<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Hadi Azolla, Author at UNJKita.com</title>
	<atom:link href="https://unjkita.com/author/unjhadi/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link></link>
	<description>Saling Menginspirasi untuk Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Wed, 06 Oct 2021 01:22:50 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.4</generator>

<image>
	<url>https://unjkita.com/wp-content/uploads/2018/08/cropped-unjkita-32x32.png</url>
	<title>Hadi Azolla, Author at UNJKita.com</title>
	<link></link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Jurus Jitu Mendapatkan Judul Skripsi</title>
		<link>https://unjkita.com/jurus-jitu-mendapatkan-judul-skripsi/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Hadi Azolla]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 03 Apr 2019 09:38:42 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kampus]]></category>
		<category><![CDATA[Konten Pilihan]]></category>
		<category><![CDATA[Mahasiswa Tingkat Akhir]]></category>
		<category><![CDATA[Skripsi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://unjkita.com/?p=2332</guid>

					<description><![CDATA[<p>Hi sobat unjkita.com! Sudah ada rencana menyusun skripsi? Atau masih bingung mencari judul skripsi? Jangan khawatir, kali ini tim unjkita.com akan berbagi tentang tips mendapat...</p>
<p>The post <a href="https://unjkita.com/jurus-jitu-mendapatkan-judul-skripsi/">Jurus Jitu Mendapatkan Judul Skripsi</a> appeared first on <a href="https://unjkita.com">UNJKita.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Hi sobat unjkita.com! Sudah ada rencana menyusun skripsi? Atau masih bingung mencari judul skripsi? Jangan khawatir, kali ini tim unjkita.com akan berbagi tentang tips mendapat judul skripsi. Buat kamu mahasiswa semester enam dan tujuh harus baca nih!</p>
<p>Skripsi merupakan mata kuliah pamungkas yang harus dihadapi mahasiswa untuk dapat lulus kuliah S1. Bukan rahasia lagi jika mata kuliah ini terkadang menjadi monster menakutkan yang menghantui para mahasiswa. Namun, benarkah skripsi itu menyeramkan? Jawabannya tergantung pada kita dalam menyikapinya.</p>
<p>Memang banyak tantangan dan pengorbanan dalam menyusun skripsi. Salah satu tantangan adalah sulitnya mendapat judul skripsi. Namun, jika kita tekun dan gigih, tantangan seberat apapun pasti akan ada solusinya kok. Berikut ini jurus jitu untuk mendapatkan judul skripsi:</p>
<h3><strong>Kenali Minatmu</strong></h3>
<h5><strong><img fetchpriority="high" decoding="async" class="aligncenter wp-image-1052 " src="http://unjkita.com/wp-content/uploads/2016/01/stack-of-books-1001655_640.jpg" alt="stack-of-books-1001655_640" width="571" height="380" srcset="https://unjkita.com/wp-content/uploads/2016/01/stack-of-books-1001655_640.jpg 640w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2016/01/stack-of-books-1001655_640-300x200.jpg 300w" sizes="(max-width: 571px) 100vw, 571px" /></strong></h5>
<p>Skripsi bukan sembarang karya tulis. Skripsi merupakan sebuah maha karya yang harus disusun dengan cinta, kasih dan kerelaan dari relung hati terdalam, hehe. Nah, agar selalu <em>enjoy</em> dalam menyusun skripsi, tema skripsi harus sesuai dengan minat. Untuk mengenali minatmu, kamu dapat menenangkan diri dan menganalisis minat dengan membuat list minat. Susunlah beberapa minat yang ada dari minat tertinggi hingga minat terendah.</p>
<blockquote><p><strong>Baca juga: <span style="color: #993300;"><a style="color: #993300;" href="http://unjkita.com/7-kesalahan-yang-sering-dilakukan-oleh-mahasiswa-skripsian/">7 Kesalahan Yang Sering Dilakukan Oleh Mahasiswa Skripsian</a></span></strong></p></blockquote>
<h3><strong>Rajin Membaca Jurnal Penelitian</strong></h3>
<p>Sobat unjkita.com, sudah sering baca jurnal penelitian? Jika belum, mulai sekarang kamu harus rajin baca jurnal ya. Berbeda dengan buku, jurnal lebih mudah diperoleh dan lebih kekinian. Kamu cukup <em>search</em> di mbah google. Banyak jurnal yang gratis kok!</p>
<p>Dengan membaca jurnal penelitian kamu akan memperoleh banyak informasi yang dapat dijadikan bahan penelitian. Terkadang ada saja jurnal yang memiliki kelemahan, kekurangan atau membutuhkan imformasi tambahan. Justru ini kesempatan bagi kamu untuk mengembangkan dan menyempurnakan penelitian tersebut.</p>
<h3><strong>Rajin Berkunjung ke Perpustakaan dan Membaca Skripsi Senior</strong></h3>
<p><img decoding="async" class="wp-image-123 aligncenter" src="http://unjkita.com/wp-content/uploads/2015/11/books-magazines-building-school.jpg" alt="Skripsimu cuma bisa nongkrong di perpustakaan kampus aja nih?" width="573" height="381" srcset="https://unjkita.com/wp-content/uploads/2015/11/books-magazines-building-school.jpg 1920w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2015/11/books-magazines-building-school-300x199.jpg 300w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2015/11/books-magazines-building-school-1024x680.jpg 1024w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2015/11/books-magazines-building-school-990x657.jpg 990w" sizes="(max-width: 573px) 100vw, 573px" /></p>
<p>Berkunjung ke perpustakaan sangat bermanfaat untuk mencari hidayah dalam mendapatkan judul skripsi. Rajinlah membaca skripsi senior yang disediakan di perpustakaan. Mungkin saja kamu dapat mengembangkan penelitian dari skripsi senior yang kamu baca. Kamu tidak perlu membaca skripsi dari awal hingga akhir. Cukup dengan membaca judul, latar belakang masalah dan rumusan penelitian. Oh iya, jangan sampai jadi plagiat juga ya!. Kamu cukup mengambil inspirasi, lalu memodifikasi atau subtitusikan (mengganti) variabel yang belum pernah diteliti sebelumnya.</p>
<h3><strong>Berkonsultasi ke Senior</strong></h3>
<p>Salah satu jurus jitu mendapatkan judul skripsi adalah dengan rajin berkonsultasi dengan senior terutama senior yang telah lulus. Para senior biasanya memiliki banyak pengalaman dan informasi tentang skripsi. Jika beruntung, kamu akan diberi judul skripsi dari catatan list judul skripsi yang tidak dipakai olehnya. Pokoknya jangan sungkan ya. Kamu bisa berkonsultasi melalui WA, BBM, Line atau SMS kok. Asal jangan modus, lho! Biasanya senior akan sangat terbuka jika ada adik tingkat yang membutuhkan bantuan.</p>
<h3><strong>Bergabung dengan Proyek Dosen</strong></h3>
<p><img decoding="async" class="aligncenter wp-image-401 " src="http://unjkita.com/wp-content/uploads/2015/12/startup-photos.jpg" alt="startup-photos" width="571" height="381" srcset="https://unjkita.com/wp-content/uploads/2015/12/startup-photos.jpg 1280w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2015/12/startup-photos-300x200.jpg 300w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2015/12/startup-photos-1024x682.jpg 1024w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2015/12/startup-photos-990x660.jpg 990w" sizes="(max-width: 571px) 100vw, 571px" /></p>
<p>Sering kali ada dosen yang mengadakan proyek penelitian dengan bantuan dana hibah dari pemerintah. Kesempatan emas nih! Biasanya dosen tersebut akan meminta bantuan mahasiswa untuk mengerjakan proyeknya. Jika ada peluang seperti ini, kamu bisa mendaftarkan diri segera. Kalau bisa sih dosennya yang meminta langsung ke kamu untuk membantu proyek penelitiannya. Artinya, sejak awal kamu harus bisa dekat dengan dosen dan membuktikan kualitasmu ya. Selain tidak pusing mendapatkan judul, kamu juga akan lebih hemat dana dan tidak perlu pusing mencari dosen pembimbing.</p>
<h3><strong>Jangan Terlalu Perfeksionis</strong></h3>
<p>Terkadang ada saja mahasiswa yang ingin penelitiannya berkelas dengan tingkat kerumitan yang tinggi. Namun, karena tidak diimbangi dengan sarana dan fasilitas, justru menjadi bumerang bagi diri sendiri. Terlebih jika masih sering memelihara rasa malas yang dapat menyerang kapan saja. Tentu hal tersebut menjadi kendala yang berdampak pada pelaksanaan penelitian. Hmmm, serem juga ya. Jangan sampai skripsi tidak kunjung kelar karena terlalu idealis dan perfeksionis ya. Harus lihat kondisi dan sarana presarana penunjang juga. Pertimbangkan pula batas waktu penelitian ya!</p>
<h3><strong>Jangan Khawatir Jika Mengambil Kajian yang Sederhana</strong></h3>
<p>Banyak mahasiswa yang berpikir bahwa semakin sulit penelitian, maka peluang mendapat nilai A semakin besar. Adakalanya pemikiran tersebut benar namun adakalanya kurang tepat. Dalam penilaian skripsi, para dosen yang terdiri dari ketua sidang, dosen pembimbing, dan dosen penguji umumnya tidak melihat seberapa rumit variabel dalam penelitian skripsi. Walau tidak dipungkiri rumitnya variabel penelitian menjadi nilai lebih tersendiri. Namun, para dosen umumnya lebih melihat pada metode penelitian, penguasan materi, cara penyajian, kemampuan berbahasa, kemampuan berkomunikasi, kemampuan menjawab pertanyaan dan sikap kita.</p>
<p>Artinya, jangan sampai kamu mengambil variabel yang sulit namun tidak diimbangi dengan kemampuan dalam menguasai materi. Bisa dibantai nanti di sidang skripsi! Untuk mengantisipasinya, kamu dapat mengambil variabel dengan kajian yang sederhana. Walau sederhana, kamu akan berpeluang besar mendapat nilai A jika menguasai apa yang kamu kerjakan. Semangat mencoba!</p>
<h3><strong>Komunikasi dengan Dosen PA</strong></h3>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter wp-image-117 " src="http://unjkita.com/wp-content/uploads/2015/11/person-hand-smartphone-technology-1.jpg" alt="person-hand-smartphone-technology (1)" width="572" height="381" srcset="https://unjkita.com/wp-content/uploads/2015/11/person-hand-smartphone-technology-1.jpg 1920w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2015/11/person-hand-smartphone-technology-1-300x200.jpg 300w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2015/11/person-hand-smartphone-technology-1-1024x683.jpg 1024w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2015/11/person-hand-smartphone-technology-1-990x660.jpg 990w" sizes="auto, (max-width: 572px) 100vw, 572px" /></p>
<p>Siapa yang belum hafal nama dosen PA? Parah banget jika tidak tau nama dosen PA! Memiliki dosen PA merupakan sebuah anugrah yang indah karena kamu bisa berkonsultasi tentang akademik. Jangan sungkan menemui dosen PA ya. Mereka akan sangat terbuka jika ada mahasiswa yang memiliki tekat kuat untuk segera merajut untaian ribuan kata menjadi skripsi.</p>
<p>Dosen PA biasanya juga sangat berpengalaman dalam hal mencari judul skripsi karena mereka biasanya sudah sering menjadi dosen pembimbing atau dosen penguji. Beruntung jika kamu bisa dapat judul dari dosen PA. Kuncinya satu, jangan malas berkonsultasi!</p>
<blockquote><p><strong>Baca juga: <span style="color: #993300;"><a style="color: #993300;" href="http://unjkita.com/cara-meluluhkan-hati-dosen-pembimbing/">Cara Meluluhkan Hati Dosen Pembimbing</a></span></strong></p></blockquote>
<h3><strong>Jangan Takut Jika Judulmu Dikatakan Tidak Bermutu</strong></h3>
<p>Ada lagi nih persepsi dari kebanyakan mahasiswa. Umumnya mahasiswa akan bertanya-tanya dalam hati tentang mutu judul skripsi. Terkadang banyak pula yang membandingkan judul skripsinya dengan judul skripsi teman atau senior. Lumrah sih, tapi jangan sampai karena hal seperti itu membuat terlalu lama mencari judul skripsi ya!</p>
<p>Kamu hanya butuh meyakinkan diri bahwa judul skripsi yang kamu ambil memang bermutu. Ingat, dosen biasanya melihat pada kemampuan kamu dalam menguasai materi penelitian saat ujian skripsi. Banyak lho judul penelitian yang katanya bermutu tapi justru gagal dapat nilai A. Itu karena pembuatnya kurang menguasai materi saat ujian skripsi.</p>
<h3><strong>Pahami Jenis Penelitian dan Pasang Target Penelitian</strong></h3>
<p>Kamu harus paham jenis penelitian yang hendak kamu lakukan dan pasang target penelitian. Jangan asal memilih judul mengingat judul dapat merepresentasikan jenis variabel dan sampel penelitian.</p>
<p>Sampel penelitian skripsi bisa “mahasiswa” sehingga bisa mudah mengambil data kapan saja. Jika sampelnya siswa dan bentuk penelitian adalah R and D (<em>Research and Development</em>) maka harus benar-benar menyusun skenario jadwal mengingat penelitian ini biasanya menyesuaikan dengan jadwal di sekolah. Jangan sampai penelitian gagal hanya karena tidak bisa menyesuaikan dengan jadwal di sekolah. Bagi yang non-kependidikan, harus bisa memperkirakan akhir penelitiannya supaya segera olah data dan pembahasan.</p>
<h3><strong>Membuat <em>List</em> Judul Skripsi</strong></h3>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter wp-image-118 " src="http://unjkita.com/wp-content/uploads/2015/11/startup-photos-1.jpg" alt="startup-photos (1)" width="572" height="381" srcset="https://unjkita.com/wp-content/uploads/2015/11/startup-photos-1.jpg 1920w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2015/11/startup-photos-1-300x200.jpg 300w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2015/11/startup-photos-1-1024x683.jpg 1024w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2015/11/startup-photos-1-990x660.jpg 990w" sizes="auto, (max-width: 572px) 100vw, 572px" /></p>
<p>Setelah menemukan minat dan mencari wangsit dengan berkonsultasi kepada banyak pihak, langkah selanjutnya adalah membuat list judul skripsi. Siapkan alat tulis dan selembar kertas, lalu cobalah menuliskan beberapa judul skripsi yang sesuai dengan minatmu. Susunlah beberapa judul skripsi tadi berdasarkan urutan dari minat tertinggi hingga minat terendah. List judul skripsi inilah yang nantinya harus kamu ajukan ke kaprodi untuk mendapat persetujuan.</p>
<h3><strong>Ajukan <em>List</em> Judul Skripsi ke Kaprodi</strong></h3>
<p>Setelah membuat list judul skripsi, kamu harus segera finalisasi proses mencari judul skripsi. Umumnya proses persetujuan judul skripsi dilakukan oleh kaprodi. Berikut langkah-langkah setelah menyusun list judul skripsi.</p>
<ol>
<li><strong>Ajukan beberapa judul tersebut kepada kaprodi.</strong> Pada saat mengajukan ke kaprodi, kamu harus paham seluk beluk dari judul yang kamu ajukan meliputi latar belakang masalah, rumusan masalah, variabel penelitian, hingga hipotesis. Semakin kamu meyakinkan kaprodi, maka semakin besar peluang untuk langsung disetujui judul yang kamu ajukan.</li>
<li><strong>Jika kaprodi menolak semua judul yang kamu ajukan, segera susun kembali judul lainnya.</strong> Jika perlu minta saran dari kaprodi langsung. Jangan menyerah ya.</li>
<li><strong>Jika sudah mendapatkan judul, segera mencari Dosen Pembimbing bersama kaprodi.</strong> Biasanya kaprodi akan memetakan nama dosen pembimbing sesuai dengan bidang penelitian yang kamu ajukan. Keuntungan jika mengajukan judul di awal adalah kamu bisa merekomendasikan dosen pembimbing yang kamu inginkan ke kaprodi yang pada umumnya disetujui. Bahkan kamu bisa merekomendasikan ke kaprodi dalam memilih dosen penguji. Dosen pembimbing yang kamu inginkan usahakan yang sering berada di kampus seperti kaprodi itu sendiri sehingga kamu akan lebih mudah menemui untuk berkonsultasi.</li>
<li><strong>Jika sudah mendapat rekomendasi dosen pembimbing dari kaprodi, segera temui dosen pembimbing tersebut.</strong> Ceritakan segalanya meliputi judul penelitian hingga hipotesis. Biasanya kamu akan diminta untuk segera menyusun draf proposal skripsi dari bab 1 hingga bab 3.</li>
<li><strong>Segera ikuti perintah dosen pembimbing, minimal seminggu dua kali harus konsultasi.</strong> Di awal, biasanya dosen pembimbing ingin menguji niat kamu dengan memberikan banyak coretan revisi di proposal kamu. Namun jika kamu gesit dan tangguh, dosen pembimbing justru akan semakin mendukungmu.</li>
<li><strong>Yang terakhir, jangan lupa bahagia!</strong></li>
</ol>
<p>Itulah beberapa jurus jitu mendapatkan judul skripsi yang kita banget. Semoga bermanfaat ya!</p>
<h3>Sedang Menyusun Skripsi?</h3>
<p>Sudah mulai menyusun skripsi atau tugas akhir? Silahkan baca Seri Panduan Skripsi A-Z ini untuk membantu kamu menuntaskan skripsi yang sedang disusun.</p>
<p><a href="https://unjkita.com/panduan-lengkap-menyusun-skripsi/"><img loading="lazy" decoding="async" class="wp-image-22961 size-thumbnail alignleft" src="https://unjkita.com/wp-content/uploads/2020/06/panduan-skripsi-84x150.png" alt="" width="84" height="150" srcset="https://unjkita.com/wp-content/uploads/2020/06/panduan-skripsi-84x150.png 84w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2020/06/panduan-skripsi-56x100.png 56w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2020/06/panduan-skripsi.png 252w" sizes="auto, (max-width: 84px) 100vw, 84px" /></a></p>
<p>Dalam panduan ini dibahas tahap-tahap menyusun skripsi untuk tugas akhir kamu. Serta hal-hal penting yang perlu kamu perhatikan ketika menyusun skripsi.</p>
<a href="https://unjkita.com/panduan-lengkap-menyusun-skripsi/" class="epcl-shortcode epcl-button regular outline red" target="_self" >Panduan Skripsi A-Z</a>
<p>The post <a href="https://unjkita.com/jurus-jitu-mendapatkan-judul-skripsi/">Jurus Jitu Mendapatkan Judul Skripsi</a> appeared first on <a href="https://unjkita.com">UNJKita.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kisah Nyata Para Ibu yang Tak Takut Mati Demi Buah Hatinya</title>
		<link>https://unjkita.com/kisah-nyata-para-ibu-yang-tak-takut-mati-demi-buah-hatinya/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Hadi Azolla]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 06 Jan 2017 06:37:10 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kampus]]></category>
		<category><![CDATA[Cerpen]]></category>
		<category><![CDATA[Karya Alumni]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://unjkita.com/?p=5700</guid>

					<description><![CDATA[<p>Ini adalah kisah nyata yang Aku alami. Saat itu malam Jumat tanggal 6 Januari 2017. Jam digital menunjukan pukul 03.00 WIB, menandakan subuh akan segera...</p>
<p>The post <a href="https://unjkita.com/kisah-nyata-para-ibu-yang-tak-takut-mati-demi-buah-hatinya/">Kisah Nyata Para Ibu yang Tak Takut Mati Demi Buah Hatinya</a> appeared first on <a href="https://unjkita.com">UNJKita.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Ini adalah kisah nyata yang Aku alami. Saat itu malam Jumat tanggal 6 Januari 2017. Jam digital menunjukan pukul 03.00 WIB, menandakan subuh akan segera datang beberapa jam lagi. Entah mengapa Aku ingin mengulangi kebiasaanku yang sudah lama tidak Aku lakukan. Dengan sedikit kekuatan yang ada,Aku segera bergegas keluar menuju jalan raya.</p>
<p>Menyusuri jalanan ibu kota saat malam adalah kebiasaanku dulu saat masih kuliah. Aku kerap melakukannya saat pulang kuliah. Kala itu Aku sering pulang setelah maghrib. Tempat tinggalku di daerah perbatasan Klender dan Pondok Bambu. Untuk ke sana harus naik angkot dua kali. Namun Aku lebih sering naik angkot sekali saja, selanjutnya jalan kaki. Lumayan jauh jaraknya, sekitar 2 kilometer. Saat tengah malam pun kadang Aku keluar sendiri, sekedar duduk di atas Flyover Klender atau kadang mampir di warkop di tepi jalan. Baru di akhir-akhir masa kuliah Aku mulai mengajak sahabatku untuk merasakan rasanya jalan-jalan tengah malam atau menikmati kopi di warkop tepi jalan.</p>
<p>Kali ini kuputuskan untuk menyusuri jalan sekitar Rawamangun. Aku memilihnya karena tidak jauh dari tempatku tinggal saat ini. Aku menyebut jalan-jalan malam dengan istilah “Wisata hati”. Yang Aku lakukan hanya berjalan menyusuri jalan, mengamati kawasan sekitar dan mencoba menghayati hidup.</p>
<p>Kebiasaanku sudah Aku mulai sejak awal datang ke Jakarta. Bahkan Aku pernah jalan kaki dari Kampus UNJ Rawamangun hingga ke Kwitang, Jakarta Pusat tempat tinggalku dulu. Tidak hanya sekali, tapi dua kali. Perjalanan lumayan lama, sekitar 3-4 jam karena Aku sengaja melambatkan langkahku. Sepanjang perjalanan Aku temui berbagai kalangan masyarakat. Mulai dari pengamen, gelandangan, pemulung, tukang sampah, orang gila dan lainnya. Semua berjuang untuk mencoba menyambung hidup dengan caranya masing-masing. Dari sinilah Aku mulai mencoba menghayati kehidupan. Ternyata dunia ini penuh dengan cerita kehidupan.</p>
<p>Bahkan suatu malam Aku sengaja tidur di tepi jalan, di halte busway tidak jauh dari Kampus A UNJ. Aku coba untuk senyaman mungkin. Suasana sangat sepi karena sudah lewat tengah malam. Karena hujan,Aku pun akhirnya pindah ke sebuah emperan tempat jualan di tepi jalan. Saat Aku mulai terlelap tiba-tiba segerombolan pemuda yang jumlahnya lebih dari 15 orang datang menghampiriku. Aku pun terbangun karena khawatir mereka akan tawuran atau menggangguku. Namun tidak disangka salah satu di antara mereka, mungkin ketuanya justru berkata<em> “Tidur lagi aja Bang, kita gak bakal mengganggu kalau Abang tidak mengganggu”,</em> ucapnya sembari memberi aba-aba kepada yang lainnya untuk meninggalkan tempatku berada. Sejenak Aku merasa lega ternyata mereka tidak jahat selagi kita tidak jahat kepadanya. Jujur Aku cukup khawatir karena anak muda di daerah itu terkenal ugal-ugalan.</p>
<p>Kembali ke cerita malam Jumat. Malam itu Aku hanya duduk di bantaran tepian jalan. Mencoba menikmati malam yang sunyi. Ibu kota yang biasanya riuh dan bising seolah disulap menjadi desa yang permai. Tidak ada suara bising kendaraan bermotor. Tidak ada cuaca terik dan kemacetan yang menyebalkan.</p>
<p>Saat Aku sedang asyik terdiam, ada yang datang mendekatiku. Beberapa ibu yang jumlahnya lebih dari lima. Aku mulai tidak nyaman dengan kedatangannya. Mereka tampak mondar mandir di sekitarku, tak jelas. Aku pun menjadi begitu terganggu. Mereka mondar-mandir tanpa bersuara.<br />
Aku begitu kaget saat ada yang nekat mendekatiku dan menyentuhku. Akupun terhenyak dan segera menepisnya sangat pelan. Mendapatkan respon dariku, ia sedikit menjauh namun tetap di sekitarku. <em>“Berani banget ini ibu,”</em> batinku.</p>
<p>Berlahan Aku mencoba menghayati apa yang mereka lakukan. Aku pun teringat saat belajar di kampus. Mereka hanya para ibu yang sedang mencari nafkah. Berkorban menghabiskan malam untuk menyambung hidup di keesokan harinya. Sekilas Aku menjadi kagum terhadapnya. Pejuang tangguh pikirku. Tak kenal lelah demi buah hatinya yang disayangi. Begitu pemberani, pejuang sejati yang harus bekerja di larut malam saat kebanyakan orang justru tertidur lelap.</p>
<p>Hingga beberapa menit pun berlalu. Mereka masih di sekitarku. Aku kini dibuatnya tidak betah. Aku pun berniat hendak pergi mencari tempat lain. Namun tiba-tiba ada yang menyentuh dan meminta sesuatu dariku. Ia memintanya dengan tidak bersuara. Aku menolaknya dengan menepis berlahan. Namun ia dan yang lainnya semakin menjadi, mereka dengan mengambil paksa apa yang ada di diriku. Aku pun marah hingga kutepis dengan keras. Ayunan tanganku begitu keras hingga&#8230;.plak. Mereka mati di tangan ku. Ya mereka benar-benar mati. Bahkan ada yang sangat mengenaskan karena Aku terlalu keras memukulnya. Sepontan Aku berteriak <em>“Ah, sial banyak nyamuk!”.</em></p>
<p>Benar, ibu sang pejuang tangguh yang pemberani itu adalah ibu dari para jentik-jentik nyamuk. Mereka menghisap darah untuk memberikan nutrisi cukup bagi telur-telur yang dikandungnya. Hanya nyamuk betina yang menghisap darah manusia karena hanya nyamuk betinalah yang hamil. Nyamuk jantan tidak menghisap darah melainkan akan menghisap nektar.</p>
<p>Dari kisah nyamuk betina kita dapat mengambil hikmah tentang pengorbanan seorang ibu. Mereka pantang menyerah untuk mencari darah, tak takut mati. Walapun kecil dan lemah, mereka tetap berjuang untukmencari darah dan memberikan yang terbaik untuk telur-telurnya.</p>
<p>Begitu pula dengan ibu-ibu kita yang rela mengorbankan apapun untuk buah hatinya. Kini saatnya kita membalas kebaikan ibu-ibu kita kawan. Sekian. Oh iya, maaf ibu nyamuk, Aku membunuh kalian.</p>
<p>The post <a href="https://unjkita.com/kisah-nyata-para-ibu-yang-tak-takut-mati-demi-buah-hatinya/">Kisah Nyata Para Ibu yang Tak Takut Mati Demi Buah Hatinya</a> appeared first on <a href="https://unjkita.com">UNJKita.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Benarkah Kerja BEM Sebatas EO (Event Organizer)?</title>
		<link>https://unjkita.com/benarkah-kerja-bem-sebatas-eo-event-organizer/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Hadi Azolla]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 03 Jan 2017 04:18:55 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Info]]></category>
		<category><![CDATA[Kampus]]></category>
		<category><![CDATA[BEM UNJ]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://unjkita.com/?p=5607</guid>

					<description><![CDATA[<p>Salah satu hal menarik yang berkembang di kalangan mahasiswa adalah keberadaan Badan Eksekutif Mahasiswa atau sering disingkat BEM. Lembaga ini berfungsi sebagai wadah bagi mahasiswa...</p>
<p>The post <a href="https://unjkita.com/benarkah-kerja-bem-sebatas-eo-event-organizer/">Benarkah Kerja BEM Sebatas EO (Event Organizer)?</a> appeared first on <a href="https://unjkita.com">UNJKita.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Salah satu hal menarik yang berkembang di kalangan mahasiswa adalah keberadaan Badan Eksekutif Mahasiswa atau sering disingkat BEM. Lembaga ini berfungsi sebagai wadah bagi mahasiswa untuk melatih kemampuan dalam berbagai hal termasuk <em>skill</em> kepemimpinan, <em>public speaking</em>, manajemen organisasi, dan hal lainnya.</p>
<p>BEM umumnya akan memiliki banyak program kerja yang diawasi oleh lembaga legislatif tiap tingkatannya. Program kerja inilah sebagai ujung tombak yang menentukan eksistensi BEM di dalam hati segenap mahasiswa.</p>
<p>Salah satu opini yang menarik yang berkembang di kalangan mahasiswa adalah pernyataan bahwa BEM hanyalah sebatas EO (<em>Event Organizer</em>) yang kerjanya hanya mengadakan berbagai event tertetu. <em>Event</em> lagi dan <em>event</em> lagi. Mereka hanya sibuk rapat dan rapat, katanya.</p>
<p>Lantas apakah opini tersebut bijaksana? Hal tersebut tergantung dari sang penikmat opini. Lalu apakah benar BEM hanya sekedar EO (<em>Event Organizer</em>)?</p>
<p>Pada umumnya mahasiswa berpendapat bahwa BEM seharusnya lebih besar dalam melayani mahasiswa, membuat program yang terasa bagi banyak mahasiswa, atau harus menyelesaikan berbagai permasalahan mahasiswa. Kebanyakan yang dilihat oleh mahasiswa umum adalah BEM dengan <em>event</em>nya. <em>Event</em> lagi dan <em>event</em> lagi.</p>
<p>Sebelum membahas BEM sebagai EO (<em>Event Organizer</em>), ada beberapa persepsi yang harus diluruskan. Walau namanya mengandung kata “eksekutif”, BEM bukanlah lembaga layaknya pemerintah dalam sistem <em>trias politica</em>. Akan sangat tidak tepat jika menyamakan BEM dengan pemerintah suatu negara. Hal tersebut dikarena beberapa hal yang tidak dimiliki oleh BEM.</p>
<p>BEM tidak pernah mengeluarkan hukum atau peraturan positif yang mengikat kepada seluruh mahasiswa. Berbeda dengan pihak dekanat atau rektorat yang memiliki kewenangan membuat peraturan yang mengikat kepada segenap mahasiswa. Pada prinsipnya, AD/ART OPMAWA yang disahkan MTM memang memberi kemungkinan bagi BEM untuk melakukan hal tersebut. Namun, dalam sejarah tidak pernah ada peraturan Ketua BEM yang mengikat kepada setiap mahasiswa. Jika ada paling hanya ditertawakan karena BEM tidak memiliki aparatur penegakan peraturan layaknya polisi dan tidak bisa pula memberikan sanksi.</p>
<p>Akan menjadi sangat berbeda jika BEM berkuasa membuat peraturan yang mengikat kepada mahasiswa. Coba bayangkan jika Ketua BEM dapat mengeluarkan larangan menggunakan celana <em>jeans </em>dan peraturan tersebut wajib dipatuhi. Tentu BEM akan dipandang bukan sebatas mengerjakan<em> event </em>dan <em>event</em> lagi.</p>
<p>Anggaran BEM juga sangat terbatas sehingga mempengaruhi berbagai program kerja yang dibuatnya. Sebenarnya ada banyak program kerja yang bagus dan bermanfaat seperti seminar, kuliah umum, olimpiade, berbagai jenis pelatihan. Namun karena terbatasnya dana, program tersebut paling hanya dilaksanakan sekali selama kepengurusan. Jika diadakan pun tidak dapat dinikmati semua kalangan mahasiswa.</p>
<p>Namun jika diamati, dari keadaan tersebut justru memunculkan sisi kelebihan dari BEM yang mampu memanfaatkan anggaran terbatas dengan membuat berbagai program yang besar. Akan menjadi berbeda jika dana untuk BEM berlipat-lipat jumlahnya. Tentu jumlah program kerja yang ada semakin intensif.</p>
<p>Pengurus BEM umumnya juga mahasiswa aktif yang mengikuti perkuliahan. Terlebih dengan banyaknya tugas perkuliahan atau pun tugas dari keluarga. Walaupun demikian mereka meluangkan waktunya untuk berfikir, bekerja keras mengadakan program kerja yang tujuannya memberikan manfaat bagi mahasiswa. Kebanyakan orang yang mengatakan bahwa BEM sebatas EO <em>(Event Organizer)</em> adalah mereka yang tidak pernah merasakan menjadi pengurus BEM ataupun mereka yang pernah menjadi pengurus BEM namun kurang aktif atau kurang memahami peran kerja BEM secara komprehensif.</p>
<p>Pernyataan BEM hanya sebagai EO <em>(Event Organizer) </em>seolah terkesan negatif. Namun jika kita cermati, stempel EO <em>(Event Organizer)</em> itu ternyata tidak salah sepenuhnya. Dengan catatan <em>event</em> yang diadakan oleh BEM bukanlah sebatas <em>event ceremonial</em> seperti <em>event</em> perayaan ulang tahun organisasi atau <em>event</em> penyambutan hari besar dengan berpesta.</p>
<p>Jika kita amati<em> event</em> yang diadakan oleh BEM justru memiliki tujuan memberi kebermanfaatan bagi mahasiswa. Sebagai contoh adalah <em>event</em> seminar beasiswa, diskusi publik, kuliah umum, olimpiade, dan berbagai pelatihan. <em>Event-event</em> tersebut justru memberikan manfaat besar bagi mahasiswa. Bukan sebatas <em>event</em> potong kue dan tiup balon. Dengan demikian BEM memang EO (<em>Event Organizer</em>), hanya saja <em>event</em> yang dibuatnya adalah <em>event</em> multi manfaat bagi mahasiswa.</p>
<p>Jika diamati secara komprehensif ternyata banyak banyak agenda yang bukan <em>event</em>. Di antaranya adalah peran advokasi, peran informasi, dan peran sosial politik. Tiga peran BEM inilah yang membedakan BEM dengan lembaga lainnya.</p>
<p>Peran advokasi BEM dapat dirasakan secara jelas pada saat musim pembayaran UKT. Biasanya BEM yang diwakili oleh Departemen Advokasi akan saling berkoordinasi, baik BEM tingkat universitas, fakultas maupun prodi. Mereka akan bekerja dalam hening, memantau mahasiswa yang kesulitan finansial. Data mahasiswa yang kesulitan finansial UKT inilah yang digunakan oleh BEM universitas untuk meminta perpanjangan waktu pembayaran UKT kepada pimpinan UNJ. BEM juga menyediakan dana khusus yang diperoleh dengan susah payah seperti hasil wirausaha, melobi pihak yayasan tertentu, maupun dengan meminta donasi kepada mahasiswa dan masyarakat. Dana inilah nantinya digunakan oleh BEM untuk mengadvokasi mahasiswa yang tidak mampu membayar UKT.</p>
<p>Peran advokasi bukan sebatas pada saat masa pembayaran UKT. Pada saat kuliah efektif, Departemen Advokasi umumnya terus memantau dan mencari solusi jangka panjang bagi mahasiswa yang bermasalah finansial. Diantaranya adalah memberika link pekerjaan, atau <em>link private</em>.</p>
<p>Hal yang umum dilakukan untuk membantu mahasiswa berkesulitan finansial adalah dengan mencarikan beasiswa. Operasi pencarian beasiswa biasanya dilakukan secara ketat. Beasiswa dari dalam kampus umumnya dikelola oleh Pembantu Dekan III atau Kasubag yang menangani kemahasiswaan. Utusan BEM umumnya akan terlebih dahulu menemui Kaubag Kemahasiswaan dan menyodorkan rekomendasi nama sesuai hasil pemantauan BEM yang dilengkapi dengan data-data penunjang. Dengan demikian beasiswa akan lebih tepat sasaran. Tak sedikit pula orang tua mahasiswa yang langsung datang ke sekret BEM untuk meminta bantuan finansial.</p>
<p>Peran advokasi yang dijalankan oleh BEM seperti contoh di atas tentunya bukan <em>event</em> yang bisa difoto lalu dipublikasikan ke media sosial. Peran ini biasanya dilakukan secara senyap. Bahkan sesama anggota BEM terkadang tidak mengetahui. Hal tersebut karena mahasiswa yang kesulitan finansial umumnya meminta agar kasusnya tidak tersebar luas. Secara kode etik pun BEM tidak akan menyebar data-data mahasiswa yag kesulitan finansial.</p>
<p>Contoh peran advokasi yang tersohor di UNJ adalah keberhasilan BEM dalam mendesak pihak rektorat agar menghapuskan uang pangkal bagi mahasiswa jalur penmaba tahun masuk 2016, serta penurunan nominal golongan UKT yang sangat membantu mahasiswa baru. Kebijakan Rektor yang menghapus biaya parkir juga merupakan salah satu yang diperjuangkan oleh BEM dengan beberapa kali melakukan audiensi dengan pimpinan UNJ secara tertutup.</p>
<p>Peran lainnya yang menyanggah anggapan BEM hanya sebatas EO <em>(Event Organizer)</em>adalah peran sosial. Berbagai kegiatan sosial digalakan oleh BEM. Contoh sederhananya adalah penggalangan dana jika ada musibah, ataupun mengadakan program kerja yang bertajuk santunan terhadap kalangan masyarakat tertentu.</p>
<p>Contoh kongkrit dari aksi sosial BEM lainnya adalah dengan berdirinya Comdev <em>(</em><em>Community Development)</em>. Dari delapan fakultas yang ada, hanya dua fakultas yakni FIK dan Fakultas Psikologi yang belum memilik Comdev <em>(Community Development)</em>. Comdev <em>(Community Development) </em>merupakan ujung tombak BEM dalam menjalankan tugas pengabdian masyarakat dengan cara memberikan pendidikan dan pengajaran secara gratis terhadap anak-anak sekitar kampus secara rutin setiap minggunya.</p>
<p>Selain kedua peran tersebut, peran lainnya adalah peran komunikasi. BEM merupakan jembatan komunikasi antara mahasiswa dengan birokrat kampus. Berbagai kebijakan kampus yang dibuat oleh birokrat umumnya akan disebarluaskan melalui BEM terlebih dahulu. Dalam beberapa kasus, BEM mewakili mahasiswa untuk berkomunikasi mendiskusikan berbagai permasalahan-permasalahan mahasiswa yang ada.</p>
<p>Dari penjelasan di atas sangat jelas bahwa peran BEM bukan sebatas sebagai EO <em>(Event Organizer)</em>. Ada banyak peran lainnya yang umumnya tidak disadari oleh mahasiswa luas. Terlebih bagi mahasiswa yang sedari awal sudah pesimis terhadap BEM dengan jarang mengikuti kegiatan yang ada, menolak hadir di kajian atau seminar, dapat pengumuman tidak dibaca, dan lain-lain. Akan menjadi tidak bijaksana jika mengatakan BEM hanya sebatas EO <em>(Event Organizer).</em></p>
<p>The post <a href="https://unjkita.com/benarkah-kerja-bem-sebatas-eo-event-organizer/">Benarkah Kerja BEM Sebatas EO (Event Organizer)?</a> appeared first on <a href="https://unjkita.com">UNJKita.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Satu Tahun Kinerja BEM UNJ. Memuaskan atau Mengecewakan?</title>
		<link>https://unjkita.com/satu-tahun-kinerja-bem-unj-memuaskan-atau-mengecewakan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Hadi Azolla]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 03 Jan 2017 04:18:06 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Info]]></category>
		<category><![CDATA[Kampus]]></category>
		<category><![CDATA[Konten Pilihan]]></category>
		<category><![CDATA[BEM UNJ]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://unjkita.com/?p=5602</guid>

					<description><![CDATA[<p>Tahun 2016 sudah berlalu. Estafet kepemimpinan BEM UNJ periode 2016-2017 dibawah nakhoda Bagus Tito Wibisono akan segera berganti. Lantas bagaimana kinerja BEM UNJ selama ini....</p>
<p>The post <a href="https://unjkita.com/satu-tahun-kinerja-bem-unj-memuaskan-atau-mengecewakan/">Satu Tahun Kinerja BEM UNJ. Memuaskan atau Mengecewakan?</a> appeared first on <a href="https://unjkita.com">UNJKita.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Tahun 2016 sudah berlalu. Estafet kepemimpinan BEM UNJ periode 2016-2017 dibawah nakhoda Bagus Tito Wibisono akan segera berganti. Lantas bagaimana kinerja BEM UNJ selama ini. Sudah memuaskan atau justru mengecewakan?</p>
<p>UNJKita.com pada akhir bulan Desember telah mempublikasikan hasil riset terhadap kinerja BEM UNJ. Riset burupa survei selama 5 hari yakni tanggal 17-21 Desember 2016. Metode yang digunakan adalah <em>simple random sampling</em>. Dalam rentang lima hari tersebut terhitung jumlah responden sebanyak 312 mahasiswa dari delapan fakultas yang ada di UNJ. Responden berasal dari angkatan 2016 hingga angkatan 2012.</p>
<div id="attachment_5486" style="width: 650px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-5486" class="wp-image-5486 size-full" src="http://unjkita.com/wp-content/uploads/2016/12/Survei1.jpg" width="640" height="480" srcset="https://unjkita.com/wp-content/uploads/2016/12/Survei1.jpg 640w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2016/12/Survei1-150x113.jpg 150w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2016/12/Survei1-800x600.jpg 800w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2016/12/Survei1-560x420.jpg 560w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2016/12/Survei1-80x60.jpg 80w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2016/12/Survei1-100x75.jpg 100w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2016/12/Survei1-180x135.jpg 180w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2016/12/Survei1-238x178.jpg 238w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2016/12/Survei1-681x511.jpg 681w" sizes="auto, (max-width: 640px) 100vw, 640px" /><p id="caption-attachment-5486" class="wp-caption-text">Hasil Survei Kinerja BEM UNJ 2016 &#8211; 2017</p></div>
<p>Hasil survei menunjukan 39% responden merasa cukup puas, 40% responden merasa puas, 7% merasa sangat puas. Hanya 10% responden yang menyatakan kurang puas dan 4% menyatakan tidak puas. Dari data tersebut menunjukan tingkat kepuasan mahasiswa terhadap kepemimpinan Bagus Tito Wibisono sebagai Ketua BEM UNJ dan Septian Dicky Pratama sebagai Wakil Ketua BEM UNJ terbilang tinggi.</p>
<h6><strong>Baca Juga</strong> : <strong><a href="http://unjkita.com/rilis-survei-unjkita-menakar-elektabilitas-calon-ketua-wakil-bem-unj-2017-evaluasi-kinerja-bem-unj-2016/">Rilis Survei UNJKita ; ”Menakar Elektabilitas Calon Ketua-Wakil BEM UNJ 2017 &amp; Evaluasi Kinerja BEM UNJ 2016”</a></strong></h6>
<p>Ada banyak faktor yang menyebabkan tingkat kepuasan terhadap kinerja BEM UNJ terbilang tinggi. Hal tersebut tidak bisa terlepas dari peran BEM UNJ meliputi peran komunikasi, peran sosial politik, peran sosialisasi, peran advokasi serta berbagai peran lainnya.</p>
<p>Salah satu kinerja BEM UNJ yang perlu diakui adalah keberhasilannya mendesak pihak rektorat untuk menghapus uang pangkal sebesar 15 juta bagi mahasiswa jalur mandiri (Penmaba) tahun masuk 2016. Selain itu golongan UKT juga diubah mengikuti golongan UKT tahun sebelumnya sehingga lebih meringankan mahasiswa. Keberhasilan ini dipandang sangat positif oleh kalangan mahasiswa khususnya mahasiswa angkatan 2016.</p>
<p>Hal tersebut tentu bukan perkara sederhana. Sebelumnya BEM UNJ yang diwakili oleh Departemen Advokasi dan Tim Pembela Mahasiswa telah banyak melakukan kajian dan beberapa kali mengadakan pertemuan dengan pihak pimpinan UNJ yang berujung dengan demonstrasi besar-besaran mahasiswa UNJ di depan gedung rektorat. Aksi demonstrasi dalam kampus yang diikuti ratusan mahasiswa dari seluruh fakultas berhasil menarik simpati segenap mahasiswa dan masyarakat luas. Hal tersebut dinilai sangat berperan dalam mendongkrak kepuasan mahasiswa UNJ terhadap kinerja BEM UNJ.</p>
<p>Kinerja lainnya yang patut diapresiasi adalah peran advokasi yang dijalankan oleh BEM UNJ. Peran ini sangat sentral sekaligus peran yang membedakan BEM dengan lembaga lainnya. Keberhasilan mendesak rektorat untuk menghapus uang pangkal bagi mahasiswa jalur penmaba hanyalah salah satu bentuk peran advokasi. Peran advokasi lainnya ditunjukan oleh BEM UNJ pada akhir semester. Bertepatan dengan musim liburan panjang, jajaran Departemen Advokasi BEM UNJ sibuk melakukan operasi “hening” yakni melakukan koordinasi dengan seluruh BEM tingkat prodi untuk mendata mahasiswa yang kesulitan membayar UKT kemudian mencarikan jalan keluar.</p>
<p>Kebijakan Rektor UNJ Prof. Dr. Djaali yang menghapus biaya parkir bagi mahasiswa juga dinilai turut meningkatkan kepuasan mahasiswa terhadap kinerja BEM UNJ. Kebijakan rektor tersebut secara sederhana ditafsirkan oleh mahasiswa sebagai salah satu keberhasilan BEM UNJ dalam menjalankan peran komunikasi dengan pimpinan UNJ.</p>
<p>Kebijakan parkir gratis memang bukan kebijakan yang diputuskan dengan sekejap mata. Perjuangan BEM UNJ untuk mendorong jajaran rektorat memperbaiki sistem parkir dan menggeratiskan biaya parkir telah sejak lama digalakkan oleh para Ketua BEM UNJ sebelumnya. Baru di bawah kepemimpinan Bagus Tito Wibisono hal tersebut direalisasikan oleh pihak rektorat.</p>
<p>Peran komunikasi lainnya adalah dengan diadakannya DIVA (Dialog <em>Civitas Akademica</em>) pada bulan November 2016 yang disambut antusias oleh mahasiswa dilihat dari banyaknya peserta yang hadir. BEM UNJ berhasil menghadirkan Rektor UNJ dan para wakil rektor untuk duduk bersama membahas permasalahan kampus. Melalui kesempatan ini mahasiswa dapat menyampaikan keluh kesah secara langsung kepada pimpinan UNJ.</p>
<p>Berbagai aksi sosial yang dilakukan juga turut menyumbang kesan positif terhadap kinerja BEM UNJ. Berbagai bencana alam di tanah air segera mendapat respon dari Departemen Sosial Politik BEM UNJ dengan penggalangan dana dan penyaluran bantuan. Bentuk aksi sosial yang dijalankan di antaranya adalah penggalangan bantuan untuk korban kebakaran Rawamangun di pertengahan bulan Mei 2016. Pada awal bulan Desember 2016, Bagus Tito Wibisono dan perwakilan Departemen Sosial Politik secara langsung mengunjungi korban gempa di Aceh untuk memberikan bantuan.</p>
<p>Selain itu, aksi sosial juga digalakkan dengan adanya Comdev (<em>Community Development</em>) UNJ yang merupakan organisasi <em>underbow</em> BEM UNJ yang secara rutin memberikan pendidikan dan pengajaran gratis bagi anak-anak menengah ke bawah sekitar UNJ. BEM UNJ juga mengadakan gerakan UNJ berbagi dengan memberikan Al-Quran dan Juz Amma kepada Yayasan Mitra Ummat pada 23 Juni 2016.</p>
<p>Beberapa program kerja yang diadakan BEM UNJ juga patut mendapat apresiasi. Program kerja tersebut dinilai memberikan berbagai manfaat bagi mahasiswa. Program kerja tersebut dintaranya adalah Mimbar Akademik bersama Bakal Calon Gubernur DKI Jakarta, Harmoni Cinta Guru, Workshop Media Pembelajaran, dan SJF (<em>Scholarship and Job Festival</em>) serta program kerja lainnya.</p>
<p>Hal lain yang diyakini turut mendongkrak kepuasan mahasiswa terhadap kinerja BEM UNJ adalah status Ketua Umum BEM UNJ Bagus Tito Wibisono yang sekaligus menjabat sebagai Koordinator Pusat BEM seluruh Indonesia. Berbagai pernyataan Bagus Tito kerap muncul di berbagai media elektronik seperti laman berita maupun di televisi yang secara langsung maupun tidak langsung membawa citra positif untuk BEM UNJ.</p>
<p>Selain apresiasi positif, BEM UNJ juga mendapat apresiasi negatif dari berbagai kalangan. BEM UNJ dikritik karena lebih memperioritaskan penggalangan dana untuk membeli mobil komando yang nantinya digunakan untuk aksi demo. Hal tersebut disayangkan oleh beberapa pihak mengingat masa pembayaran UKT akan segera datang dan umumnya BEM UNJ membutuhkan dana banyak untuk melayani mahasiswa yang kesulitan finansial. Pembelian mobil komando juga memberikan tugas tambahan bagi pengurus BEM UNJ yakni merawat mobil agar tidak rusak. Denga demikian, BEM UNJ harus menyiapkan dana untuk perawatan terlebih mobil yang dibeli terbilang mobil cukup tua karena diproduksi tahun 1994. Jika perawatan tidak sesuai standar hanya akan berdampak kerusakan mobil yang berujung pada kerugian mengingat harga mobil tersebut juga tdak murah.</p>
<p>Beberapa pihak juga masih menganggap BEM UNJ lebih terkesan sebagai EO (<em>Event Organizer</em>) dengan segudang pragram kerjanya. Berbagai pernyataan BEM UNJ tentang permasalahan nasional juga ditanggapi berbeda oleh berbagai kalangan mahasiswa.</p>
<p>Terlepas dari pandangan postif dan negatif terhadap BEM UNJ, sebagai mahasiswa tentunya memiliki peran “<em>social contro</em>l”. Peran inilah yang diharapkan memberikan c<em>heck and balance</em> terhadap kinerja BEM UNJ. Menurut kalian, apakah kinerja BEM UNJ sudah memuaskan atau mengecewakan?</p>
<p>The post <a href="https://unjkita.com/satu-tahun-kinerja-bem-unj-memuaskan-atau-mengecewakan/">Satu Tahun Kinerja BEM UNJ. Memuaskan atau Mengecewakan?</a> appeared first on <a href="https://unjkita.com">UNJKita.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Mahasiswa dan Aksi Damai 4 November</title>
		<link>https://unjkita.com/mahasiswa-dan-aksi-damai-4-november/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Hadi Azolla]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 06 Nov 2016 02:08:28 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Info]]></category>
		<category><![CDATA[Kampus]]></category>
		<category><![CDATA[Aksi 4 November]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://unjkita.com/?p=4925</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta (UNJkita.com) – Aksi damai 4 November 2016 memberikan makna tersendiri bagi segenap rakyat Indonesia. Ratusan ribu rakyat di seluruh pelosok Indonesia serentak memenuhi jalanan...</p>
<p>The post <a href="https://unjkita.com/mahasiswa-dan-aksi-damai-4-november/">Mahasiswa dan Aksi Damai 4 November</a> appeared first on <a href="https://unjkita.com">UNJKita.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Jakarta (UNJkita.com) – Aksi damai 4 November 2016 memberikan makna tersendiri bagi segenap rakyat Indonesia. Ratusan ribu rakyat di seluruh pelosok Indonesia serentak memenuhi jalanan kota-kota besar seperti Surabaya, Medan, Malang, Solo, Makasar. Takbir menggema lantang menggantikan suara klakson mobil yang biasanya terdengar bising. Lautan manusia berpakaian putih menjadi bukti kokohnya persatuan rakyat Indonesia yang tergabung dalam Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF MUI).</p>
<p style="text-align: justify;">Semua elemen turut serta menuntut dituntaskannya kasus penistaan agama yang dilakukan oleh Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahya Purnama atau yang dikenal Ahok. Majelis Ulama Indonesia (MUI) sebelumnya telah mengeluarkan fatwa bahwa Gubernur Ahok telah memasukan ranah politik ke dalam ranah agama dan melakukan penistaan terhadap Al- Quran. Fatwa tersebut kemudian didukung oleh berbagai organisasi islam terbesar di Indonesia seperti Muhammadiyah dan Nahdatul Ulama.</p>
<p style="text-align: justify;">Kota Jakarta menjadi saksi begitu besarnya antusias rakyat dalam mendukung fatwa MUI tersebut. Berbagai tokoh turun ke jalan, mulai dari pejabat tinggi seperti pimpinan DPR, para ulama kharismatik seperti Aa Gym, Ustad Yusf Mansyur, Ustad Arifin, Ustad Bachtiar Nasir, Habib Rizik. Bahkan Gubernur Nusa Tenggara Barat TGH M Zainul Majdi turut serta dalam aksi. Hal tersebut menjadi bukti bahwa aksi damai 4 November bukanlah aksi berkedok politik melainkan aksi menuntut diselesaikannya kasus penistaan agama.</p>
<p style="text-align: justify;"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-4933 aligncenter" src="http://unjkita.com/wp-content/uploads/2016/11/Aksi-4-November.jpeg" alt="aksi-4-november" width="384" height="480" srcset="https://unjkita.com/wp-content/uploads/2016/11/Aksi-4-November.jpeg 384w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2016/11/Aksi-4-November-120x150.jpeg 120w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2016/11/Aksi-4-November-481x600.jpeg 481w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2016/11/Aksi-4-November-336x420.jpeg 336w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2016/11/Aksi-4-November-640x799.jpeg 640w, https://unjkita.com/wp-content/uploads/2016/11/Aksi-4-November-681x850.jpeg 681w" sizes="auto, (max-width: 384px) 100vw, 384px" /></p>
<p style="text-align: justify;">Salah satu elemen yang turut menyukseskan jalannya aksi damai adalah mahasiswa. Bagus Tito Wibisono selaku Ketua BEM UNJ sekaligus Ketua BEM Seluruh Indonesia dengan semangatnya mengajak seluruh mahasiswa untuk turut meramaikan aksi damai tersebut.</p>
<p style="text-align: justify;"><em>“Kami mengecam tindakan Basuki Tjahaja Purnama yang mengebiri ke-bhineka-an dan semangat nasionalisme karena telah menistakan Agama Islam sebagai salah satu agama yang diakui konstitusi. Kami menuntut kepada presiden dan aparat penegak hukum untuk bersikap tegas dalam mengadili sesuai konstitusi negara”</em>, tegas Bagus sebagaimana termuat dalam pernyataan sikapnya yang tersebar luas di berbagai media.</p>
<p style="text-align: justify;">Mahasiswa tumpah ruah turut menyukseskan aksi damai tersebut tanpa menggunakan alamamater dan atribut kampus. Hal tersebut sesuai dengan intruksi Dirjen Belmawa Kemenristek Dikti Nomor 350/B/SE/2016 yang melarang mahasiswa menggunakan atribut universitas dalam aksi damai.</p>
<p style="text-align: justify;">Selain itu mahasiswa juga mengadakan gerakan penghimpunan dana. Penghimpunan dilakukan dengan cara menyebarkan pesan singkat melalui aplikasi What Apps yang berisi nomor rekening. Dana yang terkumpul mencapai 9 juta hanya dalam waktu 1 jam yakni dimulai pukul 23.00 WIB hingga 24.00 WIB.</p>
<p style="text-align: justify;">Dana tersebut disumbangkan langsung malam itu juga kepada pengurus aksi di Masjid Istiqlal mengingat banyaknya masyarakat yang menginap setelah seharian melakukan aksi damai. Sumbangan diberikan dalam bentuk konsumsi dan uang tunai yang diserahkan langsung oleh Muhamad Zidni Rizki Ardani selaku perwakilan mahasiswa UNJ kepada petugas masjid.</p>
<p style="text-align: justify;">Aksi berlangsung tertib dan lancar. Bahkan jalanan tampak bersih karena ada tim khusus yang bertugas membersihkan sampah. Sempat terjadi kekisruhan pasca aksi damai yang diakibatkan oleh oknum provokator. Setelah diselidiki ternyata provokator tersebut bukan bagian dari GNPF MUI. Hal tersebut menunjukan adanaya oknum yang sengaja ingin memperburuk citra aksi damai dengan mengacaukan aksi damai 4 November.</p>
<p>The post <a href="https://unjkita.com/mahasiswa-dan-aksi-damai-4-november/">Mahasiswa dan Aksi Damai 4 November</a> appeared first on <a href="https://unjkita.com">UNJKita.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Hikmah dari Empat Karakter di Clash Royal</title>
		<link>https://unjkita.com/hikmah-dari-empat-karakter-di-clash-royal/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Hadi Azolla]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 30 Sep 2016 00:42:55 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kampus]]></category>
		<category><![CDATA[Game]]></category>
		<category><![CDATA[Hiburan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://unjkita.com/?p=4418</guid>

					<description><![CDATA[<p>Halo sobat unjkita.com yang berbahagia. Kaifa haluk? Hehe. Kali ini tim unjkita.com akan berbagi pengalaman yang sangat membahagiakan yaitu bermain &#8221;Clash Royal”, hehe. Bagi kamu yang...</p>
<p>The post <a href="https://unjkita.com/hikmah-dari-empat-karakter-di-clash-royal/">Hikmah dari Empat Karakter di Clash Royal</a> appeared first on <a href="https://unjkita.com">UNJKita.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Halo sobat unjkita.com yang berbahagia. Kaifa haluk? Hehe. Kali ini tim unjkita.com akan berbagi pengalaman yang sangat membahagiakan yaitu bermain <em>&#8221;Clash Royal”</em>, hehe. Bagi kamu yang suka main permainan ini, sudah barang pasti bakal paham karakter dari para petarung yang ada. Ternyata, selain dapat mengisi waktu luang untuk menghilangkan kejenuhan, ada hikmahnya juga dari karakter para petarung. Yuk kita kenali karakter para petarung Clash Royal.<br />
<strong><br />
<em>1. King Tower</em></strong><br />
Sobat unjkita.com. <em>King Tower</em> adalah raja penjaga <em>tower</em> utama yang menjadi kunci kemenangan pertarungan. Jika <em>King Tower</em> tewas artinya kita kalah. <em>King Tower</em> kadang sangat menyebalkan. Di saat pejuang lainnya punya jurus sakti, ia hanya mampu menembak dengan meriam kecil. Parahnya lagi, ia akan diam saja dan baru turun perang jika diserang langsung. Bahkan ia akan tetap diam saat salah satu tower pertahanan diserang. Ia akan turun membantu perang jika salah satu tower pertahanan sudah hancur, parah banget bukan? Gak ada tanggung jawabnya jadi raja tuh!</p>
<p style="text-align: justify;">Mungkin ini hikmahnya, bahwa pemimpin saat ini di berbagai negara memiliki sifat layaknya <em>King Tower</em> yang hanya mau dilindungi, tidak peduli dengan rakyatnya. Tapi kalo dipikir-pikir, jika King Tower sakti, kapan kelarnya tuh permainannya ya? Hehe</p>
<p style="text-align: justify;"><em><strong>2. Giant</strong></em><br />
Tokoh bertubuh besar yang hanya memiliki ambisi untuk menghancurkan tower musuh. Sisi positif dari <em>Giant</em> adalah besarnya ambisi menghancurkan tower musuh. Ia tetap berjalan tanpa menghiraukan keberadaan musuh yang sedang menyerangnya. Sisi negatifnya adalah ia menghiraukan musuh sehingga terkadang harus mati terlebih dahulu sebelum sampai ke <em>tower</em> musuh.</p>
<p style="text-align: justify;">Hikmahnya, saat kita memiliki ambisi, cara terbaik adalah dengan tetap semangat dan memperhitungkan keadaan. Jangan memaksakan kehendak yang justru memperburuk keadaan.</p>
<p style="text-align: justify;"><em><strong>3. Mini P.E.K.K.A</strong></em><br />
<em>Mini P.E.K.K.A</em> memiliki tubuh kecil dengan kecepatan gerak yang cepat serta damage yang besar. Sekali tebas musuh tewas. Hikmahnya adalah <em>“kecil-kecil cabe rawit”</em>. Jadi buat kalian yang fisiknya kecil, jangan patah semangat. Walau kecil yang penting semangat juangnya.<br />
<strong><br />
<em>4. Skeleton Army</em></strong><br />
<em>Skeleton Army</em> merupakan pasukan tengkorak kecil yang akan menyerang secara beramai-ramai hingga 20 pasukan sekali dirilis. Mereka dapat dengan mudah membunuh Giant atau Knight dan lainnya. Hal ini membuktikan bahwa kerja sama adalah kunci kesuksesan. Bersatuh teguh bercerai runtuh.</p>
<p style="text-align: justify;">Sebatang lidi akan mudah dipatahkan, namun jika banyak lidi diikat membentuk sapu lidi tentu akan sulit dipatahkan. Ini adalah bukti akan dasyatnya kekuatan dari persatuan. Bayangkan, nusantara yang begitu luas dan banyak penduduknya dapat dijajah selama 350 tahun oleh Belanda yang luasnya tidak lebih luas pulau Jawa. Itu semua karena kurangnya persatuan kala itu.</p>
<p>The post <a href="https://unjkita.com/hikmah-dari-empat-karakter-di-clash-royal/">Hikmah dari Empat Karakter di Clash Royal</a> appeared first on <a href="https://unjkita.com">UNJKita.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Jalan Panjang Status Hukum Reklamasi Teluk Jakarta</title>
		<link>https://unjkita.com/jalan-panjang-status-hukum-reklamasi-teluk-jakarta/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Hadi Azolla]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 30 Sep 2016 00:42:35 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Suara Anda]]></category>
		<category><![CDATA[Opini Mahasiswa]]></category>
		<category><![CDATA[Reklamasi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://unjkita.com/?p=4392</guid>

					<description><![CDATA[<p>Proyek reklamasi teluk Jakarta sudah dimulai sejak era pemerintahan Presiden Suharto dengan dikeluarkannya Keppres No. 52 Tahun 1995 tentang Reklamasi Pantai Utara Provinsi DKI Jakarta....</p>
<p>The post <a href="https://unjkita.com/jalan-panjang-status-hukum-reklamasi-teluk-jakarta/">Jalan Panjang Status Hukum Reklamasi Teluk Jakarta</a> appeared first on <a href="https://unjkita.com">UNJKita.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Proyek reklamasi teluk Jakarta sudah dimulai sejak era pemerintahan Presiden Suharto dengan dikeluarkannya Keppres No. 52 Tahun 1995 tentang Reklamasi Pantai Utara Provinsi DKI Jakarta. Keputusan Presiden tersebut merupakan aturan yang bersifat khusus yang mengatur tentang reklamasi pantai utara Jakarta. Kekhususan Keppres tersebut dikuatkan oleh Mahkamah Agung sebagaimana tercantum dalam Amar Putusan Peninjauan Kembali Mahkamah Agung Nomor 12 PK/TUN/2011.</p>
<p style="text-align: justify;">Pasal 4 Keppres No. 52 Tahun 1995 menjelaskan bahwa Gubernur DKI Jakarta diberi kewenangan dalam hal memberikan izin reklamasi. Keppres tersebut juga memberikan kuasa kepada Gubernur DKI Jakarta sebagai Ketua Pengendali untuk membentuk Badan Pelaksana Pantai Utara Jakarta (BP Pantai Utara Jakarta) guna melaksanakan reklamasi pantai utara Jakarta.</p>
<p style="text-align: justify;">Adanya Keppres No. 52 Tahun 1995 ditindaklanjuti oleh Pemerintah DKI Jakarta dengan mengeluarkan Peraturan Daerah No. 8 Tahun 1995 tentang Penyelenggaraan Reklamasi dan Rencana Tata Ruang Kawasan Pantai Utara Jakarta. Dalam Peraturan Daerah tersebut dijabarkan lebih rinci mengenai perencanaan reklamasi.</p>
<p style="text-align: justify;">Pada tanggal 19 Februari 2003, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) yang dahulu bernama Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) mengeluarkan Surat Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup No. 14 Tahun 2003 tentang Ketidaklayakan Rencana Kegiatan Reklamasi dan Revitalisasi Pantai Utara Jakarta. Surat Keputusan Menteri tersebut mewajibkan Gubernur DKI Jakarta untuk tidak memberikan izin reklamasi. Keputusan tersebut dikeluarkan berdasarkan pada temuan Komisi Penilai AMDAL (Analisis dampak lingkungan) yang dibentuk kementerian sejak tahun 1996 hingga tahun 2002. Komisi Penilai AMDAL menemukan bahaya dari adanya reklamasi pantai bagi keberlangsungan ekosistem sekitar serta dampak bagi masyarakat sekitar khususnya para nelayan.</p>
<p style="text-align: justify;">Keputusan menteri Lingungan Hidup tersebut memicu pertarungan sengit di pengadilan antara Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) yang didukung oleh Wahana Lingkungan Hidup (WALHI) dan beberapa lembaga lingkungan hidup lainnya melawan para perusahaan pengembang. Pertarungan berlangsung dari tahun 2003 hingga tahun 2011.</p>
<p style="text-align: justify;">Perusahaan pengembang geram dan menggugat Surat Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup tersebut ke Pengadilan Tata Usaha Negeri (PTUN) Jakarta. Pada tanggal 11 Februari 2004, PTUN mengeluarkan Putusan Nomor: 75/G.TUN/2003/PTUN.JKT yang membatalkan Surat Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup No. 14 Tahun 2003.</p>
<p style="text-align: justify;">Kementerian Lingkungan Hidup segera mengajukan banding ke Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negeri (PT TUN) Jakarta. Pada tanggal 03 Februari 2005, PT TUN Jakarta mengeluarkan keputusan Nomor: 202/B/2004/PT.TUN.JKT, yang menguatkan Keputusan Pengadilan Tata Usaha Negeri (PTUN) Jakarta Nomor: 75/G.TUN/2003/PTUN.JKT.</p>
<p style="text-align: justify;">Kekalahan di tahap pertama dan tahap banding mendorong Kementerian Lingkungan Hidup untuk mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung. Mahkamah Agung pada tanggal 28 Juli 2009 mengabulkan kasasi dengan mengeluarkan Keputusan Mahkamah Agung Nomor 109 K/TUN/2006 yang membatalkan Putusan PT TUN Jakarta Nomor: 202/B/2004/PT.TUN.JKT. Sesuai Keputusan Kasasi Mahkamah Agung tersebut, maka upaya reklamasi harus segera dihentikan.</p>
<p style="text-align: justify;">Perusahaan pengembang segera mengajukan Peninjauan Kembali ke Mahkamah Agung. Hingga akhirnya Mahkamah Agung memenangkan kubu perusahaan pengembang dengan dikeluarkannya Keputusan Peninjauan Kembali Mahkamah Agung Nomor 12 PK/TUN/2011 pada tanggal 24 Maret 2011. Keputusan tersebut membatalkan putusan kasasi dan mengizinkan royek reklamasi Pantai Utara Jakarta untuk tetap dilanjutkan.</p>
<p style="text-align: justify;">Dalam Amar Putusan Mahkamah Agung Nomor 12 PK/TUN/2011 dijelaskan bahwa Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup No. 14 Tahun 2003 bertentangan dengan Keputusan Presiden Nomor 52 Tahun 1995. Mahkamah Agung menyatakan bahwa berdasarkan Keppres No. 52 Tahun 1995, Menteri Negara Lingkungan Hidup tidak memiliki wewenang untuk membatalkan reklamasi. Hal tersebut dikarenakan fungsi Menteri Negara Lingkungan Hidup hanyalah sebagai Anggota Tim Pengarah, yang bertugas mengarahkan Badan Pengendali Reklamasi Pantai Utara Jakarta yang diketuai oleh Gubernur DKI Jakarta.</p>
<p style="text-align: justify;">Lebih lanjut Mahkamah Agung menjelaskan bahwa dalam hal terdapat kelemahan AMDAL (Analisis Dampak Lingkungan), maka yang berwenang menghentikan proyek adalah Presiden RI melalui Peraturan Presiden bukan melalui Keputusan Menteri. Hal tersebut dikarenakan proyek tersebut didasarkan pada dasar hukum Keputusan Presiden Nomor 52 Tahun 1995 yang secara tata urutan perundang-undangan berada di atas Keputusan Menteri sebagaimana diatur dalam TAP MPR No. III/MPR/2000 tentang Tata Urutan Peraturan Perundang-undangan.</p>
<p style="text-align: justify;">Amar Putusan Mahkamah Agung Nomor 12 PK/TUN/2011 yang diputuskan pada tahun 2011 menandakan sekaligus mengukuhkan bahwa Pasal 4 Keppres No. 52 Tahun 1995 tidak bertentangan dengan undang-undang, peraturan pemerintah, peraturan presiden, yang berlaku pada tahun 2011. Dengan demikian kewenangan memberikan izin reklamasi pantai utara Jakarta tetap pada Gubernur DKI Jakarta.</p>
<p style="text-align: justify;">Pada tanggal 10 Maret 2008 ditengah proses jalannya persidangan anatara Kementerian Lingkungan Hidup dan perusahaan pengembang; Pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menerbitkan Peraturan Pemerintah Nomor 26 Tahun 2008 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional. Pada Lampiran X Penetapan Kawasan Strategis Nasional Angka 20 tercantum bahwa DKI Jakarta termasuk dalam Kawasan Strategis Nasional (KSN).</p>
<p style="text-align: justify;">Pada tanggal 12 Agustus 2008, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengeluarkan Peraturan Presiden Nomor 54 Tahun 2008 tentang Penataan Ruang Kawasan Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, Puncak, dan Cianjur (Jabodetabekpunjur). Peraturan Presiden Nomor 54 Tahun 2008 menyatakan bahwa Pasal-pasal pada Keppres No. 52 Tahun 1995 sepanjang yang terkait dengan penataan ruang dinyatakan tidak berlaku. Peraturan Presiden tersebut tidak menggugurkan Pasal 4 Keppres No. 52 Tahun 1995 yang berisi kewenangan Gubernur DKI Jakarta dalam memberikan izin reklamasi karena tidak terkait dengan penataan ruang sebagaimana dikukuhkan pada Amar Putusan Mahkamah Agung Nomor 12 PK/TUN/2011 pada tanggal 24 Maret 2011.</p>
<p style="text-align: justify;">Pada tahun 2012 atau satu tahun setelah dikeluarkannya Amar Putusan Mahkamah Agung Nomor 12 PK/TUN/2011, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengeluarkan Peraturan Presiden Nomor 122 Tahun 2012 tentang Reklamasi Pesisir dan Pulau-pulau Kecil. Pasal 16 ayat (2) Peraturan Presiden Nomor 122 Tahun 2012 menjelaskan bahwa menteri Kelautan dan Perikanan diberi kewenangan dalam memberikan izin lokasi dan izin pelaksanaan reklamasi pada Kawasan Strategis Nasional Tertentu (KSNT), kegiatan reklamasi lintas provinsi, serta kegiatan reklmasi pada pelabuhan yang dikelola oleh pemerintah pusat.</p>
<p style="text-align: justify;">Sekretaris Kabinet Pramono Anung memalui keterangan resminya sebagaimana terdapat pada laman resmi Sekretaris Kabinet RI menyatakan bahwa Peraturan Presiden Nomor 122 Tahun 2012 tersebut secara jelas hanya mencantumkan Kawasan Strategis Nasional Tertentu (KSNT) yang menjadi kewenangan Menteri Kelautan dan Perikanan dalam hal izin reklamasi. Dengan demikian reklamasi di pantai utara Jakarta masih tetap menjadi kewenangan Pemerintah DKI Jakarta mengingat Jakarta tidak masuk dalam Kawasan Strategis Nasional Tertentu (KSNT), melainkan masuk dalam Kawasan Strategis Nasional (KSN) sebagaimana tercantum dalam Lampiran X poin 20 Peraturan Presiden Nomor 26 Tahun 2008 yang dikeluarkan pada tanggal 10 Maret 2008.</p>
<p style="text-align: justify;">Pada tanggal 12 Januari 2012, Pemerintah Daerah DKI Jakarta mengesahkan Perda DKI Jakarta Nomor 1 Tahun 2012 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah 2030. Menindaklanjuti Peraturan Daerah tersebut, Gubernur DKI Jakarta pada tanggal 19 September 2012 mengeluarkan Peraturan Gubernur DKI Jakarta Nomor 121 Tahun 2012 Tentang Penataan Ruang Kawasan Reklamasi Pantai Utara Jakarta.</p>
<p style="text-align: justify;">Proyek reklamasi sempat dihentikan ketika PTUN Jakarta pada 31 Mei 2016 memutuskan bahwa Surat Keputusan (SK) Gubernur DKI Nomor 2.238 Tahun 2014 tentang Pemberian Izin reklamasi Pulau G di Teluk Jakarta harus ditunda karena tidak memenuhi ketentuan peraturan yang ada. Namun, di awal September 2016, Gubernur DKI Jakarta beserta beberapa kementerian menyatakan akan tetap melanjutkan proyek reklamasi dan akan mengajukan banding ke PTTUN Jakarta atas putusan PTUN Jakarta.</p>
<p style="text-align: justify;">Lika-liku perjalanan proyek reklamasi terus menjadi perhatian luas khususnya dari para aktifis lingkungan. Akankah reklamasi terus berjalan? Atau justru akan permanen diberhentikan? Mari kita kawal agar segalanya sesuai dengan ketentuan perundangan yang ada.</p>
<p>The post <a href="https://unjkita.com/jalan-panjang-status-hukum-reklamasi-teluk-jakarta/">Jalan Panjang Status Hukum Reklamasi Teluk Jakarta</a> appeared first on <a href="https://unjkita.com">UNJKita.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Reklamasi Teluk Jakarta, Solusi atau Polusi?</title>
		<link>https://unjkita.com/reklamasi-teluk-jakarta-solusi-atau-polusi/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Hadi Azolla]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 29 Sep 2016 10:54:10 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Suara Anda]]></category>
		<category><![CDATA[Reklamasi Jakarta]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://unjkita.com/?p=4394</guid>

					<description><![CDATA[<p>Isu proyek reklamasi teluk Jakarta kembali mencuat setelah Menteri Luhut Binsar Panjaitan selaku Menteri Koordinator Kemaritiman pada awal September 2016 menyatakan bahwa proyek tersebut akan...</p>
<p>The post <a href="https://unjkita.com/reklamasi-teluk-jakarta-solusi-atau-polusi/">Reklamasi Teluk Jakarta, Solusi atau Polusi?</a> appeared first on <a href="https://unjkita.com">UNJKita.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Isu proyek reklamasi teluk Jakarta kembali mencuat setelah Menteri Luhut Binsar Panjaitan selaku Menteri Koordinator Kemaritiman pada awal September 2016 menyatakan bahwa proyek tersebut akan segera dilanjutkan. Keputusan tersebut didapat setelah adanya koordinasi dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Perusahaan Listrik Negara (PLN), Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Kementerian Kelautan dan Perikanan), Kementerian Perhubungan, Pemprov DKI Jakarta, serta Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan.</p>
<p>Sikap tersebut bertolak belakang dengan sikap Rizal Ramli yang menjabat sebelum Luhut. Luhut berdalih bahwa tidak ada alasan untuk menghentikan proyek reklamasi. Sebagai konsekuensinya, pemerintah berencana membangun kompleks rumah susun bagi para nelayan yang mengalami dampak proyek tersebut.</p>
<p>Proyek reklamasi terbilang penuh liku sejak disahkan Presiden Suharto melalui Keppres No. 52 Tahun 1995. Proyek pembuatan 17 pulau di kawasan teluk Jakarta yang diberi nama Pulau A hingga pulau Q ini dirancang untuk dihuni sekitar 716.700 penduduk. Luas keseluruhan dari 17 pulau mencapai 5153 ha yang terbagi menjadi tiga sub-kawasan yaitu sub-kawasan barat, tengah dan timur. Pulau buatan tersebut nantinya masuk dalam wilayah administrasi Jakarta Utara yang diperuntukan sebagai pusat bisnis dan jasa seperti perhotelan, perkantoran, area wisata dan pusat perdagangan internasional. Hingga kini, dari 17 pulau yang direncanakan, belum sampai separuhnya yang berhasil dibuat.</p>
<p><strong>Baca juga: <span style="color: #800000;"><a style="color: #800000;" href="http://unjkita.com/pernyataan-sikap-bem-si-tolak-reklamasi/">Pernyataan Sikap BEM SI Tolak Reklamasi</a></span></strong></p>
<p>Isu reklamasi sempat menjadi sorotan publik sejak hebohnya pemberitaan media tentang tertangkapnya M. Sanusi yang merupakan Anggota DPRD DKI Jakarta oleh KPK yang menyeret perusahaan pengembang. Skandal tersebut semakin mengguncang Jakarta ditengah ramainya dunia perpolitikan menjelang pemilihan Gubernur DKI Jakarta pada tahun 2017.</p>
<p>Beberapa kalangan mulai melirik Mega Proyek Giant Sea Wall karena dinilai menyebabkan dampak buruk terhadap lingkungan. Berbagai instansi termasuk kementerian mencoba menghentikan proyek melalui jalur hukum. Pada tanggal 19 Februari 2003, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) sempat mengeluarkan Surat Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup No. 14 Tahun 2003 tentang Ketidaklayakan Rencana Kegiatan Reklamasi dan Revitalisasi Pantai Utara Jakarta. Surat Keputusan Menteri tersebut mewajibkan Gubernur DKI Jakarta untuk tidak memberikan izin reklamasi.<br />
Namun Keputusan tersebut kandas dan harus dibatalkan dengan dimenangkannya pihak pengembang oleh Mahkamah Agung.</p>
<p>Pada Mei 2016 Pengadilan Tata Usaha Negeri (PTUN) Jakarta mengeluarkan keputusan agar Gubernur DKI Jakarta menunda proyek reklamasi. Namun, pemerintah tetap melanjutkan proyek tersebut dan berdalih bahwa keputusan tersebut bersifat belum final.</p>
<p>Penolakan terhadap proyek reklamasi terus bermunculan. Komunitas Nelayan bersama YLBHI, serta BEM Seluruh Indonesia dalam jumpa pers di LBH Jakarta, Jl Diponegoro, Jakarta, Jumat (16/9/2016) menyampaikan somasi kepada Luhut Binsar Panjaitan dalam waktu 3&#215;24 jam. Luhut diminta menjalankan putusan PTUN Jakarta dan menghentikan aktivitas reklamasi hingga keluar putusan yang bersifat final.</p>
<p>Reklamasi dinilai berdampak negatif terhadap lingkungan terutama dapat menyebabkan banjir. Selain itu, kajian tentang banjir dalam studi AMDAL yang dilakukan perusahaan pengembang dinilai belum memperhitungkan pengaruh kenaikan muka laut rata-rata dan pengaruh pasang surut, serta belum memperhitungkan adanya back water (aliran balik sungai) akibat adanya hambatan berupa sedimentasi dan penimbunan tanah reklamasi.</p>
<p>Bencana banjir tahunan Kota Jakarta selama ini yang telah menimbulkan banyak korban dan permasalahan lingkungan hidup dan sosial ekonomi yang sangat besar dinilai tidak akan teratasi dengan adanya reklamasi. Reklamasi justru dinilai menghambat aliran air dari 13 sungai yang ada di Jakarta. Hal tersebut dinilai akan membuat Jakarta semakin rawan banjir. Selain itu, reklmasi juga dapat memperluas potensi pencemaran ke arah perairan Pulau Seribu akibat aktivitas di darat.</p>
<p>Terlepas dari argumen penolakan, pihak pengembang dan Gubernur DKI Jakarta justru berpendapat bahwa reklamasi adalah sebuah solusi. Reklamasi dinilai justru membawa dampak positif, baik terhadap lingkungan, sosial, ekonomi maupun terhadap peningkatan kehidupan masyarakat sekitarnya.</p>
<p>Reklamasi dinilai dapat mencegah banjir dengan melakukan pembersihan dan normalisasi 13 muara sungai dan membantu pembuatan banjir kanal dan sarana pencegahan lainnya. Selain itu reklamasi juga dapat lebih menata lingkungan hidup dan sosial dengan mengatur ulang lingkungan yang ada menjadi lebih teratur, bersih dan higienis.</p>
<p>Adanya reklamasi memungkinkan terbentuknya tatanan kawasan dan lingkungan konservasi alam menjadi lebih teratur. Reklamasi memungkinkan mempermudah perhitungan pengaruh kenaikan muka laut rata-rata (mean sea level rise) dan pengaruh pasang surut dan perhitungan adanya aliran balik sungai (back water). Keuntungan lainnya adalah meningkatkan dan merehabilitasi pemukiman-pemukiman kumuh sekitar pantai guna menjaga lingkungan yang bersih dan sehat.</p>
<p>Pada prinsipnya, permasalahan reklamasi merupakan permasalah serius yang harus diselesaikan pemerintah mengingat hal tersebut berkaitan dengan hajat hidup para ribuan nelayan. Sejatinya reklamasi dapat menjadi senjata ampuh untuk meningkatkan perkonomian seperti di Dubai, Singapura dan Jepang. Namun, dampak buruk lingkungan dan sosial justru akan terjadi jika reklamasi dilaksanakan tidak dengan kaidah peraturan yang ada. Adanya kasus suap anggota DPRD dalam penyusunan Raperda yang mengatur reklamasi menandakan adanya kongkalikong oknum penguasa. Hal tersebut tentunya sangat berbahaya jika prinsip pembangunan bukan fokus pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.</p>
<p>Pemerintah harus mampu menjadi pelindung bagi rakyatnya termasuk menjamin keberlangsungan hidup para nelayan yang sudah terkena dampak reklamasi. Apapun keputusan final terkait status hukum, pemerintah harus tetap mengedepankan aspek keadilan bagi masyarakat. Jangan sampai reklamasi yang diniatkan sebagai solusi pembangunan justru menjadi polusi pembangunan.</p>
<p>The post <a href="https://unjkita.com/reklamasi-teluk-jakarta-solusi-atau-polusi/">Reklamasi Teluk Jakarta, Solusi atau Polusi?</a> appeared first on <a href="https://unjkita.com">UNJKita.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Strategi Lulus 3.5 Tahun Untuk Mahasiswa Baru</title>
		<link>https://unjkita.com/strategi-lulus-3-5-tahun-untuk-mahasiswa-baru/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Hadi Azolla]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 20 Sep 2016 06:35:56 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kampus]]></category>
		<category><![CDATA[Konten Pilihan]]></category>
		<category><![CDATA[Strategi Lulus Cepat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://unjkita.com/?p=4318</guid>

					<description><![CDATA[<p>Hallo sobat UNJKita.com yang semoga selalu ceria kapan pun dan dimana pun! Tidak terasa sekarang sudah memasuki awal perkuliahan efektif. Tentu akan menjadi momen yang...</p>
<p>The post <a href="https://unjkita.com/strategi-lulus-3-5-tahun-untuk-mahasiswa-baru/">Strategi Lulus 3.5 Tahun Untuk Mahasiswa Baru</a> appeared first on <a href="https://unjkita.com">UNJKita.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Hallo sobat <a href="http://unjkita.com">UNJKita.com</a> yang semoga selalu ceria kapan pun dan dimana pun! Tidak terasa sekarang sudah memasuki awal perkuliahan efektif. Tentu akan menjadi momen yang bersejarah khususnya bagi mahasiswa baru yang sudah mendambakan rasanya bangku kuliah. Semoga hari-hari pertama kuliah menyenangkan ya! Nah, kira-kira diantara mahasiswa baru ada yang punya cita-cita lulus 3,5 tahun gak nih? Hmm, jadi inget, dulu waktu MPA paling tinggi mengacungkan jari saat ditanya siapa yang ingin lulus 3.5 tahun. <em>Alhamdulillah</em> penulis kesampean, hehehe.</p>
<p>Nah kali ini tim <a href="http://unjkita.com">unjkita.com</a> akan berbagi strategi lulus 3,5 tahun, khususnya buat kalian mahasiswa baru. Mumpung baru mulai nih kuliahnya, jadi harus pasang strategi jitu. Yuk simak strateginya!</p>
<p style="padding-left: 30px;"><strong>Baca juga:<span style="color: #993300;"><a style="color: #993300;" href="http://unjkita.com/8-tips-menjadi-mahasiswa-berprestasi/"> 8 Tips Menjadi Mahasiswa Berprestasi</a></span></strong></p>
<h3><strong>Luruskan Niat</strong></h3>
<p>Niat itu penting banget ternyata. Niat yang baik akan berbuah baik dan sebaliknya. Buat kalian mahasiswa baru, kesempatan emas nih! Mulai sekarang niatkan untuk lulus 3,5 tahun. Tentu harus ada landasannya mengapa kalian ingin lulus 3,5 tahun. Mungkin ingin segera meringankan beban orang tua mencari nafkah. Atau ingin kerja agar dapat membiayai adik-adiknya sekolah. Atau mungkin ingin segera membangun bahtera keluarga selepas kuliah. Pokoknya, harus punya prinsip ya. Jangan sampai ingin lulus 3,5 tahun karena ingin santai-santai menghabiskan uang orang tua ya!</p>
<h3><strong>Atur Pembagian SKS Setiap Semesternya</strong></h3>
<p>Nah, ini yang paling krusial. Untuk lulus dan mendapat gelar sarjana, kalian harus menempuh 144 SKS sesuai Keputusan Rektor UNJ seperti yang terdapat di Buku Panduan Akademik. Itu artinya, setiap semesternya kalian harus mampu membagi SKS agar target tercapai. Kalian bisa memanfaatkan jatah 24 SKS setiap semesternya. Namun jika 24 SKS terlalu berat, cukup 21-22 SKS setiap semesternya. Karena semester tujuh harus sudah skripsi, kalian harus membagi SKS dengan cermat.</p>
<p>Misal di semester 1-6 kalian bisa ambil 22 SKS, maka ketika masuk semester tujuh kalian sudah menempuh 132 SKS dan hanya membutuhkan 12 SKS lagi termasuk seminar proposal dan skripsi. Jika kalian bisa mengambil 24 SKS setiap semesternya akan semakin memuluskan jalan kalian. Tapi ingat, jangan memaksakan mengambil 24 SKS jika tidak diikuti kesiapan jiwa dan raga. Jangan sampai nilai jadi hancur karena kelelalahan belajar ya!</p>
<p><em>Untuk strategi yang satu ini, hanya berlaku di beberapa jurusan saja. Tidak semua jurusan bisa menggunakan strategi 24 SKS ini, karena ada beberapa jurusan yang sudah mempaketkan SKS setiap semesternya.</em></p>
<h3><strong>Rajin Konsultasi kepada Senior</strong></h3>
<p>Jika kalian ingin berhasil dalam belajar, salah satu kuncinya adalah dengan berkonsultasi dengan senior. Para senior sudah tentu berpengalaman dengan masalah belajar, sifat dosen, karakter pembelajaran dosen, atau bahkan bentuk-bentuk soal ujian dari dosen. Dengan demikian, kalian akan lebih mampu mempersiapkan diri mencapai target lulus 3,5 tahun. Oh iya, jangan lupa konsultasi ke senior yang sudah lulus 3,5 ya!</p>
<h3><strong>Duduk Paling Depan dan Rajin Berargumen</strong></h3>
<p>Nah ini dia trik menarik simpati para dosen. Para dosen tentu menilai mahasiswanya bukan hanya sebatas pada nilai di atas kertas saat ujian. Dosen juga akan menilai proses selama kalian belajar. Salah satu proses belajar yang disukai dosen adalah dengan duduk paling depan dan rajin berargumen saat diminta. Tunjukan keseriusan kalian dalam belajar. Asal jangan tidur di depan dosen ya, hehehe.</p>
<h3><strong>Usahakan Jangan Sampai Ada Mata Kuliah yang Mengulang</strong></h3>
<p>Agar target 144 <a href="https://unjkita.com/apa-itu-krs/">SKS</a> terpenuhi dalam 7 semester (3,5 tahun), usahakan jangan sampai ada mata kuliah yang mengulang ya! Lalu bagaimana jika terlanjur mengulang? Tenang, kalian bisa menutupnya di semester-semester yang menurut kalian memungkinkan. Artinya, kalian harus menambah jumlah SKS yang ada.</p>
<h3><strong>Semester Enam Harus Sudah dapat Judul Skripsi, Syukur Bisa Maju Proposal Penelitian</strong></h3>
<p>Agar dapat lulus 3,5 tahun maka di semester enam kalian harus sudah punya judul skripsi. Ketika semester tujuh tinggal fokus penelitian skripsi. Jadi mulai sekarang kalian bisa konsultasikan ke senior tentang judul-judul penelitian yang menyenangkan dan memungkinkan. Masih maba kok sudah mikirin skripsi? Hehehe. Gak apa kok, gak harus buru-buru juga. Yang penting ada gambaran awal tentang skripsi kalian nanti.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Semangat menempuh perjuangan lulus 3,5 tahun ya!</p>
<p style="text-align: center;"><strong>Baca Juga: <a href="http://unjkita.com/awal-kuliah-mahasiswa-baru/">7 Tips Produktif Mengawali Perkuliahanmu</a></strong></p>
<p>The post <a href="https://unjkita.com/strategi-lulus-3-5-tahun-untuk-mahasiswa-baru/">Strategi Lulus 3.5 Tahun Untuk Mahasiswa Baru</a> appeared first on <a href="https://unjkita.com">UNJKita.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
