<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Tips Belajar Archives - UNJKita.com</title>
	<atom:link href="https://unjkita.com/tag/tips-belajar/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://unjkita.com/tag/tips-belajar/</link>
	<description>Saling Menginspirasi untuk Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Sat, 06 Feb 2021 02:34:03 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.4</generator>

<image>
	<url>https://unjkita.com/wp-content/uploads/2018/08/cropped-unjkita-32x32.png</url>
	<title>Tips Belajar Archives - UNJKita.com</title>
	<link>https://unjkita.com/tag/tips-belajar/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>5 Langkah Mempersiapkan Kelas Online Anda</title>
		<link>https://unjkita.com/mempersiapkan-kelas-online/</link>
					<comments>https://unjkita.com/mempersiapkan-kelas-online/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[UNJKITA.com &#124; @pemburukampus]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 06 Feb 2021 02:34:03 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[Diskusi Online]]></category>
		<category><![CDATA[Tips Belajar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://unjkita.com/?p=23744</guid>

					<description><![CDATA[<p>Masa pandemi Covid-19 telah mengubah banyak hal, salah satunya adalah membuat Anda harus belajar dan mengajar secara daring melalui kelas online. Adanya fitur kelas online...</p>
<p>The post <a href="https://unjkita.com/mempersiapkan-kelas-online/">5 Langkah Mempersiapkan Kelas Online Anda</a> appeared first on <a href="https://unjkita.com">UNJKita.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Masa pandemi Covid-19 telah mengubah banyak hal, salah satunya adalah membuat Anda harus belajar dan mengajar secara daring melalui kelas online.</p>
<p>Adanya fitur kelas online ternyata menimbulkan tantangan-tantangan baru. Beberapa di antaranya munculnya gangguan dan kebisingan di rumah, sulitnya berkonsentrasi, hingga jaringan internet yang kadang tidak stabil karena tidak adanya wifi repeater dirumah. Dibutuhkan cara yang tepat supaya bisa belajar atau mengajar dengan efektif secara online.</p>
<p>Mungkin Anda telah dalam kondisi prima ketika akan belajar atau mengajar secara daring, namun belum mengetahui cara tepat supaya bisa mempersiapkan diri secara matang di kelas online, baik itu mengajar maupun belajar.</p>
<p><strong>Download Gratis:  <a href="https://unjkita.com/category/mahasiswa/bank-soal/">Bank Soal SBMPTN, SIMAK UI, dll.</a></strong></p>
<p>Untuk menjawab hal tersebut, artikel ini akan membahas berbagai cara yang wajib untuk disimak saat akan mempersiapkan kelas online. Beberapa di antaranya adalah:</p>
<h2><a id="post-23744-_ymns9wt7hypq"></a><strong>1. Usahakan Online di Tempat yang Tenang dan Kondusif</strong></h2>
<p>Sebelum kelas online dimulai, hal pertama yang perlu dipersiapkan adalah dengan masuk di dalam ruangan yang tenang dan kondusif <a href="https://www.bestspy.id/air-cooler/">dengan pendingin udara</a>. Jauhkan diri Anda dari gangguan lain dari hewan peliharaan, anak-anak atau orang tua saat Anda siap untuk belajar atau mengajar di kelas online.</p>
<p>Anda bisa meminta dukungan kepada orang tua agar jangan diganggu terlebih dahulu sebelum kelas dimulai. Dukungan dari orang tua dan keluarga terdekat dapat membuat Anda lebih tenang dan kondusif, khususnya saat Anda belajar atau sedang mengajar kelas secara online.</p>
<h2><a id="post-23744-_43pa0mqdci00"></a><strong>2. Pastikan Internet Sudah Terkoneksi dengan Baik</strong></h2>
<p>Hal yang seringkali dilupakan saat mempersiapkan kelas online adalah melihat konektivitas di dalam suatu ruangan. Ada ruangan yang memiliki koneksi yang lambat, meskipun berada di tempat yang sangat kondusif.</p>
<p>Sebelum mempersiapkan kelas online, ada baiknya bila Anda mengecek konektivitas<a href="https://www.sekawanmedia.co.id/pengertian-internet/"> internet</a> dalam keadaan stabil dan tentunya berada di ruangan yang kondusif. Ini akan membuat Anda gampang dalam menyampaikan materi atau belajar secara online pada guru atau dosen Anda.</p>
<h2><a id="post-23744-_sny1t9gju5p0"></a><strong>3. Persiapkan Catatan untuk Materi Penting</strong></h2>
<p>Khusus untuk belajar online, tidak mungkin bila Anda mengerti materi secara keseluruhan yang disampaikan oleh guru atau dosen. Maka dari itu sebelum kelas dimulai, Anda harus mempersiapkan catatan agar bisa menulis poin atau ide penting yang pantas untuk dicatat.</p>
<p>Anda bisa mencatat materi pelajaran, baik secara manual maupun digital. Bila ingin manual, maka persiapkan buku catatan saat sebelum kelas online dimulai. Apabila Anda lebih suka secara digital, Anda bisa menggunakan catatan seperti<a href="https://wincamp.org/ternyata-banyak-fitur-ajaib-di-sticky-notes-windows-10-au/"> Sticky Notes</a>, Evernote, Fair Note dan lain sebagainya.</p>
<h2><a id="post-23744-_jx2n065vgayu"></a><strong>4. Pastikan Online Sebelum Kelas Dimulai</strong></h2>
<p>Langkah yang tak kalah penting saat mengajar atau belajar secara daring adalah dengan sudah <em>ready </em>atau online sebelum kelas dimulai. Konektivitas internet yang gagal tersambung bisa saja terjadi, yang mengakibatkan Anda datang terlambat dan dimarahi oleh guru atau dosen Anda.</p>
<p>Khusus untuk pengajar, apabila Anda telat saat akan mempersiapkan kelas online, bisa-bisa Anda dianggap tidak profesional dan membuat siswa Anda meninggalkan kelas saat proses belajar-mengajar sedang berlangsung.</p>
<p>Cara termudah agar bisa bersiap untuk kelas online adalah kunjungi situs belajar yang diberikan minimal 10 menit sebelum kelas berlangsung. Ini akan membuat Anda lebih percaya diri dan siap dalam mengikuti kelas yang akan dilaksanakan.</p>
<h2><a id="post-23744-_npp8zz7hrxuy"></a><strong>5. Cari Kegiatan Lain Agar Bisa Konsentrasi</strong></h2>
<p>Mungkin kelas online akan terasa sangat membosankan, apalagi bila sudah menjadi suatu rutinitas di masa pandemi. Cara yang tepat sebelum kelas dimulai adalah dengan mencari <a href="https://eljohnnews.com/tiga-kegiatan-menyenangkan-yang-dapat-anda-lakukan-di-rumah-selama-pandemi/">kegiatan yang dapat menenangkan pikiran</a>.</p>
<p>Ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk menenangkan pikiran sebelum kelas online, beberapa di antaranya seperti mendengarkan musik, menonton streaming konten kreator favorit, bermeditasi atau kegiatan lain yang Anda senangi. Pikiran yang tenang akan membuat Anda lebih gampang berkonsentrasi baik saat belajar maupun mengajar.</p>
<p><strong>Baca Juga: <a href="https://unjkita.com/5-cara-belajar-efektif/">5 Cara Belajar Efektif Yang Mudah Diterapkan</a></strong></p>
<h2><a id="post-23744-_sm0x901j2pwr"></a><strong>Penutup</strong></h2>
<p>Setelah mengetahui apa saja yang dapat dilakukan untuk mempersiapkan kelas online, kini saatnya Anda juga harus mengetahui cara yang tepat agar tidak bosan ketika belajar atau mengajar di rumah.</p>
<p>Beberapa hal yang bisa dilakukan adalah dengan selalu <em>be yourself</em>, yang artinya carilah gaya mengajar atau belajar online yang kamu senangi. Di samping itu Anda juga bisa meluangkan hobi yang disukai supaya bisa mengajar atau belajar dengan maksimal.</p>
<p>Hal terakhir dan yang paling penting adalah jangan lupa untuk bersosialisasi. Mempersiapkan materi bahan ajar atau belajar online sangat menguras tenaga dan pikiran. Maka dari itu tetaplah terhubung dengan teman terdekat supaya pikiran dapat kembali segar.</p>
<p>Itulah beberapa cara mempersiapkan kelas online, semoga Anda bisa bisa tetap optimal saat mengajar atau belajar khususnya di masa pandemi Covid-19 ini. Selamat mencoba!</p>
<p>The post <a href="https://unjkita.com/mempersiapkan-kelas-online/">5 Langkah Mempersiapkan Kelas Online Anda</a> appeared first on <a href="https://unjkita.com">UNJKita.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://unjkita.com/mempersiapkan-kelas-online/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Mahasiswa Baru, Sudah Tau Apa itu KRS?</title>
		<link>https://unjkita.com/apa-itu-krs/</link>
					<comments>https://unjkita.com/apa-itu-krs/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Muhammad Ihsan]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 20 Jan 2019 01:36:58 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[Dunia Kampus]]></category>
		<category><![CDATA[Tips Belajar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://unjkita.com/?p=21477</guid>

					<description><![CDATA[<p>Bagi mahasiswa baru, mungkin istilah KRS menjadi hal baru di telinga anda. KRS adalah Kartu Rencana Studi yang menjadi patokan pembelajaran mahasiswa di semester tersebut....</p>
<p>The post <a href="https://unjkita.com/apa-itu-krs/">Mahasiswa Baru, Sudah Tau Apa itu KRS?</a> appeared first on <a href="https://unjkita.com">UNJKita.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Bagi mahasiswa baru, mungkin istilah KRS menjadi hal baru di telinga anda. KRS adalah Kartu Rencana Studi yang menjadi patokan pembelajaran mahasiswa di semester tersebut. Tapi sebelum membahas KRS lebih lanjut, setiap mahasiswa baru juga harus mengetahui terlebih dahulu proses registrasi akademik di sebuah kampus.</p>
<p>Saat pertama kali memasuki kampus, mungkin kita akan asing dengan hal-hal di sekitarnya. Kita akan menemui orang-orang, teman-teman, dosen, bahkan sistem yang sangat berbeda dibandingkan dengan saat sekolah atau menjadi pelajar dulu. Tapi tidak perlu khawatir, karena semua itu tentunya akan terlewati seiring kita mempersiapkan diri, melewati masa-masa belajar di perguruan tinggi.</p>
<blockquote><p>KRS adalah Kartu Rencana Studi yang menjadi patokan pembelajaran mahasiswa di semester tersebut.</p></blockquote>
<p>Salah satu hal yang memudahkan kita untuk belajar dan mempersiapkan belajar di kampus adalah dengan adanya KRS atau Kartu Rencana Studi. Untuk itu, mari kita pahami apa itu KRS dan apa fungsi lengkapnya bagi studi kita di perguruan tinggi.</p>
<h2><em>Pengertian KRS</em></h2>
<p>KRS adalah kartu rencana studi yang berfungsi sebagai rencana pengambilan mata kuliah dengan jurusan yang kita ambil. Saat pertama kali belajar di perguruan tinggi, kita sudah mengetahui jurusan yang kita ambil. Jurusan tersebut tentu memiliki target keahlian, kemampuan yang harus dimiliki oleh mahasiswa. Untuk mencapai kemampuan atau keahlian-keahlian tersebut, dibutuhkan mata kuliah tersendiri agar terbentuk keahlian khusus, sesuai dengan jurusan yang kita ambil.</p>
<p>Biasanya, setiap jurusan juga memiliki konsentrasi tersendiri. Misalnya di jurusan Business and Management, ada yang konsentrasinya di Digital Marketing atau Marketing of Communication, dsb. Hal ini tergantung kampus dan dimana kita kuliah. Dengan spesifikasi tersebut, hal ini akan mempengaruhi studi atau mata kuliah yang kita ambil dan berapa besar SKS atau waktu pembelajaran yang dibutuhkan untuk mencapai keahlian studi tersebut.</p>
<p>Dengan kartu rencana studi, kita akan bisa memahami dan mengambil mana mata kuliah yang benar-benar sesuai dengan jurusan atau konsenstrasi yang kita ambil. Sehingga, selama kuliah tidak akan asal-asalan atau sekedar masuk dan absen saja.</p>
<h2><em>Apa Saja Isi KRS?</em></h2>
<p>KRS biasanya diisi saat mahasiswa baru dan diawal semester. Kartu Rencana Studi yang digunakan untuk merencakan perkuliahan biasanya akan memerlukan data diri kita, misalnya : Nama Mahasiswa, Nomor Induk Mahasiswa, Jurusan, Fakultas, dan Semester yang sedang diikuti. Biasanya, ada pula foto mahassiwa, cap universitas atau perguruan tinggi yang bersangkutan, hingga tanda tangan birokrasi tertentu di kampus, dosen wali, dan diri kita sendiri. Kartu Rencana Studi juga sebagai syarat untuk mengikuti ujian tengah semester (UTS) atau ujian akhir semester (UAS).</p>
<p>Jika sudah bukan mahasiswa baru lagi, biasanya akan dicantumkan IPK atau IP sebelumnya yang akan mempengaruhi berapa Mata Kuliah dan SKS yang dapat kita ambil di semeseter tersebut. Semakin kecil IP atau IPK yang kita miliki, maka akan semakin sulit untuk mengambil mata kuliah atau SKS yang banyak. Dampaknya, akan semakin lama kita melaksanakan perkuliahan. Hal ini yang biasanya membuat mahasiswa lulus tepat waktu atau menunda kelulusan.</p>
<h2><em>Tentang SKS</em></h2>
<p>SKS atau singkatan dari Satuan Kredit Semester, menjadi hal yang sangat penting dalam mengisi rencana studi kita. Sistem SKS ini pasti digunakan di setiap perguruan tinggi atau kuliah. Dengan sistem SKS, mahasiswa dapat memilih sendiri matakuliah yang akan diambil dalam satu semester. Hal-hal yang jadi pertimbangan biasanya adalah:</p>
<ul>
<li>Besarnya Beban Studi Mahasiswa dalam satu semester tersebut. Bisa saja di semester tertentu kita hanya mengambil sedikit mata kuliah, namun di semester berikutnya kita mengejar mengambil beberapa mata kuliah yang terdaftar</li>
<li>Nilai IP atau IPK. Misalnya IP daitas 3-3,5 maka boleh mengambil SKS hingga jumlahnya 24 SKS. Namun yang kurang dari 3, bisa saja hanya boleh mengambil 18-20 SKS. Biasanya bergantung kepada kebijakan setiap kampus masing-masing</li>
<li>Besarnya usaha belajar yang diperlukan mahasiswa untuk mencapai target studi di semester tersebut</li>
<li>Besarnya usaha penyelenggara pendidikan (dalam hal ini kampus)</li>
</ul>
<p>Jumlah SKS yang diambil juga nantinya akan mempengaruhi kelulusan. Misalnya saja, untuk dapat dinyatakan lulus, maka mahasiswa wajib menyelesaikan hingga 144 SKS (minimal). Untuk itu, jika belum sampai 144 SKS maka mahasiswa harus lanjut kuliah mengambil mata kuliah yang belum diambil dan menyelesaikannya. Walaupun mahasiswa tersebut sudah membuat tugas akhir atau skripsi, tentunya harus dikejar ketertinggalannya hingga mencapai jumlah target SKS menjelang kelulusan.</p>
<p>Untuk 1 SKS biasanya setara dengan :</p>
<ul>
<li>1 jam jadwal kegiatan studi (termasuk 5-10 menit waktu istirahat)</li>
<li>1-2 jam tugas yang diberikan oleh dosen terkait baik untuk dikerjakan di rumah, atau di kampus dengan berbagai model. Misalnya : penelitian artikel, menyelesaikan soal, dsb</li>
<li>1-2 jam tugas mandiri, misalnya seperti membaca buku referensi, menyiapkan tugas, <em>pre reading, </em></li>
</ul>
<p>Untuk itu, sebagai mahasiswa tentu saja pengaturan studi tidak bisa asal-asalan. Perencanaan yang matang, penentuan studi yang ketat, serta kefokusan menjadi sangat tinggi. Bisa saja kita asal-asalan dalam mempersiapkannya, tetapi dampaknya tentu pada biaya studi yang harus dikeluarkan, waktu, dan tentunya, Apakah kita ingin mengecewakan orang tua yang telah bersusah payah menyekeloahkan kita hingga ke perguruan tinggi?</p>
<p>Selamat merencanakan Studi, Sobat mahasiswa! <a href="https://unjkita.com/tips-sukses-di-kampus-bagi-mahasiswa-baru/">Persiapkan dirimu menghadapi perkuliahan</a>.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>The post <a href="https://unjkita.com/apa-itu-krs/">Mahasiswa Baru, Sudah Tau Apa itu KRS?</a> appeared first on <a href="https://unjkita.com">UNJKita.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://unjkita.com/apa-itu-krs/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>5 Cara Belajar Efektif yang Membuat Kamu Pasti Paham Mata Kuliah</title>
		<link>https://unjkita.com/5-cara-belajar-efektif/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[UNJKita.com &#124; @pemburukampus]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 14 Sep 2018 03:41:51 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[Konten Pilihan]]></category>
		<category><![CDATA[Mata Kuliah]]></category>
		<category><![CDATA[Tips Belajar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://unjkita.com/?p=21395</guid>

					<description><![CDATA[<p>Pernah dengar istilah Cara Belajar Efektif? Kalau kalian pernah merasa kesulitan mencerna pelajaran atau mata kuliah yang sedang dipelajari, mungkin saja sebenarnya mata kuliah tersebut...</p>
<p>The post <a href="https://unjkita.com/5-cara-belajar-efektif/">5 Cara Belajar Efektif yang Membuat Kamu Pasti Paham Mata Kuliah</a> appeared first on <a href="https://unjkita.com">UNJKita.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Pernah dengar istilah Cara Belajar Efektif? Kalau kalian pernah merasa kesulitan mencerna pelajaran atau mata kuliah yang sedang dipelajari, mungkin saja sebenarnya mata kuliah tersebut yang sulit dicerna. Namun, kita belum tahu cara belajar efektif yang seharusnya kita lakukan untuk diri kita sendiri.</p>
<p>Setiap manusia dibekali kemampuan untuk belajar. Proses belajar ini sejatinya untuk kita beradaptasi dan memecahkan berbagai persoalan kehidupan. Bukan sekedar mengejar atau kredit semata. Untuk itulah, proses belajar sangat penting apalagi bagi seorang mahasiswa yang mempelajari juga mempraktikan banyak teori-teori. Yang jelas, proses belajar bukan hanya proses SKS atau Sistem Kebut Semalam. Proses belajar juga proses penjang yang tidak akan berhenti, walaupun kelak kita lulus dari bangku kuliah.</p>
<p>Cara belajar efektif sendiri sebetulnya adalah mengenai proses atau metode belajar agar kita bisa mencapai suatu target atau tujuan tertentu dari pembelajaran tersebut. Kita bisa memahaminya dengan mudah dan tentunya bisa mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari. Seorang ahli atau ilmuwan sekalipun tentunya memiliki cara belajar efektif masing-masing yang sesuai dengan kondisi dirinya.</p>
<p>Sebagai mahasiswa, tentunya kita ingin mendapatkan hasil terbaik dalam studi dan juga dapat mengimplementasikannya dalam proses berkarir kedepan. Untuk itu, berikut adalah 5 hal tentang cara belajar efektif yang bisa kalian implementasikan dan coba terapkan saat ini.</p>
<h2><strong>1.   </strong><strong>Pahami Target dan Tujuan Pembelajaran</strong></h2>
<p>Pernahkah kalian merasa malas untuk belajar atau mungkin saat mempelajari sesuatu? Bisa jadi saat itu, kalian belum benar-benar memahami hal mendasar dari pelajaran tersebut, yaitu tentang tujuan kita mempelajari mata kuliah tersebut.</p>
<p>Setiap pelajaran atau mata kuliah pasti memiliki target atau tujuan pembelajaran. Sebelum kalian mempelajari tentang teori, pola, atau rumus, coba pelajari terlebih dahulu target dan tujuannya. Coba mulai dari pertanyaan : Mengapa saya harus mempelajari teori ini? Apa dampaknya jika saya mempelajari ini? Apa hubungannya dengan keahlian saya di kemudian hari dan saat berkarir nanti?</p>
<p>Dengan memahami target dan tujuan sebuah mata kuliah, maka kita tidak akan malas untuk mempelajarinya. Kita akan lebih semangat untuk mengeksplorasi hal baru serta mencoba untuk menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Bagaimanapun, dengan mengenal tujuan dari sebuah mata kuliah maka akan mengantarkan kita pada kejelasan arah belajar.</p>
<h2><strong>2.   </strong><strong>Pelajari dari Banyak Sumber</strong></h2>
<p>Buku memang sumber kita untuk belajar. Tapi belajar dari satu sumber saja tentunya akan membuat pengetahuan kita kurang luas. Di dalam dunia akademisi biasanya akan ada banyak ditemukan berbagai pendapat, mahdzab, aliran, atau teori-teori yang saling bertentangan. Sebagai mahasiswa yang cerdas, kita bisa mencoba untuk belajar lebih banyak dari berbagai sumber. Tidak hanya pada satu orang, tidak hanya pada satu buku, atau mungkin hanya belajar dari modul atau slide yang diberikan dosen.</p>
<p>Adanya berbagai pendapat, pandangan, dan teori membuat pikiran kita lebih terstimulasi dan dari situ kita bisa berpikir banyak hal. Tidak hanya satu saja yang kita eksplor melainkan banyak hal yang mungkin saja mahasiswa lain juga belum tentu melakukannya.</p>
<h2><strong>3.   </strong><strong>Hindari Textbook, Belajarlah dari Realitas</strong></h2>
<p><img fetchpriority="high" decoding="async" class="alignnone size-large wp-image-5972" src="https://unjkita.com/wp-content/uploads/2017/01/Buku-2-800x600.jpg" alt="" width="640" height="480" srcset="https://unjkita.com/wp-content/uploads/2017/01/Buku-2-800x600.jpg 800w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2017/01/Buku-2-150x113.jpg 150w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2017/01/Buku-2-559x420.jpg 559w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2017/01/Buku-2-80x60.jpg 80w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2017/01/Buku-2-100x75.jpg 100w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2017/01/Buku-2-180x135.jpg 180w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2017/01/Buku-2-238x178.jpg 238w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2017/01/Buku-2-640x481.jpg 640w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2017/01/Buku-2-681x511.jpg 681w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2017/01/Buku-2.jpg 639w" sizes="(max-width: 640px) 100vw, 640px" /></p>
<p>Apa perbedaan belajar seorang mahasiswa dengan pelajar biasa? Dulu, mungkin kita sering belajar dengan metode DDCH (Duduk Dengar Catat Hapal). Sebagai mahasiswa, metode belajar seperti itu tidak cocok untuk kita gunakan kembali. Menghapal, merangkum, atau hanya sekedar menulis memang bisa disebut juga proses belajar. Akan tetapi, seorang mahasiswa yang kedepannya dituntut untuk mengimplementasikan teori di lapangan pekerjaan, tentu tidak bisa belajar hanya dari teks-teks yang ada di buku.</p>
<p>Ia harus belajar melihat langsung di realitas bahkan mencoba atau menelitinya lebih dalam. Misalnya saja sebagai mahasiswa jurusan psikologi, yang sedang mempelajari tentang teori behaviouristik, tidak bisa sekedar mempelajari pengertiannya saja. Coba lihat di sekitar. Amati teman-teman atau orang-orang di lingkungan. Adakah perilaku tertentu yang ternyata terbentuk karena teori ini?</p>
<p>Dengan belajar melihat dan mencerna langsung pada realitas, kita akan mudah menangkapnya dan tidak akan terjebak pada teks belaka.</p>
<h2><strong>4.   </strong><strong>Gunakan Media Alternatif Untuk Cara Belajar Efektif</strong></h2>
<p>Di zaman yang serba hi-tech ini, ada banyak sekali media alternatif kita untuk belajar. Jika bosan membaca buku, kita bisa mencoba untuk melihat tutorial atau penjelasan melalui youtube. Atau mungkin mendengarkan podcast juga bisa menjadi alternatif bagi kalian yang memiliki gaya Audio untuk belajar. Yang jelas, jangan terjebak untuk menggunakan satu media saja. Jika ada banyak media bertebaran untuk belajar, maka hal tersebut bisa kita manfaatkan dan gunakan. Yang pasti, gunakan yang sesuai dengan kebutuhan kita.</p>
<h2><strong>5.   </strong><strong>Diskusi dan Bertukar Pikiran dengan Ahli</strong></h2>
<p><img decoding="async" class="alignnone size-large wp-image-5123" src="https://unjkita.com/wp-content/uploads/2016/11/Diskusi-FATI-UNJ-800x600.jpg" alt="" width="640" height="480" srcset="https://unjkita.com/wp-content/uploads/2016/11/Diskusi-FATI-UNJ-800x600.jpg 800w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2016/11/Diskusi-FATI-UNJ-150x113.jpg 150w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2016/11/Diskusi-FATI-UNJ-560x420.jpg 560w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2016/11/Diskusi-FATI-UNJ-80x60.jpg 80w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2016/11/Diskusi-FATI-UNJ-100x75.jpg 100w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2016/11/Diskusi-FATI-UNJ-180x135.jpg 180w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2016/11/Diskusi-FATI-UNJ-238x178.jpg 238w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2016/11/Diskusi-FATI-UNJ-640x480.jpg 640w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2016/11/Diskusi-FATI-UNJ-681x511.jpg 681w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2016/11/Diskusi-FATI-UNJ.jpg 1280w" sizes="(max-width: 640px) 100vw, 640px" /></p>
<p>Salah satu cara belajar yang juga sangat disarankan oleh banyak para pakar adalah kita berdiskusi dan bertukar pikiran dengan ahli-nya. Seorang ahli biasanya akan mudah menjelaskan dan memberikan berbagai pandangannya tentang sebuah teori. Untuk itu, dengan banyak berdiskusi dan bertukar pikiran dengan seorang ahli, pikiran kita akan lebih terbuka dan banyak menyerap pengetahuan-pengetahuan baru yang bisa jadi tidak tertuang dalam buku atau teks-teks modul perkuliahan.</p>
<p>Itulah 5 cara belajar efektif yang bisa kita terapkan dalam keseharian kita sebagai mahasiswa. 5 hal ini bisa kalian coba satu persatu dan jangan lupa, tentukan mana yang paling sesuai dengan gaya belajar kalian. Jika sudah mencobanya, jangan patah semangat untuk terus belajar dan menggali pengetahuan untuk bekal di masa berkarir kedepannya. Semangat Belajar!</p>
<p>Untuk Kamu yang mau belajar bahasa asing yuk cek artikel <a href="https://unjkita.com/mau-belajar-bahasa-asing-tapi-gak-mau-bayar-mahal-cek-9-situs-gratis-ini-deh/">Mau Belajar Bahasa Asing, Tapi Gak Mau Bayar Mahal? Cek 9 Situs Gratis Ini Deh!</a></p>
<p>The post <a href="https://unjkita.com/5-cara-belajar-efektif/">5 Cara Belajar Efektif yang Membuat Kamu Pasti Paham Mata Kuliah</a> appeared first on <a href="https://unjkita.com">UNJKita.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Jurus Jitu Dapatkan Sponsor dari Institusi untuk Konferensi</title>
		<link>https://unjkita.com/jurus-jitu-dapatkan-sponsor-dari-institusi-untuk-konferensi/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Annisa Indriyani]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 05 Feb 2018 22:42:47 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Konten Pilihan]]></category>
		<category><![CDATA[Rubrik]]></category>
		<category><![CDATA[Sponsor]]></category>
		<category><![CDATA[Strategi Berprestasi]]></category>
		<category><![CDATA[Tips]]></category>
		<category><![CDATA[Tips Belajar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://unjkita.com/?p=19730</guid>

					<description><![CDATA[<p>Pergi ke Luar Negeri merupakan impian bagi banyak orang, termasuk juga bagi para Mahasiswa. Banyak dari mereka yang memiliki ide-ide atau gagasan-gagasan besar yang ingin...</p>
<p>The post <a href="https://unjkita.com/jurus-jitu-dapatkan-sponsor-dari-institusi-untuk-konferensi/">Jurus Jitu Dapatkan Sponsor dari Institusi untuk Konferensi</a> appeared first on <a href="https://unjkita.com">UNJKita.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Pergi ke Luar Negeri merupakan impian bagi banyak orang, termasuk juga bagi para Mahasiswa. Banyak dari mereka yang memiliki ide-ide atau gagasan-gagasan besar yang ingin disuarakan sampai ke mancanegara akan tetapi kendala finansial menjadi salah satu penghalang mereka untuk mewujudkan cita-cita tersebut.</p>
<p>Pada kesempatan ini, Maryam Qonita (Delegate, United Nations Forum Merit 360, 2016 PBB, New York, Amerika Serikat) selaku narasumber dalam rubrik yang diselenggarakan pada Sabtu (27/01/2018) akan berbagi tips dan trik berdasarkan pengalamannya dalam hal sponsorhip untuk mengikuti konferensi:</p>
<p><strong>1) Konferensi itu ada Banyak</strong></p>
<p>Seperti yang kita ketahui, ada banyak konferensi yang diselengarakan, akan tetapi kita juga perlu melihat dari kualitas konferesinya. Sehingga mempengaruhi persuasi kita dalam membuat proposal. Sebenarnya lolos konferensi secara <em>self funded</em> itu sangat mudah apalagi untuk para akademisi, yang susah adalah mencari dana/uang sponsornya. Jadi pastikan kalian bersusah payah untuk konferensi yang juga memang <em>worth it </em>untuk dihadiri dan pantas untuk diperjuangkan oleh kamu.</p>
<p><strong>2) Rajin mencari Informasi</strong></p>
<p>Banyak konferensi <em>fully funded </em>asalkan kita rajin untuk mencari informasi atau <em>googling</em> terkait konferensi yang kita inginkan. Kita bisa mencari info dari mana saja, contohnya seperti opportunitydesk.org, oyaop.com, youthop.com, dsb. Untuk list konferensi dan <em>exchange fully funded </em>untuk <em>students</em> bisa mengecek link dibawah ini:</p>
<p><a href="http://www.munplanet.com/articles/events/list-of-fully-funded-student-and-youth-opportunities">www.munplanet.com/articles/events/list-of-fully-funded-student-and-youth-opportunities</a></p>
<p>Sedangkan untuk konferensi ilmiah <em>self-funded</em> kalian bisa mencarinya di :</p>
<p><a href="http://www.conferencealerts.com">http://www.conferencealerts.com</a></p>
<p>akan tetapi, untuk <em>self-funded</em> disarankan untuk mencari yang jangka waktunya setahun kemudian. Sehingga bisa maksimal, mulai dari abstrak sampai mencari travel grantnya.</p>
<p><strong>3) Perhatikan Jangka Waktunya</strong></p>
<p>Teman-teman diharapkan untuk melihat jangka waktu konferensinya, jika ingin cari aman saja, ambil konferensi yang paling dekat diadakan pada 4 bulan sampai dengan 1 tahun kemudian.</p>
<p><strong>4) Lihat Ketentuan Pemberi Dana Sponsor</strong></p>
<p>Jika jangka waktu konferensinya 1 – 3 bulan. Perhatikan ketentuan pemberian dana sponsor. Di UNJ minimal 40 hari sebelum proposal diberikan. Sedangkan di kampus lain bisa berbeda-beda sesuai kebijakan yang berlaku, begitu pun juga pada institusi. Tapi tetaplah menyebar proposal ke insitusi yang memberikan dana dalam jangka waktu 4 – 6 bulan ke dapan, contohnya seperti Kemenpora dan Kemenristekdikti, biasanya mereka turunnya reimburse (cair setelah keberangkatan).</p>
<p><strong>5) Pahami Ketentuan Yang diminta Pemberi Dana Sponsor</strong></p>
<p>Coba pahami ketentuan setiap pemberi dana sponsorship. Seperti proposal yang harus lengkap khususnya jika ditujukan ke Kemenristekdikti dan Kemenpora. Komponen yang harus diperhatikan antara lain; Letter, Konten Proposal, LoA, CV, NPWP, KTP, Buku Tabungan, dll). Karena rata-rata alasan tidak diterimanya proposal adalah tidak terpenuhinya syarat verifikasi kelengkapan berkas.</p>
<p><strong>6) Taruh Telur di Banyak Keranjang</strong></p>
<p>Jangan ajukan proposal ke satu institusi saja, lebih baik ajukan 30 – 50 proposal ke berbagai institusi yang berbeda-beda pada jauh-jauh hari. Mungkin teman-teman akan mengeluarkan modal yang besar untuk mencetak proposal, tapi yakinlah bahwa usaha tersebut akan membuahkan hasil. Narasumber sendiri menghabiskan 500ribu untuk menjilid proposal, namun ia berhasil mendapatkan dana 40 juta untuk konferensi ke Amerika. Tetap untung, bukan?</p>
<p><strong>7) Kirim Proposal ke Institusi yang Tepat</strong></p>
<p>Seringkali, proposal yang kita kirimkan justru salah sasaran karena proposal yang kita kirimkan tidak berkaitan dengan institusi tersebut. Jadi, usahakan untuk mengirim proposal ke berbagai institusi/perusahaan yang memungkinkan kerjasama. Misalnya, konferensinya tentang gizi, maka kirimlah proposalnya ke perusahaan yang <em>concern </em>dengan konferensi tersebut contohnya seperti Nutri Food atau Wings Food, dll. Dengan imbalan, hasil penelitian kita boleh menjadi bahan bagi mereka untuk mengembangkan produk perusahaan.</p>
<p>Bisa juga konferensi Family Planning, coba ajukan ke Yayasan, contohnya Yayasan Cara Cipta Padu dengan imbalan jika lembaga menyumbang 20% dana yang dibutuhkan, maka imbalannya sekian-sekian, jika menyumbang 50% maka imbalannya sekian-sekian. Misalkan laporan konferensi tersebut dan produk inovasi yang kita ciptakan kita berikan untuk lembaga sebagai bahan mereka mengembangkan produk mereka. Usahan untuk menulis reward di proposalnya agar institusi yang kita tuju bisa tertarik.</p>
<p><strong>8) Manfaatkan <em>Channel</em></strong></p>
<p><em>Channel</em> atau jaringan juga merupakan hal yang sangat penting untuk mendapatkan sponsor besar. Misalnya, kita kenal dengan manajer Bank tertentu, pegawai kantor atau direktur perusahaan tertentu merupakan teman ayah kita. Mereka sebagai <em>channel, </em>bisa dimanfaatkan untuk mempercepat proses birokrasi.</p>
<p><strong>9) Berdoa</strong></p>
<p>Sebagai manusia yang memiliki rencana, tapi tetap Allah yang menentukan. Jadi jangan lupa untuk berdo’a. Karena segala kesuksesan kita bukanlah milik kita, melainkan pemberian dari  Allah SWT.</p>
<p><img decoding="async" class="alignnone size-large wp-image-19760" src="http://unjkita.com/wp-content/uploads/2018/02/proposal-sponsorship-800x500.jpg" alt="" width="640" height="400" srcset="https://unjkita.com/wp-content/uploads/2018/02/proposal-sponsorship-800x500.jpg 800w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2018/02/proposal-sponsorship-150x94.jpg 150w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2018/02/proposal-sponsorship-672x420.jpg 672w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2018/02/proposal-sponsorship-640x400.jpg 640w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2018/02/proposal-sponsorship-681x426.jpg 681w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2018/02/proposal-sponsorship.jpg 1080w" sizes="(max-width: 640px) 100vw, 640px" /></p>
<p>Selain tips dan trik, narasumber juga memaparkan 7 hal penting yang harus diperhatikan saat dalam proses pengajuan proposal untuk mendapatkan sponsor. Cek penjelasan di bawah ini ya!</p>
<p><strong>1) Jangan Langsung Mendatangi Kantornya</strong></p>
<p>Semua proposal yang sudah disusun lengkap, kirimlah menggunakan kurir ke setiap alamat kantor<strong>. </strong>Jangan langsung mendatangi kantornya<strong>, </strong>karena ada satpam atau bagian keamanan di tiap perusahaan yang mencegah kita masuk. Kecuali, kita kenal dengan orang dalam atau sudah berpengalaman mengirimkan langsung dan disambut baik oleh Csnya seperti Kemenristekdikti.</p>
<p><strong>2) Nomor Telepon Yang Dicantumkan Tidak Bisa Dihubungi</strong></p>
<p>Pastikan bahwa nomor telepon yang dicantumkan di dalam proposal merupakan nomor telepon aktif dan pastikan juga nomor telepon tersebut selalu aktif setiap saat. Jangan sampai tidak terangkat, karena mereka bisa jadi mau mencairkan dana, akan tetapi nomor telepon kita tidak bisa dihubungi itu bisa jadi tanda bagi mereka bahwa kita tidak serius dalam mengajukan proposal. Narasumber sendiri pernah dua kali dihubungi lembaga, tapi karena tidak terangkat teleponnya, dana tidak jadi dicairkan.</p>
<p><strong>3) Jangan Lupa Follow Up</strong></p>
<p>Untuk pengiriman berkas juga perlu di <em>follow up,</em> coba untuk maksimalkan bertanya via telepon dan email pemberi sponsor. Khususnya jika kita terkendala jarak.</p>
<p><strong>4) Fotokopi berkali-kali Berkas Penting</strong></p>
<p>Jika lembaga meberikan tanda terima berupa kerta yang perlu ditandatangani oleh Pembantu Rektor atau pihak-pihak tertentu atau jika lembaga memberikan berbagai berkas apapun bentuknya, fotokopi berkali-kali dan simpan baik-baik. Kalian akan tahu pentingnya itu semua saat pencairan dana.</p>
<p><strong>5) Follow Up dengan Mendatangi Kantor</strong></p>
<p>Lakukanlah konfirmasi atau <em>follow up</em> dengan mendatangi kantor pemberi dana sponsor dengan menanyakan status pencairan dana sudah sampai mana. Akan tetapi, datanglah ke kantor apabila sudah ada panggilan dari kantor tersebut, entah berupa email, surat, atau telepon. Apakah berkas masih di verifikasi kembali atau sudah masuk ke bagian keuangan, dll.</p>
<p><strong>6) Ingat LPJ</strong></p>
<p>Ingatlah untuk membuat Laporan Pertanggung Jawaban karena itu adalah bentuk tanggung jawab kita atas dana yang diberikan oleh pihak sponsor. Institusi seperti Kemenristekdikti dan Kemenpora akan meminta LPJ ini. Karena tanpa LPJ mereka akan meminta kembali uang yang telah diberikan.</p>
<p><strong>7) Pastikan ada Bukti</strong></p>
<p>Tiket pesawat, bukti-bukti pembayaran apapun, tiket bus atau subway, nota, dsb. Semuanya harap disimpan sebagai bahan untuk LPJ. Tidak lupa pula foto-foto saat kegiatan berlangsung.</p>
<p>Baca Juga Tips Mendapatkan Sponsor</p>
<ol>
<li><strong><a href="http://unjkita.com/tips-agar-proposal-sponsorship-kita-diterima/">Tips Agar Proposal Sponsorship Kita Diterima</a></strong></li>
<li><strong><a href="http://unjkita.com/jurus-jitu-dapatkan-sponsor-dari-institusi-untuk-konferensi/">Jurus Jitu Dapatkan Sponsor dari Institusi untuk Konferensi</a></strong></li>
<li><strong><a href="http://unjkita.com/seribu-jurus-jitu-mendapatkan-sponsor-untuk-prestasi-ala-dewan/">Seribu Jurus Jitu Mendapatkan Sponsor untuk Prestasi</a></strong></li>
</ol>
<p>The post <a href="https://unjkita.com/jurus-jitu-dapatkan-sponsor-dari-institusi-untuk-konferensi/">Jurus Jitu Dapatkan Sponsor dari Institusi untuk Konferensi</a> appeared first on <a href="https://unjkita.com">UNJKita.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Belajar dari Sang Kiai</title>
		<link>https://unjkita.com/belajar-dari-sang-kiai/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Asrul Pauzi Hasibuan]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 07 Nov 2017 01:41:47 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Konten Pilihan]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Anda]]></category>
		<category><![CDATA[hikmah]]></category>
		<category><![CDATA[Tips Belajar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://unjkita.com/?p=16685</guid>

					<description><![CDATA[<p>Pemimpin ialah orang yang memimpin, petunjuk, buku petunjuk (pedoman) yang asal katanya “pimpin”.1 Sedangkan Menurut Kartono (2010:18), pemimpin adalah seorang pribadi yang memiliki kecakapan dan...</p>
<p>The post <a href="https://unjkita.com/belajar-dari-sang-kiai/">Belajar dari Sang Kiai</a> appeared first on <a href="https://unjkita.com">UNJKita.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Pemimpin ialah orang yang memimpin, petunjuk, buku petunjuk (pedoman) yang asal katanya “pimpin”.<sup>1</sup> Sedangkan Menurut Kartono (2010:18), pemimpin adalah seorang pribadi yang memiliki kecakapan dan kelebihan, khususnya kecakapan dan kelebihan di satu bidang sehingga dia mampu mempengaruhi orang lain untuk bersama-sama melakukan aktivitas-aktivitas tertentu demi pencapaian satu atau beberapa tujuan.</p>
<p>Ada yang perlu disoroti dari apa yang dikemukakan Kartono, yaitu pemimpin ialah sosok yang memiliki kecakapan dan kelebihan dalam mempengaruhi orang lain untuk mencapai suatu tujuan. Penulis sepakat dengan apa yang dikemukakan Kartono, karena pemimpin ialah sosok yang mesti dapat mempengaruhi orang lain sebab kecakapannya dalam memimpin, dan juga sosok yang telah mendapat legalitas untuk memimpin suatu organisasi yang kemudian legalitas ini mendukung kemampuan <em>leadership</em> seorang pemimpin tersebut.</p>
<p>Legalitas itu dioptimalkan dengan <em>amar ma’ruf nahi munkar</em> yang salah contohnya ialah ketika ketua organisasi tempat dimana kita mengaktualisasi diri mengajak untuk melakukan sesuatu yang baik, semisal sholat di awal waktu.</p>
<p style="padding-left: 30px; text-align: right;">حَدَّثَنَا أَبُو الْوَلِيدِ هِشَامُ بْنُ عَبْدِ الْمَلِكِ قَالَ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ قَالَ الْوَلِيدُ بْنُ الْعَيْزَارِ أَخْبَرَنِي قَالَ سَمِعْتُ أَبَا عَمْرٍو الشَّيْبَانِيَّ يَقُولُ حَدَّثَنَا صَاحِبُ هَذِهِ الدَّارِ وَأَشَارَ إِلَى دَارِ عَبْدِ اللَّهِ قَالَسَأَ لْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَيُّ الْعَمَلِ أَحَبُّ إِلَى اللَّهِ قَالَ الصَّلَاةُ عَلَى وَقْتِهَا قَالَ ثُمَّ أَيٌّ قَالَ ثُمَّ بِرُّ الْوَالِدَيْنِ قَالَ ثُمَّ أَيٌّ قَالَ الْجِهَادُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ قَالَ حَدَّثَنِي بِهِنَّ وَلَوْ اسْتَزَدْتُهُ لَزَادَنِ ـ (رواه البخارى رَقْم ٤٩٦)</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Telah menceritakan kepada kami Abu Al Walid Hisyam bin &#8216;Abdul Malik berkata, telah menceritakan kepada kami Syu&#8217;bah berkata, telah mengabarkan kepadaku Al Walid bin Al &#8216;Aizar berkata, Aku mendengar Abu &#8216;Amru Asy Syaibani berkata, &#8220;Pemilik rumah ini menceritakan kepada kami -seraya menunjuk rumah &#8216;Abdullah &#8211; ia berkata, &#8220;Aku pernah bertanya kepada Nabi shallallahu &#8216;alaihi wasallam, &#8220;Amal apakah yang paling dicintai oleh Allah?&#8221; Beliau menjawab: &#8220;Shalat pada waktunya.&#8221; &#8216;Abdullah bertanya lagi, &#8220;Kemudian apa kagi?&#8221; Beliau menjawab: &#8220;Kemudian berbakti kepada kedua orangtua.&#8221; &#8216;Abdullah bertanya lagi, &#8220;Kemudian apa kagi?&#8221; Beliau menjawab: &#8220;Jihad fi sabilillah.&#8221; &#8216;Abdullah berkata, &#8220;Beliau sampaikan semua itu, sekiranya aku minta tambah, niscaya beliau akan menambahkannya untukku.” (HR. Bukhori No. 496).<sup>2</sup></p>
<p>Bahkan posisi yang stategis di dalam satu organisasi juga dimanfaatkan oleh anak dari Hadratus Syaikh KH Hasyim Asyarie, KH Abdul Wahid Hasyim. Suatu ketika, misalnya, Wahid Hasyim mengingatkan sebagian pemimpin Masyumi, yang dianggapnya mengabaikan waktu salat saat bersamuh. Pemimpin sidang menjawab urusan yang dibahas tak bisa ditinggalkan.<sup>3</sup></p>
<p>Dari sana, organisasi ialah ruang dimana sekumpulan orang saling menebar kebaikan dan saling menasihati dalam kebaikan dan kesabaran untuk mencapai tujuan secara bersama-sama. Memanfaatkan kesempatan dimana saling menguatkan dalam menjalankan perintah-Nya dan menghindari apa yang dilarang-Nya, takwa, agar kemudian menjadi amal <em>jama’i</em>, beriringan dengan menyelesaikan misi-misi untuk visi bersama. Sebab takwa ialah hal yang perlu terus menerus dipupuk dalam setiap diri dan perlunya saling mengingatkan. Dalam pandangan Islam, bahwa ilmu pengetahuan tidaklah dianggap sebagai satu syarat hidup yang dapat berdiri sendiri. Di samping pengetahuan, diletakkan syarat lain, yaitu takwa&#8230; dua sayarat hidup tadi, ilmu dan takwa, dalam pandangan Islam tidak mungkin dijauhkan dan harus sama-sama cukup lengkap.<sup>4</sup></p>
<blockquote><p>Dari sana, kita tahu urgensi dari takwa juga ketajaman berpikir yang akan memproduksi <em>hujjah </em>untuk berdialektika, terlebih bagi pemimpin.</p></blockquote>
<p>Ketajaman berpikir pun adalah hal yang mesti dimiliki oleh pemimpin organisasi –begitu pun anggotanya mengikuti kemudian, di samping takwa tadi, yang artinya pemimpin mesti bertakwa dan juga berilmu.</p>
<blockquote><p>Kemajuan otak tidak disertai dengan kemajuan budi pekerti atau takwa telah menyebabkan nilai dan pandangan manusia jadi berubah banyak, tidak ke atas tapi ke bawah.<sup>5</sup></p></blockquote>
<p><sup>                </sup>Sebelum tulisan yang jauh dari kata baik ini diakhiri, penulis akan mensarikan apa yang kemudian KH Wahid Hasyim utarakan dalam menjawab keinginan orang-orang yang tidak menginginkan Kementerian Agama (Kemenag). Saat itu orang-orang yang ingin Kementrian Agama dibubarkan berpendapat, beberapa pendapatnya bahwa Kemenag tidak dibutuhkan karena tugas-tugas Kemenag dapat diemban oleh kementerian-kementerian yang telah ada, seperti Kementerian Kebudayaan dan Pendidikan, Kementerian Dalam Negeri dan Kementerian Kehakiman.</p>
<p>KH Wahid Hasyim tetap pada pendiriannya, menurut beliau negara tetap perlu melayani masyarakat mengenai persoalan-persoalan agama. Kendati pun fungsi-fungsi Kemenag dapat dilakukan kementerian lain, KH Wahid Hasyim mengingatkan jika pembubaran itu terjadi akan menyinggung perasaan umat Islam. Karena dalam perjalanan pembentukannya pada tahun 1946, kementrian ini ada untuk menjawab keinginan banyak umat muslim untuk ada satu departemen yang dapat mengkoordinir persoalan-persoalan agama.</p>
<p>Ada 3 tipologi masyarakat yang memiliki persepsi soal Kemenag yang disinggung oleh KH Wahid Hasyim dalam pidatonya pada Konperensi antara Kementerian Agama dan Pengurus-pengurus Besar Organisasi Islam Non-Politik, pada November 1951, yaitu,<sup>6</sup></p>
<p><strong>Kelompok pertama</strong>, mereka yang tidak senang atas Kemenag karena dianggap akan mengganggu prinsip-prinsip mereka sendiri. Kelompok pertama ini ialah mereka yang tidak memiliki semangat keagamaan atau sekuler.</p>
<p><strong>Kelompok Kedua</strong>, mereka yang antusias menyambut kementerian ini, dan cenderung menyandarkan harapan yang tinggi. Kelompok ini adalah umat Islam umumnya yang menjadi mayoritas penduduk.</p>
<p><strong>Kelompok Ketiga</strong>, mereka yang menyambut baik tapi dengan sikap khawatir bahwa kementerian ini akan mengganggu mereka. Kelompok ini datang dari kalangan agama minoritas.</p>
<p>Dalam buku Deliar Noer, “Partai Islam di Pentas Nasional”, sang Kiai berpendapat adalah suatu yang wajar bila Kemenag memberi perhatian yang lebih pada umat muslim yang berdasarkan fakta bahwa umat Islam merupakan mayoritas, yang tentu perlu perhatian ekstra untuk merawat komunitas yang besar. Itu dilakukan bukan karena diskriminasi namun karena jumlah umat Islam yang besar. Pendapat itu keluarkan untuk menjawab keberatan kalangan non-muslim atas Kemenag yang mereka pikir lebih banyak mengurusi umat Islam.</p>
<p>Kemudian apa yang dilakukan KH Wahid Hasyim dapat membungkam orang-orang yang mengeritik kementerian ini hingga kementerian ini tetap bertahan, bahkan sampai batas-batas tertentu beliau dapat meyakinkan kalangan non-muslim untuk tidak perlu khawatir terhadap keberadaanya. B.J Bolland dalam salah satu bukunya menegaskan, “Wahid Hasyim-lah yang mengorganisasi Kementerian Agama sehingga menjadi penting dan meninggalkan jejaknya di situ.”</p>
<p><em>Wallahu ‘alam bishowab</em></p>
<h3><strong>Catatan Akhir:</strong></h3>
[1] <a href="https://kbbi.kemdikbud.go.id/entri/pemimpin">https://kbbi.kemdikbud.go.id/entri/pemimpin</a> diakses pada 6 November 2017 pukul 10.27 WIB<br />
[2] Lidwa Pusaka i-Software &#8211; Kitab 9 Imam Hadist diakses pada 6 November 2017 pukul 11.57 WIB<br />
[3] Majalah Tempo Edisi 18 April 2011<br />
[4] H. Aboebakar, <em>Sejarah Hidup</em>. hlm 815<br />
[5] H. Aboebakar, <em>Sejarah Hidup</em>. hlm 815<br />
[6] H. Aboebakar, <em>Sejarah Hidup</em>. hlm 873-875</p>
<p>The post <a href="https://unjkita.com/belajar-dari-sang-kiai/">Belajar dari Sang Kiai</a> appeared first on <a href="https://unjkita.com">UNJKita.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Bukan Skripsi Biasa</title>
		<link>https://unjkita.com/bukan-skripsi-biasa/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Puteri Sarah Ramdani]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 11 Jan 2017 00:48:01 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kampus]]></category>
		<category><![CDATA[Essay]]></category>
		<category><![CDATA[Skripsi]]></category>
		<category><![CDATA[Tips Akademik]]></category>
		<category><![CDATA[Tips Belajar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://unjkita.com/?p=5800</guid>

					<description><![CDATA[<p>UNJKita.com – Skripsi, merupakan tugas akhir yang memberatkan bagi sebagian orang, tetapi skripsi juga bisa dijadikan bahan untuk berprestasi. Seperti Irfan Teguh Prima (FE UI, 2012)...</p>
<p>The post <a href="https://unjkita.com/bukan-skripsi-biasa/">Bukan Skripsi Biasa</a> appeared first on <a href="https://unjkita.com">UNJKita.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>UNJKita.com –<strong> </strong>Skripsi, merupakan tugas akhir yang memberatkan bagi sebagian orang, tetapi skripsi juga bisa dijadikan bahan untuk berprestasi. Seperti Irfan Teguh Prima (FE UI, 2012) skripsi yang ia kerjakan menjadi jalan bagi ia untuk berprestasi di dunia Internasional, skripsi yang ia ia kerjakan dipublikasikan dan kemudian dipresentasikan di beberapa <em>conference</em> tingkat internasional.</p>
<p>Beberapa hari yang lalu di forum “Road Show Bakti Nusa 7” kak irfan selaku narasumber memaparkan tips menulis yang baik agar dapat difahami orang banyak.</p>
<p>Dan berikut cara menulis essay yang baik ala kak irfan:</p>
<h3><strong>Biasakan Untuk Menulis Sesuatu Secara Logis dan Sesuai Kronologis.</strong></h3>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-3725" src="http://unjkita.com/wp-content/uploads/2016/08/Kerja-di-Kantor.jpg" alt="" width="712" height="480" srcset="https://unjkita.com/wp-content/uploads/2016/08/Kerja-di-Kantor.jpg 712w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2016/08/Kerja-di-Kantor-150x101.jpg 150w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2016/08/Kerja-di-Kantor-800x539.jpg 800w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2016/08/Kerja-di-Kantor-990x667.jpg 990w" sizes="auto, (max-width: 712px) 100vw, 712px" /></p>
<p><em>“Teman-teman yang mahasiswa pasti sudah terbiasa dalam menulis sesuatu kan, mulai itu dari menulis jawaban soal, tugas kuliah, sampai menulis email dan sms. Meskipun begitu, kebanyakan dari kita belum terbiasa dalam menulis secara logis dan runut. Tips menulis yang baik dan paling sederhana adalah cara menulis yang sudah kita pelajari sejak zaman SD, jadi saya rasa ini bukan hal yang baru. Nah, tips menulis yang baik dan sederhana itu dimulai dari kita harus bisa membuat kalimat yang lengkap dan memiliki Subjek, Predikat, Objek (minimal). Jika teman-teman tidak bermasalah dengan peraturan itu, maka aturan selanjutnya dalam menulis adalah teman-teman harus bisa membuat paragraf yang hanya memiliki satu ide di setiap paragrafnya. Biasanya kita yang sangat pintar dan tau banyak hal ini sangat sulit untuk menulis, tapi sekalinya punya ide untuk menulis maka semua hal rasanya ingin kita sampaikan. Hal itu membuat kita menjadi ingin menyampaikan semua hal dalam satu kalimat ataupun dalam satu paragraf. Nah, try to keep in mind bahwa dalam menulis kita harus membiasakan menulis secara concise. Concise ieu teh apa bro? Concise itu kalau dalam Bahasa Jawa adalah expressing or covering much in few words; brief in form but comprehensive in scope.”</em> Ujar kak Irfan</p>
<h3><strong>Fokus dalam Membuat Judul</strong></h3>
<p><em>“Bagian utama dalam menulis esai yang sering kita lupakan, sama kaya saya barusan, adalah membuat judul. Tips saya soal membuat judul adalah fokus.  Fokus dengan apa yang kalian mau utarakan. Jangan menghabiskan waktu untuk mencari judul yang WoW ataupun sophisticated. Judul yang terbaik adalah kalau dari membaca judul esai kalian saya ga perlu baca esai kalian lagi #eh, sorry, maksudnya setelah membaca judulnya orang jadi tau kalian akan membicarakan apa. Judul terlalu panjang akan bikin pembaca langsung bosan, judul yang terlalu pendek ga membuat orang jadi penasaran juga, bisa jadi malah ilfeel. Hehe”</em> Ujarnya lagi</p>
<h3><strong>Buat Pendahuluan yang Meyakinkan, dan Akhiri Dengan <em>Ending</em> yang Mengesankan.</strong></h3>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-4416" src="http://unjkita.com/wp-content/uploads/2016/09/Politik.jpg" alt="" width="640" height="426" srcset="https://unjkita.com/wp-content/uploads/2016/09/Politik.jpg 640w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2016/09/Politik-150x100.jpg 150w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2016/09/Politik-631x420.jpg 631w" sizes="auto, (max-width: 640px) 100vw, 640px" /></p>
<p>Menurut kak Irfan pendahuluan merupakan bagian tersulit dalam menulis esai. Ia menyarankan untuk menaruh perhatian lebih di bagian ini. Pendahuluan yang kuat menjadi awal untuk memastikan tulisan dan pastikan menuliskan sesuatu yang<em> stand out from the crowd</em> (hal yang unik yang berbeda dari yang lain). Lalu buat penutup dengan kesan yang kuat, artinya pembaca yakin bahwa penutup yang kalian buat itu “benar” atau “bisa dicapai” dalam kasus esai beasiswa.</p>
<ol start="4">
<li><strong>Jadilah Diri Sendiri</strong></li>
</ol>
<p>Artinya jangan menuliskan sesuatu dari tulisan orang lain. Kalau memang butuh referensi lain maka baca tulisan orang tersebut sampai selesai, lalu tuliskan poin pentingnya. Pakai poin yang sudah ditulis untuk menulis esai kita sendiri. Pembaca yang tidak kenal dengan kalian akan tau kalau tulisan kalian itu merupakan gaya bahasa kalian atau gaya bahasa orang lain.</p>
<h3><strong>Baca Lagi Secara Menyeluruh Tulisan Kita</strong></h3>
<p>Baca dan periksa kalimat per kalimat. Kalau perlu ketika membaca juga dibunyikan biar kalian mendapatkan feel apakah kalimat yang kalian tulis sudah tepat, masuk akal, runut, ataupun mudah dipahami pembaca. Lalu, coba cari teman yang bisa kalian minta tolong untuk membantu mengoreksi esai kalian. Minta mereka baca, secara serius ya, dan minta tolong kasih pointer di setiap kesalahan atau masukan. Gunakan itu sebagai bahan perbaikan esai kalian.</p>
<p>“<em>Fase terpenting dalam menulis, yaitu Revised, Rewrite, Revised. Jadi jangan merasa bosan dalam membaca esai kalian lagi. Saya sendiri biasanya ketika menulis itu bisa membaca esai saya sampai puluhan kali untuk memeriksanya. Jadi jangan cepat merasa bosan.</em>” Ujar kak Irfan sebagai kalimat terakhir sebagai penutup dari pemaparannya terkait tips membuat essay.</p>
<p>The post <a href="https://unjkita.com/bukan-skripsi-biasa/">Bukan Skripsi Biasa</a> appeared first on <a href="https://unjkita.com">UNJKita.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Biar UAS Kamu Sukses, Inilah Beberapa Tipsnya</title>
		<link>https://unjkita.com/biar-uas-kamu-sukses-inilah-beberapa-tipsnya/</link>
					<comments>https://unjkita.com/biar-uas-kamu-sukses-inilah-beberapa-tipsnya/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Gia Ghaliyah]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 13 Dec 2015 06:36:24 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kampus]]></category>
		<category><![CDATA[Konten Pilihan]]></category>
		<category><![CDATA[Tips Belajar]]></category>
		<category><![CDATA[UAS]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://unjkita.com/?p=570</guid>

					<description><![CDATA[<p>UAS (Ujian Akhir Semester) adalah &#8220;hidup atau matinya&#8221; mahasiswa. UAS merupakan salah satu penentu apakah mahasiswa tersebut lulus atau tidaknya di mata kuliah yang diujikan....</p>
<p>The post <a href="https://unjkita.com/biar-uas-kamu-sukses-inilah-beberapa-tipsnya/">Biar UAS Kamu Sukses, Inilah Beberapa Tipsnya</a> appeared first on <a href="https://unjkita.com">UNJKita.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>UAS (Ujian Akhir Semester) adalah <em>&#8220;hidup atau matinya&#8221;</em> mahasiswa. UAS merupakan salah satu penentu apakah mahasiswa tersebut lulus atau tidaknya di mata kuliah yang diujikan.</p>
<p>Biasanya nih, banyak mahasiswa yang menyesalnya belakangan, misal<em> “Ah coba aja gue belajar buat UAS kemarin!”</em>, <em>“Aduh gue dapet B gak ya? UAS kemarin gak maksimal nih!”,</em> dan lain-lain.</p>
<p>Berikut ini adalah beberapa tips menghadapi UAS untuk mahasiswa UNJ. Yuk, buat dirimu agar tak menyesal setelah nilai mata kuliahmu terpampang nyata di KHS-mu.</p>
<h3><strong>Sudah Tahu Kapan Saatnya UAS</strong></h3>
<p><a href="http://unjkita.com/wp-content/uploads/2015/12/pen-idea-bulb-paper.jpg" rel="attachment wp-att-407"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-large wp-image-407 aligncenter" src="http://unjkita.com/wp-content/uploads/2015/12/pen-idea-bulb-paper-1024x685.jpg" alt="pen-idea-bulb-paper" width="640" height="428" srcset="https://unjkita.com/wp-content/uploads/2015/12/pen-idea-bulb-paper-1024x685.jpg 1024w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2015/12/pen-idea-bulb-paper-300x201.jpg 300w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2015/12/pen-idea-bulb-paper-990x662.jpg 990w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2015/12/pen-idea-bulb-paper.jpg 1280w" sizes="auto, (max-width: 640px) 100vw, 640px" /></a></p>
<p>Mahasiswa zaman sekarang harusnya sih info ter-<em>update</em> gampang banget didapatkan. Entah pura-pura gak tahu, atau beneran gak tahu, kasus yang sering terjadi, banyak mahasiswa UNJ yang kaget bahwa MINGGU DEPAN adalah saatnya menempuh UAS. Nah hal tersebut wajib banget kamu hindari ya! Gak ada lagi yang namanya keget kalau minggu depan sudah memasuki masa UAS, karena kamu itu harus mempunyai persiapan minimal dua minggu sebelum UAS akan diadakan. <em>Persiapannya ngapain?</em> Ya belajar…. Mulai menyusun waktu belajar agar fokus untuk persiapan UAS. <em>Good luck!</em></p>
<h3><strong>Pilih Waktu Belajar yang Tepat</strong></h3>
<p><a href="http://unjkita.com/wp-content/uploads/2015/12/numbers-time-watch-white-1.jpg" rel="attachment wp-att-396"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-large wp-image-396 aligncenter" src="http://unjkita.com/wp-content/uploads/2015/12/numbers-time-watch-white-1-1024x682.jpg" alt="numbers-time-watch-white (1)" width="640" height="426" srcset="https://unjkita.com/wp-content/uploads/2015/12/numbers-time-watch-white-1-1024x682.jpg 1024w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2015/12/numbers-time-watch-white-1-300x200.jpg 300w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2015/12/numbers-time-watch-white-1-990x660.jpg 990w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2015/12/numbers-time-watch-white-1.jpg 1280w" sizes="auto, (max-width: 640px) 100vw, 640px" /></a></p>
<p>Dua minggu sebelum UAS adalah waktu minimal untuk kamu mulai melakukan persiapan menghadapi UAS. Maka, pilihlah waktu yang tepat untuk belajar. Biasanya banyak mahasiswa UNJ yang memilah waktu belajarnya agar tak terganggu dengan aktivitas yang lain, misalnya, kamu ada kegiatan organisasi, atau lagi memberi les privat untuk anak didik kamu, dan banyak kegiatan lainnya.</p>
<p>Nah, biar tidak terganggu, maka kamu harus mengatur waktu yang tepat agar kamu bisa fokus belajar. Waktu yang sangat ideal untuk belajar adalah di sepertiga malam. Kamu ya harus tidur dulu (misalnya jam 21.00 – 02.00 WIB), lalu kamu bangun dan langsung lanjut belajar deh. Nah, selesai subuh jangan lanjut tidur ya, tapi belajar lagi.</p>
<h3><em><strong>Stop Cramming!</strong></em></h3>
<p><a href="http://unjkita.com/wp-content/uploads/2015/12/food.jpg" rel="attachment wp-att-575"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-large wp-image-575 aligncenter" src="http://unjkita.com/wp-content/uploads/2015/12/food-1024x682.jpg" alt="food" width="640" height="426" srcset="https://unjkita.com/wp-content/uploads/2015/12/food-1024x682.jpg 1024w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2015/12/food-300x200.jpg 300w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2015/12/food-768x512.jpg 768w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2015/12/food-990x660.jpg 990w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2015/12/food.jpg 1280w" sizes="auto, (max-width: 640px) 100vw, 640px" /></a></p>
<p>Oh iya, buat yang nggak tau apa itu <em>cramming</em>, <em>cramming</em> itu istilah baru dalam bahasa inggris untuk belajar semalaman suntuk sebelum ujian. <em>Cramming</em> justru malah berbahaya untuk daya ingat kita saat ujian lho, karena kondisi otak kita saat bergadang dan belajar dalam kondisi yang penat ditambah panik, justru otak kita lelah dan tidak sanggup menerima pelajaran yang kita pelajari untuk persiapan ujian besoknya. Idealnya otak manusia dapat menerima pelajaran saat kondisi tenang dan gelombang otak yang rendah.</p>
<p>Nah, yuk <em>Stop Cramming!</em> Belajarlah di waktu yang tepat dan jangan lupa sarapan nasi dan lauk bergizi agar kamu benar-benar siap untuk ujian di pagi hari.</p>
<h3><strong>Catat Pokok-pokok Materi Kuliah</strong></h3>
<p><a href="http://unjkita.com/wp-content/uploads/2015/12/startup-photos.jpg" rel="attachment wp-att-401"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-large wp-image-401 aligncenter" src="http://unjkita.com/wp-content/uploads/2015/12/startup-photos-1024x682.jpg" alt="startup-photos" width="640" height="426" srcset="https://unjkita.com/wp-content/uploads/2015/12/startup-photos-1024x682.jpg 1024w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2015/12/startup-photos-300x200.jpg 300w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2015/12/startup-photos-990x660.jpg 990w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2015/12/startup-photos.jpg 1280w" sizes="auto, (max-width: 640px) 100vw, 640px" /></a></p>
<p>Kebiasaan mahasiswa UNJ kalau lagi kuliah itu tidak mencatat rapi materi kuliah yang disampaikan oleh dosen, atau bahkan ada juga yang tidak mencatat, yang penting bisa minjem catatan teman, lalu <em>fotocopy</em> deh. <em>Hayo siapa yang seperti itu?</em> Hal tersebut harus kamu hindari ya! Mencatat itu berarti membantu otak kita merekam pokok-pokok materi kuliah yang disampaikan oleh dosen. Kamu sendirilah yang harus rajin mencatat, kecuali otak kamu udah setara sama Bapak BJ Habibie.</p>
<p>Oia, soal mau mem-<em>fotocopy</em> catatan teman, sebenarnya sah-sah saja, asalkan tujuan mem-<em>fotocopy</em> itu karena ingin melengkapi catatan kamu yang kurang lengkap. Tapi niatkan karena kamu ingin benar-benar fokus belajar untuk UAS ya. Semangat mencatat!</p>
<h3><strong>Membaca untuk Menstimulus</strong></h3>
<p><a href="http://unjkita.com/wp-content/uploads/2015/12/woman-notebook-working-girl.jpg" rel="attachment wp-att-573"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-large wp-image-573 aligncenter" src="http://unjkita.com/wp-content/uploads/2015/12/woman-notebook-working-girl-1024x682.jpg" alt="woman-notebook-working-girl" width="640" height="426" srcset="https://unjkita.com/wp-content/uploads/2015/12/woman-notebook-working-girl-1024x682.jpg 1024w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2015/12/woman-notebook-working-girl-300x200.jpg 300w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2015/12/woman-notebook-working-girl-768x512.jpg 768w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2015/12/woman-notebook-working-girl-990x660.jpg 990w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2015/12/woman-notebook-working-girl.jpg 1280w" sizes="auto, (max-width: 640px) 100vw, 640px" /></a></p>
<p>Kita tahu bahwa membaca adalah kunci belajar. <em>Siapa hayo diantara kamu yang gak suka membaca?</em> Nah, membaca (untuk mendapatkan ilmu baru) menjelang UAS sebaiknya hindari, karena membaca itu harusnya sudah dilakukan dari beberapa bulan atau minggu sebelumnya ya. Sebenarnya itu, membaca yang dimaksud sebelum UAS bertujuan untuk menstimulus otak kamu agar materi yang sudah dipelajari bisa betah diingat oleh otak kamu.</p>
<h3><strong>Pelajari Soal Terdahulu</strong></h3>
<p><a href="http://unjkita.com/wp-content/uploads/2015/12/pen-writing-notes-studying.jpg" rel="attachment wp-att-572"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-large wp-image-572 aligncenter" src="http://unjkita.com/wp-content/uploads/2015/12/pen-writing-notes-studying-1024x682.jpg" alt="pen-writing-notes-studying" width="640" height="426" srcset="https://unjkita.com/wp-content/uploads/2015/12/pen-writing-notes-studying-1024x682.jpg 1024w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2015/12/pen-writing-notes-studying-300x200.jpg 300w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2015/12/pen-writing-notes-studying-768x512.jpg 768w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2015/12/pen-writing-notes-studying-990x660.jpg 990w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2015/12/pen-writing-notes-studying.jpg 1280w" sizes="auto, (max-width: 640px) 100vw, 640px" /></a></p>
<p>Beberapa dosen UNJ ada yang mengeluarkan soal-soal UAS mirip soal-soal UTS atau soal-soal Quiz. Nah, makanya soal dan jawaban UTS ataupun Quiz jangan sampai hilang apalagi dengan sengaja kamu buang ke tong sampah ya. Pelajari soal-soal UTS dan Quiz, semoga saja ada beberapa soal yang mirip untuk UAS. Semoga berhasil!</p>
<h3><strong>Malu Bertanya Sesat di Jalan</strong></h3>
<p><a href="http://unjkita.com/wp-content/uploads/2015/12/people-woman-coffee-meeting.jpg" rel="attachment wp-att-574"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-large wp-image-574 aligncenter" src="http://unjkita.com/wp-content/uploads/2015/12/people-woman-coffee-meeting-1024x682.jpg" alt="people-woman-coffee-meeting" width="640" height="426" srcset="https://unjkita.com/wp-content/uploads/2015/12/people-woman-coffee-meeting-1024x682.jpg 1024w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2015/12/people-woman-coffee-meeting-300x200.jpg 300w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2015/12/people-woman-coffee-meeting-768x512.jpg 768w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2015/12/people-woman-coffee-meeting-990x660.jpg 990w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2015/12/people-woman-coffee-meeting.jpg 1280w" sizes="auto, (max-width: 640px) 100vw, 640px" /></a></p>
<p>Menjelang UAS, saatnya kamu mulai rajin minta difasilitasi tutor, boleh tutor sebaya atau asisten dosen alias kakak tingkat kamu. Malu bertanya itu bakalan sesat di jalan lho. Jadi, kalau ada materi yang gak kamu mengerti, jangan sungkan bertanya ya. <em>Oia, teman sekelas kamu pasti ada yang paling pintar kan?</em> Nah coba minta tolong ke dia untuk membantu kamu mengatasi kesulitan materi UAS yang tidak mengerti.</p>
<h3><strong>Latihan Terus Menerus</strong></h3>
<p><a href="http://unjkita.com/wp-content/uploads/2015/12/calculator-scientific-2.jpg" rel="attachment wp-att-395"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-large wp-image-395 aligncenter" src="http://unjkita.com/wp-content/uploads/2015/12/calculator-scientific-2-1024x682.jpg" alt="calculator-scientific (2)" width="640" height="426" srcset="https://unjkita.com/wp-content/uploads/2015/12/calculator-scientific-2-1024x682.jpg 1024w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2015/12/calculator-scientific-2-300x200.jpg 300w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2015/12/calculator-scientific-2-990x660.jpg 990w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2015/12/calculator-scientific-2.jpg 1280w" sizes="auto, (max-width: 640px) 100vw, 640px" /></a></p>
<p>Pokoknya latihan terus menerus deh! Untuk kamu yang UAS-nya mata kuliah eksak, gak ada alasan lagi untuk gak latihan terus menerus apalgi menjelang masa UAS. Misalnya kamu lagi senggang, sempatkan latihan menjawab soal-soal ya. Lagi menunggu bis di halte, gak masalah deh buat sekadar jawab satu sampai dua soal hehehe. Yuk lakukan!</p>
<p><strong><em>Semoga kamu sukses menghadapi UAS! Jangan lupa, dari semua tips di atas, yang paling terpenting adalah berdoa kepada Tuhan agar dikuatkan pundakmu untuk berjuang menghadapi UAS, dan diberkahi nilai A-nya.</em></strong></p>
<p>The post <a href="https://unjkita.com/biar-uas-kamu-sukses-inilah-beberapa-tipsnya/">Biar UAS Kamu Sukses, Inilah Beberapa Tipsnya</a> appeared first on <a href="https://unjkita.com">UNJKita.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://unjkita.com/biar-uas-kamu-sukses-inilah-beberapa-tipsnya/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
