian menuju era industri hingga akhirnya menuju era informasi&#8221;</em> Ujar Alvin Toffler.</p>
<p>Saat ini masyarakat termasuk kita semua menyadari dengan jelas dan pasti bahwa kita berada dalam gelombang terakhir serta cukup nyata untuk menggambarkan bahwa media informasi adalah sebuah wadah yang memberikan dan melahirkan nilai dari sudut pandang yang berbeda-beda terhadap sebuah momentum yang terjadi di setiap waktu.</p>
<p>Baru-baru ini dunia pendidikan tanah air kembali dihebohkan, hal ini terjadi dengan segala bentuk perbuatan yang dilakukan oleh seorang Bapak yang menaungi sebuah keluarga yang cukup besar bernama Universitas Negeri Jakarta. Media menggambarkan citra UNJ saat ini dari temuan BPK, temuan plagiat Disertasi, hingga kasus KKN yang terjadi adalah betapa buruknya citra UNJ yang tentunya berpengaruh ke dalam banyak aspek nantinya.</p>
<p>Sehingga dari segala pemberitaan yang ada oleh media melahirkan sebuah pertanyaan besar, <em>&#8220;apakah manusia mungkin terlahir jahat? Ataukah semua perbuatan jahat itu hanyalah konsekuensi dari masyarakat sekitar kita?&#8221;</em></p>
<p>Bila melihat dari sudut pandang yang berbeda, jika pertanyaannya diputar kembali menjadi Apa saja prestasi positif yang pernah ditoreh Prof. Dr. H.Djaali?</p>
<p>Prof. Dr. H. Djaali adalah seorang guru besar bidang penelitian pendidikan matematika Universitas Negeri Jakarta. Beliau menjabat sebagai rektor Universitas Negeri Jakarta pada periode 2014–2018.</p>
<p>Peraih tanda kehormatan “Satyalancana Karya Satya 30 Tahun” ini tentunya juga berjasa atas apa yang telah diraih oleh Universitas Negeri Jakarta selama periode beliau menjabat. Berikut adalah beberapa prestasi yang di raih oleh UNJ selama di bawah kepemimpinan beliau :</p>
<ol>
<li>UNJ memperoleh penilaian baik dari prestasi kemahasiwaan (peringkat ke-6)</li>
<li>Universitas Negeri Jakarta sebagai satu-satunya Lembaga Pendidikan Tenaga Keguruan (LPTK) yang masuk kedalam jajaran peringkat 10 besar dalam bidang kemahasiswaan.</li>
<li>Akreditasi perguruan tinggi dan program studi (peringkat ke-21)</li>
<li>Kinerja penelitian dan publikasi ilmiah (peringkat ke-28).</li>
<li>Bidang publikasi ilmiah, UNJ telah menghasilkan 203 artikel di jurnal dan proseding internasional terindeks Scopus dan per bulan Agustus 2017</li>
<li>UNJ termasuk ke dalam 50 institusi ilmiah dengan publikasi ilmiah terbanyak pada jurnal internasional terindeks Scopus.</li>
<li>Penilaian kinerja penelitian dan publikasi ilmiah secara nasional pada tahun 2017 UNJ berada pada peringkat ke-18</li>
<li>Penilaian kinerja pengabdian kepada masyarakat berada pada peringkat ke-13.</li>
<li>Pada tahun 2017 UNJ telah memulai pembangunan tiga gedung baru: University Training Center, sarana pembelajaran Labschool Kebayoran Baru, dan fasilitas parkir yang dibiayai dari Badan Layanan Umum (BLU) UNJ.</li>
<li>Untuk mendukung proses belajar mengajar dan perbaikan tata kelola universitas, pada tahun 2017 pengembangan kapasitas sistem IT UNJ telah dimulai dengan mengalokasikan dana sebesar Rp25 miliar dan penyelesaiannya dilanjutkan pada tahun 2018 dengan alokasi dana sebasar Rp25 miliar.</li>
<li>Tata kelola keuangan dan khusus dana Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) UNJ terus mengalami peningkatan. Dengan peningkatan dana PNBP UNJ tersebut , UNJ mampu membangun tiga gedung baru dan pengembangan sarana prasarana IT yang berasal dari dana BLU UNJ sendiri.</li>
<li>Bidang Olahraga, UNJ memiliki kontribusi besar dalam Asean University Games 2016 di Singapore. 30 mahasiswa meraih 6 emas, 9 perak dan 6 perunggu. Pada Pekan Olahraga Nasional XIX di Bandung (PON XIX) terdapat 240 atlet yang tersebar di 15 Provinsi seluruh Indonesia, meraih 39 emas, 25 perak dan 26 perunggu, disamping itu juga terdapat 144 lebih alumni UNJ yang berkontribusi sebagai pelatih dan official. Selain itu, beberapa atlet UNJ yang menjadi Juara Dunia Pencak Silat. Pada tingkat provinsi, UNJ meraih Juara Umum Pekan Olahraga Mahasiswa Provinsi (POMPROV) DKI Jakarta.</li>
<li>Dalam Bidang Seni, UNJ berhasil menjadi Juara Umum Pekan Seni Mahasiswa Daerah (PEKSIMIDA) Tahun 2016 dengan 8 emas, 5 perak, 4 perunggu dan juga turut berkontribusi besar mengirimkan mahasiswa pada Pekan Seni Mahasiswa Nasional (PEKSIMINAS).</li>
<li>Dalam Bidang otomotif, UNJ ikut menyumbangkan kreasi yang bermanfaat bagi masyarakat, khususnya masyarakat Indonesia dengan membuat Mobil Hemat Energy oleh Batavia Team. Dengan kreasi tersebut, Batavia Team berhasil meraih Juara I dan Peringkat II pada Kontes Mobil Hemat Energy yang dilaksanakan di Yogyakarta.</li>
<li>Kontribusi Perolehan Medali Mahasiswa dan Alumni UNJ pada 29th SEA Games 2017 Untuk Indonesia.</li>
</ol>
<p>Sehingga melihat dari sebuah celah sebagai alat ukur dalam menilai seseorang adalah salah satu hal yang harusnya kita hindari. Siapa pun dapat membuat celah, tetapi semua orang terlahir untuk bisa melakukan kebaikan.</p>
<p>Semoga Rektor pengganti nanti dapat memaksimalkan citra Universitas Negeri Jakarta kembali sebagai kampus pendidikan, kampus pergerakan, dan kampus intelektual. Namun, tetap jangan melupakan sejarah.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>The post <a href="https://unjkita.com/ini-segudang-prestasi-prof-djaali-saat-menjabat-rektor-unj/">Ini Segudang Prestasi Prof. Djaali Saat Menjabat Rektor UNJ</a> appeared first on <a href="https://unjkita.com">UNJKita.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Mengenal Lebih Dekat dengan PLH Rektor UNJ, Prof. Intan Ahmad, Ph.D</title>
		<link>https://unjkita.com/mengenal-lebih-dekat-dengan-plh-rektor-unj-prof-intan-ahmad-ph-d/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Randi Ramdani Pratama]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 27 Sep 2017 08:45:33 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Konten Pilihan]]></category>
		<category><![CDATA[Rektor UNJ]]></category>
		<category><![CDATA[Save UNJ]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://unjkita.com/?p=14838</guid>

					<description><![CDATA[<p>Polemik yang terjadi di Universitas Negeri Jakarta memasuki babak baru. Melalui akun twitter resminya, kampus yang berada di Rawamangun ini mengumumkan jika Prof. Intan Ahmad,...</p>
<p>The post <a href="https://unjkita.com/mengenal-lebih-dekat-dengan-plh-rektor-unj-prof-intan-ahmad-ph-d/">Mengenal Lebih Dekat dengan PLH Rektor UNJ, Prof. Intan Ahmad, Ph.D</a> appeared first on <a href="https://unjkita.com">UNJKita.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Polemik yang terjadi di Universitas Negeri Jakarta memasuki babak baru. Melalui akun twitter resminya, kampus yang berada di Rawamangun ini mengumumkan jika Prof. Intan Ahmad, Ph.D menjabat sebagai pelaksana harian Rektor UNJ.</p>
<h6><strong>Baca Juga : <a href="http://unjkita.com/rektor-unj-resmi-dipecat-menristekdikti/">Rektor UNJ Resmi Dipecat Menristekdikti</a></strong></h6>
<p><em>“Tanggal 25 September 2017, Prof. Intan Ahmad, Ph.D ditetapkan oleh Menristekdikti sebagai Pejabat Pelaksana Harian Rektor UNJ yang dinyatakan dihadapan para Wakil Rektor dan Dekan dilingkungan UNJ” tweet</em> dari @UNJ_Official</p>
<h6></h6>
<h6><strong>Pengalaman Memimpin Lembaga</strong></h6>
<p>Menristekdikti telah menetapkan Prof. Intan Ahmad, Ph.D untuk menjabat sebagai pelaksana harian rektor UNJ menggantikan rektor UNJ Prof. Djaali. Pria yang khas dengan kacamatanya tersebut saat ini menjabat sebagai Direktur Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi sejak 30 Juni 2015.</p>
<p>Pria yang meraih gelar Sarjana nya pada tahun 1982 di Institut Teknologi Bandung (ITB) di bidang Biologi ini merupakan Dosen ITB sejak tahun 1992. Prof Intan sendiri memiliki pengalaman segudang dalam hal memimpin suatu lembaga/intansi di lingkungan perguruan tinggi.</p>
<p>Dimulai sejak tahun 1993 sampai tahun 1998 Beliau menjabat Pembantu Dekan 3 Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) ITB. Disini beliau berhasil menjalin kerjasama dengan Kanazawa University, Jepang.</p>
<p>Selesai menjabat sebagai PD 3 FMIPA ITB, pada tahun 1998 – 1999 beliau menjabat sebagai Ketua Jurusan Biologi FMIPA ITB. Dengan waktu yang singkat Prof. Intan Ahmad berhasil menorehkan prestasi dengan memperoleh Hibah <em>Quality for Undergraduate Education (QUE) </em>sebesar USD 1,5 Juta (1999 – 2004) untuk meningkatkan mutu lulusan program sarjana Biologi ITB.</p>
<p>Pria yang lahir di Bandung 1 Mei 59 Tahun yang lalu ini pun pernah menduduki posisi sebagai Asisten Direktur III Program Pascasarjana ITB (1999-2002), Kepala Pusat Sumber Daya Informasi (PSDI) ITB (2002-2004), Dekan FMIPA ITB (2004-2005), Dekan Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati (STIH – Pemekaran FMIPA) ITB (2006-2010), Ketua Senat STIH ITB (2011-2015) dan Ketua Senat Akademik ITB (2012-2015).</p>
<p>Selama Ia menjabat banyak sekali torehan prestasinya, diantaranya berhasil menginisiasi <em>digital library</em> pada program pasca sarjana ITB.Selanjutnya berhasil menyakinkan <em>European Commision </em>di Brussels, sehingga ITB menjadi wakil dari Indonesia sebagai mitra <em>Trans-Euro Information Network </em>(TEIN) dan mendapatkan bantuan akses Internet. Prof Intan pun selama memimpin banyak mendapatkan Program Hibah dari Universitas/Lembaga terkemuka di dunia untuk memajukkan instansi yang Ia pimipin.</p>
<p>Pria peraih gelar Ph.D di <em>University Of Illinois at Urbana Champaign, Illinois, USA </em>dibidang Entomologi pada tahun 1992 telah menulis lebih dari 40 karya ilmiah, termasuk 16 yang diterbitkan di jurnal internasional. Namun, Prof Intan Ahmad belum beruntung untuk menduduki orang nomor satu di ITB. Beliau kalah dalam pemilihan rektor ITB periode 2014 – 2019.</p>
<p>Selain prestasi di bidang akademik, Pria yang dikenal dengan <em>the authority for urban pest management in Indonesia</em> ini mempunyai prestasi dibidang olahraga. Ia  menggeluti olahraga Karate. Beliau berhasil meraih medali Emas di Pekan Olahraga Nasional ke X serta medali Perak diajang yang sama periode berikutnya dengan mewakili Provinsi Jawa Barat.</p>
<p>&nbsp;</p>
<h6><strong>Prof. Intan Ahmad, Ph.D Siap bertemu dengan Senat dan Mahasiswa UNJ</strong></h6>
<p>Dalam wawancara ekslusif dengan reporter UNJkita, Prof Intan sudah membuat rencana untuk bertemu dengan senat, dekan dan mahasiswa UNJ kedepannya.</p>
<h6><strong>Baca Juga : <a href="http://unjkita.com/wawancara-eksklusif-reporter-unjkita-dengan-plh-rektor-unj/">Wawancara Eksklusif Reporter UNJKita dengan PLH Rektor UNJ</a></strong></h6>
<p><em>“Ya itu, itu. Kesimpulannya itu. Jadi nanti tentu saya akan bertemu dengan Senat, bertemu lagi dengan Mahasiswa, Saya akan bertemu lagi lebih intens dengan para Dekan Fakultas untuk membicarakan kemajuan Universitas Negeri Jakarta.” </em><em>Ujar Prof Dr. Intan Ahmad, Ph.D selasa 26 September 2017 di Depan Gedung Rektorat UNJ.</em></p>
<p><em> </em><em>Selain itu Prof Intan juga siap jika mahasiswa ingin duduk bersama dengannya dalam suatu forum ataupun mimbar bebas.</em></p>
<p><em> </em><em>“Bukan masalah siap. Ya ga ada masalah, justru saya seneng. Karena gini mas, saya juga pernah jadi mahasiswa. (Dengan gelak tawa) Iya kan saya juga pernah jadi mahasiswa. Cuma saya lahir duluan.” </em><em>Lanjut Prof Intan Ahmad.</em></p>
<p>Pembawaannya yang ramah terhadap mahasiswa dan ingin tak ada jarak digambarkan dengan Ia menyuruh reporter kami untuk mencari tau tentang kepribadiannya.</p>
<p><em> </em><em>“Jadi you kalo mau tahu lebih banyak tentang saya, Google aja supaya lebih akrab, oke ? Sukses!”, </em><em>tutup Prof Intan.</em></p>
<p>&nbsp;</p>
<h6><strong>Harapan Baru</strong></h6>
<p>Pemberhentian Prof Djaali sebagai Rektor sebenernya tidak akan seketika mengubah wajah UNJ yang saat ini menjadi bahan obrolan banyak orang. Namun munculnya Prof. Intan Ahmad, Ph.D yang ditunjuk sebagai PLH Rektor UNJ oleh Menristekdikti setidaknya menimbulkan harapan bagi mahasiswa bahkan alumni UNJ untuk mengembalikan marwah kampus yang dahulu bernama IKIP tersebut.</p>
<p>Tentu seluruh sivitas akademika dan alumni UNJ berharap dengan kapabilitas dan <em>track record</em> yang dimiliki Prof Intan Ahmad mampu merubah pandangan masyarakat umum terhadap UNJ kearah yang lebih baik serta mampu berkolaborasi dengan <em>stakeholder </em>yang ada di lingkungan kampus.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><em>“Jadikan Semua Tempat adalah Sekolah</em></p>
<p><em>Jadikan Semua Teman adalah Guru</em></p>
<p><em>Dan, Guru Terbaik adalah Guru dari Lulusan Universitas Negeri Jakarta”</em></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Mari Bersama Kita Kembalikan Marwah Tersebut!</p>
<p>The post <a href="https://unjkita.com/mengenal-lebih-dekat-dengan-plh-rektor-unj-prof-intan-ahmad-ph-d/">Mengenal Lebih Dekat dengan PLH Rektor UNJ, Prof. Intan Ahmad, Ph.D</a> appeared first on <a href="https://unjkita.com">UNJKita.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Membangun Kembali Marwah Kampus UNJ Tercinta</title>
		<link>https://unjkita.com/membangun-kembali-marwah-kampus-unj-tercinta/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Ferly Ferdyant, S.E]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 27 Sep 2017 03:28:12 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Suara Anda]]></category>
		<category><![CDATA[FATI UNJ]]></category>
		<category><![CDATA[Rektor UNJ]]></category>
		<category><![CDATA[Save UNJ]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://unjkita.com/?p=14829</guid>

					<description><![CDATA[<p>Setelah keputusan kemenristekdikti terkait polemik di kampus tercinta UNJ. Maka persoalan UNJ belum selesai, karena marwah kampus ini harus dikembalikan sebagai kampus perjuangan dan kampus...</p>
<p>The post <a href="https://unjkita.com/membangun-kembali-marwah-kampus-unj-tercinta/">Membangun Kembali Marwah Kampus UNJ Tercinta</a> appeared first on <a href="https://unjkita.com">UNJKita.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Setelah keputusan kemenristekdikti terkait polemik di kampus tercinta UNJ. Maka persoalan UNJ belum selesai, karena marwah kampus ini harus dikembalikan sebagai kampus perjuangan dan kampus para pendidik. Untuk itu PLH Rektor Bapak Dirjen Belmawa Kemenristekdikti agar melakukan audit mutu internal di UNJ berdasarkan SPMI perguruan tinggi yg di atur di UU pendidikan tinggi no. 12 tahun 2012 sebagai titik tolak Reformasi birokrasi di UNJ.</p>
<p>Besar harapan kami PLH Rektor UNJ melakukan pembenahan lebih dalam terhadap seluruh struktur pimpinan UNJ, agar kejadian yang sama tidak terulang.</p>
<p>Demokratisasi kampus harus dibangun kembali agar sistem kontrol terus terjaga dan mengambil peran strategis dalam menjaga harmonisasi kampus. Menghilangkap sikap diktator, serta mengedepankan penyelesaian masalah secara kekeluargaan. Mendukung penuh kegiatan Mahasiswa, Karyawan, Dosen, dan alumni utk memajukan UNJ.</p>
<p>Geliat Tridharma Perguruan Tinggi, yakni: pendidikan, pengajaran, penelitian serta pengabdian terus ditingkatkan untuk mengembalikan peran strategis dan kualitas UNJ dalam kancah kehidupan berbangsa, tentunya dengan publikasi yang masif dan terstruktur sesuai dengan visi misi UNJ &#8220;Building Future Leaders&#8221;.</p>
<p>Terakhir&#8230; Harapan kami pemilihan Rektor kedepan tahun 2018 berasal dari potensi terbaik kampus UNJ yang memiliki integritas dan komitmen membangun kampus tercinta serta kepemimpinan Visioner yg dapat mengangkat dan mengharumkan nama UNJ untuk bangsa.</p>
<p>Mari kita bergandengan tangan untuk UNJ yg lebih baik.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><em><strong>Forum Alumni Aktivis UNJ (FATI UNJ)</strong></em></p>
<p><em><strong>Hanri Basel &#8211; Ketua</strong></em></p>
<p><em><strong>Defrizal Siregar &#8211; Sekjen</strong></em></p>
<p>The post <a href="https://unjkita.com/membangun-kembali-marwah-kampus-unj-tercinta/">Membangun Kembali Marwah Kampus UNJ Tercinta</a> appeared first on <a href="https://unjkita.com">UNJKita.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Wawancara Eksklusif Reporter UNJKita dengan PLH Rektor UNJ</title>
		<link>https://unjkita.com/wawancara-eksklusif-reporter-unjkita-dengan-plh-rektor-unj/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Nadya Rizma Septiarini]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 27 Sep 2017 01:20:24 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Info]]></category>
		<category><![CDATA[Konten Pilihan]]></category>
		<category><![CDATA[Rektor UNJ]]></category>
		<category><![CDATA[Save UNJ]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://unjkita.com/?p=14643</guid>

					<description><![CDATA[<p>UNJKita.com – Sesuai dengan keputusan Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) untuk memecat Prof. Dr. Djaali sebagai Rektor UNJ. Selasa (26/9) banyak pihak yang...</p>
<p>The post <a href="https://unjkita.com/wawancara-eksklusif-reporter-unjkita-dengan-plh-rektor-unj/">Wawancara Eksklusif Reporter UNJKita dengan PLH Rektor UNJ</a> appeared first on <a href="https://unjkita.com">UNJKita.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>UNJKita.com – Sesuai dengan keputusan Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) untuk memecat Prof. Dr. Djaali sebagai Rektor UNJ. Selasa (26/9) banyak pihak yang mendatangi Gedung Rektorat UNJ, seperti kepolisian, beberapa jurnalis, dan pihak Ristekdikti sendiri, termasuk di dalamnya Prof. Intan Ahmad M. P.h.D., selaku PLH (Pejabat Pelaksana Harian) Rektor UNJ.</p>
<p>Sejak siang hari, tak jarang berbagai elemen dosen dan mahasiswa hilir mudik disekitar gedung rektorat untuk mengetahui apakah kabar bahwa Rektor UNJ dipecat adalah benar. Kemudian sekitar pukul 18:10 WIB terlihat bahwa Prof. Intan Ahmad M. P.h.D., telah sampai di UNJ dan siap untuk memasuki Gedung Rektorat.</p>
<h6><strong>Baca Juga : <a href="http://unjkita.com/rektor-unj-resmi-dipecat-menristekdikti/">Rektor UNJ Resmi Dipecat Menristekdikti</a></strong></h6>
<p>Dalam kesempatan eksklusif, <a href="http://unjkita.com/author/lieong/">Achmad Fauzi Novianto (</a>Reporter UNJKita.com) berhasil mewawancarai Prof. Intan Ahmad.</p>
<h6><strong>&#8220;Apa saja tugas yang akan Bapak pegang selama berada di UNJ?&#8221;</strong></h6>
<p><em>&#8220;Pertama sesuai dengan perintah yang diperintahkan kepada saya, adalah saya akan menjalankan tugas sebagai PLH atau Pelaksana Harian Rektor Universitas Negeri Jakarta. Jadi pertama ada pembenahan program Pascasarjana, dalam hal ini program doktor kemudian juga masalah lainnya dan kedua adalah mengawal sampai ada rektor baru yang definitif.&#8221;</em></p>
<h6><strong>&#8220;Untuk dalam jangka waktu dekat ini kira-kira apa yang akan Bapak lakukan?&#8221;</strong></h6>
<p><em>&#8220;Ya itu, itu. Kesimpulannya itu. Jadi nanti tentu saya akan bertemu dengan Senat, bertemu lagi dengan Mahasiswa, Saya akan bertemu lagi lebih intens dengan para Dekan Fakultas untuk membicarakan kemajuan Universitas Negeri Jakarta.&#8221;</em></p>
<h6><strong>&#8220;Terakhir nih Pak, Jika dalam waktu satu minggu ini kawan-kawan mahasiswa mengadakan suatu forum mimbar duduk bareng gitu, kira-kira Bapak siap untuk duduk bareng untuk diskusi dengan mahasiswa ?&#8221;</strong></h6>
<p><em>&#8221;Bukan masalah siap. Ya ga ada masalah, justru saya seneng. Karena gini mas, saya juga pernah jadi mahasiswa. (Dengan gelak tawa) Iya kan saya juga pernah jadi mahasiswa. Cuma saya lahir duluan. Jadi you kalo mau tahu lebih banyak tentang saya, Google aja supaya lebih akrab, oke ? Sukses!&#8221;</em></p>
<p>Demikianlah kesempatan eksklusif reporter UNJKita saat mewawancarai Bapak Intan Ahmad selaku Plh Rektor Universitas Negeri Jakarta.</p>
<p>The post <a href="https://unjkita.com/wawancara-eksklusif-reporter-unjkita-dengan-plh-rektor-unj/">Wawancara Eksklusif Reporter UNJKita dengan PLH Rektor UNJ</a> appeared first on <a href="https://unjkita.com">UNJKita.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
